Open Access Jurnal Politeknik Negeri Jember
Not a member yet
2290 research outputs found
Sort by
Diversifikasi Olahan Produk Kopi Menjadi Krupuk Kopi pada UMKM: Diversifikasi Olahan Produk Kopi Menjadi Krupuk Kopi pada UMKM
Jember merupakan salah satu kota penghasil kopi terkenal di Jawa Timur. Berdasarkan data dari Dinas Perkebunan Jawa Timur, Jember merupakan penghasil kedua setelah Malang. Selain itu, juga karena konsumsi kopi di Kabupeten Jember sangat banyak bahkan minum kopi menjadi bagian gaya hidup masyarakat Jember. Tapi selama ini kopi hanya di buat minuman saja. Saat ini diversifikasi olahan kopi menjadi camilan belum begitu banyak, sehingga mendorong Bhedag kopi merupakan produsen kopi murni dan olahan yang mengembangkan camilan kopi menjadi kerupuk. Nama kerupuk yang sedang dikembangkan adalah kerupuk kopi dengan nama Kerupi. Usaha ini dimulai karena melihat keinginan pengemar akan produk olahan kopi. Sebelum memproduksi kerupuk kopi yang dilakukan adalah survei ke pasar melihat animo konsumen peminat kopi akan porduk varian kopi dalam bentuk camilan. Menurut survei yang dilakukan oleh produsen pada tahun 2022, bahwa konsumen mengemari kopi dan menunggu inovasi dari produsen, sehingga bedhag kopi mengembangan usaha dengan kerupuk kopi. Survei yang dilakukan ke daerah kampus baik di jalan Jawa, Jalan Kalimantan dan jalan Mastrip untuk melihat respon pasar akan produk olahan kopi. Hasilnya dari jumlah konsumen sebanyak 60 orang, yang merespon dengan baik kerupuk kopi sebanyak 48 orang, dan sisanya kurang suka akan kerupuk kopi. Melihat potensi kerupuk kopi menjanjikan dan belum ada produsen kerupuk kopi maka bedhag kopi memproduksi kerupuk kopi. Kerupuk kopi belum banyak pesaingnya dan konsumen hanya kalangan tertentu peminat kopi. Tempat usaha kerupi ini sangat strategis yaitu daerah Tegalbesar Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember.Diversifikasi Olahan Produk Kopi Menjadi Krupuk Kopi pada UMK
Perancangan asset visual sebagai langkah pertama branding (brand identity) pada social enterprise: The Design Of Visual Assets As The First Step In Branding (Brand Identity) For A Social Enterprise
Perusahaan atau organisasi yang baru merintis memerlukan langkah awal untuk meningkatkan awareness khalayak sasarannya. Salah satu hal penting yang perlu dilakukan sebagai langkah awal adalah pengembangan brand identity yang merupakan bagian dari company branding. Brand identity merupakan berbagai unsur perusahaan yang berbentuk visual seperti logo, warna, tagline, dan elemen lainnya. Tak terkecuali bagi social enterprise dari Depok, DC Coaching, yang baru saja ingin mengembangkan organisasinya yang berfokus pada pelatihan-pelatihan sosial untuk pengembangan diri. Berdasarkan hasil wawancara dan diskusi dengan menajemen DC Coaching, organisasi ini belum memiliki elemen-elemen pembentuk brand identity. Oleh karena itu pengabdian masyarakat ini berusaha membantu mendesain elemen-elemen brand identity seperti warna khas organisasi dan elemen dasar yang digunakan pada berbagai publikasi yang kemudian disebut asset visual. Metode pada pengabdian ini adalah Model ADDIE (Analyse-Design-Development-Implementation-Evaluation). Hasil dari pengabdian ini berupa design logo utama, desain 3 logo komunitas dan template Instagram untuk feeds dan story dengan karakteristik warna yang sesuai dengan mitra.Perusahaan atau organisasi yang baru merintis memerlukan langkah awal untuk meningkatkan awareness khalayak sasarannya. Salah satu hal penting yang perlu dilakukan sebagai langkah awal adalah pengembangan brand identity yang merupakan bagian dari company branding. Brand identity merupakan berbagai unsur perusahaan yang berbentuk visual seperti logo, warna, tagline, dan elemen lainnya. Tak terkecuali bagi social enterprise dari Depok, DC Coaching, yang baru saja ingin mengembangkan organisasinya yang berfokus pada pelatihan-pelatihan sosial untuk pengembangan diri. Berdasarkan hasil wawancara dan diskusi dengan menajemen DC Coaching, organisasi ini belum memiliki elemen-elemen pembentuk brand identity. Oleh karena itu pengabdian masyarakat ini berusaha membantu mendesain elemen-elemen brand identity seperti warna khas organisasi dan elemen dasar yang digunakan pada berbagai publikasi yang kemudian disebut asset visual. Metode pada pengabdian ini adalah Model ADDIE (Analyse-Design-Development-Implementation-Evaluation). Hasil dari pengabdian ini berupa design logo utama, desain 3 logo komunitas dan template Instagram untuk feeds dan story dengan karakteristik warna yang sesuai dengan mitra
