Open Access Jurnal Politeknik Negeri Jember
Not a member yet
2290 research outputs found
Sort by
Efektivitas Destilasi Sederhana Untuk Memisahkan Alkohol Tape Ketan Skala Laboratorium
Pengukuran kadar alkohol dilakukan dua tahap yaitu proses destilasi alkohol dan pengujian alkohol. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – September 2024, bertempat di Laboratorium Analisis Pangan Politeknik Negeri Jember. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas alat destilasi sederhana untuk memisahkan alkohol yang terdapat pada tape ketan dalam skala laboratorium. Metode penelitian membandingkan hasil destilasi alkohol menggunakan alat destilasi sederhana dengan standart Vapodest. Hasil penelitian menujukkan bahwa hasil uji kinerja alat destilasi sederhana dan destilasi vapodest terhadap warna dan bau diperolah bahwa air destilat memiliki warna bening dan beraroma alkohol, kadar alkohol air tape ketan putih dengan destilasi sederhana menghasilkan kadar alkohol sebesar 12% sedangkan destilasi Vapodest sebesar 8%, laju destilasi vapodest lebih tinggi (22,2 ml/menit) dibandingkan destilasi sederhana (7,6 ml/menit). Laju destilasi dipengaruhi oleh waktu dan suhu proses. Dengan waktu destilasi 13 menit, destilasi sederhana memperoleh efisiensi destilasi 6% di banding destilasi vapodest yaitu 4 %. Air destilasi mengandung kadar gula untuk alat destilasi sederhana 0,3-0,4 % sedang destilasi vapodest 0,5%-0,7%. Kesimpulannya alat destilasi sederhana lebih efektif untuk memisahkan alkohol yang terdapat pada air tape ketan putih dengan kadar alkohol 12 % dan lebih tinggi dibandingkan destilasi vapodest 8% dengan laju destilasi 7,6 % dan efisiensi destilasi 6%
Determining Video Content as a Digital Learning Medium for the Tourism Architecture Course: A Case Study of “MEDIAPAR”
In the digital era, the development of video-based learning media has emerged as a strategic solution to enhance the quality of education, particularly in the Tourism Architecture course. This article explores the process of designing video content for the “MEDIAPAR” digital learning platform, aimed at improving the comprehension and engagement of students in the Tourism Destination Study Program at Politeknik Negeri Jember. Using a quantitative method through surveys involving students, lecturers, and technicians, the study found that most respondents preferred practical learning content, primarily focusing on tutorials for using SketchUp software. Survey results indicate that 72.9% of students selected this topic as their top priority. Lecturers and technicians also supported the development of visually oriented content to assist students in designing tourism destination masterplans. Therefore, preparing this video content is pedagogically relevant and strategically significant in equipping students to face the increasingly complex challenges of the tourism industry
Semiotic Analysis of the H&M Conscious Exclusive A/W20 Advertisement: Exploring Sustainability Issues and Greenwashing Practices
This study investigated the sustainability claims of H&M’s Conscious Exclusive A/W20 campaign, focusing on the potential use of greenwashing strategies. The research addressed the gap between the brand’s eco-friendly image and its actual practices. Using Roland Barthes’ semiotic method, the study examined the visual and verbal signs in the advertisement to uncover their denotative and connotative meanings. The findings revealed that while the campaign promoted environmental responsibility through recycled materials, its messages largely served as marketing tools rather than evidence of genuine sustainable practices. It means that there was a gap between the sustainability claims and actual practices in the campaign. The advertisement falls under the category of Green-washed Commercial Advertising, indicating that H&M’s sustainability narrative might be more symbolic than substantive. From the results of this study, it can be concluded that transparency is essential for brands to avoid misleading consumers and to ensure trust in sustainability efforts
