Open Access Jurnal Politeknik Negeri Jember
Not a member yet
    2290 research outputs found

    The Factors Associated with Inaccurate Inpatient Diagnosis Code at Health Information System Ibnu Sina Hospital Gresik Regency

    Get PDF
    Inaccuracies in disease diagnosis codes result in inaccurate reports. The results of the preliminary study showed a high rate of code inaccurate (73%). The research aimed to determine the relationship between ability, leadership, reward, motivation and attitude factors on inaccurate inpatient diagnosis codes at HIS Ibnu Sina Hospital, Gresik Regency. This research method uses a cross-sectional approach with the chi-square test. The population used was nurses who coded diagnoses as many as 42 people with a sample of 39 people. The results of observations of inaccurate inpatient diagnosis codes at HIS Ibnu Sina Hospital, Gresik Regency were 49% inaccurate. The results of the attitude factor analysis have a relationship with the inaccurate of inpatient diagnosis codes with P value 0.00 < α (0.05), while the Ability, Leadership, Reward, and Motivation there is no significant relationship with inaccurate inpatient diagnosis codes with P value > α (0.05) at Hospital Information System Ibnu Sina Regional Hospital, Gresik Regency. The suggestion this research is the Hospital Director needs to create a policy regarding the diagnosis input must be carried out by medical recorders, a clear reward and punishment mechanism, monitoring and evaluation by audit team for the number of inaccurate disease diagnosis code

    Penguatan Teaching Factory Beras Sehat Melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Berbasis Zero Waste

    Get PDF
    Rice cultivation activities at Tefa Beras Sehat Polije still depend on the use of inorganic fertilizers. The advantage of inorganic fertilizers is that they decompose faster so that nutrients are absorbed faster by plants (fast release). So that the use of inorganic fertilizers continues to be carried out by farmers. However, dependence on organic fertilizers causes fertilizers to become scarce and their prices to increase. The purpose of this activity is to provide training in making organic fertilizers to the TEFA Beras Sehat Community. This activity took place from September to November 2023. The results of this activity were an 85% increase in skills and knowledge of waste management into organic fertilizers, 20% of partners were aware of the importance of organic fertilizers in environmentally friendly cultivation and 50% of partners had the potential to optimize the use of waste around their homes to become organic fertilizers

    Manajemen Mutu Agroindustri Pengolahan Ikan Surabaya: Quality Management In Fish Processing Agro-Industries Surabaya

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen mutu dalam agroindustri pengolahan ikan di Surabaya. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada beberapa perusahaan pengolahan ikan terkemuka di kota tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem manajemen mutu seperti HACCP dan ISO 9001 telah meningkatkan kualitas produk dan efisiensi proses produksi. Namun, ditemukan beberapa tantangan seperti inkonsistensi pasokan bahan baku dan keterbatasan sumber daya manusia terampil. Penerapan teknologi modern dalam proses pengolahan dan pengemasan terbukti efektif dalam menjaga kualitas produk. Kesimpulannya, manajemen mutu yang efektif sangat penting bagi keberlanjutan dan daya saing agroindustri pengolahan ikan di Surabaya. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kolaborasi antara industri, pemerintah, dan lembaga pendidikan untuk mengatasi tantangan yang ada dan meningkatkan standar mutu secara keseluruhan

    Bridging Cultures through Language: Examining the Linguistic and Cultural Experiences of IISMA Awardees

