Open Access Jurnal Politeknik Negeri Jember
Not a member yet
    2290 research outputs found

    Strategi Keberlanjutan Usaha Hidroponik Green House Jawa Timur Dengan Analytical Hierarchy Process (AHP): East Java Green House Hydroponic Business Sustainability Strategy Using The Analytical Hierarchy Process (AHP)

    Get PDF
    The Smart Farming concept is identical to the hydroponic cultivation system which is a new revolution in agricultural cultivation methods. Hydroponics is also known as soilless culture, which is a cultivation method that does not use soil as a medium to support plant growth. The advantages of hydroponic greenhouse cultivation include higher yields, the microclimate can be controlled and can be carried out throughout the year without paying attention to weather conditions, so that plant productivity is increased. Apart from the advantages that hydroponic greenhouse cultivation has, it has the potential to increase productivity as described above, the market prospects for the results of hydroponic cultivation are also very promising. The aim of this research is to analyze sustainability and priority strategies in efforts to develop green house hydroponic cultivation using the Analytical Hierarchy Process (AHP). This research was conducted in East Java. The results of the analysis show that the most dominant factors that are attributes of sustainability levers are the level of waste management, sales price stability, community conflict, the level of application of modern technology and partnership patterns. The results of the Analytical Hierarchy Process (AHP) analysis show that the priority strategy that can be implemented is the implementation of a partnership pattern with the highest value of 0.445.Konsep Smart Farming identik dengan sistem budidaya hidroponik yang merupakan revolusi baru dalam metode budidaya pertanian. Hidroponik juga dikenal dengan sebutan soiless culture yaitu metode budidaya yang tidak menggunakan tanah sebagai media penopang tumbuh tanaman. Kelebihan budidaya hidroponik green house diantaranya hasil panen yang diperoleh dapat lebih tinggi, iklim mikro dapat dikendalikan serta dapat dilakukan sepanjang tahun tanpa memperhatikan kondisi cuaca, sehingga produktivitas tanaman ditingkatkan. Selain keunggulan yang dimiliki budidaya hidroponik green house sangat potensial dalam peningkatan produktivitas seperti yang diuraikan diatas, prospek pasar dari hasil budidaya hidroponik ini juga sangat menjanjikan. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menganalisis tentang keberlanjutan dan strategi prioritas dalam  upaya pengembangan budidaya hidroponik green house dengan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Penelitian ini dilakukan di Jawa Timur. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan yang menjadi atribut pengungkit keberlanjutan yaitu tingkat penanggulangan limbah, stabilitas harga penjualan, konflik masyarakat, tingkat penerapan teknologi modern dan pola kemitraan. Hasil analisis Analytical Hierarchy Process (AHP) menunjukkan bahwa strategi prioritas yang dapat diterapkan adalah penerapan pola kemitraan dengan nilai tertinggi sebesar 0,445

    Determinasi Artificial Intelligence Akuntansi di Praktek Mandiri Dokter Umum

    Get PDF
    This study aims to examine the influence of doctors' knowledge of the benefits of accounting, technical knowledge and demands of obligations on the implementation of artificial intelligence (AI) of accounting in independent general practitioner practice entities. Data from questionnaire answers to respondents as many as 167 general practitioners who open independent practice services. The research method uses a quantitative approach with hypothesis testing using multiple linear regression analysis to test factors that influence the implementation of AI of accounting and the Independent t-test mean difference test to test differences in doctors' perceptions based on their characteristics. The results of the multiple linear regression analysis test show that the factors that influence the implementation of AI of accounting are 1) doctors' knowledge of the benefits of accounting, 2) doctors' knowledge of basic accounting techniques, and 3) demands of obligations from stakeholders. The results of the Independent t-test test show that there is no difference in the perception of the need for AI of accounting between ASN and Non-ASN general practitioners. The originality of this study: testing the determination of the implementation of AI of accounting in independent general practitioner practice entities, and testing differences in perceptions of the implementation of AI of accounting between ASN and non-ASN general practitioners.

