Jurnal Online Fakultas Psikologi dan Kesehatan (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya)
Not a member yet
277 research outputs found
Sort by
Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Jarak Jauh pada Masa Pandemi COVID 19
Tujuan dari studi ini adalah untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa dalam pembelajaran jarak jauh dan untuk mendeskripsikan pengalaman belajar mengajar siswa, guru dan orang tua dalam pembelajaran ajarak jauh. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitan kualitatif dskriptif dengan strategi fenomenologi. Sumber data dalam penelitian ini adalah 22 siswa dan 3 orang guru dari sekolah yang berbeda. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan evaluasi terhadap hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil pembelajaran siswa tidak memenuhi ketuntasan klasikal, dan terdapat beberapa hambatan yang dirasakan oleh siswa, guru dan orang tua dalam pembelajaran jarak jauh diantaranya yang berkaitan dengan motivasi siwa, kesiapan guru dan partisipasi pendampingan orang tua. Implikasi dari penelitian ini sebagai masukan bagis siswa, guru dan orang ua dan sekolah untuk meningkatkan kesiapan dalam penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh untuk menunjang hasil belajar siswa
Peran Grit pada Subjective Well-Being Siswa Madrasah Aliyah di Pesantren
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara grit dengan subjective well-being pada siswa MA di pesantren. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif dengan melihat korelasi atau hubungan antara dua variabel, yaitu grit dan subjective well-being. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dari skala grit scale dan BBC SWB. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh siswa MA yang berjumlah 372 siswa. Sedangkan sampelnya berasal dari seluruh kelas X dengan jumlah 113. Analisis data data yang digunakan yaitu product moment dengan perolehan nilai koefisien korelasi sebesar 0,360 dan signifikansinya 0,000 < 0,05. Dari hasil tersebut mengatakan bahwa terdapat hubungan positif antara grit dengan subjective well-being pada siswa MA di pesantren. Temuan lain pada penelitian ini yaitu bahwa siswa MA di pesantren memiliki tingkat subjective well-being yang tinggi dan tingkat grit yang rendah.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara grit dengan subjective well-being pada siswa MA di pesantren. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif dengan melihat korelasi atau hubungan antara dua variabel, yaitu grit dan subjective well-being. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dari skala grit scale dan BBC SWB. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh siswa MA yang berjumlah 372 siswa. Sedangkan sampelnya berasal dari seluruh kelas X dengan jumlah 113. Analisis data data yang digunakan yaitu product moment dengan perolehan nilai koefisien korelasi sebesar 0,360 dan signifikansinya 0,000 < 0,05. Dari hasil tersebut mengatakan bahwa terdapat hubungan positif antara grit dengan subjective well-being pada siswa MA di pesantren. Temuan lain pada penelitian ini yaitu bahwa siswa MA di pesantren memiliki tingkat subjective well-being yang tinggi dan tingkat grit yang rendah
Kepuasan Pasien Ditinjau dari Komunikasi Perawat-Pasien
Kepuasan pasien sebagai salah satu aspek penting dalam pelayanan kesehatan seringkali dilihat dari berbagai aspek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi perawat dengan kepuasan pasien. Sejumlah 95 pasien rawat inap di Rumah Sakit X menjadi responden dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui Skala Komunikasi Perawat-Pasien dan Skala Kepuasan Pasien. Hasil analisis data dengan menggunakan korelasi pearson menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara komunikasi perawat-pasien dengan kepuasan pasien. Dengan kata lain komunikasi efektif yang dilakukan oleh perawat terhadap pasien akan meningkatkan kepuasan para pasien. Penelitian ini berimplikasi pada budaya organisasi rumah sakit yang mengedepankan komunikasi efektif baik antar sesama tenaga kesehatan maupun dengan para pasien. 