    Get PDF
    This study explores the pivotal role of language in fostering cross-cultural appreciation among Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) awardees. We examined the experiences of two awardees of prestigious international exchange programs to understand how language acquisition and use influenced their cultural perceptions and interactions. Using a mixed-methods approach, we conducted in-depth interviews and administered surveys to gather data on the participants’ language learning journeys, intercultural communications, and shifts in cultural perspectives. The selected participants represented diverse linguistic and cultural backgrounds and completed exchanges in countries where they needed to navigate a foreign language. Our findings reveal that language proficiency significantly enhanced the awardees’ ability to appreciate and engage with host cultures. Key themes emerged, including: 1) the role of language as a gateway to deeper cultural understanding; 2) Challenges and breakthroughs in intercultural communication; 3) The impact of idiomatic expressions on cultural insight; 4) Changes in self-perception and cultural identity through language learning; and 5) The development of empathy and cultural relativism. Quantitative data indicated a strong positive correlation between language proficiency and measures of cultural appreciation. Qualitative analysis provided rich insights into the nuanced ways language shaped the awardees’ cross-cultural experiences. This research contributes to our understanding of the intricate relationship between language and culture in international education contexts. It offers valuable implications for enhancing student exchange programs and promoting global citizenship through targeted language and cultural learning strategies

    Pengembangan Teaching Factory Agribusiness Center Melalui Pendampingan Penyusunan SOP Pengelolaan Usaha

    Get PDF
    TEFA Agribusiness Center diinisiasi oleh Jurusan Manajemen Agribisnis dengan bidang fokus jasa pemasaran (bisnis ritel) produk-produk agribisnis. Permasalahan pada TEFA Agribusiness Center antara lain yaitu: TEFA Agribusiness Center belum memiliki Standard Operating Prosedure (SOP) dalam menjalankan pengelolaan TEFA. Mitra belum memiliki SOP yang seharusnya diterapkan pada usaha pemasaran (bisnis ritel); serta TEFA Agribusiness Center belum memiliki sarana dan prasarana yang memadai, seperti rak gondola dan freezer untuk menjalankan kegiatan pemasarannya. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini, untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh mitra, tim pelaksana pengabdian melakukan kegiatan yaitu: (1) Pendampingan penyusunan Standart Operating Prosedure (SOP) pengelolaan TEFA Agribusiness Center. yaitu meliputi: SOP Kemitraan dengan Pemasok Produk, SOP Penerimaan Produk, SOP Stock Opname Produk, SOP Penataan Produk; dan SOP Penjualan Produk; serta (2) melakukan pengadaan fasilitas yang dibutuhkan mitra untuk kegiatan usaha pemasarannya, yaitu rak gondola dan frezer. Hasil kegiatan pendampingan pembuatan SOP menunjukkan hasil yang sangat baik dengan indikator keberhasilan sesuai dengan pedoman peyusunan SOP Politeknik Negeri Jember dimana unsur inti SOP meliputi bagian identitas dan bagian flowchart. Berdasarkan hasil evaluasi dapat disimpulkan bahwa kegiatan pendampingan penyusunan SOP memberikan peningkatan kemampuan dan ketrampilan bagi pengelola TEFA Agribusiness Center

    Model of the relationship between egg weight and the external quality of Pengging duck (Anas plathyrynchos)

    No full text
    This research was designed to analyze the relationship between egg weight and the external quality of Pengging duck eggs. The method used in the research was quantitative observational.  Samples of Pengging Duck eggs were taken from the Banyubiru Satker Center, Semarang Regency, totaling 250 eggs. The variables measured include egg weight, egg length and egg width, egg length and width circumference, egg volume, egg specific gravity, egg index and egg circumference index. The analysis used was regression analysis with egg weight as the dependent variable (Y) and external egg quality (egg length, etc.) as the independent variable (X). Relationship models obtained for egg length-egg weight (Y=13.872x-11.994), egg width-egg weight (Y=21.392x-31.395), egg circumference index-egg weight (Y=1.9624x+33.523), width circumference-egg weight (Y=3.8527x+8.4576), egg specific gravity-egg weight (Y=-8.931x+76.308), egg index-egg weight (Y=-8.166x+72.718), egg circumference index-egg weight (Y=-7.339x+72.69). It could be concluded that the length, width, length perimeter, width perimeter, and specific gravity of the eggs were found to be highly related to egg weight of Pengging Duck

