Open Access Jurnal Politeknik Negeri Jember
Not a member yet
    2290 research outputs found

    Peningkatan Pengetahuan Penetasan Telur dan Kesehatan Ternak Bebek di Kelompok Ternak Krasak Makmur Sukoharjo

    No full text
    Semakin meningkatnya kebutuhan untuk tampil menarik, menjadi salah satu faktor penyebab tingginya perkembangan industri kosmetika. Indonesia yang kaya dengan berbagai jenis tanaman yang berkhasiat memberi peluang lebih dalam pengembangan kosmetika alami dan modern. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran penggunaan produk kosmetik yang aman, dan ketrampilan dalam pemanfaatan bahan alami untuk kosmetik, khususnya ekstrak rosella untuk lip-balm. Lip balm merupakan sediaan emulsi air dalam minyak yang dapat digunakan untuk merawat bibir tetap lembab dan sehat. Peserta pelatihan secara aktif mendaftar, terdiri dari mahasiswa yang belum pernah mengikuti kuliah terkait kosmetik, dan orang umum yang sebagian berprofesi guru SMA. Pelaksanaan kegiatan terdiri dari penjelasan teoritis terkait kesehatan dan kosmetik (mengenal beberapa bahan berbahaya dalam kosmetik), lip balm untuk kesehatan bibir dan teknis pembuatannya. Hasil kegiatan diukur secara kualitatif dan kuantitatif dari pengamatan sepanjang proses, serta menganalisis hasil pre- dan postest. Dari kegiatan dapat dilihat bahwa lebih dari 80% peserta memahami sisi kesehatan dalam penggunaan kosmetika, terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dalam membuat dan mengevaluasi lip balm yang dihasilkan. Hasil ini dapat menjadi tolok ukur untuk peningkatan kualitas kegiatan pengabdian selanjutnya, dengan meluaskan skala audiens dan materi yang diberikan.Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Kelompok Ternak Bebek Krasak Makmur Sukoharjo merupakan kegiatan dari Dosen Program Studi (Prodi) Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Sebelas Maret yang tergabung dalam Research Group Tropical Animal Production and Diseases. Pengabdian dilaksanakan pada tanggal 6 Juli 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam penetasan telur dan manajemen kesehatan ternak bebek melalui Focus Group Discussion. Kegiatan diawali dan diakhiri dengan pengisian kuesioner oleh responden yang berisi keadaan umum dan pengetahuan terkait penetasan telur dan kesehatan ternak bebek. Responden sebanyak 19 orang yang merupakan peternak bebek Krasak Makmur Sukoharjo dan perwakilan Asosiasi Agribisnis Bebek Indonesia (AABI). Hasil kuesioner menunjukkan bahwa 100% peternak berusia 15-64 tahun, 8 peternak laki-laki dan 11 orang perempuan, 16% pendidikan SD, 21% SMP, 37 SMA/SMK, 21% Perguruan Tinggi, dan 5% tidak bersekolah. Rata-rata jumlah ternak yang dimiliki sebanyak 50-1000 ekor. Berdasarkan survei sebelum dan sesudah Focus Group Discussion diperoleh peningkatan pengetahuan sebesar 50%. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pengetahuan peternak telah meningkat dan peternak mengetahui proses penetasan telur dan manajemen kesehatan yang baik. Peternak diharapkan mampu mengaplikasikan pengetahuan dan teknologi yang diperoleh sehingga produktivitas dan keberhasilan penetasan meningkat

