Open Access Jurnal Politeknik Negeri Jember
Not a member yet
    2290 research outputs found

    Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Terhadap Kandungan Kombucha Daun Kecapi (Sandoricum koetjape): The Effect of Fermentation Time on The Content of Kombucha From Sentul Leaves (Sandoricum koetjape)

    Get PDF
    Kombucha was a fermented beverage that contained various metabolite compounds beneficial to health. The content of these compounds was influenced by the duration of fermentation and the type of raw materials used. Sentul leaves (Sandoricum koetjape) had the potential to be used as a raw material for kombucha because they were rich in metabolite compounds. This study aimed to determine the effect of fermentation duration on the content of sentul leaf kombucha. The sentul leaf kombucha was fermented for 6, 7, 8, 9, and 10 days. The analyzed parameters included total phenol, pH, vitamin C, alcohol content, and organoleptic tests such as hedonic and quality score tests. Sentul leaf kombucha fermented for 7 days produced a total phenol content of 66.19 mg GAE/g, vitamin C content of 0.25 g/100 ml, a pH value of 3.43, and an alcohol content of 0.03013%. The organoleptic test with 35 untrained panelists showed that the 7-day fermented kombucha was moderately liked, with a brown color and a slightly sour aroma. The results of this study showed that the duration of fermentation affected the content of sentul leaf kombucha, with 7 days being the best fermentation time

    Analisis Karakteristik Pengolahan Ikan Asin Jambal Roti, Studi Kasus Di Home Industri Teh Iti, Pangandaran: Analysis Of Processing Characteristics Of Salted Jambal Roti Fish, A Case Study In Teh Iti Home Industry, Pangandaran

    Get PDF
    Ikan asin jambal roti adalah produk olahan yang terbuat dari bahan baku ikan manyung. Istilah jambal roti digunakan karena tekstur dagingnya yang mudah hancur setelah digroreng dan aromanya yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengolahan ikan asin jambal roti pada UMKM teh Iti di Pangandaran, Jawa Barat. UMKM ini sangat penting untuk memanfaatkan sumber daya lokal dan meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan teknik pengambilan data meliputi observasi, wawancara serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan ikan asin jambal roti masih dilakukan secara tradisional meliputi pembersihan, penggaraman hingga penjemuran dengan menggunakan alat sederhana dan bahan baku utama berupa ikan manyung

    Analisis Biaya Pembuatan Got Mujur Secara Manual dan Mekanis Menggunakan Ditcher untuk Budidaya Tebu Di PG. Madukismo Yogyakarta: Cost Analysis of Manual and Mechanical Trenching Using Ditcher for Sugarcane Cultivation at PG. Madukismo Yogyakarta

    Get PDF
    Tebu merupakan bahan baku dalam pembuatan gula. Tingkat produktifitas tebu dapat terjaga apabila kebutuhan air tercukupi. Got memiliki peran untuk mengalirkan air dan mencegah terjadinya genangan. Pembuatan got mujur dibagi menjadi dua, secara manual dan mekanis. Pembuatan secara manual atau tradisional menggunakan cangkul dan lempak sedangkan secara mekanis menggunakan traktor Jhon Deere 5715 dan Ditcher Dondi DMR 25 B. Ditcher adalah alat baru di PG. Madukismo sehingga belum memiliki perhitungan biaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan metode yang lebih efisien dari segi waktu dan biaya dalam pembuatan got mujur pada budidaya tebu. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah perhitungan kapasitas kerja aktual, biaya tetap, biaya tidak tetap dan biaya pokok. Hasil analisis, biaya yang harus dikeluarkan pada pembuatan got mujur secara manual sebesar Rp. 1.316.000/ha dan secara mekanis adalah Rp. 394.648/ha Waktu pembuatan got mujur secara mekanis lebih efisien 98% daripada pembuatan got mujur secara manual. Biaya pembuatan got secara mekanis lebih ekonomis 71% dari pembuatan got mujur secara manual. Biaya pembuatan got mujur mekanis akan lebih murah jika diaplikasikan pada lahan dengan skala ≥ 71 ha, dan jika lahan ≤ 71 ha maka akan lebih murah pembuatan got mujur secara manual

    Adaptive E-Learning: A systematic review of interactive and flexible learning aligned with student styles

