Open Access Jurnal Politeknik Negeri Jember
Not a member yet
    2290 research outputs found

    Pengaruh Pemberian Cookies Kedelai Kunyit Zaitun Terhadap Kadar HDL dan LDL Pada Tikus Jantan Galur Wistar Dislipidemia

    Get PDF
    Dislipidemia adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan kadar kolesterol total, kolesterol LDL, trigliserida atau kolesterol HDL yang tidak normal. Kunyit dan kedelai mengandung flavonoid yang dapat meningkatkan profil lipid dalam darah dengan cara meningkatkan aktivitas LCAT (Lecithin Cholesterol Acyltransferase). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian cookies kedelai kunyit zaitun terhadap kadar kolesterol HDL dan LDL pada tikus Wistar dislipidemia. Penelitian ini merupakan penelitian True Exsperimental dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design. 24 ekor tikus Wistar jantan dengan berat 150-250 gram dan berusia 2-3 bulan dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok kontrol negatif (K-) menerima pakan standar Rat Bio (20 gram/tikus/hari) dan minum ad libitum. Kelompok kontrol positif (K+) diberi pakan tinggi lemak yang dimodifikasi, termasuk injeksi intravena adrenalin 0,006 mg/200 gBB pada hari pertama, diikuti dengan kuning telur bebek (5 g/gBB) secara oral selama 14 hari, dan kemudian lemak sapi (2 g), kuning telur puyuh (1 g), dan mentega (2 g) secara oral. Kelompok intervensi (P) menerima diet tinggi lemak, minum ad libitum, dan cookies kedelai kunyit zaitun 21,7 g/tikus/hari. Kadar HDL dan LDL darah sebelum intervensi adalah homogen (p>0,05). Kelompok intervensi (P) menunjukkan penurunan kadar kolesterol LDL yang lebih rendah yaitu sebesar 2,8 ± 5,7 (p>0,05) dan peningkatan kadar kolesterol HDL yang lebih rendah yaitu sebesar 2,00 ± 3,752 (p>0,05). Oleh karena itu, pemberian cookies kedelai kunyit zaitun tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kadar HDL dan LDL darah pada tikus Wistar dislipidemia

    Desain Alat Peraga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan Konfigurasi Stand-Alone Photovoltaic (SAPV) sebagai Media Penunjang Kegiatan Praktikum di Laboratorium

    Get PDF
    Acara praktikum solar home system pada mata kuliah Teknik Tenaga Surya belum berjalan optimal karena keterbatasan alat peraga yang terintegrasi sehingga mahasiswa kesulitan memahami prinsip kerja sistem PLTS secara menyeluruh. Hal ini menurunkan efektivitas pembelajaran, partisipasi aktif, serta kreativitas mahasiswa, sehingga tujuan pembelajaran sulit dicapai secara maksimal. Dari hasil penelitian ini telah didesain alat peraga PLTS berbasis konfigurasi Stand-Alone Photovoltaic (SAPV) yang terintegrasi untuk mendukung kegiatan kuliah praktik Teknik Tenaga Surya dan diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap instalasi listrik modern serta prinsip kerja PLTS secara langsung. Berdasarkan hasil pengujian, sistem fotovoltaik mandiri (SAPV) ini bekerja sesuai prinsipnya, yaitu dari modul surya menghasilkan listrik DC dari matahari, daya DC disimpan dalam baterai melalui SCC, lalu dari baterai masuk ke charge controller dan selanjutnya melewati power inverter untuk disalurkan ke beban AC. Dengan demikian, alat peraga ini siap dipakai sebagai media penunjang pada praktikum solar home system di laboratorium Listrik dan Pembangkitan Daya

    Web Platform for Automated Detection of Abnormal Red Blood Cells Using Computer Vision

