Open Access Jurnal Politeknik Negeri Jember
Not a member yet
2290 research outputs found
Sort by
Implementation of Digitalization in Budget Management Services Using Smart Finance
Budget management plays a crucial role in every type of organization. Effective budget management enables an organization to plan and allocate available resources efficiently. It also serves as a performance measurement tool for the organization. Inefficient budget management can lead to resource wastage. The implementation of the Smart Finance application, developed using a web platform, provides a digital solution for budgeting management services. This Smart Finance application has been tailored to meet the needs of user partners. Adjustments to the Smart Finance application are based on the identification and data collection of partner needs from the previous stages. The implementation of the Smart Finance application has also undergone testing and technical guidance support for users at all levels, ensuring that users find it easier to utilize the Smart Finance application.Pengelolaan anggaran berperan penting dalam setiap bentuk organisasi. Pengelolaan anggaran yang baik memungkinkan suatu organisasi untuk merencanakan dan mengalokasikan sumber daya yang tersedia secara efektif. Selain juga berfungi sebagai alat ukur kinerja organisasi. Pengelolaan anggaran yang tidak efisien dapat mengarah pada pemborosan sumber daya. Penerapan aplikasi Smart Finance yang dikembangkan dengan menggunakan platform website menjadi jawaban solusi digitalisasi layanan pengelolaan anggaran. Aplikasi Smart Finance yang diterapkan ini telah disesuaikan dengan kebutuhan mitra pengguna. Penyesuaian dari aplikasi Smart Finance didasarkan pada hasil identifikasi dan pengumpulan data kebutuhan mitra pada tahap sebelumnya. Penerapan aplikasi Smart Finance juga sudah melalui proses pengujian dan pendampingan bimibingan teknis bagi pengguna di semua level. Sehingga pengguna akan merasa dimudahkan untuk menggunakan aplikasi Smart Finance
Pengembangan Sistem Peminjaman Alat dan Bahan Laboratorium Berbasis Website dengan Teknologi Scan Barcode: Development of Website-Based Laboratory Equipment and Materials Loan System with Barcode Scan Technology
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi layanan peminjaman alat dan bahan laboratorium berbasis Flutter guna mengatasi permasalahan sistem manual yang tidak efisien di Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). Aplikasi dirancang berdasarkan hasil analisis kebutuhan pengguna dan diuji melalui pendekatan PIECES (Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, Service). Flutter dipilih karena kemampuannya membangun aplikasi lintas platform (Android dan iOS) dari satu basis kode, serta menyediakan antarmuka yang responsif dan cepat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fitur aplikasi, termasuk login, peminjaman, validasi, serta cetak laporan, berjalan secara optimal. Sebagian besar responden menyatakan bahwa aplikasi ini mempermudah proses administrasi, mempercepat layanan, serta meningkatkan transparansi dan kenyamanan pengguna. Efisiensi waktu meningkat signifikan, dari rata-rata 10 menit menjadi 2–3 menit per transaksi. Dengan demikian, aplikasi ini dinilai layak diimplementasikan secara luas untuk mendukung transformasi digital di lingkungan laboratorium pendidikan kesehatan, sekaligus memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem informasi praktikum yang lebih terstruktur, efisien, dan mudah diakses oleh mahasiswa dan petugas laboratorium
The Effect Of Shoot Growth From Single Stick Rejuvination With Clipping Treatment On Branch Growth Of Robusta Coffee (Coffea Canephora L.) BP308 Clone
Robusta coffee (Coffea canephora L.) is the type of coffee most widely developed by farmers in Indonesia. The BP308 is a clone discovered by the coffee and cocoa research center which is included in the Robusta coffee clone which has a large and sturdy stature. One of the coffee plant maintenance activities that needs to be carried out is pruning so that coffee plant productivity can be optimal by removing old branches that are less productive and replacing them with young branches that are more productive. Pruning is a clipping, especially for plants that have difficulty growing reproductive branches. Clipping is carried out at the beginning of the rainy season so as not to stimulate the formation of flowers on the circumcised branches. The method used T-test calculations from the results of rejuvenation of single stems with treatment of one node and two nodes resulting from clipping on shoot growth and the data is then analyzed using a quantitative descriptive analysis method. The results show that there is no influence on shoot length parameters. However, it has a significant increase in the number of leaves from 1,47 to 2,33, and it has a significant increase in shoot diameter from 1,63 mm to 2,38 mm. This is the first study comparing single vs. double node clipping on BP308 clone under specific microclimate conditions
Implementasi Media Informasi Berbasis Running Text untuk Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas Penyampaian Informasi di Kelurahan Keputih
Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan media informasi berbasis running text di Kelurahan Keputih, yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi penyampaian informasi kepada masyarakat. Kelurahan Keputih sebelumnya mengandalkan banner sebagai media penyampaian informasi yang kurang fleksibel dan memakan waktu dalam proses pembaruan. Alat running text yang dikembangkan mempermudah pembaruan informasi secara cepat dan efisien. Untuk mengevaluasi efektivitas alat, dilakukan survei kepuasan dengan kuisioner kepada 10 responden yang terdiri dari staf kelurahan dan masyarakat. Rata-rata keseluruhan dari semua pertanyaan dalam skala 1-10 adalah 8,56. Hasil survei menunjukkan bahwa alat ini dinilai sangat menarik, mudah digunakan, dan mampu mempercepat pembuatan konten pengumuman. Hasil ini menunjukkan bahwa alat running text berhasil memenuhi kebutuhan Kelurahan Keputih dalam menyampaikan informasi publik secara efisien.Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan media informasi berbasis running text di Kelurahan Keputih, yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi penyampaian informasi kepada masyarakat. Kelurahan Keputih sebelumnya mengandalkan banner sebagai media penyampaian informasi yang kurang fleksibel dan memakan waktu dalam proses pembaruan. Alat running text yang dikembangkan mempermudah pembaruan informasi secara cepat dan efisien. Untuk mengevaluasi efektivitas alat, dilakukan survei kepuasan dengan kuisioner kepada 10 responden yang terdiri dari staf kelurahan dan masyarakat. Rata-rata keseluruhan dari semua pertanyaan dalam skala 1-10 adalah 8,56. Hasil survei menunjukkan bahwa alat ini dinilai sangat menarik, mudah digunakan, dan mampu mempercepat pembuatan konten pengumuman. Hasil ini menunjukkan bahwa alat running text berhasil memenuhi kebutuhan Kelurahan Keputih dalam menyampaikan informasi publik secara efisien
Pemanfaatan Sampah Organik Melalui Pembuatan Biopori dan Kampanye Visual di TPS3R Sumbergondo: Utilization of Organic Waste Through Biopore Creation and Visual Campaigns at the Sumbergondo TPS3R
Program ini bertujuan untuk mengatasi masalah pengelolaan sampah organik di TPS3R Desa Sumbergondo melalui penerapan lubang resapan biopori dan kampanye visual edukatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-edukatif yang melibatkan edukasi teknis, praktik pembuatan biopori, serta penyebaran informasi melalui media visual. Hasil program menunjukkan peningkatan kesadaran dan keterampilan pengelola TPS3R, pengurangan signifikan volume sampah organik, serta produksi kompos alami yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian lokal. Lubang biopori terbukti efektif sebagai media pengomposan sekaligus meningkatkan daya serap air tanah. Kampanye visual turut memperluas jangkauan edukasi ke masyarakat umum. Program ini membuktikan bahwa teknologi sederhana seperti biopori, jika didukung oleh edukasi dan partisipasi aktif masyarakat, dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan limbah organik skala desa. Program ini bertujuan untuk mengatasi masalah pengelolaan sampah organik di TPS3R Desa Sumbergondo melalui penerapan lubang resapan biopori dan kampanye visual edukatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-edukatif yang melibatkan edukasi teknis, praktik pembuatan biopori, serta penyebaran informasi melalui media visual. Hasil program menunjukkan peningkatan kesadaran dan keterampilan pengelola TPS3R, pengurangan signifikan volume sampah organik, serta produksi kompos alami yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian lokal. Lubang biopori terbukti efektif sebagai media pengomposan sekaligus meningkatkan daya serap air tanah. Kampanye visual turut memperluas jangkauan edukasi ke masyarakat umum. Program ini membuktikan bahwa teknologi sederhana seperti biopori, jika didukung oleh edukasi dan partisipasi aktif masyarakat, dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan limbah organik skala desa
The Role of Agricultural Cooperatives in Prospering Farming Communities
The Sarana Agro Lestari Agricultural Cooperative in Jombang Regency, East Java, addresses the issue of low farmer income caused by limited access to capital, market price fluctuations, and restricted access to technology and broader markets. This study aims to analyze the cooperative's role in improving farmers' welfare through empowerment programs. A qualitative approach was employed, gathering data through in-depth interviews with cooperative managers and farmer group representatives, as well as analyzing supporting documents. The results show that the cooperative provides benefits such as financial access, affordable production inputs, modern technology training, and more effective crop marketing. However, challenges like insufficient capital, limited facilities, and price fluctuations hinder the cooperative's optimal role. Strengthening partnerships, product diversification, and technological innovation are recommended to enhance the cooperative's sustainability in supporting farmers' welfare.
