Open Access Jurnal Politeknik Negeri Jember
Not a member yet
    2290 research outputs found

    Pengaruh Media Molase Dan Media Sukrosa Terhadap Pertumbuhan Aspergillus Niger Dalam Memproduksi Asam Sitrat: Effect of Molasses and Sucrose Media on Growth of Aspergillus niger for Citric Acid Production

    Get PDF
    Pemanfaatan limbah molase sebagai media pertumbuhan Aspergillus niger untuk produksi asam sitrat bisa menjadi alternatif dalam mengatasi permasalahan limbah dari industri gula. Selain itu, asam sitrat yang dihasilkan bisa dimanfaatkan sebagai pengawet dan pengatur nilai pH pada industri pangan. Penelitian ini bertujuan mengukur pertumbuhan dan produksi asam sitrat oleh A. niger yang ditumbuhkan dalam media molase dan media sukrosa sebagai pembanding. Metode penelitian dilakukan dengan inkubasi A. niger pada media molase dan media sukrosa selama 6 hari pada suhu ruang. Parameter yang diukur adalah biomassa dan kadar asam sitrat pada hari ke-0, 2, 4, dan 6. Hasil penelitian menunjukkan pada media molase, biomasa jamur mengalami kenaikan hingga hari ke-6 yaitu 0,295 gram dan kadar asam sitrat sebesar 10,24 mg/ml. Pada media sukrosa, biomasa jamur mengalami peningkatan hingga hari ke-6 yaitu 0,102 gram dan kadar asam sitrat sebesar 20,49 mg/ml. Berdasarkan hasil penelitian, molase memiliki potensi untuk dioptimalkan sebagai media untuk produksi asam sitrat oleh A. niger

    Pengaruh Bahan Perendam Terhadap Parameter Organoleptik Dan Rendemen Kripik Kentang: The Effect of Soaking Materials on the Organoleptic Parameters and Yield of Potato Chips

    Get PDF
    Keripik kentang merupakan salah satu makanan ringan yang populer di masyarakat. Makanan ini dikenal karena rasa gurih, tekstur renyah, serta kemudahan dalam penyajiannya. Mutu keripik kentang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah bahan perendam yang digunakan sebelum proses penggorengan. Oleh karena itu, pemilihan bahan perendam yang tepat sangat penting untuk menghasilkan keripik kentang dengan mutu yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis bahan perendam, yaitu air kapur, air biasa, air cucian beras, dan air asam sulfat terhadap parameter organoleptik dan rendemen keripik kentang. Variasi yang dilakukan pada penelitian ini adalah bahan perendam. Terdapat 4 varian bahan perendam berbeda yang dikenakan pada pembuatan keripik kentang, yaitu air biasa, air kapur, air rendaman beras, dan metabisulfit. Parameter pengamatan yang dilakukan adalah organoleptik (warna, rasa, aroma, tekstur, dan kenampakan) pada saat sebelum dan sesudah keripik kentang digoreng. Parameter lainnya adalah rendemen. Analisis data menggunakan Anova One Way dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test. Analisis Anova One Way dan Duncan Multiple Range Test menunjukan adanya pengaruh signifikan dari perbedaan jenis bahan perendam terhadap nilai rendemen. Dimana nilai rendemen pada keripik kentang yang direndam pada metabisulfit paling tinggi,diikuti oleh nilai rendemen dari bahan perendam air kapur, air biasa, dan air rendaman beras. Sementara varian bahan perendam menghasilkan kecenderungan karakteristik yang berbeda antar satu dan yang lainnya

    Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Limbah Dedak Padi Sebagai Pakan Buatan Ikan Lele Di Desa Kemuning Muda, Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak: Community Empowerment through the Utilization of Rice Bran Waste as Artificial Feed for Catfish in Kemuning Muda Village, Bunga Raya District, Siak Regency

