Open Access Jurnal Politeknik Negeri Jember
Not a member yet
    2290 research outputs found

    Effect of milking methods on cost efficiency and profits of Sapera dairy goat farming business

    Get PDF
    This study aims to determine the amount of milk production, milking duration, cost efficiency, and profit of Sapera dairy goat farming business with manual and automatic milking methods in the Trajumas livestock group. The materials used in this study were 7 Sapera goats that were lactating and 20 months old. This research method has 2 treatments, namely T0 = milking without a milking machine and T1 = milking with a milking machine. The variables observed were milk production, milking duration, cost efficiency, and business profit. Milk production at T0 = 1.61±0.58 and T1 = 1.62±0.61; and milking duration at T0 = 0.83±0.06* and T1 = 0.48±0.01. Cost efficiency is obtained from the use of automatic milking methods and produces potential profits with milking cost savings of Rp 1,354,230.30 per year, and an investment payback period of 385 days. The study concludes that automatic milking methods on a small or community scale is more efficient in terms of milking time and labor cost savings, but does not increase milk production and does not provide significant business benefits

    Pengembangan Anestesi Rekam Medis Elektronik (AREME) untuk Dokumentasi Asuhan Keperawatan Anestesiologi

    Get PDF
    The role of anesthesia nurses in the anesthesiology nursing care process is crucial in providing care to patients. One essential aspect that should not be overlooked in this process is documentation. Anesthesiology nursing care documentation (ASKAN) is a record that documents all actions performed by anesthesia nurses on patients. Students of the D4 Anesthesiology Nursing Program at Universitas Muhammadiyah Purwokerto face several challenges in using conventional reporting methods. This study aims to develop a nursing care documentation method using information technology through a computer-based application. The research and development method was employed in this study to design the application. Observations and interviews with students of the D4 Anesthesiology Nursing Program at Universitas Muhammadiyah Purwokerto were conducted to explore the researched phenomenon. The researchers designed the Anesthesia Electronic Medical Record (AREME) application for recording and documenting anesthesiology nursing care electronically. The development of the AREME application follows anesthesiology nursing care standards based on the ASKAN guidelines. The implementation of AREME in ASKAN documentation demonstrates that this application can facilitate the documentation process, which was previously conducted conventionally.Peran penata anestesi dalam proses asuhan keperawatan anestesiologi sangat penting dalam memberikan asuhan kepada pasien. Salah satu aspek yang tidak boleh diabaikan dalam proses ini adalah pembuatan dokumentasi. Dokumentasi asuhan keperawatan anestesiologi (ASKAN) merupakan catatan yang mencatat semua tindakan yang dilakukan oleh penata anestesi terhadap pasien. Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi D4 Universitas Muhammadiyah Purwokerto menghadapi beberapa masalah dalam menggunakan metode laporan konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan metode pencatatan asuhan keperawatan menggunakan teknologi informasi melalui aplikasi komputer. Metode research and development digunakan dalam penelitian ini untuk perancangan aplikasi. Observasi dan wawancara dengan mahasiswa program studi Keperawatan Anestesiologi D4 di Universitas Muhammadiyah Purwokerto digunakan mendalami fenomena yang diteliti. Peneliti merancang aplikasi Anestesi Rekam Medis Elektronik (AREME) untuk proses pencatatan dan dokumentasi asuhan keperawatan anestesiologi secara elektronik. Peneliti mengembangkan aplikasi AREME mengikuti standar asuhan keperawatan anestesiologi dengan pedoman buku ASKAN. Pengembangan aplikasi AREME dalam dokumentasi ASKAN menunjukkan bahwa aplikasi ini mampu memfasilitasi proses pendokumentasian yang sebelumnya dilakukan secara konvensional

    UJI KINERJA MESIN PENGERING TIPE VIBRO FLUID BED DRYER UNTUK PENGERINGAN TEH HITAM CTC (CRUSHING, TEARING, CURLING) : Performance Evaluation of the Vibro Fluid Bed Dryer for CTC (Crushing, Tearing, Curling) Black Tea Drying

    Get PDF
    Pengeringan merupakan proses penting dalam pengolahan teh yang bertujuan untuk menghilangkan kandungan air pada bahan dengan menggunakan energi panas. Dalam penelitian ini, proses pengeringan bubuk teh basah dilakukan menggunakan mesin Vibro Fluid Bed Dryer (VFBD). Metode penelitian meliputi pengamatan langsung dan pengukuran parameter uji pada mesin untuk mengevaluasi kinerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas kerja mesin VFBD, laju pengeringan pada pengolahan teh hitam CTC, konsumsi energi yang diperlukan, serta efisiensi pengeringannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kapasitas kerja mesin VFBD adalah 258,17 kg/jam, dengan rata-rata laju pengeringan sebesar 472,84 kgH₂O/jam. Konsumsi energi rata-rata yang dibutuhkan adalah 6.594.044,58 J/kg, sedangkan efisiensi pengeringannya mencapai rata-rata 25,14%

