Jurnal Online Fakultas Psikologi dan Kesehatan (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya)
Not a member yet
277 research outputs found
Sort by
Peran Keterampilan Sosial Terhadap Kesiapan Kerja Lulusan Sarjana di Sumatra Barat
Tingkat pengangguran di Sumatra Barat mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya khususnya pada lulusan sarjana (BPS, 2020). Kurangnya kesiapan kerja yang dipengaruhi oleh keterampilan sosial ditenggarai sebagai penyebab munculnya kondisi ini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran keterampilan sosial terhadap kesiapan kerja lulusan program sarjana di Provinsi Sumatera Barat. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan analisis regresi linear. Populasi penelitian ini 327.150 orang lulusan sarjana yang belum bekerja. Sampel penelitian berjumlah 401 orang lulusan program sarjana yang belum bekerja hingga tahun 2020 dengan teknik penarikan sampel purposive sampling. Hasil penelitian ini menemukan bahwa keterampilan sosial memiliki peran yang signifikan terhadap kesiapan kerja. Aspek keterampilan dasar berinteraksi terbukti merupakan aspek dari keterampilan sosial yang memiliki peran paling besar dibandingkan dengan tiga aspek lainnya. Pembekalan terhadap calon sarjana dibutuhkan selanjutnya untuk membekali mereka dengan keterampilan sosial yang berfokus pada pengembangan keterampilan dasar berinteraksi agar mereka lebih siap memasuki dunia kerja
KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS)
Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) membutuhkan seorang pemimpin yang dapat menjadi agen perubahan, Pembina dan pemberi motivasi bagi siswa di dalam sekolahnya untuk mewujudkan visi dan misi sekolah. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi kepemimpinan ketua OSIS SMA. Jumlah subjek pada penelitian sebanyak 4 orang siswa yang sedang menjabat sebagai ketua OSIS di sekolah masing-masing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian fenomenologis dan analisis tematik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 2 gaya kepemimpinan OSIS yaitu kepemimpinan yang berorientasi pada tugas dan hubungan, 9 karakteristik kepemimpinan OSIS yaitu mempunyai visi dan misi, transparan, bijaksana, bertanggung jawab, disiplin, kapasitas melihat peluang, fleksibel, inisiatif, kapasitas untuk mempengaruhi. Pada penelitian ini juga dihasilkan cara untuk memiliki karakteristik kepemimpinan OSIS yaitu memperbaiki ibadah, memahami perasaan anggota yang dipimpin/siswa, meminta masukan dari anggota dan pembina OSIS, bekerja sama dengan anggota, dan faktor yang mempengaruhi kepemimpinan seorang ketua OSIS yaitu rasa tanggung jawab, mencari pengalaman, mengulang pengalaman, dan ingin menunjukkan diriFokus penelitian ini adalah mengidentifikasi kepemimpinan ketua OSIS SMA. Jumlah subjek pada penelitian sebanyak 4 orang siswa yang sedang menjabat sebagai ketua OSIS di sekolah masing-masing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian fenomenologis dan analisis tematik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 2 gaya kepemimpinan OSIS yaitu kepemimpinan yang berorientasi pada tugas dan hubungan, 9 karakteristik kepemimpinan OSIS yaitu mempunyai visi dan misi, transparan, bijaksana, bertanggung jawab, disiplin, kapasitas melihat peluang, fleksibel, inisiatif, kapasitas untuk mempengaruhi. Pada penelitian ini juga dihasilkan cara untuk memiliki karakteristik kepemimpinan OSIS yaitu memperbaiki ibadah, memahami perasaan anggota yang dipimpin/siswa, meminta masukan dari anggota dan pembina OSIS, bekerja sama dengan anggota, dan faktor yang mempengaruhi kepemimpinan seorang ketua OSIS yaitu rasa tanggung jawab, mencari pengalaman, mengulang pengalaman, dan ingin menunjukkan dir
