Open Access Jurnal Politeknik Negeri Jember
Not a member yet
2290 research outputs found
Sort by
Analisis Tarif INA-CBGS Kasus Persalinan dengan Penyulit Disertai Prosedur Sectio caesarea
Financing for Sectio caesarea (SC) procedures within the INA-CBGs system is determined based on specific medical indications. When discrepancies arise between INA-CBGs reimbursement rates and hospital service rates, hospitals may experience financial losses. This study aims to describe INA-CBGs tariffs across various severity levels by considering the characteristics and clinical conditions of delivering mothers. This research employed a descriptive quantitative design. The researcher observed 142 claim data entries for complicated deliveries involving SC procedures, and the data were analyzed descriptively. The results showed that most patients were aged 26–30 years (34.51%), had a medical indication of previous SC (27.46%), were treated in class III wards (54.93%), had a length of stay of four days (66.90%), had a primary diagnosis of O34.2 (31.69%), and were categorized as severity level I (76.06%). The most common secondary diagnoses were a history of SC (12.37%) and anemia (12.37%). Hospital tariffs varied considerably, and the deficit between INA-CBGs rates and hospital rates reached approximately 40 million rupiah. Hospitals should implement strict internal validation of claims, ensure complete documentation, strengthen inter-unit coordination, and provide regular training for staff on updated claim regulations.Pembiayaan prosedur Sectio caesarea (SC) dalam INA-CBGs dilakukan atas dasar indikasi medis tertentu. Ketika terdapat selisih tarif INA CBGs dengan tarif rumah sakit, rumah sakit mengalami kerugian. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tarif INA-CBGs pada berbagai tingkat keparahan dengan mempertimbangkan karakteristik dan keadaan klinis ibu bersalin. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Peneliti mengobservasi 142 data klaim persalinan dengan penyulit disertai prosedur SC. Analisa data secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berumur 26-30 tahun (34,51%), indikasi medis riwayat SC (27,46%), dan kelas perawatan di kelas 3 (54,93%), lama perawatan 4 hari (66,90%), diagnosis utama O34.2 (31,69%), dan tingkat keparahan I (76,06%). Diagnosis sekunder komplikasi paling banyak terjadi adalah riwayat SC (12,37%) dan anemia (12,37%). Tarif rumah sakit cenderung beragam dan terdapat selisih kekurangan tarif berkisar 40 juta rupiah. Rumah sakit perlu melakukan validasi internal klaim secara ketat, memastikan kelengkapan dokumen, meningkatkan koordinasi antar unit serta melakukan pelatihan rutin bagi staf terkait aturan klaim terbaru
Perancangan User Interface (UI) dan User Experience (UX) SIM Klinik Kodefikasi Klinis
Medical record officers at Clinic X experience difficulties in determining disease and procedure codes because coding is performed manually, which often results in claim delays due to codes that are insufficiently specific and do not comply with BPJS regulations. Therefore, this study aims to design a UI/UX for the clinical coding module of the Clinic Information System (CIS) at Clinic X, Malang Regency, to ensure faster and more accurate code generation. This study employed a Research and Development (R&D) approach using Figma, involving three medical record officers as informants. The results indicate that the UI/UX design of the clinical coding module consists of five pages: a login page, a coding dashboard page, a coding page, a coding edit page, and a coding report page. The UI/UX interface design covers navigation, page titles, language clarity, icon consistency, colour schemes, visual appearance, layout, font type and size, and overall page structure, all of which were found to be appropriate. The CIS not only functions effectively from a technical perspective but also enhances the comfort and efficiency of healthcare personnel in managing medical data and services.Petugas rekam medis di Klinik X merasa kesulitan dalam menentukan kode penyakit atau tindakan karena kode diisikan secara manual dan seringkali terjadi pending klaim karena kode yang diiputkan belum spesifik dan belum memenuhi ketentuan dari aturan BPJS. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan perancangan UI/UX pada SIM Klinik bagian kodefikasi klinis di Klinik X Kabupaten Malang supaya kode yang dihasilkan cepat dan akurat. Metode penelitian ini menggunakan Research and Development (RnD) menggunakan aplikasi Figma dengan jumlah informan sebanyak 3 orang petugas rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan UI/UX SIM Klinik bagian kodefikasi klinis terdiri dari 5 halaman yaitu halaman login, halaman dashboard koding, halaman koding, halaman edit koding, serta halaman laporan koding. Perancangan design antarmuka UI/UX SIM Klinik bagian kodefikasi klinis berupa navigasi, judul setiap halaman, tata bahasa, konsistensi ikon, bahasa, dan warna pada tiap halaman, desain warna dan tampilan, layout, jenis dan ukuran font serta struktur setiap halaman sudah sesuai. SIM Klinik tidak hanya berfungsi secara teknis tetapi juga mendukung kenyamanan kerja tenaga kesehatan dalam mengelola data dan layanan medis
