2686 research outputs found
Sort by
PENATA GUNAAN LAHAN PASCA EKSPLORASI DI PT.SUMBAWA BARAT MINERAL,KABUPATEN SUMBAWA BARAT NTB
Tahap eksplorasi dalam proses reklamasi memiliki peran cukup penting dalam memastikan tingkat keberhasilan panatagunaan lahan. PT Sumbawa Barat Mineral merupakan perusahaan dalam bidang pertambangan emas dan mineral ikutanya, berlokasi di desa lamunga, kecamatan taliwang sumbawa barat NTB. Penatagunaan lahan yang dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat pasca eksplorasi dilakukan guna mengetahui tingkat keberhasilan kegiatan reklamasi apakah sesuai, khususnya pada kegiatan revegetasi pada lahan bekas eksplorasi agar tidak terjadi erosi dan sendimentasi aktif pada lahan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan kegiatan penanaman guna memulihkan ekosistem. Selain itu memilih tanaman endemic lokal dapat membantu mempercepat proses restorasi ekosistem alami. Karena tanaman endemic lebih mudah beradaptasi dengan kondisi lingkungan setempat. Penatagunaan lahan terbilang berhasil karena rencana dan realisasi area luas yang ditata sama yaitu sebesar 0,67401 ha. Namun sistem pengendalian erosi dan sedimentasi masih kurang karena terdapat sedimentasi aktif di lokasi reklamasi
PENGARUH SUHU TERHADAP BOBOT PUPA, FEKUNDITAS DAN FERTILITAS Spodoptera Frugiperda J.E. SMITH
ABSTRAKSpodoptera frugiperda J.E. Smith merupakan hama yang menyerang tanaman jagung. Suhu berperan dalam mempengaruhi berbagai aspek biologis S. frugiperda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan suhu terhadap bobot pupa, fekunditas imago dan fertilitas telur S. frugiperda pada skala laboratorium. Penelitian disusun berdasarkan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan perbedaan suhu yang terdiri dari 4 taraf yaitu (A) 34℃, (B) 27℃, (C) 19℃, dan (D) 13℃. Setiap perlakuan terdiri dari 5 ekor larva dan diulang sebanyak 6 kali pengulangan sehingga jumlah serangga uji yang digunakan sebanyak 120 ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan suhu berpengaruh terhadap bobot pupa, fekunditas imago betina, dan fertilitas telur S. frugiperda. Pada parameter bobot pupa, perlakuan (D) 13℃ merupakan perlakuan terbaik dikarenakan tidak terdapat serangga uji yang mampu membentuk pupa pada perlakuan tersebut. Parameter fekunditas imago betina dapat dipengaruhi oleh perbedaan suhu. Fekunditas imago betina pada perlakuan (C) 19℃, dan (D) 13℃ dinilai sangat rendah dengan nilai berturut-turut sebesar 111,50 ± 60,58 telur dan 0,00 ± 0,00 telur. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa Perlakuan perbedaan suhu mempengaruhi bobot pupa, fekunditas imago betina dan fertilitas telur S. frugiperda. Perlakuan (D) 13℃ merupakan perlakuan terbaik karena tidak terdapat serangga uji yang mampu membentuk pupa. Fekunditas imago betina dan fertilitas telur S. frugiperda pada perlakuan (C) 19 ℃, dan (D) 13 ℃ lebih rendah dibanding perlakuan A & B. Perlakuan (C) 19℃ dapat menekan tingkat penetasan telur S. frugiperda hingga 74.5% dan perlakuan (D) 13℃ dapat menekan penetasan telur hingga 100%.  ABSTRACTSpodoptera frugiperda J.E. Smith is a pest that attacks corn plants. Temperature plays a Spodoptera frugiperda J.E. Smith is a pest that attacks corn plants. Temperature plays a role in influencing various biological aspects of S. frugiperda. The aim of this research was to determine the effect of temperature differences on pupa weight, imago fecundity and egg fertility of S. frugiperda on a laboratory scale. The research was structured based on a completely randomized design (CRD) with different temperature treatments consisting of 4 levels, namely (A) 34℃, (B) 27℃, (C) 19℃, and (D) 13℃. Each treatment consisted of 5 larvae and was repeated 6 times so that the number of test insects used was 120 individuals. The results showed that temperature differences had an effect on pupa weight, female imago fecundity, and S. frugiperda egg fertility. In terms of pupa weight parameters, treatment (D) 13℃ was the best treatment because there were no test insects that were able to form pupae in this treatment. Female imago fecundity parameters can be influenced by temperature differences. The fecundity of female imago in treatments (C) 19℃, and (D) 13℃ was assessed as very low with values of 111.50 ± 60.58 eggs and 0.00 ± 0.00 eggs respectively. The results showed that different temperature treatments affected pupa weight, female imago fecundity and S. frugiperda egg fertility. Treatment (D) 13℃ was the best treatment because there were no test insects capable of forming pupae. The fecundity of female imago and the fertility of S. frugiperda eggs in treatments (C) 19℃, and (D) 13℃ were lower than treatments A & B. Treatment (C) 19℃ could reduce the hatching rate of S. frugiperda eggs by up to 74.5% and treatment (D) 13℃ can suppress egg hatching up to 100%.Â
