Jurnal Online Fakultas Psikologi dan Kesehatan (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya)
Not a member yet
    277 research outputs found

    Kesejahteraan Psikologis pada Penderita Kusta di Sumberglagah Kec. Pacet. Kab. Mojokerto

    Full text link
    Lepra atau kusta adalah penyakit infeksi yang kronis yang dampaknya adalah kecacatan dan keterbatasan. Dengan kondisi tersebut memunculkan berbagai masalah pada diri penderita secara psikologis, penderita akan mendaptkan diskriminasi dan stigma dari masyrakat, namun penderita tetap merasa berbesar hati dan menerima keadaan diri sebagai manusia dihadapan Tuhan adalah sama.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran psychological well-being pada penderita Kusta di Sumber Glagah Mojokerto. Subjek penelitian ini adalah sebanyak 3 informan penderita kusta, informan yang digunakan sebagai subjek dalam penelitian ditentukan berdasarkan karakteristik yang ditetapkan oleh peneliti. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini adalah pedoman observasi dan pedoman wawancara. Dimensi yang diteliti meliputi penerimaan diri, hubungan posotif dengan orang lain, kemandirian, penguasaan lingkungan, tujuan hidup dan pertumbuhan personal. Data yang didapatkan selanjutnya dianalisis melewati beberapa tahap reduksi, penyajian data dan dilanjutkan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa diawal terjadinya secara klinis dari penyakit kusta ini adalah terlihat pada kulit penderita kusta diantaranya makula berwarna keputihan, rambut alis rontok, kelumpuhan pada kulit muka, terjadi penebalan dikulit muka dan hidup seperti pelana. Masalah yang muncul lainnya adalah setelah subjek didiagnosa kusta maka akan mengalami penurunan kepercayaan diri, merasa malu, kehilangan harapan, dan memiliki harga diri rendah. Diungkap juga semua subjek sebagai anteseden menurunnya kesejahteraan psikologi mereka. Sedangkan peningkatan kesejahteraan psikologis yang menarik di sini adalah terungkap bahwa dimensi penerimaan diri sebagai dimensi pertama yang membantu subjek dalam mencapai dimensi – dimensi kesejahteraan psikologi yang lainnya, yaitu huhungan positif dengan orang lain, kemadirian, penguasaan lingkungan, tujuan hidup dan pertumbuhan personal. Keenam dimensi ini muncul secara tidak bersama – sama, tetapi temuanya sesuai dengan gambaran dimensi.Lepra atau kusta adalah penyakit infeksi yang kronis yang dampaknya adalah kecacatan dan keterbatasan. Dengan kondisi tersebut memunculkan berbagai masalah pada diri penderita secara psikologis, penderita akan mendaptkan diskriminasi dan stigma dari masyrakat, namun penderita tetap merasa berbesar hati dan menerima keadaan diri sebagai manusia dihadapan Tuhan adalah sama.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran psychological well-being pada penderita Kusta di Sumber Glagah Mojokerto. Subjek penelitian ini adalah sebanyak 3 informan penderita kusta, informan yang digunakan sebagai subjek dalam penelitian ditentukan berdasarkan karakteristik yang ditetapkan oleh peneliti. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini adalah pedoman observasi dan pedoman wawancara. Dimensi yang diteliti meliputi penerimaan diri, hubungan posotif dengan orang lain, kemandirian, penguasaan lingkungan, tujuan hidup dan pertumbuhan personal. Data yang didapatkan selanjutnya dianalisis melewati beberapa tahap reduksi, penyajian data dan dilanjutkan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa diawal terjadinya secara klinis dari penyakit kusta ini adalah terlihat pada kulit penderita kusta diantaranya makula berwarna keputihan, rambut alis rontok, kelumpuhan pada kulit muka, terjadi penebalan dikulit muka dan hidup seperti pelana. Masalah yang muncul lainnya adalah setelah subjek didiagnosa kusta maka akan mengalami penurunan kepercayaan diri, merasa malu, kehilangan harapan, dan memiliki harga diri rendah. Diungkap juga semua subjek sebagai anteseden menurunnya kesejahteraan psikologi mereka. Sedangkan peningkatan kesejahteraan psikologis yang menarik di sini adalah terungkap bahwa dimensi penerimaan diri sebagai dimensi pertama yang membantu subjek dalam mencapai dimensi – dimensi kesejahteraan psikologi yang lainnya, yaitu huhungan positif dengan orang lain, kemadirian, penguasaan lingkungan, tujuan hidup dan pertumbuhan personal. Keenam dimensi ini muncul secara tidak bersama – sama, tetapi temuanya sesuai dengan gambaran dimensi.     Kata kunci: psychological well-being, penderita kusta, kecacatan