    No full text
    Desa Kemuning Muda di Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak, Riau, merupakan daerah dengan produksi padi yang melimpah. Dalam proses penggilingan, dedak padi dihasilkan sebagai limbah, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Selain itu, beberapa warga desa melakukan budidaya ikan, termasuk ikan lele, yang terkendala oleh tingginya biaya pakan yang mencapai 60-70% dari biaya produksi. Pemanfaatan dedak padi sebagai pakan lele menawarkan solusi untuk mengurangi biaya produksi sekaligus mengelola limbah pertanian. Pembuatan pakan melibatkan alat sederhana, seperti panci dan kompor, serta bahan-bahan seperti dedak halus, pelet, ikan asin halus, garam, minyak, dan air. Prosesnya dimulai dengan mencampur pelet yang telah dilelehkan dalam air panas dengan dedak halus, minyak, garam, dan ikan asin. Adonan kemudian dibentuk menjadi pelet kecil dan dikeringkan di bawah sinar matahari agar awet. Pakan lele juga dapat dibuat menggunakan metode fermentasi dengan menambahkan pupuk organik cair mikroorganisme (EM4). Bahan kering dicampurkan terlebih dahulu, kemudian larutan EM4 ditambahkan dan diaduk hingga merata. Proses fermentasi dilakukan selama 3-5 hari. Pakan alternatif ini siap digunakan dan menawarkan manfaat bagi pembudidaya lele dalam mengurangi biaya serta meningkatkan keberlanjutan lingkungan.Desa Kemuning Muda di Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak, Riau, merupakan daerah dengan produksi padi yang melimpah. Dalam proses penggilingan, dedak padi dihasilkan sebagai limbah, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Selain itu, beberapa warga desa melakukan budidaya ikan, termasuk ikan lele, yang terkendala oleh tingginya biaya pakan yang mencapai 60-70% dari biaya produksi. Pemanfaatan dedak padi sebagai pakan lele menawarkan solusi untuk mengurangi biaya produksi sekaligus mengelola limbah pertanian. Pembuatan pakan melibatkan alat sederhana, seperti panci dan kompor, serta bahan-bahan seperti dedak halus, pelet, ikan asin halus, garam, minyak, dan air. Prosesnya dimulai dengan mencampur pelet yang telah dilelehkan dalam air panas dengan dedak halus, minyak, garam, dan ikan asin. Adonan kemudian dibentuk menjadi pelet kecil dan dikeringkan di bawah sinar matahari agar awet. Pakan lele juga dapat dibuat menggunakan metode fermentasi dengan menambahkan pupuk organik cair mikroorganisme (EM4). Bahan kering dicampurkan terlebih dahulu, kemudian larutan EM4 ditambahkan dan diaduk hingga merata. Proses fermentasi dilakukan selama 3-5 hari. Pakan alternatif ini siap digunakan dan menawarkan manfaat bagi pembudidaya lele dalam mengurangi biaya serta meningkatkan keberlanjutan lingkungan

    Transformasi SDM Tim Penggerak PKK Melalui Pelatihan Optimalisasi Teknologi dalam Administrasi di Era Digital di Desa Brengkol, Pituruh, Purworejo.: Transformasi SDM Tim Penggerak PKK Melalui Pelatihan Optimalisasi Teknologi dalam Administrasi di Era Digital di Desa Brengkol, Pituruh, Purworejo.

    No full text
    Di era digital, sangat penting untuk mengelola administrasi yang efektif dan efisien, termasuk Tim Penggerak PKK sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat. Ini adalah artikel tentang transformasi sumber daya manusia (SDM) Tim Penggerak PKK melalui pelatihan administrasi yang mengoptimalkan teknologi. Survei tentang kebutuhan, pelatihan teknologi, dan evaluasi keberhasilan organisasi melalui indikator kinerja digunakan. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan meningkatkan kemampuan teknologi anggota PKK hingga 80% dan meningkatkan waktu administrasi hingga 60%. Perubahan ini meningkatkan kinerja organisasi dan meningkatkan peran strategis Tim Penggerak PKK dalam masyarakat

    Menentukan Arah Strategis Digitalisasi Rekam Medis Elektronik Melalui Analisis SWOT dan Matriks IFAS-EFAS

