E-Journal Universitas Wiraraja
Not a member yet
    2235 research outputs found

    Pelatihan Penulisan Paragraf Deskriptif Menggunakan Graphic Organizers

    Get PDF
    Ada 2 jenis keterampilan berbahasa yang harus dikuasai oleh pelajar yaitu ketrampilan pasif dan produktif. Keterampilan produktif adalah berbicara dan menulis. Dalam belajar bahasa Inggris, kecapan berbicara dan menulis sangat sukar dikuasai oleh pelajar. Hal ini juga dialami oleh pelajar di Pengembangan Pendidikan Anak Ikhtus Wilayah Manado Barat Daya. Untuk mengatasinya, diberikan pelatihan menulis esai dalam bentuk paragraf yaitu paragraph deskriptif dengan menerapkan graphic organizers (GO). Pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan beberapa tahap selama 6 bulan. Kegiatan ini memberikan penjelasan tentang menulis paragraph dan strukturnya, paragraphs deskriptif dan strukturnya serta bagaimana struktur paragraph deskriptif diterapkan pada alat pembelajaran grafis yang visual atau graphic organizers. Peran alat belajar tersebut sebagai brainstorming untuk mempermudah pelajar mengingat elemen-elemen pada paragraph descriptive. Paragraph deskriptif yang diajarkan adalah  menggambarkan orang. Hasil menunjukkan graphic organizers yang disesuaikan  dengan ciri-ciri paragraph deskriptif membantu siswa untuk menulis esai sesuai elemen penyusunnya

    PEMBANGUNAN PARIWISATA MELALUI MODEL PENTAHELIX: STUDI KASUS PASIR PUTIH KEPULAUAN KANGEAN

    Get PDF
    White sand beaches offer significant tourism potential, promising economic growth and development opportunities for local communities.  This tourism development can improve community welfare through various sectors, such as tourism, hospitality and culinary.  However, this large white sand tourism potential has not been utilized optimally due to lack of attention from stakeholders, including the government.  The pentahelix model, which involves academics, government, business, community and media, is considered the right solution to optimize this tourism potential.  This research aims to analyze the tourism potential of white sands and examine the role of the pentahelix model in its development.  The research method used is literature study and direct field observation on white sand beaches.  The results of the research show that tourism development is not yet optimal because there are no real shortages that have not been maximized by each stakeholder, they do not yet know the results of tourism development. Keywords: Pentahelix model, tourism development, Pasir Putih Beac

    E Effectiveness of Consuming Boiled Eggs on Healing Time Perennial Wounds in Postpartum Mothers

    No full text
    One of the causes of postpartum maternal deaths is infection in the perineal wound due to lack of adequate wound care, which causes secondary bleeding during the postpartum period, as well as triggering local and general infections. The impact of perienal suture wounds can cause infection and disruption of the mother's movements and activities. Accelerating wound healing during the postpartum period is highly expected, one of which is by consuming high levels of protein, namely eggs.  This study aims to determine the effectiveness of giving boiled eggs on healing perineal wounds in postpartum mothers. The observation case study method using observation sheets and checklists with a continuity of care approach was given to postpartum mothers, Mrs.  R at Adeyane Midwife Independent Practice, Tanggamus Regency from 30 December- 3 January 2024. Data analysis by comparing the data obtained with existing theory. Complementary midwifery care for postpartum mothers by consuming boiled eggs twice a day for a week or as long as the wound has not healed. As a result, giving postpartum mothers boiled egg whites will speed up the healing of perineal wounds. It is expected that providers of midwifery care services will always maintain existing midwifery services and continue to develop the latest knowledge