    Prokrastinasi dan Stres Akademik Mahasiswa

    Full text link
    Mahasiswa kedokteran cenderung memiliki tingkat prokrastinasi dan stres akademik yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan prokrastinasi dan stres akademik pada mahasiswa program studi Kedokteran. Menggunakan rancangan kuantitatif korelasional, penelitian ini melibatkan 204 partisipan yang diambil melalui teknik convenience sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah academic procrastination scale untuk mengukur prokrastinasi dan academic stres inventory untuk mengukur stres akademik. Hasil penelitian menggunakan teknik uji korelasi spearman rank, menunjukkan bahwa prokrastinasi memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan stres akademik. Dengan kata lain semakin tinggi tingkat prokrastinasi maka semakin tinggi pula tingkat stres akademik yang dialami oleh mahasiswa Kedokteran

    Analisis Asosiasi Curah Hujan dengan Pola dan Prevalensi Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Jawa Barat

    No full text
    One of the infectious diseases that have high morbidity and mortality rates is Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) which is transmitted through the bite of Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes. In West Java Province, dengue cases fluctuated. So it is necessary to analyze and review the influence of weather on dengue cases in West Java Province with the pattern and prevalence of dengue cases in all cities and districts in West Java Province. This type of research is quantitative descriptive research by making exploratory observations and producing something general with a Geographic Information System approach. The location of this research is in all 27 districts and cities in West Java Province. Data on dengue cases in West Java Province is accessed from the West Java Provincial Health Office on the West Java Open Data platform (https://opendata.jabarprov.go.id/). Then the population data of West Java Province can be accessed at the Central Statistics Agency of West Java Province on the https://jabar.bps.go.id/ platform. Analysis of this research data for incidence is calculated by dividing the number of cases divided by the population and then multiplying by one hundred thousand, while the prevalence can be calculated by dividing the number of cases divided by the population and then multiplying by a thousand, and mapping using QGIS 3.16. From 2014 – 2020, the highest cases were in the city of Bandung and the highest prevalence was in the city of Sukabumi. there is a relationship between rainfall and DHF cases in West Java Province in 2014 - 2020 with a moderate correlation strength where rainfall plays a role in the incidence of DHF cases but is not absolute because it can still be influenced by other factors.Salah satu penyakit menular yang memiliki angka morbiditas dan mortalitas tinggi adalah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Di Provinsi Jawa Barat kasus DBD berfluktuasi. Sehingga perlu dilakukan analisis dan peninjauan pengaruh cuaca dengan kasus DBD di Provinsi Jawa Barat dengan pola dan prevalensi kasus DBD di seluruh kota dan kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan melakukan observasi yang bersifat eksploratif dang menghasilkan sesuatu yang bersifat umum dengan pendekatan Geographic System Information. Lokasi penelitian ini di seluruh 27 kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Barat. Data kasus DBD di Provinsi Jawa Barat diakses dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat pada platform Open Data Jabar (https://opendata.jabarprov.go.id/). Kemudian data penduduk Provinsi Jawa Barat dapat diakses pada  Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat pada platform https://jabar.bps.go.id/. Analisis data penelitian ini untuk insiden dihitung dengan cara jumlah kasus dibagi jumlah penduduk lalu dikalikan seratus ribu, sedangkan prevalensi dapat dihitung dengan cara jumlah kasus dibagi jumlah penduduk lalu dikalikan seribu, dan pemetaan menggunakan QGIS 3.16. Dari tahun 2014 – 2020, kasus tertinggi pada Kota Bandung dan Prevalensi tertinggi pada Kota Sukabumi. terdapat hubungan curah hujan dengan kasus DBD di Provinsi Jawa Barat Tahun   2014 - 2020   dengan   kekuatan   korelasi yang sedang dimana curah hujan memberikan peran terhadap timbulnya kasus DBD tetapi tidak   bersifat   mutlak karena   masih dapat dipengaruhi oleh faktor lainnya

    Self-esteem dan Self-disclosure Generasi Z Pengguna Instagram

    Full text link
    Self-disclosure dalam berbagi setiap momen hidup di media sosial terlihat pada generasi Z yang menggunakan teknologi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-esteem dengan self-disclosure pada generasi Z pengguna instagram. Metode penelitian menggunakan kuantitatif korelasional. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa fakultas pendidikan psikologi Universitas Negeri Malang angkatan 2018 hingga 2020. Sampel pada penelitian ini sejumlah 183 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling. Skala yang digunakan yaitu skala self-disclosure dan skala self-esteem. Analisis data dilakukan dengan analisis korelasi product moment menggunakan bantuan program IBM SPSS Statistic 21 for Microsoft Windows. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif signifikan antara self-esteem dengan self-disclosure pada generasi Z pengguna instagram. Hal ini dapat diartikan bahwa semakin tinggi self-esteem maka akan semakin tinggi pula self-disclosure pada generasi Z pengguna instagram