HUBUNGAN ANTARA REGULASI DIRI DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA MAHASISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi diri dengan komitmen organisasi pada mahasiswa. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional yaitu untuk mengetahui sejauhmana variabel bebas berhubungan dengan variabel terikat. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan di Surabaya. Sampel penelitian sejumlah 104 mahasiswa yang didapat melalui teknik incidental sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan skala regulasi diri dan skala komitmen organisasi. Untuk menguji hipotesis penelitian digunakan teknik product moment pearson correlation. Hasil analisis data didapatkan nilai signifikansi sebesar 0.000 (p<0.05), artinya terdapat hubungan antara regulasi diri dengan komitmen organisasi pada mahasiswa aktivis organisasi. Nilai korelasi product moment sebesar 0,539 menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara regulasi diri dengan komitmen organisasi sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi regulasi diri maka semakin tinggi pula komitmen mahasiswa terhadap organisasi. Demikian pula sebaliknya, semakin rendah regulasi diri mahasiswa maka semakin rendah komitmennya terhadap organisasi.Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi diri dengan komitmen organisasi pada mahasiswa. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara regulasi diri dengan komitmen organisasi pada mahasiswa yang ada di seluruh indonesia. Subjek penelitian berjumlah 104 orang mahasiswa yang masih aktif berkuliah dan aktif berorganisasi. Penentuan subjek penelitian menggunakan metode Purposive Sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan alat ukur berupa adaptasi Skala regulasi diri dan Skala komitmen organisasi . Metode analisis data yang digunakana dalah Product Moment Pearson Correlation. Hasil analisis data diperoleh nilai korelasi sebesar r=0.539 dan p=0.000 (p<0.01) diperoleh nilai signifikasi sebesar 0,392 dari hasil uji linear yang merupakan hasil tersebut lebih besar dari 0,05. Artinya terdapat hubungan linear antara komitmen organisasi dengan Regulasi diri Pada Mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang positif antara regulasi diri dengan komitmen organisasi pada mahasisw
Growth Mindset Guru: Studi Efektivitas Pelatihan Menumbuhkan Growth Mindset pada Guru
Motivasi menjadi hal penting untuk dimiliki guru. Salah satu variabel yang baru-baru ini diteliti dalam dunia pendidikan dan diketahui berpengaruh pada motivasi adalah growth mindset. Beberapa penelitian untuk menguji efektivitas pelatihan growth mindset, namun belum diketahui efektivitasnya pada guru. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas pelatihan growth mindset pada guru, apakah terdapat perbedaan growth mindset guru sebelum dan setelah mengikuti pelatihan growth mindset? Sebanyak 15 guru dari sekolah menengah pertama berpartisipasi dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, kuasi eksperimen. Sekelompok guru diberikan perlakuan dengan sebelumnya diberikan pre-test dan post-test setelahnya untuk mengetahui perbedaan growth mindset yang dimiliki guru. Adapun pre-test dan post-test dilakukan dengan memberikan skala growth mindset guru (α Cronbach = 0,783). Wilcoxon test paired sample menjadi teknik analisis statistik yang digunakan dalam studi ini. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan growth mindset pada guru, sebelum dan setelah mengikuti pelatihan growth mindset (M differences= 0.15; SE differences = 0.725; p>0,05), namun terjadi peningkatan skor mean setelah pelatihan. Studi lebih lanjut dibutuhkan agar terjadi efektivitas. Hasil penelitian lain yang berkaitan juga didiskusikan pada bagian pembahasan.Motivasi menjadi hal penting untuk dimiliki guru. Salah satu variabel yang baru-baru ini diteliti dalam dunia pendidikan dan diketahui berpengaruh pada motivasi adalah growth mindset. Beberapa penelitian untuk menguji efektivitas pelatihan growth mindset, namun belum diketahui efektivitasnya pada guru. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas pelatihan growth mindset pada guru, apakah terdapat perbedaan growth mindset guru sebelum dan setelah mengikuti pelatihan growth mindset? Sebanyak 15 guru dari sekolah menengah pertama berpartisipasi dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, kuasi eksperimen. Sekelompok guru diberikan perlakuan dengan sebelumnya diberikan pre-test dan post-test setelahnya untuk mengetahui perbedaan growth mindset yang dimiliki guru. Adapun pre-test dan post-test dilakukan dengan memberikan skala growth mindset guru (α Cronbach = 0,783). Wilcoxon test paired sample menjadi teknik analisis statistik yang digunakan dalam studi ini. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan growth mindset pada guru, sebelum dan setelah mengikuti pelatihan growth mindset (M differences= 0.15; SE differences = 0.725; p>0,05), namun terjadi peningkatan skor mean setelah pelatihan. Studi lebih lanjut dibutuhkan agar terjadi efektivitas. Hasil penelitian lain yang berkaitan juga didiskusikan pada bagian pembahasan
