Open Access Jurnal Politeknik Negeri Jember
Not a member yet
    2290 research outputs found

    Sensory Properties of Yogurt Dairy and Yogurt Goat's with Added Edamame

    Get PDF
    This study aims to determine the effect of adding edamame on the sensory properties (level of sweetness and aroma of edamame) cow's and goat's milk yogurt. The experiment was carried out using a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 3 replications consisting of, P0 = without the addition of 0% edamame, P1 = the addition of 5% edamame, P2 = the addition of 10% edamame, P3 = the addition of 15% edamame, P4 = 20% edamame addition. The data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) and continued with Duncan's Multiple Range Test (DMRT) with a level of 5%. The results showed that the addition of edamame to cow's and goat's milk yogurt showed significant differences (P<0.05) on the aroma of edamame and the level of sweetness in yogurt. The addition of 5% edamame to cow's and goat's milk yogurt was the lowest average of 2.05-2.01 with the criteria of not smelling of edamame, while the highest average was the addition of 20% edamame, namely 3.35 and 3.36 with the criteria somewhat smell of edamame. The lowest average sweetness level for cow's and goat's milk yogurt with the addition of 5% edamame was 2.18 and 1.75 with criteria not very sweet and not sweet, while the highest average with the addition of 20% edamame was 3.15 and 3.08 with a rather sweet criteria

    Kolaborasi Polije dan Desa Kemuning Lor Optimalkan Program Desa Wisata dengan Konsep Natural Study Life Balance

    Get PDF
    Kondisi existing Desa Wisata Kemuning Lor saat ini termasuk kategori desa rintisan dengan nilai 228 didasarkan pada 8 kriteria penilaian desa wisata dari Kemenparekraf.  Pada tahun 2022 dan 2023 pihak desa mengupayakan melengkapi fasilitas wahana rekreasi (pujasera indoor outdoor, wahana atv dan flying fox), sedangkan Tim Pelaksana Polije melaksanakan pelatihan pengelolaan desa wisata dan penggunaan teknologi informasi.  Tujuan dari kegiatan ini adalah mengembangkan Desa Wisata spesifik KL Nature Park dengan konsep Natural Study Life Balance secara terintegrasi melalui pelatihan dan pengembangan setiap produk dari daya tarik wisata yang melibatkan Pemerintah Desa, Pokdarwis (kelompok sadar wisata), pelaku UMKM, Karang Taruna, PKK, dan juga ditambah dengan mahasiswa yang mengikuti MBKM. Hasil dari kegiatan ini adalah bahwa kolaborasi Polije dan Desa Kemuning Lor berupaya menjadikan KL Nature Park di samping sebagai wahana rekreasi juga sebagai sarana belajar perkuliahan, praktikum, dan studi independen untuk mahasiswa Polije berdasarkan MoU kedua belah pihak.  Program MF diharapkan dapat meningkatkan link and match sehingga berdampak peningkatan daya tarik sebagai kesatuan produk desa wisata.Kondisi existing Desa Wisata Kemuning Lor saat ini termasuk kategori desa rintisan dengan nilai 228 didasarkan pada 8 kriteria penilaian desa wisata dari Kemenparekraf.  Pada tahun 2022 dan 2023 pihak desa mengupayakan melengkapi fasilitas wahana rekreasi (pujasera indoor outdoor, wahana atv dan flying fox), sedangkan Tim Pelaksana Polije melaksanakan pelatihan pengelolaan desa wisata dan penggunaan teknologi informasi.  Tujuan dari kegiatan ini adalah mengembangkan Desa Wisata spesifik KL Nature Park dengan konsep Natural Study Life Balance secara terintegrasi melalui pelatihan dan pengembangan setiap produk dari daya tarik wisata yang melibatkan Pemerintah Desa, Pokdarwis (kelompok sadar wisata), pelaku UMKM, Karang Taruna, PKK, dan juga ditambah dengan mahasiswa yang mengikuti MBKM. Hasil dari kegiatan ini adalah bahwa kolaborasi Polije dan Desa Kemuning Lor berupaya menjadikan KL Nature Park di samping sebagai wahana rekreasi juga sebagai sarana belajar perkuliahan, praktikum, dan studi independen untuk mahasiswa Polije berdasarkan MoU kedua belah pihak.  Program MF diharapkan dapat meningkatkan link and match sehingga berdampak peningkatan daya tarik sebagai kesatuan produk desa wisata