 
Peran Penyuluh Pertanian dan Bantuan Alsintan-Subsidi Saprodi dalam Meningkatkan Produksi Padi di Kelompok Tani Jambuan Jaya Kabupaten Jember
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peran penyuluh pertanian dan bantuan alsintan serta subsidi saprodi terhadap peningkatan produksi padi pada Kelompok Tani Jambuan Jaya, Kabupaten Jember. Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik analisis regresi linier berganda. Sampel diambil secara sensus dari 48 petani anggota kelompok tani. Variabel independen dalam penelitian ini adalah peran penyuluh pertanian (X1) dan bantuan alsintan & saprodi (X2), sedangkan variabel dependen adalah peningkatan produksi padi (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel peran penyuluh pertanian (X1) berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi padi, dengan nilai thitung sebesar 6,928 dan signifikansi 0,000. Hal ini menunjukkan pentingnya peran penyuluh dalam mendorong adopsi teknologi dan peningkatan produktivitas. Sebaliknya, variabel bantuan alsintan & saprodi (X2) tidak berpengaruh signifikan secara parsial, dengan nilai thitung -1,178 dan signifikansi 0,245. Namun, secara simultan (uji F), kedua variabel X1 dan X2 berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi padi dengan nilai Fhitung 25,299 dan signifikansi 0,000. Temuan ini menyimpulkan bahwa penyuluhan pertanian memainkan peran strategis dalam meningkatkan hasil produksi, sedangkan efektivitas bantuan alsintan dan saprodi sangat tergantung pada keterlibatan penyuluh dalam proses pendampingan
Edukasi Kesehatan Pencegahan Demam Berdarah Dengue pada Siswa SDN 02 Panduman, Desa Jelbuk, Kabupaten Jember
Dengue hemorrhagic fever (DHF) remains a major public health concern in tropical and subtropical countries, including Indonesia. School-aged children are among the most vulnerable groups due to limited awareness and daily habits that may support mosquito breeding. This community service activity aimed to enhance students’ knowledge of DHF prevention through health education at SDN 02 Panduman, Jelbuk Village, Jember Regency, East Java Province. Educational interventions were delivered interactively using PowerPoint presentations, posters, ovitrap demonstrations, videos, and pocketbooks adapted to the comprehension level of elementary school students. The evaluation was conducted using pre-test and post-test questionnaires consisting of 10 multiple-choice questions on dengue transmission, symptoms, and prevention. The results showed a significant improvement in student knowledge (25%), with average scores increasing from 63% to 88% (p < 0.001, Wilcoxon test). The distribution of illustrated pocketbooks served as an effective reinforcement tool, allowing students to share knowledge with their families and communities. Overall, the intervention successfully raised awareness and fostered preventive behavior among students, demonstrating that school-based health education is an effective strategy for reducing the risk of DHF transmission in endemic rural areas such as Jelbuk Village.Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama di negara tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Anak-anak usia sekolah dasar termasuk kelompok yang paling rentan karena terbatasnya kesadaran dan kebiasaan sehari-hari yang dapat mendukung perkembangbiakan nyamuk. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang pencegahan DBD melalui edukasi kesehatan di SDN 02 Panduman, Desa Jelbuk, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Intervensi pendidikan disampaikan secara interaktif menggunakan presentasi PowerPoint, poster, demonstrasi ovitrap, video, dan buku saku yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa sekolah dasar. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang terdiri dari 10 pertanyaan pilihan ganda tentang penularan, gejala, dan pencegahan dengue. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan siswa (25%), dengan skor rata-rata meningkat dari 63% menjadi 88% (p < 0,001, uji Wilcoxon). Pembagian buku saku bergambar berfungsi sebagai alat penguatan yang efektif, yang memungkinkan siswa untuk berbagi pengetahuan dengan keluarga dan masyarakat mereka. Secara keseluruhan, intervensi tersebut berhasil meningkatkan kesadaran dan menumbuhkan perilaku dalam upaya pencegahan DBD di kalangan siswa, menunjukkan bahwa edukasi kesehatan di sekolah dasar merupakan strategi yang efektif untuk mengurangi risiko penularan DBD di wilayah endemik pedesaan seperti Desa Jelbuk
Edukasi Masyarakat Desa Junrejo Mengenai Pemanfaatan Fitonutrien dari Produk Dry Slice Kulit Jeruk Manis (Citrus sinensis) dalam Meningkatkan Kesehatan Penyakit Degeneratif
