Open Access Jurnal Politeknik Negeri Jember
Not a member yet
    2290 research outputs found

    Sistem Informasi Georgrafis Angka Kematian Ibu dalam Upaya Surveilans Kesehatan di Kabupaten Bondowoso

    Get PDF
    Maternal Mortality Rate (MMR) refers to the death of women during pregnancy or within 42 days after delivery, caused by pregnancy-related conditions or management, excluding accidents. In 2022, Bondowoso Regency ranked 8th in East Java for MMR. By May 2024, the maternal death toll in Bondowoso reached 11, an increase from 10 deaths in 2023. This highlights the need for heightened public awareness regarding maternal mortality. This study aims to create a digital map of MMR distribution. The system development method used is the Waterfall model, utilizing Leaflet for mapping and MySQL as the database. System testing was conducted using the black box method, which confirmed that the system met user requirements. The study produced a web-based system capable of displaying a map of maternal mortality distribution categorized by risk groups, calculated using the maternal mortality formula. The system also provides graphs, report tables easily updated by administrators, and displays distances between cases and hospitals. This Geographic Information System is expected to assist health officers in promoting integrated health programs and educating the public to prevent maternal mortality in Bondowoso Regency.Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan kematian wanita selama kehamilan sampai 42 hari setelah melahirkan, yang disebabkan oleh kehamilan atau penanganan tetapi bukan kecelakaan. AKI di Kabupaten Bondowoso pada tahun 2022 berada di peringkat ke-8 Jawa Timur, dan Mei 2024 kematian ibu di Kabupaten Bondowoso sudah berada di angka 11 kematian. Hal tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yaitu pada tahun 2023 dengan angka 10 kematian. Maka dari itu masih perlu dilakukan peningkatan terkait kewaspadaan kepada masyarakat terkait kasus kematian ibu. Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta sebaran AKI secara digital. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Waterfall dengan menggunakan leaflet untuk membuat peta dan MySQL sebagai database. Pengujian sistem menggunakan metode black box testing dengan hasil pengujian sistem dapat menghasilkan output sesuai dengan kebutuhan user. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sistem dalam bentuk website yang dapat menampilkan peta sebaran kematian ibu berdasarkan kelompok risiko dengan perhitungan menggunakan rumus kematian maternal, grafik, dan tabel laporan yang dengan mudah diupdate oleh administrator website, serta dapat menampilkan jarak pada kasus dengan rumah sakit. Sistem informasi geografis ini diharapkan dapat membantu petugas dalam mempromosikan program kesehatan yang terpadu serta memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah kematian ibu di Kabupaten Bondowoso

    Akurasi Pengkodean Injury dan External Causes Berdasarkan ICD-10 dan ICD-9 CM di Rumah Sakit X

    Get PDF
    Accurate disease diagnosis coding is essential as it affects morbidity reporting, errors in determining medical procedures, billing issues, and invalidity as legal evidence. One example is injury coding, where ICD-10 guidelines require the 4th and 5th digits to indicate the location and activity associated with the injury. A preliminary study at X Hospital revealed that 80% of medical records had inaccurate injury coding, and external cause codes were absent. The issue is suspected to stem from the lack of coder training on injury and external cause coding. This study aims to assess the accuracy of injury and external cause coding based on ICD-10 and ICD-9 CM. It uses a descriptive approach with a sample of 65 medical records out of a total population of 77 from the fourth quarter of 2023, selected using simple random sampling. Data were collected through observation by reviewing medical records and completing observation sheets, then analyzed univariately. The results showed 66.2% of injury codes were inaccurate, 100% of external cause codes were inaccurate, and 83.08% of procedure codes were accurate. Most inaccuracies were due to the omission of the fifth digit for fractures and the absence of external cause coding.Pengkodean diagnosis penyakit yang akurat sangat penting karena mempengaruhi hasil pelaporan morbiditas, keliru dalam penentuan tindakan medis, masalah dalam penagihan biaya, serta ketidakvalidan sebagai alat bukti hukum, Salah satunya pada kasus pengkodean cedera dimana sesuai aturan ICD-10 ada penggunaan digit ke-4 dan ke-5 untuk menunjukkan lokasi dan aktivitas cedera. Studi awal di Rumah Sakit X menemukan bahwa 80% rekam medis tidak akurat dalam pengkodean cedera, dan| belum ada kode penyebab luar pada rekam medis. Penyebab permasalahan tersebut diduga disebabkan belum adanya pelatihan pada petugas koder mengenai kode cedera dan penyebab eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menilai akurasi pengkodean injury dan external causes berdasarkan ICD-10 dan ICD-9 CM. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan sampel 65 dari total populasi 77 rekam medis pada Triwulan IV 2023 dan teknik pengambilan sampel berupa simple random sampling. Data dikumpulkan melalui observasi rekam medis dengan cara memeriksa rekam medis dan mengisi lembar observasi serta dianalisis secara univariat. Hasilnya menunjukan 66,2% kode injury tidak akurat dan 100% kode external causes tidak akurat, sementara 83,08% kode tindakan akurat. Ketidakakuratan sebagian besar disebabkan oleh tidak diterapkannya digit kelima untuk fraktur dan belum ada pengkodean untuk penyebab external cause