    Penyembelihan Penyembelihan Sapi Kurban Berbasis Aman, Sehat, Utuh dan Halal

    No full text
    Qurban merupakan salah satu ibadah yang wajib dilakukan umat muslim yang memenuhi ketentuan syariat Islam dan dilaksanakan setiap tahun pada hari raya Idul Adha. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pemahaman terhadap pemotongan hewan kurban yang dilakukan sesuai syariat Islam dan berbasis prinsip aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri atas tiga tahap: observasi dan persiapan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi kegiatan. Penyuluhan dan praktik pembaringan hewan qurban dilaksanakan sebelum Idul Adha, selanjutnya pada saat Idul Adha dilakukan praktik penyembelihan hewan qurban yang meliputi kegiatan antemortem, pembaringan, penyembelihan, pemeriksaan postmortem, dan pengkarkasan. Selanjutnya dilakukan evaluasi dan diskusi untuk memperoleh informasi pemahaman dan ketrampilan masyarakat terhadap kegiatan yang telah dilakukan.  Evaluasi dilakukan menggunakan pre test dan post test, didapatkan hasil peningkatan setiap aspek indikator dan diperoleh rerata hasil penilaian dari 51.65 menjadi 84.82. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat bahwa masyarakat Desa Tegalgede, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember sudah memperoleh pemahaman dan memperoleh keterampilan praktik pelaksanaan penyembelihan hewan qurban yang sesuai syariat Islam dan berbasis aman, sehat, utuh, dan halal.Qurban merupakan salah satu ibadah yang wajib dilakukan umat muslim yang memenuhi ketentuan syariat Islam dan dilaksanakan setiap tahun pada hari raya Idul Adha. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pemahaman terhadap pemotongan hewan kurban yang dilakukan sesuai syariat Islam dan berbasis prinsip aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri atas tiga tahap: observasi dan persiapan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi kegiatan. Penyuluhan dan praktek pembaringan hewan qurban dilaksanakan sebelum Idul Adha, selanjutnya pada saat Idul Adha dilakukan praktek penyembelihan hewan qurban yang meliputi kegiatan antemortem, pembaringan, penyembelihan, pemeriksaan postmortem, dan pengkarkasan. Selanjutnya dilakukan evaluasi dan diskusi untuk memperoleh informasi pemahaman dan ketrampilan masyarakat terhadap kegiatan yang telah dilakukan. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat bahwa masyarakat Desa Tegalgede, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember  sudah memperoleh pemahaman dan memperoleh ketrampilan praktek pelaksanaan penyembelihan hewan qurban yang sesuai syariat Islam dan berbasis aman, sehat, utuh, dan halal

    PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN TENTANG TANAMAN OBAT BERKHASIAT ANTI HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DI DESA KENTONG KECAMATAN GLAGAH KABUPATEN LAMONGAN: PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN TENTANG TANAMAN OBAT BERKHASIAT ANTI HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DI DESA KENTONG KECAMATAN GLAGAH KABUPATEN LAMONGAN