    Kinetika Perubahan Mutu Puree Tomat (Lycopersicum Esculantum) Pada Berbagai Jenis Kemasan: Kinetics of Quality Change of Tomato Puree (Lycopersicum esculentum) In Various Types of Packaging

    Get PDF
    Buah tomat merupakan salah satu komoditi pertanian yang mudah rusak. Salah satu bentuk olahan tomat yang sering digunakan dalam industri pangan adalah puree. Dibutuhkan kemasan yang tepat agar mutu serta kualitas puree terjaga. Jenis kemasan yang biasa digunakan seperti jar, vakum polipropilen, dan silver aluminium foil pouch. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perubahan mutu pada puree tomat dan menganalisa model kinetika perubahan mutu puree tomat dengan berbagai jenis kemasan selama penyimpanan menggunakan model Arrhenius. Perhitungan model Arrhenius menggunakan tiga suhu penyimpanan yaitu pada suhu 35°C, 45°C, dan 55°C selama delapan hari. Parameter yang diamati yaitu pH, warna (L* dan a*), TPT serta kadar air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu puree tomat menurun di setiap kemasan baik jar, PP vakum maupun SAF. Model kinetika degradasi mutu puree tomat dengan variasi kemasan pada parameter pH dan TPT menggunakan orde nol sedangkan parameter warna (L* dan a*) dan kadar air menggunakan orde satu. Perlakuan kemasan PP vakum pada puree tomat memiliki energi aktivasi terkecil pada parameter pH, L*, a*, TPT, kadar air secara berturut-turut yaitu 18603,5 Kkal/mol; 10269,41 Kkal/mol; 18603,46 Kkal/mol; 7050,697 Kkal/mol; 1012,066 Kkal/mol sehingga menjadikan kemasan PP vakum mengalami reaksi degradasi yang lebih cepat. Perlakuan kemasan silver aluminium foil pouch pada puree tomat memiliki energi aktivasi terbesar di parameter pH, L*, a*, TPT, kadar air dengan nilai 24799,18 Kkal/mol; 24799,18 Kkal/mol; 7446,706 Kkal/mol; 12172,39 Kkal/mol. Kata Kunci : Degradasi, Kemasan, Model Kinetika, Puree Toma

    Karakteristik Fisikokimia, Organoleptik dan Harga Pokok Produksi (HPP) Permen Jelly Labu Kuning: Characteristics Of Physicochemical, Organoleptik And Production Cost (COGS) Of Yellow Pumkin Jelly Candy

    Get PDF
    Permen jelly merupakan permen yang disukai karena memiliki sifat yang khas. Permen jelly yang diproduksi dari buah-buahan ataupun sayuran memiliki kelebihan tersendiri akan nilai nutrisi dibandingkan dengan produk permen jelly yang ada di pasaran yang hanya berasal dari penambahan essence dari bahan kimia dan dapat dijadikan sebagai bahan pewarna alami.  Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan jelly adalah gelatin yang berfungsi sebagai bahan pengental, gula sebagai pemanis dan asam organik sebagai bahan pengawet dan memberi rasa asam pada produk. Pewarna alami yang digunakan pada permen jelly ini yaitu dengan penambahan labu kuning yang akan memberikan warna kuning pada permen jelly selain itu juga mendapat penambahan sari jahe sebagai pemberi rasa pedas terhadap permen jelly. Parameter yang diamati yaitu karakteristik fisik (warna dan rendemen), karakteristik kimia (pH dan kadar betakaroten), uji organoleptik dan perhitungan Harga Pokok Produksi). Dilakukan perlakuan terbaik menggunakan uji efektivitas De Garmo yaitu perlakuan A2 dengan konsentrasi penambahan sari jahe sebesar 10% yang memiliki warna (L*) 76,46 ; rendemen 62,13 gram ; pH 7,63 ; betakaroten 33,51 mg/g dan  nilai Harga Pokok Produksi (HPP) sebesar Rp.26.000. Kata Kunci : Labu Kuning, Jahe, dan Permen Jell

    Tinjauan Penghilangan Fosfatida Pada Crude Palm Oil Menggunakan Metode Air Dan Asam Degumming Sebagai Bahan Baku Pembuatan Biodisel: Review Of Phosphatide Removal In Crude Palm Oil Using Water And Acid Degumming Method As Raw Material For Biodiesel Production

    Get PDF
    Salah satu proses pemurnian minyak sawit mentah disebut proses degumming, proses ini menghilangkan gum yang terdiri dari beberapa pengotor yang tidak diharapkan untuk proses lebih lanjut. Salah satu pengotor itu ialah fosfatida, fosfatida terdiri dari fosfatida hydratable dan non hydratable. Penghilangan fosfatida ini lebih banyak dilakukan dengan metode water deguming, hanya saja water degumming tidak bisa menghilangkan fosfatida non hydratable, sehingga untuk proses penghilangan fosfatida non hydratable dilakukan dengan penambahan asam. Artikel ini menyajikan informasi terkait produksi biodisel, penghilangan fosfatida melalui metode water degumming dan acid degumming, serta pengaruh dari efektivitas penyisihan fosfatida terhadap produksi biodisel

