E-Journal Universitas Wiraraja
Not a member yet
2235 research outputs found
Sort by
PENERAPAN MODEL UNIFIED THEORY OF ACCEPTANCE DAN USE OF TECHNOLOGY (UTAUT2) UNTUK MENJELASKAN BEHAVIORAL INTENTION DAN ACTUAL USAGE PENGGUNAAN APLIKASI QRIS DI KOTA MALANG
Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)a banking service that aims to provide smoothness and convenience in banking by utilizing information technology. Research to examine the extent to which Performance Expectancy, Effort Expectancy, Social Influence, Facilitating Conditions, Hedonic Motivation, Perceived Value and Habit and Behavioral Intention influence on Behavioral Usage. This research is an explanatory research, the location of this study was conducted in the city of Malang, East Java. The population in this study were all people who transacted using Mobile Banking with a sample of 196 respondents. Data analysis techniques using Descriptive Statistical Analysis, Path Analysis and Testing Hypotheses. From the results of the analysis and discussion obtained the results of Performance Expectancy, Effort Expectancy, Facilitating Conditions and Hedonic Motivation significantly influence Behavioral Intention. Furthermore Social Influence, Perceived Value and Habit have no significant effect on Behavioral Intention. Facilitating Conditions and habits do not significantly influence Behavioral to Used, but Behavioral Intention influences Behavioral to Use. Facilitating Conditions and habits significantly influence Behavioral Usage through Behavioral intention
THE ROLE OF WORK SKILLS AND DIGITALIZATION IN THE RELATIONSHIP BETWEEN GASTRONOMY INVOLVEMENT, LOCAL FOOD CONSUMPTION VALUE, AND PURCHASE INTENTION OF MALANG'S CULINARY SPECIALTIES
This study was conducted in the city of Malang, involving 230 respondents who are local culinary enthusiasts. The analysis technique used is SmartPLS to examine the relationships between gastronomy involvement, Local Food Consumption value, culinary skills, digitalization, and purchase intention. The results show that Gastronomy Involvement does not have a direct effect on purchase intention. However, this involvement positively influences culinary skills and digitalization, indicating that increased engagement in gastronomy can enhance skills and the utilization of digital technology. Additionally, Local Food Consumption value significantly affects both culinary skills and digitalization.Culinary skills have been shown to positively impact purchase intention, emphasizing the importance of skill development in enhancing consumer buying intentions. Meanwhile, digitalization does not exhibit a direct effect on purchase intention. The study also found that both Gastronomy Involvement and Local Food Consumption can increase purchase intention through culinary skills, but not through digitalization. These findings provide important insights for culinary industry stakeholders in Malang to focus on skill development as a strategy to enhance purchase intention
PENGARUH PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TERHADAP PERILAKU KONSUMSI JAMU DI KABUPATEN BANGKALAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan dan sikap remaja terhadap perilaku konsumsi jamu dan probabilitas pengetahuan dan sikap dalam mempengaruhi konsumsi perilaku jamu. Data primer dikumpulkan dari 97 responden menggunakan kuesioner Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan Odd Ratio. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap berpengaruh signifikan terhadap konsumsi jamu. Variabel pengetahuan memiliki peluang lebih tinggi dalam meningkatkan konsumsi jamu dibandingkan variabel sikap
Exclusive Breastfeeding and The Importance of Breastfeeding Self-Efficacy in Working Women at Korpri Primary Health Care
Exclusive breastfeeding in the first 6 months of life can reduce 13 of toddler deaths and is one of the dimension strategies to ameliorate the nutritive status and survival of toddlers. In 2020 exclusive breastfeeding until the baby is 6 months old in Indonesia is still low, videlicet only15.3. Failure to give exclusive breastfeeding is frequently a problem for suckling maters. This problem can be caused by several factors, similar as knowledge, social support, tone- confidence to breastfeed, or suckling tone- efficacity( BSE). This study aims to determine the relationship between breastfeeding tone- efficacity( BSE) and the success of furnishing exclusive breastfeeding to working maters in the Korpri Health Center work area, Bandar Lampung City. This exploration uses across-sectional exploration design. The repliers in this study were postpartum maters in the Korpri Health Center working area in Bandar Lampung City. Samples were named using intentional slice ways and establishing addition and rejection criteria. The sample in this study was 50 repliers. The exploration results show that there's a significant relationship between breastfeeding tone- efficacity and exclusive breastfeeding for working maters. suckling tone- efficacity is a factor that must be considered by the government to increase exclusive breastfeeding content