Analisis Faktor Penyebab Ketidakakuratan Kode Diagnosis Cedera di Rumah Sakit 'Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan
The accuracy of diagnostic and medical procedure coding depends on the completeness and clarity of information in medical records. A preliminary survey of 59 inpatient records showed that 23 were coded accurately, while 36 were inaccurate. This study aims to analyse factors contributing to inaccurate injury diagnosis coding at RS ‘Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan. A descriptive design was used, with data collected through observation and interviews. Observations were conducted on 100 inpatient medical records of injury cases, and interviews involved two coders. The results showed that the fourth-character coding was accurate in 96 records (96%) and inaccurate in 4 records (4%), mainly due to non-specific diagnoses documented by physicians. For the fifth character, 53 records (53%) were coded accurately and 47 records (47%) inaccurately, primarily because the documentation did not specify whether the injury was open or closed. No records (0%) included accurate external cause codes, while all records (100%) were inaccurate, largely due to limited coder knowledge and the fact that coders were not trained medical record professionals. Hospitals are advised to improve clinical documentation, provide regular disease coding training, and strengthen collaboration between coders and physicians to enhance coding accuracy.Keakuratan pengodean diagnosis dan prosedur medis dilakukan berdasarkan informasi dalam rekam medis. Hasil survei pendahuluan terhadap 59 rekam medis rawat inap, sebanyak 23 akurat dan tidak akurat sebanyak 36. Tujuan penelitian ini menganalisis faktor penyebab ketidakakuratan pengodean diagnosis cedera di RS ‘Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan. Metode penelitian yaitu deskriptif, teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Observasi terhadap 100 rekam medis kasus cedera dan wawancara kepada 2 orang koder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan pada karakter ke-4 akurat sebanyak 96 (96%) dan 4 (4%) tidak akurat. Penyebabnya yaitu diagnosis yang diinput oleh dokter tidak spesifik. Tidak dikode karakter ke-5 akurat 53 (53%) dan tidak akurat 47 (47%), penyebabnya karena tidak tertera cedera tertutup atau terbuka. Berdasarkan tidak ditambahkan kode external cause hasil akurat 0 (0%) dan tidak akurat (100%), penyebabnya karena kurangnya pengetahuan koder dalam menentukan kode diagnosis cedera dan koder bukan merupakan seorang perekam medis. Saran untuk rumah sakit yaitu perbaikan pendokumentasian klinis, pelatihan kodifikasi penyakit dan pentingnya kolaborasi antara koder dengan dokter
Pengaruh Kapitalisasi Pasar, Ukuran Perusahaan, Arus Kas Bebas, Kebijakan Dividen, dan Tingkat Suku Bunga terhadap Nilai Perusahaan
This study aims to analyze the influence of market capitalization, firm size, free cash flow, dividend policy, and interest rates on firm value. The research employs a quantitative approach using regression analysis on secondary data of companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during 2019–2023. The results indicate that market capitalization, free cash flow, and dividend policy have a positive effect on firm value, while firm size has a significant negative effect, and interest rates show no significant impact. These findings highlight the importance of financial and policy factors in determining firm value and provide practical implications for management in developing strategies to enhance firm value and attract investors
Rancang Bangun Pengolahan Limbah Cair Berbasis Mikrokontroler Arduino di Laboratorium Biosain
