Open Access Jurnal Politeknik Negeri Jember
Not a member yet
    2290 research outputs found

    Strategi Edukasi Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang Tepat melalui Pendekatan Multi Media di Wilayah Kerja Puskesmas Sentolo II: Edukasi multi-media, Praktik pemberian MPASI tepat gizi

    No full text
    Child malnutrition remains a pressing challenge in Indonesia, including in the catchment area of Sentolo II Health Center, Kulon Progo. In 2025, despite high coverage of child weighing (D/S 88.8%), only 50.88% of children gained weight (N/D), falling below the national target of 60%. Suboptimal complementary feeding (CF) practices, particularly in terms of dietary quality and limited family involvement, were identified as contributing factors. This community service introduced the SEKAR MPASI program (Srawung Edukasi Keluarga lan Anak Remen MPASI), a multi-media nutrition education strategy combining short recipe videos, an illustrated booklet with QR codes, interactive “Ngobrol Pawon” discussions, and local complementary feeding competitions. Evaluation showed a marked improvement in maternal knowledge (post-test scores increased from 82 to 97), stronger family engagement, and competition participation exceeding targets. The program demonstrates that participatory, culturally rooted multimedia education can effectively improve complementary feeding practices and is feasible for integration into routine posyandu activities. Keywords: complementary feeding; multimedia education; posyandu; behaviour change; child nutritionMasalah gizi balita masih menjadi tantangan di Indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Sentolo II, Kulon Progo. Data tahun 2025 menunjukkan bahwa meskipun cakupan penimbangan balita (D/S) tinggi, yaitu 88,8%, proporsi balita yang mengalami kenaikan berat badan (N/D) hanya 50,88%, masih di bawah target nasional 60%. Salah satu penyebab adalah praktik pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang belum optimal, baik dari segi kualitas maupun keterlibatan keluarga dalam pemberian makanan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengembangkan program SEKAR MPASI (Srawung Edukasi Keluarga lan Anak Remen MPASI), sebuah strategi edukasi gizi berbasis multi-media yang mengintegrasikan video resep singkat, booklet ilustratif dengan kode QR, sesi diskusi interaktif “Ngobrol Pawon”, serta lomba kreasi MPASI berbasis pangan lokal. Evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan ibu (skor post-test meningkat dari 82 menjadi 97), keterlibatan keluarga yang lebih aktif, serta partisipasi lomba yang melampaui target. Program ini membuktikan bahwa pendekatan edukasi multi-media yang partisipatif dan berakar pada budaya lokal dapat meningkatkan praktik MPASI tepat gizi serta layak diintegrasikan ke dalam kegiatan rutin posyandu. &nbsp

    Desiminasi Inovasi Teknologi Pemanfaatan Oli Bekas Pada Kompor Alternatif: Desiminasi Inovasi Teknologi Pemanfaatan Oli Bekas Pada Kompor Alternatif