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PEJABAT TINGGI MILITER YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA KORUPSI
Dalam Undang-Undang nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilam Militer ada beberapa ketentuan yang suda tidak sesuai dengan perkembangan kehidupan masyarakat, sehingga perlu dilakukan perubahan, salah satunya mengenai yurisdiksi Peradilan Militer terhadap oknum anggota TNI yang melakukan tindak pidana korupsi. Undang-undang peradilan militer saat ini mengatur bahwa peradilan berwenang mengadili anggota TNI yang melakukan tindak pidana militer saja sebagaimana yang telah diatur dalam KUHPM, tetapi tidak untuk tindak pidana yang tidak diatur dalam KUHPM, salah satu contohnya adalah peradilan militer mengadili tindak pidana korupsi yang dilakukan ole oknum anggota TNI. Perumusan masalah dari artikel ini adalah bagaimana tindak pidana yang dilakukan korupsi yang dilakukan oleh Pejabat Militer dan bagaimana penanganan Tindak Pidana Korupsi yang dilakukan di Lingkungan Militer. Adapum tujuan dari penulisan proposal ini ialah untuk mengetahui dan mendapatkan solusi dari rumusan masalah tersebut. Metode penelitian dalam penulisan artikel ini ialah normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dengan beberapa sumber bahan hukum primer dan sekunder, serta penelusuran bahan hukum melalui perundang-undangan dan literatur lainny
NOODWER DALAM TINDAK PIDANA HOMOSEKSUAL YANG MENGAKIBATKAN CACAT PERMANEN BAGI PELAKU
Noodwer merupakan keadaan pembelaan terpaksa dalam upaya pemelaan diri sesuai dengan ketentuan pasal 49 ayat (1) KITAB Undang-undang Hukum Pidana yang mampu menghapus elemen “melawan hukum” dari perbuatan tersebut. Rumusan masalah dari skripsi ini adalah bagaimana perlindungan hak korban pada tindak pidana homoseksual yang berakibat cacat permanen serta bagaimana tanggung jawab pelaku adanya noodwer dalam tindak pidana homoseksual yang mengakibatkan cacat permanen bagi pelaku. Metode penelitian dalam skripsi ini menggunakan penelitian normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dengan bahan sumber hukum primer dan sekunder, serta bahan hukum melalui undang-undang dan literature lainnya. Dalam pasal 49 ayat (1) menjelaskan bahwa pembelaan terpaksa tidak akan di kenai sanksi atau di hapuskan mengenai pemidanaannya sesuai dengan yang tercantum di dalamnya, karena di dalam tindakan pembelaan terpaksa tidak ada unsur kesalaha
EFEKTIVITAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 31 TAHUN 1999 TENTANG PEMBINAAN DAN PEMBIMBINGAN WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN MELALUI KONSELING DALAM UPAYA PENURUNAN ANGKA RESIDIVIS (STUDI BAPAS KELAS II PAMEKASAN)
BAPAS bertanggung jawab mulai dari pendampingan, pembimbingan dan pengawasan agar klien mampu mengembangkan potensinya untuk hidaup dan menghidupi keluarganya ditengah-tengah masyarakat. Sebagaimana disebutkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pembinaan dan Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan Pasal 56 ayat (1) penyelenggaraan pembimbingan kemasyarakatan penyelenggaraan pembimbingan kemasyarakatan meliputi pendampingan, pembimbingan, dan pengawasan. Oleh karena itu, penelitian berjenis empiris ini melihat bagaimana di BAPAS Kelas II Pamekasan melaksanakan manat Peraturn tersebut dan dihasilkan bahwa klien yang berada dibawah bimbingan dan pengawasan BAPAS ada dua macam, yaitu klien anak dan klien dewasa dimana dalam pasal 35 Peraturan Pemerintah No.31 Tahun 1999 Tentang Pembinaan Dan Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan memberikan arahan kepada BAPAS melaksanakan tugasnya melalui upaya Pembimbingan (konseling) untuk mencegah banyaknya residivis. Narapidana yang telah mendapatkan program integrasi dan statusnya berubah menjadi klien pemasyarakatan bimbingan BAPAS kemudian dilakukan penerimaan dan pendaftaran. Ketentuan mengenai pendaftaran klien pemasyarakatan dijelaskan dalam pasal 40 Undang- undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakata
SISTEM INFORMASI PENGAJUAN MUSTAHIK ZAKAT BERBASIS WEB DI BADAN AMIL ZAKAT KABUPATEN BANYUWANGI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyuwangi sendiri sering mendapat keluhan dari masyarakat setempat, hal itu dikarenakan masih belum efektifnya proses pengajuan mustahik zakat atau orang yang berhak menerima zakat. Proses pengajuan yang berlangsung sendiri memakai proposal berbasis kertas, dalam implementasinya proses ini sendiri memakan waktu paling cepat sekitar satu minggu. Hal tersebut tentunya menghambat proses pengajuan dari masyarakat terkait. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi yang mencakup proses pengajuan, persetujuan, pendistribusian, dan pertanggung jawaban. Sistem ini dirancang dengan menggunakan metode waterfall, yang diharapkan adalah kemudahan dalam membangun tahapan demi tahapan yang tersusun secara baik. Hasil dari penelitian ini adalah proses pengajuan dapat berlangsung dengan efektif dan efisien, dan bisa memenuhi ekspektasi masyarakat kabupaten banyuwangi
