E-Journal Universitas Wiraraja
Not a member yet
2235 research outputs found
Sort by
PENERAPAN METODE PENCATATAN DAN PERSEDIAAN BARANG DAGANG (STUDI KASUS PADA UMKM TOKO BANGUNAN MELA JAYA)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode pencatatan dan penilaian persediaan barang dagang pada UMKM Toko Bangunan Mela Jaya yang dimiliki oleh Ibu Melasari dan dibantu oleh tiga orang karyawan, salah satunya bernama Mulyadi. Persedian barang dagang merupakan salah satu aset penting bagi kelancaran kegiatan usaha, sehingga pengelolaanya dilakukan secara tepat.
Metode penelitian yang digunakan pendekatan secara kualitattif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini berpokus pada bagaimana Toko Bangunan Mela Jaya menerapkan metode pencatatan persediaan dan metode penilaian yang digunakan diusahanya.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pencatatan persediaan masih dilakukan secara manual dengan menggunakan metode periodik. Selain itu, pemilik cendrung menerapkan metode FIFO (First in First out) pada barang-barang utama seperti semen,pasir, dan kayu. Sedangkan metode LIFO (Last in First out) pada barang yang memiliki ukuran lebih kecil meskipun sederhana, sistem yang digunakan sudah membantu dalam menjaga kelancaran usaha, meskipun belum sepenuhnya sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran bagi UMKM sejenis dalam meningkatkan pencatatan dan penilaian persediaan barang dagang, sehingga pengelonaan usaha dapa berjalan lebih efisien dan transparan
PENGARUH PERTUMBUHAN PERUSAHAAN, PELUANG INVESTASI, ARUS KAS, DAN PERJANJIAN UTANG TERHADAP KONSERVATISME AKUNTANSI (PERUSAHAAN SEKTOR KESEHATAN PERIODE 2021-2023)
This study aims to examine the effect of company growth, investment opportunities, cash flow, and debt covenants on accounting conservatism in healthcare companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2021–2023 period. The study employed a quantitative approach with secondary data in the form of annual financial reports obtained from the official IDX website. The sample was determined through purposive sampling and consisted of 24 companies with a total of 72 observations over three years. The dependent variable was accounting conservatism, measured using the accrual basis, while the independent variables included company growth, investment opportunities, cash flow, and debt covenants. Data analysis was performed using multiple linear regression with SPSS version 22 software, accompanied by classical assumption tests to ensure model validity. This study is expected to provide theoretical contributions to the development of accounting studies, particularly regarding the factors influencing accounting conservatism. Practically, the research results are expected to serve as a reference for company management in applying the principle of conservatism to improve the quality of financial reports and maintain stakeholder trust. These findings can also provide input for investors and creditors in evaluating the financial performance of companies in the healthcare sector
PENGARUH KOMPENSASI, ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR DAN WORK LIFE BALANCE TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT KARYA GAGAS MULIA DI SUMENEP
Employee performance is one of the key elements in determining the success of an organization. This study aims to determine the effect of compensation, Organizational Citizenship Behavior and Work Life Balance on employee performance at PT Karya Gagas Mulia, Sumenep. The method used is a quantitative approach, with the study population covering all employees of the company. The sampling technique was carried out by probability sampling using the random sampling method, obtaining 57 respondent samples. For data collection, a Likert scale-based questionnaire was used, which measured respondents' perceptions of the influence of well-being, organizational citizenship behavior, and work-life balance on their performance. Data processing was carried out using SPSS software version 26. The results of the analysis showed that partially, the three independent variables (compensation, OCB, and WLB) had a positive and significant effect on employee performance. While simultaneously, the three variables contributed greatly to improving performance, as seen from the R Square value of 0.819 or 81.9%. This means that most of the variables in employee performance can be explained by these three factors, while the remaining 18.1% is influenced by other variables not discussed in this stud
DERTEMINAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI YANG MELAKUKAN PEKERJAAN BEBAS
