Open Access Jurnal Politeknik Negeri Jember
Not a member yet
    2290 research outputs found

    Penerapan Teknologi Non-Termal untuk Meningkatkan Keamanan dan Umur Simpan Produk Susu: Tinjauan PEF, Cold Plasma, Ultrasound, dan UV-C: Application of Non-Thermal Technologies to Improve the Safety and Shelf Life of Dairy Products: A Review of PEF, Cold Plasma, Ultrasound, and UV-C

    Get PDF
    Produk susu merupakan salah satu komoditas pangan yang memiliki nilai gizi tinggi, tetapi sangat rentan terhadap kontaminasi mikroba dan degradasi kualitas selama penyimpanan. Teknologi pengolahan konvensional seperti pasteurisasi dan sterilisasi telah lama digunakan untuk meningkatkan keamanan dan umur simpan produk susu, tetapi metode ini sering menyebabkan perubahan pada karakteristik sensoris serta degradasi nutrisi. Sebagai alternatif, teknologi non-termal seperti Pulsed Electric Field (PEF), Cold Plasma, Ultrasound, dan Ultraviolet-C (UV-C) telah dikembangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Artikel ini merupakan tinjauan pustaka yang mengeksplorasi efektivitas penerapan teknologi non-termal dalam meningkatkan keamanan dan stabilitas produk susu, termasuk susu segar, yoghurt, kefir, dan susu nabati. Hasil kajian menunjukkan bahwa PEF mampu menginaktivasi mikroorganisme patogen dan enzim pembusuk melalui mekanisme elektroporasi, tanpa menyebabkan perubahan signifikan pada komponen nutrisi susu. Cold Plasma menawarkan keunggulan dalam dekontaminasi mikroba dengan memanfaatkan plasma reaktif, yang efektif membunuh patogen tanpa merusak komponen susu. Sementara itu, teknologi Ultrasound dapat meningkatkan homogenitas, memperbaiki stabilitas emulsi, dan mengurangi jumlah mikroorganisme dengan efek kavitasi. UV-C, sebagai metode berbasis radiasi, terbukti mampu menghambat pertumbuhan mikroba dan menurunkan aktivitas enzim perusak tanpa memerlukan bahan tambahan kimia. Meskipun berbagai penelitian menunjukkan efektivitas teknologi non-termal dalam menjaga kualitas susu, tantangan dalam penerapan skala industri masih menjadi perhatian, terutama terkait efisiensi energi, biaya operasional, dan kompatibilitas dengan sistem produksi yang sudah ada. Oleh karena itu, kajian lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan kombinasi teknologi non-termal guna memperoleh hasil yang lebih maksimal dalam peningkatan keamanan dan umur simpan produk susu

    Ikhtisar Metode Penelitian Lanskap Linguistik dalam Serial Video Singkat untuk Mahasiswa dan Dosen

    Get PDF
    Penelitian bertema Lanskap Lingistik telah menarik banyak perhatian dari kalangan mahasiswa, dosen, dan peneliti di bidang ilmu kebahasaan di Indonesia. Sudah cukup banyak publikasi penelitian bertema lanskap linguistik yang dihasilkan, dan tampaknya bidang ini akan terus berkembang seiring dengan kedinamisan bahasa dan budaya, serta hubungan yang beririsan antara Lanskap Linguistik dengan bidang ilmu lain seperti Ekonomi, Politik, Sejarah, Sosiologi, Antropologi, dan Geografi. Selain publikasi penelitian, ada banyak video mengenai Lanskap Linguistik secara umum di media sosial, misalnya di kanal You Tube. Namun, belum banyak video singkat dan praktis yang membahas khusus mengenai metode penelitian Lanskap Linguistik, terutama metode penentuan area penelitian, pembatasan data, pengolahan, dan penganalisaan data, padahal tingkat kerumitan penelitian ini cukup tinggi. Serial video yang dihasilkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan upaya mengisi celah tersebut di atas. Serial video terdiri dari empat video singkat mengenai serba-serbi Lanskap Linguistik, sampling area penelitian dan public sign yang umum dilakukan oleh para peneliti. Deskripsi singkat dalam video-video ini dapat memberikan gambaran umum yang diharapkan akan berguna bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti sebelum memulai penelitian Lanskap Linguisti

    Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Domestik di Desa Binaan Polinema