    Analisis Kelengkapan Rekam Medis Dengan Kelayakan Klaim BPJS Pasien Rawat Inap

    Get PDF
    Dr. Soeradji Tirtonegoro General Hospital, as a Public Service Agency in collaboration with BPJS Kesehatan, has encountered challenges in achieving patient service claim targets. In June 2024, 71.23% of submitted claims were deemed eligible, while 28.77% were pending out of 1,950 total claims, resulting in the hospital’s Director Performance Index target of 93.75% for resolving pending BPJS Kesehatan claims not being met. This study aims to analyze the relationship between medical record completeness and the eligibility of inpatient BPJS Kesehatan claims. An observational analytic approach with a cross-sectional design was applied to a sample of 361 inpatient BPJS Kesehatan claim files submitted between September and November 2024. Data analysis was conducted using the Fisher Exact Test with SPSS version 23. The results revealed a significant relationship between medical record completeness and claim eligibility (p = 0.000). It is therefore recommended that healthcare professionals and coders pay greater attention to aspects influencing the accuracy of claim documents by providing specific diagnoses and procedures, strengthening coder competencies to ensure precise diagnostic coding, and implementing concurrent analysis prior to patient discharge with the involvement of case managers, in order to minimize incomplete medical records and reduce pending claims.RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro sebagai Badan Layanan Umum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan mengalami kendala dalam pencapaian target klaim pelayanan pasien. Pada Juni 2024, berkas klaim layak sebesar 71,23%, dan berkas klaim pending sebesar 28,77% dari 1950 berkas yang diajukan. Hal ini menyebabkan target Indeks Kinerja Direktur terkait penyelesaian pending klaim BPJS sebesar 93,75% tidak terpenuhi. Studi ini bertujuan menganalisis hubungan antara kelengkapan rekam medis dan kelayakan klaim pasien rawat inap BPJS. Penelitian menggunakan pendekatan analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 361 berkas klaim rawat inap BPJS yang diajukan pada September–November 2024, dianalisis menggunakan uji Fisher Exact Test melalui SPSS versi 23. Hasil menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kelengkapan rekam medis dan kelayakan klaim (p = 0,000). Oleh karena itu disarankan kepada tenaga medis dan koder untuk lebih memperhatikan aspek yang dapat mempengaruhi kebenaran dokumen klaim, dengan penulisan diagnosis dan tindakan secara spesifik, meningkatkan kemampuan koder untuk menghasilkan kode diagnosis secara tepat, dan melaksanakan analisis concurrent sebelum pasien pulang dengan melibatkan case manager, untuk mengurangi terjadinya ketidaklengkapan rekam medis dan pending klaim

    Rancang Bangun Teknologi Pengolahan Limbah Cair dengan Sistem Filtrasi di Laboratorium Biosain

    Get PDF
    Laboratorium Biosain merupakan laboratorium pengujian yang menggunakan alat pengujian dan berbagai macam bahan kimia. Limbah yang dihasilkan mengandung bahan pencemar yang bersifat racun dan berbahaya. Contohnya Limbah cair dari pengujian AAS. Selama ini limbah cair tersebut dikumpulkan dalam suatu wadah dan belum dilakukan pengolahan, sehingga terjadi penumpukan. Dengan demikian dibutuhkan alat pengolahan limbah cair untuk memperkecil bahaya pencemaran lingkungan. Salah satu alternatif pengolahan limbah cair laboratorium adalah menggunakan alat pengolahan limbah cair dengan metode filtrasi. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pembuatan/rancang bangun alat pengolahan limbah cair menggunakan metode filtrasi dan mengetahui efisiensi alat tersebut dalam menurunkan kadar pencemar limbah cair laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan teknologi pengolahan limbah cair dengan sistem filtrasi di Laboratorium Biosain bekerja cukup efektif, di tandai dengan perubahan pH limbah dari 4,3 menjadi 6,2 mendekati pH normal dan warna limbah yang semulanya berwarna hitam keruh berubah menjadi bening. Media filter dalam tabung filter rancang bangun alat tersebut yang mengandung pasir silika dan manganese greensand juga efektif dalam menurunkan kadar parameter senyawa Nitrat (N-NO3) dan Nitrit (N-NO2), TDS, TSS, serta kandungan logam dengan efektifitas penurunan cemaran logam Zn sebesar 86,32 %, Pb sebesar 76,36 %, Cu sebesar 100 %, Fe sebesar 92,57 % dan Mn sebesar 97,16 % sehingga memenuhi baku mutu yang sudah ditetapkan oleh Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014