This study aims to analyze the effect of tax corruption perception, tax justice, E-Billing implementation, and tax socialization on the compliance of individual taxpayers who engage in freelance work. The research was conducted at KPP Pratama Senapelan Pekanbaru using a quantitative method. Data were collected from 100 respondents using probability sampling and analyzed through multiple linear regression. The findings reveal that only the E-Billing implementation variable significantly affects tax compliance among freelancers. Meanwhile, the variables of tax corruption perception, tax justice, and tax socialization have no significant impact. These results highlight the effectiveness of digital tax services in improving taxpayer compliance, especially for freelance workers who often value convenience and efficiency. Therefore, the tax authority should further strengthen electronic-based systems that are more user-friendly, accessible, and tailored to the diverse needs of taxpayers. In addition, improving the quality and relevance of tax education is essential to support long-term compliance across all taxpayer segments
Sosialisasi Gerakan Anti Judi Online (Gajol) di Desa Banjarsari Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik
Judi online membawa dampak negatif berupa kerugian ekonomi, keretakan keluarga, hingga meningkatnya tindak kriminal. Untuk mencegah hal tersebut, dilaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat berupa Gerakan Anti Judi Online (Gajol) di Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik dengan melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda karang taruna, ibu rumah tangga, dan pelajar. Kegiatan bertujuan meningkatkan kesadaran hukum, literasi digital, dan partisipasi masyarakat dalam menolak praktik judi online. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif, diskusi kelompok, serta simulasi literasi digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan hukum masyarakat, perubahan sikap masyarakat yang menolak terlibat judi online, terbentuknya relawan desa, serta penyebaran media edukasi yang mendapat respon positif. Program Gajol terbukti efektif sebagai strategi preventif hukum pidana berbasis edukasi dan partisipasi masyarakat, sekaligus mendukung langkah represif pemerintah dalam memberantas judi online
KAJIAN MINAT PEMUDA TERHADAP SEKTOR PERTANIAN DI DESA SEKARPURO KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG
One of the supporting pillars of the economy is the agricultural sector. Various needs in supporting food security, provision of production materials, results of industrial market strategies and sources of human resources and provision of capital for other sectors are fulfilled by the agricultural sector. This research was conducted to examine the perceptions (interests) of the younger generation in the agricultural sector in Sekarpuro Village, Pakis District, Malang Regency. This study used stratified random sampling, namely sampling based on strata. The research data was collected through questionnaires and interviews. The data analysis method used is quantitative descriptive method in the form of multiple linear regression analysis using SPSS (Statistical Package for Social Science) to analyze the effect of income, capital, family environment (parental point of view), age, education and work environment on perceptions (interest young generation towards agriculture). The research results obtained are that the interest of the young generation is strongly influenced by the parents' point of view, work environment and income. Based on the findings of a study on perceptions of youth interest in the profession of rice farming, a number of 99 young people, it is known that the interest of the younger generation in agriculture strongly agrees 4% disagrees 52.5% normal 38.4% agrees 5.1. The value of 100% is the cumulative value of the sum of 4% + 52.5 % + 38.4 %+5.1% = 100%. Meanwhile, age, capital, education did not influence the perception (interest) of the younger generation in the agricultural sector
STRATEGI PENINGKATAN INCOME DI D’SRUPUT DENGAN MENGGUNAKAN MENU ENGINEERING
This research is motivated by the problems found in D’Sruput, where are drinks that have low popularity and low profitability so that the income generated is not optimal. The purpose of this study is to analyze the income increasing strategi at D’Sruput by looking atthe level of popularity and profitability of each drink. The method in this study uses a qualitative descriptive method , in which the data obtained will be processed using menu engineering with the help of Microsoft excel with beverage sales history data obtained from October 2022 - Desember2022. Based on the results of research conducted by the autor using the menu engineering method. strategies for increasing income can be determined in the from of : maintaining quality for the star category, reducting beverage costs for the plowhors category, adding or reducting recipes or making changes to products for the puzzle category and changing the menu for the dog categor