    No full text
    Bedasarkan pengamatan pada Kecamatan Alalak desa Semangat dalam dan kecamatan mandastana desa bangkit baru, harga gas LPJ 3 Kg pada bulan Februari 2025 mencapai Rp 40.000/ tabung, harga ini jauh lebih tinggi dari harga eceran yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 18.500/ tabung, tentunya sangat memberatkan bagi masyarakat yang membeli gas dengan selisih harga normalnya, disamping itu yang memicu mahalnya gas 3 Kg ialah, langkanya gas yang dijual pada warung dan agen-agen Lpj. Penggunaan minyak tanah sebagai bahan bakar kompor sudah ditinggalkan oleh masyarakat karena harganya ikut melabung tinggi berkisar Rp 15.000/ Liter, metode kegiatan ada terdiri dari pelaksanaan persiapan dan perencanaan, desain alat dan pembuatan, selanjutnya tim mengadakan sosialisasi dan pelatihan terhadap masyarakat, terakhir implementasi dan monitoring, dengan adanya kegiatan sosialisasi dan penyuluhan tersebut masyarakat dapat belalih pemakaian Gas Lpj ke kompor alternatif berbahan bakar oli bekas, dalam kegiatan tersebut tim membuat pelatihan perakitan alat dan didemonstraasikan langsung kepada masyarakat, antusias masyarakat dalam kegiatan tersebut sangat bagus, terlihat dengan keseriusan mengikuti kegiatan yang kami laksanakan, adapun hasil kuesioner yang telah kami bagikan menunjukan 73% mereka menilai Sangat Puas, dan penilaian puas 23% sementara 0% kurang puas, penilaian ini dengan jumlah 30 orang masyarakat, harapan kepala desa bangkit baru.Bedasarkan pengamatan pada Kecamatan Alalak desa Semangat dalam dan kecamatan mandastana desa bangkit baru, harga gas LPJ 3 Kg pada bulan Februari 2025 mencapai Rp 40.000/ tabung, harga ini jauh lebih tinggi dari harga eceran yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 18.500/ tabung, tentunya sangat memberatkan bagi masyarakat yang membeli gas dengan selisih harga normalnya, disamping itu yang memicu mahalnya gas 3 Kg ialah, langkanya gas yang dijual pada warung dan agen-agen Lpj. Penggunaan minyak tanah sebagai bahan bakar kompor sudah ditinggalkan oleh masyarakat karena harganya ikut melabung tinggi berkisar Rp 15.000/ Liter, metode kegiatan ada terdiri dari pelaksanaan persiapan dan perencanaan, desain alat dan pembuatan, selanjutnya tim mengadakan sosialisasi dan pelatihan terhadap masyarakat, terakhir implementasi dan monitoring, dengan adanya kegiatan sosialisasi dan penyuluhan tersebut masyarakat dapat belalih pemakaian Gas Lpj ke kompor alternatif berbahan bakar oli bekas, dalam kegiatan tersebut tim membuat pelatihan perakitan alat dan didemonstraasikan langsung kepada masyarakat, antusias masyarakat dalam kegiatan tersebut sangat bagus, terlihat dengan keseriusan mengikuti kegiatan yang kami laksanakan, adapun hasil kuesioner yang telah kami bagikan menunjukan 73% mereka menilai Sangat Puas, dan penilaian puas 23% sementara 0% kurang puas, penilaian ini dengan jumlah 30 orang masyarakat, harapan kepala desa bangkit baru

    Pengembangan Aplikasi E-Commerce Disertai fitur Appointment untuk Memasarkan Produk Perikanan di Desa Rejosari

    Get PDF
    Desa Rejosari memiliki potensi budidaya perikanan yang besar, namun pemasaran hasil panen masih mengandalkan jalur tradisional sehingga jangkauan konsumen terbatas, media promosi online belum terintegrasi, dan proses transaksi seringkali tidak efisien akibat komunikasi yang tidak terstruktur. Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi e-commerce berbasis website dengan fitur appointment untuk mempermudah pemasaran produk perikanan, memperluas pangsa pasar, serta memfasilitasi penjadwalan pertemuan antara pemilik tambak dan pengepul di desa Rejosari. Metodologi pengabdian masyarakat di desa Rejosari ini dimulai dari perumusan masalah di mitra, penyusunan program rencana kerja, sosialisasi dan pelatihan, serta monitoring dan evaluasi. Fitur yang tersedia diantaranya katalog produk, manajemen stok real-time, pencarian lokasi Pengepul, keranjang belanja, dan appointment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ini berhasil menjembatani kesenjangan informasi antara penjual dan pembeli, meningkatkan transparansi harga dan ketersediaan produk, serta mendorong adopsi teknologi digital di kalangan pelaku usaha perikanan lokal. Aplikasi ini juga memfasilitasi koordinasi yang lebih baik melalui sistem penjadwalan terstruktur, dan mengurangi miskomunikasi dalam transaksi.Desa Rejosari memiliki potensi budidaya perikanan yang besar, namun pemasaran hasil panen masih mengandalkan jalur tradisional sehingga jangkauan konsumen terbatas, media promosi online belum terintegrasi, dan proses transaksi seringkali tidak efisien akibat komunikasi yang tidak terstruktur. Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi e-commerce berbasis website dengan fitur appointment untuk mempermudah pemasaran produk perikanan, memperluas pangsa pasar, serta memfasilitasi penjadwalan pertemuan antara pemilik tambak dan pengepul di desa Rejosari. Metodologi pengabdian masyarakat di desa Rejosari ini dimulai dari perumusan masalah di mitra, penyusunan program rencana kerja, sosialisasi dan pelatihan, serta monitoring dan evaluasi. Fitur yang tersedia diantaranya katalog produk, manajemen stok real-time, pencarian lokasi Pengepul, keranjang belanja, dan appointment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ini berhasil menjembatani kesenjangan informasi antara penjual dan pembeli, meningkatkan transparansi harga dan ketersediaan produk, serta mendorong adopsi teknologi digital di kalangan pelaku usaha perikanan lokal. Aplikasi ini juga memfasilitasi koordinasi yang lebih baik melalui sistem penjadwalan terstruktur, dan mengurangi miskomunikasi dalam transaks