Laboratorium Biosain merupakan laboratorium pengujian yang menggunakan alat pengujian dan berbagai macam bahan kimia. Limbah yang dihasilkan mengandung bahan pencemar yang bersifat racun dan berbahaya. Limbah tersebut berasal dari kegiatan praktikum, penelitian maupun pengujian. Pada penelitian sebelumnya pengolahan limbah cair Laboratorium Biosains menggunakan metode filtrasi sederhana dan kualitas hasil filtrasi membutuhkan pengujian yang cukup lama. Sehingga masalah ini dapat diatasi dengan penelitian lanjutan yaitu pemasangan sistem otomatis yang mampu melakukan monitoring air limbah secara efektif dan efisien. Dalam penelitian ini dibuat rancangan sistem monitoring pengolahan limbah cair dengan menggunakan sensor pembaca pH, TDS dan DO sensor yang menggunakan mikrokontroler Arduino Uno sebagai pemroses data. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sistem monitoring limbah cair Laboratorium Biosain sehingga diperoleh nilai parameter limbah cair yang cepat, akurat dan dalam kondisi sudah layak untuk dibuang ke lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian yang telah dilakukan dihasilkan sistem monitoring pH, TDS dan DO yang dapat bekerja dengan baik dengan akurasi pengukuran pH, TDS, dan DO yang tinggi dibandingkan dengan alat ukur standar masing-masing sebesar 92,00 %, 91,25 % dan 89,75%
Pengujian Mutu Produk Glukomanan: Glucomannan Product Quality Testing
Glukomanan merupakan biomaterial yang memiliki sifat hidrokoloid yaitu memiliki kemampuan mengental dan membentuk gel yang tidak dapat kembali dalam bentuk semula (irreveble gel). Glukomanan yang beredar di pasaran diproduksi dengan berbagai metode sehingga menghasilkan karakteristik yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik glukomanan bedasarkan komposisi proksimat. Sampel produk glukomanan yang digunakan diperoleh dari market place dari 4 daerah di Indonesia yaitu Semarang-Jawa Tengah (GK1), Surabaya-Jawa Timur(GK2), Bandung-Jawa Barat (GK3) dan Sleman-Yogyakarta (GK4). Berdasarkan hasil penelitian, 4 sampel glukomanan tersebut memiliki komposisi proksimat yang berbeda-beda. Kadar glukomanan yang tertinggi diperoleh pada GK1 yaitu kadar air 10,71%, kadar abu 1,55%, kadar pati 0,7 %, kadar protein 0,89 %, kadar pati 0,79% dan kadar glukomanan 82,15% dan memenuhi standar Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) dan Professional Standard of the People’s Replubic, European Food Safety Authority. Adapun sampel GK2, GK3 dan GK4 belum memenuhi semua parameter mutu standar. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa perbedaan metode atau perlakuan ekstraksi dapat berpengaruh terhadap komposisi proksimat. Penelitian selanjutnya dibutuhkan untuk mengetahui karakteristik fisik, fungsional serta morfologi glukomanan
Analisis Numerik Pengeringan Ubi Jalar Berbasis Model Fick 1D dengan Kondisi Batas Robin: Aplikasi Skema Crank-Nicolson (FDM) pada Data Empirik: Numerical Analysis of Sweet Potato Drying Based on the 1D Fick Model with Robin Boundary Conditions: Application of the Crank–Nicolson Scheme (FDM) to Empirical Data
Analisis numerik pengeringan irisan ubi jalar menggunakan model Fick satu dimensi dengan kondisi batas Robin dilakukan untuk mengevaluasi kemampuan model dalam merekonstruksi kurva empiris penurunan kadar air pada suhu 50 °C dan 60 °C. Irisan ubi jalar varietas lokal setebal 2 mm dikeringkan dalam oven konveksi dengan pemantauan massa setiap 10 menit hingga tercapai kondisi setimbang. Skema Crank–Nicolson digunakan sebagai metode implisit dalam kerangka Finite Difference Method (FDM) dengan penyelesaian sistem tridiagonal melalui algoritma Thomas. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan mengimplementasikan model Fick 1D dengan batas Robin melalui skema Crank–Nicolson, serta membandingkan hasil simulasi dengan data eksperimen pada dua kondisi suhu untuk menilai akurasi model. Validasi dilakukan menggunakan koefisien determinasi (R²) dan Root Mean Square Error (RMSE). Hasilnya menunjukkan R² = 0,978 dan RMSE = 0,028 pada 50 °C, serta R² = 0,987 dan RMSE = 0,022 pada 60 °C.Temuan ini membuktikan bahwa penerapan batas Robin mampu merepresentasikan fenomena konveksi permukaan lebih realistis dibandingkan batas ideal. Dengan demikian, model Fick 1D berbasis Crank–Nicolson terbukti valid, akurat, dan berpotensi menjadi alat bantu perancangan proses pengeringan pangan yang efisien dan hemat energi
Pengaruh Substitusi Tepung Okara dan Penambahan Bubuk Kayu Manis Terhadap Karakteristik Fisikokimia Cookies: Effect of Okara Flour Substitution and Cinnamon Powder Addition on the Physicochemical Characteristics of Cookies
Permintaan tepung terigu yang tinggi menimbulkan ketergantungan impor sehingga diperlukan bahan baku alternatif. Okara, limbah kedelai yang kaya serat, berpotensi digunakan sebagai substitusi tepung dalam produk cookies. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung okara dan penambahan bubuk kayu manis terhadap kadar air, kadar abu, dan tekstur cookies. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor: substitusi tepung okara (20–50%) dan penambahan bubuk kayu manis (0,5 g dan 1 g), serta kontrol (100% terigu). Data dianalisis menggunakan ANOVA, dilanjutkan uji Duncan dan metode De Garmo untuk menentukan perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung okara meningkatkan kadar air, kadar abu, dan kekerasan cookies. Penambahan bubuk kayu manis juga berpengaruh terhadap ketiga parameter tersebut. Perlakuan terbaik diperoleh pada kombinasi 50% tepung okara dengan 0,5 g bubuk kayu manis (A1B2)
