Open Access Jurnal Politeknik Negeri Jember
Not a member yet
2290 research outputs found
Sort by
Analisis SWOT Perusahaan Startup CV. Basiscrop Indonesia
Pupuk organik merupakan faktor penting dalam produksi hasil pertanian dan perkebunan berkelanjutan. Untuk menghasilkan produksi pertanian dan perkebunan yang memiliki kualitas mutu tinggi sangat bergantung dengan pupuk organik. CV Basiscrop Indonesia adalah produsen berbagai pupuk organik, dekomposer, asam amino dan biopestisida, produk unggulan CV Basiscrop antara lain pupuk BC, pupuk Asam Amino, Pupuk Blotong, Dekomposer Rumen Sapi dan Napofith. CV Basiscrop Indonesia berdiri sejak tahun 2023 dengan wilayah kerja Area Lumajang, Probolinggo, Jember, Bondowoso, dan Situbondo. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis berbagai faktor secara sistematis berdasarkan kekuatan, peluang, kelemahan, dan ancaman sehingga dapat merumuskan strategi serta kebijakan yang tepat pada CV. Basiscrop Indonesia. Berdasarkan hasil analisis perusahaan menghadapi peluang yang sangat besar, namun disisi lain CV. Basiscrop Indonesia menghadapi beberapa kendala/kelemahan internal. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: meningkatkan ketersediaan produk setiap bulannya, pemasaran online dan offline secara massif, membuat demplot percobaan untuk meyakinkan mitra, eksport produk ke asia tenggara, bidik target pasar perusahaan sawit, rekruitmen tenaga kerja supporting, membentuk budaya kerja yang kompetitif, meningkatkan selling skill, membangun kemitraan dan kerjasama dengan pemerintah, asosiasi dan toko pertanian
Perancangan Sistem Kontrol Alat Ukur Viscositas Pada Fluida Menggunakan Arduino Sebagai Penunjang Praktikum Di Laboratorium Teknik Tata Air
Salah satu sifat cairan yang menentukan besarnya perlawanan terhadap gaya gesek adalah viskositasnya, yang juga dikenal sebagai ukuran kekentalan fluida, yang menunjukkan besar kecilnya gesekan di dalam fluida. Semakin tinggi viskositas fluida, semakin sulit suatu benda bergerak di dalamnya. Viskositas fluida ditentukan oleh gesekan molekul-molekul fluida yang menghalangi aliran fluida. Jenis fluida yang mudah mengalir memiliki nilai viskositas yang rendah, dan sebaliknya. Ini adalah gesekan yang menghalangi aliran zat cair. Di laboraturium teknik tata air, pengukuran viskositas fluida sederhana biasanya dilakukan dengan menggunakan teknik bola jatuh. Metode ini digunakan untuk memasukkan bola ke dalam tabung yang berisi fluida, seperti pelumas atau oli, dan kemudian menghitung waktu tempuh dengan menggunakan hukum stokes. Praktikum fisik di laboratorium teknik tata air. Desain sistem kontrol alat ukur viscositas fluida dengan arduino alat yang dirancang terdiri dari komponen yang dapat mengukur kekentalan fluida. Jika sensor infra red digunakan, diharapkan mereka dapat menjawab masalah alami. Selain itu, diperlukan pengendali seperti mikrokontroler yang dapat mengontrol sensor secara otomatis
PROSES PRODUKSI PUREE TOMAT DALAM RUANG LINGKUP SKALA USAHA MIKRO: TOMATO PUREE PRODUCTION PROCESS IN MICRO BUSINESS SCALE
Tomatoes are commodities that spoil quickly, so they require proper handling after harvest. One of the attempt to overcome damage to tomatoes is for make tomatoes become tomato puree. Fruit processing pureeing can increase economic value, so it is very suitable to use as a home-based micro industry. This research aims to analyze the characteristics of the raw materials used in production tomato puree, knowing the yield produced and the production costs of making tomato puree. This research was conducted based on selected treatments from tomato raw materials with a variety of different levels of ripeness. Analysis of observations based on chemical tests, mass balance and HPP. The research results show that tomatoes are superior in making tomato puree form of Tb (fresh red tomatoes) of red color, typical tomato sour taste, strong aroma, and texture that is still dense but has a lot of water content, TPT 4.5 obrix, TAT 0.37%, and PH of 4.73. The results of the calculation of the yield value for tomato puree are as much as 36.8%. The total production costs required for making tomato puree is Rp. 102,760,- so the production price per unit of product is Rp. 4,671,-
IS4AC (Intelligence System for Air Controller) Application for Air Quality Control of Tobacco Storage Warehouse PT. Mangli Djaya Raya
Warehouse Quality Monitoring Information System (IS4AC) was developed to improve the monitoring of storage environmental conditions, especially related to temperature, humidity, and PH₃ levels, which have an impact on product quality. This study includes the collection of initial data from partners used for system design and modeling, followed by the development of a sensor-based application that allows real-time monitoring. The research methodology includes data collection, system design, application development, and testing and implementation in the laboratory and partner warehouse locations. The results of the study show that IS4AC is able to provide accurate and timely information, improve operational efficiency, and reduce the risk of product damage due to unmonitored environmental conditions. With this system, users can make better decisions in storage quality management. In conclusion, this study shows the significant potential of an automated monitoring system in improving warehouse management, as well as contributing to the development of adaptive technology in various industrial sectors
Diversifikasi Produk Arang Menjadi Biochar dan Asap Cair di Mitra Arang Sejahtera Jember