    Get PDF
    Accurate identification of red blood cell (RBC) morphological abnormalities is essential for anemia screening and hematological assessment; however, manual microscopic examination remains time-consuming, subjective, and highly dependent on expert availability. While recent deep learning studies have demonstrated promising accuracy in RBC classification, many focus primarily on model performance without addressing practical deployment constraints or system-level integration for routine laboratory use. In this study, a web-based prototype system for automated RBC abnormality classification is proposed using a lightweight MobileNetV2 architecture. The dataset consisted of 1,320 microscopic blood smear images collected from Klinik & Laboratorium Parahita in Jember and Surabaya, covering six RBC categories with balanced class distribution. All images were anonymized and verified by a certified clinical pathologist prior to use. The model was trained using transfer learning and evaluated on a held-out test set to assess generalization performance. The proposed model achieved a test accuracy of 89.77%, with consistent precision, recall, and F1-score across classes, indicating reliable multi-class classification performance. Analysis of misclassified samples revealed uncertainty primarily between morphologically similar RBC types, reflected by lower confidence scores. These results demonstrate that lightweight deep learning models can provide effective and efficient support for RBC morphology analysis when integrated into an accessible web-based system. The proposed approach contributes a deployment-oriented diagnostic support tool that has the potential to assist laboratory professionals by improving screening efficiency and consistency while preserving clinical oversight

    PERBAIKAN DESAIN KEMASAN KERIPIK SINGKONG MENGGUNAKAN METODE KANSEI ENGINEERING (Studi Kasus di UD. Fauzi Jaya Kabupaten Jember): Improvement Of Cassava Chips Packaging Design Using Kansei Engineering Method (Case Study at UD. Fauzi Jaya Jember Regency)

    Get PDF
    Keripik singkong merupakan salah satu makanan ringan tradisional yang banyak digemari. Jenis keripik dan dan cara mengolah dibeberapa daerah terkadang bervariasi. Pada UMKM Fauzi Jaya ini memiliki beberapa masalah yaitu bagaimana cara agar menarik konsumen baru untuk membeli produk keripik singkong Fauzi Jaya dan tetap menjaga keamanan keripik singkong pada kemasan. Upaya yang dapat dilakukan oleh peneliti adalah dengan melakukan inovasi desain pada kemasan agar lebih menarik dengan menggunakan metode Kansei Engineering. Perancangan ulang kemasan keripik singkong menggunakan pendekatan metode kansei engineering yang dilakukan melalui kuisioner. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini ialah dengan mengidentifikasi spesifikasi desain kemasan yang diinginkan oleh konsumen dan memberikan usulan desain kemasan yang baru. Hasil pada penelitian ini didapatkan 8 kata kansei melalui kuisioner yaitu rapi, estetik, cerah, menarik, praktis, mewah, awet, aman yang mewakili kata-kata yang tepat dengan mempertimbangkan produk yang ditawarkan. Hasil analisis konjoin berdasarkan kategori yang berhubungan erat dengan masing-masing kansei word adalah konsep desain yaitu bahan plastik, bentuk sentralisil, informatif, dan varian warna cerah

    Mapping Adolescents Vulnerable to Early Marriage Using K-Means Clustering: Strategies for Nutrition Prevention

    Get PDF
    Early marriage remains a critical public health concern with significant implications for adolescent reproductive health, nutrition, and socio-economic well-being. Adolescents who marry before reaching maturity face higher risks of malnutrition, anemia, and obstetric complications, while their children are more likely to experience low birth weight, stunting, and delayed development. Beyond health effects, early marriage limits educational attainment and employment opportunities, reinforcing intergenerational cycles of poverty. In Jember Regency, early marriage contributes to elevated Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR), emphasizing the need for evidence-based prevention efforts. This study aimed to classify adolescents’ vulnerability to early marriage using the K-Means Clustering algorithm. A total of 30 adolescents aged 15–18 years from Karangpring Village, Sukorambi District, participated. Most respondents were 16 years old (53%), female (87%), and of Javanese ethnicity (90%). Data collected included demographics, as well as knowledge, attitudes, behaviors, and intentions related to early marriage. K-Means analysis generated three clusters: high-risk (30%), defined by limited knowledge, permissive attitudes, supportive behaviors, and strong intentions to marry early; moderate-risk (47%), showing average knowledge, mixed attitudes and behaviors, and situational intentions; and low-risk (23%), marked by better knowledge, rejecting attitudes toward early marriage, education-supportive behaviors, and minimal intentions. These findings show that cluster analysis offers a systematic approach to identifying adolescent vulnerability profiles. Such evidence is essential for guiding targeted, context-specific interventions to reduce early marriage and mitigate its health and social consequences

    Pemberdayaan TEFA Inovasi Kesehatan (V-Kes) melalui Pelatihan Rekam Medis Elektronik bagi Tenaga Kesehatan di Kabupaten Jember