Kualitas Hidup dan Perbandingan Sosial Wanita Dewasa Awal yang Mengalami Body Dissatisfaction
Fenomena wanita dewasa awal yang mengalami body dissatisfaction telah banyak terjadi di Indonesia, salah satu faktor yang memengaruhi individu mengalami body dissatisfaction adalah perilaku membanding-bandingkan penampilan fisik dan bentuk tubuhnya dengan wanita yang dianggap lebih menarik. Berdasarkan perilaku membanding-bandingkan yang dapat membuat wanita dewasa awal mengalami body dissatisfaction, hal tersebut juga berdampak pada kualitas hidup individu itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran kualitas hidup dan proses perbandingan sosial wanita dewasa awal yang mengalami body dissatisfaction. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan desain penelitian fenomenologi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita dewasa awal yang mengalami body dissatisfaction secara umum terjadi karena melakukan perbandingan akan penampilan fisik dengan wanita yang lebih menarik, hal tersebut berakibat menurunnya kualitas hidup dari individu tersebut yaitu individu merasa kurang bahagia dan kurang puas dalam menjalani hidup
Gambaran Kesejahteraan Psikologis Wanita Menikah dari Keluarga Bercerai
Pernikahan memberikan efek pada kesejahteraan psikologis individu yang menikah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana gambaran kesejahteraan psikologis pada wanita menikah yang memiliki latar belakang keluarga bercerai. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, penelitian ini melibatkan lima subjek yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi sedangkan analisis data menggunakan analisis data tematik. Hasil penelitian menunjukkan gambaran kesejahteraan para subjek yang cuku baik. Ada beberapa hal yang mereka miliki sehingga itu membuat mereka merasakan kebahagiaan dalam pernikahan mereka. Meskipun subjek berasal dari keluarga yang bercerai, mereka memiliki sejumlah hal yang dipertahankan yaitu komitmen pernikahan, religiusitas, relasi suami istri, kesejahteraan pernikahan, penerimaan diri, hubungan dengan orang, kemandirian, penguasaan lingkungan, dan tujuan hidup
Job Involvement and Quality of Work Life Among Non-Permanent Teachers
Kualitas kehidupan kerja dalam pendidikan penting untuk pengembangan keberhasilan siswa dan kinerja guru yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh keterlibatan kerja terhadap kualitas kehidupan kerja di kalangan guru tidak tetap. Populasi penelitian ini adalah 272 guru tidak tetap yang mengajar di SMK Negeri Bandar Lampung. Sampel penelitian sebanyak 152 guru dengan teknik kuota sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala kualitas kehidupan kerja dan skala keterlibatan kerja. Analisis data menggunakan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan kerja berkontribusi terhadap kualitas kehidupan kerja. Ketika guru terlibat dalam semua kegiatan pendidikan maka kualitas kehidupan kerja mereka juga meningka
Self-concept dan Family Support dengan Academic Burnout pada Siswa di Masa Pandemi
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara self-concept dan family support dengan academic burnout pada siswa MI Darussalam di masa pandemic secara parsial dan simultan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Subjek pada penelitian ini adalah siswa-MI Darussalam. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 72 siswa kelas dari 266 siswa MI Darussalam dengan teknik probability sampling. Dari populasi tersebu ditetapkan sebanyak 72 siswa dari kelas 4,5,6. Dari hasil penelitian diketahui bahwa self-concept secara signifikan berhubungan negative dengan academic burnout. Kedua, Family support secara signifikan berhubungan negative dengan academic burnout. Ketiga, self-concept dan family support secara signifikan berhubungan negative dengan academic burnout.  