The processing of organic waste into valuable and environmentally friendly products is a sustainable solution for small-scale businesses, such as Arang Sejahtera in Jember. This business produces charcoal from wood and agricultural waste; however, the combustion process generates smoke that is not utilized and may contribute to environmental pollution. This community service program aims to implement pyrolysis technology to produce biochar and liquid smoke as by-products. Pyrolysis technology not only enhances the efficiency of charcoal production but also reduces environmental impacts by converting the smoke generated into valuable products. Biochar can be used as an alternative fuel, soil amendment, and carbon sequestration agent, while liquid smoke has potential as a raw material for the chemical industry or liquid fertilizer. Through training and mentoring for Mitra Arang Sejahtera, it is expected that this initiative will improve productivity and result in more sustainable products, reduce air pollution, and provide greater economic benefits. This program also has the potential to be adopted by other SMEs in Jember and surrounding areas as a model for environmentally friendly biomass waste management.Pengolahan limbah organik menjadi produk yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan keberlanjutan usaha kecil, seperti yang dilakukan oleh Arang Sejahtera di Jember. Usaha ini memproduksi arang dari bahan baku kayu dan limbah pertanian, namun proses pembakaran menghasilkan asap yang tidak dimanfaatkan dan berpotensi mencemari lingkungan. Untuk itu, pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan teknologi pirolisis untuk menghasilkan biochar dan asap cair sebagai produk sampingan. Teknologi pirolisis ini tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi arang, tetapi juga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dengan memanfaatkan asap yang dihasilkan menjadi produk yang bermanfaat. Biochar dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif, amandemen tanah, dan untuk penyerapan karbon, sedangkan asap cair memiliki potensi sebagai bahan baku industri kimia atau pupuk cair. Melalui pelatihan dan pendampingan kepada pihak Mitra Arang Sejahtera, diharapkan usaha ini dapat meningkatkan produktivitas dan menghasilkan produk yang lebih berkelanjutan, mengurangi polusi udara, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar. Program ini juga berpotensi untuk diadopsi oleh UMKM lain di Jember dan sekitarnya sebagai model untuk pengelolaan limbah biomassa yang lebih ramah lingkungan
Analisis Penerimaan Karyawan Terhadap Implementasi Sistem ERP dengan Metode TAM di Rumah Sakit X Gresik
X Hospital in Gresik frequently encounters delays in financial reporting, prompting them to seek a solution by implementing an ERP system. This study aimed to examine the relationship between perceived ease of use and perceived usefulness with the level of acceptance at X Hospital in Gresik. The research design was quantitative, utilizing a cross-sectional method. The study employed a total sampling technique, involving 100 respondents. The findings indicated that 48 respondents (48%) rated X1 as good, 66 respondents (66%) rated X2 positively, and 49 respondents (49%) considered Y to be good. The results showed a significant relationship between perceived ease of use and acceptance levels, with a p-value of 0.000. Additionally, a significant relationship was found between perceived usefulness and acceptance levels, with a p-value of 0.002 at X Hospital. Regular monitoring and evaluation are necessary, considering the continuous technological updates received by users. The hospital is advised to conduct regular monitoring and evaluation to gather user feedback for ERP development.Rumah Sakit X Gresik sering menghadapi permasalahan keterlambatan dalam pelaporan keuangan sehingga mendorong mereka menemukan solusi dengan mengimplementasikan sistem ERP. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan persepsi kemudahan dan persepsi kegunaan terhadap tingkat penerimaan di Rumah Sakit X Gresik. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode cross-sectional. Sampling penelitian ini menggunakan total sampling sebanyak 100 responden. Penelitian ini didapatkan hasil dari sebagian responden menilai X1 baik sebanyak 48 responden (48%%), lebih dari sebagian responden menyatakan X2 sebanyak 66 responden (66%), dan sebagian responden menyatakan Y baik sebanyak 49 orang (49%). Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan signifikansi persepsi kemudahan terhadap tingkat penerimaan (p value=0,000), terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi kegunaan terhadap tingkat penerimaaan (p value=0,002) di Rumah Sakit X Gresik. Perlu dilakukannya monitoring dan evaluasi secara berkala mengingat pembaharuan teknologi yang diterima user. Diharapkan rumah sakit disarankan untuk melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk menerima masukan dari pengguna dalam pengembangan ERP
Faktor yang Berhubungan dengan Penerimaan Sistem Pendaftaran Online Rumah Sakit