    No full text
    Panti Rini Hospital has implemented Electronic Medical Records (EMR) to improve the quality of healthcare services. The initial development for outpatient services began in 2014, followed by inpatient development in 2022. However, its implementation still faces challenges, including limited data interoperability between units and unstable system performance. This study aimed to analyse internal and external factors influencing EMR development in the inpatient unit using SWOT analysis, as well as IFAS and EFAS matrices. A descriptive method was used, with data collected through interviews, observations, and document reviews. The findings showed internal strengths such as ease of data access, strong human resource support, and sufficient budget allocation. Weaknesses included limited IT personnel and the continued use of a hybrid system. External opportunities included policy support from the government and the Foundation, while threats involved the need for integration with the national health information system and server instability. Based on the analysis, Panti Rini Hospital was positioned in Quadrant I of the Grand Strategy Matrix, with an IFAS score of 2.84 and an EFAS score of 2.55. This indicates the hospital should adopt an aggressive strategy to strengthen EMR digitalisation and improve healthcare service efficiency and effectiveness.Rumah Sakit Panti Rini telah menerapkan RME sebagai upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan. Pengembangan awal RME rawat jalan dilakukan pada tahun 2014, dan pengembangan lanjutan di unit rawat inap pada tahun 2022. Namun dalam implementasinya masih terdapat hambatan meliputi kurangnya interoperabilitas data antar unit dan kinerja sistem yang belum stabil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal yang berpengaruh dalam pengembangan RME di unit rawat inap menggunakan pendekatan SWOT, IFAS dan EFAS. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan kekuatan internal yang dimiliki di RS Panti Rini meliputi kemudahan akses data, dukungan SDM dan alokasi dana yang memadai, sedangkan kelemahannya yaitu keterbatasan tenaga IT dan penggunaan sistem yang masih hybrid. Dari Faktor eksternal terdapat peluang berupa dukungan kebijakan pemerintah dan Yayasan namun juga terdapat ancaman yaitu kebutuhan integrasi sistem informasi kesehatan nasional dan ketidakstabilan server. Berdasarkan hasil analisis, RS Panti Rini berada pada Kuadran I grand strategy matrix dengan hasil skor IFAS (2,84) dan EFAS (2,55), yang merekomendasikan strategi agresif dalam mengoptimalkan digitalisasi RME untuk meningkatan efisiensi dan efektivitas layanan kesehatan

    Sentralisasi Pelaporan Rawat Jalan Berbasis Elektronik di Rumah Sakit X

    No full text
    The preliminary study revealed that the outpatient reporting system at Hospital X is still fragmented across individual polyclinics, with the reporting process conducted manually using Microsoft Excel. This condition results in a time-consuming report compilation process. The aim of this study is to develop a centralized outpatient reporting system integrated within a single information system. This centralization is expected to enhance the effectiveness of medical record staff in compiling outpatient reports. The research employed a research and development (R\&D) method with a systematic approach to improve the existing system. The information system was designed using the waterfall method and developed with Visual Studio Code software. The outcome of this study is an outpatient information system equipped with various features to support the compilation of outpatient service reports. Based on the study’s findings, Hospital X has the potential to further develop this reporting system to be more optimal and fully integrated with the existing Hospital Management Information System (HMIS).Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa sistem pelaporan rawat jalan di Rumah Sakit X masih terpisah di setiap poliklinik dan proses pelaporannya masih dilakukan secara manual menggunakan Microsoft Excel. Kondisi ini menyebabkan proses rekapitulasi laporan memerlukan waktu yang cukup lama. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem pelaporan rawat jalan yang terpusat dalam satu sistem informasi. Sentralisasi pelaporan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kerja perekam medis dalam proses rekapitulasi laporan pada instalasi rawat jalan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan pendekatan sistematis untuk mengembangkan sistem yang telah ada sebelumnya. Perancangan sistem informasi dilakukan menggunakan metode waterfall dan perangkat lunak Visual Studio Code. Hasil penelitian ini adalah sistem informasi rawat jalan yang dilengkapi dengan berbagai fitur untuk mendukung proses rekapitulasi laporan pasien rawat jalan. Berdasarkan temuan penelitian, Rumah Sakit X dapat mengembangkan sistem ini lebih lanjut agar lebih optimal dan terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang ada

    Hubungan Asupan Protein Dan Frekuensi Hemodialisis Dengan Kadar Serum Kreatinin Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Rumah Sakit Umum Kaliwates: Hubungan Asupan Protein Dan Frekuensi Hemodialisis Dengan Kadar Serum Kreatinin Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Rumah Sakit Umum Kaliwates