    Subclinical anaplasmosis infection on Ettawa Goats from Kaligesing, Purworejo, Central Java, Indonesia

    No full text
    Small ruminant anaplasmosis is a blood-parasitic disease that can cause reproductive and economic problems, especially in Ettawa crossbred. In Indonesia, especially in Central Java Province, the study of this pathogen is still limited. This study examines subclinical anaplasmosis in Ettawa crossbred goats from central Java, Indonesia. Twenty adult goats underwent comprehensive physical and laboratory examinations. The physical exams assessed factors like sex, body temperature, heart rate, respiration, and rumen function. Laboratory testing involved blood smears to detect Anaplasmaspecies and complete blood counts using a hematology analyzer. The results showed that 8 goats were positive for Anaplasma, with 2 samples resembling A. phagocytophilum and 6 resembling A. marginale. Females were more likely to be infected. Infected goats did not exhibit significant changes in vital signs compared to healthy goats. However, infected goats had lower red blood cell counts, hemoglobin, and hematocrit, as well as higher white blood cell counts, indicating subclinical anemia. This is the first study to demonstrate the impact of subclinical Anaplasma infection on Ettawa crossbred goats in this region, highlighting the potential for production losses from this overlooked disease

    The Analysis of Added Value and Business Development Strategies for the Semboro Orange Extract Agroindustry Using the High Pulsed Electric Field (HPEF) Pasteurization System

    No full text
    Semboro Siamese oranges have a higher selling value However, the selling value of the Siamese oranges is still relatively low, thus some efforts need to be made to increase the added value of the Siamese oranges. One way that can be done is by producing Siamese orange extract using the High Pulsed Electric Field (HPEF) technology. The aim of this research is to determine the added value and business development strategies of the HPEF Siamese orange extract. The analysis methods used were Hayami and SWOT. The research results show that there is a linearity between the two methods which indicates a positive value with a ratio of value and added value that is classified as high category, and there are development strategies that can be implemented by expanding marketing areas and improving product quality and safety by applying the existing technology

    Sistem Informasi Kriminalitas Kota Jember Berbasis Android

    No full text
    Abstract— Poverty is one of the factors that underlies a person to commit a crime because basically living with all limitations and deficiencies will make it difficult to meet basic needs such as clothing, food and shelter so that to meet these needs a person is forced to justify any means including committing a crime. To face this challenge, a crime information system is needed that can collect, analyze, and utilize crime data effectively. This study uses a descriptive method that describes the existing problems and collects data in accordance with the actual. This Crime Information System manages to collect, store, and analyze crime data from various sources, such as police reports, victim information, and up-to-date crime data

    P, Processing Household Organic Processing Household Organic Waste into Compost at PKK RT 04/04 Kalisegoro Village Gunungpati District Semarang City: -

    No full text
    Permasalahan yang dihadapi sebagian masyarakat di daerah pemukiman perumahan (i) limbah  rumah tangga khususnya sampah dapur, belum dimanfaatkan secara optimal, (ii) perlu adanya pengetahuan serta praktek mengenai sistem/metode pengolahan limbah rumah tangga utamanya limbah/sampah organik. Tujuan kegiatan ini adalah pemanfaatan limbah rumah tangga khususnya dapur di lingkungan RT 04/04 Kalisegoro, diantaranya dengan; (i) sosialisasi/tranfer knowledge mengenai penanganan limbah organik dari rumah tangga, (ii) aplikasi sistem/metode pengolahan limbah organik utamanya dari dapur rumah tangga menjadi kompos melalui kegiatan pelatihan. Target kegiatan ini adalah pemberdayaan masyarakat ibu-ibu PKK RT 04/04 Kalisegoro, melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan pengolahan limbah organik rumah tangga utamanya limbah dapur menjadi kompos. Luaran hasil dari Pengabdian Masyarakat ini dapat mengaplikasikan pengetahuan pengolahan rumah tangga khususnya limbah dapur menjadi kompos.The problems faced by some people in residential areas are (i) household waste, especially kitchen waste, has not been utilized optimally, (ii) there is a need for knowledge and practice regarding household waste processing systems/methods, especially organic waste. The aim of this activity is to utilize household waste, especially kitchen in the RT 04/04 Kalisegoro district environment, including by; (i) socialization/transfer of knowledge regarding handling organic waste from household, (ii) application of systems/methods for processing organic waste, especially from housedhold kitchens into compost, through training activities. Target of this activity is to empower the PKK RT 04/04 Kalisegoro community, through outreach activities and training on processing household organic waste, especially kitchen waste into compost. Output of this community service can apply knowledge of processing household waste, especially kitchen waste into compost.  &nbsp

