Open Access Jurnal Politeknik Negeri Jember
Not a member yet
    2290 research outputs found

    Overcoming barriers to EFL speaking proficiency: A multidimensional analysis of language learning challenges

    Get PDF
    This study examines the multidimensional barriers affecting the speaking proficiency of English as a Foreign Language (EFL) learners at AKPRIND University, Indonesia. Using a multiple-case study design, the research investigates psychological, linguistic, and pedagogical factors that hinder students’ communication skills. The study focuses on first-year EFL students from diverse academic programs during the 2024/2025 academic year. Findings reveal that speech anxiety, linguistic deficiencies, and traditional teaching methods significantly impede students’ oral communication. Many learners experience high anxiety levels, triggering psychological defence mechanisms that further restrict their speech fluency. The study shows the need for pedagogical transformation, advocating for neurolinguistic strategies, psychological interventions, and interactive teaching methodologies. Key recommendations include the adoption of student-centred communication models, the use of digital tools, and the creation of an inclusive learning environment. This research contributes to the broader discourse on EFL learning by offering insights into the complex interplay between psychological and pedagogical barriers in language learning

    Hubungan Karakteristik Individu dan Kebiasaan Membaca Informasi Nilai Gizi dengan Frekuensi Konsumsi Minuman Kemasan Berpemanis pada Siswa di SMAN Arjasa Jember

    Get PDF
    Karakteristik inidvidu, kebiasaan membaca informasi Karakteristik inidvidu, kebiasaan membaca informasi nilai gizi yang kurang baik, dan beberapa faktor lainnya dapat mempengaruhi frekuensi konsumsi minuman kemasan berpemanis seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik individu dan kebiasaan membaca informasi nilai gizi dengan frekuensi konsumsi minuman kemasan berpemanis pada siswa di SMAN Arjasa Jember. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 93 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner karakteristik individu, kebiasaan membaca informasi nilai gizi, dan SQ-FFQ. Analisis statistik menggunakan uji chi square dilanjutkan dengan menggunakan uji mann whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik individu, yaitu jenis kelamin, tidak memiliki hubungan dengan frekuensi konsumsi minuman kemasan berpemanis (p=0,067). Karakteristik individu berupa uang saku juga tidak memiliki hubungan dengan frekuensi konsumsi minuman kemasan berpemanis (p=0,456). Selain itu, kebiasaan membaca informasi nilai gizi tidak memiliki hubungan dengan frekuensi konsumsi minuman kemasan berpemanis (p=0,915).   Kata kunci: informasi nilai gizi, karakteristik individu, minuman kemasan berpemanis

    Aplikasi E-UMKM dengan Pengujian System Usability Scale untuk Meningkatkan Perekonomian Desa

