Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan)
Not a member yet
    181 research outputs found

    IDENTIFIKASI KADAR NATRIUM BENZOAT PADA JAHE DAN LENGKUAS GILING DI BEBERAPA PASAR TRADISIONAL DI KOTA PADANG

    Get PDF
    This research aimed to determine the levels of Sodium Benzoate on ginger and galangal chopped at several places in Padang Traditional Markets. Samples are taken from purposive random sampling method. It is considering by ginger and galangal chopped which taken from suppliers and vendors who produce their own product, and also from merchants of the most visited and most widely sold ginger and galangal chopped. Results show that from 10 samples tested identified, there are three markets which exceeds the use of Sodium Benzoate, they are BD Market (0.1721%), Market LB (0.1179%) and ST market (0.2018%) for Ginger chopped and 0.1040% for galangal chopped in PR Market. Therefore, guidance and inspections are needed intensively for traders and industrial players to aware them about the dangers use of sodium benzoate when it used longer than allowed. Keywords: galangal chopped, ginger chopped, Sodium Benzoate   ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar Natrium Benzoat pada jahe dan lengkuas giling di beberapa tempat di Pasar Tradisional Kota Padang. Pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling dengan mempertimbangkan bahwa jahe dan lengkuas giling berasal dari penyalur dan pedagang yang memproduksi sendiri, diambil dari pedagang yang paling ramai dikunjungi dan paling banyak menjual jahe dan lengkuas giling. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa, didapatkan dari 10 sampel yang diuji teridentifikasi tiga pasar melebihi batas penggunaan Natrium Benzoat yaitu Pasar BD (0,1721%), Pasar LB (0,1179%), dan Pasar ST (0,2018%) untuk Jahe giling, dan 0,1040% untuk Lengkuas Giling di Pasar PR. Maka dari itu diperlukan penyuluhan dan pengawasan secara intensif pada para pedagang maupun pelaku industri tentang bahaya penggunaan natrium benzoate jika digunakan melebihi batas yang diizinkan. Kata Kunci: Jahe Giling, Lengkuas Giling, Natrium Benzoat &nbsp

    PENGARUH RASIO SUSU FULL CREAM DENGAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata) TERHADAP NILAI GIZI, SIFAT FISIK DAN ORGANOLEPTIK ES KRIM

    Get PDF
    The aimed of this research was to determine the effects of full cream and sweet corn (Zea mays saccharata) ratio on the nutrition, physical characteristic and organoleptic of ice cream.. The design used in this research was Randomized Block Design (CBD) with single factor and it was repeated three times. The treatments were P1 (100% full cream without sweet corn), P2 (75% full cream: 25% sweet corn), P3 (50% full cream: 50% sweet corn), P4 (25% full cream: 75% sweet corn) and P5 (100% sweet corn, without full cream). The observed parameters were moisture, fat and β-carotene contents, overrun, melting time, color, aroma, texture and taste. Data was analyzed using Co-Stat software with 5% and 1% significance differences. The treatments that were significantly and different was then analyzed using Honestly Significance Difference (HSD). Results indicated that full cream and sweet corn ratio were very significantly different on moisture and β-carotene contents, melting time, overrun, hedonic and scoring texture, scoring color, scoring aroma and scoring taste, but they were not significantly different on fat content, hedonic color, hedonic aroma and hedonic taste of ice cream. Ice cream made of 75% full cream and 25% sweet corn ratio gave the best result on maintaining the nutrition, physical characteristic and still acceptable according to the panelists.   Keywords: full cream, sweet corn, ice cream.   ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio susu full cream dengan jagung manis (Zea mays saccharata) terhadap sifat fisik, nilai gizi dan organoleptik es krim. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal dan diulang sebanyak tiga kali. Perlakuan terdiri atas P1 (susu full cream 100% : jagung manis 0%), P2 (susu full cream 75% : jagung manis 25%), P3 (susu full cream 50% : jagung manis 50%), P4 (susu full cream 25% : jagung manis75%) dan P5 (susu full cream 0% : jagung manis 100%).  Parameter yang diamati meliputi kadar air, lemak, β-karoten, overrun, resistensi dan organoleptik warna, aroma, tekstur dan rasa. Data hasil pengamatan diuji dengan analisis keragaman pada taraf nyata 5% dan 1% menggunakan software Co-Stat. Perlakuan yang berbeda nyata diuji lanjut menggunakan Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf nyata yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio susu full cream dengan jagung manis (Zea mays saccharata) memberikan memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap kadar air, kadar β-karoten, pengaruh yang nyata terhadap overrun, resistensi, tekstur hedonik dan warna, aroma, tekstur serta rasa skoring, namun memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap warna, aroma dan rasa hedonik es krim. Rasio susu full cream 75% dan jagung manis 25% memberikan hasil yang terbaik dan dapat diterima oleh panelis.   Kata kunci: susu full cream, jagung manis, es krim

