Universitas Widyagama Malang

Direktori Jurnal Universitas Widyagama Malang
Not a member yet
    2686 research outputs found

    DEMAND ANALYSIS OF SEA TRANSPORTATION IN NORTH SULAWESI

    Full text link
    Ship operations in Makalehi are frequently disrupted due to unfavorable weather condition. Disruptive high waves often made the berth of the ship nearly impossible. The establishment of a new ferry port at different side of the island could resolve these issues. This study aims to explore the ferry demand potential of Makalehi Island which is a vital step in port planning. Survey was conducted to collect trip information from respondents, which was then grouped according to their professions and the cargo traffic volume will be estimated based on the shipments data. The traffic potential for the initial year as well as for future will be estimated. The results show that among all professions, salarymen have the highest sea travel frequency, averaging 8.13 trips per month, while fishermen have the lowest, with just 3.05 trips monthly. The potential passenger volume is estimated as high as 26,130 departures, while the potential cargo volume is 423 tons per year

    ANALISIS PENGARUH HEAT TREATMENT TERHADAP SIFAT MEKANIK FCD 50

    Full text link
    Besi tuang nodular memiliki potensi yang cukup baik untuk dikembangkan, hal ini dikarenakan besi tuang nodular yang telah diberi perlakuan akan mengalami peningkatan dari segi sifat mekaniknya. Perlakuan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah heat treatment dan pendinginan. Pada proses heat treatment, besi FCD-50 akan dipanaskan pada suhu awal 35°C dan akan mengalami holding selama 20 menit pada suhu 600°C dan dilanjutkan holding lagi pada suhu 900°C. Untuk pendinginan menggunakan air garam dan oli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan heat treatment pada besi FCD-50 berpengaruh pada tingkat kekerasan besi FCD-50. Penggunaan air pendingin juga memeliki pengaruh terhadap tingkat kekerasan FCD-50 dimana penggunaan oli sebagai pendingin lebih baik daripada penggunaan air garam dengan tingkat kekerasan sebesar 52,23 N/mm dan 50,17 N/mm

    PENERAPAN DIVERSIFIKASI PRODUK PENJUALAN UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PADA KOPERASI MAHASISWA UNIVERSITAS WIDYAGAMA MALANG

    Full text link
    Koperasi adalah sebuah organisasi ekonomi yang dimiliki dan dioperasikan oleh anggota-anggotanya dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi ekonomi, sosial, dan budaya mereka. Salah satu bentuk implementasi kegiatan koperasi di Universitas adalah terbentuknya koperasi mahasiswa atau KOPMA. KOPMA adalah koperasi yang didirikan dan dikelola oleh mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi. Tujuan utama koperasi mahasiswa adalah untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan mahasiswa melalui berbagai layanan dan kegiatan. Namun seiring perjalanan usaha muncul beberapa masalah dalam kegiatan KOPMA yang mempengaruhi efektivitas dan keberhasilannya. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan solusi kepada mitra sesuai permasalahan yang dialami dengan memberikan inovasi produk penjualan untuk memperoleh tambahan pendapatan serta memperbaiki proses manajemen keuangan yang ada di dalam KOPMA. Luaran yang ditargetkan berupa inovasi produk penjualan yaitu merchant berupa kaos dengan identitas UWG serta modul manajemen keuangan sesuai standar akuntansi

    PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DAN PESTISIDA ORGANIK DI OMAH KEBUN BUMIAJI (OKBA) BATU

    Full text link
    Pelatihan dan pendampingan dalam pembuatan pupuk dan pestisida organik di Omah Kebun Bumiaji (OKBA) Batu dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat dalam memproduksi input pertanian ramah lingkungan. Program ini bertujuan memberikan pengetahuan praktis serta keterampilan teknis kepada peserta dalam proses produksi pupuk organik berbahan dasar kotoran ternak dan sisa tanaman, serta pestisida nabati yang efektif dan aman bagi lingkungan. Metode pelatihan meliputi penyampaian materi teori, demonstrasi, dan praktik langsung, serta pendampingan intensif selama pelaksanaan hingga aplikasi di lapangan. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam membuat pupuk dan pestisida organik. Selain itu, kegiatan ini memberikan kontribusi dalam mendorong pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia sintetis yang dapat merusak kesehatan tanah dan lingkungan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk pertanian serta membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan melalui praktik pertanian organik