    Get PDF
    Desa Pabean adalah destinasi wisata pesisir yang terletak di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Desa ini menawarkan keindahan Pantai Tonggu, yang memberikan peluang bisnis besar bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Namun, UMKM di Desa Pabean saat ini lebih banyak menjual produk mereka dengan menitipkannya di minimarket sekitar, sehingga jangkauan pemasaran mereka terbatas pada pengunjung yang datang ke daerah tersebut. Untuk memperluas jangkauan pasar, pemasaran digital sangat dibutuhkan. Melalui program UPN Mengabdi, akan diberikan dukungan untuk digitalisasi pemasaran produk UMKM. Inisiatif ini akan dimulai dengan sosialisasi tentang pemasaran digital, diikuti dengan pelatihan dan pendampingan dalam membuat platform e-commerce untuk pemasaran, serta dukungan yang berkelanjutan. Kegiatan ini ditutup dengan evaluasi pengujian sistem untuk memastikan kesesuaian aplikasi dengan kebutuhan UMKM Desa Pabean.  Metode pengujian yang digunakan adalah blackbox. Pengujian blackbox bertujuan untuk memastikan bahwa fungsi aplikasi berjalan baik sesuai dengan fungsinya. Sementara itu, evaluasi kegunaan sistem dilakukan menggunakan System Usability Scale (SUS). SUS berfungsi untuk menilai seberapa efektif sistem digunakan oleh para responden. Hasil pengujian SUS diperoleh dari kuesioner yang disebarkan kepada 10 responden dari beberapa UMKM di desa Pabean. Dari hasil kuesioner, dihitung nilai rata-rata yang kemudian diklasifikasikan dalam tiga kategori. Nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82,25, yang termasuk dalam kategori acceptable. Berdasarkan hasil tersebut, sistem dinilai dapat diterima dengan baik, mudah digunakan, dan membantu mempermudah proses transaksi penjualan. Rata-rata nilai dari 10 responden yang menguji sistem tersebut adalah 82,25, yang menunjukkan bahwa sistem ini memiliki tingkat kegunaan yang baik berdasarkan Skala Usabilitas Sistem (SUS).Desa Pabean adalah destinasi wisata pesisir yang terletak di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Desa ini menawarkan keindahan Pantai Tonggu, yang memberikan peluang bisnis besar bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Namun, UMKM di Desa Pabean saat ini lebih banyak menjual produk mereka dengan menitipkannya di minimarket sekitar, sehingga jangkauan pemasaran mereka terbatas pada pengunjung yang datang ke daerah tersebut. Untuk memperluas jangkauan pasar, pemasaran digital sangat dibutuhkan. Melalui program UPN Mengabdi, akan diberikan dukungan untuk digitalisasi pemasaran produk UMKM. Inisiatif ini akan dimulai dengan sosialisasi tentang pemasaran digital, diikuti dengan pelatihan dan pendampingan dalam membuat platform e-commerce untuk pemasaran, serta dukungan yang berkelanjutan. Kegiatan ini ditutup dengan evaluasi pengujian sistem untuk memastikan kesesuaian aplikasi dengan kebutuhan UMKM Desa Pabean.  Metode pengujian yang digunakan adalah blackbox. Pengujian blackbox bertujuan untuk memastikan bahwa fungsi aplikasi berjalan baik sesuai dengan fungsinya. Sementara itu, evaluasi kegunaan sistem dilakukan menggunakan System Usability Scale (SUS). SUS berfungsi untuk menilai seberapa efektif sistem digunakan oleh para responden. Hasil pengujian SUS diperoleh dari kuesioner yang disebarkan kepada 10 responden dari beberapa UMKM di desa Pabean. Dari hasil kuesioner, dihitung nilai rata-rata yang kemudian diklasifikasikan dalam tiga kategori. Nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82,25, yang termasuk dalam kategori acceptable. Berdasarkan hasil tersebut, sistem dinilai dapat diterima dengan baik, mudah digunakan, dan membantu mempermudah proses transaksi penjualan. Rata-rata nilai dari 10 responden yang menguji sistem tersebut adalah 82,25, yang menunjukkan bahwa sistem ini memiliki tingkat kegunaan yang baik berdasarkan Skala Usabilitas Sistem (SUS)

    Analisis Model Dan Strategi Pengembangan Bisnis Pupuk Cair Di PT. Belerang Gunung Kawah Ijen Kabupaten Banyuwangi

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model dan strategi bisinis yang tepat dalam mengembangkan pupuk cair merk WESI di PT.Belerang Gunung Kawah Ijen di Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuisioner kepada manajer dan karyawan perusahaan, serta pakar dari kalangan akademisi dosen dan agronomist. Metode analisis yang digunakan terdiri dari empat tahapan. Yaitu tahapan penyusunan model bisnis melalui pendekatan analisis BMC yang terdiri dari 9 elemen. Penyusunan faktor internal dan eksternal perusahaan dengan analisis matriks IFE dan EFE untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi kekuatan, kelebihan, peluang dan ancaman. Tahapan pencocokan menggunakan matriks IE dan perumusan strategi menggunakan pendekatan analisis SWOT. tahapan penentuan keputusan menggunakan analisis QSPM. Berdasarkan analisis SWOT, PT. Belerang Gunung Kawah Ijen berada pada posisi sel V yang berarti “pertahankan dan pelihara” dan ditentukan 8 rekomendasi strategi.  Berdasarkan analisis QSPM rekomendasi strategi prioritas dengan skor TAS 7.775 adalah  “Mempertahankan kualitas dan kemurnian produk agar mampu bersaing dengan kompetitor dan penentuan harga yang kompetitif untuk memperkuat wilayah pemasaran

    Effect of fermented Indigofera sp. and turmeric flour on the digestive visceral organs of native chickens