    Karakterisasi Edible Film Berbasis Tepung Glukomanan: Characterization of Glucomannan-based Edible Film

    No full text
    Edible film merupakan lapisan tipis untuk pengemas primer pada suatu produk makanan yang terdiri dari komponen yang dapat dimakan. Edible film memiliki fungsi sebagai penghambat masuknya udara, uap air, dan benda asing lainnya. Pembuatan edible film bertujuan untuk mendapatkan kemasan makanan yang dapat dikonsumsi langsung bersamaan dengan produk yang dikemas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi dan volume cetak yang terbaik untuk karakteristik edible film. Salah satu bahan yang dapat digunakan untuk pembuatan edible film adalah tepung glukomanan. Penelitian ini melakukan pembuatan edible film berbasis glukomanan dengan variasi konsentrasi glukomanan 0,75% dan 1%,  serta volume cetak 100 ml dan 120 ml. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa edible film  yang dibuat dengan glukomanan 0,75% dan volume cetak 120 ml merupakan edible film yang lebih baik berdasarkan karakteristiknya, meliputi ketebalan 0,0056 mm, kuat tarik 28,31 MPa, water uptake 910%, WVTR 19,2 g/m2.h, dan WVP 8,9×10-9 g/mPa.s. Edible film yang diperoleh belum memenuhi standar JIS 1707 tentang edible packaging, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas edible film berbasis glukomanan

    Penyuluhan Stunting Guna Meningkatkan Pengetahuan Dan Pencegahan Di Desa Padang Mutung Kecamatan Kampar

    Get PDF
    Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) is a form of community service activities by students with a cross-scientific and sectoral approach at a certain time and area. Implementation. The implementation of Kukerta Bangun Kampung Riau University was carried out for 40 days in a village-level area. The implementation of this Kukerta started on July 10, 2023 until August 18, 2023 in Padang Mutung Village, Kampar District, Kampar Regency. Kukerta UNRI Padang Mutung has a flagship program, namely Stunting Counseling with the target of pregnant women and toddlers. This program aims to provide education to parents about the importance of stunting knowledge for child development and is expected to increase public awareness and understanding of stunting prevention efforts. The method of implementing this activity begins with collecting data on stunting in Padang Mutung Village and continues with the delivery of material accompanied by weighing activities, measuring height and providing nutritious food. This activity was carried out in the Padang Mutung Village office hall and went wellKuliah Kerja Nyata (Kukerta) merupakan bentuk kegiatan pengabdian kepada Masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu. Pelaksanaan Kukerta Bangun Kampung Universitas Riau dilaksanakan selama 40 hari bertempat di daerah setingkat desa. Pelaksanaan Kukerta ini dimulai pada tanggal 10 Juli 2023 hingga 18 Agustus 2023 di Desa Padang Mutung, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar. Kukerta UNRI Padang Mutung memiliki program unggulan yaitu Penyuluhan Stunting dengan sasaran yaitu ibu hamil dan balita. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada orang tua akan pentingnya pengetahuan stunting untuk tumbuh kembang anak dan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan pemahaman Masyarakat pada Upaya pencegahan stunting. Metode pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan pendataan stunting yang ada di Desa Padang Mutung dan dilanjutkan dengan penyampaian materi disertai dengan kegiatan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan dan pemberian makanan bergizi. Kegiatan ini dilaksanakan dilaksanakan di aula kantor Desa Padang Mutung dan berlangsung dengan lancar