    Get PDF
    The development of digital technology and the popularity of the internet have made e-learning an increasingly popular learning method to support the dissemination of knowledge in interactive e-learning systems. However, currently, multimedia content-based e-learning systems are still under-explored, and most e-learning system models are not yet adaptive. On the other hand, each student has a different learning style when interacting with the content presented to them. The challenges faced if adaptive e-learning is not implemented properly can lead to poor learning outcomes. In this study, a systematic literature review was conducted with the PRISMA framework to study adaptive e-learning. From this study, 6 potential literatures were obtained from 193 literatures in the initial search regarding the implementation of adaptive e-learning systems that can answer global challenges in the future. The main finding of this study is that adaptive e-learning is able to overcome educational gaps in the future because students are increasingly dependent on digital learning systems worldwide. Ease of internet access plays a major role in the emergence of a lifelong learning system that can support students' learning styles. The results of this study can be the basis for further research in detecting students' learning styles as a basis for developing learning materials to support distance learning

    Peningkatan Kapasitas Kader Desa dan Staf Laboratorium untuk Optimalisasi Deteksi Dini Tuberkulosis di Kabupaten Sampang

    No full text
    Indonesia menghadapi tantangan besar dalam deteksi dini Tuberkulosis, terutama di wilayah dengan tingkat deteksi rendah seperti Kabupaten Sampang. Keterbatasan pengetahuan kader desa dan staf laboratorium menjadi hambatan utama dalam meningkatkan deteksi dini TB. Program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader desa dan staf laboratorium melalui pelatihan terstruktur untuk mendukung deteksi dini Tuberkulosis yang lebih efektif. Pelatihan dilakukan dalam dua sesi paralel, yaitu untuk 15 kader desa dan 10 staf laboratorium. Kader desa diberikan pelatihan melalui ceramah dan diskusi kelompok terfokus tentang identifikasi gejala Tuberkulosis dan protokol rujukan. Staf laboratorium dilatih dengan metode ceramah dan praktikum tentang teknik diagnostik menggunakan tes cepat molekuler Tuberkulosis dan pemeriksaan diagnosis mikroskopis Tuberkulosis. Evaluasi pre dan post pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan kader desa serta staf laboratorium. Kader desa mampu mengenali gejala TB lebih dini dan melakukan rujukan yang tepat, sementara staf laboratorium menunjukkan peningkatan keterampilan dalam teknik diagnostik yang lebih akurat. Program ini membuktikan bahwa pemberdayaan komunitas dan pelatihan teknis mampu meningkatkan deteksi dini TB. Model ini dapat diadopsi di wilayah lain yang menghadapi tantangan serupa untuk mendukung eliminasi TB pada tahun 2030.Indonesia menghadapi tantangan besar dalam deteksi dini Tuberkulosis, terutama di wilayah dengan tingkat deteksi rendah seperti Kabupaten Sampang. Keterbatasan pengetahuan kader desa dan staf laboratorium menjadi hambatan utama dalam meningkatkan deteksi dini TB. Program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader desa dan staf laboratorium melalui pelatihan terstruktur untuk mendukung deteksi dini Tuberkulosis yang lebih efektif. Pelatihan dilakukan dalam dua sesi paralel, yaitu untuk 15 kader desa dan 10 staf laboratorium. Kader desa diberikan pelatihan melalui ceramah dan diskusi kelompok terfokus tentang identifikasi gejala Tuberkulosis dan protokol rujukan. Staf laboratorium dilatih dengan metode ceramah dan praktikum tentang teknik diagnostik menggunakan tes cepat molekuler Tuberkulosis dan pemeriksaan diagnosis mikroskopis Tuberkulosis. Evaluasi pre dan post pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan kader desa serta staf laboratorium. Kader desa mampu mengenali gejala TB lebih dini dan melakukan rujukan yang tepat, sementara staf laboratorium menunjukkan peningkatan keterampilan dalam teknik diagnostik yang lebih akurat. Program ini membuktikan bahwa pemberdayaan komunitas dan pelatihan teknis mampu meningkatkan deteksi dini TB. Model ini dapat diadopsi di wilayah lain yang menghadapi tantangan serupa untuk mendukung eliminasi TB pada tahun 2030