ANALISILIS PELATIHAN OPERATOR ALAT BERAT DAN ALAT ANGKUT DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KERJA PADA PT GARAM SUMENEP I AREA DESA KARANGANYAR
Abstract
Human resources are a very important component in a company and have a very crucial function to run a company or organization. Companies are required to manage their human resources as well as possible so that these employees are able to use all their potential to produce good performance. Job training or human resource development is the process of increasing employee knowledge and skills. The problem examined in this study is how to analyze the training of heavy equipment and transportation equipment operators to improve the quality of work at PT Garam Sumenep I Karanganyar Village Area. The method in this study uses a qualitative approach. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. The results of this study refer to the theory put forward by Prof. Dr. Hj. Sedarmayanti, MPd., APU (2017: 133) regarding the analysis of needs for HR development (Education and Training) which includes three types of analysis including: 1) Organizational analysis to improve the quality of work for training operators of heavy equipment and transportation equipment is not optimal, because only conducted a briefing which was only carried out once in 2017 in the field of excavator heavy equipment. 2) Job analysis to improve work quality in conducting training for heavy equipment and transportation equipment operators is quite optimal in terms of the training materials provided are in accordance with the work during the training, 3) Personal analysis to improve the work quality of heavy equipment and transportation equipment operator training not optimal because most of the heavy equipment and transportation equipment operator staff got self-taught personal experience in operating heavy equipment and transportation equipment in Sumenep I and they still have a lot of hopes regarding the training that PT Garam will hold in the future in all fields. PT Garam Sumenep 1, especially the Karanganyar area, should add more training and education for the operator staff of all heavy equipment and transportation equipment in order to improve the quality of work of heavy equipment and transportation equipment operators
Keywords: Training, Heavy Equipment Operators, and Quality of Work
Abstrak
Sumber daya manusia merupakan komponen yang sangat berperan dalam suatu perusahaan serta memiliki fungsi yang sangat krusial untuk menjalankan suatu perusahaan atau organisasi. Perusahaan dituntut untuk melakukan pengelolaan sumber daya manusianya sebaik mungkin agar karyawan tersebut mampu mengeluarkan segala potensinya guna menghasilkan kinerja yang baik. Pelatihan kerja atau pengembangan SDM adalah proses meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimana analisis pelatihan operator alat berat dan alat angkut untuk meningkatkan kualitas Kerja di PT Garam Sumenep I Area Desa Karanganyar. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mengacu pada teori yang dikemukakan oleh Prof. Dr. Hj. Sedarmayanti, MPd.,APU (2017:133) tentang analisis kebutuhan pengembangan SDM (Pendidikan dan Pelatihan) yang mencangkup dari tiga jenis analisis diantaranya yaitu : 1) Analisis organisasi untuk meningkatkan kualitas kerja pelatihan operator alat berat dan alat angkut belum optimal, karena hanya melakukan breafing dan hanya dilakukan satu kali di tahun 2017 di bidang alat berat excavator. 2) Analisis pekerjaan untuk meningkatkan kualitas kerja dalam mengadakan pelatihan untuk operator alat berat dan alat angkut sudah cukup optimal dilihat dari materi pelatihan yang diberikan sudah sesuai dengan pekerjaan pada saat pelatihan, 3) Analisis pribadi untuk meningkatkan kualitas kerja pelatihan operator alat berat dan alat angkut belum optimal karena sebagian besar staff operator alat berat dan alat angkut mendapat pengalaman pribadi secara autodidak dalam pengoperasian alat berat dan alat angkut di sumenep I dan masih banyak harapan mereka terkait pelatihan yang akan diadakan PT Garam untuk selanjutnya di semua bidang. PT Garam Sumenep 1 khususnya daerah Karanganyar sebaiknya menambah lagi pelaksanaan pelatihan dan pendidikan bagi staff operator semua alat berat dan alat angkut dalam rangka meningkatkan kualitas kerja operator alat berat dan alat angkut.