    No full text
    Pemberdayaan kader kesehatan dalam program GERMAS melalui Posbindu di Desa Kentong, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemanfaatan tanaman obat yang berkhasiat sebagai anti hipertensi. Tingginya prevalensi pasien hipertensi di daerah tersebut, diduga akibat dari kepatuhan berobat yang rendah, pengetahuan perilaku gaya hidup dan diet yang sehat masih belum optimal, serta minimnya informasi dan pengetahuan tentang pemanfaatan tanaman obat pada pasien hipertensi. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah memberikan penyuluhan tentang materi pentingnya mengelola hipertensi dengan baik, pengobatan rutin, perilaku gaya hidup serta diet sehat bagi pasien hipertensi,  sosialisasi tanaman obat berkhasiat sebagai antihipertensi dan demonstrasi pelatihan pembuatan sediaan dari tanaman obat. Metode yang digunakan melalui survei, kuesioner dan penyuluhan penyampaian materi, serta demonstrasi langsung di depan peserta. Ditemukan pada kuesioner pretes bahwa kader belum paham tentang ragam tanaman obat dan pengolahan yang tepat, setelah dilakukan penyuluhan dan demonstrasi terjadi peningkatan pengetahuan dengan para kader mampu menjawab pos tes dengan benar, peserta aktif berdiskusi secara oral, hal tersebut sebagai indikator bahwa peserta antusias dan dapat tercipta kader kesehatan yang mandiri.Pemberdayaan kader kesehatan dalam program GERMAS melalui Posbindu di Desa Kentong, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemanfaatan tanaman obat yang berkhasiat sebagai anti hipertensi. Tingginya prevalensi pasien hipertensi di daerah tersebut, diduga akibat dari kepatuhan berobat yang rendah, pengetahuan perilaku gaya hidup dan diet yang sehat masih belum optimal, serta minimnya informasi dan pengetahuan tentang pemanfaatan tanaman obat pada pasien hipertensi. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah memberikan penyuluhan tentang materi pentingnya mengelola hipertensi dengan baik, pengobatan rutin, perilaku gaya hidup serta diet sehat bagi pasien hipertensi,  sosialisasi tanaman obat berkhasiat sebagai antihipertensi dan demonstrasi pelatihan pembuatan sediaan dari tanaman obat. Metode yang digunakan melalui survei, kuesioner dan penyuluhan penyampaian materi, serta demonstrasi langsung di depan peserta. Ditemukan pada kuesioner pretes bahwa kader belum paham tentang ragam tanaman obat dan pengolahan yang tepat, setelah dilakukan penyuluhan dan demonstrasi terjadi peningkatan pengetahuan dengan para kader mampu menjawab pos tes dengan benar, peserta aktif berdiskusi secara oral, hal tersebut sebagai indikator bahwa peserta antusias dan dapat tercipta kader kesehatan yang mandiri

    Hubungan Durasi Tidur dan Kebiasaan Konsumsi Makanan Pedas Dengan Kejadian Obesitas Pada Mahasiswa Politeknik Negeri Jember

    Get PDF
    Mahasiswa merupakan populasi yang rentan dalam mengalami perubahan perilaku, dikarenakan mahasiswa memiliki beban akademik dan tingkat stres yang tinggi sehingga menyebabkan kurangnya durasi tidur dan peningkatan rasa lapar. Perubahan kebiasaan makan seperti mengkonsumsi makanan pedas yang mengandung capsaicin dapat menimbulkan rasa ketagihan dan menambah porsi makan. Terjadi ketidakseimbangan antara asupan konsumsi gizi dengan kebutuhan gizi yang dianjurkan, dan masalah gizi yang dapat terjadi adalah obesitas. Obesitas terjadi jika berat badan mencapai >20% dari berat badan normal. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui hubungan durasi tidur dan kebiasaan konsumsi makanan pedas dengan kejadian obesitas pada mahasiswa. Jenis penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan desain cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa aktif di Politeknik Negeri Jember dengan jumlah sampel 96 orang. Berdasarkan uji Chi Square menunjukan terdapat hubungan antara durasi tidur dengan kejadian obesitas pada mahasiswa dengan nilai p = 0,000) dan terdapat hubungan antara kebiasaan konsumsi makanan pedas dengan kejadian obesitas pada mahasiswa dengan nilai p = 0,000. Kesimpulan berdasarkan analisis yang telah dilakukan di dapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara durasi tidur dan kebiasaan konsumsi makanan pedas dengan kejadian obesitas pada mahasiswa Politeknik Negeri Jember