Self-efficacy dan Kemampuan Mendengar Aktif Konselor Sebaya terhadap Kesehatan Mental
Konselor sebaya diharapkan memiliki keyakinan diri serta mampu menguasai teknik dasar dalam konseling seperti kemampuan mendengar aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran self-efficacy dan kemampuan mendengar aktif pada konselor sebaya dalam perannya mencegah masalah kesehatan mental akibat pandemi Covid 19. Subyek penelitan berjumlah 27 orang yang merupakan mahasiswa/lulusan jurusan psikologi/bimbingan konseling dan pernah mengikuti pelatihan konseling sebaya. Menggunakan metode penelitian kuantitatif, data dianalisis dengan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy dan kemampuan mendengar aktif pada konselor sebaya tidak menunjukkan peran terhadap pencegahan masalah kesehatan mental baik secara parsial maupun simultan. Namun ditemukan 2,7% pengaruh self-efficacy dan kemampuan mendengar aktif pada konselor sebaya secara bersama-sama terhadap pencegahan masalah kesehatan mental dampak pandemi covid 19
Hubungan antara Masa Kerja, Beban Kerja, Intensitas Kebisingan dengan Kelelahan Kerja di PT Nobelindo Sidoarjo
Kebisingan merupakan salah satu dampak negatif dari kemajuan dan perkembangan dunia industri. Dampak yang dapat diakibatkan adalah tertanggunya kesehatan berupa kelelahan. Kelelahan kerja tidak hanya dipengaruhi oleh kebisingan namun juga oleh masa kerja dan beban kerja. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan total responden 25 orang dengan diberlakukannya kriteria inklusi. Data primer menggunakan pengukuran beban kerja yaitu dengan denyut nadi kerja, mengukur intensitas kebisingan dengan Sound Level Meter (SLM) dan kelelahan kerja dengan kuesioner KAUPKK. Analisis data dilakukan secara deskriptif pada setiap variabel dan menggunakan uji tabulasi silang untuk mengetahui besar kuat hubungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas usia pekerja yaitu 31-40 tahun (40%) dengan masa kerja rata – rata pekerja yaitu 9 tahun dimana beban kerja yang dirasakan yaitu termasuk dalam ketegori beban kerja tidak berlebihan (52%). Intensitas kebisingan yang melebihi NAB terdapat pada bagian spare part (85,37 dBA) dan mesin waterjet (87,44 dBA). Sedangkan kelelahan kerja diketahui 60% pekerja merasakan lelah saat bekerja. Hasil uji statistik diketahui bahwa hubungan antara masa kerja dengan kelelahan kerja diketahui kuat yaitu 0,537. Sedangkan untuk beban kerja dengan kelelahan kerja memperoleh koefisien kontingensi sebesar 0,613 yang diartikan kuat. Hasil uji antara intensitas kebisingan dengan kelelahan kerja mendapatkan koefisien kontingensi sebesar 0,471 atau dikatakan cukup kuat
Self Regulated Learning, Self-Esteem, Dukungan Sosial dan Flow Akademik
The purpose of this study was to determine the relationship between self regulated learning, self-esteem, social support with academic flow in students in the credits programs and regular programs. This research is a type of correlational quantitative research. In this research use the scale of self regulated learning, self-esteem scale, social support scale, and academic flow scale. The research subject compensated 85 from a total population of 890 through the population research and quota sampling. The method used in this study is a quantitative method with multiple analysis technique. The result showed the calculated F value = 38.874 with a significance of 0.000 < 0.05. This shows that the relationship of self regulated learning, self-esteem, social support together with academic flow among students in the credit program and reguler program, there is a significant relationship. So the proposed hypothesis is accepted, meaning that the self regulated learning, self-esteem, and social support they have, the higher the academic flow.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self regulated learning, self-esteem, dukungan sosial dengan flow akademik pada siswa Program SKS dan Program Reguler. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif korelasional. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala seelf regulated learning, skala self esteem, skala dukungan sosial, dan skala flow akademik. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 85 dari total populasi 890 siswa MAN 2 Kota Probolinggo melalui teknik menggunakan penelitian populasi dan quota sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis berganda. Hasil penelitian menujukkan nilai F hitung = 38.874 dengan signifikansi 0.000 < 0.05, Hal ini menunjukkan bahwa hubungan self regulated learning, self-esteem, dan dukungan sosial secara bersama flow akademik pada siswa program sks dan program reguler, terdapat hubungan yang signifikan. Sehingga hipotesis yang diajukan diterima, artinya semakin tinggi self regulated learning, self-esteem, dukungan sosial yang dimiliki, maka akan semakin tinggi pula flow akademik yang dirasakan