    The ZERO WASTE MANAGEMENT MELALUI GAME ECOFUNOPOLY DAN PEMBUATAN PUPUK UNTUK MENINGKATKAN KEPEDULIAN LINGKUNGAN DI YAYASAN DARUL MUTTAQIEN WULUHAN

    No full text
    Pendidikan meliputi ilmu pengetahuan, pelatihan, penguasaan keterampilan teknis, dan pengembangan subjek didik menjadi pribadi manusia yang berbudaya dan beradab. Yayasan Pondok Pesantren Darul Muttaqien berada di Wuluhan tepatnya berjarak 35 Km dari Universitas Jember. Limbah yang dihasilkan di Yayasan Pondok Pesantren yaitu sampah sisa makanan, sampah kotoran beberapa hewan ternak. Sampah hanya dibuang di halaman belakang dan dibakar. Pembakaran sampah menyebabkan pencemaran udara. Tujuan pengabdian menanamkan pendidikan karakter sejak dini. Metode yang dilakukan pertama, terlebih dahulu mengenalkan konsep sampah melalui Game Ecofunopoly, dengan game akan memudahkan mereka dalam belajar dan memahami konsep pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle). Kedua mengajak pengelola pondok, santri dan guru yayasan untuk terlibat dan praktek secara langsung membuat pupuk organik menggunakan beberapa teknik komposter meliputi komposter drum dan pemanfaatan maggot BSF. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan guru dan siswa dari Yayasan Pondok Pesantren Darul Muttaqien Wuluhan Kabupaten Jember bervariasi. Pada Pre-test, sebanyak 40% dari mereka paling memahami tentang pakan ternak, siklus Maggot, dan Maggot BSF, sementara pemahaman terendah adalah 20% mengenai permainan Ecofunopoly. Setelah mengikuti Post-Test, hasil tertinggi mencapai 100% dalam pemahaman pupuk organik, dan hasil terendah adalah 70% dalam pengolahan sampah dapur.Pendidikan meliputi ilmu pengetahuan, pelatihan, penguasaan keterampilan teknis, dan pengembangan subjek didik menjadi pribadi manusia yang berbudaya dan beradab. Yayasan Pondok Pesantren Darul Muttaqien berada di Wuluhan tepatnya berjarak 35 Km dari Universitas Jember. Limbah yang dihasilkan di Yayasan Pondok Pesantren yaitu sampah sisa makanan, sampah kotoran beberapa hewan ternak. Sampah hanya dibuang di halaman belakang dan dibakar. Pembakaran sampah menyebabkan pencemaran udara. Tujuan pengabdian ingin menanamkan pendidikan karakter sejak dini. Santri dengan kepribadian sadar lingkungan akan berdampak pada kondisi lingkungan. Solusi yang ditawarkan yaitu sosialisasi dan memberikan pelatihan kepada santri bagaimana konsep Zero Waste Management. Metode yang dilakukan pertama, terlebih dahulu mengenalkan konsep sampah melalui Game Ecofunopoly, dengan game akan memudahkan mereka dalam belajar dan memahami konsep pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle). Kedua mengajak pengelola pondok, santri dan guru yayasan untuk terlibat dan praktek secara langsung membuat pupuk organik menggunakan beberapa teknik komposter meliputi komposter drum dan pemanfaatan maggot BSF. Hasil pengabdian menunjukkan guru dan santri bisa melaksanakan kedua Teknik tersebut dengan baik. Pelatihan diharapkan menekan biaya pengeluaran pembelian pakan ternak dan meningkatkan kualitas serta kuantitas hasil kebun maupun hasil ternak

    1,597

    full texts

    2,290

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Access Jurnal Politeknik Negeri Jember
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