    Get PDF
    The uneven understanding and skills of health workers in the use of Electronic Medical Records (EMR) at the primary care level, especially in the Jember Regency, is a fundamental problem that hinders the acceleration of digital transformation in the health sector. This condition is further complicated by the mandatory implementation of EMR in accordance with Ministry of Health regulations, which also covers independent health worker practices, which are not yet fully understood and optimally responded to in the field. Additionally, access to practical and applicable EMR training remains limited, while the role of the Teaching Factory for Health Innovation (V-KES) as a digital health training center has not been fully utilized. The lack of post-training assistance has contributed to difficulties in implementing RME in daily practice, compounded by a low level of understanding of the urgency of transitioning from manual to digital systems, which affects the mental and technical readiness of health workers. Therefore, the solutions offered include 1) Conducting RME training based on hands-on practice, 2) Provision of modules or pocket books, dissemination of regulations in infographic or short video formats, 3) Utilization of the V-KES Teaching Factory as a simulation training center with Ministry of Health standard software, involvement of academic facilitators and health IT practitioners, as well as continuous online and offline assistance. This program will also be accompanied by strengthening the V-KES curriculum and promoting a digital mindset shift to support the full readiness of independent healthcare practitioners in implementing a nationally integrated RME system

    EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA SISWA SEKOLAH DI KABUPATEN MALANG MELALUI BUKU MEWARNAI

    Get PDF
    Pengabdian kepada Masyarakat ini berfokus pada sekolah di Kabupaten Malang, khususnya Sekolah Dasar (SD) yang ada di Desa Purwoasri dan Wonorejo Kecamatan Singosari. Edukasi PHBS di sekolah ini menggunakan buku mewarnai, sebagai media pembelajaran yang edukatif dan interaktif. Tranfer IPTEK dilakukan dengan metode ceramah dan mewarnai bersama buku mewarnai, menyampaikan maam-macam PHBS yang dapat dilakukan oleh siswa selama berada di sekolah. Hasil kegiatan digambarkan dari adanya peningkatan yang cukup signifikan pada pemahaman siswa terkait PHBS di sekolah melalui hasil post-test (rata-rata 97,2%) jika dibandingkan dengan pre-test (rata-rata 53,2%), dimana keduanya diukur secara langsung menggunakan pertanyaan terbuka pada siswa ketika melakukan transfer IPTEK.Pengabdian kepada Masyarakat ini berfokus pada sekolah di Kabupaten Malang, khususnya Sekolah Dasar (SD) yang ada di Desa Purwoasri dan Wonorejo Kecamatan Singosari. Edukasi PHBS di sekolah ini menggunakan buku mewarnai, sebagai media pembelajaran yang edukatif dan interaktif. Tranfer IPTEK dilakukan dengan metode ceramah dan mewarnai bersama buku mewarnai, menyampaikan maam-macam PHBS yang dapat dilakukan oleh siswa selama berada di sekolah. Hasil kegiatan digambarkan dari adanya peningkatan yang cukup signifikan pada pemahaman siswa terkait PHBS di sekolah melalui hasil post-test (rata-rata 97,2%) jika dibandingkan dengan pre-test (rata-rata 53,2%), dimana keduanya diukur secara langsung menggunakan pertanyaan terbuka pada siswa ketika melakukan transfer IPTEK. &nbsp

    Penerapan Digital Marketing Pada UMKM Batik Tegal Ampel Kabupaten Bondowoso Untuk Meningkatkan Daya Saing dan Akses Pasar