    PENINGKATAN PRODUKSI BAWANG MERAH MELALUI PENAMBAHAN PUPUK ORGANIK DI DESA PAKANDANGAN SANGRA KECAMATAN BLUTO KABUPATEN SUMENEP

    Full text link
    Pada pertanian konvensional sebagaimana yang masih dilakukan oleh petani di Madura, pengelolaan lahan menjadi hal yang penting agar mampu menumbuhkan tanaman yang ditanam di atasnya dengan baik, dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya alam (tanah, air, tumbuhan dan hewan), dan manusia (tenaga, pengetahuan dan keterampilan) yang tersedia secara lokal, serta layak secara ekonomis, mantap secara ekologis, adil secara sosial dan sesuai dengan budaya lokal. Penggunaan pupuk kimia yang terus menerus akan mengganggu kadar C-organik tanah, oleh karena itu perlu inovasi pemanfaatan pupuk organik yang bahan dasarnya banyak ditemukan di lokasi setempat untuk mendukung pertanian yang lestari dan berkelanjutan. Sistem usahatani konservasi diharapkan secara teknis dapat dilaksanakan oleh para petani, secara ekonomis menguntungkan, secara sosial dapat diterima masyarakat dan tidak merusak lingkungan. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan wawasan petani tentang pengelolaan lahan pertanian. Kegiatan dilakukan di Desa Pakandangan Sangra Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui kaji terap dan penyuluhan. Kesimpulan hasil kegiatan adalah perlu terus dilakukan pendampingan agar petani mampu meningkatkan produksi bawang merah, baik secara kuantitas maupun kualitas melalui pengelolaan lahan yang tepat

    EVALUASI TINGKAT KESELAMATAN LALU LINTAS DI SIMPANG EMPAT TRUNOJOYO DENGAN PENDEKATAN TRAFFIC CONFLICT TECHNIQUE (TCT)

    Full text link
    Penelitian ini menganalisis tingkat keselamatan lalu lintas di persimpangan empat yang tidak dilengkapi dengan sinyal di Jalan Trunojoyo, Kota Malang menggunakan metode Traffic Conflict Technique (TCT). Latar belakang penelitian adalah tingginya volume kendaraan dan perilaku pengemudi yang kurang disiplin, berpotensi menimbulkan konflik lalu lintas dan kecelakaan di persimpangan tanpa pengaturan sinyal. Pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan dengan observasi langsung terhadap kecepatan kendaraan, jarak antar kendaraan saat konflik, serta tindakan pengemudi menghindari kecelakaan seperti pengereman mendadak, mengelak, dan mempercepat laju kendaraan. Hasil penelitian menunjukkan konflik lalu lintas didominasi kendaraan roda dua, khususnya sepeda motor yang sering terlibat konflik dengan sesama sepeda motor maupun kendaraan roda empat. Konflik paling sering adalah jenis crossing (memotong jalur) dengan kecepatan kendaraan 12,6-39,7 km/jam, jarak antar kendaraan 1-3 meter, dan nilai Time to Accident (TA) 0,10-0,47 detik. Faktor utama risiko kecelakaan meliputi perilaku pengemudi tidak tertib, volume lalu lintas tinggi, dan minimnya fasilitas keselamatan. Metode TCT terbukti efektif mengidentifikasi potensi konflik dan titik rawan kecelakaan di simpang tak bersinyal. Penelitian merekomendasikan peningkatan fasilitas keselamatan seperti rambu peringatan, marka jalan jelas, penegakan hukum ketat, serta peningkatan kesadaran dan disiplin berlalu lintas pengguna jalan untuk menurunkan risiko konflik dan kecelakaan di persimpangan sejenis