    Antifungal Activity of Secondary Metabolites From Trichoderma sp. Against Fusarium Oxysporum f.sp. Cubense

    Get PDF
    Fusarium oxysporum f.sp. cubense (Foc) is an important pathogenic fungus that causes Panama disease in banana. One approach to overcome this problem is to utilize secondary metabolites from Trichoderma sp. This research was conducted to determine the effect of administering secondary metabolites from Trichoderma sp. against pathogen Foc. These metabolites were applied at concentrations of 10%, 20%, and 30%, 40% alongside a fungicide active ingredient of phosphoric acid 400 SL. This study used a Completely Randomized Design with 6 treatments 4 repetition. The parameters observed included colony diameter and percentage of inhibitory. The extraction of secondary metabolite isolation could be obtained as much as 500 ml with reddish brown, thick and odorless characteristics. Secondary metabolites showed a significant effect in inhibiting the growth of the pathogen Foc. The results showed the 10% concentration proved to be the most effective to inhibit pathogen Foc, resulting in the smallest colony diameter of 0.58 cm and an in vitro inhibition rate of 90.73%

    Strategi Pengembangan Desa Wisata Kopi Berbasis Analisis SWOT dan Pemberdayaan Masyarakat di Desa Sukorejo, Kabupaten Bondowoso Secara Berkelanjutan

    Get PDF
    Kabupaten Bondowoso, yang termasuk kawasan Tapal Kuda, menempati posisi kedua dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Timur. Namun demikian, daerah ini memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pariwisata, terutama berkat kekayaan sumber daya alam dan warisan budaya yang telah mendapat pengakuan internasional melalui keanggotaannya dalam jaringan UNESCO Global Geopark sebagai bagian dari Ijen Geopark. Salah satu potensi tersebut dimanfaatkan melalui pendirian Desa Wisata Kopi Sukorejo pada tahun 2022. Desa ini menawarkan konsep eduwisata kopi dari hulu hingga hilir, namun masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber daya, infrastruktur yang kurang terawat, serta belum adanya kerja sama formal antara Pokdarwis Ijen Murni dan biro perjalanan wisata. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengembangan desa wisata secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Data dikumpulkan melalui teknik purposive sampling dari 10 narasumber. Metode analisis yang digunakan adalah SWOT. Hasil penelitian menghasilkan beberapa strategi seperti penguatan promosi digital, pengembangan paket wisata terintegrasi, diversifikasi produk, penguatan kelembagaan, peningkatan SDM, serta mitigasi risiko dan ancaman terhadap budidaya kopi

    The Effect of Variations in Disc Diameter on Frictional Moment, Distance and Braking Time on Three-Wheeled Motorcycles for Agricultural Transportation

    Get PDF
    This study aimed to evaluate the effect of disc diameter variation on friction moment, braking distance, and braking time on three-wheeled motorcycles for agricultural transportation. It involved testing three variations in disc size: 220, 260 and 300 mm, with three speed variations: 20, 30 and 40 km/h. The testing results revealed that the larger the disc diameter, the greater the friction moment. The 300 mm disc yielded the highest friction moment of 7246.1 N.m. The shortest braking distance (9.5 m) was achieved by the 300 mm disc at a speed of 20 km/h. For a speed level of 30 and 40 km/h, the braking distances were 18.20 and 27.2 m. Braking times also showed a similar pattern, where the 300 mm disc brake had the shortest braking time of 3.63 seconds at a speed of 20 km/h. At speed levels of 30 km/h and 40 km/h, braking times were 5.52 and 6.35 seconds. The test data showed that disc brakes with a larger diameter increased braking power by shortening the braking distance and time while increasing the friction moment, indicating that the disc brake size has a significant effect on the braking performance of three-wheeled motorcycles used for agricultural transportation the disc brake size has a significant effect on the braking performance of three-wheeled vehicle used for agricultural transportation

