Jurnal Online Fakultas Psikologi dan Kesehatan (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya)
Not a member yet
    277 research outputs found

    Father's Support and Mother's Behavior in Stunting Prevention Efforts

    Full text link
    Stunting is the nutritional quality of infants under five years of age according to age compared to the usual benchmarks according to the World Health Organization's Multicentre Growth Reference Study in 2006. The incidence of stunting in infants under five years of age is a problem that exists in Indonesia and is a major nutritional problem. Data from the results of monitoring the quality of nutrition in the previous three years period has the highest prevalence compared to other nutritional problems such as malnutrition, thinness, and obesity. The purpose of this study was to analyze the correlation of the father's support and mother's behavior in Stunting Prevention Efforts in Tuntung 2 Village, Pancur Batu District, Deli Serdang Regency using a cross-sectional design. This study was done on 135 mothers who have infants aged 6-59 months as respondents. The variables in this study were father's support related to stunting prevention and the dependent variable in this study is the behavior of the mother in preventing stunting. The results showed that there was a significant correlation of the father's support and mothers’ behavior in preventing stunting (p <0.038). To increase efforts of prevent stunting, it is hoped that fathers who have not supported their wives should be more concerned about their toddler's growth and health

    The Effect of Guided Imagery and Health Education on Heart Failure Patient Anxiety During The Covid-19 Pandemic At Hospital X

    Full text link
    There are conditions that increase an individual's risk of having a poor prognosis if infected with the COVID-19 virus, including heart disease. This condition can cause anxiety in heart failure patients and reduce the body's resistance. This study aims to identify the effect of guided imagery and health education on the anxiety of heart failure patients during the COVID 19 pandemic. The study used a Quasi Experiment. The number of samples was 62 respondents, given guided imagery relaxation and health education through booklets for 14 days. Statistical tests used Wilcoxon test and Ordinal Logistic Regression. The results showed that the level of anxiety before the intervention 61.3% moderate anxiety level and after the intervention 83.9% were not anxious. There was a significant effect between guided imagery and health education with anxiety levels (0.000). In conclusion, guided imagery relaxation and health education have an effect on decreasing the anxiety level of heart failure patients. This study recommends the need for further research on other therapies as nurse interventions in heart failure nursing care.  Key words: Anxiety; COVID-19; health education; heart failure; guided imagery &nbsp

    Memaknai kebahagiaan: Analisis Kualitatif pada Komunitas Punker di Kota Banda Aceh

    Full text link
    Fenomena Punk beberapa tahun terakhir sudah mulai muncul ke permukaan khususnya di daerah Kota Banda Aceh. Walaupun Kota Banda Aceh kota yang bersyariat Islam namun pertumbuhan Punkers dari tahun ketahun semakin meningkat, baik dari warga pendatang maupun warga Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kesejahteraan subjektif dari anak Punk dengan fokus mengungkap makna kebahagiaan dan dilema hidup dalam komunitas Punk. Partisipan dalam penelitian ini adalah 6 orang anak Punk yang kemudian terlibat dalam wawancara mendalam dan FGD di Peunayong, Banda Aceh. Hasil analisa kualitatif penelitian ini menggambarkan beberapa alasan mereka bertahan dalam komunitas Punk, diantaranya kebersamaan dan kekeluargaan yang dirasakan antara sesama anggota komunitas ini begitu besar. Anak Punk memaknai kebahagiaan sebagai kebebasan dan mendapatkan kenyamanan dalam kelompok keluarga baru. Di sisi lain, partisipan dalam penelitian ini juga mengaku bahwa mereka tidak mendapatkan kebahagiaan dalam keluarga biologis mereka. Penelitian ini berkontribusi untuk mengungkap isu sensitif bagi kelompok Punk dan menemukan makna kesejahteraan bagi kehidupan kelompok Punk. Gambaran aspek-aspek kesejahteraan subjektif dan dilema kehidupan dalam dimensi yang lebih lengkap akan dijelaskan dengan rinci pada bagian hasil dan pembahasan penelitian ini

    Hubungan Prokrastinasi Akademik Dengan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas 5 Sd Al-Fath Cirendeu

