E-Journal Universitas Wiraraja
Not a member yet
    2235 research outputs found

    PERMASALAHAN GURU IPA SMP DI KAWASAN KEPULAUAN KABUPATEN SUMENEP

    Get PDF
    Guru IPA SMP di kawasan kepulauan Sumenep cenderung menghadapi permasalahan dalam proses pembelajaran IPA. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui atau menjelaskan jenis-jenis permasalahan yang dialami oleh guru IPA. Oleh sebab itu penelitian ini..bertujuan untuk menganalisis..literatur mengenai permasalahan guru IPA SMP di kawasan kepulauan Sumenep secara spesifik. Kajian kiteratur ini menggunakan metode narrative literature review pada 25 artikel yang diterbitkan oleh jurnal nasional dalam rentang waktu 2015-2023. Hasil..dari telaah pustaka menunjukkan bahwa permasalahan yang dihadapi diantaranya yaitu latar..belakang..guru yang..tidak..sesuai dengan..pembelajaran materi..IPA terpadu, buku guru dan sarana prasarana yang kurang mendukung, tidak..adanya..pelatihan tentang..cara pelaksanaan pembelajaran..IPA terpadu..serta penyusunan dan pelaksanaan RPP yang tidak diterapkan dengan baik

    PERBANDINGAN PERCEPATAN SPEKTRAL DESAIN DI PROVINSI ACEH DALAM SNI 1726:2019 DAN SNI 1726:2012

    Get PDF
    Provinsi Aceh merupakan salah satu provinsi yang paling sering terkena dampak gempa, banyak kerusakan struktural pada bangunan yang diakibatkan oleh bencana gempa bumi. Dalam hal ini perencanaan dan evaluasi struktur tahan gempa secara menyeluruh perlu sebuah peraturan perencanaan struktur bangunan tahan gempa. Perbandingan parameter spektral respons desain dan Percepatan spektral desain (S1, Ss, Fa, Fv, SDS, dan SD1) antara SNI 1726:2012 dan SNI 1726:2019 adalah parameter yang diukur dan diamati dalam penelitian ini. Grafik spektrum respons dibuat untuk tiga kelas situs (tanah lunak, tanah sedang, dan tanah keras) dalam rencana kota/kabupaten yang sedang ditinjau. Tulisan ini bertujuan untuk membandingkan parameter percepatan respon spektra desain SNI 1726:2012 dengan SNI 1726:2019 pada Kabupaten/kota di Aceh. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua kabupaten di Provinsi Aceh telah memiliki nilai parameter - parameter untuk percepatan desain berdasarkan SNI 1726:2012 dan SNI 1726:2019.  Dari hasil perbandingan, dapat dilihat bahwa Nilai parameter respons spektral percepatan pada periode pendek (SDS) dan periode 1 detik (SD1) mengalami kenaikan dari SNI 1726:2012 ke SNI 1726:2019 pada dua kelas situs tanah Keras (SC) dan kelas situs sedang (SD). Sedangkan pada kelas situs tanah lunak (SE) mengalami penurunan dari SNI 1726:2012 ke SNI 1726:2019. Oleh karenanya perlu segera untuk menilai keamanan struktur di daerah-daerah ini yang dibangun sesuai dengan peraturan gempa SNI 1726:2012. Begitu juga perlu meninjau ulang untuk struktur yang sedang dibangun saat ini atau dalam waktu dekat perencanaa