    Rancangan Tata Letak Pabrik Minuman Fungsional Teh Rosella Rempah

    No full text
    Minuman dan makanan fungsional adalah kebutuhan pokok manusia. Konsumen menginginkan minuman yang bervariasi, enak, menyegarkan, dan bermanfaat bagi tubuh. Seiring waktu, ditemukan bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L), yang dapat diseduh seperti teh dengan tambahan rempah-rempah. Teh rempah adalah teh yang mengandung berbagai jenis rempah dengan khasiat baik bagi tubuh, terutama karena aktivitas antioksidannya yang melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Pabrik Teh Bunga Rosella Rempah di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, memiliki kapasitas produksi 10.000 pcs/hari dengan 60 kg/hari bunga rosella merah. Untuk menghasilkan teh ini, diperlukan bahan rempah seperti kapulaga, cengkeh, jahe, kayu secang, dan kayu manis. Pabrik beroperasi selama 262 hari per tahun dengan waktu kerja 8 jam per hari, melibatkan 18 pekerja pabrik dan 8 pekerja kantor. Unit pengolahan teh bunga rosella rempah terdiri dari beberapa departemen: penerimaan bahan baku, gudang bahan baku, ruang produksi, ruang pengemasan, ruang penyimpanan, kantor, sumber air, dan pengolahan limbah. Analisis tata letak pabrik menggunakan aplikasi Blocplan menghasilkan Layout 11 terpilih dengan R-score 0,80. Total luas area unit pengolahan teh bunga rosella rempah adalah 670,016 m². Bahan baku sebanyak 60 kg/hari digunakan untuk memproduksi 10.000 pcs/hari tea bag teh bunga rosella rempah, dengan kebutuhan 24 mesin

    The Nutrition Counseling Improve Volleyball Athelets Knowledge

    Get PDF
    The dietary intake of athletes is crucial for attaining peak performance, sustaining physical fitness, preventing the risk of injury, and speeding post-competition recovery. A prevalent issue among athletes is insufficient food consumption relative to their nutritional requirements, resulting from a limited understanding of proper dietary practises. The objective of this study is to increase athletes' understanding of dietary consumption through the provision of nutritional guidance to athletes. The study was conducted on ten volleyball atheletes who were in the process of training for the PORPROV (Pekan Olahraga Provinsi) Jawa Timur VIII tournament in 2023. This research used the pre-experimental design method . The research design uses one group pre-test post-test design. The data collected includes body weight, height, food intake and nutritional knowledge of athletes. The analysis used a one sample t-test to see the athletes' food intake and knowledge before and after being given nutritional counseling. The results of this study were a significant increase in athletes' knowledge and energy intake (p <0.05), the average athlete knowledge score before nutritional counseling was 52.5 and after nutritional counseling it was 74.5. The mean energy consumption before to receiving nutritional counselling was 1794.6 kilocalories (kcal), while after receiving nutritional counselling, it increased to 2141.8 kcal. Providing nutrition counselling to volleyball athletes can improve their understanding of dietary requirements and improve their food consumption, finally leading to optimal performance. The government should provide nutritional counseling services for athlete

    Sosialisasi Peluang Bisnis Budidaya Maggot BSF Pada Masyarakat Pondok Dalem Semboro Jember

    Get PDF
    In facing the era of environmental uncertainty and the need for sustainable solutions, Black Soldier Fly (BSF) maggot cultivation has emerged as a promising alternative. The business potential of BSF maggots presents opportunities for communities in Pondok Dalem, Semboro, Jember, and various parts of the world. Socialization approach becomes crucial in integrating sustainable practices into daily life. BSF larvae bring innovation in organic waste management, reducing the burden on Landfills. However, awareness of the significant amount of organic waste disposed of remains low in society. The socialization approach involves preparation, im-plementation, and evaluation, utilizing pretest and posttest methods to measure participants' knowledge improvement using the n-gain calculation. The evaluation results show the effectiveness of socialization, with a mean n-gain score reaching 76.904%. It is hoped that this approach can continue to be utilized to expand its positive impact on local environments and economies and to in-troduce sustainable practices to communities at large. Thus, the use of socialization in introducing BSF maggot cultivation not only benefits the environment but also creates sustainable business opportunities and empowers community economies