    Get PDF
    Sampah organik domestik merupakan permasalahan lingkungan yang dihadapi oleh Desa Binaan Politeknik Negeri Malang (Polinema), Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Peningkatan volume sampah rumah tangga terjadi akibat keterbatasan alat angkut dan tenaga kebersihan, kondisi topografi yang menantang, serta manajemen pengelolaan yang kurang efektif. Selain itu, rendahnya pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah turut memperburuk permasalahan ini. Sebagai solusi, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, melaksanakan program pelatihan pembuatan pupuk organik dari limbah organik domestik. Kegiatan ini melibatkan perwakilan kelompok Gapoktan, Dasa Wisma dari setiap dusun, serta aparat desa. Pelatihan diberikan melalui metode ceramah, diskusi, praktik langsung, dan pendampingan intensif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah sampah domestik menjadi pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian. Produk pupuk yang dihasilkan telah diterapkan pada tanaman dan menunjukkan hasil yang positif. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan limbah organik secara mandiri di tingkat masyarakat, sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di Desa Tulusbesar.Sampah organik domestik merupakan permasalahan lingkungan yang dihadapi oleh Desa Binaan Politeknik Negeri Malang (Polinema), Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Peningkatan volume sampah rumah tangga terjadi akibat keterbatasan alat angkut dan tenaga kebersihan, kondisi topografi yang menantang, serta manajemen pengelolaan yang kurang efektif. Selain itu, rendahnya pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah turut memperburuk permasalahan ini. Sebagai solusi, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, melaksanakan program pelatihan pembuatan pupuk organik dari limbah organik domestik. Kegiatan ini melibatkan perwakilan kelompok Gapoktan, Dasa Wisma dari setiap dusun, serta aparat desa. Pelatihan diberikan melalui metode ceramah, diskusi, praktik langsung, dan pendampingan intensif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah sampah domestik menjadi pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian. Produk pupuk yang dihasilkan telah diterapkan pada tanaman dan menunjukkan hasil yang positif. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan limbah organik secara mandiri di tingkat masyarakat, sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di Desa Tulusbesar

    Modifikasi Pati Beras Menggunakan Teknologi Cold Plasma Dielectric Barrier Discharge (DBD): Rice Starch Modification Using Cold Plasma Dielectric Barrier Discharge (DBD) Technology

    Get PDF
    Pemanfaatan pati beras native memiliki keterbatasan dalam industri pangan karena tidak stabil terhadap perubahan suhu, kondisi asam, tidak larut dan mudah mengalami retrogradasi. sehingga perlu dilakukan modifikasi untuk meningkatkan sifat fungsional pati. Salah satu metode fisik untuk memodifikasi pati adalah teknologi cold plasma yang dihasilkan oleh reactor  Dielectric Barrier Discharge (DBD). Dalam penelitian ini, modifikasi pati beras dilakukan menggunakan Dielectric Barrier Discharge (DBD) dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa variasi tegangan (8 kV, 10 kV, 12 kV dan 14 kV) terhadap karakteristik pati beras. Berdasarkan hasil penelitian, kadar air pati beras native dan termodifikasi berkisar antara 5,93-8,18%, kadar amilosa meningkat dari 22,36% menjadi 23,95-25,70%, water absorption index meningkat dari 1,20 g/g menjadi 1,25-1,77 g/g, oil absorption index meningkat dari 3,58 g/g menjadi 3,88-4,09 g/g, solubility meningkat dari 30,192 g/g menjadi 30,708-26,683 g/g dan swelling power cenderung menurun dari 14,783 g/g menjadi 12,506-12,704 g/g. Semua nilai tersebut dihitung dalam basis kering (%b/k). Pati beras termodifikasi yang dihasilkan memiliki peak viscosity, breakdown dan final viscosity cenderung meningkat serta setback dan pasting temperature yang cenderung menurun

    Analisis Biaya Pemupukan Secara Manual dan Mekanis Menggunakan Fertilizer Applicator pada Budidaya Tebu di PG. Madukismo Yogyakarta: Analysis of Manual and Mechanical Fertilization Costs Using Fertilizer Applicators in Sugarcane Cultivation at PG Madukismo, Yogyakarta