Evaluation of Chemical Composition of Three Potential Fresh Milk Raw Materials From Local Indonesian Regions
Milk is a nutrient-rich product produced by dairy cattle and plays an important role in preventing stunting in children under five years of age. In the production of milk-based products for toddlers, the quality of raw materials is a critical factor, particularly in terms of standardization and consumer acceptance. East Java Province is one of the largest milk-producing regions in Indonesia, with potential fresh milk sources originating from Jember, Probolinggo, and Banyuwangi Regencies. This study aimed to determine the best fresh milk raw material from these local sources by integrating chemical quality evaluation and hedonic analysis. A quantitative descriptive method was applied using Lactoscan analysis to assess the chemical composition of fresh milk samples. The results showed that all samples met the Indonesian National Standard (SNI) requirements for fresh milk, indicating comparable chemical quality across regions. Although minor variations in nutritional components were observed, these differences were not decisive in determining overall quality. Based on hedonic analysis, fresh milk from Banyuwangi Regency was identified as the most preferred sample. This finding highlights the novelty of the study, demonstrating that when chemical quality among milk samples is relatively similar, sensory preference becomes the determining factor in selecting the best raw material for toddler-oriented milk products
Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan sebagai Rumah Bibit untuk Pembibitan Sayuran dan Budidaya Vertikultur Dalam Rangka Mewujudkan Pekarangan Pangan Lestari di Perumahan Bumi Mangli Permai Jember
Di wilayah perkotaan pemanfaatan lahan untuk pertanian semakin menurun. Salah satu dampak negatifnya adalah menurunnya lahan-lahan produktif pertanian untuk pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan, terutama diwilayah perkotaan perlu ditingkatkan untuk pemenuhan kebutuhan pangan di masyarakat. Salah satu Perumahan di Kabupaten Jember adalah Perumahan Bumi Mangli Permai (BMP). Di Perumahan BMP terdapat terdapat Kelompok Wanita Tani (KWT) “Asri”. KWT dibentuk untuk mendukung program kerja Bank Sampah Unit (BSU) “Asri”. Permasalahan yang dihadapi oleh kelompok BSU dan KWT antara lain yaitu, pemanfaatan hasil dari pengelolaan sampah organik yaitu pupuk kompos yang belum secara maksimal dimanfaatkan untuk budidaya di pekarangan. Kelompok KWT dan BSU memiliki lahan pekarangan yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini tim pengabdian melakukan penyuluhan dan pendampingan optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan sebagai rumah bibit untuk pembibitan sayuran dan budidaya vertikultur sayuran dan TOGA. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan (peningkatan nilai post test mitra sebesar 43,87%) dan peningkatan keterampilan mitra. Tim Pengabdian juga melakukan serah terima rumah bibit, serta rak vertikultur untuk budidaya.Di wilayah perkotaan pemanfaatan lahan untuk pertanian semakin menurun. Salah satu dampak negatifnya adalah menurunnya lahan-lahan produktif pertanian untuk pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan, terutama diwilayah perkotaan perlu ditingkatkan untuk pemenuhan kebutuhan pangan di masyarakat. Salah satu Perumahan di Kabupaten Jember adalah Perumahan Bumi Mangli Permai (BMP). Di Perumahan BMP terdapat terdapat Kelompok Wanita Tani (KWT) “Asri”. KWT dibentuk untuk mendukung program kerja Bank Sampah Unit (BSU) “Asri”. Permasalahan yang dihadapi oleh kelompok BSU dan KWT antara lain yaitu, pemanfaatan hasil dari pengelolaan sampah organik yaitu pupuk kompos yang belum secara maksimal dimanfaatkan untuk budidaya di pekarangan. Kelompok KWT dan BSU memiliki lahan pekarangan yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini tim pengabdian melakukan penyuluhan dan pendampingan optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan sebagai rumah bibit untuk pembibitan sayuran dan budidaya vertikultur sayuran dan TOGA. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan (peningkatan nilai post test mitra sebesar 43,87%) dan peningkatan keterampilan mitra. Tim Pengabdian juga melakukan serah terima rumah bibit, serta rak vertikultur untuk budidaya