The Impact of Purple Sweet Potato Flour Substitution on the Physical and Organoleptic Characteristics of Non-flaky Crackers
Non-flaky crackers are snacks like biscuits but go through a fermentation process and are not layered. This research aimed to determine the effect of purple sweet potato flour substitution on non-flaky crackers' physical and organoleptic characteristics. This research used a Completely Randomized Design (CRD) method consisting of six treatments and three replications. The treatments are C0 (100% wheat flour), C1 (10% purple sweet potato flour, 90% wheat flour), C2 (30% purple sweet potato flour, 70% wheat flour), C3 (50% purple sweet potato flour, 50% wheat flour). wheat), C4 (70% purple sweet potato flour, 30% wheat flour), C5 (90% purple sweet potato flour, 10% wheat flour). Data analysis used the Microsoft Excel 2010 program, the ANOVA (Analysis of Variance) method, then continued with data processing using IBM SPSS Statistics 25 and continued with Duncan's Multiple Range Test. The research showed that substituting purple sweet potato flour had significantly affected the characteristics and hedonic colour, texture, physical characteristics, and characteristics of cracker products. The best treatment was the C4 iteration of 70% purple sweet potato flour and 30% wheat flour
Pelatihan Peningkatan Manajemen Keuangan Dan Digital Marketing Pada UMKM Tape Cipta Rasa Jember
UMKM Tape Brand Cipta Rasa was established in 2010. In financial management, it has not been done properly and does not have a label on its cassava tape product. Seeing this, it is necessary to provide Financial Management and Digital Marketing training so that it can increase the sales volume of this Cipta Rasa brand tape. This method is carried out in 4 stages; survey, provision of materials, practice and tutorials and post-training monitoring. The results of financial training for this partner are that UMKM Tape Brand Cipta Rasa has been able to make financial reports in January and February 2025 and this business has a label on this UMKM Tape Cipta Rasa product business. It is hoped that this UMKM will continue to report financial records in its business so that it can be used in activities, especially for submitting business capital
Pelatihan Kesehatan Keselamatan Kerja dalam Menunjang Kegiatan Produksi di Ilham Meubel
lham Meubel is a wood craftsman who produces various products including: tables, chairs, frames, doors, sideboards, kitchen sets and so on. The problems faced by partners when running a business are that the production equipment they have is no longer suitable, namely a serkel table that is outdated and they don't have a nail gun that is needed to support activities when installing products for clients from Ilham Meubel. Apart from that, craftsmen do not prioritize occupational health and safety (K3). This can be seen when working partners do not wear any K3 equipment during their activities. Therefore, in this service activity, solutions will be provided regarding these problems which will be carried out in stages, namely eight months. The first solution given was the provision of serkel tables and nail guns and the next was the provision of K3 equipment along with training. The target of this service activity is to improve production quality accompanied by the use of K3. The output of this service is a service journal, online mass media articles and videos of activity implementationIlham Meubel adalah salah sau pengrajin kayu yang menghasilkan berbagai produk diantanya: meja, kursi, kusen, pintu, bufet, kitchen set dan lain sebagainya. Permasalahan yang dihadapi mitra saat menjalankan usaha adalah sudah tidak layaknya alat produksi yang dimiliki yakni meja serkel yang telah usang serta tidak dimilikinya paku tembak yang diperlukan untuk menunjang kegiatan saat pemasangan produk di klien dari Ilham Meubel. Selain itu, para pengrajin tidak mementingkan kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Hal ini terlihat saat mitra bekerja tidak mengenakan alat K3 apapun dalam beraktivitas. Oleh karena itu, pada kegiatan pengabdian ini akan diberikan solusi terkait permasalahn tersebut yang dilakanakan secara bertahap yakni delapan bulan. Solusi pertama yang diberikan adalah pemberian meja serkel dan paku tembak dan selanjutnya adalah pemberian alat K3 beserta dengan pelatihannya. Target dalam kegiatan pengabdian ini adalah dapat meningkatkan kualitas produksi yang diiringi dengan penggunaan K3. Luaran dari pengabdian ini adalah jurnal pengabdian, artikel media massa online serta video pelaksanaan kegiatan