    Aplikasi Model Gompertz pada Pertumbuhan Saccharomyces cerevisiae (Bakery Yeast)

    Get PDF
    Glukosa merupakan nutrisi yang sangat penting bagi pertumbuhan Saccharomyces cerevisiae. Kecukupan glukosa menjadi faktor yang sangat penting didalam menjamin pertumbuhan, dan model persamaan matematis antara kecukupan gula dengan pertumbuhan mikroorganisme perlu dilihat untuk menentukan pola pertumbuhaan. Pertumbuhan Saccharomyces cerevisiae, dapat digambarkan pada suatu kurva yang didalamnya terdapat fase pertumbuhan yaitu lag, eksponensial, stasionary dan kematian. Untuk menganalisa laju pertumbuhan Saccharomyces cerevisiae dapat dilakukan dengan aplikasi model matematika salah satunya adalah model Gompertz. Pada penelitian ini dilakukan proses inokulasi Saccharomyces cerevisiae pada media PDB (Potatoes Dextrose Broth) dengan konsentrasi larutan gula 0,5% dan 2%, kemudian diinokulasikan  dengan metode spread plate pada medium PDA (Potatoes Dextrose Agar), dan dihitung jumlah koloni yang terbentuk. Hasil penghitungan jumlah koloni selanjutnya dilakukan analisa pertumbuhannya dengan model Gompertz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Gompertz dapat menggambarkan laju pertumbuhan Saccharomyces cerevisiae pada media dengan konsentrasi gula 0,5% dan 2%, dan didapatkan nilai laju pertumbuhan maksimum 0,568236 dan 0,434101 serta nilai R2 sebesar 0,9888 dan 0,9875. Nilai R2 tersebut menunjukkan bahwa kesesuaian model tersebut sangat kuat

    Optimalisasi Karakteristik Biodegradable Foam Menggunakan Selulosa Daun Kelapa Sebagai Penguat dan Variasi Jenis Pati Sebagai Pengikat

    Get PDF
    Penggunaan kemasan styrofoam konvensional menimbulkan permasalahan lingkungan karena sifatnya yang sulit terurai secara alami. Selain itu, polistirena sebagai bahan utama styrofoam berpotensi melepaskan senyawa berbahaya, seperti styrene, yang dapat bermigrasi ke dalam pangan dan bersifat toksik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alternatif kemasan ramah lingkungan berupa biodegradable foam (biofoam) berbahan dasar alami dengan penambahan selulosa daun kelapa (0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%) dan jenis pati (pati sagu dan kentang). Karakteristik biofoam diuji melalui daya serap air, kuat tarik, kuat tekan, densitas, biodegradasi, dan morfologi menggunakan SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan optimal diperoleh pada kombinasi konsentrasi selulosa 20% dengan pati kentang (A5B2). Biofoam A5B2 memiliki daya serap air rendah (4%) dan densitas terendah (0,666 g/cm3), serta menunjukkan peningkatan seifat mekanis dengan kuat tarik sebesar 0,417 N/mm2 dan kuat tekan 0,032 N/mm2. Selain itu, laju biodegradasi biofoam A5B2 tertinggi yaitu 18,446%. Hasil uji SEM memperlihatkan bahwa biofoam tanpa selulosa (A1B1 dan A1B2) memiliki rongga besar dengan distribusi pori tidak merata, sedangkan biofoam pada perlakuan optimal (A5B1 dan A5B2) menunjukkan struktur yang lebih rapat dan padat, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan sifat fisik dan mekanis

    Implementasi Smart Health Platform di Wuhan, Hubei: Infrastruktur, Standarisasi Data, dan Tantangan Teknis

