E-Journal Universitas Wiraraja
Not a member yet
2235 research outputs found
Sort by
FACTORS AFFECTING TAX COMPLIANCE AMONG SMALL BUSINESS ENTERPRISES: EVIDENCE FROM POKHARA VALLEY
Taxes are levied in almost every country, primarily to raise revenue for government expenditures. Tax compliance issue is a major problem in revenue generation by the government in Nepal. This study therefore aims to examine the impact of tax knowledge and awareness, detection and punishment, tax system and implementation, attitudes towards tax, tax rewards and incentives, and tax policy on tax compliance behavior of small-sized enterprises of Pokhara Valley. The study is based on descriptive and analytical research design with a quantitative nature of data. Required data were collected through primary sources by using a self-administered questionnaire, coded, and analyzed by employing both descriptive and inferential statistics namely mean, standard deviation, Pearson’s correlation, and multiple linear regression models side by side 50 samples were selected along with a convenience sampling design. The study result confirms that the variables including tax knowledge and awareness, tax system and implementation, detection and punishment, and tax policy display low positive relationships with tax compliance behaviour but attitudes toward tax show a negative correlation. Besides this, the relationship between tax rewards and incentives and tax compliance behaviour is moderate. Additionally, all the explanatory variables have an insignificant impact on the tax compliance of the small-sized businesses of Pokhara Valley. It is anticipated that this study will offer significant new information and comprehension to academics, practitioners, policymakers, and other regulatory bodies involved in the creation of tax policies
Penilaian Tingkat Kerentanan Air Tanah Terhadap Pencemaran dengan Metode Simple Vertical Vulnerability (SVV) Di Kecamatan Bandar Kedung Mulyo Kabupaten Jombang
Bandar Kedung Mulyo District is an area at risk of groundwater pollution due to agricultural activities involving pesticide use and improper disposal of domestic waste. Preventive measures are necessary to protect groundwater from contaminants. One approach is to assess groundwater vulnerability using the SVV Method. This research aims to evaluate the SVV index as an assessment of groundwater vulnerability derived from parameters such as the thickness of the unsaturated zone, percolation value, and the type of material in the saturated zone. The research results indicate variations in groundwater vulnerability levels, with SVV index values ranging from 11.55 to 47.89 over the five-month study period. There are three classifications of groundwater vulnerability levels: medium (35-65) and high (24-35) with an area percentage of 9 – 10% each. Very high vulnerability (≤ 24) dominates with a percentage of 81 – 82% of the area. The percentage of areas with very high vulnerability decreased, while areas with medium and high vulnerability increased each month. This is due to the decreasing depth of groundwater each month.Kecamatan Bandar Kedung Mulyo merupakan kecamatan dengan risiko terdapat pencemaran air tanah akibat aktivitas pertanian dengan penggunaan pestisida dan kegiatan membuang limbah domestik sembarangan. Perlu adanya upaya preventif untuk melindungi air tanah dari kontaminan. Salah satunya adalah menilai tingkat kerentanan air tanah dengan Metode SVV. Penelitian ini bertujuan untuk menilai indeks metode SVV sebagai penilaian kerentanan air tanah yang dihasilkan dari parameter seperti ketebalan zona tidak jenuh air, nilai perkolasi, dan tipe material lapisan zona tidak jenuh air. Hasil penelitian menunjukkan variasi tingkat kerentanan air tanah dengan nilai indeks SVV sebesar 11.55 – 47.89 selama 5 bulan penelitian. Terdapat tiga klasifikasi tingkat kerentanan air tanah. Kerentanan sedang (35 – 65) dan tinggi (24 – 35) dengan persentase luas masing-masing adalah 9 – 10%. Kerentanan sangat tinggi (≤ 24) mendominasi dengan persentase 81 – 82% dari luas wilayah. Persentase area dengan kelas sangat tinggi mengalami penurunan, sementara area dengan kelas sedang dan tinggi meningkat setiap bulannya. Hal tersebut disebabkan oleh parameter kedalaman air yang mengalami penurunan tiap bulannya