    Academic Adjustment Mahasiswa Baru Ditinjau dari Self Esteem, Self Efficacy, dan Self Concept

    Full text link
    Academic adjustment yaitu kemampuan individu untuk menghadapi tuntutan dan syarat akademik agar terpenuhi dengan baik. Tujuan penelitian ini ingin melihat hubungan serta perbedaan academic adjustment yang ditinjau dari self esteem, self efficacy, dan self concept pada mahasiswa baru UIN Sunan Ampel Surabaya angkatan tahun 2020. Sampel penelitian ini berjumlah 364 mahasiswa baru UIN Sunan Ampel Surabaya angkatan tahun 2020 yang diambil dengan teknik simple random sampling. Skala yang digunakan pada penelitian ini adalah skala self esteem milik Rosenberg, skala self-efficacy milik Matthias Jerusalem dan Ralf Schwarzer, skala self concept milik Eider Goñi, dan skala academic adjustment milik Joel R. Anderson, Yao Guan, dan Yasin Koc. Analisis data dilakukan dengan uji regresi linear berganda dan uji friedman. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan serta perbedaan academic adjustment yang ditinjau dari self esteem, self-efficacy, dan self concept pada mahasiswa baru UIN Sunan Ampel Surabaya angkatan tahun 2020

    Provider Initiated Testing and Counseling (PITC) Strategy Increased Coverage of HIV detection among TB Patients : English Language

    No full text
    Indonesia is one of the six countries with a high burden of TB and HIV. The prevalence of TB-HIV cases at all ages is as much as 4.9%; The study aimed to provide an assessment of PITC implementation in high coverage and low coverage in HIV detection among TB patients. This study descriptive, analytic, cross-sectional with the consecutive sampling method. Data used in this research was secondary data collected from January until December 2017 conducted in 5 of the 23 cities with a high burden of TB-HIV. Using a routine reporting system by primary health care and regional health service in the district. The total sample size included TB patients registered in 5 cities 16.097 patients, 8022 patients (2.365 from low PITC, 5657 from high PITC) TB patients who had received the PITC program of this 3,5% were HIV positive. Additionally, was detected by percentage among TB patients in the high-coverage PITC area compared to in the low-coverage PITC area was 4.3:2.6. Male patients had a double risk of having HIV-positive results compared to female patients. Furthermore, the analysis also showed that productive age patients are more likely to have HIV infection compared to other age groups. Male sex aged 26 to 36 years 78-94% of them were at risk of having HIV infection. The implementation of PITC in countries with high TB ​​/ HIV burden has shown an increase in TB-HIV patient detection but still needs to be followed by ARV treatment to reduce mortality

    Pengembangan Alat Ukur Kesejahteraan Psikologis pada Remaja Muslim

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat ukur kesejahteraan psikologis khususnya pada remaja muslim. Alat ukur ini telah dikembangkan dengan enam langkah utama, yaitu penentuan aspek, penyusunan indikator, penyusunan butir pernyataan, uji validitas, seleksi butir dengan mempertimbangkan daya bedanya dan uji reliabilitas. Alat ukur ini terdiri dari enam aspek, yaitu hubungan positif dengan orang lain, penerimaan diri, otonomi, penguasaan lingkungan , tujuan hidup dan pertumbuhan pribadi. Proses validasi alat ukur ini terdiri atas validasi konten oleh para ahli yang melibatkan 17 orang expert judgment. Pada tahap validasi konten ini menghasilkan 51 butir pernyataan valid ditinjau dari besar Aiken’s V. Tahap uji daya beda butir dan reliabilitas melibatkan 160 orang mahasiswa aktif yang berusia 17 hingga 23 tahun, beragama islam, berjenis kelamin laki–laki dan perempuan. Proses seleksi butir dengan daya bedanya menghasilkan 48 butir dengan daya diskriminasi tinggi. Data pengujian reliabilitas menunjukkan bahwa Skor alpha-cronbach yang didapatkan sebesar 0.928 yang mana dapat dinyatakan bahwa alat ukur kesejahteraan psikologis remaja muslim ini telah layak untuk menjadi alat ukur sehingga hasil pada penelitian ini memungkinkan untuk digunakan dengan efisien karena telah valid dan reliabel