    PENGARUH PENAMBAHAN KARAGENAN TERHADAP BEBERAPA KOMPONEN MUTU ES KRIM LABU KUNING (Cucurbita moschata)

    Get PDF
    This study aimed to determine the effect of addition of carageenan to quality components of yellow  pumpkin  ice cream. The experimental design of this study using a way randomized block (WRB) is the addition of 0.1%, 0.3%, 0.5% and 0.7% carageenan. The parameters to be observed in this study is the chemical properties include fat content and reducing sugar content, physical properties include organoleptic (taste, texture and flavour). The results were significantly different analysis will be tested proceed with orthogonal polynomial method for chemical parameters, while the physical parameters using advanced test Significant Difference (LSD). The results showed that significant effect of addition carageenan to fat content, but non significant on reducing sugar content. There is significant effect on organoleptic parameter (taste, texture and flavour), test in hedonic and There is significant effect on organoleptic parameter taste and texture test in scoring, but non significant on flavour test scoring. Addition of 0.5% carageenan used in the making of yellow pumpkin ice cream a high level in the both taste, texture and flavour.Keywords :Carageenan, Quality, Yellow  pumpkin ice cream ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan karagenan terhadap beberapa komponen mutu es krim labu kuning. Rancangan percobaan penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yaitu penambahan 0,1%, 0,3%, 0,5% dan 0,7% karagenan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah sifat kimia meliputi kadar lemak dan kadar gula reduksi, serta sifat fisik meliputi uji organoleptik (rasa, tekstur dan aroma). Hasil analisa yang berbeda nyata diuji lanjut menggunakan metode polynomial orthogonal untuk parameter kimia sedangkan parameter fisik menggunakan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan karagenan memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar lemak tetapi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar gula reduksi es krim labu kuning. Namun pada uji organoleptik rasa, tekstur dan aroma secara hedonik memberikan pengaruh yang berbeda nyata, namun untuk uji organaleptik rasa dan tesktur secara scoring juga memberikan pengaruh yang berbeda nyata tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap uji organoleptik aroma. Perlakuan penambahan karagenan 0,5% yang digunakan dalam pembuatan es krim labu kuning merupakan perlakuan penambahan karagenan yang terbaik, baik dari segi rasa, tekstur dan aroma. Kata kunci: Karagenan, Mutu, Es krim labu kuning &nbsp

    PENGGUNAAN LARUTAN KANJI PADA PENYIMPANAN BUAH SAWO (Achras zapota L.)

    No full text
    This study aims to determine the use of the starch solution on storage of sapodilla fruit (Acharas zapota l.). Completely Randomized Design (CRD) is used with the factors of starch solution 0%, 1%, 2%, 3% and 4%. The parameters are observed in the chemical properties include moisture, reducing sugar, total dissolved solids, physical properties include weight loss, texture and organoleptic (taste and flavor). The results were significantly different analysis further tested using orthogonal polynomial contrast to chemical parameters while organoleptic test parameters tested with Honestly Significant Difference (HSD). These results indicates that administration of starch solution provides real effect on water content and  not significant towards reducing sugar, total weight less, texture and test organoleptic (taste and Flavor). Provision of 2% starch solution in reducing sugar gives the lowest value on day 7 and day 14. Lowest texture value contained in the administration of starch solution 4% on day 7 and day 14, while for the highest value contained at a concentration of 2% on the storage day 7 and day 14. Organoleptic test of the quality of taste after storage provides the highest value consumer preferences with concentration of 1% with a storage time of 7 days.   Keywords: sapodilla fruit, starch solution, storage     ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan larutan kanji pada penyimpanan buah sawo (Acharas zapota l.).Rancangan percobaan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor (penggunaan larutan kanji 0%, 1%, 2%, 3% dan 4%). Parameter yang diamati adalah sifat kimia (kadar air, gula reduksi, total padatan terlarut), sifat fisik (susut berat, tekstur) dan uji organoleptik. Hasil analisa yang berbeda nyata diuji lanjut menggunakan kontras orthogonal polynomial untuk parameter kimia sedangkan untuk parameter uji organoleptik diuji dengan beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian larutan kanji tidak memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter kecuali kadar air. Pemberian larutan kanji 2% pada gula reduksi memberikan nilai terendah pada hari ke-7 dan hari ke-14. Nilai tekstur terendah terdapat pada pemberian larutan kanji 4% pada hari ke-7 dan hari ke-14 sedangkan untuk nilai tertinggi terdapat pada konsentrasi 2% pada penyimpanan hari ke-7 dan hari ke-14. Uji organoleptik terhadap mutu rasa setelah penyimpanan memberikan nilai kesukaan konsumen paling tinggi dengan konsentrasi larutan kaji 1% dengan lama penyimpanan 7 hari. Kata kunci: buah sawo,larutan kanji, penyimpanan &nbsp