Kata Kunci : Pelatihan, Operator Alat Berat, dan Kualitas Kerj
IMPLEMENTASI PERATURAN BUPATI NOMOR 8 TAHUN 2020 TENTANG PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN PERANGKAT DESA PASCA PEMILIHAN KEPALA DESA
ABSTRACT
The dismissal and appointment of Sera Barat Village Apparatuses has resulted in legal consequences, where the Village Apparatuses who were terminated have fought against the law for the actions of the Village Head who were considered to have fired himself unilaterally without any clarification of what actions caused them to be dismissed as Village Apparatuses. The problem of this research is how to implement the Regent's Regulation Number 8 of 2020 Concerning the Appointment and Dismissal of Village Officials after the Village Head Election in Sera Barat Village, Bluto District, Sumenep Regency. This study aims to determine the implementation of Regent Regulation Number 8 of 2020 concerning the Appointment and Dismissal of Village Officials after the Village Head Election in Sera Barat Village, Bluto District, Sumenep Regency. This type of research is a type of qualitative research, the focus of the research used is 5 (five), namely 1) Agenda setting 2) Policy formulation 3) Policy adoption 4) Policy implementation 5) Policy evaluation. The main data sources of this study are the village head and government officials of West Sera Village, Bluto District, Sumenep Regency. In this study, the data collection techniques used were interviews, observation and documentation. The data analysis technique uses the Constant Comparative Method and in general, the data analysis process includes data reduction, data presentation and drawing conclusions. Based on the results of the research and discussion regarding the implementation of Regent Regulation Number 8 of 2020 Concerning the Appointment and Dismissal of Village Officials after the Village Head Election in Sera Barat Village, Bluto District, Sumenep Regency, it can be concluded that it has been carried out in accordance with the provisions of the applicable laws and regulations.
Keywords: Implementation, Regulation, Appointment, Dismissal
ABSTRAK
Pemberhentian dan Pengangkatan Perangkat Desa Sera Barat telah menimbulkan konsekwensi hukum, dimana Perangkat Desa yang diberhentikan telah melakukan perlawanan hukum atas tindakan Kepala Desa yang dianggap memecat dirinya secara sepihak tanpa adanya klarifikasi atas tindakan apa yang menyebabkan mereka diberhentikan sebagai Perangkat Desa. Masalah penelitian ini adalah bagaimana implementasi Peraturan Bupati Nomor 8 Tahun 2020 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa Pasca Pemilihan Kepala Desa di Desa Sera Barat Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Peraturan Bupati Nomor 8 Tahun 2020 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa Pasca Pemilihan Kepala Desa di Desa Sera Barat Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep. Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif, fokus penelitian yang digunakan adalah 5 (lima), yaitu 1) Penyusunan agenda 2) Formulasi kebijakan 3) Adopsi kebijakan 4) Implementasi kebijakan 5) Evaluasi kebijakan. Sumber data utama dari penelitian ini adalah Kepala Desa dan aparatur pemerintah Desa Sera Barat Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang dipakai ialah dengan pelaksanaan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode perbandingan tetap (Costant ComparativeMethod) dan secara umum, proses analisis datanya mencakup reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang implementasi Peraturan Bupati Nomor 8 Tahun 2020 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa Pasca Pemilihan Kepala Desa di Desa Sera Barat Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep dapat disimpulkan sudah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Kata Kunci : Implementasi, Peraturan, Pengangkatan, Pemberhentia