Open Access Jurnal Politeknik Negeri Jember
Not a member yet
2290 research outputs found
Sort by
Pemberdayaan Perempuan Desa Rambipuji Melalui Pelatihan Pengolahan Limbah Rumah Tangga menjadi Pupuk Organik Cair
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan PKK Curah Ancar, Rambipuji, melalui pelatihan pengolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair. Selama ini, sebagian besar limbah rumah tangga belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Melalui metode pelatihan, pendampingan, dan praktik langsung, peserta dibekali pengetahuan serta keterampilan dalam mengolah limbah organik sederhana menjadi produk pupuk cair yang bermanfaat untuk kebutuhan pertanian dan pekarangan rumah. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman peserta mengenai konsep daur ulang limbah, serta kemampuan memproduksi pupuk organik cair secara mandiri. Program ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan limbah rumah tangga, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung gerakan pertanian berkelanjutan di tingkat rumah tangga.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan PKK Curah Ancar, Rambipuji, melalui pelatihan pengolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair. Selama ini, sebagian besar limbah rumah tangga belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Melalui metode pelatihan, pendampingan, dan praktik langsung, peserta dibekali pengetahuan serta keterampilan dalam mengolah limbah organik sederhana menjadi produk pupuk cair yang bermanfaat untuk kebutuhan pertanian dan pekarangan rumah. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman peserta mengenai konsep daur ulang limbah, serta kemampuan memproduksi pupuk organik cair secara mandiri. Program ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan limbah rumah tangga, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung gerakan pertanian berkelanjutan di tingkat rumah tangga
Pelatihan Tutor Sebaya sebagai Strategi Penguatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja pada Siswa SMP Labschool Unesa
Remaja termasuk kelompok usia yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan reproduksi akibat minimnya pengetahuan, pengaruh lingkungan, dan mudahnya akses informasi yang tidak sehat. Edukasi kesehatan reproduksi sejak dini sangat penting untuk mencegah perilaku berisiko seperti seks pranikah, pernikahan dini, serta infeksi menular seksual. Salah satu strategi yang efektif adalah pendekatan tutor sebaya yang menekankan pada peran siswa sebagai agen edukasi bagi teman sebayanya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa SMP Labschool Unesa mengenai kesehatan reproduksi melalui pelatihan tutor sebaya. Pelaksanaan kegiatan meliputi tahap pelatihan (pemberian materi dan pretest) serta tahap implementasi (praktik tutor sebaya melalui pembuatan poster dan posttest). Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman siswa sebesar 75% serta respon positif terhadap materi, metode, dan fasilitator. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan tutor sebaya efektif sebagai metode edukasi kesehatan reproduksi remaja, sekaligus dapat direplikasi pada sekolah lain.Remaja termasuk kelompok usia yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan reproduksi akibat minimnya pengetahuan, pengaruh lingkungan, dan mudahnya akses informasi yang tidak sehat. Edukasi kesehatan reproduksi sejak dini sangat penting untuk mencegah perilaku berisiko seperti seks pranikah, pernikahan dini, serta infeksi menular seksual. Salah satu strategi yang efektif adalah pendekatan tutor sebaya yang menekankan pada peran siswa sebagai agen edukasi bagi teman sebayanya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa SMP Labschool Unesa mengenai kesehatan reproduksi melalui pelatihan tutor sebaya. Pelaksanaan kegiatan meliputi tahap pelatihan (pemberian materi dan pretest) serta tahap implementasi (praktik tutor sebaya melalui pembuatan poster dan posttest). Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman siswa sebesar 75% serta respon positif terhadap materi, metode, dan fasilitator. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan tutor sebaya efektif sebagai metode edukasi kesehatan reproduksi remaja, sekaligus dapat direplikasi pada sekolah lain
Penerapan Sistem Surat Menyurat Terdigitalisasi (E-Office) Pada BUMDESMA Mentereng LKD Cikoneng, Kabupaten Ciamis
Administrasi surat menyurat yang masih dilakukan secara manual di BUMDESMA Mentereng LKD, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, menimbulkan sejumlah kendala seperti keterlambatan pencatatan, kesulitan penelusuran arsip, serta rendahnya efisiensi layanan administrasi. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dikembangkan sebuah sistem E-Office berbasis web yang dirancang untuk mendukung digitalisasi pengelolaan surat masuk, surat keluar, serta dokumen administrasi penting lainnya. Kegiatan ini melibatkan pengurus BUMDESMA sebagai mitra utama, dengan dukungan mahasiswa pelaksana dan tim dosen pengusul dari Telkom University. Metode pelaksanaan mencakup analisis kebutuhan, perancangan dan pengembangan sistem, pelatihan penggunaan, hingga sosialisasi dan penyerahan sistem. Hasil dari kegiatan ini adalah terwujudnya platform E-Office yang mampu mendokumentasikan surat masuk secara elektronik, memfasilitasi pembuatan surat keluar melalui templat baku, serta mendukung pencatatan dokumen lain seperti proposal, berita acara, dan pencairan bulanan. Implementasi sistem ini terbukti meningkatkan kerapian arsip, mempercepat proses administrasi, serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas tata kelola dokumen. Dengan adanya E-Office, BUMDESMA Mentereng LKD kini memiliki instrumen digital yang mendukung modernisasi pelayanan administrasi dan siap dioperasikan secara mandiri oleh pengurus.Administrasi surat menyurat yang masih dilakukan secara manual di BUMDESMA Mentereng LKD, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, menimbulkan sejumlah kendala seperti keterlambatan pencatatan, kesulitan penelusuran arsip, serta rendahnya efisiensi layanan administrasi. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dikembangkan sebuah sistem E-Office berbasis web yang dirancang untuk mendukung digitalisasi pengelolaan surat masuk, surat keluar, serta dokumen administrasi penting lainnya. Kegiatan ini melibatkan pengurus BUMDESMA sebagai mitra utama, dengan dukungan mahasiswa pelaksana dan tim dosen pengusul dari Telkom University. Metode pelaksanaan mencakup analisis kebutuhan, perancangan dan pengembangan sistem, pelatihan penggunaan, hingga sosialisasi dan penyerahan sistem. Hasil dari kegiatan ini adalah terwujudnya platform E-Office yang mampu mendokumentasikan surat masuk secara elektronik, memfasilitasi pembuatan surat keluar melalui templat baku, serta mendukung pencatatan dokumen lain seperti proposal, berita acara, dan pencairan bulanan. Implementasi sistem ini terbukti meningkatkan kerapian arsip, mempercepat proses administrasi, serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas tata kelola dokumen. Dengan adanya E-Office, BUMDESMA Mentereng LKD kini memiliki instrumen digital yang mendukung modernisasi pelayanan administrasi dan siap dioperasikan secara mandiri oleh pengurus
Implementasi Teknologi Smart Screen House Untuk Mendukung Produksi Benih Kentang Unggul Dengan Media Cocopit Dan Manajemen Strategis Pertanian 5.0
Akademi Tani Sukses Indonesia (ATASI) merupakan sebuah organisasi yang membawahi lebih dari 12 kelompok tani. Kelompok ini mulai terbentuk pada tahun 2018, namun baru memperoleh legalitas formalpada tahun 2024. Fokus utama Mitra adalah pada kegiatan pembenihan kentang di wilayah Kabupaten Wonosobo, khususnya di dua lokasi yaitu Dusun Madukoro dan Dusun Gedikan, Desa Tlogojati, Kecamatan Wonosobo, Jawa Tengah. Secara geografis, daerah ini berada di dataran tinggi dengan iklim yang sangat mendukunguntuk pengembangan benih kentang unggul. Meskipun memiliki potensi besar, mitra masih menghadapi tantangan dalam manajemen produksi dan bisnis yang masih bersifat konvensional, sehingga kesulitan dalam meningkatkan daya saing dan memenuhi permintaanbenih kentang secara konvensioal.Tujuan kegiatan ini yaitu melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi teknologi dalam sektor pertanian, khususnya dalam pembenihan kentang, guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Implementasi sistem irigasi otomatis berbasis Internet of Things (IoT) dalam screen house mitra ATASI diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya produksi, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas benih kentang. Selain itu, kegiatan ini mendukung transformasi usaha tani berbasis teknologi dengan memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam pemanfaatan teknologi tepat guna, sehingga dapat meningkatkan daya saing mitra di pasar nasional. Teknologi yang diimplementasi memiliki prinsip kerja melakukan kendali penyiraman kabut dan penyiraman tetes, yang dilengkapi sensor pada setiap rak media cocopit. Sensor kelembaban tanah, Natrium Phospor, dan Kalium, sensor suhu dan kelembaban, sensor ultrasonic. Sistem dilengkapi daya mandiri untuk mensuplai daya bok kendali dengan solar panel. Komunikasi dan sistem pemantauan dapat dilakukan dengan menggunakan website yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Metode pelaksanaan dari Pengabdian Kepada Masyarakat berupa Sosialisasi, Fabrikasi dan Penerapan Teknologi, Pelatihan, Pendampingan dan Evaluasi serta keberlanjutan program. Dampak dari program ini membantu petani melalui penerapan teknologi dan menguatkan sumber daya manusia di lingkungan mitra.Akademi Tani Sukses Indonesia (ATASI) merupakan sebuah organisasi yang membawahi lebih dari 12 kelompok tani. Kelompok ini mulai terbentuk pada tahun 2018, namun baru memperoleh legalitas formalpada tahun 2024. Fokus utama Mitra adalah pada kegiatan pembenihan kentang di wilayah Kabupaten Wonosobo, khususnya di dua lokasi yaitu Dusun Madukoro dan Dusun Gedikan, Desa Tlogojati, Kecamatan Wonosobo, Jawa Tengah. Secara geografis, daerah ini berada di dataran tinggi dengan iklim yang sangat mendukunguntuk pengembangan benih kentang unggul. Meskipun memiliki potensi besar, mitra masih menghadapi tantangan dalam manajemen produksi dan bisnis yang masih bersifat konvensional, sehingga kesulitan dalam meningkatkan daya saing dan memenuhi permintaanbenih kentang secara konvensioal.