Hubungan Efisiensi Bed Occupancy Rate Bor (BOR) Dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap RSUD Koesnadi Bondowoso
The improvement of healthcare service quality has become the primary focus in maintaining the operational success of a hospital. Bed Occupancy Rate (BOR) serves as an indicator of the efficiency in utilizing inpatient facilities, while patient satisfaction reflects a positive response to the provided care. Although BOR has become a common benchmark, it is still unclear whether this efficiency directly impacts patient satisfaction. This study aims to evaluate the correlation between Bed Occupancy Rate (BOR) efficiency and patient satisfaction during inpatient care at RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso. The research method employed is analytical with a cross-sectional approach, involving the entire inpatient population from August to October 2023 (a total of 3,654 patients). A sample of 100 patients was selected using quota sampling based on the Slovin formula. The findings indicate that two pavilions, Dahlia (57.45%) and Mawar (40.94%), are inefficient in terms of BOR. In contrast, three pavilions, Teratai (92.47%), Melati (61.42%), and Bougenville (61.04%), exhibit efficient BOR. Patient satisfaction, measured among 100 respondents, reveals that 84% are very satisfied, while 16% are dissatisfied. Despite differences in BOR efficiency among pavilions, statistical analysis using the Chi-Square test shows no significant relationship (p = 0.054) between BOR efficiency and patient satisfaction at RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso. In conclusion, this study asserts that BOR values do not significantly impact patient satisfaction in the hospital. These findings suggest that other factors may play a role in influencing patient satisfaction during inpatient care at RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso, necessitating further research for a deeper understanding.Cara pemberian layanan dan sikap petugas dalam memberikan pelayanan memiliki dampak terhadap tingkat efisiensi Bed Occupancy Rate (BOR). Pelayanan yang kurang optimal dalam unit rawat inap akan berdampak pada nilai Bed Occupancy Rate (BOR). Tujuan dari studi ini adalah untuk menguji korelasi antara efisiensi Bed Occupancy Rate (BOR) dengan tingkat kepuasan pasien yang menjalani perawatan inap di RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik berbasis data kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional (survei). populasi yang menjadi subjek penelitian melibatkan seluruh pasien yang menjalani perawatan inap selama periode Agustus hingga Oktober 2023, yang berjumlah total 3.654 pasien. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dihitung dengan menggunakan rumus Slovin dan menghasilkan sampel sebanyak 100 pasien. Teknik sampling menggunakan kuota sampling. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Uji Chi-Squaredigunakan dalam analisis Bivariat. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terdapat 2 pavilliun yang tidak efisien yaitu pada pavilliun dahlia (57,45%) dan pavilliun mawar (40,94%). Sementara itu terdapat 3 pavilliun dengan jumlah BOR yang efisien yaitu pada pavilliun teratai 92,47%, Melati 61,42% dan bougenville 61,04%. Kepuasan pasien menunjukan bahwa 84 responden (84%) merasa sangat puas dan 16 (16%) merasa tidak puas. Tidak terdapat hubungan yang memiliki signifikansi antara efisiensi BOR dan tingkat kepuasan pasien yang mendapatkan perawatan inap di RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso (nilai p = 0,054). Sebagai kesimpulan nilai BOR atau persentase penggunaan tempat tidur tidak mempengaruhi kepuasan pasien di RSUD dr. H koesnadi bondowoso
Perancangan Aplikasi Pembelajaran Kodifikasi Klinis Berbasis Web
One of the main competencies of a Health Information Management (HIM) Practitioner is clinical codification skills. The problem that still occurs is the inaccuracy of clinical codification results. One aspect of the cause is human resource competency, specifically lack of knowledge and skills regarding clinical codification rules and procedures. Therefore, developing a web-based clinical codification learning media application is needed to improve HIM Practitioners' knowledge and skills. This research aims to design a web-based clinical codification learning media. The design was carried out from May to September 2023 using the waterfall method. The research subjects were students and lecturers of health information management and HIM practitioners. The research object was the design of