    Ketidaktepatan Kode Diagnosis Kasus Bedah RSU ‘Aisyiyah berdasarkan ICD-10

    No full text
    The high rate of coding inaccuracies can impact medical treatment cost claims, increase the workload of medical record staff, and lead to poor epidemiological disease data recording. This study aims to identify inaccuracies in inpatient surgical diagnosis coding based on ICD-10. The study uses a descriptive method. The population consists of all inpatient surgical medical records at RSU Aisyiyah Padang in 2023, with a sample size of 84 records selected using simple random sampling. Data analysis was performed descriptively using univariate analysis to determine the frequency distribution and the percentage of coding accuracy based on ICD-10. The study results show that 26.19% of diagnosis codes were inaccurate, while 73.81% were accurate. Coding inaccuracies were categorized into three groups: incorrect codes, fourth character errors, and third character errors. The Neoplasms category had the highest percentage of incorrect codes. The inaccuracies were mainly caused by a lack of attention to detail by coders and differences between the doctor's diagnostic terminology and the ICD-10. Solutions to reduce these errors include improving knowledge, effective communication with doctors, and adherence to coding guidelines.Tingginya ketidaktepatan kode dapat berpengaruh pada klaim biaya pengobatan, peningkatan beban kerja petugas RM dan perekapan data epidemiologi penyakit yang tidak baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketidaktepatan kode diagnosis bedah rawat inap berdasarkan ICD-10. Penelitian menggunakan metode deskriptif. Populasi penelitian ini adalah semua rekam medis bedah rawat inap di RSU Aisyiyah Padang tahun 2023, dengan jumlah sampel sebanyak 84 berkas menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif univariat untuk mengetahui frekuensi distribusi dan persentase ketepatan kode diagnosis berdasarkan ICD-10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 26,19% kode diagnosis tidak tepat, sementara 73,81% tepat. Ketidaktepatan kode dikelompokkan atas 3 kategori yaitu salah kode, kesalahan karakter ke-4 dan kesalahan karakter ke-3. Neoplasma merupakan kelompok dengan persentase tertinggi pada kategori salah kode. Kesalahan umumnya disebabkan oleh kurangnya ketelitian koder dan perbedaan terminologi diagnosis dokter dengan ICD-10. Solusi untuk mengurangi kesalahan ini diantaranya peningkatan pengetahuan, komunikasi yang baik dengan dokter, dan kepatuhan terhadap pedoman pengkodean

    PEMBUATAN DAN PENGUJIAN RANGKAIAN SISTEM KONTROL MONITORING TDS DAN PH NUTRISI HIDROPONIK DENGAN SISTEM DUTCH BUCKET BERBASIS TELEGRAM

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan menguji alat kontrol monitoring TDS dan pH pada nutrisi hidroponik sistem dutch bucket berbasis Telegram. Metode penelitian dilaksanakan melalui beberapa tahapan antara lain pembuatan rangkaian, Setelah selesai dalam pembuatan rangkaian perangkat keras dilanjutkan pengkodean sistem dengan pembuatan program dengan bahasa pemrograman C++ menggunakan software Arduino IDE yang akan diupload pada mikrokontroler NodeMCU ESP32, penyiapan software Fitzing, aplikasi Telegram, dan pengujian fungsional. Pengujian dilakukan pada instalasi dutch bucket yang sedang ada tanaman tomat cherry yang di tanam.  Perlakuan pada pengujian ini adalah waktu yang terdiri dari pengukuran secara konvensional dan pengukuran dengan sistem kontrol monitoring untuk menghitung keefektifan PH dan ppm pada nutrisi yang dilakukan setiap 4 jam sekali. Hasil  alat bekerja dengan baik, pada pengujian kalibrasi sensor TDS pada sistem kontrol dengan TDS meter tipe 9908 didapat rata-rata penyimpangan sebesar 3.84% dari 3 pengulangan menggunakan larutan yang memiliki nilai ppm berbeda, hasil pengujian kalibrasi sensor pH 4502C pada sistem kontrol dengan pH meter manual didapat rata-rata penyimpangan sebesar 1.34%, menandakan bahwa hasil pengukuran dari sensor pH sudah mendekati hasil dari pengukuran pH meter yang dijadikan standar seperti yang diharapkan

    1,597

    full texts

    2,290

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Access Jurnal Politeknik Negeri Jember
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