    PKM Peningkatan Inovasi Produk Batik Tulis Lasem Melalui Penerapan Teknik Payet dan Sablon Digital pada UMKM Real Asto Batik dan Safila Batik di Kabupaten Rembang: Peningkatan Inovasi Produk Batik Tulis Lasem Melalui Penerapan Teknik Payet dan Sablon Digital pada UMKM Real Asto Batik dan Safila Batik di Kabupaten Rembang

    No full text
    Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas produk Batik Tulis Lasem melalui inovasi teknik payet dan sablon digital pada dua mitra UMKM, yaitu Real Asto Batik dan Safila Batik. Program ini dilakukan dengan metode sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa mitra pertama, Real Asto Batik, berhasil menguasai teknik payet yang memperkaya desain batik mereka, sementara mitra kedua, Safila Batik, berhasil mengimplementasikan teknik sablon digital yang mempercepat produksi dan menghasilkan desain yang lebih variatif. Inovasi produk ini meningkatkan daya saing produk batik Lasem di pasar lokal dan internasional. Program ini juga membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut, meskipun terdapat tantangan dalam biaya operasional teknologi yang lebih canggih. Dukungan dari DPPM Kemdikstaintek sangat penting untuk kesuksesan program ini, yang diharapkan dapat berkelanjutan dan berdampak positif bagi perekonomian lokal  Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas produk Batik Tulis Lasem melalui inovasi teknik payet dan sablon digital pada dua mitra UMKM, yaitu Real Asto Batik dan Safila Batik. Program ini dilakukan dengan metode sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa mitra pertama, Real Asto Batik, berhasil menguasai teknik payet yang memperkaya desain batik mereka, sementara mitra kedua, Safila Batik, berhasil mengimplementasikan teknik sablon digital yang mempercepat produksi dan menghasilkan desain yang lebih variatif. Inovasi produk ini meningkatkan daya saing produk batik Lasem di pasar lokal dan internasional. Program ini juga membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut, meskipun terdapat tantangan dalam biaya operasional teknologi yang lebih canggih. Dukungan dari DPPM Kemdikstaintek sangat penting untuk kesuksesan program ini, yang diharapkan dapat berkelanjutan dan berdampak positif bagi perekonomian lokal. &nbsp

    Improving Digital Literacy in Disaster Preparedness Among Students at Sekolah Alam Tunas Mulia, Bantargebang

    Get PDF
    Bantargebang merupakan salah satu daerah rentan bencana, salah satu penyebabnya karena menjadi lokasi pembuangan sampah terpadu terbesar. Rendahnya literasi kebencanaan di kalangan masyarakat, terutama anak-anak usia sekolah, berpotensi memperbesar dampak bencana. Guna meningkatkan literasi digital kebencanaan, kemudian dilaksanakan sosialisasi dengan sasaran siswa SD dan SMP. Metode yang digunakan adalah service learning dengan pendekatan interaktif melalui penyampaian materi, pemutaran video edukasi dari sumber resmi lembaga negara, diskusi, serta pembuatan poster kebencanaan yang ditempel di lingkungan sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai jenis bencana, langkah-langkah kesiapsiagaan, serta kemampuan memanfaatkan media sosial sebagai saluran informasi mitigasi bencana. Siswa juga didorong untuk menjadi agen penyampai informasi kebencanaan bagi keluarga dan lingkungannya. Dari kegiata ini terlihat pentingnya integrasi pendidikan kebencanaan berbasis digital ke dalam kurikulum sekolah dan memperkuat peran generasi muda dalam membangun budaya siaga bencana yang berkelanjutan.Bantargebang merupakan salah satu daerah rentan bencana, salah satu penyebabnya karena menjadi lokasi pembuangan sampah terpadu terbesar. Rendahnya literasi kebencanaan di kalangan masyarakat, terutama anak-anak usia sekolah, berpotensi memperbesar dampak bencana. Guna meningkatkan literasi digital kebencanaan, kemudian dilaksanakan sosialisasi dengan sasaran siswa SD dan SMP. Metode yang digunakan adalah service learning dengan pendekatan interaktif melalui penyampaian materi, pemutaran video edukasi dari sumber resmi lembaga negara, diskusi, serta pembuatan poster kebencanaan yang ditempel di lingkungan sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai jenis bencana, langkah-langkah kesiapsiagaan, serta kemampuan memanfaatkan media sosial sebagai saluran informasi mitigasi bencana. Siswa juga didorong untuk menjadi agen penyampai informasi kebencanaan bagi keluarga dan lingkungannya. Dari kegiata ini terlihat pentingnya integrasi pendidikan kebencanaan berbasis digital ke dalam kurikulum sekolah dan memperkuat peran generasi muda dalam membangun budaya siaga bencana yang berkelanjutan. Kata kunci — literasi digital, bencana, mitigasi, Bantargeban