Building socioeconomic resilience through an organizational culture approach: Lesson learned from the COVID-19 pandemic
Economic crises or shocks have become commonly encountered phenomena due to the competitive business environment and regional strategic changes. This situation requires business organizations and economic entities to strengthen their internal systems and organizational culture to demonstrate resilience, enabling them to survive and take recovery actions promptly. The COVID-19 pandemic demonstrates the collaboration between government, society, and economic actors to save lives, prevent the spread of the virus, and promote economic activity. This article explains how to build socioeconomic resilience through an organizational culture approach. Organizational resilience is built through long processes and time; and succeeds through challenges and adversity, so that the organization performs sustainability and resilience. Organizational resilience is significantly influenced by foresight, a flexible culture, networking, and the involvement of human resources in driving innovation. Essential points reviewed include the role of human resource competency, leadership, social capital, and related issues of diversity, equity, and inclusion (DEI). These points demonstrate how organizational culture enhances human-centered activities at all stages of the organization's developmentJEL Classification H12; M14; O20To cite this article: Nugroho, I. (2024). Building socioeconomic resilience through an organizational culture approach: Lesson learned from the COVID-19 pandemic. Journal of Socioeconomics and Development, 7(1), v-x. https://doi.org/10.31328/jsed.v7i1.568
Analisis Efisiensi Penjadwalan Teknisi Pemasangan Layanan Internet Menggunakan Metode SAW dan ROC
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional di penyedia layanan internet dengan mengurangi penundaan dalam pemasangan layanan pelanggan baru melalui pengembangan sistem penjadwalan teknisi yang efektif, yang berfokus pada penugasan pekerjaan untuk mempercepat durasi pemasangan layanan, menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) dan pembobotan Rank Order Centroid (ROC). Metode SAW digunakan untuk menghitung bobot relatif dari kriteria yang relevan dalam penjadwalan teknisi, sementara pembobotan ROC diterapkan untuk menghitung peringkat relatif teknisi berdasarkan kriteria tertentu. Penelitian ini mengintegrasikan aplikasi berbasis web untuk manajemen pesanan dalam lingkungan Internet Service Provider (ISP). Hasilnya menunjukkan peningkatan efisiensi alternatif yang signifikan untuk alternatif A sebesar 79,08%, alternatif B sebesar 65,49%, dan alternatif C sebesar 95,98%. Pergeseran peringkat alternatif dari alternatif B ke alternatif C menunjukkan kemungkinan pergeseran prioritas yang mungkin disebabkan oleh peningkatan efisiensi. Evaluasi menggunakan Mean Absolute Deviation (MAD) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) memberikan wawasan tambahan tentang prediksi model. Dengan nilai MAD sebesar 0,666667 dan MAPE sebesar 27,78% pada bulan September 2023, model peringkat SAW dan pembobotan ROC memberikan prediksi yang cukup akurat dengan tingkat kesalahan yang dapat diterima. Merekomendasikan perbaikan dan peningkatan sistem penempatan pesanan berdasarkan peringkat alternatif tertinggi. Kesimpulannya, sistem penjadwalan teknisi yang diusulkan dapat meningkatkan efisiensi operasional di ISP dengan mengurangi penundaan dalam pemasangan layanan pelanggan baru, yang berkontribusi pada peningkatan kinerja dan efisiensi operasional perusahaan
Analisis Pemilihan Calon Peserta OSN Menggunakan Metode SAW dan ROC
Olimpiade Sains Nasional (OSN) merupakan ajang bergengsi bagi siswa di Indonesia untuk mengasah kemampuan di bidang sains. Penelitian ini bertujuan untuk membantu guru dalam menyeleksi calon peserta OSN secara objektif dan efisien. Sistem ini mengimplementasikan metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk pemrosesan nilai siswa berdasarkan kriteria nilai tes, rata-rata nilai rapor, nilai sikap, pengalaman mengikuti OSN, dan absensi. Sedangkan, pembobotan Rank Order Centroid (ROC) digunakan untuk menghitung peringkat relatif calon peserta OSN berdasarkan kriteria tertentu. Data sampel lima siswa kelas 10 tahun pelajaran 2023/2024 digunakan untuk pengujian sistem. Hasil pengujian menunjukkan kesesuaian antara perhitungan manual dan komputasi dalam penentuan nilai akhir siswa. Sistem ini mampu memberikan peringkat rekomendasi calon peserta OSN secara otomatis, mengurangi subjektivitas seleksi manual. Hasil penelitian ini berupa nilai akhir dan ranking sebagai rekomendasi guru dalam memilih siswa untuk mewakili sekolah dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) dengan nilai tertingi yaitu 0,99. Hasil akurasi yang didapat dalam pemilihan calon peserta OSN menggunakan metode SAW dan pembobotan ROC dihasilkan nilai akurasi sebesar 99,07%