    Implementasi Manajemen Keuangan Perspektif Akuntansi pada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Jember

    Get PDF
    This research focuses on the implementation of financial management from an accounting perspective in the Indonesian Democratic Union party (PDIP) Jember Regency. The research design used is a qualitative method with a case study approach. The selection of informants used in this research was based on the snowball sampling method. The informants in this research were the secretary, treasurer, and party body administrators who were party members involved in financial management in PDIP Jember Regency. The result of the research show that financial management from an accounting perspective at PDIP Jember Regency has been implemented well. However, some have not implemented the principle of transparency as regulated in the Political Party Law. &nbsp

    Pengaruh Ukuran Perusahaan, Kepemilikan Institusional dan Leverage terhadap Pengungkapan Emisi Karbon

    Get PDF
    Unpredictable global warming is still an environmental issue that is often discussed in most countries including Indonesia. Companies must voluntarily disclose carbon emissions in order to gain the trust of investors and potential investors and increase company profits. This study aims to test and analyze the effect of company size, institutional ownership, and leverage on carbon emission disclosure in energy sector and industrial sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2020-2022. The sample consisted of 42 companies using a purposive sampling method, while the data analysis method used multiple linear regression analysis. The results showed that company size has a significant positive effect on carbon emission disclosure, while institutional ownership and leverage have no effect on carbon emission disclosure

    The Modern Woman's Image in Single’s Inferno 3

    Get PDF
    Reality dating shows have emerged as an influential genre in global entertainment, shaping and reflecting cultural norms related to relationships, gender, and identity. Single's Inferno 3, a Korean dating reality show, exemplifies this influence, particularly in its reception in Indonesia. Among the contestants, Choi Hye-seon stands out for her confident and authentic persona, challenging traditional archetypes of femininity. Unlike participants who often align with beauty pageant ideals, Choi Hye-seon is portrayed as a multifaceted individual with notable achievements in bioinformatics and professional experience in Silicon Valley. This study analyzes her representation in Episodes 1 and 12 of Single's Inferno 3 as a case study to explore the evolving concept of the modern woman in contemporary media. Grounded in postmodern feminist theory, which critiques essentialist views of womanhood and emphasizes the diversity of women's experiences, this research examines how Choi Hye-seon disrupts conventional stereotypes of femininity. Using Multimodal Discourse Analysis (MDA), the study deconstructs the visual, verbal, and interactive elements contributing to her portrayal as an empowered, multi-dimensional figure. The findings reveal how Single's Inferno 3 constructs a narrative that aligns with shifting global perceptions of women's roles, positioning Choi Hye-seon as a symbol of the modern woman who navigates personal authenticity alongside intellectual and professional pursuits. This study contributes to the broader discourse on gender representation in reality television, highlighting how media can serve as a site for negotiating and redefining contemporary notions of womanhood in a globalized context