    Pelatihan dan Pembuatan Biogas Skala Komunal Desa Tulusbesar – Kab. Malang

    Get PDF
    Desa Tulusbesar – Kabupaten Malang merupakan salah satu desa binaan Politeknik Negeri Malang, dimana salah satu permasalahan yang ada di desa ini adalah adanya kotoran sapi yang melimpah yang dibuang secara langsung ke lingkungan perumahan dan sungai tanpa ada penanganan dan pemanfaatan yang maksimal sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PkM) adalah memberikan pengetahuan dan ketrampilan tentang pengolahan kotoran sapi menjadi biogas dalam skala komunal. Metode yang digunakan adalah 1). Pemberian pengetahuan dan ketrampilan pembuatan biogas dalam bentuk pelatihan dengan metode ceramah, diskusi, praktek, dan 2). Pembangunan unit biogas skala komunal, pemberian bimbingan teknis, pendampingan, dan pemberian hibah peralatan digester biogas. Hasil pelaksanaan PkM menunjukkan bahwa partisipasi, dukungan, antusias, dan keterlibatan masyarakat khususnya peserta pelatihan sangat tinggi yang dibuktikan dengan keberhasilannya dalam membangun unit produksi biogas skala komunal serta dihasilkannya biogas yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan masak – memasak.     Desa Tulusbesar – Kabupaten Malang merupakan salah satu desa binaan Politeknik Negeri Malang, dimana salah satu permasalahan yang ada di desa ini adalah adanya kotoran sapi yang melimpah yang dibuang secara langsung ke lingkungan perumahan dan sungai tanpa ada penanganan dan pemanfaatan yang maksimal sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PkM) adalah memberikan pengetahuan dan ketrampilan tentang pengolahan kotoran sapi menjadi biogas dalam skala komunal. Metode yang digunakan adalah 1). Pemberian pengetahuan dan ketrampilan pembuatan biogas dalam bentuk pelatihan dengan metode ceramah, diskusi, praktek, dan 2). Pembangunan unit biogas skala komunal, pemberian bimbingan teknis, pendampingan, dan pemberian hibah peralatan digester biogas. Hasil pelaksanaan PkM menunjukkan bahwa partisipasi, dukungan, antusias, dan keterlibatan masyarakat khususnya peserta pelatihan sangat tinggi yang dibuktikan dengan keberhasilannya dalam membangun unit produksi biogas skala komunal serta dihasilkannya biogas yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan masak – memasa

    Respons Fisiologis dan Agronomis Semangka Non Biji (Citrullus lanatus) terhadap Peningkatan Dosis Pupuk Kalium Klorida (KCl)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon agronomi dan fisiologis semangka non biji terhadap aplikasi pupuk kalium (KCl) pada empat dosis. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Inovasi Polije pada bulan Maret-Juni 2023 menggunakan RAK satu faktor, yaitu: K₀: Siram + Gejik (0 g/5 L udara + 0 g tanaman⁻¹); K₁: Siram + Gejik (2 g/5 L udara + 128 g tanaman⁻¹); K₂: Siram + Gejik (4 g/5 L udara + 167 g tanaman⁻¹); K₃: Siram + Gejik (8 g/5 L udara + 191 g tanaman⁻¹). Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali, sehingga diperoleh 16 satuan percobaan. Pemberian perlakuan pupuk KCl melalui dua metode aplikasi, yaitu pemupukan siram dan pemupukan gejik (dibenamkan). Pemupukan siram dilakukan sebanyak delapan kali dan pemupukan gejik dilakukan sebanyak dua kali selama satu musim tanam. Pemberiannya dilakukan secara terpadu dengan pupuk lain seperti ZA, NPK Mutiara, SP-36, dan Boron. Pengamatan meliputi kandungan klorofil, panjang sulur, diameter batang, waktu muncul bunga, dan bobot buah per tanaman. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut DMRT. Hasil menunjukkan penambahan pupuk KCl berpengaruh nyata terhadap kandungan klorofil, panjang sulur, diameter batang dan bobot buah, namun berpengaruh tidak nyata terhadap waktu munculnya bunga. Dosis K3 (8 g/5 L air dan 191 g tanaman⁻¹) secara konsisten memberikan nilai tertinggi dan direkomendasikan untuk budidaya semangka berikutnya guna mendukung peningkatan produktivitas serta mutu buah semangka