OPTIMALISASI SOSIAL MEDIA MARKETING BAGI PELAKU UKM DI KEPULAUAN
Desa Pagerungan Besar merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Sapeken yang memiliki sumber kekayaan alam yang tingi. Hal ini menyebab desa ini dapat melahirkan banyak pelaku ukm. Meskipun demikian, para pelaku ukm memiliki persoalan dalam promosi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini sangat penting untuk segera dilakukan. Terdapat dua persoalan yang diangkat dalam kegiatan ini yaitu lemahnya pengetahuan pelaku ukm terhadap sosial media dan persoalan kurangnya kemampuan dalam menggunakan sosial media sebagai media promosi. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat sosial media dan memberikan pelatihan tentang cara menggunakan sosial media sebagai media promosi. Peserta dalam kegiatan ini adalah pelaku ukm di Desa Pagerungan besar. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 20 peserta. Kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi dan pelatihan. Metode ini dirasa tepat untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh pelaku ukm di desa pagerungan besar. Terdapat tiga tahapan yang dilakukan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi kegiatan. Berdasarkan hasil yang diperoleh selama pelasksanaan kegiatan diperoleh informasi bahwa terdapat peningkatan pemahaman para peserta kegiatan mengenai social media marketing dan cara menggunakan sosial media marketing berupa whatsapps dan instagram. untuk kegiatan selanjutnya direkomendasikan untuk melakukan kegiatan yang sama tapi dengan aplikasi social media marketing yang berbeda
PERAN PEMERINTAH DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN SUMENEP
Sampah yang timbul dari aktivitas yang dilakukan manusia semakin bertambah volumenya seiring meningkatnya populasi penduduk, tingkat konsumsi, serta kemajuan teknologi. Jumlah populasi penduduk yang mencapai 261.115.456 juta jiwa turut menyumbang suplai timbulan sampah yang menembus angka 65 juta ton/tahun (BPS, 2018:5). Proyeksi penduduk yang meningkat tentunya juga meningkatkan timbulan sampah. Berdasar pada latar belakang penulisan skripsi ini akhirnya bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran Pemerintah Daerah dalam melakukan pengelolaan sampah di Kabupaten Sumenep dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Sumenep. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa Peran pemerintah daerah sebagai regulator, dinamisator dan fasilitator dalam hal ini Dinas Lingkungan hidup sudah menerapkan peran dan tugasnya dengan baik dalam melakukan pengelolaan sampah di Kabupaten Sumenep. Hanya saja dalam pelaksanaannya ataupun pengaplikasiannya belum maksimal.
Kata Kunci: Peran pemerintah, Pengelolaan Sampah, Partisipasi masyaraka
PENINGKATAN KINERJA APARATUR DESA DALAM MEWUJUDKAN KUALITAS PELAYANAN DI DESA KALIKATAK KECAMATAN ARJASA
Pelayanan kepada masyarakat merupakan kewajiban dasar Pemerintah Desa. Peningkatan kinerja aparatur desa merupakan langkah utama mewujudkan kualitas pelayanan. Sehingga Pemerintah Desa Kalikatak berupaya melakukan peningkatan kinerja pelayanan yang berkualitas agar bisa sesuai dengan harapan masyarakat, karena banyak terjadi masyarakat mengeluhkan pelayanan yang diberikan oleh aparat desa khususnya di Desa Kalikatak, Kecamatan Arjasa. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan, mengetahui, dan mengkaji peningkatan kinerja aparatur Desa dalam mewujudkan kualitas pelayanan di Desa Kalikatak Kecamatan Arjasa.
Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Informan penelitian ini terdiri dari Badan Permusyawaratan Desa Kalikatak (BPD) sebagai informan kunci, Kepala Desa Kalikatak sebagai informan utama, masyarakat dan aparatur desa sebagai informan pendukung. Teknik analisis data yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menujjukkan bahwa Pemerintah Desa Kalikatak melalui pelatihan telah mengupayakan peningkatan kinerja paratur desa. Mengenai peningkatan kinerja aparatur Desa Kalikatak maka BPD membuat konsep pelatihan dan pengembangan keterampilan yang terlaksana tahun 2024 dalam mewujudkan kualitas pelayanan yang efektif. Operasional dan standar waktu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sudah diterapkan dengan baik oleh aparatur Desa Kalikatak. Pelatihan yangditerapkan memberikan manfaat yang signifikan terhadap kinerja dan komitmen aparatur desa.Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk ikut serta melaksanakan pelatihan untuk mengetahuisejauh mana pelatihan tersebut dijangkau oleh aparatur desa