    Get PDF
    The advancement of information technology has accelerated the transformation of healthcare services through the Smart Health Platform (SHP), designed to improve quality, efficiency, and system integration. In Wuhan, Hubei, SHP implementation faces challenges that must be addressed to achieve digital health objectives. Key issues involve infrastructure, data standardization, and technical factors. Infrastructure limitations such as network capacity, server capability, and inter-facility integration remain barriers. Data standardization is hindered by variations in formats and inconsistencies across hospitals, complicating information exchange. Technical challenges include data security, system interoperability, and human resource readiness. This study analyzes the influence of these factors on SHP effectiveness using a quantitative descriptive method. A Likert-scale questionnaire was distributed to 424 active users, and data were analyzed with descriptive statistics and multiple linear regression. Results show that all three variables significantly affect SHP effectiveness (R² = 0.507; p < 0.05). Infrastructure and data standardization contribute positively, while technical challenges exert a negative effect. The study concludes that strengthening infrastructure, harmonizing data, and enhancing human resource capacity are critical to ensuring the success of integrated digital healthcare systems.Perkembangan teknologi informasi mendorong transformasi layanan kesehatan melalui penerapan Smart Health Platform (SHP) yang bertujuan meningkatkan mutu, efisiensi, dan keterpaduan sistem. Di Wuhan, Hubei, implementasi SHP menghadapi berbagai tantangan yang perlu dianalisis agar tujuan digitalisasi kesehatan dapat tercapai. Permasalahan utama mencakup infrastruktur, standarisasi data, dan aspek teknis. Dari sisi infrastruktur, keterbatasan jaringan, kapasitas server, serta integrasi antar fasilitas masih menjadi hambatan. Dari aspek standarisasi data, perbedaan format dan konsistensi antar rumah sakit menyulitkan pertukaran informasi. Sementara itu, tantangan teknis mencakup keamanan data, interoperabilitas sistem, dan kesiapan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh infrastruktur, standarisasi data, dan tantangan teknis terhadap efektivitas penggunaan SHP di Wuhan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan survei kuesioner berbasis skala Likert kepada 424 responden pengguna aktif. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap efektivitas SHP (R² = 0,507; p < 0,05). Infrastruktur dan standarisasi data memberikan pengaruh positif, sedangkan tantangan teknis berpengaruh negatif. Kesimpulannya, penguatan infrastruktur, harmonisasi data, dan peningkatan kapasitas SDM diperlukan untuk mendukung keberhasilan sistem kesehatan digital terpadu

    Hubungan Pola Makan Dengan Status Gizi dan Kadar Asam Urat Pada Remaja

    Get PDF
    Provinsi Maluku merupakan salah satu provinsi dengan prevalensi asam urat aling tinggi dari prevalensi rata-rata nasional, dimana terjadi peningkatan mencapai angka 8,9% sedangkan dari diagnosis dan gejala meningkat mencapai angka 18,8 %. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa penderita asam urat meningkat setiap tahunnya di dunia. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional study. Subjek penelitian merupakan remaja 19-25 tahun berjumlah 203 orang. Sampel dihitung dengan menggunakan jumlah sampel minimal yaitu 30 orang yang dipilih dengan purposive sampling. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah status gizi dan kadar asam urat. Variabel independen adalah pola makan yang terdiri dari jumlah asupan purin, jenis makanan tinggi purin dan frekuensi makan. Berdasarkan hasil penelitian, responden paling banyak berada pada umur 20 tahun (46.7%) dan berjenis kelamin perempuan (86.7%). Nilai p pada hubungan jumlah makan dengan status gizi yaitu 0.409, hubungan jenis makan dengan status gizi 0.823 dan hubungan frekuensi makan dengan status gizi 0.269. Nilai p pada hubungan jumlah makan dengan kadar asam urat yaitu 0.681, hubungan jenis makan dengan kadar asam urat 0.321 dan hubungan frekuensi makan dengan kadar asam urat 0.014. Kesimpulannya tidak hubungan pola makan dengan status gizi, tapi terdapat hubungan antara frekuensi makan dengan kadar asam urat

    Efektivitas Kebijakan Label Gizi terhadap Perilaku Konsumsi dan Metabolisme Energi: Tinjauan Literatur

