Universitas Widyagama Malang

Direktori Jurnal Universitas Widyagama Malang
Not a member yet
    2686 research outputs found

    PENGARUH PARKIR TEPI JALAN TERHADAP KINERJA RUAS JALAN NASIONAL DI PASAR LAWANG MALANG

    Full text link
    Penelian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan penyediaan parkir yang terdapat pada Ruas Jalan Nasional Di Pasar Lawang Malang dengan menggunakan acuan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2023). Terdapat 48 petak dengan SRP 2,5 m x 5 m yang dipakai secara kombinasi oleh kendaraan ringan maupun sepeda motor, cukup padat pada hari – hari tertentu menyebabkan jalan tersebut mengalami kemacetan. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil survey selama 3 hari pengamatan yaitu Hari Sabtu 27 April 2024, Minggu 28 April 2018 dan Senin 29 April 2024 yang berupa data geometrik jalan dan data parkir kendaraan). Sedangkan untuk data sekunder diperoleh dari geogle seperti jumlah penduduk dan denah atau peta lokasi. Parkir di tepi jalan pada ruas jalan nasional di pasar lawang malang meiliki karakteristik yaitu Durasi parkir tertinggi yaitu 15 menit, Akumulasi dan Volume parkir tertinggi pada hari mingg, Indeks parkir tertinggi pada hari minggu yaitu 83,8% da Parking turn over yaitu 2,4 kendaraan. Selain itu rata – rata kapasitas parkir selama 3hari pengamatan yaitu sebesar 8.510 kendaraan. Untuk penyediaan parkir tertinggi pada hari minggu sebesar 10,78 kendaraan

    KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS PENGGUNAAN FLY ASH PLTU PAMA 1 SEBAGAI MATERIAL SURFACE JALAN ANGKUT BATUBARA

    Full text link
    Kalimantan Prima Persada adalah sebuah perusahaan yang menyediakan jasa penambangan terintegrasi, dalam proses pengangkutan batubara, daya dukung jalan untuk hauling menjadi faktor penting yang biasanya menggunakan batuan split murni, namun di Kalimantan Tengah ketersediaannya sangat terbatas, sehingga perusahaan beralih ke batu Metasedimen. Namun, batu Metasedimen memiliki kelemahan karena tidak cukup kuat dalam menghadapi tekanan dan perubahan cuaca. Oleh karena itu, Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Kuat Tekan Dan Modulus Elastisitas Penggunaan Fly Ash Pltu Pama 1 Sebagai Material Surface Jalan Angkut Batubara dengan variasi penambahan 10%, 20%, 30%, 40% dari berat semen, dan menggunakan mutu 20 Mpa. Metode yang penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengaruh campuran batu meta dan flyash pada nilai kuat tekan tidak berpengaruh signifikan terhadap kuat tekan yang dihasilkan, dengan nilai kuat tekan sebesar 12,7 MPa. Modulus elastisitas tidak berpengaruh signifikan terhadap modulus elastisitas yang dihasilkan, dengan dengan presentase kenaikan hingga 70% dibandingkan dengan beton normal

    PENINGKATAN KESADARAN KEBERSIHAN DIRI PADA KATERING DX MELALUI EDUKASI DAN PRAKTEK LANGSUNG

    Full text link
    Masyarakat banyak memanfaatkan usaha jasa katering untuk memesan makanan dan minuman apabila mereka sedang bekerja. Jasa katering harus menjamin produknya aman bebas dari kontaminasi berbahaya dengan cara meningkatkan kesadaran kebersihan diri. Pengabdian masyarakat di katering DX bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kebersihan diri dengan benar pada karyawan. Metode yang digunakan meliputi sosialisai, demonstrasi, tanya jawab, pelatihan, evaluasi dan monitoring yang berkelanjutan. Berdasarkan hasil interview (pre test) bahwa karyawan katering DX belum memahami pentingnya kebersihan diri dengan benar. Setelah proses evaluasi dan monitoring pengabdian dilakukan diketahui bahwa, karyawan katering DX sudah memahami kebersihan diri dengan benar ditandai dengan semakin meningkatnya angka jumlah karyawan yang mampu mempraktekan cara mencuci tangan dengan benar dan menggunakan alat pelindung diri dengan tepat