    KAJIAN SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK YOGURT JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata) DENGAN MENGGUNAKAN BEBERAPA JENIS INOKULUM

    Get PDF
    This study aimed to determine the chemical and organoleptic sweet yogurt corn by using some types of inoculum. The design used was completely randomized design (CRD) with a single factor, namely the type of inoculum (I), which consists of 4 treatments I1 (addition of Lactobacillus casei 10% ), I2 (addition of  Lactobacillus bulgaricus 10%), I3 (addition Bifidobakterium longum 10%) and I4 (addition of Streptococcus termophilus 10%). The treatments was repeated 4 times. The parameters observed pH, total acid, total lactic acid bacteria, appearance, aroma and taste. The data were tested by analysis of variance at 5% significance level using software Co-Stat. Significantly different treatments were tested further using Honestly Significant Difference (HSD) with the same real level. The results showed that the addition of inoculum gave a significantly different effect on the total of acid and flavor of sweet corn yogurt by scoring test, but gave not significantly different effect on pH, appearance, aroma, flavor by hedonic test, appearance and aroma by scoring test. the addition of Streptococcus termophilus inoculum was the best treatment with pH 3.87, total acid 0.031%, total lactic acid bacteria 6,8x108 cfu/ml and can be accepted by panelists with the rather thick of a appearance, slightly flavor of yogurt and slightly sour of taste.   Keywords: sweet corn, type of inoculum, yogurt.   ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat kimia dan organoleptik yogurt jagung manis dengan menggunakan beberapa jenis inokulum. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yaitu jenis inokulum (I), yang terdiri dari 4 perakuan yaitu I1 (penambahan Lactobacillus casei 10%), I2 (penambahan Lactobacillus bulgaricus 10%), I3 (penambahan Bifidobakterium longum 10%) dan I4 (penambahan Streptococcus termophilus 10%) masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Parameter yang diamati meliputi pH, total asam, total bakteri asam laktat, penampakan, aroma dan rasa. Data hasil pengamatan diuji dengan analisis keragaman pada taraf nyata 5% menggunakan software Co-Stat. Perlakuan yang berbeda nyata diuji lanjut menggunakan Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf nyata yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan inokulum memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap total asam dan rasa yang diuji secara skoring yogurt jagung manis, namun memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap pH, penampakan, aroma dan rasa rasa secara hedonik. Penambahan inokulum Streptococcus termophilus merupakan perlakuan terbaik dengan pH 3,87, total asam 0,031%, total bakteri asam laktat 6,8x108 cfu/mldan dapat diterima oleh panelis dengan penampakan agak kental, agak beraroma khas yogurt dan rasanya agak asam.   Kata kunci :jagung manis, jenis inokulum, yogurt

    PENGGUNAAN KALIUM PERMANGANAT (KMnO4) PADA PENYIMPANAN BUAH PEPAYA CALIFORNIA (Carica papaya L.)