web-based learning media. The data were collected using observation, interview, and documentation study methods. This study resulted in a design system that consists of Unified Modeling Language (UML) of use case diagrams and activity diagrams, a database design that consists of database tables and a database relational diagram, as well as user interface displays which are consists of a login display, home/dashboard, modules, and exercises. The design result should proceed as a blueprint for further system prototyping development process.Salah satu kompetensi utama seorang Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK) adalah keterampilan bidang kodifikasi klinis. Permasalahan yang masih terjadi adalah ketidakakuratan hasil kodifikasi klinis. Salah satu aspek penyebabnya adalah kompetensi SDM, yaitu kurangnya pengetahuan dan keterampilan PMIK terkait aturan dan tata cara kodifikasi klinis. Oleh karena itu, pembuatan aplikasi media pembelajaran kodifikasi klinis berbasis web dibutuhkan untuk membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan PMIK. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan rancangan media pembelajaran kodifikasi klinis berbasis web. Perancangan dilakukan pada bulan Mei hingga September 2023 dengan menggunakan metode waterfall. Subjek penelitiannya adalah mahasiswa dan dosen bidang manajemen informasi kesehatan serta praktisi PMIK. Objek penelitiannya adalah rancangan media pembelajaran berbasis web. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil dari perancangan ini adalah rancangan Unified Modelling Language (UML) yang terdiri dari use case diagram dan activity diagram, DFD level 0, rancangan basisdata yang terdiri dari tabel-tabel basis data dan rancangan relasional antartabel, serta rancangan antarmuka pengguna (user interface) yang terdiri dari tampilan login, menu home/dashboard, materi, dan latihan. Hasil rancangan sebaiknya ditindaklanjuti sebagai cetak biru untuk proses pengembangan prototype sistem
Pengaruh Persepsi CSR terhadap Reputasi Perusahaan, Minat Beli, dan Kepuasan Pelanggan
This research aims to examine the effect of CSR perceptions on customer satisfaction, company reputation and purchase intentions, the influence of customer satisfaction on company reputation and purchase intentions, the influence of customer satisfaction in mediating the relationship between CSR perceptions and company reputation, and the influence of customer satisfaction in mediating the relationship between CSR perceptions and purchase intention. The sample from this research consisted of 200 consumers of Alfamart and Indomaret retail stores in Batam City. Data was collected by distributing questionnaires. The data analysis technique used is multiple regression analysis and Sobel test to test the influence of intervening variables. The research results show that CSR perceptions positively influence customer satisfaction, company reputation and purchase intentions. Customer satisfaction positively influences company reputation as well as purchase intentions. Customer satisfaction indirectly influences the relationship between CSR perceptions of company reputation and purchase intentions. Suggestions for further is research will be able to provide a wider range of respondents by covering fields other than retail to obtain more general informatio
Efektivitas Edukasi Gizi Berbasis Penyuluhan Menggunakan Media Flipchart Terhadap Pengetahuan Tentang Anemia Pada Ibu Hamil
Anemia merupakan suatu kondisi tubuh dengan jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin lebih rendah. Anemia merupakan masalah gizi yang perlu mendapat perhatian. Ibu hamil penderita anemia memiliki risiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah, keguguran, lahir sebelum waktunya. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis efektivitas pemberian edukasi gizi berbasis penyuluhan terhadap pengetahuan tentang anemia pada ibu hamil. Jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi perbandingan (Compatavive Study) dengan rancangan penelitian Non Randomized Control Group Pretest Posttest Design yang tergolong dalam rancangan eksperimen semu atau Quasi Experiment Design. Berdasarkan hasil pretest dan postest mengalami pengingkatan pengetahuan secara signifikan. Hasil uji beda pada pretest dan postest tingkat pengetahuan pada metode penyuluhan didapatkan hasil sebesar pvalue=0,000. Dimana p<0,05 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Terdapat perbedaan signifikan pengetahuan sesudah perlakuan pada kelompok penyuluhan dengan p value 0,049<0,05.