    No full text
    Menurut data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 prevalensi kategori pernah atau sedang menjalani cuci darah didiagnosis penyakit gagal ginjal kronis tahun 2023 di Indonesia sebanyak 21,1%. Prevalensi penyakit gagal ginjal kronis Provinsi Jawa Timur pada tahun 2023 yaitu 0,12 % dari total penduduk provinsi Jawa Timur. RSU Kaliwates Jember sebagai salah satu rumah sakit yang memiliki layanan hemodialisis mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 23%, di tahun 2022-2023. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan asupan protein dan frekuensi hemodialisis dengan kadar kreatinin pasien gagal ginjal kronik di RSU Kaliwates Jember. Jenis penelitian ini yaitu analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Subjek pada penelitian ini yaitu sebanyak 45 subjek dengan teknik purposive sampling dan pengumpulan data menggunakan instrumen identitas subjek dan kuesioner food recall 1x24 jam yang dilakukan sebanyak 2 kali. Uji normalitas data menggunakan Shapiro Wilk. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Pearson untuk data yang tedistribusi normal dan Spearman untuk data yang tidak terdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan 86,7% asupan protein kurang, 95,6% menjalani frekuensi hemodialisis 2x/minggu, dan 100% kadar kreatinin subjek tergolong tinggi. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu tidak ada hubungan asupan protein dengan kadar kreatinin pasien gagal ginjal kronik di RSU Kaliwates Jember, serta tidak ada hubungan pada frekuensi hemodialisis dengan kadar kreatinin pasien gagal ginjal kronik di RSU Kaliwates Jember.Gagal ginjal kronik merupakan kondisi yang diakibatkan dari penurunan progresif kemampuan ginjal mempertahankan keseimbangan tubuh, salah satu indikator diagnosis pasien gagal ginjal kronik butuh menjalani terapi hemodialisis adalah dengan mengetahui kadar kreatinin dalam darah. Menurut data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 prevalensi kategori pernah atau sedang menjalani cuci darah didiagnosis penyakit gagal ginjal kronis tahun 2023 di Indonesia sebanyak 21,1%. Prevalensi penyakit gagal ginjal kronis Provinsi Jawa Timur pada tahun 2023 yaitu 0,12 % dari total penduduk provinsi Jawa Timur. RSU Kaliwates Jember sebagai salah satu rumah sakit yang memiliki layanan hemodialisis mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 23%, di tahun 2022-2023. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan asupan protein dan frekuensi hemodialisis dengan kadar kreatinin pasien gagal ginjal kronik di RSU Kaliwates Jember. Jenis penelitian ini yaitu analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Subjek pada penelitian ini yaitu sebanyak 45 subjek dengan teknik purposive sampling dan pengumpulan data menggunakan instrumen identitas subjek dan kuesioner food recall 1x24 jam yang dilakukan sebanyak 2 kali. Uji normalitas data menggunakan Shapiro Wilk. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Pearson untuk data yang tedistribusi normal dan Spearman untuk data yang tidak terdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan 86,7% asupan protein kurang, 95,6% menjalani frekuensi hemodialisis 2x/minggu, dan 100% kadar kreatinin subjek tergolong tinggi. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu tidak ada hubungan asupan protein dengan kadar kreatinin pasien gagal ginjal kronik di RSU Kaliwates Jember, serta tidak ada hubungan pada frekuensi hemodialisis dengan kadar kreatinin pasien gagal ginjal kronik di RSU Kaliwates Jember. Kata Kunci: asupan protein, frekuensi hemodialisis, gagal ginjal kronik, kadar kreatini

    Pengaruh Lama Waktu Blanching dan Perbedaan Konsentrasi Perendaman Natrium Metabisulfit Terhadap Karakteristik Beras Pisang Barlin dengan Pengeringan Food Dehydrator: The Effect of Blanching Duration and Sodium Metabisulfite Soaking Concentration on the Characteristics of Barlin Banana Rice Dried Using a Food Dehydrator

