Open Access Jurnal Politeknik Negeri Jember
Not a member yet
2290 research outputs found
Sort by
Analysis of Factors Causing Pending BPJS Inpatient Claims at dr. H. Koesnadi General Hospital, Bondowoso
Dr. H. Koesnadi Bondowoso General Hospital recorded 25 out of 4,918 inpatient BPJS claim files (1.5%) in pending status from February to April 2024. This delay impacted the timely disbursement of BPJS claim funds and disrupted the hospital’s cash flow. The aim of this study was to analyze the factors contributing to pending BPJS inpatient claims. This research employed a qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, observations, and documentation. The research subjects consisted of one Head of Control Installation, two DPJPs (attending physicians), one Internal Verifier, two Coders, two Entry Officers, and one Administrative Officer. The study found that motivational factors did not contribute to pending claims, as responsibilities had already been assigned to the DPJPs, coders, and entry officers. However, opportunity-related factors caused pending claims due to uneven training and the absence of job descriptions specifying the tasks of claim officers. Ability-related factors also contributed to pending claims, including insufficient staff knowledge, differences in perception between DPJPs and BPJS regarding the claims process, and the presence of new, inexperienced staff. The main problem identified was a lack of staff knowledge about the BPJS claim submission process. Proposed solutions include providing regular socialization and education on claim procedures as well as sending staff to relevant training programs
Upaya Peningkatan Pengetahuan Remaja Tentang Anemia Gizi Besi di SMPN 1 Yosowilangun
Iron Nutrition Anemia is a condition of blood hemoglobin deficiency that can reduce productivity and affect the cognitive development of adolescents. Adolescent girls are susceptible to anemia due to several causal factors. There is an increased need for iron during puberty. Another factor that causes anemia is low consumption of Fe and other nutrients such as vitamin A, vitamin C, folic acid, riboflavin, and B12. This community service activity aims to increase adolescents' knowledge about AGB through educational programs at SMPN 1 Yosowilangun, Lumajang Regency. The activity was carried out in August 2024 and involved 30 teenagers in the 3rd grade of junior high school. The methods used included discourse and discussions supported by presentation media, leaflets, and the Freemia website. Through this activity, we hope to enhance teenagers' understanding of anemia risks, the significance of iron intake, and the importance of adopting a healthy diet to prevent anemia. Health education in schools is expected to be a strategic step in reducing the incidence of anemia in adolescents in Indonesia
Diseminasi UMB Berbasis Limbah Tembakau dengan Teknologi Hidraulik Press di Kelompok Ternak Agrapana Sejahtera
Urea Molasses Block (UMB) is an animal feed supplement that contains micro nutrients which function to improve feed digestibility, provide energy and increase appetite. Based on research results, giving 5% tobacco waste is able to eradicate worms in livestock. Worms are parasites in the digestive tract of livestock. Infected livestock will usually be disturbed in the digestive process, so that in the end it will have an impact on performance in the form of low body weight gain. In general, making UMB is still done manually and traditionally, partners also have not yet got the right formula for making it, which has an impact on the performance of beef cattle. in the Agrapana Sejahtera livestock group. The dissemination of making UMB based on tobacco waste using hydraulic press technology aims to enable farmers who are members of group partners to be able to independently make UMB based on tobacco waste using hydraulic press technology to facilitate and apply the making of UMB to provide supplements that can improve the performance of beef cattle. The output of this activity is an increase in farmers' understanding of producing UMB for the success of beef cattle, increasing knowledge and skills in processing tobacco waste-based feed using hydraulic press technology, and improving the performance of beef cattle