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan prokrastinasi akademik dengan hasil belajar Peserta didik sekolah dasar, serta mengetahui seberapa besar tingkat prokrastinasi akademik terhadap hasil belajar bahasa Indonesia dan matematika peserta didik kelas 5 SD Al-Fath. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional deskriptif, besarnya populasi yaitu seluruh siswa kelas 5 SD Al-Fath tahun ajaran 20l9/2020 dan sampel sebesar 99 siswa dengan teknik pengambilan sampel yaitu sampel jenuh. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah menggunakan angket dan dokumen dari hasil penilaian akhir tahun (PAT). Hasil penelitian yang telah didapat yaitu memperlihatkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara prokrastinasi akademik terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia dan matematika yaitu sebesar rxy1 = - 0.33, rxy2 = -0.39 dengan tingkat hubungan berada pada tingkat rendah. Hasil koefisien determinasi pada penelitian ini adalah sebesar 10.9% untuk hubungan prokastinasi akademik dengan hasil belajar bahasa Indonesia dan sebesar 15.4% pada hasil belajar matematika. Maka dari itu, pengaruh atau kontribusi yang diberikan prokastinasi akademik terhadap hasil belajar bahasa Indonesia sebesar 10.9%. dan terhadap hasil belajar matematika sebesar 15.4%, sisanya dipengaruhi oleh faktor yang yang tidak diteliti pada riset ini  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan prokrastinasi akademik dengan hasil belajar Peserta didik sekolah dasar, serta mengetahui seberapa besar tingkat prokrastinasi akademik terhadap hasil belajar bahasa Indonesia dan matematika peserta didik kelas 5 SD Al-Fath. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional deskriptif, besarnya populasi yaitu seluruh siswa kelas 5 SD Al-Fath tahun ajaran 20l9/2020 dan sampel sebesar 99 siswa dengan teknik pengambilan sampel yaitu sampel jenuh. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah menggunakan angket dan dokumen dari hasil penilaian akhir tahun (PAT). Hasil penelitian yang telah didapat yaitu memperlihatkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara prokrastinasi akademik terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia dan matematika yaitu sebesar rxy1 = - 0.33, rxy2 = -0.39 dengan tingkat hubungan berada pada tingkat rendah. Hasil koefisien determinasi pada penelitian ini adalah sebesar 10.9% untuk hubungan prokastinasi akademik dengan hasil belajar bahasa Indonesia dan sebesar 15.4% pada hasil belajar matematika. Maka dari itu, pengaruh atau kontribusi yang diberikan prokastinasi akademik terhadap hasil belajar bahasa Indonesia sebesar 10.9%. dan terhadap hasil belajar matematika sebesar 15.4%, sisanya dipengaruhi oleh faktor yang yang tidak diteliti pada riset ini &nbsp

    Social Story untuk Menurunkan Perilaku Agresif Anak dengan Retardasi Mental

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas social story untuk mengurangi perilaku agresif pada anak dengan retardasi mental. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen yang berbentuk single subject research dengan desain grafik A-B-A’. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang anak dengan retardasi mental ringan (WISC, IQ: 69), berjenis kelamin perempuan di sebuah Sekolah Dasar. Subjek memiliki kecenderungan  perilaku agresif,. Subjek kesulitan untuk memulai berinteraksi dengan orang lain dengan guru maupun teman, subjek sering menendang, memukul, dan menggigit orang lain pada saat subjek berinteraksi dengan orang lain. Data diukur menggunakan frekuensi untuk melihat berapa kali subjek melakukan tindakan memukul, menendang, dan menggigit orang lain. Metode pengumpulan data menggunakan observasi langsung. Secara kuantitatif, hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan mampu menurunkan perilaku memukul, menendang, menggigit. Setelah intervensi, subjek menunjukkan perubahan yang positif dalam perilakunya. Dengan kata lain, social story mampu menurunkan perilaku agresif anak dengan retardasi mental

    Penerapan Konseling Kelompok Terhadap Penurunan Perilaku Agresif Siswa Sekolah Menengah Pertama