    Get PDF
    Tebu merupakan komoditas penting dalam industri gula nasional, namun produksi gula mengalami penurunan pada tahun 2023. Pemupukan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas dan rendemen tebu.  Pemilihan metode pemupukan yang tepat antara manual dan mekanis sangat berpengaruh terhadap biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi biaya antara pemupukan manual menggunakan tenaga manusia dibanding dengan metode mekanis menggunakan traktor Ford 6640 dan Fertilizer Applicator pada budidaya tebu di PG. Madukismo Yogyakarta. Metode perhitungan yang digunakan meliputi kapasitas kerja, biaya tetap, biaya tidak tetap, dan biaya pokok. Hasil menunjukkan bahwa biaya pemupukan manual membutuhkan Rp3.000.000/ha dengan kapasitas kerja 0,008 ha/jam, sedangkan mekanis hanya membutuhkan Rp1.408.013/ha dengan kapasitas 0,472 ha/jam. Artinya, pemupukan mekanis mampu menghemat biaya sebesar 53% dan waktu hingga 87% dibanding metode manual. Pemupukan mekanis lebih murah jika diaplikasikan pada lahan minimal 31 hektar, untuk lahan yang lebih kecil, metode manual lebih murah

    Pemanfaatan Alat Komposter Sederhana dalam Produksi Pupuk Kompos dan Pupuk Organik Cair (POC), Solusi Berkelanjutan untuk Pengelolaan Limbah Organik di Universitas Sulawesi Barat

    Get PDF
    Permasalahan sampah organik di Indonesia masih menjadi tantangan serius karena sebagian besar berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tanpa dimanfaatkan, sehingga memicu pencemaran lingkungan. Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) juga menghadapi peningkatan volume sampah seiring bertambahnya jumlah mahasiswa dan aktivitas akademik. Untuk mengatasinya, tim Green Cycle menginisiasi pengolahan sampah organik dari kantin kampus menjadi pupuk kompos dan Pupuk Organik Cair (POC) menggunakan komposter sederhana. Program ini sekaligus menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadartahuan dan partisipasi warga kampus dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Kegiatan berlangsung pada Agustus–Oktober tahun 2025 di Laboratorium Kehutanan Unsulbar. Rangkaian kegiatan meliputi koordinasi dengan pihak kampus dan pengelola kantin, pembuatan komposter, pengisian sampah organik yang dicacah, hingga pemeliharaan dan panen. Proses pengolahan menggunakan bioaktivator EM4 dan molase untuk mempercepat fermentasi, dengan komposter yang dilengkapi lubang aerasi dan kran penampung cairan. Hasil pemanfaatan alat komposter sederhana ini menunjukkan POC dapat dipanen sejak minggu pertama fermentasi, sedangkan pupuk kompos padat dipanen setelah 3 bulan. Program ini efektif untuknmengurangi volume sampah organik yang dibuang ke TPA, menghasilkan produk ramah lingkungan untuk kesuburan tanaman, serta meningkatkan kesadartahuan dan partisipasi warga kampus terhadap pengelolaan sampah secara berkelanjutan.     Permasalahan sampah organik di Indonesia masih menjadi tantangan serius karena sebagian besar berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tanpa dimanfaatkan, sehingga memicu pencemaran lingkungan. Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) juga menghadapi peningkatan volume sampah seiring bertambahnya jumlah mahasiswa dan aktivitas akademik. Untuk mengatasinya, tim Green Cycle menginisiasi pengolahan sampah organik dari kantin kampus menjadi pupuk kompos dan Pupuk Organik Cair (POC) menggunakan komposter sederhana. Program ini sekaligus menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadartahuan dan partisipasi warga kampus dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Kegiatan berlangsung pada Agustus–Oktober tahun 2025 di Laboratorium Kehutanan Unsulbar. Rangkaian kegiatan meliputi koordinasi dengan pihak kampus dan pengelola kantin, pembuatan komposter, pengisian sampah organik yang dicacah, hingga pemeliharaan dan panen. Proses pengolahan menggunakan bioaktivator EM4 dan molase untuk mempercepat fermentasi, dengan komposter yang dilengkapi lubang aerasi dan kran penampung cairan. Hasil pemanfaatan alat komposter sederhana ini menunjukkan POC dapat dipanen sejak minggu pertama fermentasi, sedangkan pupuk kompos padat dipanen setelah 3 bulan. Program ini efektif untuknmengurangi volume sampah organik yang dibuang ke TPA, menghasilkan produk ramah lingkungan untuk kesuburan tanaman, serta meningkatkan kesadartahuan dan partisipasi warga kampus terhadap pengelolaan sampah secara berkelanjutan

    Respon Fisiologis Domba Akibat Pemberian Pakan Dengan Imbangan RDP (Rumen Degradable Protein) dan NFC (Non Fibrous Carbohydrate) yang Berbeda