    Sistem Agribisnis Faktor Dalam Pengembangan Usahatani Jamur Jonggol (Pleurotus Ostreatus ) Pada Petani Subsisten Menuju Komersial

    Get PDF
    Agribisnis adalah suatu kesatuan kegiatan usaha yang meliputi salah satu atau keseluruhan dari mata rantai produksi, pengolahan hasil dan pemasaran yang ada hubungannya dengan pertanian dalam arti luas.Komponen Sistem Agribisnis adalah Subsistem pengadaan dan penyaluran sarana produksi, Usahatani , Pengolahan hasil pertanian , Pemasaran hasil pertanian dan Penunjang Kelembagaan.Jamur janggel jagung termasuk jenis jamur Basidiomycota karena mempunyai Basidium seperti payung dan dapat dibudidayakan petani di rumah . Janggel jagung bisa digunakan sebagai media pertumbuhan jamur.Petani Subsisten adalah usahatani pencukup kebutuhan keluarga, Petani Komersial adalah berusahatani untuk kentungan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi  yang dapat diterapkan dalam pengembangan usahatani Jamur Jonggol di desa Igir-Igir Kecamatan Kencong  Kabupaten Jember.Metode penelitian yang digunakan metode Deskriptif dan Kuantitatif.. Penarikan responden dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu penentuan sampel dengan pertimbangan kriteria tertentu yang dipandang mampu memberikan data maksimal, responden   yang   diambil adalah1 orang Pengusaha, 3 orang karyawan/keluarga  ibunya, Istri, anak , 1 orang pelanggan dan 1 orang reseller. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa ,  Strategi pengembangan yang dapat dilakukan oleh pengusaha Jamur Jonggol adalah Strategi Agresif/strategi SO (Strength-Opportunities), yaitu dengan menggunakan kekuatan ( Nilai Ekonomi Tinggi, Mudah Dilakukan Prosesnya, Bahan Baku Murah, Nilai Gizi Tinggi, Bibit Mudah Diperoleh) untuk memanfaatkan peluang ( Belum Banyak yang Membudidayakan, Pasar Masih Terbuka, Kesempatan dikembangkan Usahanya, Teknologi Pengemasan yang Baik, Menjadi Bidang Usaha yang Menjanjikan) yang ada. Pengembangan Usahatani Jamur Jonggol cukup baik karena disukai konsumen

    Risk analysis and production dynamics of smallholder pig farming in rural areas of North Sulawesi

    Get PDF
    Smallholder pig farming in rural areas of North Sulawesi important role in food security, household economy, and socio-cultural of local communities. However, this sector faces various risks. The aims to analyze production dynamics and identify risk factors that affect the sustainability of smallholder pig farming in rural areas. The research employed a quantitative approach through a survey of 604 farmers (having 3-4 sows/farmer). Data analyzed using multiple linear regression. The results showed that labor, the cage area, quantity of medicines, farm model, and farm location in rural areas significantly influenced pig production. The breeding model resulted in higher production than the combined pig farming model and tended to have lower production risks. Pig production in rural areas is also higher than in suburban areas. Disease risk is the main cause of losses, with production and income declines reaching 182.9% in the breeding model and 303.4% in the combined model. In conclusion, the breeding model resulted in higher production and tends to have lower production risks, particularly disease-related risks that directly affect productivity and farm continuity. These risks significantly reduce household production and income, highlighting the strong relationship between production dynamics, risk levels, and the economic stability of rural pig farmers

    Pengaruh Intensitas Aset Biologis, Kepemilikan Manajerial, dan Ukuran Perusahaan terhadap Pengungkapan Aset Biologis pada Perusahaan Agrikultur di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)

    Get PDF
    This study aims to analyze the effect of Biological Asset Intensity, Managerial Ownership, and Company Size on the disclosure of biological assets in agricultural companies listed on the ISSI for the period 2020–2024. Using purposive sampling, eight companies were selected as samples, and secondary data from annual reports were analyzed using panel data regression with a Random Effect Model. The results show that Biological Asset Intensity and Company Size have a negative and significant effect on biological asset disclosure, while Managerial Ownership has a positive and significant effect; all three variables are also proven to have a significant simultaneous effect. These findings indicate that the transparency of biological asset disclosure in agricultural companies in ISSI is more influenced by agency mechanisms through managerial ownership, while company size and high biological asset intensity have not effectively encouraged compliance with PSAK 69

    1,597

    full texts

    2,290

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Access Jurnal Politeknik Negeri Jember
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