Kedudukan Hukum Adat: Sebuah Perbandingan Hukum Positif di Beberapa Negara
The existence of customary law in positive law often creates ambiguity in the implementation of law enforcement and legal sources. There is a problem here with this principle placing customary law as a source of law. The purpose of this paper is to provide input on the position of customary law in positive law in Indonesia by comparing several Anglo-Saxon and civil law countries. This research method uses normative legal research with a comparative approach. The results and discussion in this study describe the position of customary law in Indonesia, the Philippines, Malaysia, and Brunei Darussalam. The positive laws of these countries regulate the position of customary law in its position as a source of law and law enforcement. Customary law in the Philippines is a dispute resolution tool related to community problems with customary law so that there is no overlap in the enforcement of laws and regulations. Customary law in Malaysia is not codified in the customary law, it is codified in the law. Courts do not play a role in the development of customary law. Customary law is also developed by the courts. Positive law that applies to all society positive law applies to all society. Brunei Darussalam still lives in society and is still widely used positive law is the law that applies to all communities and customary law is the main source of law in Brunei Darussalam
Legal Framework for Trademark Manifestation as Collateral Financing to Enhance the Capacity of MSMEs in Indonesia
This article examines the manifestation of trademarks as collateral to enhance the capacity of Micro, Small, and Medium-sized Enterprises (MSMEs) in Indonesia. The study employs a normative research approach, drawing upon legal sources derived from legislation, relevant legal theories, and concepts. Data is analyzed using a qualitative juridical method and deductive reasoning. The research findings suggest that trademarks should be eligible as collateral since they meet the criteria of intangible movable property that can contribute to the growth and development of SMEs in Indonesia. However, the practical application of trademarks as collateral is hindered by existing regulations and the absence of a specialized intellectual property asset appraisal institution. Such measures are crucial in fostering MSMEs and, ultimately, improving the welfare of the Indonesian society
Pungutan Liar Pada Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap
The acts of wild scrutiny against the PTSL program are clearly not based on clear legal rules except those which have been established in the SKB 3 ministers. The existence of long, complicated and exhausting procedures of service makes the public dependent and accustomed to dealing with corrupt public services, thus creating a tendency of the public to tolerate the practice of wild bullying. The study in this study focuses on the action of the complete systematic land registration program. The method of research used is the normative jurisprudence with the method of approaching legislative regulations and conceptual approaches. The results of the research showed that the practice of savage bribery against land registration activities and government strategic programmes was caused by the weakness of integrity and professionalism of the organizers of public briberies, the ineffectiveness of supervision of the government’s strategic programs in preventing the occurrence of acts of corruption and savage Bribery and the bad habits of the people who consider the process through which it is not easy so that culture provides a sum of money under the pretext of the processes quickly and improvised. Enforcement of the law can be done preventively by doing coordination between the police, local government, BPN and village government. Repressively enforcing is carried out with repression and punishment against the perpetrators of wild scourge measurably and consistently Together with the saber pungli team.Â