    Get PDF
    Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh rasio Rumen Degradated Protein (RDP) dan Non Fibrous Carbohydrate (NFC) pada pakan terhadap respon fisiologis domba. Sebanyak 20 domba ekor tipis jantan, berumur 5-6 bulan dengan bobot badan 17,18 ± 1,26 kg (CV=7,34%) dirancang dalam Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan pakan yang berbeda imbangan RDP dan NFC dan 5 ulangan. Perlakuan yang diterapkan meliputi T1 (pakan komplit dengan rasio RDP/NFC = 0,32), T2 (pakan komplit dengan rasio RDP/NFC = 0,29), T3 (pakan komplit dengan rasio RDP/NFC = 0,26), dan T4 (pakan komplit dengan rasio RDP/NFC = 0,23). Data suhu rektal, denyut jantung, dan laju respirasi diambil 3 kali, pada minggu ke 1, 4 dan 7. Data tersebut dianalisis menggunakan analisis ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pakan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap laju respirasi ternak domba, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap suhu rektal dan denyut jantung domba. Rata-rata suhu rektal dan denyut jantung sebesar 39,21℃ dan 74,67 kali per menit, sedangkan laju respirasi pada T2 tercatat sebesar 54,17 kali tiap menit, lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan perlakuan lain. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perbedaan rasio RDP dan NFC dalam pakan pada besaran 0,23 sampai dengan 0,32 masih dapat ditoleransi oleh DET melalui mekanisme termoregulas

    Implementasi RME Melalui Pengembangan Model Intelligence Quotient Guna Meningkatkan Mutu Rumah Sakit

    Get PDF
    The main challenges in developing a national health data system in Indonesia include the fact that more than 80% of healthcare facilities remain undigitalized, data fragmentation, and limited regulations on data standardization and interoperability, which are not yet aligned with the Ministry of Health’s 2024 mandate. Fulfilling this mandate requires continuous and real-time access to medical records, as well as data completeness, consistency, accuracy, and the prevention of work duplication among Electronic Medical Record (EMR) users. Intelligence Quotient (IQ), encompassing intellectual, emotional, and spiritual intelligence, significantly influences employee performance and hospital quality. This study aims to develop an IQ model using the End User Computing Satisfaction (EUCS) approach to measure job satisfaction and performance in hospitals. Data were collected through a cross-sectional questionnaire and analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) and Importance Performance Matrix Analysis (IPMA). The results show that IQ has a direct effect on net benefits and an indirect effect through EUCS and satisfaction, with an R-square value of 71% for satisfaction, indicating a strong influence. Efforts to enhance IQ should focus on improving problem-solving abilities, self-awareness, self- and relationship management, flexibility, resilience, and adherence to regulations.Tantangan utama pembangunan data kesehatan nasional adalah masih lebih dari 80% fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia yang belum terdigitalisasi, terjadinya fragmentasi data, serta keterbatasan regulasi dalam standardisasi dan pertukaran data, yang belum sejalan dengan amanah Kementerian Kesehatan Tahun 2024. Pemenuhan amanah tersebut memerlukan perhatian terhadap akses rekam medis yang berkesinambungan dan real time, serta aspek kelengkapan, konsistensi, akurasi data, dan pencegahan tumpang tindih pekerjaan pada petugas sebagai pengguna Rekam Medis Elektronik (RME). Intelligence Quotient (IQ) yang mencakup kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dan mutu rumah sakit. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model IQ dengan pendekatan End User Computing Satisfaction (EUCS) sebagai alat ukur kepuasan kerja dan kinerja di rumah sakit. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan desain cross-sectional, dianalisis menggunakan SEM-PLS dan IPMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IQ berpengaruh langsung terhadap net benefit dan tidak langsung melalui EUCS dan kepuasan, dengan nilai R-square kepuasan sebesar 71% yang menunjukkan pengaruh kuat. Peningkatan IQ dapat dilakukan melalui penguatan kemampuan pemecahan masalah, self-awareness, manajemen diri dan hubungan, fleksibilitas, resiliensi, serta kepatuhan terhadap peraturan

    Pengaruh Edukasi Jajanan Sehat Berbasis Edutainment Terhadap Pengetahuan Siswa SMPN 3 Banguntapan