    PUTUSAN TUN TIDAK DILAKSANAKAN : KONSEKUENSI HUKUM DAN UPAYA PAKSA BAGI PEJABAT TUN

    Get PDF
    Banyaknya keputusan PTUN yang tidak dapat dilaksanakan justru menimbulkan pesimisme dan sikap apatis di masyarakat. Soalnya UU Nomor 5 Tahun 1986 tentang PTUN. Keadaan ini mengkhawatirkan karena keberadaan PTUN belum mampu memberikan keadilan bagi masyarakat dalam kewenangan administratif pemerintah. Prinsip keadilan TUN yang mempercayakan kontrol peradilan kepada penyelenggaraan pemerintahan yang baik terdistorsi dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Jika keputusan PTUN tidak mempunyai kekuasaan eksekutif, bagaimana hukum dan masyarakat bisa mengontrol tata kelola yang dilakukan pejabat TUN. Ketentuan yang terdapat dalam UU PTUN dinilai sudah dianggap tidak sesuai dengan perkembangan kebutuhan hukum dan kehidupan ketatanegaraan masyarakat. Misalnya, tidak ada pejabat peradilan di Pengadilan Tata Usaha Negara yang dapat memaksa terdakwa untuk menuruti putusan tersebut. Oleh karena itu UUdiubah dengan UU No. 9 Tahun 2004 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara. Pejabat TUN, apabila tidak menaati keputusan PTUN, dapat dikenakan tindakan paksa berupa kompensasi (dwangsom) dan sosial. Reintegrasi orang-orang yang tergabung tidak puas atas keputusan TUN pejabat TUN. Bahwa digunakannya tindakan paksaan dalam melaksanakan putusan TUN oleh pejabat TUN yang tidak mempunyai itikad baik untuk melaksanakan putusan TUN sangat mungkin diatur dalam UU No. 9 Tahun 2004 serta Undang-undang Administrasi Pemerintahan yang artinya (upaya paksa)

    PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TIKET BERBASIS ONLINE TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PENGUNA JASA TRANSPORTASI LAUT KAPAL EXPRESS BAHARI

    Get PDF
    Abstrack In the midst of technological developments, human needs for services have increased. PT Sakti Inti Makmur as the operator of the Fast Express Bahari 9c ship must be able to address consumer needs even before consumers need them. Referring to the rapid development of this technology, there are many new applications, one of the applications issued by Pt. This study uses a quantitative method with a comparative causal research type, for data collection in this study by distributing questionnaires online to 94 respondents. The statements are related to service quality variable indicators and customer satisfaction indicators. This study aims to determine the effect of online-based ticket service quality on customer satisfaction of sea transportation service users on maritime express ships. The results of the study stated that the quality of online-based ticket services had a positive influence seen from the linear regression equation Y = 2.884 + 0.654X with a regression coefficient r_count of 0.654 > r_table of 0.202 (0.654 > 0.202). This explains that the regression coefficient is significant and H_a is accepted. meaning that service quality has a significant positive effect on customer satisfaction. Keywords: service quality, customer satisfaction Abstrack Ditengah perkembangan teknologi membuat manusia akan kebutuhan jasa mengalami peningkatan. PT sakti inti makmur  selaku operator kapal cepat express bahari 9c harus mampu mengatasi kebutuhan konsumen bahkan sebelum konsumen membutuhkanya. Mengacu pada pesatnya perkembangan teknologi tersebut memunculkan banyak aplikasi terbaru, salah satu aplikasi yang dikeluarkan Pt pelayaran sakti inti makmur adalah aplikasi express bahari mobile yang diharapkan dapat memberikan kemudahan pelayanan bagi calon penumpang yang akan memesan tiket. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian kausal komperatif, untuk pengambilan data dalam penelitian ini dengan membagikan kuesioner secara online kepada 94 responden adapun pernyataanya berkaitan dengan indikator variabel kualitas pelayanan dan indikator kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan tiket berbasis online terhadap kepuasan pelanggan pengguna jasa transportasi laut pada kapal express bahari. Hasil penelitian menyatakan kualitas pelayanan tiket berbasis online terdapat pengaruh positif dilihat dari persamaan regresi linear Y= 2,884+0,654X dengan koefisien regresi sebesar 0,654 > sebesar 0,202 (0,654 > 0,202). Hal ini menjelaskan bahwa koefisien regresi adalah sifnifikan dan  diterima.artinya kualitas pelayanan berpengaruh positif  signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Kata kunci : kualitas pelayanan, kepuasan pelangga

    Proses Pengambilan Keputusan Kepala Desa Dalam Mewujudkan Pembangunan Infrastruktur Desa Gadu Timur Kabupaten Sumenep