The online registration system has been implemented by many healthcare service providers, including Kanjuruhan Hospital, Malang Regency. This system aims to facilitate patient access to hospital registration from anywhere without the need for long waiting times. The objective of this study is to examine outpatient perceptions regarding the usefulness and ease of use of the online registration system and its impact on their acceptance of the system. This research adopts a quantitative analytical approach, focusing on outpatients using the online registration system. The study is based on the Technology Acceptance Model (TAM) with a cross-sectional approach. A total of 80 respondents were selected as the sample, and data were analyzed using the Spearman rank test. The findings indicate that the perceived usefulness variable in relation to user acceptance yielded a p-value of 0.000 < 0.05, and the perceived ease of use variable in relation to user acceptance also yielded a p-value of 0.000 < 0.05. These values demonstrate a correlation between the two variables, as the correlation values are lower than the significance level. The study concludes that user acceptance is significantly influenced by perceptions of usefulness and ease of use.Sistem pendaftaran online sudah diimplementasikan oleh banyak pihak fasilitas pelayanan kesehatan, salah satunya yaitu RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang. Sistem ini bertujuan untuk memudahkan pasien yang akan berobat ke rumah sakit dapat mengakses sistem pendaftaran online dari mana saja tanpa perlu menunggu lama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi pasien rawat jalan terhadap kemanfaatan dan kemudahan dalam penggunaan sistem pendaftaran online terhadap penerimaan mereka terhadap sistem. Penelitian ini merupakan kuantitatf analitik pada pasien rawat jalan yang menggunakan sistem pendaftaran online ini menggunakan teori Technology Acceptance Model (TAM) dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil sebanyak 80 responden menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan variabel persepsi kemanfaatan terhadap penerimaan pengguna diperoleh nilai 0,000 < 0,05 dan persepsi kemudahan terhadap penerimaan pengguna diperoleh nilai 0,000 < 0,05. Dari angka tersebut menunjukkan adanya korelasi antara kedua variabel tersebut karena nilai korelasinya lebih kecil dari nilai signifikasinya. Penelitian menunjukkan bahwa penerimaan pengguna memilik hubungan terhadap persepsi kemanfaatan dan kemudahan
Pengembangan Materi Pengolahan Makanan untuk Guru Prakarya Dan Kewirausaahan di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur sebagai Upaya Pengayaan Implementasi Kurikulum Merdeka
Implementasi Kurikulum Merdeka dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kreativitas guru, aktivitas peserta didik, fasilitas, sumber belajar, dan manajerial sekolah. Kurikulum ini bertujuan untuk menyederhanakan proses pembelajaran dengan tetap memberikan materi yang mendalam, interaktif, serta berfokus pada penguatan karakter dan pengembangan potensi siswa. Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) sebagai pusat pendidikan utama untuk para putera Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia, bertanggung jawab untuk memastikan kompetensi dan kesiapan guru dalam melaksanakan Kurikulum Merdeka secara optimal. Berdasarkan hasil studi dan diskusi dengan pihak SIKL, ditemukan kendala pada pelaksanaan Kurikulum Merdeka, khususnya pada mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) terutama keterbatasan keterampilan dalam mengajarkan materi pengolahan makanan yang dapat diimplementasikan dalam kegiatan kewirausahaan. Sebagai solusi, tim pengabdian dari Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan pelatihan hands-on untuk memperkaya keterampilan para guru di SIKL. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengajarkan materi PKWU berbasis kewirausahaan. Pada pelatihan ini menitikberatkan teknik pengolahan fusion food, yang menggabungkan elemen kuliner Indonesia dan Malaysia, serta memberikan materi yang relevan dengan dunia wirausaha. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan materi pengolahan makanan dengan wirausaha, mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka secara optimal, serta berkontribusi pada pengembangan keterampilan siswa di bidang kewirausahaan.Implementasi Kurikulum Merdeka dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kreativitas guru, aktivitas peserta didik, fasilitas, sumber belajar, dan manajerial sekolah. Kurikulum ini bertujuan untuk menyederhanakan proses pembelajaran dengan tetap memberikan materi yang mendalam, interaktif, serta berfokus pada penguatan karakter dan pengembangan potensi siswa. Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) sebagai pusat pendidikan utama untuk para putera Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia, bertanggung jawab untuk memastikan kompetensi dan kesiapan guru dalam melaksanakan Kurikulum Merdeka secara optimal. Berdasarkan hasil studi dan diskusi dengan pihak SIKL, ditemukan kendala pada pelaksanaan Kurikulum Merdeka, khususnya pada mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) terutama keterbatasan keterampilan dalam mengajarkan materi pengolahan makanan yang dapat diimplementasikan dalam kegiatan kewirausahaan. Sebagai solusi, tim pengabdian dari Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan pelatihan hands-on untuk memperkaya keterampilan para guru di SIKL. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengajarkan materi PKWU berbasis kewirausahaan. Pada pelatihan ini menitikberatkan teknik pengolahan fusion food, yang menggabungkan elemen kuliner Indonesia dan Malaysia, serta memberikan materi yang relevan dengan dunia wirausaha. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan materi pengolahan makanan dengan wirausaha, mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka secara optimal, serta berkontribusi pada pengembangan keterampilan siswa di bidang kewirausahaan.