    KADAR VITAMIN C PADA MANGGA ARUM MANIS YANG DISIMPAN PADA SUHU YANG BERBEDA

    Get PDF
    Mango fruit that is consumed daily has several benefits such as increasing the body’s immunity, facilitating digestion, supporting eye health, helping hair and skin health, helping reduce cancerrisk, emphasizing cholesterol levels, and nourishing the heart. Mango post-harvest handling is a critical activity that needs attention before mango fruit reaches consumers. Mango fruit storageis closely related to distribution and marketing activities. This study aims to determine how to store at different temperatures for seven days. This study used the storage temperature treatment of arum manis mango. The treatments used were 5-10oC, 15-20oC, 27-32oC, and 35-40oC. The main parameters were vitamin C levels in each treatment and a decrease in vitamin C levelsduring storage. Storage at a temperature of 5-10oC produces an average vitamin C content of 6.84 ± 0.28 mg/ 100 g. Storage at room temperature (27-32oC) resulted in an average vitamin Ccontent of 3.91 ± 0.44 mg/ 100 g. The vitamin C content of the freshly harvested sweet arum mango fruit was 7.53 ± 0.40 mg/ 100 g. Storage at low temperatures is the best choice tomaintain the quality of vitamin C of arum manis mango

    ANALISIS SALURAN PEMASARAN DAN STRUKTUR PASAR GULA SIWALAN DI DESA KARDULUK KECAMATAN PRAGAAN KABUPATEN SUMENEP

    Get PDF
    Desa Karduluk merupakan salah satu desa di Kecamatan Pragaan yang menghasilkan gula siwalan. Harga gula siwalan yang diterima pengrajin lebih rendah dibandingkan dengan harga dipasaran dan ketergantungan pengrajin terhadap keberadaan pedagang pengepul dan pengecer untuk menjual gula siwalan yang mereka produksi. Oleh karena itu diperlukan proses pemasaran yang tepat dalam menyalurkan gula siwalan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui saluran pemasaran gula siwalan, (2) untuk mengetahui efisiensi saluran pemasaran gula siwalan, (3) untuk mengetahui struktur pasar gula siwalan. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Karduluk dengan sampel yaitu pengrajin 53 orang, pengepul 8 orang dan pengecer 15 orang. Analisis yang digunakan adalah analisis saluran pemasaran yang terdiri dari analisis deskriptif untuk pola saluran pemasaran, dan analisis marjin pemasaran, farmer share, serta analisis efisiensi saluran pemasaran. Kemudian struktur pasar menggunakan analisis pangsa pasar, CR4 dan Minimum Efficient Scale (MES). Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat saluran pemasaran yaitu saluran pemasaran tingkat satu dan saluran pemasaran tingkat dua. (2) Saluran pemasaran gula siwalan di Desa Karduluk sudah efisien, namun jika dibandingkan antara keduanya saluran pemasaran tingkat satu yang lebih efisien. (3) Struktur pasar gula siwalan di Desa Karduluk untuk pengrajin menunjukkan pasar yang bersaing dan mengarah pada pasar persaingan sempurna, untuk pedagang pengepul dan pedagang pengecer mengarah kepada struktur pasar oligopoli longgar

    Analisis Pengelolaan Sumber Daya Manusia dan Layanan Khusus di SDIT Al Ibrohimi

    Get PDF
    Penelitian ini menganalisis pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dan layanan khusus di SDIT Al Ibrohimi untuk meningkatkan efektivitas pendidikan terpadu. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana strategi pengelolaan SDM dan penyediaan layanan khusus dapat berkontribusi pada kualitas pembelajaran serta kesejahteraan siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap tenaga kependidikan dan siswa di SDIT Al Ibrohimi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan SDM yang efektif, termasuk peningkatan kompetensi guru dan dukungan administratif yang kuat, berperan signifikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang optimal. Selain itu, layanan khusus seperti konseling, bimbingan akademik, dan pengembangan karakter berkontribusi besar dalam memenuhi kebutuhan individual siswa. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan manajemen SDM serta penguatan layanan khusus untuk mendukung visi pendidikan terpadu di SDI