Penyakit degeneratif merupakan salah satu penyebab utama kematian global, terutama di negara berkembang. Upaya preventif melalui edukasi pangan fungsional berbasis fitonutrien menjadi penting untuk menekan prevalensinya. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Junrejo terkait pemanfaatan kulit jeruk manis (Citrus sinensis) sebagai produk pangan fungsional dalam bentuk dry slice. Metode yang digunakan adalah pendekatan ABCD (Asset Based Community Development) melalui sosialisasi, praktik pembuatan produk, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat, dengan 60% peserta memiliki tingkat pengetahuan baik, 23,3% cukup, dan 16,7% kurang setelah pelatihan. Selain itu, masyarakat memperoleh keterampilan dalam mengolah kulit jeruk menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus memiliki manfaat kesehatan. Program ini diharapkan mendorong pengembangan usaha berbasis produk lokal serta meningkatkan generating income masyarakat Desa Junrejo.Penyakit degeneratif merupakan salah satu penyebab utama kematian global, terutama di negara berkembang. Upaya preventif melalui edukasi pangan fungsional berbasis fitonutrien menjadi penting untuk menekan prevalensinya. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Junrejo terkait pemanfaatan kulit jeruk manis (Citrus sinensis) sebagai produk pangan fungsional dalam bentuk dry slice. Metode yang digunakan adalah pendekatan ABCD (Asset Based Community Development) melalui sosialisasi, praktik pembuatan produk, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat, dengan 60% peserta memiliki tingkat pengetahuan baik, 23,3% cukup, dan 16,7% kurang setelah pelatihan. Selain itu, masyarakat memperoleh keterampilan dalam mengolah kulit jeruk menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus memiliki manfaat kesehatan. Program ini diharapkan mendorong pengembangan usaha berbasis produk lokal serta meningkatkan generating income masyarakat Desa Junrejo
PENINGKATAN KUALITAS DAN DAYA SAING PRODUK TENUN GAMPLONG MELALUI SOSIALISASI TEKNOLOGI MANUFAKTUR DAN DIVERSIFIKASI DESAIN PRODUK
Industri tenun di Sleman mengalami penurunan produktivitas akibat penggunaan ATBM yang usang dan dominasi tenaga kerja lanjut usia. Kurangnya regenerasi karena minimnya minat generasi muda menambah tantangan yang dihadapi. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan merevitalisasi industri dengan meningkatkan produktivitas, menarik keterlibatan pemuda, dan memperkaya variasi produk melalui otomasi dan inovasi desain. Kegiatan dilakukan di Sentra Tenun Gamplong bersama mitra Paguyuban Tegar, yang menghadapi masalah rendahnya produktivitas, terbatasnya desain, dan pemasaran digital yang belum optimal. Solusi yang ditawarkan berupa pemberian mesin tenun semi-otomatis, pelatihan operasional mesin, dan workshop diversifikasi desain bersama desainer profesional Bapak Afif Ghurub Bestari, M.Pd. Pelatihan ini meningkatkan kapasitas produksi dari 4–5 meter menjadi 15–20 meter kain per hari dan mendorong eksplorasi desain sesuai tren pasar. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam produksi, kreativitas desain, dan kesiapan pemasaran digital. Dua desain baru telah dihasilkan, dan perajin menunjukkan peningkatan motivasi. Dampak jangka panjang diharapkan menciptakan ekosistem tenun yang lebih inovatif, efisien, dan berdaya saing secara berkelanjutan.Industri tenun di Sleman mengalami penurunan produktivitas akibat penggunaan ATBM yang usang dan dominasi tenaga kerja lanjut usia. Kurangnya regenerasi karena minimnya minat generasi muda menambah tantangan yang dihadapi. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan merevitalisasi industri dengan meningkatkan produktivitas, menarik keterlibatan pemuda, dan memperkaya variasi produk melalui otomasi dan inovasi desain. Kegiatan dilakukan di Sentra Tenun Gamplong bersama mitra Paguyuban Tegar, yang menghadapi masalah rendahnya produktivitas, terbatasnya desain, dan pemasaran digital yang belum optimal. Solusi yang ditawarkan berupa pemberian mesin tenun semi-otomatis, pelatihan operasional mesin, dan workshop diversifikasi desain bersama desainer profesional Bapak Afif Ghurub Bestari, M.Pd. Pelatihan ini meningkatkan kapasitas produksi dari 4–5 meter menjadi 15–20 meter kain per hari dan mendorong eksplorasi desain sesuai tren pasar. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam produksi, kreativitas desain, dan kesiapan pemasaran digital. Dua desain baru telah dihasilkan, dan perajin menunjukkan peningkatan motivasi. Dampak jangka panjang diharapkan menciptakan ekosistem tenun yang lebih inovatif, efisien, dan berdaya saing secara berkelanjutan