    Full text link
    Remaja adalah waktu dimana seseorang mempunyai tingkah laku negatif, fasa sukar anak-anak. Ketidakseimbangan emosi terwujud pada masa remaja. Ketidakselarasan emosi pada remaja menyebabkan remaja bertindak responsif berlebih seperti tingkah laku agresif, memberontak, tidak patuh, mengganggu, yang memicu masalah sosial. Tingkah laku agresif pelajar di sekolah telah menjadi masalah universal, dan baru ini cenderung meningkat. Tujuan kajian ini adalah melihat penerapan konseling kelompok terhadap penurunan tingkah laku agresif pelajar sekolah menengah. Objektif lain dari kajian adalah mengkaji perbedaan penerapan konseling kelompok sebelum dan selepas diberi perlakuan. Pensampelan Purposive dan skala agresif diterapkan pada eksperimen ini, untuk mendapat 20 sampel yang terdiri dari 10 pelajar dalam kelompok kontrol dan 10 pelajar dalam kelompok eksperimen di SMP Negeri 13 Surabaya yang dicatatkan telah melakukan agresi di sekolah. Kaidah pendekatan kuantitatif digunakan untuk analisis data pada peneltian ini. Hasil survei lapangan menunjukkan bahawa pelajar sering melakukan tindakan tidak hormat pada guru, memaki, mengumpat, meresahkan lingkungan, membuat bising, kata tidak senonoh, berbohong. Dengan memanfaatkan dinamika kelompok, penulis memberikan intervensi konseling kelompok untuk mengurangi tingkah laku agresif pelajar. Dari hasil kajian terbukti konseling kelompok berpengaruh terhadap penurunan tingkah laku agresif pelajar sekolah menengah pertama.Remaja adalah waktu dimana seseorang mempunyai tingkah laku negatif, fasa sukar anak-anak. Ketidakseimbangan emosi terwujud pada masa remaja. Ketidakselarasan emosi pada remaja menyebabkan remaja bertindak responsif berlebih seperti tingkah laku agresif, memberontak, tidak patuh, mengganggu, yang memicu masalah sosial. Tingkah laku agresif pelajar di sekolah telah menjadi masalah universal, dan baru ini cenderung meningkat. Tujuan kajian ini adalah melihat penerapan konseling kelompok terhadap penurunan tingkah laku agresif pelajar sekolah menengah. Objektif lain dari kajian adalah mengkaji perbedaan penerapan konseling kelompok sebelum dan selepas diberi perlakuan. Pensampelan Purposive dan skala agresif diterapkan pada eksperimen ini, untuk mendapat 20 sampel yang terdiri dari 10 pelajar dalam kelompok kontrol dan 10 pelajar dalam kelompok eksperimen di SMP Negeri 13 Surabaya yang dicatatkan telah melakukan agresi di sekolah. Kaidah pendekatan kuantitatif digunakan untuk analisis data pada peneltian ini. Hasil survei lapangan menunjukkan bahawa pelajar sering melakukan tindakan tidak hormat pada guru, memaki, mengumpat, meresahkan lingkungan, membuat bising, kata tidak senonoh, berbohong. Dengan memanfaatkan dinamika kelompok, penulis memberikan intervensi konseling kelompok untuk mengurangi tingkah laku agresif pelajar. Dari hasil kajian terbukti konseling kelompok berpengaruh terhadap penurunan tingkah laku agresif pelajar sekolah menengah pertama

    Ship sanitation: controlling and Preventing of Risk Factors for Disease Transmission in The Port of Kendari