Daya Terima dan Kandungan Gizi Cookies Substitusi Tepung Kacang Merah dan Kurma sebagai Alternatif Makanan Tambahan untuk Anak Sekolah (6 – 12 tahun)
Makanan tambahan dapat disajikan dalam bentuk makanan lengkap atau kudapan seperti cookies. Cookies sering digunakan untuk makanan tambahan mudah untuk dimakan dan berbahan dasar tepung terigu yang dapat dimodifikasi dengan tambahan tepung atau bahan lainnya, salah satunya tepung kacang merah dan kurma. Kacang merah merupakan jenis kacang-kacangan yang sering dikonsumsi di Indonesia. Kurma merupakan salah satu buah yang kaya akan vitamin dan mineral. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya terima cookies substitusi tepung kacang merah dan kurma serta kandungan gizi energi, protein, dan kalsium pada formula yang paling disukai. Jenis penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 9 perlakuan F1 (10% & 5%), F2 (20% & 5%), F3 (30% & 5%), F4 (10% & 10%), F5 (20% & 10%), F6 (30% & 10%), F7 (10% & 15%), F8 (20% & 15%), F9 (30% & 15%). Pembuatan produk dilakukan di Laboratorium Gedung A3, UNESA. Data dikumpulkan menggunakan instrumen berupa angket uji hedonik dengan skala 1 – 7 dengan penilaian terhadap karakteristik produk meliputi warna, bentuk, aroma, tekstur, dan rasa dari cookies. Panelis tidak terlatih berjumlah 35 orang. Analisis data statistik menggunakan uji non parametrik Kruskall-Wallis Test, apabila terdapat pengaruh yang nyata maka dilanjutkan uji Mann Whitneyy. Hasil penelitian didapatkan adanya pengaruh nyata terhadap bentuk, tekstur, dan rasa pada cookies, namun tidak berpengaruh nyata terhadap warna dan aroma. Uji kandungan energi menggunakan metode bom kalorimetri dengan hasil 331,80kkal/100g, protein menggunakan SNI 01-2891-1992 (Kjeldahl) dengan hasil 12,73g/100g, dan kalsium menggunakan SNI 06-6989.12-2004 (Titrimetri) dengan hasil 49mg/100g cookies. Perlunya pengembangan lebih lanjut untuk memodifikasi substitusi tepung kacang merah dan kurma untuk meningkatkan nilai kesukaan panelis terhadap produk cookies.