Mental Health Literacy and Self-Stigma on Intention to Seek Professional Psychological Help
This study aims to determine the effect of mental health literacy and self-stigma on the intention to seek professional psychological help in the mental health community. Data collection using research instruments from the Mental Health Literacy Scale (MHLS), The Self Stigma of Seeking Psychology Help (SSOSH-10), and the TPB Questionnaire on Mentalhealing.id community members who joined in the application Telegram (n=100). Data were analyzed using the Multiple Linear Regression analysis. The results of this study indicated that there is a significant effect of mental health literacy and self-stigma on the intention to seek professional psychological help in the mental health community (Fvalue= 20,501; Ftable= 2.36; p<0.10). The level of intention to seek professional psychological help is in a good category, which is 61%.Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh antara literasi kesehatan mental dan stigma diri terhadap intensi pencarian bantuan psikologis profesional pada komunitas kesehatan mental. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian dari Mental Health Literacy Scale (MHLS), The Self Stigma of Seeking Psychology Help (SSOSH-10) dan TPB Questionnaire pada 100 anggota komunitas Mentalhealing.id yang tergabung dalam aplikasi Telegram (n=100). Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara literasi kesehatan mental dan stigma diri terhadap intensi pencarian bantuan psikologis profesional pada komunitas kesehatan mental (F = 20,501; = 2,36; p<0,10). Tingkat intensi pencarian bantuan psikologis secara profesional responden dalam kategori cukup baik yakni sebesar 61%
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN TINGKAT KEJADIAN DEPRESI PADA REMAJA SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 DI SMA NEGERI 11 MAKASSAR
During adolescence, the phases of development and emotional change occur in most teenagers, and a parenting style plays a major role and a significant impact in the process of making adolescents mature and possess decent behaviour. The purpose of this study was to investigate the relationship between the parenting style and the depression of adolescents during the COVID-19 pandemic at SMAN 11 of Makassar. The methodological approach used in this research was an analytic correlation method by using a cross-sectional design. The population of this study was all students of class XII with a total sample of 169 students selected by using a purposive sampling technique. Based on the analysis of the research data, this study indicated that 72 students (42.6%) of SMAN 11 of Makassar were considered to be not depressed. Moreover, 39 students (23.1%) showed moderate depression, and 29 students (17.2%) were indicated to get little depression. In contrast, 19 students (11.2%) had severe depression, while the rest 10 students (5.9%) had very severe depression. Meanwhile, based on the results of the research on parenting applied by parents with the category of authoritative parenting type as many as 57 students (33.7%), authoritarian parenting type as many as 52 students (30.8%), neglected parenting type as many as 31 students (18, 3%), the type of permissive parenting were 29 students (17.2%). The results of the statistical calculations using the Pearson-Chi-Square test found that the relationship between the parenting style and the students' depression level was obtained with a p-value <0.05.Pada masa remaja terjadi fase perkembangan dan perubahan emosional dan pola asuh orang tua berperan dalam proses pencapaian kedewasaan remaja sesuai norma yang berlaku. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat kejadian depresi pada remaja selama masa pandemi covid-19 di SMA Negeri 11 Makassar. Metode penelitian yang digunakan ialah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi yang digunakan siswa/i kelas XII dengan jumlah sampel sebanyak 169 siswa menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan tingkat depresi remaja di SMA Negeri 11 Makassar yaitu dengan kategori tidak depresi sebanyak 72 siswa (42,6%), depresi ringan sebanyak 39 siswa (23,1%), depresi sedang sebanyak 29 siswa (17,2%), depresi berat sebanyak 19 siswa (11,2%) dan depresi sangat berat sebanyak 10 siswa (5,9%). Hasil perhitungan statistik dengan uji PearsonChi-Square test hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat depresi diperoleh p-value< 0,05. Kesimpulan terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat depresi pada remaja di SMA Negeri 11 Makassar