    Full text link
    The spread of infectious diseases globally has been a threat to public health and national economies for many centuries. One of the undeniable sectors that contributed to the spread of disease is maritime transport. This research aimed to examine ship sanitation for controlling and preventing the potential risk of disease transmission. This study used an observational survey method, with a sample of 24 ships that anchored in the port of Kendari by using an accidental sampling technique. Findings from this research revealed that there were ships with high-risk sanitation categories or have unqualified levels of sanitation. The main determinants that contribute to accelerating the global transmission of many infectious diseases on the ship are the sign and presence of vectors. Outbreaks associated with the presence of vectors on board are usually related to inadequate control and sanitation along with insufficient attention to preventing contamination. Therefore, the crewmember on board needs to increase their knowledge through various ship sanitation training, develop sanitation programs and integrate sustainable monitoring and evaluation programs of vectors toimprove sanitation as an effort to prevent risk factors for disease transmission.The spread of infectious diseases globally has been a threat to public health and national economies for many centuries. One of the undeniable sectors that contributed to the spread of disease is maritime transport. This research aimed to examine ship sanitation for controlling and preventing the potential risk of disease transmission. This study used an observational survey method, with a sample of 24 ships anchored in the port of Kendari by using an accidental sampling technique. Findings from this research revealed that there were ships with high-risk sanitation categories or have inadequate sanitation. The main determinants contributing to accelerating the global transmission of various infectious diseases on the ship are the sign and presence of vectors. Outbreaks associated with the presence of vectors on board are usually related to inadequate control and sanitation, along with insufficient attention to preventing contamination. Therefore, the crewmember onboard needs to increase their knowledge through various ship sanitation training, develop sanitation programs and integrate sustainable monitoring and evaluation programs of vectors to improve sanitation to prevent risk factors for disease transmission

    Infections Prevention and Control (IPC) Programs in Hospitals

    Full text link
    Healthcare Associated Infections (HAIs) atau infeksi nosokomial masih menjadi masalah yang paling sering terjadi pada pelayanan kesehatan. Rumah sakit perlu melaksanakan pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) sebagai standar mutu pelayanan rumah sakit serta untuk melindungi pasien, petugas kesehatan dan pengunjung dari kejadian infeksi yang tidak diharapkan. Pada kenyataannya, pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian infeksi di berbagai rumah sakit belum terlaksana dengan baik. Penelitian ini menganalisis faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menggunakan 11 artikel yang berasal dari berbagai data sources. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang memengaruhi pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit yaitu faktor fungsi manajemen, peran dan fungsi kepala ruangan, ketersediaan sarana dan prasarana, serta faktor budaya organisasi

    Mastery Goal Orientation, Social Support dan Student Engagement Siswa Madrasah Aliyah

    Full text link
    Keterlibatan siswa yang rendah di sekolah dapat berdampak pada prestasi belajar, tingkat kebosanan siswa, hingga terjadinya kasus dikeluarkan dari sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara mastery goal orientation, dan social support dengan student engagement pada siswa MAN Sidoarjo. Penelitian kuantitatif korelasional ini menggunakan tiga alat  pengumpulan data yaitu skala mastery goal orientation, skala social support, dan skala student engegement. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 90 siswa dari total populasi siswa kelas 11 sebanyak 452 siswa melalui teknik menggunakan simple random sampling. Hasil analisis regresi ganda  menunjukan mastery goal orientation dan social support secara bersama-sama berhubungan dengan student engagement. Hubungan positif menjelaskan semakin tinggi mastery goal orientation dan social support  yang dimiliki siswa, maka akan semakin tinggi pula student engagement yang dirasakan

    Eating Pattern and Eating Behavior during Covid-19 Pandemic: Survey on Adults who Work from Home

    Full text link
    Covid-19 pandemic impacts many changes in daily life, either in health, social, economic, and psychological context. People will be most likely to change the way they live their life every day, including in eating and working. This research aims to describe empirically how was the eating pattern and eating behavior on adults who work from home (WFH) during Covid-19 pandemic. Instruments used in this research were The Eating Pattern Questionnaire and The Eating Behavior Questionnaire, adapted from The Adult Eating Behavior Questionnaire (He, Jinbo, et.al., 2019). Total of 338 respondents (age mean = 35,13 years old; 69.8% female) from various professional backgrounds across Indonesia had completed the questionnaires. Results based on descriptive statistical analysis implied most of respondents had experience changes in eating pattern while WFH, such as: more food consumption, increased snack time, less consumption of fruit and vegetables, and less physical exercise. Changes in eating behavior, namely: 1) enjoy meal time more; 2) more excited to try new variants of food; 3) feel more uncomfortable for delayed meal-time; 4) get hungry more easily; and 5) think more about food when not busy. This research sets the foundation for regulation or intervention strategy in healthy eating behavior as a notable indicator for either nutritional and mental health status.    &nbsp

    236

    full texts

    277

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Fakultas Psikologi dan Kesehatan (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