    Get PDF
    California’s papaya is a tropical fruit that has a high nutritional content such as vitamin A and C. The fruit is quickly damaged cause have high ethylene produced. One material that can absorb ethylene gas that is KMnO4 . The purpose of this study is to determine the effect of the use of potassium permanganate (KMnO4) to some quality components California’s papaya (Carica papaya L.) during storage. The method used is an experimental method and arranged with a completely randomized design with three replications of two factors. The factor investigated was the KMnO4 concentration of 0%, 15%, and 30% and storage time of papaya for 0 day, 7 days and 14 days. Data was analyzed with analysis of variance and continued with Honestly Significant Difference (HSD) test at at 5% significance level. The parameters of experimental were weight loss, texture, moisture content, vitamin C, total dissolved solids, organoleptic test scoring (fruit skin color, flesh color and taste of the fruit). The results showed that the no interaction between the factors KMnO4 concentration and storage time. The KMnO4 concentration had no significantly effect on parameter but the texture. The storage time had significant effect on weight loss, texture, moisture content , vitamin C, fruit skin color and taste, but no effect on total dissolved solids and flesh color of papaya California. The KMnO4 concentration of 15% had the highest score on texture of papaya. The quality of California papaya had slight changed for 14 days of storage time on ambient temprature.   Key words: papaya, ethylene, KMnO4, storage time   ABSTRAK   Buah pepaya California merupakan buah tropis yang memiliki kandungan gizi yang tinggi seperti vitamin A dan C. Buah ini cepat mengalami kerusakan karena etilen yang diproduksi tinggi. Salah satu bahan yang dapat menyerap gas etilen yaitu KMnO4. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penggunaan Kalium permanganat (KMnO4) dan lama penyimpanan suhu kamar terhadap beberapa komponen mutu buah pepaya California (Carica papaya L.) yang dipanen pada tingkat kematangan 30%. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ekperimental di laboratorium. Percobaan ditata dengan rancangan acak lengkap 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor yang di teliti adalah faktor konsentrasi KMnO4 (0%, 15%, 30%) dan faktor lama penyimpanan (0 hari, 7 hari dan 14 hari). Data dianalisis menggunakan analisis keragaman pada taraf nyata 5 persen dan diuji lanjut dengan uji lanjut beda nyata jujur (BNJ) pada taraf nyata yang sama. Parameter yang diamati mencakup susut berat, tekstur, kadar air, vitamin C, total padatan terlarut, uji organoleptik scoring (warna kulit buah, warna daging buah dan rasa buah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara faktor konsentrasi KMnO4 dan faktor lama penyimpanan tidak memberikan pengaruh terhadap semua parameter. Konsentrasi KMnO4, hanya berpengaruh terhadap tektur buah, sementara itu faktor lama penyimpanan berpengaruh terhadap susut berat, tekstur, kadar air, kadar vitamin C, warna kulit buah dan rasa buah pepaya California namun tidak berpengaruh terhadap total padatan terlarut dan warna daging buah. Konsentrasi KMnO4 15% memberikan skor tertinggi terhadap tekstur buah pepaya California. Penyimpanan selama 14 hari masih mampu mempertahankan mutu buah pepaya California.   Kata kunci : pepaya, etilen, KMnO4, lama penyimpana

    PENGARUH RASIO TEPUNG BIJI KECIPIR DENGAN TEPUNG TERIGU TERHADAP BEBERAPA KOMPONEN GIZI DAN ORGANOLEPTIK BOLU KERING

    Get PDF
    This research aimed the effect the quality of sponge cake produced from winged bean and wheat composite flour. The experimental designed of this study usingcompletely randomized design (chemistry test) and a randomized block design (organoleptic test) with a single factor wich is ratio of winged bean seed flour and wheat composite flour. The parameters observed protein content, moisture content, ash content, flavor, aroma and colour. The data were tested by analysis of variance (p≤ 0.05) using software co-Stat and further by orthogonal polynomial for chemical parameters significantly and test Honestly Significant Difference for organoleptic parameters significantly. The results showed that the treatment ratio of winged bean seed and wheat composite flour gave significantly onlyon levels of protein and flavor. Keywords :Winged bean seed, sponge cake,protein, wheat flour.   ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio tepung biji kecipir dengan tepung terigu terhadap beberapa komponen gizi dan organoleptik bolu kering. Rancangan percobaan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (Uji kimia) dan rancangan acak kelompok (uji organoleptik) dengan faktor tunggal yaitu rasio tepung biji kecipir dengan tepung terigu yang terdiri atas k0 (tepung kecipir 0% dan tepung terigu 100%), k1 (tepung kecipir 10% dan tepung terigu 90%), k2 (tepung kecipir 20% dan tepung terigu 80%), k3 (tepung kecipir 30% dan tepung terigu 70%), k4 (tepung kecipir 40% dan tepung terigu 60%) dan k5 (tepung kecipir 50% dan tepung terigu 50%). Parameter yang diamati meliputi kadar protein, kadar air, kadar abu, rasa, aroma dan warna. Data hasil pengamatan diuji dengan analisis keragaman pada taraf nyata 5% menggunakan software Co-Stat dan perlakuan yang berbeda nyata diuji lanjut dengan orthogonal polynomial untuk parameter kimia dan uji Beda Nyata Jujur untuk parameter organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan rasio tepung biji kecipir dengan tepung terigu memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap kadar protein dan rasa bolu kering. Kata kunci:biji kecipir, bolu kering, protein, tepung terigu