Green Concrete: Pemanfaatan Sampah Non Organik Tutup Botol “Kempyeng” Dan Serbuk Kaca Sebagai Material Susbtitusi Parsial Beton
The construction industry in Indonesia continues to grow. Additionally, data from the Ministry of Environment shows that the amount of non-organic waste accumulated over the four years from 2020 to 2023 has also increased. The innovation in this study is the use of non-organic waste from ‘Kempyeng’ bottle caps and glass as a solution for environmentally friendly concrete (Green Concrete). This study aims to identification the optimal composition and analize percentage influence on compressive strength and bulk density from the use of non-organic waste bottle caps ‘Kempyeng’ and glass powder as partial substitutes for cement and gravel. The study used bottle cap ‘Kempyeng’ compositions of 0%, 2%, 4%, 5%, and 7%. Meanwhile, the glass powder mixture composition was 0%, 5%, and 8%. Laboratory test results showed the optimal composition for partial substitution of cement and gravel was 5% glass and 4% kempyeng, with concrete compressive strength at 28 days of 26.92 MPa and bulk density of 2360.7 kg/m³. This proportion also increased the compressive strength by 6.65% and reduced the bulk density by 0.82% compared to normal concrete. With these results, glass powder and ‘Kempyeng’ bottle caps can be used as partial substitutes for cement and gravel in concrete mixtures.Industri konstruksi di Indonesia terus meningkat. Selain itu, data Kementerian Lingkungan Hidup jumlah timbunan sampah non-organik dalam 4 tahun dari tahun 2020-2023 juga mengalami kenaikan. Inovasi yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu memanfaatkan sampah non-organik tutup botol “Kempyeng” dan Kaca sebagai solusi beton ramah lingkungan (Green Concrete). Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi komposisi optimal dan menganalisis prosentase pengaruh hasil kuat tekan dan berat volume dari penggunaan bahan campuran limbah non-organik tutup botol “kempyeng” dan serbuk kaca sebagai bahan sustitusi parsial semen dan kerikil. Penelitian ini menggunakan komposisi campuran tutup botol “kempyeng” sebanyak 0%, 2%, 4%, 5%, 7%. Sedangkan komposisi campuran serbuk kaca sebanyak 0%, 5%, dan 8%. Hasil pengujian laboratorium didapat komposisi optimal untuk substitusi parsial semen dan kerikil yaitu 5% kaca dan 4% kempyeng dengan kuat tekan beton pada umur 28 hari adalah 26.92 MPa dan berat volume yaitu 2360.7 kg/m3. Proporsi tersebut juga dapat meningkatkan prosentase kuat tekan sebesar 6.65% dan menurunkan berat volume sebesar 0.82% dari beton normal. Dengan hasil ini, serbuk kaca dan tutup botol “Kempyeng” dapat digunakan sebagai substitusi parsial semen dan kerikil pada campuran beton
PENGARUH KONSENTRASI SARI DAUN PEPAYA GANTUNG SEBAGAI SUMBER ENZIM PAPAIN TERHADAP PROSES DEKAFEINASI KOPI LIBERIKA
Kopi merupakan komoditas perkebunan bernilai ekonomi tinggi, namun konsumsi kafein yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Metode dekafeinasi konvensional umumnya menggunakan pelarut organik yang berpotensi meninggalkan residu berbahaya, sehingga diperlukan alternatif yang lebih alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi sari daun pepaya gantung (Carica papaya var. pendens) sebagai sumber enzim papain terhadap proses dekafeinasi kopi Liberika (Coffea liberica). Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu konsentrasi sari daun pepaya gantung (0%, 20%, 40%, 60%, dan 80%) dengan durasi fermentasi 36 jam dan tiga kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara konsentrasi sari daun pepaya gantung dengan penurunan kadar kafein. Penambahan sari daun pepaya gantung konsentrasi 20%, 40%, dan 60% mampu menurunkan kadar kafein masing-masing sebesar 10,04%, 38,50%, dan 49,19% dibandingkan sampel kontrol. Pada konsentrasi 80%, kadar kafein berada di bawah batas deteksi metode yang digunakan, mengindikasikan degradasi kafein hampir sempurna. Mekanisme degradasi kafein oleh enzim papain diduga melalui hidrolisis ikatan C-N pada struktur purin kafein, menghasilkan metabolit yang lebih sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan potensi sari daun pepaya gantung sebagai agen dekafeinasi alami yang lebih ramah lingkungan untuk menghasilkan kopi Liberika rendah kafein.