    DARI VISI MENJADI KENYATAAN: PERAN KEPEMIMPINAN DALAM REFORMASI SEKTOR PUBLIK DI INDONESIA

    Get PDF
    This article delves into how visionary leadership can bridge the gap between aspiration and achievement in the public sector. At the heart of any successful public sector reform lies a clear and compelling vision. Visionary leaders possess the foresight to identify pressing issues, envision future possibilities, and articulate a path forward that inspires action and commitment from stakeholders. They understand that a well-defined vision serves as a guiding beacon, aligning diverse interests and efforts toward a common goal of transformation. This new leadership models emphasized symbolic leader behavior; visionary, inspirational messages; emotional feelings; ideological and moral values; individualized attention; and intellectual stimulation. Emerging from these early works, charismatic and transformational leadership theories have turned out to be the most frequently researched theories over the past 20 years. The research method used is qualitative through in-depth interviews, observation and documentation. The result show that Visionary leadership is a catalyst for sustainable development and inclusive growth in Indonesia's public sector. By anticipating future challenges, articulating compelling visions, setting ambitious agendas, fostering collaboration, promoting accountability, embracing innovation, and overcoming resistance, visionary leaders like President Joko Widodo have reshaped the trajectory of the nation and laid the groundwork for a prosperous future. Keywords: Vision Leadership, Reform Public Sector, Indonesia, Jokowi. Abstrak Artikel ini menggali bagaimana kepemimpinan visioner dapat menjembatani kesenjangan antara aspirasi dan prestasi di sektor publik. Inti dari kesuksesan reformasi sektor publik terletak pada visi yang jelas dan meyakinkan. Pemimpin visioner memiliki pandangan ke depan untukmengidentifikasi isu-isu mendesak, membayangkan kemungkinan-kemungkinan di masa depan, dan mengartikulasikan jalan ke depan yang menginspirasi tindakan dan komitmen para pemangku kepentingan. Mereka memahami bahwa visi yang terdefinisi dengan baik berfungsi sebagai mercusuar, menyelaraskan beragam kepentingan dan upaya menuju tujuan transformasi bersama. Model kepemimpinan baru ini menekankan perilaku pemimpin simbolik; pesan-pesan visioner dan inspiratif; perasaan emosional; nilai-nilai ideologis dan moral; perhatian individual; dan rangsangan intelektual. Berangkat dari karya-karya awal ini, teori kepemimpinan karismatik dan transformasional telah menjadi teori yang paling sering diteliti  selama 20 tahun terakhir. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner merupakan katalisator pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan inklusif di sektor publik Indonesia. Dengan mengantisipasi tantangan masa depan, mengartikulasikan visi yang menarik, menetapkan agenda yang ambisius, mendorong kolaborasi, mendorong akuntabilitas, menerima inovasi, dan mengatasi hambatan, para pemimpin visioner seperti Presiden Joko Widodo telah mengubah arah bangsa dan meletakkan dasar bagi masa depan yang sejahtera. Kata Kunci: Visi Kepemimpinan, Reformasi Sektor Publik, Indonesia, Jokowi

    PENGUATAN POTENSI UMKM MELALUI PROGRAM DIGITALISASI DI KABUPATEN SUMENEP

    Get PDF
    Untuk membantu kemajuan sektor UMKM dalam rangka memulihkan kesejahteraan bangsa terutama setelah pandemi Covid-19, pemerintah berupaya meningkatkan skill UMKM di bidang digitalisasi. Dalam mempertahankan usahanya pelaku UMKM siap tidak siap harus beralih ke sistem digitalisasiuntuk pasca Covid-19. Masih banyak pelaku UMKM yang tidak memanfaatkan adanya teknologi digitalisasi karena dianggap terlalu rumit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penguatan potensi UMKM melalui program digitalisasi di Kabupaten Sumenep. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Peneliti menggunakansumber primer dan sumber sekunder untuk memperoleh informasi maupun data dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh berupa Peraturan Pemerintah, Perundang-Undangan, administrasi publik, jurnal UMKM berbasis digitalisasi.Penguatan potensi yang dilakukan berjalan dengan cukup baik. Akan tetapi, hasil yang diharapkan masih belum optimal karena terdapat beberapa unsur yang butuh penyempurnaan terkait penguatan potensi melalui program digitalisasi. Pemerintah harus fokus terhadap permasalahan-permasalahan yang bisa membuat UMKM tertinggal. Kata Kunci: Pemberdayaan, UMKM, Digitalisasi, Ekonom

    IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERATURAN BUPATI NOMOR 14 TAHUN 2019 TENTANG PERCEPATAN PENANGGULANGAN STUNTING ( STUDI PADA PUSKESMAS GULUK-GULUK KABUPATEN SUMENEP )