    Risk Mitigation Strategies in the Implementation of Digital Banking Technology: A Case Study of Bank X In Indonesia

    No full text
    This study aims to determine the risk mitigation practices in implementing digital technology at Bank X. This research is a qualitative case study of Bank X, which received the best digital services award. The primary data used in this study were obtained from interviews and observations, while the secondary data were obtained from company documentation on risk mitigation efforts. The stages of data analysis were data reduction, presentation, and conclusion-drawing. The findings reveal that both internal and external users of Bank X utilize different digital technologies to access banking services. For internal users, digital banking is employed for nearly all operational banking activities, whereas external users leverage it to facilitate transactions for both individual and institutional customers. Bank X implements intensive risk-mitigation measures to prevent cybercrimes associated with technology use. This study was conducted at Bank X, which only captures the implementation of digital technology at Bank X. Future studies could conduct multi-case testing to obtain more general results across Islamic banks

    Implementasi Simple dan Weighted Moving Average dalam Peramalan Produksi Keripik Labu Kuning pada UMKM X di Pontianak: Implementation of Simple and Weighted Moving Average in Forecasting the Production of Yellow Pumpkin Chips at MSME X in Pontianak

    Get PDF
    UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) X merupakan produsen keripik labu kuning di Pontianak yang mengalami fluktuasi produksi akibat belum adanya perencanaan berbasis data historis. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Simple Moving Average (SMA) dan Weighted Moving Average (WMA) dalam peramalan jumlah produksi serta membandingkan tingkat akurasi keduanya menggunakan Mean Absolute Deviation (MAD). Data produksi keripik labu dikumpulkan selama periode Desember 2023 hingga November 2024. Peramalan dilakukan untuk bulan Desember 2024 dengan dua rentang waktu (n = 3 dan n = 6). Hasil menunjukkan bahwa SMA dengan n = 6 memberikan hasil ramalan sebesar 16,67 kg dengan nilai MAD terendah sebesar 1,74. Sementara itu, WMA dengan n = 6 menghasilkan ramalan sebesar 16,24 kg dengan nilai MAD sebesar 2,09. Berdasarkan hasil tersebut, metode SMA dengan periode 6 bulan memberikan akurasi peramalan terbaik. Oleh karena itu, pendekatan ini direkomendasikan untuk digunakan UMKM X sebagai dasar dalam perencanaan produksi dan operasional yang lebih efisien

    PEMANFAATAN SAMPAH PLASTIK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT BAGI PELAKU UMKM LADU ARAI PINANG ONE DI KELURAHAN KAMPUNG PERAK KOTA PARIAMAN