    Giving Glycine Can Increase Melon Production Using a Hydroponic Spray System

    Get PDF
    Cucumis melo L. is an annual plant and has high economic value so it is widely cultivated in Indonesia. Possible efforts include providing amino acids and hydroponic methods. Determining the provision of amino acids with the best concentration for the growth and quality of hydroponic plant production is the aim of this research. The research method was a completely randomized design (CRD) consisting of factors with four levels of amino acid concentration, namely G0 (without administration of amino acids), G1 (2 mgL-1), G2 (4 mgL-1) and G3 (6 mgL-1) Meanwhile the data was analyzed using the F test. The results for all parameters, both growth and production of melon plants, were not significantly different. Although the concentration of amino acids given to melon plants did not show any influence on the quality of hydroponic melon production, there was a good increase in diameter of 13.60 cm and fruit weight of 1.46 kg. Based on the administration of amino acids, it can be concluded that although it did not have a significant effect, the fruit diameter in the 6 mgL-1 treatment was the largest

    MTL Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Recording sebagai Dasar Peningkatan Manajemen Pemeliharaan Ternak Babi bagi Peternak di Kecamatan Kuwus, NTT

    No full text
    Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat peternak babi di Kecamatan Kuwus ini dilakukan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada tahun 2022 yang lalu tentang Pamanfaatan Recording untuk Meningkatkan Manajemen Pemeliharaan Ternak Babi. Melalui hasil penelitian tersebut, diketahui bahwa hampir seluruh masyarakat peternak babi yang ada di wilayah Kecamatan Kuwus, Manggarai Barat, tidak pernah melakukan pencatatan terkait manejemen pemeliharaan ternak babi. Hal ini menjadi sesuatu yang sangat memprihatinkan karena catatan produktivitas ternak seharusnya penting diadakan untuk bisa meninjau perkembangan produktivitas ternak dan mengevaluasi manajemen pemeliharaan yang sudah dijalankan selama ini. Setelah kegiatan pengabdian ini selesai, masayarakat peternak diharapkan dapat secara mandiri dan kontinyu melakukan pencatatan terhadap produktivitas ternak yang mereka pelihara. Selanjutnya, tim pengabdian akan bekerja  sama dengan dokter hewan di Kecamatan Kuwus untuk terus berkolaborasi dan tak jemu memperhatikan pencatatan atau rekording yang dilakukan oleh masyarakat peternak di Kecamatan Kuwus.Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat peternak babi di Kecamatan Kuwus ini dilakukan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada tahun 2022 yang lalu tentang Pamanfaatan Recording untuk Meningkatkan Manajemen Pemeliharaan Ternak Babi. Melalui hasil penelitian tersebut, diketahui bahwa hampir seluruh masyarakat peternak babi yang ada di wilayah Kecamatan Kuwus, Manggarai Barat, tidak pernah melakukan pencatatan terkait manejemen pemeliharaan ternak babi. Hal ini menjadi sesuatu yang sangat memprihatinkan karena catatan produktivitas ternak seahrusnya penting diadakan untuk bisa meninjau perkembangan produktivitas ternak dan mengevaluasi manajemen pemeliharaan yang sudah dijalankan selama ini. Diharapkan setelah kegiatan pengabdian ini selesai, masayarakat peternak dapat secara mandiri dan kontinyu melakukan pencatatan terhadap produktivitas ternak yang mereka pelihara. Selanjutnya, tim pengabdian akan bekerja  sama dengan dokter hewan di Kecamatan Kuwus untuk terus berkolaborasi dan tak jemu memperhatikan pencatatan atau rekording yang dilakukan oleh masyarakat peternak di Kecamatan Kuwus.   Kata Kunci: Rekording, Ternak Babi, Produktivita

    Penguatan Kapasitas Perpustakaan Daerah Provinsi Kepulauan Riau Dengan Pendekatan Systemic Capacity Building

