Jurnal Online Fakultas Psikologi dan Kesehatan (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya)
Not a member yet
    277 research outputs found

    Evaluasi PMTCT (Prevention Mother To Child Transmission) pada IRT dengan HIV di Jatim

    Full text link
    HIV/AIDS dengan proporsi penularan dari ibu ke bayi sebesar lebih dari 1% di masyarakat merupakan indikator dari kondisi generalized level. Kondisi ini merupakan keadaan gawat darurat dimana penularan dari ibu ke bayi sudah sangat tinggi. Papua dan Afrika merupakan contoh daerah dengan generalized level. Program PMTCT adalah salah satu upaya pemerintah untuk mencegah meluasnya penularan HIV dari ibu ke bayinya utamanya saat ibu sedang hamil atau bersalin. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan evaluasi penerapan PMTCT pada ibu rumah tangga dengan HIV di Jawa Timur. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan teknik sampling non randome yaitu purposive sampling. Terdapat 6 orang ibu rumah tangga dengan HIV dari 6 kota/kabupaten di Jawa Timur, dan terdapat 6 petugas KPA, program dan LSM yang menjadi responden untuk triangulasi. Instrumen dalam penelitian ini adalah in depth interview. Hasil penelitian ini adalah sebagian besar kegiatan dari prong 1 sampai prong 4 program PMTCT telah dilaksanakan sesuai Permenkes RI No 51 Tahun 2013 tentang Pedoman Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak. Namun ada beberapa aspek yang masih kurang baik dalam pelaksanaan PMTCT terutama follow up bagi ibu yang negatif HIV dan home visit yang perlu perhatian khusus dari pemegang kebijakan program

    Hubungan Obesitas dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 Di Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular Puskesmas Kendal Kabupaten Ngawi

    Full text link
    Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit diabetes yang disebabkan karena sel-sel tubuh tidak merespon insulin yang dilepaskan pankreas. Prevalensi DM di Indonesia tahun 2018 sebanyak 8,5 % dan tahun 2015 sebanyak 17,9 juta orang yang berisiko. Prevalensi DM Kabupaten Ngawi tahun 2018 sebesar 6,9 % dimana penderita DM tipe 2 mengalami kenaikan selama tiga tahun berturut-turut, terbukti tahun 2016 sebanyak 38.159, tahun 2017 sebanyak 43.279, dan tahun 2018 sebanyak 57.085 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan obesitas dengan kejadian DM tipe 2 di posbindu PTM Puskesmas Kendal Kabupaten Ngawi. Jenis penelitian ini menggunakan desain studi kasus kontrol. Populasi studi adalah seluruh peserta posbindu tahun 2019. Jumlah sampel sebanyak 74 responden dengan 37 responden kelompok kasus dan 37 responden kelompok kontrol. Metode yang digunakan adalah Simple Random Sampling dengan analisis Uji Chi square. Variabel yang terbukti berhubungan dengan kejadian DM tipe 2 di posbindu PTM Puskesmas Kendal Kabupaten Ngawi adalah obesitas IMT p=0,014 (OR=3,826; 95%CI=1,388-10,548), obesitas sentral p=0,020 (OR=3,423; 95%CI=1,315-8,909). Dari hasil penelitian, penderita DM tipe 2 diharapkan melakukan perilaku kesehatan seperti menerapkan gaya hidup sehat seperti mengontrol kadar gula darah, aktivitas fisik yang cukup, dan menjaga pola makan

    School Well-being SD Konvensional dengan SD Alam

    Full text link
    Terdapat perbedaan antara sekolah dasar konvensional dengan sekolah dasar alam dalam upaya sekolah memenuhi kebutuhan dasar siswa sehingga terdapat perbedaan penilaian pada siswa tentang sekolahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan school well-being antara sekolah dasar konvensional dengan siswa sekolah dasar alam. Penelitian ini menggunakan metode sequential explanatory mixed-method analysis serta teknik sampling convenience sampling. Berdasarkan uji beda terhadap 132 responden ditemukan terdapat perbedaan school well-being antara siswa sekolah dasar konvensional dengan siswa sekolah dasar alam. Siswa sekolah dasar alam memiliki school well- being yang lebih tinggi dibandingkan dengan sekolah konvensional pada setiap dimensi

    Pengaruh Pelatihan Konsep Diri terhadap Kecenderungan Pembelian Impulsif pada Remaja Akhir di Kabupaten Tulungagung