Tujuan kegiatan ini yaitu melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi teknologi dalam sektor pertanian, khususnya dalam pembenihan kentang, guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Implementasi sistem irigasi otomatis berbasis Internet of Things (IoT) dalam screen house mitra ATASI diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya produksi, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas benih kentang. Selain itu, kegiatan ini mendukung transformasi usaha tani berbasis teknologi dengan memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam pemanfaatan teknologi tepat guna, sehingga dapat meningkatkan daya saing mitra di pasar nasional. Teknologi yang diimplementasi memiliki prinsip kerja melakukan kendali penyiraman kabut dan penyiraman tetes, yang dilengkapi sensor pada setiap rak media cocopit. Sensor kelembaban tanah, Natrium Phospor, dan Kalium, sensor suhu dan kelembaban, sensor ultrasonic. Sistem dilengkapi daya mandiri untuk mensuplai daya bok kendali dengan solar panel. Komunikasi dan sistem pemantauan dapat dilakukan dengan menggunakan website yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
Metode pelaksanaan dari Pengabdian Kepada Masyarakat berupa Sosialisasi, Fabrikasi dan Penerapan Teknologi, Pelatihan, Pendampingan dan Evaluasi serta keberlanjutan program. Dampak dari program ini membantu petani melalui penerapan teknologi dan menguatkan sumber daya manusia di lingkungan mitra
Analisis Strategi Pemasaran Produk Tahu: Studi Kasus pada Pabrik Tahu Saudara Jaya Jember
Pabrik Tahu Saudara Jaya yang berlokasi di Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, merupakan salah satu pelaku usaha yang memproduksi tahu secara konsisten. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis strengths dan weaknesess serta opportunities dan threats dan memilih beberapa strategi pemasaran pabrik tahu melalui pendekatan analisis SWOT Bersama dengan metode QSPM yang dimanfaatkan sebagai mengidentifikasi strategi manajerial dan pemasaran yang tepat untuk pabrik tahu saudara jaya dalam proses produksi tahunya. Penelitian tesis ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan pada hasil penelitian, diketahui bahwa posisi pabrik tahu saudara jaya berada pada posisi IV dalam matriks IE yang merupakan tumbuh dan bina. Strategi utama pada QSPM yaitu (1) Memanfaatkan minat pasar tinggi dan tren plant based food, Pabrik dapat meningkatkan daya saing dengan mengajukan izin PIRT/ Halal/ BPOM dengan dukungan lingkungan pabrik tahu yang mendukung kegiatan operasional. dengan nilai total Attractiveness Score (TAS) tertinggi, yaitu 6,641, (2) Memanfaatkan produk disukai konsumen, harga terjangkau, promosi digital dan pengiriman cepat untuk bersaing dengan produk sejenis di pasar lokal. dengan nilai TAS 6,437, (3) Produk tahu yang berkualitas dan terjangkau dapat dipasarkan lebih luas melalui promosi digital dan teknologi serta berfokus pada konsumen yang suka makanan nabati tinggi protein dengan nilai TAS 6,105
Stingless bee honey adding butterfly pea flower kombucha on broiler carcass and cholesterol content
This study evaluated the effect of incorporating stingless bee honey (Trigona spp.) into butterfly pea flower (Clitoria ternatea L.) kombucha in drinking water on cholesterol levels, abdominal fat, and carcass yield in broilers. A completely randomized design with five treatments (T0: control; T1-T4: kombucha with 2%, 3%, 4%, and 5% stingless bee honey) and four replicates were used. Treatments were administered through drinking water for two weeks. Results showed that honey-enriched kombucha significantly reduced cholesterol levels, with the best result observed in T4 (95±4.63 mg/100 g). Abdominal fat decreased and carcass percentage increased, although not statistically significant. These findings suggest that stingless bee honey-enriched kombucha has potential as a natural feed additive to produce healthier broiler meat, likely mediated through enhanced antioxidant activity and inhibition of HMG-CoA reductase
The Correlation of Body Condition Score (BCS) to Lust Value in Friesian Holstein Crosbred Dairy Cows at KAN JABUNG