    Get PDF
    This study aims to evaluate the effect of providing fermented Indigofera sp. leaf flour and turmeric flour on the visceral organs of the digestive tract in native chickens as Kampung Unggul Balitbangtan (KUB). The method employed was a completely randomized design (CRD) with four treatments (T0, T1, T2, and T3) and seven replicates; each unit consisted of one chicken with the following treatment doses, combination between commercial diet, fermented Indigofera sp. leaf flour, and turmeric flour. The measured variables included the weight of digestive organs and the percentage of the length of small intestine segments. Results indicated that administration fermented Indigofera sp. leaf flour and turmeric flour had a significant effect (P<0.05) on the weight of digestive organs and the length of the ileum in KUB chickens, but did not significantly affect (P>0.05) the length of the duodenum and jejunum. The conclusion is that offering fermented Indigofera sp. and turmeric flour at a level of 10% in the diet can improve the efficiency of the KUB chickens digestive system, characterized by a decrease in digestive organ weight

    Pemetaan Spasial Kasus HIV/AIDS dan Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan di Kota Surakarta Berbasis QGIS

    Get PDF
    The number of newly detected HIV/AIDS cases in Surakarta City has increased annually, with 425 cases reported in 2022, 453 in 2023, and 323 cases recorded up to August 2024. This study aimed to map the spatial distribution of HIV/AIDS cases to identify high-risk transmission areas, analyse spatial patterns and trends, and support more effective planning and evaluation of HIV programmes. Using a descriptive ecological design, the study employed secondary data from the Surakarta City Health Office and local AIDS-focused NGOs. Spatial analysis was conducted using overlay and buffering techniques in QGIS. The results showed varying case distributions across sub-districts, represented by colour gradients from dark red (highest case numbers) to white (lowest). Health service availability includes seven hospitals and seventeen primary health centres providing HIV testing, while 107 hotspot areas were identified among key populations, including MSM, transgender individuals, female sex workers, and people who inject drugs. Health service coverage was found to be evenly distributed across all sub-districts. The study recommends that the Health Office and AIDS-related NGOs continue spatial mapping efforts to better identify high-risk transmission areas and strengthen HIV prevention strategies in Surakarta City.Tren penemuan kasus baru HIV/AIDS meningkat setiap tahunnya di Kota Surakarta. Pada tahun 2022 ditemukan sebanyak 425 kasus, tahun 2023 sebanyak 453 kasus dan tahun 2024 sampai dengan bulan Agustus sebanyak 323 kasus. Pemetaan spasial kasus HIV/AIDS bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi berisiko tinggi terjadinya penularan HIV/AIDS, menganalisis pola dan tren penyebaran penyakit serta memvisualisasikan penyebaran kasus HIV/AIDS di Kota Surakarta guna mendukung perencanaan intervensi dan evaluasi program HIV secara lebih efektif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain studi ekologi. Penelitian menggunakan data sekunder dari Dinas Kesehatan dan LSM peduli AIDS Kota Surakarta. Metode analisis data menggunakan analisis spasial melalui pendekatan overlay dan buffering dengan QGIS sebagai alat bantu pengolahan data geospasial. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebaran kasus HIV/AIDS berdasarkan kategori wilayah kecamatan dengan warna merah pekat untuk jumlah kasus terbanyak dan warna putih paling sedikit. Sebaran layanan Kesehatan: terdapat 7 rumah sakit dan 17 Puskesmas yang melayani pemeriksaan HIV/AIDS. Sebaran Populasi Kunci (LSL, Waria, WPS dan Penasun): terdapat 107 hotspot area. Jangkauan fasilitas pelayanan kesehatan sudah merata di semua kecamatan. Saran kepada Dinas Kesehatan beserta LSM Peduli AIDS untuk melakukan pemetaan spasial kasus HIV/AIDS agar memudahkan dalam mengidentifikasi lokasi berisiko tinggi terjadinya penularan HIV/AIDS di Kota Surakarta

    Prototipe User Interface Telepsikologi Layanan Kampus Yang Terintegrasi Sistem Big Data Kesehatan