    Get PDF
    Abstract This research aims to explain the Village Head's Decision Making Process in Realizing Infrastructure Development in Gadu Timur Village, Sumenep Regency. This research refers to Simon's (1960) theory in Dermawan (2018:34) regarding the decision- making process which has four interconnected stages, namely Intelligence, Design, Choice, Implementation. This research method is a qualitative descriptive method, data and research results were obtained from observations, interviews with several informant sources, and documentation. The results of the research show that the Decision Making Process of the Head of Gadu Timur Village in Realizing Infrastructure Development in Gadu Timur Village, Sumenep Regency, obtained 1). Intelligence: exploring development issues through Dusun Deliberations (Musdus) and Musrenbangdes (Village Development Planning Deliberations) involving the Village Government, community leaders, community representatives from each Hamlet, Hamlet Heads, BPD, and District Government. 2). Design: the infrastructure development design is written by the TPM (Deliberation Organizing Team) in the Village Budget Plan (RABDesa) list. 3). Choiche: the solution chosen is based on the community's priority needs, namely asphalt roads, drainage, concrete rebates, clean water sources, uninhabitable houses, latrines. The selection of development placement results from the Musrenbangdes. The final decision remains with the Village Head. 4). Implementation: All infrastructure development budgeted for 2022 will be realized in accordance with the priority needs of the community. Keywords: Decision Making Process, Village Development   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan Proses Pengambilan Keputusan Kepala Desa dalam Mewujudkan Pembangunan Infrastruktur Desa Gadu Timur Kabupaten Sumenep. Penelitian ini mengacu pada teori Simon (1960) dalam Dermawan (2018:34) tentang proses pengambilan keputusan yang memiliki empat tahapan yang saling berhubungan yaitu Intelligence, Design, Choice, Implementation. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, data dan hasil penelitian diperoleh dari hasil observasi, wawancara dengan beberapa sumber informan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Proses Pengambilan Keputusan Kepala Desa Gadu Timur dalam Mewujudkan Pembangunan Infrastruktur Desa Gadu Timur Kabupaten Sumenep, diperoleh 1). Intelligence: menelusuri masalah pembangunan melalui Musyawarah Dusun (Musdus) dan Musrenbangdes (Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa) yang melibatkan Pemerintah Desa, tokoh masyarakat, perwakilan masyarakat dari setiap Dusun, Kepala Dusun, BPD, dan Pemerintah Kecamatan. 2). Design: rancangan pembangunan infrastruktur ditulis oleh TPM (Tim Penyelenggara Musyawarah) dalam daftar Rencana Anggaran Biaya Desa (RABDesa). 3). Choiche: solusi yang dipilih berdasarkan pada kebutuhan prioritas masyarakat, yaitu jalan aspal, Drainase, Rabat Beton, Sumber Air Bersih, Rumah Tidak Layak Huni, Jambanisasi. Untuk pemilihan penempatan pembangunan hasil dari Musrenbangdes. Keputusan akhir tetap melalui Kepala Desa. 4). Implementation: Seluruh pembangunan infrasturktur yang dianggarkan pada tahun 2022 terealisasi sesuai dengan prioritas kebutuhan masyarakat. &nbsp

    ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SMART GOVERNANCE DALAM MEWUJUDKAN DATA TERINTEGRASI DESA

    Get PDF
    Abstract In 2021 the Sumenep Regent issued a policy, namely Sumenep Regent Regulation Number 44 of 2021 concerning Village Information Systems Data Integration of Empowered Village (DIGDAYA) to make Sumenep Regency one of the smart cities capable of making the village smart and integrated. This policy is more into the dimension of smart governance, through a website Data Integration of Empowered Village (DIGDAYA) which is implemented in all village in Sumenep Regency. One of the village that is expected to be able to implement smart governance is Pinggirpapas Village and Pinggirpapas Village is a village that has the population is quite large. However, theret is a problem, namely the condition of the people of Pinggirpapas Village, which is different from other regions. Pinggirpapas Village has a fairly large population, but the people of Pinggirpapas Village have a minimal level of educationand jobs that are not good. As well as a poor level of understanding of information technology. From these problems raises a question how to analize the implementation of smart governance policies in realizing integrated village data in districts Sumenep, Which aims to find out the analysis of the implementation of smart governance policies in realizing village integrated data in Pinggirpapas Village. The problems research were analiyzed using implementation analysis theory according to Donald Van Meter & Carl Van Horn (Duadji, 2017), using qualitative research methods. It reaulted thet, information related to smart governance has not been conveyed to the public   and no development has been carried out. However, they already have good enough resources even though the quality of human resources eveb through the quality of resources nad commitment of the implementers in Pinggirpapas Village is good enough to support the implementation of smart governance. The implementers were not good and the control exercised by the Head og Pinggirpapas Village was still not optimal. As well as the community was not involved in the implementation of smart governance in the Pinggirpapas Village, various mappings related to interesting Village data and the smart governance program were still not optimal. Keywords: Smart village, Smart governance, Information and communication technology, Village data integration. Abstrak Pada tahun 2021 Bupati Sumenep mengeluarkan kebijakan yaitu Peraturan Bupati Sumenep Nomor 44 tahun 2021 tentang Sisitem Informasi Desa Data Integrasi Desa Berdaya (DIGDAYA) untuk menjadikan Kabupaten Sumenep salah satu kota cerdas yang mampu menjadikan Desa menjadi cerdas dan terintegrasi. Kebijakan tersebut lebih ke dimensi smart governance, dengan malalui sebuah website Data Integrasi Desa Berdaya (DIGDAYA) yang di implementasikan di seluruh Desa di Kabupaten Sumenep. Salah satu Desa yang diharapkan mampu untuk mengimplementasikan smart governance adalah Desa Pinggirpapas serta Desa Pinggirpapas merupakan Desa yang memiliki jumlah penduduk yang cukup besar. Namun terdapat masalah, yakni kondisi masyarakat Desa Pinggirpapas yang berbeda dengan daerah lain. Desa Pinggirpapas memiliki jumlah penduduk yang cukup banyak namun masyarakat Desa Pinggirpapas memiliki tingkat pendidikan yang minim dan pekerjaan yang kurang baik. Serta tingkat pemahaman terhadap teknologi informasi yang kurang baik. Dari permasalah tersebut menumbuhkan sebuah pertanyaan bagaimana analisis implementasi kebijakan smart governance dalam mewujudkan data terintegrasi Desa di Kabupaten sumenep, yang bertujuan untuk mengetahui analisis implementasi kebijakan smart governance dalam mewujudkan data terintegrasi Desa di Desa Pinggirpapas. Permasalahan dalam penelitian dianalisis dengan menggunakan teori analisis implementasi menurut Donald Van Meter & Carl Van Horn (Duadji, 2017), dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Dihasilkan bahwa, informasi terkait smart governance belum tersampikan ke masyarakat dan belum ada pengembangan yang dilakukan, Namun sudah memiliki sumber daya yang cukup baik meskipun kuliatas SDM masih kurang, serta respon dan komitmen para pelaksana di Desa Pinggirpapas cukup bagus untuk mendukung implementasi smart governance. Akan tetapi, komunikasi, pelatihan dan sosialisasi yang   dilakukan oleh Pemerintah Desa Pinggirpapas kurang baik dan maksimal. Keahlian para pelaksana kurang baik dan kontrol yang dilakukan oleh Kepala Desa Pinggirpapas masih kurang maksimal. Serta masyarakat tidak terlibat dalam implementasi smart governance di Desa pinggirpapas, berbagai pemetaan terkait pengintegrasian data Desa dan program smart governance masih kurang maksimal. Kata kunci: Smart village, Smart governance, Teknologi informasi dan komunikasi, Integrasi data Desa