    Karakteristik Kemasan Biofoam Berbahan Dasar Pati Umbi Garut dan Selulosa Sekam Padi dengan Penambahan Kitosan: Characteristics of Biofoam Packaging made from Garut Tumber Starch and Rice Husk Cellulose with the addition of Chitosan

    No full text
    Kemasan biofoam merupakan kemasan biodegradable yang menjadi alternatif pengganti kemasan styrofoam, yang merupakan jenis kemasan pangan yang tidak dapat terdegradasi di tanah maupun air. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemasan biofoam berbahasan dasar alami (pati dan selulosa) dengan tambahan kitosan. Penambahan kitosan (1%, 3% dan 5%) dilakukan untuk memperbaiki struktur biofoam dan penghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini menggunakan metode baking, dengan bahan utama yaitu pati garut dan selulosa sekam padi. Uji karakteristik yang dilakukan adalah ketebalan, kecerahan, daya serap air, kuat tarik, antibakteri, biodegradasi, dan analisis FTIR. Hasil penelitian menunjukkan nilai kecerahan dan ketebalan tertinggi terdapat pada kitosan 5% yaitu 93,37%, dan 0,47 mm. Nilai daya serap air terendah pada kitosan 5% sebesar 8,00%. Pengujian kuat tarik tertinggi pada kitosan 5% sebesar 0,22 MPa. Ketahanan terhadap bakteri tertinggi pada kitosan 3% dan 5% memiliki zona hambat 25 mm. Hasil analisis FTIR mengindikasikan kandungan gugus fungsi O-H dan C-O pada biofoam. Biofoam tanpa penambahan kitosan lebih mudah terdegradasi dibanding dengan penambahan kitosan

    Analisis Kualitas Sistem Informasi Akademik Berbasis Website di Universitas Bahauddin Mudhary Madura dengan Pendekatan PIECES Framework: Analysis of the Quality of Website-Based Academic Information Systems at Bahauddin Mudhary Madura University Using the PIECES Framework Approach

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) Universitas Bahauddin Mudhary Madura berdasarkan persepsi kepuasan pengguna (mahasiswa) menggunakan metode PIECES framework. Metode PIECES framework digunakan untuk mengevaluasi enam aspek kualitas sistem informasi, yaitu Performance, Information and Data, Economics, Control and Security, Efficiency, dan Service. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa pengguna SIAKAD. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kualitas SIAKAD saat ini, mengidentifikasi area-area yang memerlukan perbaikan, serta memberikan rekomendasi yang konstruktif untuk pengembangan SIAKAD di masa depan sehingga dapat meningkatkan kepuasan mahasiswa sebagai pengguna. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi Universitas Bahauddin Mudhary Madura dalam meningkatkan kualitas layanan akademik berbasis teknologi informasi

    Tinjauan Sistematis Terhadap Implementasi Rekam Medis Elektronik Pada Pelayanan Rawat Jalan

    No full text
    The implementation of Electronic Medical Records (EMR) in Indonesia presents a strategic opportunity to improve the quality and efficiency of healthcare services by optimizing access to medical information and strengthening coordination among healthcare professionals. However, its implementation still faces major challenges, particularly in terms of data security and workforce readiness. This study aimed to evaluate the benefits, challenges, and impacts of EMR adoption on medical practice and healthcare delivery. The research was conducted using a systematic literature review method with a PRISMA approach. A total of 4,475 articles were identified from four major databases: PubMed, Google Scholar, ScienceDirect, and Scopus. After screening titles, abstracts, and full texts, 10 articles met the inclusion criteria and were further analyzed. The findings indicated that EMR can accelerate access to patient information, enhance coordination among medical teams, and reduce the risk of documentation errors. This review suggests that EMR has significant potential to improve the efficiency, accuracy, and quality of outpatient services. However, the success of its implementation largely depends on technical readiness, human resource capacity, and infrastructure support. Further efforts should focus on improving digital literacy among healthcare workers, strengthening data security, and developing infrastructure to support the optimal implementation of EMR systems.Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) di Indonesia memberikan peluang strategis dalam meningkatkan kualitas dan efisiensi pelayanan kesehatan melalui optimalisasi akses informasi medis dan penguatan koordinasi antar tenaga kesehatan. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan besar, terutama keamanan data dan kesiapan tenaga kerja. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi manfaat, tantangan, dan dampak penerapan RME terhadap praktik kedokteran dan layanan kesehatan. Penelitian dilakukan menggunakan metode tinjauan literatur sistematis dengan pendekatan PRISMA. Sebanyak 4.475 artikel diidentifikasi dari empat database utama: PubMed, Google Scholar, ScienceDirect, dan Scopus. Setelah seleksi berdasarkan judul, abstrak, dan isi penuh, 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil analisis menunjukkan bahwa RME dapat mempercepat akses terhadap informasi pasien, meningkatkan koordinasi tim medis, serta mengurangi risiko kesalahan dokumentasi. Tinjauan ini menunjukkan bahwa RME memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kualitas pelayanan rawat jalan. Namun, keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada kesiapan teknis, kapasitas sumber daya manusia, dan dukungan infrastruktur. Upaya lanjutan perlu difokuskan pada peningkatan literasi digital tenaga kesehatan, penguatan keamanan data, serta pengembangan infrastruktur yang mendukung penerapan sistem RME secara optimal