    ILMU TITEN SEBAGAI MODEL PENDIDIKAN KARAKTER: FILOSOFI KESABARAN, KETEKUNAN, DAN KETEPATAN

    Full text link
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merevitalisasi ilmu titen sebagai model pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dengan menekankan tiga nilai utama: kesabaran, ketekunan, dan ketepatan. Ilmu titen, sebagai warisan budaya masyarakat Jawa, mengajarkan manusia untuk membaca tanda-tanda alam melalui observasi yang sabar, pencatatan yang tekun, dan pengambilan keputusan yang tepat. Program ini dilaksanakan di Desa Tegalrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, melalui pendekatan partisipatif-kolaboratif yang melibatkan guru, tokoh masyarakat, dan pemuda desa sebagai mitra utama. Metode pelaksanaan terdiri dari empat tahap: identifikasi kebutuhan, pelatihan, pendampingan implementasi, serta evaluasi dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki pemahaman yang baik terhadap nilai-nilai ilmu titen, serta menunjukkan komitmen untuk mengintegrasikannya dalam kegiatan pendidikan karakter nonformal. Modul pembelajaran berbasis narasi lokal dan praktik budaya berhasil disusun dan diuji coba. Kegiatan ini membuktikan bahwa ilmu titen dapat menjadi pendekatan yang efektif dan relevan untuk menanamkan nilai karakter melalui pendidikan kontekstual berbasis budaya lokal

    PENDAMPINGAN KELOMPOK TANI SUKA MAJU DALAM PERSIAPAN MENDUKUNG SWASEMBADA BERAS

    Full text link
    Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Parabowo, memiliki komitmen besar dalam mewujudkan swasembada dan kesejahteraan petani. Salah satu motor pendukung adalah ketlibatan Kelompok tani (Poktan).  Kegiatan pengbdian ini dilakukan di Kelompok Tani Suka Maju Kelurahan Wonokoyo kecamatan Kedungkandang kota Malang. Tujuan kegiatan adalah memberikan pendampingan kepada kelompok tani dalam mendukung arah baru kebijakan perberasan nasional sekaligus meningkatkan potensi kelompok yang berdampak terhadap kesejahteran petani. Metode kegiatan dilakukan dengan menggunakan pendekatan Partisipatory. Bentuk Kegiatan pendampingan dengan menggalai potensi dan kendala yang dihadapi kelompok baik dalam mendukung swasembada. Hasil Kegiatan  adalah: 1) teridentifikasinya berbagai persoalan baik yang bersifat teknis maupun non teknis, diantaranya yaitu: belum semua petani yang berhak menerima pupuk bersubsidi, belum memiliki alsintan, mahalnya biaya tenaga kerja, pengadaan bibit padi yang tidak tepat waktu tanam, petani masih susah lepas dari penggunaan pupuk kimia, produksi padi belum masksimal (sekitar 6 ton dari potensi sekitar 7 ton, jaringan irigasi yang belum sempurna diperbaiki,  2) disepakatinya kegiatan validasi data penerima pupuk bersubsidi, mendata ulang nama petani, luas lahan dan komoditas yang diajukan, 3) penggalakan pemakaian pupuk organic, hal ini didasarkjan pada realita di lapang bahwa petani sangat sulit melepaskan penakaian pupuk kimia, namun demikian sudah muncul pengakuan bahwa mereka mengakui pentingnya penggunaan pupuk organic, baik terkait dengan kesehatan tanah maupun masa depan petani penerusnya. Hasil kegiatan merekomendasikan pentingnya untuk memberikan pendampingan terhadap kelompok tani menuju kelompok tani yang sukses baik dalam mendukung  swasemda maupun kesejahteraan petani