 
Peningkatan Kompetensi Pelaku Usaha Sentra Industri Hasil Tembakau Jember melalui Edukasi Digital Marketing
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pelaku usaha di Sentra Industri Hasil Tembakau Jember melalui edukasi digital marketing. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya literasi digital serta minimnya pemanfaatan media sosial dan platform daring dalam strategi promosi produk. Melalui pelatihan dan pendampingan intensif, peserta dibekali pengetahuan tentang konsep digital marketing, teknik pembuatan konten visual, pengelolaan akun media sosial bisnis, serta strategi branding berbasis kearifan lokal. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, aktivasi akun media sosial, dan interaksi konsumen. Rata-rata peningkatan followers, likes, dan reach mencapai lebih dari 180%. Pendekatan edukatif berbasis praktik langsung terbukti efektif dalam mendorong transformasi digital yang berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi model pemberdayaan UMKM berbasis teknologi yang dapat direplikasi pada sektor lainnya.Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pelaku usaha di Sentra Industri Hasil Tembakau Jember melalui edukasi digital marketing. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya literasi digital serta minimnya pemanfaatan media sosial dan platform daring dalam strategi promosi produk. Melalui pelatihan dan pendampingan intensif, peserta dibekali pengetahuan tentang konsep digital marketing, teknik pembuatan konten visual, pengelolaan akun media sosial bisnis, serta strategi branding berbasis kearifan lokal. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, aktivasi akun media sosial, dan interaksi konsumen. Rata-rata peningkatan followers, likes, dan reach mencapai lebih dari 180%. Pendekatan edukatif berbasis praktik langsung terbukti efektif dalam mendorong transformasi digital yang berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi model pemberdayaan UMKM berbasis teknologi yang dapat direplikasi pada sektor lainnya
Visualisasi Spasial Kunjungan Pasien Rumah Sakit Menggunakan Sistem Informasi Geografis
Patient visit data at Bandung Paru Hospital is still managed conventionally, without integration with Geographic Information System (GIS) technology. This study aimed to develop and utilize GIS to visualize patient visits, supporting spatial data-based decision-making. A descriptive method was used, with the research population consisting of all patient visits to paru Hospital in 2024. The sample included outpatient and emergency patients selected through purposive sampling. Secondary data were taken from outpatient and emergency visit records, processed, and displayed in thematic maps using color gradients from green to red to indicate visit intensity, from low to high. The results showed that GIS can provide a spatial overview of patient visit distribution, helped identify visit patterns, and supported strategic planning such as improving facilities and services. Paru Hospital is encouraged to adopt GIS for spatial-based visualization of patient visit data, as it allows the data to be presented in interactive maps, offering clearer insights into the geographic distribution of patients.Data kunjungan pasien di RS Paru Bandung masih dikelola secara konvensional tanpa adanya integrasi dengan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan memanfaatkan SIG guna memvisualisasikan kunjungan pasien, sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis data spasial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan populasi penelitian berupa keseluruhan kunjungan pasien Rumah Sakit Paru Bandung pada tahun 2024, dengan sampel pasien rawat jalan dan rawat darurat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data sekunder diambil dari daftar kunjungan pasien rawat jalan dan rawat darurat, diolah dan direpresentasikan dalam peta tematik menggunakan gradasi warna hijau hingga merah yang menunjukkan intensitas kunjungan dari rendah hingga tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIG mampu memberikan gambaran distribusi kunjungan pasien secara spasial, mempermudah identifikasi pola kunjungan, dan mendukung perencanaan strategis seperti peningkatan fasilitas dan pelayanan. Rumah Sakit Paru Bandung disarankan untuk memanfaatkan SIG untuk visualisasi data kunjungan pasien berbasis spasial karena data kunjungan pasien dapat ditampilkan dalam bentuk peta interaktif yang memberikan informasi lebih jelas mengenai distribusi geografis pasien