Efikasi Diri dan Dukungan Sosial Guru dengan Kematangan Karir Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara efikasi diri dan dukungan sosial guru dengan kematangan karir siswa SMK “X” Pare, Kediri. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Subjek penelitian ini siswa kelas X SMK “X” Pare, Kediri, Sampel penelitian sebanyak 89 siswa, yang diperoleh melalui sampling sistematis. Alat pengumpul data yang digunakan adalah skala Kematangan Karir, skala Efikasi Diri, dan skala Dukungan Sosial Guru. Pengolahan data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara efikasi diri dan dukungan sosial guru dengan kematangan karir siswa, ada hubungan positif yang signifikan antara efikasi diri dengan kematangan karir siswa dan tidak ada hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial guru dengan kematangan karir siswa. Kematangan karir siswa dapat diprediksi dengan efikasi diri, oleh karena itu disarankan siswa perlu mengembangkan efikasi dirinya sehingga memiliki kematangan karir yang baik. Walaupun dukungan sosial guru tidak secara langsung signifikan, tetapi masih perlu diperhatikan, sebab bagaimanapun peran lingkungan diperlukan untuk peningkatan kematangan karir
Pengasuhan Permissive Orang Tua dan Kenakalan pada Remaja
Kenakalan pada remaja merupakan gangguan sosial yang menjadi masalah global termasuk di Indonesia. Penelitian ini melihat bagaimana hubungan pola asuh permissive orang tua dengan perilaku kenakalan pada remaja. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan purposive teknik sampling.. Sebanyak 70 orang siswa SMU di Surabaya menjadi subjek pada penelitian ini. Analisis data menggunakan korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengasuhan permissive orangtua dengan perilaku kenakalan remaja di SMU Surabaya. Sejumlah model pola asuh lainnya dapat menjadi variable yang menarik untuk melihat kecenderungan kenakalan pada remaja
Analisis Teori Health Belief Model Terhadap Tindakan Personal Hygiene Siswa Sekolah Dasar
Personal Hygiene merupakan suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang. Di Indonesia masih banyak terjadi kasus-kasus penyakit yang disebabkan karena kurangnya menjaga kebersihan tubuh termasuk di daerah kabupaten Probolinggo. Kelompok masyarakat yang menjadi perhatian dalam menerapkan personal hygiene adalah anak usia 6-12 tahun atau usia anak sekolah karena merupakan usia yang rawan terhadap serangan penyakit. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis faktor apa saja yang berhubungan dengan tindakan personal hygiene pada siswa sekolah dasar yang berada di wilayah desa Mojolegi Kabupaten Probolinggo dengan menggunakan teori Health Belief Model. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi observasional analitik dan desain yang digunakan adalah cross sectional kepada 178 siswa sekolah dasar yang berada di wilayah desa Mojolegi. Penentuan responden diambil dengan metode total populasi. Data yang didapat dianalisis menggunakan uji Spearman. Penelitian ini diperoleh hasil, tidak terdapat antara tindakan personal hygiene dengan faktor keyakinan ancaman (p=0,519) dan terdapat hubungan faktor isyarat untuk bertindak dengan tindakan personal hygiene (p= 0,016). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara isyarat untuk bertindak dengan tindakan personal hygiene siswa Sekolah Dasar.
Analisis Faktor Sosio-Kultural terhadap Dimensi Body Image pada Remaja
Gangguan makan merupakan salah satu masalah kesehatan yang harus diperhatikan. Salah satu alasan banyaknya prevalensi gangguan makan terjadi pada remaja yaitu karena remaja merupakan masa dimana terjadi banyaknya perubahan fisik pada tubuhnya. Perubahan fisik pada remaja dapat memicu timbulnya persepsi atau pandangan pada tubuhnya, persepsi tersebut yaitu body image negatif. Body image dapat dipengaruhi oleh sosial dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor sosio-kultural terhadap dimensi body image pada remaja. Metode penelitian yaitu penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional. Berdasarkan waktu penelitian mengguanakan metode Cross sectional study. Sampel penelitian sejumlah 420 mahasiswa. Independent variable yaitu faktor sosio kultural. Dependent variable yaitu Appearance evaluation, Appearance orientation, Body area satisfaction, Overweight preoccupation, dan Self-classified weight. Instrument penelitian yaitu kuesioner faktor sosio-kultural serta kuesioner Body image (MBSRQ). Teknik analisis data univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara faktor sosio-kultural terhadap appearance evaluation, appearance orientation, body area satisfaction, overweight preoccupation, dan self-classified. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara faktor psikologis terhadap dimensi Body image