    STUDI PENGARUH KOMBINASI REINFORCEMENT SERAT KULIT POHON WARU DAN KARBON KEVLAR TERHADAP IMPACT STRENGTH KOMPOSIT LAMINATE

    Full text link
    Perkembangan teknologi industri material telah mendorong pencarian material alternatif yang ringan, kuat, murah, dan ramah lingkungan. Salah satu solusi adalah penggunaan serat alam, seperti serat kulit pohon waru (Hibiscus tiliaceus), yang memiliki karakteristik mirip logam. Selain itu, serat karbon Kevlar juga digunakan sebagai material penguat dalam komposit. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh serat kulit pohon waru dan serat karbon Kevlar terhadap harga impact dan energi yang diserap pada komposit laminate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposit dengan serat karbon Kevlar memiliki harga impact rata-rata tertinggi, yaitu 213,85 Joule/mm², karena kekuatan serat karbon Kevlar yang lebih tinggi serta sifat sintetiknya yang lebih rapat dibandingkan serat alam. Sebaliknya, komposit dengan serat kulit pohon waru memiliki harga impact rata-rata terendah, yaitu 32,23 Joule/mm². Namun, kombinasi antara serat kulit pohon waru dan serat karbon Kevlar menghasilkan harga impact yang lebih tinggi dibandingkan hanya menggunakan serat kulit pohon waru, dengan nilai 134,90 Joule/mm². Foto patahan menunjukkan bahwa titik patahan pada berbagai variasi tidak dapat diprediksi, karena patahan dapat terjadi pada posisi yang tidak dapat ditentukan. Penelitian ini membuktikan bahwa kombinasi serat kulit pohon waru dan karbon Kevlar memberikan kekuatan yang lebih baik dibandingkan serat kulit pohon waru

    KLASIFIKASI TOPIK SKRIPSI TEKNIK INFORMATIKA BERDASARKAN PEMINATAN MENGGUNAKAN METODE NAIVE BAYES DAN K-NEAREST NEIGHBOR (K-NN)

    Full text link
    Pemilihan topik skripsi yang sesuai dengan minat mahasiswa menjadi tantangan bagi program studi Teknik Informatika. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem klasifikasi topik skripsi berdasarkan peminatan menggunakan algoritma Naive Bayes dan K-Nearest Neighbor (K-NN). Dataset berjumlah 121 judul skripsi diklasifikasikan ke dalam empat kategori: Machine Learning, Data Mining, Web/Mobile, dan IoT/Jaringan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa metode K-NN memberikan akurasi tertinggi sebesar 92%, sedangkan Naive Bayes mencapai 88%. Temuan ini menunjukkan bahwa klasifikasi otomatis berbasis machine learning dapat membantu mahasiswa memilih topik skripsi secara lebih efektif dan sesuai minat

    RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN PADI FASE VEGETATIF PASCA REMEDIASI LAHAN OLEH TANAMAN HIPERAKUMULATOR SAMBANG DARAH PADA LAHAN TERCEMAR TIMBAL (Pb)

    Full text link
    Limbah yang dihasilkan oleh pabrik mengandung unsur logam berat yang sangat berbahaya bagi kehidupan manusia. Akumulasi logam berat pada tanah dapat mengakibatkan penurunan aktivitas mikroba tanah, kesuburan tanah, dan kualitas tanah. Kabupaten Malang memiliki beragam jenis industri yang meliputi kawasan industri besar seperti pabrik kertas. Limbah dari pabrik kertas sebagai bahan pewarna berpotensi mengandung logam berat timbal (Pb). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan tanaman hiperakumulator (sambang darah) bersama dengan beberapa bahan organik terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman padi dan kandungan C-organik tanah. Penelitian dilaksanakan di Dusun Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang pada bulan Mei-Agustus 2024. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) di mana terdapat 8 perlakuan dengan 3 ulangan. Perlakuan penelitian adalah: HB1: tanpa hiperakumulator + tanpa bahan organik, HB2: tanpa hiperakumulator + pupuk kandang ayam, HB3: tanpa hiperakumulator + pupuk kompos Tithonia diversifolia, HB4: tanpa hiperakumulator + pupuk kompos limbah tebu, HB5: sambang darah + tanpa bahan organik, HB6: sambang darah + pupuk kandang ayam, HB7: sambang darah + kompos T. diversifolia, HB8: sambang darah + kompos limbah tebu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tanaman hiperakumulator sambang darah bersama dengan bahan organik berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman padi. Perlakuan paling efektif terhadap tinggi tanaman, panjang daun dan kandungan C-organik adalah perlakuan tanaman hiperakumulator sambang darah dengan penggunaan pupuk kandang ayam (HB6).