    Get PDF
    Local libraries are educational, research and public service institutions that function as information and knowledge centers at the local level. By providing access to various types of information and knowledge, these libraries play an important role in supporting the progress of local communities and government. Regional libraries in Riau Islands Province can face a variety of significant problems when increasing their capacity, including; Lack of resources, both in terms of budget, labor, and book collections, is a major problem (Scupola & Zanfei, 2016). The implementation method in activities by conducting observations and data searches to agencies or stakeholders in the form of scientific education or FGDs to ensure the objectives of this activity are successful.  In an effort to strengthen the capacity of the regional library of the Riau Islands province carried out in the time span from April to November 2024. The results of activities are expected that the Riau Islands provincial library is now better prepared to face challenges in the digitalization era and meet the growing information needs of the community.Perpustakaan daerah merupakan lembaga pendidikan, penelitian, dan layanan publik yang berfungsi sebagai pusat informasi dan pengetahuan di tingkat daerah. Dengan menyediakan akses terhadap berbagai jenis informasi dan pengetahuan, perpustakaan ini memainkan peran penting dalam mendukung kemajuan masyarakat dan pemerintahan daerah. Perpustakaan daerah di Provinsi Kepulauan Riau dapat menghadapi berbagai masalah yang signifikan saat meningkatkan kapasitas mereka, termasuk; Kurangnya Sumber Daya, baik dalam hal anggaran, tenaga kerja, maupun koleksi buku, merupakan masalah utama (Scupola & Zanfei, 2016). Adapun metode pelaksanaan dalam kegiatan PKM dengan melakukan observasi dan pencarian data kepada instansi ataupun pemangku kepentingan dalam bentuk edukasi ilmiah atau FGD untuk memastikan tujuan kegiatan ini berhasil. Pertama, menyepakati antara anggota tim kegiatan dengan instansi yang ingin dituju terkait jadwal pelaksanaan pertemuan tahap identifikasi. Kedua, menyiapkan segala kebutuhan kegiatan. Ketiga, melakukan penyusunan laporan terkait data yang telah terkumpul. Keempat, melakukan monitoring progress kelompok.  Dalam upaya penguatan kapasitas perpustakaan daerah provinsi kepulauan riau melalui pendekatan systemic capacity building yang dilakukan dalam rentang waktu dari bulan April – November 2024. Hasil dari kegiatan PKM diharapkan perpustakaan daerah provinsi Kepulauan Riau kini lebih siap dalam menghadapi tantangan di era digitalisasi dan memenuhi kebutuhan informasi masyarakat yang terus berkembang

    Pengelompokan Pelaku Usaha Perempuan Berbasis Sumber Pangan Di Pedesaan: Clustering of woman business actors based on plant food sources in rural areas

    Get PDF
    Perempuan pengusaha yang memanfaatkan sumber daya lokal sebagai produknya mempunyai peran penting dalam meningkatkan ketahanan pangan. Peran kelompok perempuan pelaku usaha perlu mendapatkan dukungan yang memadai untuk dapat melanjutkan usahanya. Namun, ada kondisi di mana perkembangan usaha para perempuan tersebut belum meningkat secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan dalam bentuk pengelompokan pelaku usaha perempuan untuk mendapatkan karakteristik perempuan pengusaha yang tepat dalam menyusun upaya intervensi pemberdayaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Tahapan dan metode penelitian meliputi studi literatur, survei, wawancara dan clustering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan pengusaha sumber pangan nabati mempunyai keaktifan yang sama dalam kelompok tani, namun mempunyai persepsi bahwa kelembagaan kelompok kurang mampu memfasilitasi usaha yang dijalankan. Terdapat 3 klaster yang dapat dibedakan dari karakteristik individu, psikografis dan motivasi dalam menjalankan usaha.Produk pangan yang memanfaatkan sumber dan potensi lokal sangat bermanfaat begitu pula dengan ketersediaan pangan dan kemudahan memperolehnya. Kedua aspek tersebut juga berimplikasi pada keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat. Konsep ini merupakan konsep dasar ketahanan pangan. Perempuan pengusaha yang memanfaatkan sumber daya lokal sebagai produknya mempunyai peran penting dalam turut serta meningkatkan ketahanan pangan. Peran kelompok perempuan pelaku usaha perlu mendapatkan dukungan yang memadai untuk dapat melanjutkan usahanya. Namun, ada kondisi di mana perkembangan usaha para perempuan tersebut belum meningkat secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan dalam bentuk pengelompokan pelaku usaha perempuan untuk mendapatkan karakteristik perempuan pengusaha yang tepat dalam menyusun upaya intervensi pemberdayaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Tahapan dan metode penelitian meliputi studi literatur, survei, wawancara dan clustering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan pengusaha sumber pangan nabati mempunyai keaktifan yang sama dalam kelompok tani, namun mempunyai persepsi bahwa kelembagaan kelompok kurang mampu memfasilitasi usaha yang dijalankan. Terdapat 3 klaster yang dapat dibedakan dari karakteristik individu, psikografis dan motivasi dalam menjalankan usaha