    Perbandingan Pengolahan Limbah Urin Sapi sebagai Pupuk Organik Cair (POC) dengan Metode Fermentasi Aerob dan Anaerob

    No full text
    Urin sapi merupakan salah satu limbah peternakan yang diproduksi dalam jumlah banyak setiap harinya. Hal ini tentu mempengaruhi kualitas lingkungan sekitar industri peternakan jika tidak ditangani dengan baik. Limbah yang dihasilkan TEFA Sapi Perah Politeknik Negeri Jember juga sangat memerlukan tindakan pengolahan limbah untuk menangani limbah yang dihasilkan oleh ternak sapi perah setiap harinya.  Urin sapi dapat dimanfaatkan dengan cara diolah menjadi pupuk organik cair setelah dicampur dengan bahan tertentu. Pupuk organik cair (POC) merupakan salah satu teknologi inovasi dalam penanganan limbah urin.  Pembuatan pupuk organik cair dapat menggunakan metode fermentasi aerob dan anaerob. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai efektifitas dari metode tersebut dalam pembuatan pupuk organik cair urin sapi. Selain itu penelitian ini diharapkan dapat menjadi titik awal untuk pembuatan produk pupuk organik cair yang dapat diproduksi secara terbatas oleh Laboratorium Teknologi Pakan. Penelitian ini menggunakan 2 perlakuan yaitu metode fermentasi aerob dan anaerob. Pembuatan Pupuk Organik Cair Urine Sapi yang dilakukan baik menggunakan metode fermentasi aerob dan aerob tidak memenuhi standar dari Kementan (2019). Total NPK pada kedua metode tidak memenuhi standar (2-6%) dan pada metode aerob memiliki total bakteri Salmonella yang lebih dari standar (1x102 CFU/g)

    “I am annoyed”: of the Digital Feedback Feature on the ELSA Speak Application

    No full text
    Pronunciation plays a crucial role in effective communication, yet it can be difficult for non-native English speakers due to the complexities of articulating English words. The wide range and complexity of English vowel sounds frequently pose significant challenges for learners. Nevertheless, technological improvements provide useful resources for enhancing English pronunciation, with applications like ELSA Speak serving as effective tools for students to fine-tune their pronunciation skills. This study sought to explore the experiences of undergraduate students with the digital feedback offered by ELSA Speak in relation to pronunciation learning, utilizing a qualitative descriptive methodology. The research was organized around a qualitative descriptive framework and incorporated thematic analysis, featuring a sample of three undergraduate students from the University of Jember. Findings from the data revealed that students encountered diverse experiences with the digital feedback functionality of ELSA Speak, which included instruction on accurate word pronunciation and the provision of instant feedback regarding their pronunciation efforts. Additionally, this digital feedback mechanism offered students three primary types of exercises: pronunciation, intonation, and conversation practice, thereby facilitating enhanced learning and improvement in their pronunciation skills. However, students had issues with the free version of ELSA Speak, claiming the inability to use certain activities due to the obligation to pay for access to the premium edition.

    1,597

    full texts

    2,290

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Access Jurnal Politeknik Negeri Jember
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