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih tingginya angka stunting di indonesia pada tahun 2022 yang mencapai 21,6%, dan prevelensi stunting di jawa timur yang mencapai 19,2% sementara itu sumenep berada di urutan ke 15 di jawatimur dengan mencapai 21,6% sehingga terciptanyalah PeraturanPresidenNomor 72 Tahun 2021 2021TentangPercepatanPenurunan Stunting dan Peraturan Bupati Nomor 14 Tahun 2019 Tentang Percepatan Penanggulangan Stunting. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui Implementasi kebijakan yang dilakukan oleh puskesmas Guluk- guluk dalam penurunan stunting. Metode penelitian yang digunakan di dalam penelitian adalah metode penelitian kualitatif sebagai analisi data dengan teknik pengumpulan datanya yaitu observasi,wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori implementasi oleh Van Meter dan Van Horn (1975) yang memiliki 6 indikator yaitu : Ukuran dan Tujuan Kebijakan,Sumber Daya Manusia, Karakteristik Agen Pelaksana, Sikap atau Kecenderungan Para Pelaksana, Komunikasi Antar Organisasi dan Aktivitas Pelaksana, Lingkungan Sosial, Ekonomi, atau dan Politik. Implementasi kebijakan penurunan stunting di puskesmas guluk-guluk sudah berhasil. Lokasi yang saya pilih yaitu puskesmas Guluk-guluk. Alasan peneliti mengambil lokasi di lokasi tersebut dikarenakan puskesmas Guluk-guluk mampu menekan angka stunting di kecamatan Guluk-guluk, Hasil penelitian berdasarkan fukus penelitian implementasi kebijakan penurunan stunting di puskesmas guluk-guluk sudah sesuai dengan yang ditentukan, para implementor/pelaksana sudah melaksanakan kebijakan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Sumber daya yang terlibat dalam implementasi penurunan stunting cuckup maksimal. Pada konteks implementasi kebijakan penurunan stuntinng, agen pelaksana yang terlibat cukup demokratif dan persuasif. Hal ini mempengaruhi ketercapaian tujuan yang akan dicapai dengan batas waktu yang ditentukan. Kata kunci : Implementasi, Kebijakan, Stunting

    IMPLEMENTASI KEBIJAKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 2017 TENTANG NETRALITAS KEPALA DESA DALAM PEMILIHAN UMUM DI KECAMATAN DUNGKEK KABUPATEN SUMENEP

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan netralitas kepala desa dalam pemilu di Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep. Dengan menggunakan teori Implementasi Kebijakan Publik Mazmainan dan Paul A. Sabatier. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif, dengan fokus 1) implementasi kebijakan. 2) Faktor apa saja yang mempengaruhi dalam pelaksanaan kebijakan. 3) Perilaku pelaksana kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan netralitas kepala desa masih menghadapi tantangan yang signifikan. Adanya tekanan dari pihak eksternal maupun internal sehingga kepala desa sulit untuk mematuhi netralitas yang diatur dalam UU No. 7 Tahun 2017 dan UU No. 6 Tahun 2014 dengan bukti adanya salah satu perangkat desa yang tidak netral. Penelitian juga mengidentifikasi tekanan politik dari partai politik, hubungan kekeluargaan, dan intervensi pemerintah sebagai faktor utama yang mempengaruhi kepatuhan kepala desa terhadap kebijakan netralitas. Temuan ini menyoroti pentingnya integritas pemilu dan perlindungan terhadap proses demokratisasi di tingkat lokal. Untuk meningkatkan implementasi kebijakan ini, diperlukan pendekatan yang lebih sistematis dan memberikan pemahaman secara mendalam tentang pentingnya netralitas, termasuk penegakan sanksi yang lebih tegas, melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan terhadap netralitas kepala desa, dan program pelatihan yang intensif untuk meningkatkan keterampilan dan komitmen kepala desa dalam menjaga netralitas. Kata kunci: implementasi kebijakan, netralitas, kepala desa

    2,109

    full texts

    2,235

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Wiraraja
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