    Climate Change Litigation in the Anthropocene Era: Urgency and Challenges

    Full text link
    Human activities have caused changes in Earth's systems, indicating that the planet has entered the Anthropocene era. One of the environmental issues arising in this era is climate change. The judiciary plays a crucial role in addressing this issue through climate change litigation mechanisms. This research aims to analyze the urgency of climate change litigation in the Anthropocene era and to examine the prospects and challenges of climate change litigation in Indonesia. The research method used in this article is doctrinal legal research. The findings of this study indicate that climate change litigation in the Anthropocene era holds urgency and significance. The active role of the judiciary is essential given the fact that other branches of power are less effective in handling climate change issues. In Indonesia, effective climate change litigation has occurred in cases related to illegal logging and peatland fires as well as one case related to a lawsuit against an environmental permit. However, these successes demonstrate that there are prospects for climate change litigation in Indonesia in the future. Challenges for climate change litigation in Indonesia include: first, when climate change is strictly framed as a primary issue in lawsuits, there are barriers in proving causality. Second, when litigation uses human rights arguments, based on existing practices, human rights-based claims in climate change litigation are still difficult to accept, and human rights considerations are often overlooked by the judges. Finally, there are challenges in constructing national legal norms as well as existing international law related to climate change, both for plaintiffs and the judiciary

    Sentralisasi Kewenangan Executive Preview Pemerintah Pusat Terhadap Harmonisasi Rancangan Peraturan Kepala Daerah

    Full text link
    The phenomenon of over-regulation in Indonesia, which is characterized by overlapping regional and central regulations, often causes legal disharmony. This study focuses on the analysis of the impact of centralization of authority in the harmonization process of the Draft Regional Head Regulation (Raperkada) after the enactment of Law Number 13 of 2022 concerning the Second Amendment to Law Number 12 of 2011 concerning the Formation of Legislation focuses on the analysis of the impact of centralization of authority in the harmonization process of the Draft Regional Head Regulation. This study uses a normative legal approach with a statutory analysis method (statute approach), a historical approach, and a conceptual approach. The results of the study show that policy changes through Law of the Republic of Indonesia No. 13/2022, which mandates the role of the Ministry of Law and Human Rights in the harmonization of the Raperkada, have created the potential for dualism of authority between the Ministry of Law and Human Rights and the Ministry of Home Affairs (Kemendagri) which were previously responsible for this harmonization process. The government's efforts to address this issue involve revising laws that strengthen the role of the central government, particularly the Ministry of Law and Human Rights (Kemenkumham) in implementing executive previews of the Raperkada. There is a need for more comprehensive regulatory reform to strengthen the harmonization framework with an emphasis on increasing coordination between institutions and affirming the role of each agency in the harmonization process. This harmonization process is intended to ensure that the Raperkada is consistent with higher regulations and does not conflict with national interests. Thus, it is hoped that the resulting regional regulations can be more effective in addressing local issues without causing conflict with national regulations

    2,534

    full texts

    2,686

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Direktori Jurnal Universitas Widyagama Malang is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Direktori Jurnal Universitas Widyagama Malang? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!