    No full text
    Pisang merupakan buah lokal yang kaya akan gizi seperti vitamin C, protein, kalsium, vitamin A, dan zat besi, serta berpotensi dikembangkan menjadi produk pangan alternatif seperti beras pisang. Namun, kandungan enzim polifenol oksidase pada pisang dapat memicu reaksi pencoklatan (browning) saat proses pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu blanching dan konsentrasi perendaman natrium metabisulfit terhadap karakteristik fisik dan kimia beras pisang Barlin yang dikeringkan menggunakan food dehydrator. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor, yaitu tiga taraf lama blanching (0, 5, dan 10 menit) dan variasi konsentrasi natrium metabisulfit (0, 300 ppm). Hasil menunjukkan bahwa kedua perlakuan memberikan pengaruh nyata terhadap browning index dan kandungan karbohidrat. Semakin lama blanching, terjadi penurunan kandungan gizi akibat denaturasi, sedangkan perendaman natrium metabisulfit dapat menyebabkan pelarutan zat gizi ke dalam air. Perlakuan kombinasi perendaman natrium metabisulfit 300 ppm dan blanching 5 menit menunjukkan hasil paling optimal dalam menjaga tampilan warna cerah dengan browning indeks Β 70,50 Β± 3,82, serta mempertahankan kadar karbohidrat yang relatif tinggi (67,27 Β± 0,03%)

    Penerapan Metode Statistical Quality Control untuk Mengkaji Cacat Produk Sosis Ayam Pada Proses Pemotongan: Application of Statistical Quality Control Method to Assess Defects in Chicken Sausage Products In The Cutting Process

    No full text
    PT. Phalosari Unggul Jaya merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perunggasan. Produk sampingan dari perusahaan yaitu frozen food berupa sosis ayam. Perusahaan selalu berupaya menghasilkan produk berkualitas baik, namun kenyataannya masih ditemukan beberapa produk cacat pada proses produksi terutama pada proses pemotongan sosis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cacat produk sosis ayam pada proses pemotongan sosis selama bulan November-Januari 2024. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, dokumentasi dan literatur. Upaya perbaikan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu menerapkan metode Statistical Quality Control (SQC) pada proses pemotongan sosis. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa jumlah cacat produk A (mesin kecepatan 130 Rpm) yaitu 37,3%, cacat produk B (mesin kecepatan 140 Rpm) yaitu 31,2%, dan cacat produk C (mesin kecepatan 150 Rpm) yaitu 31,4%. Berdasarkan hasil peta kendali NP bahwa proses pemotongan sosis masih mengalami penyimpangan, hal ini ditunjukkan adanya titik data berada diluar batas kendali. Hasil dari analisis diagram fishbone diperoleh faktor penyebab permasalahan yaitu manusia, mesin, dan metode. Adapun usulan perbaikan untuk mengatasi penyebab permasalahan adalah dengan dilakukan pelatihan pada karyawan, melakukan perbaikan mesin secara rutin, dan membuat SOP tertulis

    The Future of Health Technology: Analyzing User-Based Design in the Electronic Growth Chart Interface

    No full text
    Electronic Growth Chart (e-KMS) is an innovative platform for monitoring children's health by tracking weight and height. The user interface (UI) is designed for intuitive interaction, allowing users to operate the system efficiently. This research aims to analyses the e-KMS UI based on established UI standards using a descriptive quantitative method with a User-Centered Design (UCD) approach. The study involved 15 respondents. Results showed that the system was very easy to use and essential for monitoring children's health. Consistency was evaluated across different devices, revealing that the system functioned uniformly. Feedback was analyses by examining the system's visual cues during key actions such as logging in and inputting a child’s data, ensuring users could confirm successful operations. Finally, Visibility was assessed by observing how well users understood the input results, with the system effectively displaying a child’s growth chart. The findings highlight the importance of these four UI principles in creating a user-friendly, aesthetically pleasing, and intuitive interface. By adhering to these principles, the e-KMS UI enhances user engagement, satisfaction, and overall user experience, contributing to more effective health monitoring for children. To enhance usability, future improvements should focus on accessibility, streamlined navigation, and user feedback integration

    1,597

    full texts

    2,290

    metadata records
    Updated in lastΒ 30Β days.
    Open Access Jurnal Politeknik Negeri Jember
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! πŸ‘‡