    PEMBERDAYAAN PETANI LOMBOK DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL DI DESA BUNBARAT KECAMATAN RUBARU

    Get PDF
    ABSTRAK   Pemerintah Desa dan Balai Penyuluh Pertanian Rubaru dalam menanam dan mengembangkan lombok sehingga menghasilkan lombok yang baik yaitu 1) Pemberian akses yang lebih besar kepada petani lombok Desa Bunbarat memiliki dengan menggali potensi yang dapat dikembangkan dan mendorong memotivasikan untuk membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimilikinya petani lombok dalam menanam maupun merawat lombok. 2) Memperkuat petani lombok Desa Bunbarat sebagai langkah nyata, bagi petani Lombok Desa Bunbarat dalam menyangkut penyediaan berbagai masukan (input), serta pembukaan akses ke dalam berbagai peluang (opportunities) yang akan membuat petani lombok menjadi makin berdaya, 3) Menciptakan sumber daya manusia yang kuat dan tangguh dalam melindungi petani lombok dengan pemberian pendampingan dan pelatihan agar dapat beriteraksi dalam membangun petani lombok yang profesional   ABSTRACT   Result observationaling to point out paprika farmer empowerment in increase social welfare at Silvan Bunbarat Rubaru's district, got empowered by potency digging up self paprika farmer with arranged pendampingan of Village Government and agricultural Extension Agent Hall Rubaru in plants out and develop paprika so result good paprika at the price is sold high, which is 1) Application accesses that greater to Silvan paprika farmer Bunbarat has with dig up potency who can be developed and pushes memotivasikan to arouse awareness of potency which its proprietary paprika farmer in plants out and also nurse paprika. 2 ) Strengthen Silvan paprika farmers Bunbarat as staged as realities, for Silvan Paprika farmer Bunbarat in concerns penyediaan entry sort (input), and access uncovering goes to in various opportunity   (opportunities) one that will make paprika farmer becomes to get useful, 3 ) Create strong man resource and firm deep protect paprika farmer with pendampingan's application and training to be able to beriteraksi in build professional paprika farmer     Key word        :           Empowerment, Welfare and Paprika Farmer. &nbsp

    PERUBAHAN BUDAYA ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN KINERJA

    Get PDF
    Abstract The study aims to provide a description and provide an analysis of organizing cultural change in the Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman and Perhubungan (DISPERKIMHUB)ofSumenepRegency.Theorganization'sculturalshiftwascarriedoutby a combination of the joint venture of the Sumenep Regency in 2022, a result of the merger of the Sumenep Regency, which originally came from two different OPD’s. These differences inevitably cause a change in the organization itself, the changes that exist will also affect the organization'sownculture.Oftheseorganizationalculturalchangesitisfearedcouldimpact on the organizational level of performance. This type of research USES qualitativedescriptivemethods.Asaresultofthisstudyshowedthat: 1)anunderstandingofthecultural changes in the Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman and Perhubungan is divided into two opinions. 2) relations between employees and between fields are fairly harmonious, and if a coordination meeting is met and an approach is made in advance if a person is less obedient. 3) communication obstacles have been found, difficulties in the monitoring of personnel and related staff barriers, but the Dinas makes several efforts to overcome them until the results of this service performance are met with good results. Keywords:Change,OrganizationalCulture,ImprovedPerformance   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memberikan deskripsi serta memberikan analisa mengenai perubahan budaya organisasi dalam meningkatkan kinerja di Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DISPERKIMHUB) Kabupaten Sumenep. Perubahan budaya organisasi ini dilatarbelakangi oleh dilaksanakannya perampingan berupa penggabungan OPD di Kabupaten Sumenep pada tahun 2022, salah satu hasil dari penggabungan OPD adalah Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DISPERKIMHUB) Kabupaten Sumenep yang awalnya berasal dari dua OPD yang berbeda. Perbedaan-perbedaan yang ada ini tentu menyebabkan sebuah perubahandalam organisasi itu sendiri, perubahan yang ada juga akan mempengaruhi budaya organisasi itu sendiri. Dari adanya perubahan budaya organisasi ini dikhawatirkan dapat berdampakpadatingkatkinerjaorganisasi.Jenispenelitianinimenggunakanmetodedeskriptifkualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Pemahaman mengenai perubahan budaya dalam Dinas ini terbagi menjadi dua pendapat. 2) Kondisi hubungan antar pegawai maupun antar bidang cukup harmonis dan apabila terdapat hambatan maka akan dilakukan rapat koordinasi serta akan dilakukan pendekatan terlebih daulu apabila ada pegawai yang kurang patuh.3) Ditemukanbeberapahambatanberupakomunikasi,kesulitandalamhalpemantauan   pegawai dan terkait hambatan individu pegawai, namun Dinas ini melakukan beberapa upaya untuk mengatasinya hingga akhirnya hasil dari kinerja dinas ini tergolong baik. KataKunci:Perubahan,BudayaOrganisasi,MeningkatkanKinerj