Pemanfaatan Uap Panas Insinerator untuk Produksi Pupuk Organik di Panti Asuhan dan Pondok Lansia Al-Maa’uun, Wonosobo
Panti Asuhan dan Pondok Lansia Al-Maa'uun, Wonosobo menghadapi tantangan dalam mengelola sampah organik secara efisien. Sebagai solusi, program pelatihan ini bertujuan untuk memanfaatkan uap panas insinerator dalam produksi pupuk organik. Metode yang digunakan melibatkan proses insinerasi sampah organik dan anorganik dengan massa awal masing-masing 2 kg. Sampah organik dibakar selama 20 menit, menghasilkan volume pupuk sebesar 400 ml dengan massa 365 g. Di sisi lain, sampah anorganik memerlukan waktu pembakaran lebih lama, yaitu 30 menit. Hasil ini menunjukkan perbedaan signifikan dalam efisiensi pembakaran yang dihasilkan antara kedua jenis sampah. Berdasarkan pembakaran sampah organik, maka akan mengahsilkan pupuk yang berpotensi digunakan sebagai bahan pupuk organik untuk menunjang pertanian dan penghijauan di lingkungan panti asuhan dan pondok lansia. Pelatihan ini tidak hanya menawarkan solusi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, tetapi juga berperan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya teknologi berbasis insinerator dalam mengelola limbah secara efektif. Program ini diharapkan dapat menginspirasi penerapan teknologi serupa di komunitas lain dengan tujuan keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kualitas hidup
Optimalisasi Promosi Wana Wisata Kampoeng Ciherang melalui Pemanfaatan Platform Media Sosial dan Spanduk Informasi: The Optimization of Promotion for Wana Wisata Kampoeng Ciherang through the Utilization of Social Media Platforms and Informational Banners
Wana Wisata Kampoeng Ciherang, yang terletak di Desa Cijambu, Sumedang, memiliki potensi wisata alam yang menarik, namun kunjungan wisatawan masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan promosi Wana Wisata Kampoeng Ciherang melalui pemanfaatan media sosial dan pemasangan spanduk informasi. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan partisipatif, yang meliputi observasi, wawancara, penyuluhan, pembuatan konten digital, serta pemasangan spanduk informasi (baliho). Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok, dengan konten menarik yang menampilkan keindahan alam dan fasilitas, berhasil menarik perhatian audiens dan meningkatkan visibilitas destinasi. Selain itu, pemasangan baliho yang lebih informatif di titik strategis juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan keberadaan Wana Wisata Kampoeng Ciherang. Evaluasi terhadap interaksi media sosial dan respons masyarakat menunjukkan peningkatan jumlah pengunjung setelah promosi dilakukan. Kesimpulannya, kombinasi antara promosi digital dan pemasaran tradisional melalui baliho dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan jumlah pengunjung dan pengembangan ekonomi lokal.Wana Wisata Kampoeng Ciherang, yang terletak di Desa Cijambu, Sumedang, memiliki potensi wisata alam yang menarik, namun kunjungan wisatawan masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan promosi Wana Wisata Kampoeng Ciherang melalui pemanfaatan media sosial dan pemasangan spanduk informasi. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan partisipatif, yang meliputi observasi, wawancara, penyuluhan, pembuatan konten digital, serta pemasangan spanduk informasi (baliho). Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok, dengan konten menarik yang menampilkan keindahan alam dan fasilitas, berhasil menarik perhatian audiens dan meningkatkan visibilitas destinasi. Selain itu, pemasangan baliho yang lebih informatif di titik strategis juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan keberadaan Wana Wisata Kampoeng Ciherang. Evaluasi terhadap interaksi media sosial dan respons masyarakat menunjukkan peningkatan jumlah pengunjung setelah promosi dilakukan. Kesimpulannya, kombinasi antara promosi digital dan pemasaran tradisional melalui baliho dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan jumlah pengunjung dan pengembangan ekonomi lokal
Respon Hasil Produksi Kacang Tanah (Arachis hypogea) terhadap Aplikasi PGPR dan Rhizobium
Increasing peanut production can be done by applying rhizobium and PGPR. This study aims to examine the effect of PGPR and Rhizobium on peanuts. The research was conducted from December 2022 to February 2023 in Patemon Village, Pakusari District, Jember Regency. Experimental design using factorial RAK. The first factor was the concentration of PGPR consisting of 10.5 ml/l, 12.5 ml/l and 14.5 ml/l. The second factor was the dose of Rhizobium inoculants consisting of 25 kg/ha, 50 kg/ha, and 75 kg/ha. The results of this study indicated that there was no real interaction between the PGPR and Rizobum treatments. As a single factor, PGPR with a concentration of 12.5 ml/l gave an effect on the variable number of ginophores (72.1). While the application of Rhizobium inoculant at a dose of 75 kg/ha showed the best results on the number of pods/sample (30.90), weight of pods/sample (62.12 g), weight of seeds/sample (44.74 g), and weight of seeds/plot (850.60 gr). . It is suspected that the application of PGPR to peanuts and inoculation of Rhizobium plays a role in increasing nutrient uptake which in turn increases growth and production.
Peningkatan produksi kacang tanah dapat diakukan dengan aplikasi rhizobium dan PGPR. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian PGPR dan Rizobium pada kacang tanah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2022 hingga Februari 2023 di Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember. Rancangan Percobaan menggunakan RAK faktorial. Faktor pertama yaitu konsentrasi PGPR terdiri dari 10,5 ml/l, 12,5 ml/l, dan 14,5 ml/l. Faktor kedua yaitu dosis inokulan Rizobium terdiri dari 25 kg/ha, 50 kg/ha, dan 75 kg/ha. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak adanya interaksi nyata antar perlakuan PGPR dan Rizobum. Secara faktor tunggal, PGPR dengan konsentrasi 12,5 ml/l memberikan pengaruh pada variabel jumlah ginofor (72,1). Sedangkan aplikasi inokulan Rizobium dengan dosis 75 kg/ha secara nyata menunjukan hasil terbaik pada jumlah polong/sampel (30,90), berat polong/sampel (62,12 g), berat biji/sampel (44,74 g), dan berat biji/plot (850,60 g). . Diduga pengaplikasian PGPR pada kacang tanah dan penginokulasian Rizobium berperan pada peningkatan serapan hara yang kemudian meningkatkan pertumbuhan dan produksi.
 
Aplikasi Asam Amino Ikan Lemuru dan PGPR Akar Edamame Terhadap Laju Pengisian Polong: Application of Lemuru Fish Amino Acids And Edamame Root PGPR To Pod Filling Rate
Pengisian polong edamame (Glycine max L.) merupakan fase penting dalam produksi polong premium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aplikasi asam amino ikan lemuru dan Plant Growth-Promoting Rhizobacteria (PGPR) berbasis akar edamame, terhadap laju pengisian polong. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan acak kelompok faktorial (RAKF) terdiri atas dua faktor yaitu asam amino dan PGPR, perlakuan asam amino terdiri dari (0,5,10,15, dan 20)ml/l. Dan aplikasi PGPR terdiri dari (0, dan 150)ml/l. Berdasarkan hasil penelitian perlakuan asam amino memberikan pengaruh berbeda nyata pada pengamatan jumlah polong total dan persentase polong hampa. Sedangkan perlakuan PGPR menunjukkan hasil berbeda nyata pada pengamatan persentase polong hampa. Interaksi pada perlakuan PGPR dan asam amino berbeda tidak nyata pada semua variabel pengamatan