    Optimasi Keputusan Metode Persalinan dengan Algoritma C4.5

    Get PDF
    In 2018, the Indonesian Ministry of Health conducted a survey revealing that the rate of deliveries via Caesarean Section (C-Section) had exceeded the WHO's maximum standard of 17.6%. At Aulia Hospital in Pekanbaru, the prevalence of C-Sections reached 76% per 1000 births, significantly higher than the international benchmark. This study aims to analyze the factors influencing delivery methods using the C4.5 algorithm. The research employs a quantitative analytic approach with Secondary Data Analysis (SDA). A dataset of 500 records with 11 variables was utilized, including maternal age, gestational age, hypertension, hemoglobin, glucose levels, delivery history, fetal position, Cephalopelvic Disproportion (CPD), premature rupture of membranes (PROM), oligohydramnios, and estimated fetal weight (EFW). The C4.5 algorithm demonstrated 92% accuracy in predicting delivery methods, with a precision of 75%, indicating its ability to correctly identify necessary C-Sections. Furthermore, it achieved a recall of 100%, reflecting its effectiveness in identifying all actual C-Section cases. The rule tree analysis highlighted delivery history as the primary determinant in selecting the delivery method. These findings are expected to support medical decision-making processes regarding delivery methods and improve the management of high C-Section rates.Pada tahun 2018, Kementerian Kesehatan Indonesia melakukan survei yang menunjukkan jumlah kelahiran dengan metode Sectio Caesarea telah melebihi batas maksimal standar yang ditetapkan oleh WHO, yaitu 17,6%. Di Aulia Hospital Pekanbaru prevalensi persalinan Sectio Caesarea mencapai 76% per 1000 kelahiran, yang menunjukkan angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan standar internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi metode persalinan menggunakan algoritma C4.5. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik dengan metode Analisis Data Sekunder (ADS). Dataset yang digunakan sebanyak 500 data dengan 11 variabel. Variabel-variabel ini mencakup usia ibu, usia kehamilan, hipertensi, hemoglobin, glukosa, riwayat partus, letak bayi, Cephalopelvic Disproportion (CPD), ketuban pecah dini (KPD), oligohidramnion, dan taksiran berat janin (TBJ). Hasil pengujian bahwa accuracy algoritma C4.5 dalam memprediksi metode persalinan yakni 92%. Nilai precision yang mengukur seberapa tepat prediksi algoritma menentukan persalinan Sectio Caesarea yang seharusnya dilakukan adalah sebesar 75%. Sementara itu, nilai recall yang mengukur kemampuan algoritma dalam memprediksi semua kasus persalinan Sectio Caesarea yang sebenarnya adalah 100%. Hasil dari rule tree menunjukkan bahwa riwayat partus merupakan kunci utama dalam penentuan persalinan. Temuan ini diharapkan dapat membantu dalam pengambilan keputusan medis terkait metode persalinan dan mendorong pengelolaan yang lebih baik terhadap tingginya angka Sectio Caesarea

    1,597

    full texts

    2,290

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Access Jurnal Politeknik Negeri Jember
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