    KAJIAN MASA SIMPAN SATE PUSUT DENGAN ASAP CAIR YANG DISIMPAN DENGAN BEBERAPA JENIS KEMASAN PADA SUHU RUANG

    Get PDF
    The aimed of this research was to determine the effect of different packages on the quality of Pusut Satay during storage in room temperature. The method that used was experimental method with Completely Random Design (CRD) with one factor consist of 4 treatments: laminated paper package (P1), mika box package (P2), Styrofoam package (P3) and LDPE plastic package (P4). Parameter ware analized water content, FFA content, pH, total plate count and yeast total, sensory properties (taste, color, odor and texture ) with hedonic scales. The data were analized using Analysis of Variance on the significant of 5% using CoStat software. Significant result were analizad using Honestly Significant Difference (HSD). Whereas microbiologi’s data was analized using descriptif method. The results showed that the types of package gave non significant effects on water content, FFA content, taste, color, odor and texture during 0 and 24 hours storage. The pH was significant in 0 hour of storage, but that were significant on water content, FFA content, pH, taste, color, odor and texture during 48 hours storage. The pH was significant in 24 and 48 hours of storage. Total plate count of Pusut Satay for all treatments didn’t meet the maximum standard based on National Standarization Agency 7388:2009. Yeast total for all treatments met the maximum standard, it was <1,0x102 CFU/gram during 0 hour, but didn’t meet the maximum requirement for total yeast during 24 and 48 hours. Pusut Satay packaged with LDPE plastic (P4) is recommended as the best treatments based on pH, water content, FFA content, taste, color, odor and texture during storage in room temperature.   Keywords: liquid smoke, packages, pusut satay, shelf life.   ABSTRAK   Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis kemasan terhadap beberapa komponen mutu Sate Pusut selama penyimpanan pada suhu ruang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan percobaan faktor tunggal yang terdiri dari empat perlakuan yaitu: pengemasan dengan kertas laminasi (P1), kotak mika (P2), kotak styrofoam (P3) dan plastik jenis LDPE (kemasan plastik) (P4). Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu kadar air, kadar FFA, pH, total mikroba, total jamur, rasa, warna, aroma dan tekstur secara hedonik. Data hasil pengamatan kimia dan organoleptik dianalisis dengan analisis keragaman pada taraf nyata 5% menggunakan software Co-Stat. Jika terjadi perbedaan yang nyata hasil pengamatan kimia dan organoleptik akan dilakukan uji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil pengamatan uji mikrobiologi menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan jenis kemasan memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap kadar air, kadar FFA, rasa, warna, aroma dan tekstur pada penyimpanan 0 jam dan 24 jam serta kadar pH pada penyimpanan 0 jam, tetapi berbeda nyata terhadap kadar air, kadar FFA, warna, aroma dan tekstur pada penyimpanan 48 jam, pH pada penyimpanan 24 jam dan 48 jam. Total mikroba Sate Pusut semua perlakuan tidak memenuhi syarat batas maksimum cemaran mikroba berdasarkan SNI 7388:2009 selama penyimpanan. Total jamur Sate Pusut semua perlakuan memenuhi syarat batas maksimum cemaran jamur pada produk pangan yaitu <1,0x102 CFU/gram selama penyimpanan 0 jam, tetapi tidak memenuhi syarat batas maksimum cemaran jamur pada produk pangan selama penyimpanan 24 dan 48 jam. Pengemasan dengan plastik LDPE (kemasan plastik) (P4) dapat direkomendasikan sebagai perlakuan yang lebih baik berdasarkan kadar pH, kadar air, kadar FFA, tingkat kesukaan warna, aroma dan tekstur Sate Pusut, pada suhu ruang.   Kata kunci: asap cair, kemasan, sate pusut, penyimpanan