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pelatihan konsep diri terhadap kecenderungan pembelian impulsif pada remaja akhir di Tulungagung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen randomized two group design posttest only dengan sample remaja akhir usia 18-20 tahun sebanyak 20 orang, yaitu 10 orang pada kelompok eksperimen dan 10 orang pada kelompok kontrol. Post test menggunakan skala kecenderungan pembelian impulsif Verplanken dan Herabadi dengan reliabilitas 0.9. Setelah diberikan pelatihan konsep diri dan post test skala kecenderungan pembelian impulsif, hasil perhitungan statistik dengan analisis independent t-test menunjukkan nilai sig= 0.158 (p>0.05) yang berarti bahwa tidak ada pengaruh pelatihan konsep diri terhadap kecenderungan pembelian impulsif

    SiRNA Berbasis Aptamer-PLEGP1800 Enkapsulasi Chitosan : Literature Review Penatalaksanaan Triple Negative Breast Cancer

    Full text link
    Triple Negative Breast Cancer  (TNBC) memiliki karakteristik yang berbeda dengan jenis kanker payudara pada umumnya karena bersifat agresif, resisten terhadap pengobatan, proliferasi yang tinggi, dan angka harapan hidup yang rendah. Pemanfaatan siRNA spesifik silencing gen mutan p53 dan VEGF sebagai penatalaksanaan TNBC merupakan metode yang menjanjikan. Penulisan literature review ini bertujuan untuk mengkaji mekanisme dan efek klinis siRNA-Aptamer-PLEGP1800-Chitosan sebagai terapi TNBC berbasis teknologi nano. Metode yang digunakan dalam penulisan literature review ini adalah kajian pustaka dengan data menggunakan search engine seperti NCBI, Pubmed, dan Google Scholar sehingga ditemukan 28 jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. SiRNA akan dikonjugasi dengan aptamer dan PLEGP1800. SiRNA-Aptamer-PLEGP1800 juga akan dienkapsulasi dengan chitosan untuk meningkatkan bioavailabilitas dan melindungi senyawa di dalamnya dari degradasi serum. Efek klinis beberapa penelitian menunjukkan bahwa Silencing mut-p53 dan TNF secara bersamaan menyebabkan hilangnya viabilitas sel, serta Pemberian siRNA/PLEGP1800 nanocomplex menurunkan ekspresi gen VEGF. Hal tersebut menunjukkan bahwa siRNA-Aptamer-PLEGP1800-Chitosan memiliki prospek yang baik sebagai penatalaksanaan TNBC

    From Editorial

    No full text

    Anti-proliperative and Anti-metastatic Agents of Balinese Long Pepper (Piper retrofractum V) Extract in Breast Cancer

    Full text link
    Breast cancer is malignancy that becomes significant health problem in the world. According to WHO data in 2018, there were 2.1 million cases of breast cancer with mortality rate reaching 627,000. Current breast cancer treatments are surgery, radiation therapy, hormonal therapy and chemotherapy. However, these treatments have side effects such as neuropathy, fatigue after undergoing chemotherapy, and alopecia. Natural ingredients are the choice to overcome these weaknesses, one of which is the utilization of piperine in Balinese long pepper (Piper retrofractum Vahl). Piperine can increase the bioavailability of many drugs by increasing absorption from the intestine, suppressing the metabolism of drugs in lung and liver tissue by inhibiting CYP3A4 and P84 glycoprotein P84. Piperine is easily absorbed in the intestine and excreted through urine and feces, causing minimal toxic effects. Piperine in Balinese long pepper is able to reduce breast cancer cell proliferation by 40%. Piperine can also inhibit epidermal growth factor (EGF) by inducing decreased expression of MMP-9 and MMP-13. Piperine will work through inhibition of NF-κB and PKCα phosphorylation and AP-1 activation by interfering extracellular signal-regulated kinase (ERK) signaling pathway (ERK) 1/2, p38 MAPK, and Akt which results in inhibition of migration and metastasis of breast cancer cells. &nbsp