Pengembangan Kemampuan dan Kreativitas Anak Usia Dini di KB Al-Qur’an Melalui Penerapan Seni dan Senam Gerak Tubuh
Pendidikan anak usia dini merupakan fase penting dalam pembentukan karakter dan keterampilan anak-anak. Kelompok Bermain Al-Qur'an (KB Al-Qur'an) di Kabupaten Malang menjadi salah satu pusat aktivitas anak-anak yang memperoleh dukungan dari Perguruan Tinggi Universitas Widyagama Malang dalam rangka memberikan kontribusi terhadap pembangunan sosial dan pendidikan di daerah sekitarnya. Artikel ini membahas mengenai implementasi dari dua program, yaitu senam edukatif harian dan program keterampilan motorik halus, yang bertujuan untuk mengatasi masalah kurangnya penggunaan seni dan gerak tubuh dalam pengembangan keterampilan dan kreativitas anak-anak di KB Al-Qur'an. Metode penelitian dalam artikel ini melibatkan analisis kebutuhan, perencanaan program, pengadaan kebutuhan, arahan, implementasi program, dan monitoring serta evaluasi. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua program tersebut memberikan dampak positif yang signifikan, seperti peningkatan keterlibatan anak-anak dalam aktivitas pembelajaran, kreativitas, keterampilan motorik halus, dan interaksi sosial. Program-program ini juga membawa manfaat langsung terhadap kesehatan fisik dan mental anak-anak. Kedua program berhasil mencapai tujuan untuk meningkatkan kreativitas, keterampilan motorik halus, dan kesejahteraan anak-anak di KB Al-Qur'an, serta memperkuat hubungan antar teman sebaya. Dukungan dari Universitas dan kerja sama dengan kelompok masyarakat sekitar membuktikan bahwa kolaborasi antara lembaga pendidikan dan masyarakat dapat membentuk lingkungan belajar yang inklusif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan anak pada tingkat usia dini
Peningkatan Mutu UKM Melalui Diversifikasi Pengolahan Hasil Bunga Menjadi Produk Minuman Sehat di Kampung Herbal Sukolelo Prigen-Pasuruan
Desa Sukolilo berada di wilayah administrasi Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur. Keindahan alam wisata Kecamatan Prigen memang sangat menawan, Terlebih Prigen saat ini menjadi daerah wisata pegunungan unggulan di Kabupaten Pasuruan dengan jargon 'Pasuruan City of Mountainâ€, diantaranya dusun Sukolilo dan Soju (sayuran organik Junggo ) di dusun Junggo Prigen. Tim Pengabdi UMM, melalui kegiatan Penyuluhan Si-Halal dan eduwista, berhasil mendampingi 20 UKM nya memperoleh self declare Sertifikasi halal. Pengabdian ini dilaksanakan guna mendukung program jaminan produk halal UU 33/2014, melalui program UKM naik kelas dan self declare halal bagi para UKM.Produk teknologi termasuk pangan perlu langkah kontinyu hilirisasi bagi masyarakat. UMM sebagai universitas yang mempunyai banyak sumberdaya manusia, mempunyai dosen dengan karya/temuan, keahlian di bidang pengolahan hasil pertanian seperti minuman olahan bunga (bunga mawar, telang, sayuran), yang dapat mensupport pengembangan pariwisata di Prigen tersebut. Produk UKM disana sudah mulai dapat mendukung kegiatan wisata unggulan disana, diantaranya minuman dari bunga telang, jahe merah, dan lainnya. Masalah yang dihadapi mereka diantaranya mutu produk yang tidak tahan lama, sehinga memerlukan perbaikan daya simpan produk, serta dikenalkan pentingnya diversifikasi oelahan menjadi minuman/herbal, guna mendukung potensi wisata herbal yang potensial di sana. Kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan atau pendampingan antara lain : (i) Sosialiasi terkait Pentingnya mutu produk melalui penggunaan pengawet yang tepat (ii) Pembuatan olahan variasi yang lebih banyak, sebagai produk alternatif UKM pengolah hasil tanaman herbal. Berharap produk unggulan nantinya dapat menjadi icon Kabupaten Pasuruan menambah variasi oleh-oleh wisatawan.           Pelaksanaan pengabdian telah melakukan pendampingan terhadap sekitar 9 UKM berbasis minuman olahan herbal dan atau bebungaan, serta telah dapat membantu meningkatkan pemahaman UKM dalam melakukan pengemasan yang lebih baik agar produk bertahan lebih lama, dan menghasilkan publikasi medsos online: https://pelopornews.co.id/102023/pendampingan-ukm-naik-kelas-melalui-pengolahan-hasil-bunga-menjadi-produk-pangan-sehat-dan-herbal/. UKM hasil kerjsama teh celup mawar plus, telah didampingi LP3H HC UMM melakukan pendafataran Halal. Hasil pengujian daya antioksidan teh celup mawar plus (dengan 4 daun yaitu daun mangga, mint dan sirsat) yang dihasilkan, mempunyai nilai cukup baik yaitu sekitar 25-77%, dapat dikategorikan minuman tinggi antioksidan