The Pelatihan Usaha Budidaya Ikan Nila (Oreochromis Nilotus) dengan Teknologi RAS (Recirculating Aquaculture System) di Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) Kembaran, Banyumas
Ikan nila (Oreochromis niloticus) dikenal sebagai ikan konsumsi dengan harga terjangkau, pertumbuhan cepat, serta mudah dibudidayakan. Namun, permasalahan yang sering dihadapi para pembudidaya tradisional adalah keterbatasan lahan, kualitas air yang fluktuatif, serta rendahnya produktivitas. Recirculating Aquaculture System (RAS) merupakan salah satu teknologi modern dalam budidaya ikan yang dapat menjawab tantangan tersebut. Melalui RAS, kualitas air dapat dikontrol karena air terus disirkulasikan melalui filter mekanis maupun biologis. Dengan demikian, tingkat kelangsungan hidup ikan meningkat, padat tebar dapat diperbesar, penggunaan air lebih efisien serta ramah lingkungan. Lembaga Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) sebagai bagian dari gerakan pemberdayaan ekonomi umat memiliki peran strategis dalam mengembangkan potensi usaha perikanan berkelanjutan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan dan pendampingan budidaya ikan nila dengan RAS adalah anggota JATAM memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis dalam mengelola usaha perikanan modern, meningkatkan kemandirian ekonomi, mendorong tumbuhnya sentra-sentra perikanan berbasis komunitas yang berdaya saing, dan mendukung ketahanan pangan nasional. Penerapan budidaya ikan nila dengan RAS di lingkungan JATAM Muhammadiyah berorientasi pada peningkatan produktivitas, efisiensi, keberlanjutan, dan pemberdayaan. Berdasarkan pengamatan dan nilai rata-rata pre test (56±11,05), post test (71,33±14,45) dan nilai P-value 5,99×10-5 (< 0,05) maka kegiatan telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta secara signifikan dan tingkat kepuasan peserta sangat puas.Ikan nila (Oreochromis niloticus) dikenal sebagai ikan konsumsi dengan harga terjangkau, pertumbuhan cepat, serta mudah dibudidayakan. Namun, permasalahan yang sering dihadapi para pembudidaya tradisional adalah keterbatasan lahan, kualitas air yang fluktuatif, serta rendahnya produktivitas. Recirculating Aquaculture System (RAS) merupakan salah satu teknologi modern dalam budidaya ikan yang dapat menjawab tantangan tersebut. Melalui RAS, kualitas air dapat dikontrol karena air terus disirkulasikan melalui filter mekanis maupun biologis. Dengan demikian, tingkat kelangsungan hidup ikan meningkat, padat tebar dapat diperbesar, penggunaan air lebih efisien serta ramah lingkungan. Lembaga Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) sebagai bagian dari gerakan pemberdayaan ekonomi umat memiliki peran strategis dalam mengembangkan potensi usaha perikanan berkelanjutan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan dan pendampingan budidaya ikan nila dengan RAS adalah anggota JATAM memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis dalam mengelola usaha perikanan modern, meningkatkan kemandirian ekonomi, mendorong tumbuhnya sentra-sentra perikanan berbasis komunitas yang berdaya saing, dan mendukung ketahanan pangan nasional. Penerapan budidaya ikan nila dengan RAS di lingkungan JATAM Muhammadiyah berorientasi pada peningkatan produktivitas, efisiensi, keberlanjutan, dan pemberdayaan. Berdasarkan pengamatan dan nilai rata-rata pre test (56±11,05), post test (71,33±14,45) dan nilai P-value 5,99×10-5 (< 0,05) maka kegiatan telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta secara signifikan dan tingkat kepuasan peserta sangat puas
Edukasi Resistensi Antimikroba pada Siswa SMA: Upaya Membangun Kesadaran Penggunaan Antibiotik yang Bijak: Upaya Membangun Kesadaran Penggunaan Antibiotik yang Bijak