    Get PDF
    Remaja memiliki kecenderungan memilih jajanan tanpa mempertimbangkan aspek gizi dan keamanan pangan. Pangan jajanan anak sekolah di Indonesia selama 3 tahun (2021-2023) tidak memenuhi syarat keamanan makanan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan diare. Kasus diare di Yogyakarta, khususnya di Kabupaten Bantul dan wilayah Puskesmas Banguntapan 1, tergolong tinggi. Lokasi SMPN 3 Banguntapan dekat dengan TPST Piyungan yaitu 2,3 km. Metode pembelajaran di SMPN 3 Banguntapan umumnya adalah ceramah. Pembelajaran yang bersifat monoton dapat berdampak pada pengetahuan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi jajanan sehat berbasis edutainmentterhadap pengetahuan siswa SMPN 3 Banguntapan. Metode penelitian ini kuantitatif, menggunakan desain Pre-Eksperiment dengan rancangan One Group Pre and Posttest Design. Sampel penelitian ini adalah sebagian siswa kelas 8 SMPN 3 Banguntapan sebanyak 74 siswa. Pengambilan sampel dilakukan secara random (probability sampling) dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian ini berdasarkan uji Wilcoxon (Wilcoxon Signed Rank Test), diperoleh p-value 0,000 yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh edukasi jajanan sehat berbasis edutainment terhadap pengetahuan siswa di SMPN 3 Banguntapan.Remaja memiliki kecenderungan memilih jajanan tanpa mempertimbangkan aspek gizi dan keamanan pangan. Pangan jajanan anak sekolah di Indonesia selama 3 tahun (2021-2023) tidak memenuhi syarat keamanan makanan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan diare. Kasus diare di Yogyakarta, khususnya di Kabupaten Bantul dan wilayah Puskesmas Banguntapan 1, tergolong tinggi. Lokasi SMPN 3 Banguntapan dekat dengan TPST Piyungan yaitu 2,3 km. Metode pembelajaran di SMPN 3 Banguntapan umumnya adalah ceramah. Pembelajaran yang bersifat monoton dapat berdampak pada pengetahuan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi jajanan sehat berbasis edutainment terhadap pengetahuan siswa SMPN 3 Banguntapan, gambaran, serta perbedaan pengetahuan siswa sebelum dan sesudah diberikan edukasi jajanan sehat berbasis edutainment. Metode penelitian ini kuantitatif, menggunakan desain Pre-Eksperiment dengan rancangan One Group Pre and Posttest Design. Sampel penelitian ini adalah sebagian siswa kelas 8 SMPN 3 Banguntapan sebanyak 74 siswa. Pengambilan sampel dilakukan secara random (probability sampling) dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian ini memberikan gambaran perubahan pengetahuan siswa sebelum dan sesudah diberikan edukasi berbasis edutainment menggunakan media visual (diam) berupa permainan ular tangga, ditunjukkan melalui peningkatan nilai median, minimum, maksimum, serta persentase jawaban benar. Perbedaan pengetahuan siswa ditinjau berdasarkan nilai median. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon (Wilcoxon Signed Rank Test), diperoleh p-value 0,000 yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh edukasi jajanan sehat berbasis edutainment terhadap pengetahuan siswa di SMPN 3 Banguntapan. Kata Kunci: Remaja, Pengetahuan, Edutainment, Permainan Ular Tangga, Jajanan Seha

    Pengaruh Ozonasi Terhadap Pertumbuhan Mikroba pada Mi Sorgum: The Effect of Ozonation on Microbial Growth in Sorghum Noodles

    Get PDF
    Mi sorgum merupakan salah satu hasil pengembangan produk baru yang berpotensi tinggi karena kaya akan karbohidrat. Mi kering umumnya memiliki umur simpan yang lebih panjang daripada mi basah namun produk berbasis sorgum lebih rentan terhadap kontaminasi karena kaya akan karbohidrat sehingga mempengaruhi umur simpannya. Ozonasi menjadi metode pengawetan yang efektif karena ozon mampu mendegradasi senyawa-senyawa organik, menghilangkan warna, bau, dan rasa serta ramah lingkungan karena sebelum atau setelah bereaksi dengan unsur lain, ozon akan menghasilkan oksigen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas ozonasi dalam menghambat pertumbuhan mikroba pada mi sorgum. Pada penelitian ini, perlakuan yang dilakukan yaitu mi sorgum dengan perlakuan ozonasi dengan konsentransi 5 ppm selama 1 jam dan mi sorgum tanpa perlakuan ozonasi. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa perlakuan ozonasi dapat menghambat pertumbuhan mikroba, pada minggu ke-6 jumlah koloni bakteri yang tumbuh 3,18 log CFU/g dan tidak ada kapang yang tumbuh, sehingga telah memenuhi standar mutu SNI mi kering 8217-2015. Ozonasi secara efektif mampu memperpanjang umur simpan tidak hanya untuk bahan pangan, akan tetapi juga pada produk olahan seperti mi sorgum

    1,597

    full texts

    2,290

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Access Jurnal Politeknik Negeri Jember
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