    Get PDF
    Counselling services are an important component of higher education service delivery. Poltekkes Kemenkes Semarang provides counselling services; however, consultation outcomes have not yet been integrated into the clinic’s Electronic Medical Records (EMR), resulting in incomplete patient examination histories and difficulties for psychologists in delivering care. Therefore, the development of an EMR-integrated telepsychology system is required. This study aims to develop a telepsychology prototype integrated with EMR using a prototyping research method. Informants included clinic managers, administrative staff, and psychologists. The research stages comprised information system requirements analysis, data requirements analysis, and user interface design. The telepsychology user interface prototype was developed using Figma. The results show that the developed prototype is able to meet user needs, particularly by enabling psychologists to access psychological examination data efficiently. The telepsychology system supports online counselling services and allows psychologists to view complete patient examination histories directly through the system. In addition, telepsychology records can be accessed by general practitioners as supporting information for referral decisions to psychiatrists. The Primary Clinic of Poltekkes Kemenkes Semarang is encouraged to further enhance the telepsychology application by improving video call features and providing mental health information and self-care tips to support campus clinic services.Layanan konseling merupakan salah satu layanan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Poltekkes Kemenkes Semarang memiliki layanan ini, namun hasil konsultasi belum dapat terintegrasi dalam Rekam Medis Elektronik (RME) klinik. Riwayat pemeriksaan pasien belum dapat terekam dalam sistem sehingga menyulitkan Psikolog dalam memberikan pelayanan. Pengembangan telepsikologi yang terintegrasi dengan sistem RME sangat diperlukan untuk sistem big data kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan prototipe telepsikologi yang terintegrasi dengan RME. Metode penelitian adalah prototipe berupa pengembangan sistem telepsikologi. Informan penelitian adalah pengelola klinik, petugas administrasi dan psikolog. Tahapan penelitian dimulai dari analisis kebutuhan sistem informasi, analisis kebutuhan data dalam sistem, pemilihan dan perancangan user interface telepsikologi. Prototipe user interface disusun menggunakan aplikasi Figma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototipe yang dibangun telah mampu memberikan gambaran pengguna, terutama psikolog dalam memenuhi kebutuhan data pemeriksaan psikologis. Telepsikologi yang akan dikembangkan dapat membantu proses konseling secara daring. Psikolog dapat melihat seluruh riwayat pemeriksaan pasien secara langsung melalui sistem. Riwayat pemeriksaan telepsikologi juga dapat dilihat oleh dokter umum sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan rujukan ke psikiater. Klinik Pratama Poltekkes Kemenkes Semarang dapat mengembangkan aplikasi telepsikologi dengan meningkatkan fitur video call dan menu informasi dan tips menjaga kesehatan mental yang mendukung layanan klinik kampus

    RELATIONSHIP BETWEEN FOOD HANDLERS HYGIENE SANITATION KNOWLEDGE AND THE IMPLEMENTATION OF SNACK HIGIENE SANITATION STANDARDS IN ELEMENTARY SCHOOLS

    No full text
    Penjamah makanan adalah seseorang yang secara langsung menyentuh atau mengolah makanan, dan bisa menjadi sarana masuknya penyakit ke dalam makanan. Faktor sumber daya manusia berpengaruh besar terhadap kondisi higiene dan sanitasi, salah satunya adalah pendidikan yang mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang tentang kebersihan diri dan lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang higiene sanitasi yang dimiliki oleh penjamah makanan dengan penerapan standar higiene sanitasi jajanan di sekolah dasar. Penelitian ini melibatkan 40 responden yang diambil menggunakan teknik purvosive sampling. Data pengetahuan higiene sanitasi didapatkan dengan cara pengisian kuesioner dengan 12 pertanyaan pilihan ganda oleh penjamah makanan. Sedangkan data penerapan higiene sanitasi diperoleh dengan cara observasi menggunakan formulir gerai pangan jajan keliling. Data kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji chi-square (p-value <0,05)menggunakan STATA 14. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa responden, pengetahuan kurang (45%), penerapan tidak sesuai responden (50%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan penerapan higiene sanitasi dengan nilai p-value 0,011 (<0,05). Saran bagi responden diharapkan dapat mengikuti pelatihan atau penyuluhan rutin mengenai prinsip-prinsip higiene dan sanitasi makanan. Kata Kunci: Pengetahuan, Higiene Sanitasi, Penjamah MakananHigiene sanitasi adalah upaya untuk mengendalikan faktor-faktor seperti makanan, orang, tempat, dan alat yang digunakan agar tidak terjadi penyebaran penyakit. Penjamah makanan adalah seseorang yang secara langsung menyentuh atau mengolah makanan, dan bisa menjadi sarana masuknya penyakit ke dalam makanan. Faktor sumber daya manusia berpengaruh besar terhadap kondisi higiene dan sanitasi, salah satunya adalah pendidikan yang memengaruhi tingkat pengetahuan seseorang tentang kebersihan diri dan lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang higiene sanitasi yang dimiliki oleh penjamah makanan dengan penerapan standar higiene sanitasi jajanan di sekolah dasar. Penelitian ini melibatkan 40 responden yang diambil menggunakan teknik purvosive sampling. Data pengetahuan higiene sanitasi didapatkan dengan cara pengisian kuesioner dengan 12 pertanyaan pilihan ganda oleh penjamah makanan. Sedangkan data penerapan higiene sanitasi diperoleh dengan cara observasi menggunakan formulir gerai pangan jajan keliling. Data kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji chi-square (p-value <0,05) menggunakan STATA 14. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa responden, pengetahuan kurang (45,00%), penerapan tidak sesuai responden (50,00%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan penerapan higiene sanitasi dengan nilai p-value 0,011 (<0,05). Saran bagi responden diharapkan dapat mengikuti pelatihan atau penyuluhan rutin mengenai prinsip-prinsip higiene dan sanitasi makanan.   Kata kunci : Pengetahuan, Higiene Sanitasi, Penjamah Makanan &nbsp