Latar Belakang: Resistensi antimikroba merupakan salah satu ancaman kesehatan global yang dapat meningkatkan angka kesakitan, kematian, dan biaya pelayanan kesehatan. Edukasi tentang penggunaan antibiotik yang bijak perlu diberikan sejak usia sekolah agar siswa dapat menjadi agen perubahan di masyarakat.Tujuan: Meningkatkan pengetahuan siswa SMA mengenai antibiotik dan resistensi antimikroba melalui edukasi interaktif.Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 97 siswa SMA Al-Uswah Surabaya dengan metode seminar, diskusi, dan lomba media edukasi (video/poster). Evaluasi dilakukan melalui kuesioner pre-test dan post-test dengan 10 pertanyaan terkait antibiotik dan resistensi antimikroba. Analisis dilakukan dengan menghitung persentase jawaban benar dan peningkatan pengetahuan.Hasil: Rata-rata skor post-test meningkat dibandingkan pre-test. Peningkatan tertinggi pada pertanyaan mekanisme resistensi antibiotik (34,5%), terendah pada pemahaman dasar antibiotik (3,9%). Normalized gain (g=0,44) menunjukkan kategori peningkatan sedang.Kesimpulan: Edukasi interaktif efektif meningkatkan pemahaman siswa tentang resistensi antimikroba. Kegiatan serupa perlu dilanjutkan secara berkelanjutan dan diperluas ke sekolah lain
The Implementation of Electric E-Auction in Supply Chain for Human Resource Development of Extended Family Cooperative Partners: f Electric E-Auction in Supply Chain
Kebutuhan industri dalam bidang kelancaran negosiasi vendor untuk memperkecil kecurangan dan fleksibilitas pengadaan material kapal di galangan. Aplikasi ini digunakan oleh beberapa pengguna dengan peran yang berbeda. Engineer bertugas mengeluarkan Bill of Material yang akan menjadi dasar dalam perencanaan pengadaan barang. Tim perencanaan kemudian menyusun Material List yang disesuaikan dengan jadwal pelaksanaan proyek. Setelah itu, tim supply chain melakukan proses sourcing atau inquiry ke beberapa calon vendor untuk mendapatkan penawaran terbaik. Terobosan baru berupa E-Auction lelang elektronik. Dengan tujuan mencari harga yang effisien dan akuntabilitas serta mampu dipertanggung jawabkan, tidak diperlukan rapat secara manual , cukup dari tempat masing – masing vendor dalam rapat maupun proses lelang.Hasil yang utama berupa aplikasi lelang online berjalan lebih stabil, real-time, dan user-friendly dengan mengintegrasikan E-Auction serta mitra mampu mengelola akun, memantau lelang, dan menganalisis data-data peserta Lelang pekerjaan dan barang serta jasa secara akurat. Kebutuhan industri dalam bidang kelancaran negosiasi vendor untuk memperkecil kecurangan dan fleksibilitas pengadaan material kapal di galangan. Aplikasi ini digunakan oleh beberapa pengguna dengan peran yang berbeda. Engineer bertugas mengeluarkan Bill of Material yang akan menjadi dasar dalam perencanaan pengadaan barang. Tim perencanaan kemudian menyusun Material List yang disesuaikan dengan jadwal pelaksanaan proyek. Setelah itu, tim supply chain melakukan proses sourcing atau inquiry ke beberapa calon vendor untuk mendapatkan penawaran terbaik. Terobosan baru berupa E-Auction lelang elektronik. Dengan tujuan mencari harga yang effisien dan akuntabilitas serta mampu dipertanggung jawabkan, tidak diperlukan rapat secara manual , cukup dari tempat masing – masing vendor dalam rapat maupun proses lelang.Hasil yang utama berupa aplikasi lelang online berjalan lebih stabil, real-time, dan user-friendly dengan mengintegrasikan E-Auction serta mitra mampu mengelola akun, memantau lelang, dan menganalisis data-data peserta Lelang pekerjaan dan barang serta jasa secara akurat
Strategi Pengembangan Agrowisata Berkelanjutan Berbasis Triple Layered Business Model Canvas di Desa Rowosari Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember: Sustainable Agrotourism Development Strategy Based on Triple Layered Business Model Canvas in Rowosari Village, Sumberjambe District, Jember Regency
Penelitian ini berjudul Strategi Pengembangan Agrowisata Berkelanjutan Berbasis Triple Layered Business Model Canvas di Desa Rowosari Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember'. Latar belakang penelitian dilandasi oleh potensi Desa Rowosari yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk pengembangan agrowisata. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi pengembangan model bisnis agrowisata di Desa Rowosari yang efektif dan berkelanjutan dengan alat bantu Analisis AHP, SWOT, dan TLBMC. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan berbagai pihak terkait (petani, pengelola wisata, pemerintah desa), dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan beberapa strategi pengembangan model bisnis agrowisata yang meliputi pengembangan produk wisata berbasis pertanian, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan infrastruktur pendukung, serta strategi pemasaran yang tepat sasaran. Kesimpulannya, pengembangan model bisnis agrowisata di Desa Rowosari memerlukan perencanaan yang terintegrasi dan kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak terkait untuk mencapai keberhasilan dan keberlanjutan usaha. Strategi yang dirumuskan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Rowosari melalui pemanfaatan potensi sumber daya lokal