    Get PDF
    Plastik Polyethylene Terephthalate (PET) merupakan pilihan yang paling banyak digunakan sebagai kemasan makanan dan minuman. Namun kemasan plastik ini hanya bisa digunakan sekali pakai dan  menjadi tumpukan sampah yang berdampak langsung terhadap lingkungan karena sifatnya yang sulit terurai secara alami. Sampah plastik kemasan tersebut sebenarnya dapat digunakan kembali dan memiliki nilai jual apabila diolah dengan benar. Oleh karena itu diperlukan mesin pencacah untuk mereduksi ukuran sampah menjadi lebih kecil, sehingga memudahkan pengolahan berikutnya. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), Politeknik ATI Padang bekerjasama dengan pemerintah setempat memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM Ladu Arai Pinang One tentang pemanfaatan sampah plastik menjadi bahan yang bernilai jual lebih tinggi (komersil). Pertama-tama peserta diberikan pengetahuan awal tentang jenis sampah plastik, cara mereduksi ukuran sampah menjadi lebih kecil, kemudian cara penggunaan mesin pencacah sampah plastik mini. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini diharapkan mampu memberikan solusi dalam mengurangi sampah plastik dan pemanfaatan sampah plastik sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat.Plastik Polyethylene Terephthalate (PET) merupakan pilihan yang paling banyak digunakan sebagai kemasan makanan dan minuman. Namun kemasan plastik ini hanya bisa digunakan sekali pakai dan  menjadi tumpukan sampah yang berdampak langsung terhadap lingkungan karena sifatnya yang sulit terurai secara alami. Sampah plastik kemasan tersebut sebenarnya dapat digunakan kembali dan memiliki nilai jual apabila diolah dengan benar. Oleh karena itu diperlukan mesin pencacah untuk mereduksi ukuran sampah menjadi lebih kecil, sehingga memudahkan pengolahan berikutnya. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), Politeknik ATI Padang bekerjasama dengan pemerintah setempat memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM Ladu Arai Pinang One tentang pemanfaatan sampah plastik menjadi bahan yang bernilai jual lebih tinggi (komersil). Pertama-tama peserta diberikan pengetahuan awal tentang jenis sampah plastik, cara mereduksi ukuran sampah menjadi lebih kecil, kemudian cara penggunaan mesin pencacah sampah plastik mini. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini diharapkan mampu memberikan solusi dalam mengurangi sampah plastik dan pemanfaatan sampah plastik sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat

    Pengembangan Agrowisata dan Pemberdayaan Petani Kopi di Ciwidey, Jawa Barat Melalui Pendampingan oleh Akademisi

    Get PDF
    Ciwidey as a coffee-producing highland in West Java that has beautiful panorama offers opportunities for agro-tourism development. Unfortunately, this potential has not yet been developed optimally. This research seeks to explore collaboration between academics and stakeholders in the development of sustainable agro-tourism in the Ciwidey area. Through on-site training related to agro-tourism and in-depth interviews with the community, this study seeks to reveal the importance of sharing knowledge and resources, as well as joint learning to encourage innovation and involvement of local communities. Through efforts to bridge the gap between academia and industry, it is hoped that this collaborative model can help develop the socio-economic prospects of the Ciwidey community, contributing to the efforts to preserving Sundanese culture and its environment. Descriptive qualitative methods by applying Rogers' Diffusion of Innovation theory is applied for this research methodology, involving 11 informants. The results of this activity help provide a roadmap for stakeholders who want to develop agro-tourism in Ciwidey, encouraging sustainable empowerment and partnerships between academia and industry.Ciwidey sebagai dataran tinggi penghasil kopi di Jawa Barat yang memiliki panorama indah menawarkan peluang pengembangan agrowisata. Sayangnya potensi tersebut belum dikembangkan secara optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini berupaya untuk mengeksplorasi kolaborasi antara akademisi dan pemangku kepentingan dalam pengembangan agrowisata berkelanjutan di kawasan Ciwidey. Melalui pelatihan terkait agrowisata dan wawancara mendalam dengan masyarakat, kegiatan ini berupaya mengungkap pentingnya berbagi pengetahuan dan sumber daya, serta pembelajaran bersama untuk mendorong inovasi dan keterlibatan komunitas lokal. Melalui upaya menjembatani kesenjangan antara akademisi dan industri, model kolaboratif ini diharapkan dapat membantu mengembangkan prospek sosial ekonomi masyarakat Ciwidey, serta berkontribusi dalam upaya pelestarian budaya Sunda dan lingkungannya. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan pendekatan teori Difusi Inovasi Rogers dengan melibatkan 10 peserta. Hasil kegiatan PKM ini membantu memberikan peluang bagi pemangku kepentingan yang ingin mengembangkan agrowisata di Ciwidey, mendorong pemberdayaan berkelanjutan, dan kemitraan antara akademisi dan industri

    1,597

    full texts

    2,290

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Access Jurnal Politeknik Negeri Jember
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