Pemanfaatan Mikroba Saccharomyces cerevisiae Sebagai Biosorpsi Logam Berat Timbal (Pb) Pada Limbah Pengujian AAS (Atomic Absorption Spectrometry) Di Laboratorium Biosain
Laboratorium Biosain merupakan laboratorium yang menggunakan alat pengujian dan berbagai macam bahan kimia. AAS (Atomic Absorption Spectrometry) adalah salah satu contoh pengujian logam berat yang ada di Laboratorium Biosain. Efek dari pengujian tersebut adalah terbentuknya air limbah yang mengandung logam berat (seperti Pb, Fe, Cd, Cr, Hg, dll). Logam berat tidak dapat dikonversi atau didegradasi. Oleh karena itu perlu dikembangkan cara pengolahan air limbah dengan suatu teknologi alternatif yang ramah lingkungan, biaya rendah dan mempunyai efisiensi yang tinggi untuk mengolah limbah, yaitu dengan pemanfaatan kemampuan beberapa mikroorganisme sebagai penyerap logam berat. Biosorpsi adalah metode alternatif untuk mengatasi pencemaran dengan menggunakan mikroorganisme. Saccharomyces cerevisiae merupakan jamur yang memiliki dinding sel yang tersusun oleh gugus karboksil dan gugus amino yang mampu bertindak sebagai penukar ion dan pembentukan kompleks dengan ion logam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan optimum Saccharomyces cerevisiae dalam menyerap logam berat timbal (Pb) dengan variasi pH, waktu dan konsentrasi. Dari hasil penelitian didapatkan, pH optimum penyerapan logam berat Pb oleh biomassa Saccharomyces cerevisiae yaitu pH 3 dengan penurunan konsentrasi logam Pb hingga 3,3098 mg/L. Waktu kontak optimum pada waktu 120 menit dengan penurunan konsentrasi Pb hingga 23,2906 mg/L. Konsentrasi optimum ion logam Pb yang dapat diserap Saccharomyces cerevisiae pada konsentrasi 50 mg/L sebesar 25,5221 mg/L dengan pH 3 dan waktu kontak 120 menit
Analisis Karakteristik FisikoKimia dan Mutu Tanak Beras Pandan Wangi, Ramos dan Ketan Putih Sebagai Kandidat Pangan Fungsional: Analysis of Physical-Chemistry Characteristics and Quality of Pandan Wangi, Ramos, and Glutinous Rice as a Functional Food Candidate
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis beras yang dapat digunakan sebagai produk kandidat pangan fungsional melalui analisis sifat fisiko-kimia dan mutu tanak yang dimilikinya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan perlakuan yang terdiri dari tiga jenis beras yaitu beras ramos, pandan wangi dan ketan putih. Berdasarkan hasil uji fisik, ketiga jenis beras memiliki karakteristik ukuran medium dengan bulk density tertinggi 0,39 dan berat 1000 butir tertinggi adalah 19,59. Berdasarkan hasil uji kimia, ketan memiliki daya serap air tertinggi, beras pandan wangi memiliki kadar air dan kadar serat tertinggi, serta beras ramos memiliki kadar amilosa dan kadar protein tertinggi. Berdasarkan hasil uji mutu tanak, beras pandan wangi memiliki waktu tanak dan daya resapan air tertinggi dengan waktu 24,25 menit dan 3,30 namun rasio perpanjangan beras ramos memiliki nilai tertinggi yakni 1,68. Berdasarkan hasil uji fisik dengan standar SNO 6128:2020, beras ramos mendapatkan bagian butir kelas premium terbanyak dibandingkan beras pandan wangi dan ketan. Melalui hasil penelitian, diketahui bahawa beras pandan wangi memiliki kandungan protein dan serat tinggi sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan baku kandidat pangan fungsional
Studi Penerapan Hazard Analysis And Critical Control Point (HACCP) Pada Pengolahan Cokelat Batang (Studi Kasus Di PTPN Xii Kendenglembu Banyuwangi)
Keamanan pangan merupakan salah satu faktor penting dalam penyelenggaraan sistem pangan. Salah satu cara untuk menjamin keamanan produk dengan menggunakan sistem jaminan keamanan yang disebut Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP). PTPN XII Kendenglembu merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang agro bisnis dan agro industri. PTPN XII Kendenglembu belum menerapkan HACCP pada pengolahan cokelat batang. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melakukan studi penerapan sistem HACCP pada pengolahan cokelat batang dan memberi rekomendasi perbaikan yang bisa diberikan kepada PTPN XII Kendenglembu untuk menjalankan prinsip HACCP sesuai prosedur. Diperlukan adanya penyusunan rencana HACCP pada produk cokelat batang untuk meminimalisir adanya potensi bahaya pada saat proses produksi. Terdapat 3 CCP yang teridentifikasi pada bahan baku, diantaranya cokelat powder, lemak kakao, dan lesitin. Hal ini dikarenakan belum adanya pengujian sesuai SNI pada tiga bahan tersebut. Terdapat 6 CCP yang teridentifikasi pada tahapan proses, antara lain penerimaan bahan baku, roasting, grinding, ballmil, conching, pengemasan