    Partisipasi Masyarakat Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa di Desa Gedungan Kecamatan Batuan Kabupaten Sumenep

    Get PDF
    Abstrak Community participation as development input is expected to increase efforts to improve conditions and living standards of rural communities. Between the participation of the village community and the ability of the village community to develop independently. The purpose of this research is to find out how the community participates in attending village development planning meetings. This research is a qualitative research. While the subjects in this study were determined based on purposive sampling techniques, and the data collection techniques the authors used in this study were observation, interview and documentation techniques, to find out how community participation in participating in village development planning deliberations in this building village the authors used the theory of community participation including attendance at meetings, discussions, contributions of ideas and responses or rejection of the programs offered. From the results of the study it was concluded that in general community participation in village development planning meetings in the village of Gedungan in 2022, not all meeting participants had a special invitation to attend. There were several youth leaders who attended without an official invitation. However, the percentage of participants in Musrengbandes is very good because it reaches 80%. And community participation in contributing ideas in village development planning meetings is still low. The community’s obstacles to participating in musrenbang activities are the lack of socialization of village musrenbang activities and the lack of public trust in the village head’s leadership and the community feeling represented by the presence of the RT and RW heads. This is due to the lack of public awareness of the importance of development in the village. Keywords: community participation, musrenbangdes   Abstrak Partisipasi masyarakat sebagai masukan pembangunan diharapkan dapat meningkatkan usaha perbaikan kondisi dan taraf hidup masyarakat desa. Diantara partisipasi masyarakat desa dengan kemampuan masyarakat desa untuk berkembang secara mandiri. tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana partisipasi masyarakat dalam mengikuti musyawarah perencanaan pembangunan desa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sedangkan subjek dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan teknik purposive sampling, dan teknik pengumpulan data penulis gunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, untuk mengetahui bagaimana partisipasi masyarakat dalam mengikuti kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan desa di desa gedungan ini penulis menggunakan teori partisipasi masyarakat diantaranya kehdiran dalam rapat, diskusi, sumbangan pikiran dan tanggapan atau penolakan terhadap program yang ditawarkan. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa secara umum partisipasi masyarakat dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa di desa gedungan tahun 2022 tidak semua peserta rapat   memiliki undangan khusus untuk menghadiri. Ada beberapa dari kalangan tokoh pemuda yang menghadiri tanpa adanya undangan secara resmi. Namun, secara presentase kehadiran partisipan dalam Musrengbandes adalah baik karena mencapai 80% hal ini didasari oleh daftar hadir waktu pelaksanaan musrenbangdes. Dan partisipasi masyarakat dalam memberikan sumbangan pemikiran dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa masih rendah. hambatan masyarakat untuk mengikuti kegiatan musrenbang adalah kurang sosialisasi akan adanya kegiatan musrenbangdesa serta kurangnya kepercayaan masyarakat akan kepemimpinan kepala desa serta masyarakat merasa terwakili akan kehadian ketua RT maupun RW. Hal ini disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pembangunan di desa. Kata kunci : partisipasi masyarakat, musrenbangde

    PENGARUH KARAKTERISTIK PEKERJAAN DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN

    Get PDF
    The objectives of this study are 1) To determine the job characteristics, job stress and employee performance at PT Pegadaian Sukabumi.2) To determine whether job characteristics affect employee performance at PT. Pegadaian Sukabumi. 3) The research method used by researchers is quantitative research with a descriptive approach. The results of this study indicate that there is a positive and significant influence between job characteristics on employee performance. And there is a positive and significant influence between Job Stress on Employee Performance

    2,109

    full texts

    2,235

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Wiraraja
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