    ANALISIS KANDUNGAN FORMALIN DALAM JAHE GILING DAN LENGKUAS GILING YANG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL DI WILAYAH KOTA PADANG

    Get PDF
    This study purpose to identify formalin content in food material. Prior research has showed that formalin has negative impact to human health and according to the problem, more research related to formalin content in food is necessary. Soft ginger and soft galingale are fresh ingredients which have short time store.There are so many merchants and  home industries using foodadditional ingredient to extend the keeping time by using conserving agent. The aim this research is to get information about the formalin usage in soft ginger and soft galingale for sale in Padang traditional market by using Purposive Sampling method.The Samples are collected from the most popular merchants and formalin content is measured by using spectrophotometer. The result show that formalin test is negative. Keywords: Formalin, soft ginger, soft galingale, spectrophotometer   ABSTRAK   Formalin dalam bahan makanan berpengaruh negatif terhadap kesehatan sehingga diperlukan penelitian tentang formalin. Jahe giling dan lengkuas merupakan bahan yang berasal dari bahan segar dengan masa simpan tidak tahan lama, sehingga banyak pedagang maupun pelaku industri rumah tangga menggunakan bahan tambahan pangan untuk memperpanjang masa simpannya diantaranya penggunaan bahan pengawet . Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui adanya penggunaan formalin pada jahe giling dan lengkuas giling sebagai pengawet yang dijual di pasar tradisional di wilayah kota Padang. Penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling, sampel diambil dari pedagang yang paling ramai dikunjungi dan paling banyak menjual jahe giling dan lengkuas giling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji formalin pada Jahe giling dan Lengkuas giling teridentifikasi negatif dengan menggunakan spektrofotometer. Kata Kunci : Formalin, jahe giling, lengkuas giling, spektrofotometer &nbsp

    PENGARUH SUHU DAN LAMA BLANCHING TERHADAP BEBERAPA KOMPONEN MUTU TEPUNG UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L)

    Get PDF
    The objective of research is to understand the influence of blanchingtemperature and duration of blanching on levelof some components of the purple sweat potato flour quality. The research had ben performed using factorial completely randomized design (CRD) with two factors. The first factor is the blanching temperature (70oC, 80oC and 90oC) and the second factor is a duration blanching (3 minutes, 6 minutes and 9 minutes) both treatments with 3 replications. Data are analyzed with ANOVA. If there is a difference followed by HSD 5% confidence interval. The chemical properties analyzed were starch content, fiber content, water content, ash content and organoleptic properties and scoring include color, aroma. The results showed that there was no interaction between treatment duration blanching and temperature blanching on levels ofstarch content, fiber content, water content, ash content and scoring include aroma but there was an interaction between treatmen and long blanching temperature of the color of the scoring. Blanching temperature treatment(70oC, 80oC and 90oC) significantly (α = 0.05) forstarch content, fiber content, water content, ash content and organoleptic properties and scoring include color, aroma. Duration of blanchingtreatment significantly (α = 0.05) forscoring include color. The higher the temperature blanching is used the lower starch content, fiber content, water content and ash contentpruced.   Keywords: blanching, purple sweat potato flour, qualiity components.   ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama blanching terhadap beberapa komponen mutu tepung ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L).Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor.Faktor I yaitu suhu blanching (70oC, 80oC, 90oC) dan faktor II yaitu lama blanching (3 menit, 6 menit, 9 menit) dengan 3 kali pengulangan.Data dianalisis menngunakan ANOVA apabila terdapat perbedaan diuji lanjut dengan BNJ 5%.Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah sifat kimia meliputi kadar pati, kadar serat, kada air, kadar abu dan sifat organoleptik skoring meliputi warna dan aroma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara perlakuan suhu blanching dan lama blanching terhadap kadar pati, kadar serat, kadar air, kadar abu, aroma skoring tetapi terdapat interaksi antara perlakuan suhu blanching dan lama blanching terhadap warna skoring. Perlakuan suhu blanching (70oC, 80oC dan 90oC) berpengaruh nyata (α=0,05) terhadap kadar pati, kadar serat, kadar air, kadar abu, warna skoring dan aroma. Perlakuan lama blanching berpengaruh nyata (α=0,05) terhadap warna skoring. Semakin tinggi suhu blanching yang digunakan maka semakin rendah kadar pati, kadar serat, kadar air dan kadar abu yang dihasilkan.   Kata kunci: blanching, tepung ubi jalar ungu, komponen mutu

    170

    full texts

    181

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