    Self Efficacy, Conscientiousness dan Employee Engagement

    Full text link
    This study aims to find out the correlation between self efficacy and conscientiousness with employee engagement. The hypothesis in this study is that there is a relationship between self efficacy and conscientiousness with employee engagement. This research is included in the type of quantitative non-experimental research. This research took place in St. Hospital. Vincentius a Paulo Surabaya. As for the subjects of the study were employees or employees of all sections in the St. Hospital. Vincentius a Paulo. It is known that the population residing in the St. Vincentius a Paulo is 1255 employees. This population has the characteristics of executing-level employees and permanent employees. In determining the number of subjects, researchers used the determination of subjects according to Slovin's opinion, then determined the research subjects to be extracted data in this study as many as 95 people. The analysis shows the correlation coefficient (r) of 0.815 with a significance level (p = 0.000). The results of this study are that there is a correlation between self efficacy and conscientiousness with employee engagement, so the hypothesis submitted is accepted.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dan conscientiousness dengan employee engagement. Hipotesis dalam penelitian ialah ada hubungan antara self efficacy dan conscientiousness dengan employee engagement. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif noneksprimen. Penelitian ini mengambil lokasi di Rumah Sakit St. Vincentius a Paulo Surabaya. Adapun yang menjadi subjek penelitian adalah karyawan ataupun karyawati dari semua bagian yang berada di Rumah Sakit St. Vincentius a Paulo. Diketahui bahwa populasi yang berada di Rumah Sakit St. Vincentius a Paulo adalah 1255 karyawan. Populasi ini memiliki karakteristik yaitu karyawan tingkat pelaksana dan berstatus sebagai karyawan tetap. Dalam menentukan jumlah subyek, peneliti menggunakan penentuan subyek menurut pendapat Slovin, maka ditentukanlah subyek penelitian yang akan digali datanya dalam penelitian ini sebanyak 95 orang. Perhitungan pada penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi yang diolah dengan program Statistic Package for Social Science for windows (SPSS) versi 22.0. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0.815 dengan taraf signifikansi (p=0.000). Hasil dari penelitian ini ialah ada hubungan antara self efficacy dan conscientiousness dengan employee engagement, sehingga hipotesis yang diajukan dinyatakan diterima

    Dukungan Sosial dengan Organization Based Self Esteem pada Generasi Y

    Full text link
    Organization based self-esteem (OBSE) adalah kepercayaan bahwa individu memiliki kemampuan dan keyakinan dalam berpartisipasi dan melakukan pekerjaan di dalam organisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat  hubungan antara dukungan sosial dengan organization based self esteem. Subjek penelitian ini berjumlah 100 orang yang memiliki kriteria sebagai generasi Y yang aktif bekerja di kabupaten Sidoarjo. Pengambilan sampling menggunakan  accidental teknik sampling. Analisis data dalam penelitian menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial maka semakin tinggi pula organization based self esteem yang dimiliki. Dinamika terbentuknya organization based self esteem pada responden yang variatif dan karakteristik responden yang lebih bervariasi dapat menjadi pertimbangan untuk penelitian selanjutnya

    Gambaran Kepribadian Pengurus OSIS Berdasarkan Myers Briggs Type Indicator (MBTI)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tipe kepribadian peserta didik yang mereka miliki sebagai pengurus OSIS di sekolah. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Populasi penelitian ini adalah pengurus OSIS SMA dari seluruh Indonesia yang mewakili provinsi dan sekolah. Subyek penelitian sebanyak 235 pengurus OSIS dari seluruh SMA di Indonesia yang mengikuti kegiatan Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP).  Metode pengumpulan data dengan kuesioner Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) dan dikonfirmasi melalui wawancara.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe kepribadian peserta didik yang menjadi pengurus OSIS adalah: 42% peserta didik mempunyai tipe kepribadian Extravert, Sensing, Thinking, Judging (ESTJ), 11% peserta didik berkepribadian Extravert, Sensing, Thinking, Perceiving (ESTP), dan sebanyak 10% Introvert, Sensing, Thinking, Judging (ISTJ). Keterpaduan pengurus dengan tipe ESTJ, ESTP, dan ISTJ  dan tipe lainnya diharapkan dapat menjadi kombinasi yang pas dalam kepengurusan OSIS, dapat saling mengisi kekurangan.  Sebagai temuan tambahan, diketahui bahwa analisis data tipe kepribadian berdasarkan jenis kelamin, menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara pria dan wanita dalam kepribadian pengurus OSIS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tipe kepribadian peserta didik yang mereka miliki sebagai pengurus OSIS di sekolah. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Populasi penelitian ini adalah pengurus OSIS SMA dari seluruh Indonesia yang mewakili provinsi dan sekolah. Subyek penelitian sebanyak 235 pengurus OSIS dari seluruh SMA di Indonesia yang mengikuti kegiatan Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP).  Metode pengumpulan data dengan kuesioner Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) dan dikonfirmasi melalui wawancara.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe kepribadian peserta didik yang menjadi pengurus OSIS adalah: 42% peserta didik mempunyai tipe kepribadian Extravert, Sensing, Thinking, Judging (ESTJ), 11% peserta didik berkepribadian Extravert, Sensing, Thinking, Perceiving (ESTP), dan sebanyak 10% Introvert, Sensing, Thinking, Judging (ISTJ). Keterpaduan pengurus dengan tipe ESTJ, ESTP, dan ISTJ  dan tipe lainnya diharapkan dapat menjadi kombinasi yang pas dalam kepengurusan OSIS, dapat saling mengisi kekurangan. Sebagai temuan tambahan, diketahui bahwa analisis data tipe kepribadian berdasarkan jenis kelamin, menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara pria dan wanita dalam kepribadian pengurus OSIS

    236

    full texts

    277

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Fakultas Psikologi dan Kesehatan (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