    Get PDF
    Label gizi merupakan instrumen kebijakan kesehatan masyarakat yang bertujuan memberikan informasi nilai gizi suatu produk untuk membantu konsumen membuat keputusan makanan yang lebih sehat. Literatur menunjukkan bahwa label gizi berperan dalam mengurangi konsumsi makanan tinggi kalori, gula, garam, dan lemak yang berhubungan dengan gangguan metabolisme energi, obesitas, dan penyakit tidak menular. Tinjauan literatur ini bertujuan mengevaluasi efektivitas kebijakan label gizi terhadap perubahan perilaku konsumsi dan implikasinya terhadap metabolisme energi. Pencarian artikel dilakukan melalui database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci nutrition labeling, consumer behavior, energy metabolism, dan food policy, dengan rentang publikasi tahun 2010–2024. Dari 236 artikel yang teridentifikasi, 22 studi memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis. Hasil menunjukkan bahwa penerapan label gizi, terutama front-of-pack labeling (FoPL) seperti Nutri-Score dan Traffic Light Label, meningkatkan pemahaman konsumen terhadap nilai gizi produk dan menurunkan pembelian pangan berkalori tinggi. Beberapa studi intervensi menunjukkan bahwa label gizi mampu menurunkan asupan energi harian konsumen sebesar 6–13% dan meningkatkan pemilihan makanan rendah lemak dan tinggi serat. Selain itu, keberadaan label turut mendorong industri melakukan reformulasi produk menjadi lebih sehat. Kesimpulan dari review ini adalah bahwa kebijakan label gizi memiliki efektivitas dalam memengaruhi perilaku konsumsi dan mendukung keseimbangan metabolisme energi, namun keberhasilannya dipengaruhi oleh literasi gizi, desain label, dan dukungan edukasi kesehatan masyarakat.

    The Sanitation and Hygiene Assessment on the Feasibility of Crispy Anchovy Processing at Y UMKM Situbondo: Sanitation and Hygiene Assessment on the Feasibility of Crispy Anchovy Processing at Y UMKM Situbondo

    No full text
    Sanitation and hygiene are important issues that must be considered in the food processing industry. Currently, there are many micro, small, and medium enterprises (UMKM) in East Java, especially in the food processing sector. However, the implementation of sanitation and hygiene in some UMKM is still rarely considered. UMKM Y is one of the UMKM engaged in the food processing industry based on fisheries. This study aims to assess the feasibility of the processing process based on the implementation of sanitation and hygiene according to Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP). The observation of the fisheries processing process was conducted directly at UMKM Y using observation and interviews with relevant parties. The observation results indicate that the location, buildings, sanitation and hygiene facilities for the process and employees at UMKM Y are categorized as sufficiently meeting the Good Manufacturing Process (GMP) standards. The final products produced at UMKM Y were not detected to contain Escherichia coli contamination. Therefore, UMKM Y is deemed suitable to conduct food processing, particularly for fishery products

    Perbandingan Kualitas Sensori Donat yang Dibuat dengan Pengembang Alami dan Sintetis: Comparison of Sensory Quality of Donuts Made with Natural and Synthetic Leavening Agents

    Get PDF
    Donat merupakan salah satu makanan selingan atau kudapan yang cukup popular di Indonesia. Pada umumnya donat terbuat dari tepung, telur,gula dan air serta ditambahkan bahan pengembang yaitu ragi. Ragi yang biasa digunakan adalah ragi instan. Mengingat bahaya yang ditumbulkan dari ragi instan ini maka pada penelitian ini dilakukan percobaan membuat donat dengan menggunakan ragi alami dari mentimun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen yang merupakan metode kuantitatif, digunakan untuk mengetahui pengaruh variable independen (treatment/perlakuan) terhadap variable dependen (hasil) dalam kondisi yang terkendalikan.Beberapa indokator yang diuji dengan uji hedonik pada penelitian ini meliputi tingkat kesukaan terhadap kualitas bentuk, tekstur, rasa dan aroma. Data pada penelitian ini mengenai kualitas sensori donat dengan pengembang yang berbeda telah dilakukan sebanyak 3x pengulangan dengan 4 perlakuan yang berbeda yaitu : perlakuan dengan ragi instan (X0), penggunaan ragi alami sebanyak 20% (X1), penggunaan ragi alami Hasil uji sensori bentuk (berlobang ditengah) pada uji jenjang hasil terbaik terdapat pada X2 (2,96) dengan kategori tekstur berpori. Hasil uji hedonik kualitas donat dengan penggunaan pengembang yang berbeda hasil terbaik terdapat pada X1 (3,23) dengan kategori suka

    1,597

    full texts

    2,290

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Access Jurnal Politeknik Negeri Jember
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