    Get PDF
    Penerapan Digital Marketing Bagi Pengrajin UMKM Batik Tegal Ampel Bondowoso merupakan upaya untuk meningkatkan daya saing dan akses pasar melalui strategi pemasaran berbasis digital.  UMKM Batik Tegal Ampel merupakan salah satu UMKM di Kabupaten Bondowoso yang memiliki peran penting dalam ikut serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pengembangan usaha daerah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi bagi pelaku UMKM Batik Tegal Ampel dalam memanfaatkan platform digital seperti media sosial, online marketplace, dan profil perusahaan untuk memperluas jangkauan konsumen. Metode yang digunakan melibatkan survei awal untuk mengidentifikasi tantangan pemasaran, pelatihan penggunaan media sosial, serta pendampingan dalam pembuatan konten digital dan katalog produk. Hasil menunjukkan bahwa digital marketing tidak hanya memudahkan konsumen dalam berbelanja secara fleksibel, tetapi juga meningkatkan penjualan dan kesadaran merek batik lokal. Selain itu, pemanfaatan alat bantu produksi berbasis kreativitas, seperti canting dari bahan daur ulang, turut mendukung efisiensi proses bisnis. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi teknologi digital mampu mengatasi keterbatasan aksesibilitas fisik dan memperkuat posisi UMKM Batik Tegal Ampel di pasar modern.Penerapan Digital Marketing Bagi Pengrajin UMKM Batik Tegal Ampel Bondowoso merupakan upaya untuk meningkatkan daya saing dan akses pasar melalui strategi pemasaran berbasis digital. UMKM Batik Tegal Ampel merupakan salah satu UMKM di Kabupaten Bondowoso yang memiliki peran penting dalam ikut serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pengembangan usaha daerah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi bagi pelaku UMKM Batik Tegal Ampel dalam memanfaatkan platform digital seperti media sosial, online marketplace, dan profil perusahaan untuk memperluas jangkauan konsumen. Metode yang digunakan melibatkan survei awal untuk mengidentifikasi tantangan pemasaran, pelatihan penggunaan media sosial, serta pendampingan dalam pembuatan konten digital dan katalog produk. Hasil menunjukkan bahwa digital marketing tidak hanya memudahkan konsumen dalam berbelanja secara fleksibel, tetapi juga meningkatkan penjualan dan kesadaran merek batik lokal. Selain itu, pemanfaatan alat bantu produksi berbasis kreativitas, seperti canting dari bahan daur ulang, turut mendukung efisiensi proses bisnis. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi teknologi digital mampu mengatasi keterbatasan aksesibilitas fisik dan memperkuat posisi UMKM Batik Tegal Ampel di pasar modern

    Students' perception of the SCAMPER technique on creative writing skill: A case study of an ESP class

    Get PDF
    Creativity plays a crucial role in innovation, problem-solving, and both individual and societal advancement, enabling individuals to generate novel ideas, develop effective solutions, and approach challenges with adaptability. The SCAMPER technique is used to foster creative and innovative thinking, providing a structured method for idea generation and refinement. SCAMPER encompasses seven creative strategies: Substitute, Combine, Adapt, Modify, Put to Another Use, Eliminate, and Reverse. This study examines students' perceptions of SCAMPER in developing creative writing skills within English for Specific Purposes (ESP) classes. A qualitative case study method was employed, involving second-semester students from the Informatics Engineering Study Program enrolled in Intermediate English courses. Data collection methods included semi-structured interviews and questionnaires, providing insights into students’ experiences with SCAMPER in writing procedural texts. The findings reveal that the SCAMPER technique enhances creativity, cognitive flexibility, and innovation in writing, enabling students to produce varied and explorative texts. Furthermore, the approach supports critical thinking and deeper idea exploration. Although some students struggled with adapting to the creative thinking process, the overall response to SCAMPER was positive, highlighting its potential as an effective tool in ESP learning environments

    The Technology integration into English teaching at a vocational school in Indonesia: Benefits and challenges to introducing the Global English Paradigm

    No full text
    This qualitative study explores how Indonesian vocational school teachers integrate digital technology into English language teaching (ELT) and whether such practices align with the Global Englishes (GE) paradigm. Framed by Global Englishes theory, language ideology, and Technology-Enhanced Language Learning, the research addresses two core questions: (1) How is technology currently integrated into English teaching in vocational schools? and (2) What are the benefits and challenges faced by teachers in using technology to support the GE paradigm? .Data from interviews with four teachers in Jember, East Java, reveal that while tools like YouTube, WhatsApp, and Canva are widely used, their application tends to reinforce traditional norms rather than expose students to diverse English varieties. Challenges include exam-focused curricula, limited training, and native-speaker biases. The study proposes the Techno-Pedagogical Global Englishes (TPGE) framework to analyze how technology can both support and constrain GE-based pedagogy. Findings highlight the need for reflective teacher training and curricular reform to promote more inclusive, real-world English learning

    1,597

    full texts

    2,290

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Access Jurnal Politeknik Negeri Jember
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