    ANALISIS INTERAKSI GURU–SISWA DI KELAS EFL MELALUI PENDEKATAN CONVERSATION ANALYSIS

    Full text link
    Interaksi guru–siswa merupakan aspek penting dalam pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing (English as a Foreign Language – EFL) karena berfungsi tidak hanya untuk menyampaikan materi, tetapi juga membangun kesempatan komunikasi dan pengembangan kompetensi komunikatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola interaksi guru–siswa di kelas EFL melalui pendekatan Conversation Analysis (CA). Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan data berupa rekaman video interaksi kelas pada tiga kali pertemuan dengan partisipan seorang dosen dan 25 mahasiswa tingkat menengah. Data ditranskripsi menggunakan sistem transkripsi Jefferson dan dianalisis berdasarkan empat fokus utama, yaitu pengambilan giliran bicara, strategi pertanyaan, mekanisme perbaikan (repair), dan bentuk umpan balik guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola interaksi masih didominasi oleh struktur Initiation–Response–Feedback (IRF) yang menjaga keteraturan kelas, namun membatasi kesempatan siswa dalam memproduksi bahasa yang lebih kompleks. Pertanyaan referensial terbukti lebih mendorong keterlibatan siswa dibandingkan pertanyaan display. Mekanisme repair menunjukkan peran guru dalam memberikan scaffolding sekaligus menumbuhkan kesadaran metalinguistik siswa melalui self-repair. Selain itu, umpan balik interaksional berupa reformulasi dan elaborasi terbukti lebih produktif daripada evaluasi singkat. Temuan ini menegaskan pentingnya kompetensi interaksional guru dalam menciptakan suasana kelas yang lebih komunikatif, partisipatif, dan berpusat pada siswa

    KARAKTERISTIK NYALA API DENGAN PENDEKATAN VOLUME STOIKIOMETRI MINYAK NABATI TERHADAP PEMBAKARAN PREMIXED

    Full text link
    Keterbatasan bahan bakar fosil mendorong pemanfaatan energi alternatif berbasis minyak nabati. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik pembakaran premixed dari minyak biji bunga matahari, jagung, dan kedelai dengan fokus pada titik didih, rambatan nyala api, serta rasio udara–bahan bakar (Air Fuel Ratio/AFR). Metode yang digunakan adalah eksperimen nyata dengan variasi jenis minyak sebagai variabel bebas dan karakteristik nyala api sebagai variabel terikat.Hasil penelitian menunjukkan minyak jagung memiliki titik didih tertinggi (273°C) sehingga lebih stabil, sedangkan minyak kedelai memiliki titik didih terendah (248°C) dan rambatan nyala api tercepat (5295 s). Minyak bunga matahari menunjukkan rambatan paling lambat (7230 s) namun lebih stabil. Analisis AFR memperlihatkan minyak kedelai cenderung lebih kaya campuran, minyak jagung seimbang, dan minyak bunga matahari lebih miskin. Secara keseluruhan, minyak kedelai cocok untuk penyalaan cepat, minyak bunga matahari unggul dalam kestabilan, dan minyak jagung berada di posisi tengah. Hasil ini menegaskan potensi minyak nabati sebagai alternatif ramah lingkungan pengganti bahan bakar fosi