    Penyuluhan Kompos Blotong sebagai Substitusi Pupuk Anorganik di Kelompok Tani Ngudi Kaweruh, Dusun Tegal Rejo, Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember: Agricultural Extension on Blotong Compost as a Substitute for Inorganic Fertilizer in the Ngudi Kaweruh Farmers Group, Tegal Rejo Hamlet, Sabrang Village, Ambulu District, Jember Regency

    Get PDF
    Kelompok Tani Ngudi Kaweruh merupakan salah satu kelompok tani aktif di Dusun Tegal Rejo terletak di Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember. Salah satu kendala yang banyak dikeluhkan petani adalah pupuk subsidi yang terbatas dan sulit didapat. Selain itu, untuk memperoleh pupuk subsidi harus melalui prosedur yang tidak mudah. Petani akhirnya beralih menggunakan pupuk anorganik non subsidi yang dijual dengan harga tinggi. Selain itu, penggunaan pupuk dan pestisida kimia yang berlebihan akan meningkatkan biaya produksi sehingga akan menurunkan keuntungan. Oleh karena itu, diperlukan solusi alternatif pemupukan yang aman dan bekelanjutan. Berdasarkan permasalahan Mitra, alternatif solusi yaitu program penerapan kompos blotong sebagai substitusi pupuk anorganik di kelompok tani tersebut. Program dilaksanakan sejak bulan Juli – September 2024. Tahapan kegiatan meliputi survey dan sarasehan, sosialisasi kompos blotong, diskusi, dan pendampingan. Hasil kegiatan menjelaskan bahwa kelompok tani memiliki cara pandang lain terhadap pupuk anorganik, keberlanjutan agroekosistem, dan ekonomi sosia

    A sensory evaluation of the preservation of chicken eggs using an herbal coating during cold storage

    Get PDF
    This study aimed to determine the sensory test of chicken eggs coated with herbal ingredients. This study used 240 0-day-old chicken eggs coated with herbal ingredients stored at cold temperatures of 4°C for 20 days. The treatment factors consisted of: T0: no coating (control), T1: coating eggshells with lemongrass solution, T2: coating eggshells with kaffir lime leaf solution, and T3: coating eggshells with pandan leaf solution. Sensory testing was carried out by boiling 20-day-old eggs for 8 minutes and the panelists assessed the color, aroma, taste, and texture. Data were analyzed using ANOVA with Duncan's multiple range test (DMRT) advanced test at a significance level of 0.05. Sensory testing showed that eggs without treatment (control) and egg coating using lemongrass solution, lime leaf solution, and pandan leaf solution did not significantly affect the egg yolk color, the egg white color, and the egg texture at the level of panelist preference. The egg taste and aroma coated with lime leaf solution had the lowest preference level. The conclusion of the sensory test of color, aroma, taste, and texture of eggs coated with lemongrass and pandan leaf solution was acceptable to the panelists

    1,597

    full texts

    2,290

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Access Jurnal Politeknik Negeri Jember
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