This study aimed to determine the relationship between body condition score (BCS) and estrus expression. The study was conducted by measuring BCS and observing estrus expression in the vulva (color change, swelling, increased temperature, and mucus secretion) before artificial insemination. BCS was assessed using a 5-point interval scale. This study was conducted on 20 Friesian Holstein crossbreed dairy cows that showed signs of estrus and had given birth (first lactation) or were older than 3 years. There was a correlation between BCS and several estrus indicators in the vulva: color change (r=0.70), increased temperature (r=0.91), mucus secretion (r=0.77), and swelling (r=0.50). Cows with a low BCS showed poor estrus quality, while cows with a moderate BCS showed more pronounced estrus symptoms. This suggests that inadequate nutrition in cows with a low BCS can lead to hormonal imbalance and suboptimal reproductive performance. Therefore, it is important to increase livestock farmers' awareness of the importance of providing sufficient and quality feed to meet livestock nutritional needs and achieve optimal reproductive performance
Analisis Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) pada Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang
This research was conducted to determine the implementation of the Minister of Home Affairs Regulation Number 19 of 2016 concerning the management of regional property, the inhibiting factors, and recommendations for the management of regional property in the Government of Pandeglang Regency. This research is a qualitative descriptive study. This research uses data sources in the form of primary and secondary data. The data collection techniques in this research are interviews, observations (primary data), and documentation. The data collection method involves conducting interviews with the Sub-Field of Regional Property Empowerment (BMD) of the BPKD and the Head of the Regional Accounting Field of Pandeglang Regency regarding the management of BMD. Interviews are conducted both offline and online. The research results show that the implementation of the Minister of Home Affairs Regulation Number 19 of 2016 on the management of regional property in the Pandeglang Regency Government is in accordance with the regulations. However, there are still discrepancies in the security and maintenance activities, destruction and disposal activities, and in the BMD administration activities
Determinants of Earnings Persistence in Property and Real Estate Sector Companies
The current condition of the real estate property sector is fluctuating, depending on government stimulus, investors and public interest. Companies will survive and even thrive if they are able to maintain and secure future profits. This study examines whether operating cash flow, debt levels, accruals, sales volatility, and institutional ownership are factors that can affect earnings persistence. This study was conducted on real estate and property companies listed on the IDX for the 2020-2024 period totaling 78 companies with a total of 390 observations. This study uses agency theory and signal theory. The method used in this study is quantitative. The data analysis technique uses multiple linear regression processed with SPSS software. The results and conclusions of this study indicate that the factors that affect earnings persistence are operating cash flow, debt levels, accruals, sales volatility and institutional ownership have an influence on earnings persistence
Understanding the Chinese Medical Students’ AI Acceptance Intention in Healthcare: from a Facilitator and Barrier Perspective
Current studies have documented that medical experts’ AI acceptance is influenced by the benefit-and-cost evaluation of its applications in healthcare systems. Guided by the Technology Acceptance Model, the research aim of this study is to explore how positive factors and risk factors might influence Chinese medical students’ AI acceptance intention. This study used a quantitative approach, and the data were collected by a convenience sample from an online survey (N = 419). The statistics software tools, including SPSS 28 and SmartPLS4, were used to perform hypothesis testing. The results revealed that Chinese medical students’ AI acceptance intention was positively related to perceived usefulness and perceived ease of use, but risk factors, which were supposed to inhibit their acceptance intention, showed a positive relationship with AI acceptance intention as well. The perceived usefulness is positively correlated with the risk factors. This means that participants in this study hold a positive attitude towards AI, even though they sensed a slight risk of its application. The theoretical contributions are two-fold. Firstly, this study discussed the impacts of two risk factors and added them to the research model simultaneously. Secondly, this study explored how the perceived usefulness might serve as an antecedent of risk evaluations of AI applications. As for practical implications, this study recommends that in-hand experience with AI practice is crucial for medical students