    STUDI KARAKTERISTIK PEMBAKARAN DIFUSI BAHAN BAKAR MINYAK ATSIRI

    Full text link
    Pada era globalisasi perkembangan industry di Indonesia berkembang sangat pesat, hal ini menyebabkan akan kebutuhan energy juga meningkat. Hingga saat ini di Indonesia masih sangat bergantung pada bahan bakar berbahan fosil sebagai sumber energy. Biodiesel hadir sebagai bahan bakar alternatif yang sangat diminati. Biodiesel dikenal sebagai bahan bakar karbon netral yaitu bahan bakar energy yang tidak memilik emisi gas rumah kaca bersih atau jejak karbon dan tidak melepaskan polusi yang dapat membahayakan atmosfer lingkungan. Biodiesel umumnya dapat diproduksi dari lemak, minyak nabati, minyak atsiri, lemak hewan, minyak sisa penggorengan. Dalam penelitian ini peneliti akan mengamati pembakaran difusi pada minyak atsiri (minyak kayu putih, minyak daun cengkeh dan minyak daun sereh) agar diketahui karakteristik profil nyala api. Berdasarkan hasil peneliti dapat disimpulkan bahwa pengujian nyala api difusi minyak kayu putih memiliki ketinggian paling tinggi sebesar 35,972 mm, temperatur 845,5 °C, dan kecerahan (luminitas) mencapai 107,508 pixel, dibandingkan dengan minyak daun cengkeh dan sereh

    Wasiat Wajibah dalam Sistem Kewarisan Islam di Indonesia: Studi Kasus Yurisprudensi dan Implikasinya bagi Ahli Waris Non-Muslim

    Full text link
    This article aims to analyze the regulations regarding compulsory bequests (wasiat wajibah) in the Islamic inheritance system in Indonesia, particularly concerning non-Muslim heirs. The primary focus is to understand how Indonesian jurisprudence and regulations respond to and accommodate the inheritance rights of heirs of different religions. The methodology used in this research is a normative juridical approach, encompassing legislative analysis, case law, and examination of legal documents such as the Compilation of Islamic Law (KHI) and Supreme Court decisions. The findings reveal that although traditional Islamic legal sources like the Quran, Sunnah, Ijma, and Qiyas have not yet accommodated compulsory bequests for non-Muslim heirs, the development of Indonesian jurisprudence has begun to recognize these rights. Supreme Court rulings, such as Decision Number 368 K/Ag/1995 and Number 51 K/Ag/1999, have paved the way for the acknowledgment of compulsory bequests to non-Muslim heirs. These decisions indicate the judges' efforts to balance justice and equality in a pluralistic society. The regulation of compulsory bequests in Indonesia has experienced significant development by including non-Muslim heirs in the inheritance scheme through compulsory bequests. This reflects the adaptation of Islamic law to the evolving social context and demonstrates the commitment of Indonesian judicial institutions to interpreting the law in a more inclusive and equitable manner. This jurisprudence is crucial for providing justice to all parties, regardless of religious differences, and showcases the flexibility of Islamic law in addressing contemporary societal needs.This article aims to analyze the regulations regarding compulsory bequests (wasiat wajibah) in the Islamic inheritance system in Indonesia, particularly concerning non-Muslim heirs. The primary focus is to understand how Indonesian jurisprudence and regulations respond to and accommodate the inheritance rights of heirs of different religions. The methodology used in this research is a normative juridical approach, encompassing legislative analysis, case law, and examination of legal documents such as the Compilation of Islamic Law (KHI) and Supreme Court decisions. The findings reveal that although traditional Islamic legal sources like the Quran, Sunnah, Ijma, and Qiyas have not yet accommodated compulsory bequests for non-Muslim heirs, the development of Indonesian jurisprudence has begun to recognize these rights. Supreme Court rulings, such as Decision Number 368 K/Ag/1995 and Number 51 K/Ag/1999, have paved the way for the acknowledgment of compulsory bequests to non-Muslim heirs. These decisions indicate the judges' efforts to balance justice and equality in a pluralistic society. The regulation of compulsory bequests in Indonesia has experienced significant development by including non-Muslim heirs in the inheritance scheme through compulsory bequests. This reflects the adaptation of Islamic law to the evolving social context and demonstrates the commitment of Indonesian judicial institutions to interpreting the law in a more inclusive and equitable manner. This jurisprudence is crucial for providing justice to all parties, regardless of religious differences, and showcases the flexibility of Islamic law in addressing contemporary societal needs

    2,534

    full texts

    2,686

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Direktori Jurnal Universitas Widyagama Malang is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Direktori Jurnal Universitas Widyagama Malang? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!