Profil Senyawa Metabolit Ekstrak Daun Mint, Daun Stevia, dan Kulit Melinjo Menggunakan GC-MS
Masyarakat Indonesia sering memanfaatkan tanaman dan rempah-rempah sebagai bahan tambahan pada produk makanan atau minuman untuk memperkaya cita rasa produk. Diantaranya daun mint sebagai bahan aroma alami (flavor agent) dan daun stevia sebagai bahan pemanis alami. Penelitian sebelumnya telah mempelajari aktivitas antioksidan dan sifat sensoris dari minuman kulit melinjo dengan penambahan daun mint dan daun stevia. Kulit melinjo berpotensi sebagai antioksidan karena kandungan senyawa fenoliknya. Daun mint mengandung minyak peppermint yang menciptakan aroma segar sedangkan daun stevia mengandung steviosida, steviolbiosida, rebaudiosida A–E dan dulkosida A yang berperan sebagai pemanis alami. Bahan-bahan tersebut tentunya mengandung senyawa bioaktif lainnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kandungan senyawa metabolit ekstrak dari kombinasi daun mint, daun stevia, dan kulit melinjo menggunakan GC-MS sehingga harapannya dapat memanfaatkan dan mengembangkan potensi dari bahan tersebut. Jumlah senyawa yang teridentifikasi dari ekstrak kombinasi daun mint, daun stevia, dan kulit melinjo menggunakan GC-MS lebih banyak pada ekstrak dengan pelarut etanol (45 senyawa). Senyawa yang dominan dalam ekstrak MSK-Aq dan MSK-EtOH adalah Hexadecanoic acid (CAS) Palmitic acid (asam palmitat) sedangkan pada ekstrak MSK-MetOH adalah 9-Octadecenoic acid (Z)- (CAS) Oleic acid (asam oleat)
The Symbolic Meaning of the Jasmine Ronce Necklace in the Film "Jumbo" (2025): Roland Barthes' Semiotic Analysis
Film, in its narrowest definition, refers to the presentation of images on a large screen; however, in a broader context, it may also encompass those broadcast on television. As a mass medium, film is a complex form of audiovisual art. This study employs Roland Barthes' semiotic approach to explore the symbolic significance of the jasmine ronce necklace in Ryan Adriandy's film "Jumbo." The analysis is conducted through two levels: denotation and connotation, along with the concept of myth. The jasmine ronce necklace is interpreted not merely as a physical object but as a cultural and ideological signifier. Findings from this study reveal that the jasmine ronce necklace embodies spiritual meaning, the sanctity of love, and emotional depth, which together construct cultural myths within the Indonesian context
Pengaruh Financial Distress, Kualitas Audit, dan Generalist Skills CEO terhadap Opini Audit Going Concern
This research analyzes the effect of financial distress, audit quality, and CEO generalist skills on going
concern audit opinions for energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2021
to 2024. The study sample encompasses oil and gas firms selected through a purposive sampling
technique, resulting in 14 companies observed over four years, which provided 56 data observations
Logistic regression analysis is employed to examine the effects of financial distress and CEO generalist
skills on going concern audit opinions. Meanwhile, the effect of audit quality is tested using Fisher’s Exact
Test due to the presence of a complete separation phenomenon. The results indicate that financial
distress has a positive and significant effect on going concern audit opinions, audit quality has a negative
and significant effect, while CEO generalist skills have no significant effect. These findings suggest that
financial conditions and audit quality are key determinants of going concern audit opinions in energy
sector companies