    Alat ventilator pernapasan berbasis Microkontroler Arduino 2560

    Full text link
    Corona Virus Disease or Covid-19 is an infectious disease caused by the corona virus that was recently discovered. Most people who are indicated for Covid-19 will feel symptoms that tend to be mild to moderate and can recover without special treatment. This virus can be transmitted through droplets produced when an infected person coughs, sneezes, or even exhales. These droplets are too heavy to stay in the air. Droplets quickly fall and stick to the floor or other surface. A person can be infected by breathing air containing the virus when someone is too close to someone who is already infected with Covid-19. One of the medical equipment that is urgently needed for Covid-19 patients with respiratory problems is a ventilator. Unfortunately, the need for ventilators in various Indonesian hospital facilities has not been met because they are relatively expensive and difficult to use. The purpose of this research is to facilitate human work as well as the efficiency of the utility of the device and to determine the relationship between nutritional status and the use of breathing apparatus in patients in the intensive care unit (ICU). The design used in this research is analytical observational with a cohort study approach. This research was conducted on 22 respondents who were treated in the ICU of RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. The data analysis used in this research is univariate and bivariate analysis. The statistical test used in this research was the chi-square to see the relationship between nutritional status and the use of breathing apparatus in patients in the ICU.   Keywords: Covid-19, droplets, ventilator, responsibility, patient

    Sense of Control dan Adaptabilitas Karir: Studi Korelasional pada Mahasiswa Tingkat Akhir Bidikmisi

    Full text link
    Adaptabilitas karir yang tinggi memudahkan individu untuk mendapatkan karir yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara sense of control dengan adaptabilitas karir pada mahasiswa tingkat akhir bidikmisi Universitas Sebelas Maret. Populasi penelitian adalah mahasiswa bidikmisi Universitas Sebelas Maret angkatan 2018 sebanyak 1278 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate cluster random sampling dan diperoleh sebanyak 302 orang responden penelitian. Instrumen penelitian menggunakan skala adaptabilitas karir skala sense of control. Teknik analisis data yang digunakan adalah pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara sense of control dengan adaptabilitas karir pada mahasiswa tingkat akhir bidikmisi Universitas Sebelas Maret. Pentingnya perasaan memegang kendali dalam hidup dapat membantu meningkatkan adaptabilitas karir saat menghadapi perkembangan karir, transisi karir, dan trauma karir di masa depan

    Studi Komparatif Pengembangan Contact Tracing Applications Di Singapura dan Indonesia (Studi Kasus: TraceTogether dan PeduliLindungi): (Case Study: TraceTogether and PeduliLindungi)

    No full text
    One way to handle the COVID-19 pandemic is tracing related to close contacts of positive cases. This is to identify the place and time of people who have close contact with positive COVID-19 patients and inform those indicated as positive for COVID-19 to prevent further spread. Therefore, each country has released Contact Tracing Applications (CTAs) to support the tracing process. TraceTogether and PeduliLindungi applications are examples of embodiments of Contact Tracing Applications. This study aimed to compare the development of CTAs in Singapore and Indonesia to deal with the COVID-19 pandemic. This research used a literature research method to manifest the development of CTAs in Singapore and Indonesia. His study focused on the differences in application development that have been implemented in the two countries: Singapore as a pioneer of CTAs with the TraceTogether application and Indonesia which Singapore inspired by designing the PeduliLindungi application. This research is expected to be considered in the development of better CTAs. This is one of the recovery steps for the two countries after the COVID-19 pandemic in approaching health through the application.Salah satu upaya dalam penanganan pandemi COVID-19 adalah penelusuran ( tracing ) terkait kontak erat dari kasus positif. Hal ini untuk mengidentifikasi tempat dan waktu dari orang yang berkontak erat dengan pasien positif COVID-19 serta informasi orang yang terindikasi positif COVID-19 guna mencegah penyebaran lebih lanjut. Oleh karena itu, masing-masing negara telah merilis Contact Tracing Applications (CTA) sebagai pendukung proses tracing . Aplikasi TraceTogether dan PeduliLindungi merupakan contoh perwujudan dari Contact Tracing Applications . Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perkembangan CTAdi Singapura dan Indonesia dalam upaya penanganan pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi pustaka untuk memanifestasikan pengembangan CTA di Singapura dan Indonesia. Dalam penelitian ini berfokus pada perbedaan pengembangan aplikasi yang telah diterapkan di kedua negara: Singapura sebagai pelopor CTA dengan aplikasi TraceTogether dan Indonesia yang terinspirasi dari Singapura dengan merancang aplikasi PeduliLindungi. Hasil penelitian ini menemukan adanya perbedaan terkait pengembangan CTA di Singapura dan Indonesia pada keamanan data penggguna, perbaikan fitur check in, peningkatan performa aplikasi, dan penyempurnaan tampilan fitur dalam aplikasi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan CTA yang lebih baik. Hal ini sebagai salah satu langkah pemulihan negara pasca pandemi COVID-19 dalam pendekatan kesehatan melalui aplikasi tersebut. Kata Kunci: Aplikasi Pelacakan Kontak; COVID-19; Singapura; Indonesia

    236

    full texts

    277

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Fakultas Psikologi dan Kesehatan (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