    Pemberdayaan Karang Taruna Dusun Gaplek dalam Pemanfaatan imbah Kotoran Sapi dan Kulit Kopi sebagai Bahan Non-Addhesive Bio-briquettees Berbasis Green Economy

    Get PDF
    This research aims to develop non-adhesive biobriquettes made from coffee husk waste and cow dung as the main raw materials. This initiative is expected to be a sustainable solution in organic waste management and provide economic benefits to the community. The method used includes the process of mixing, molding, and drying the raw materials without using additional adhesives. The results show that the biobriquettes produced have a high calorific value and can compete with conventional biobriquettes that use chemical adhesives. In addition, the application of this technology in the community has a positive impact in the form of increased awareness of the importance of waste management and local economic development through the production of biobriquettes. Thus, this study concludes that non-adhesive biobriquettes from coffee husk waste and cow dung have great potential to be further developed as an alternative energy source that is environmentally friendly and empowers the community. Keywords —   Non-adhesive biobriquettes, Coffee husk waste, Cow dungPenelitian ini bertujuan untuk menzgembangkan biobriket non-addhesive yang terbuat dari limbah kulit kopi dan kotoran sapi sebagai bahan baku utama. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan limbah organik dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Metode yang digunakan meliputi proses pencampuran, pencetakan, dan pengeringan bahan baku tanpa menggunakan perekat tambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biobriket yang dihasilkan memiliki nilai kalori yang cukup tinggi dan dapat bersaing dengan biobriket konvensional yang menggunakan perekat kimia. Selain itu, penerapan teknologi ini di masyarakat memberikan dampak positif berupa peningkatan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah dan pengembangan ekonomi lokal melalui produksi biobriket. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa biobriket non-addhesive dari limbah kulit kopi dan kotoran sapi memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan memberdayakan masyarakat. Kata kunci —  Biobriket non-addhesive, Limbah kulit kopi, Kotoran sap

    Pelatihan Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Sanitasi Pengolahan Produk di PT Tewil Sejahtera Indonesia Kabupaten Jember: Pelatihan Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Sanitasi Pengolahan Produk di PT Tewil Sejahtera Indonesia Kabupaten Jember

    No full text
    ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan kepada mitra usaha PT Tewil Indonesia Sejahtera Indonesia, sebuah PT di level UMKM yang memproduksi olahan berbahan dasar jamur tiram. Salah satu produk yang dikembangkan mitra adalah mie jamur tiram yang dipadukan dengan daun kelor. Mie jamur kelor mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan dan juga dapat menjadi alternatif pengganti mie bagi masyarakat berkebutuhan khusus sehingga mempunyai prospek yang sangat baik untuk dikembangkan. Permasalahan  mitra adalah dalam memproduksi mie jamur tiram kelor, masih belum menerapkan manajemen kesehatan dan keselamatan kerja dan sanitasi pengolahan produk secara optimal sehingga  mitra memerlukan adanya pelatihan K3 dan sanitasi pengolahan produk, agar mie jamur kelor yang diproduksinya memiliki kualitas yang baik dan menyehatkan bagi yang mengkonsumsinya. Metode pelaksanaan dengan memberikan pelatihan K3 pada mitra, menerapkan hasil pelatihan dan melakukan evaluasi kegiatan. Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja karyawan dan kualitas produk yang dihasilkan. Kata kunci — keselamatan, kesehatan, pelatihan, sanitas

    1,597

    full texts

    2,290

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Access Jurnal Politeknik Negeri Jember
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