 
MANAJEMEN AGRIBISNIS BERKELANJUTAN DAN CAPAIAN MANAJERIAL TATA KELOLA USAHA TERNAK DI PETERNAKAN DONBA ENGGAR KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI
Sektor peternakan di Indonesia menjadi salah satu bagian penting yang mempunyai peran dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu dari beberapa jenis hewan ternak yang punya potensi besar dan berperan dalam perekonomian Indonesia, khususnya di Jawa Timur adalah domba. Jumlah populasi domba dari tingkat nasional, Provinsi Jawa Timur, dan Kabupaten Kediri yang cenderung meningkat menjadi indikasi bahwa dibutuhkan manajemen (pengelolaan) agribisnis peternakan secara efektif, efisien, dan berkelanjutan dengan mempertimbangkan sisi ekonomi, sosial dan lingkungan. Pengelolaan Usaha Peternakan Kabupaten Kediri, khususnya Kecamatan Pare sudah menerapkan konsep manajemen agribisnis berkelanjutan dengan performa yang menyesuaikan kepada masing-masing pelaku usaha. Konsep manajemen agribisnis berkelanjutan sangat menarik untuk dikaji dan diteliti dengan memotret salah satu pelaku usaha peternakan di Kecamatan Pare, yaitu Peternakan Donba Enggar. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Juli 2024 sampai dengan November 2024. analisis data kualitatif menggunakan model Miles and Huberman dan analisis data statistik deskriptif serta diukur secara kuantitatif dengan menggunakan teknik skoring. Hasil penelitian yang didapat adalah 1) model manajemen agribisnis berkelanjutan di Peternakan Donba Enggar meliputi adanya serangkaian aktivitas planning, organizing, actuating, dan controlling di dalam keterkaitan sub sistem agribisnis hulu, sub sistem produksi, sub sistem agribisnis hilir, serta sub sistem penunjang/pendukung yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan sisi ekonomi, sosial dan lingkungan; 2) manajemen agribisnis berkelanjutan di Peternakan Donba Enggar sudah diterapkan dengan berbagai penyesuaian sesuai kondisi usaha; dan 3) capaian manajerial tata kelola usaha ternak di Peternakan Donba Enggar mayoritas mempunyai kriteria baik
Prediksi Coin Kripto Dengan Menggunakan Metode LSTM (Long Short-Term Memory)
Dalam studi ini, dilakukan penelitian mengenai sejauh mana akurasi algoritma AI (Kecerdasan Buatan) dapat memprediksi harga mata uang kripto, khususnya bitcoin. Dari sekian banyak metode AI, peneliti memilih LSTM karena penelusuran literatur yang ada menunjukkan bahwa LSTM banyak digunakan dalam metode prediksi yang memiliki akurasi sangat tinggi terhadap data yang diberikan. Dalam penerapannya, dapat disimpulkan bahwa LSTM menghasilkan nilai MSE (Mean Squared Error) dan RMSE (Root Mean Squared Error) yang baik, serta dapat memprediksi mata uang kripto. Dalam pengujiannya, dapat disimpulkan bahwa LSTM bekerja dengan cara memprediksi berdasarkan 50 data sebelumnya untuk memprediksi data selanjutnya, termasuk memprediksi data yang pada awalnya tidak ada perubahan harga atau datanya masih sedikit. Penelitian ini dapat menjadi referensi bagi para trader yang berkecimpung dalam bisnis mata uang kripto
PERAN CIVIL SOCIETY DALAM DEMOKRASI INDONESIA
Civil Society is considered as a central actor in the democratization process. For example, it can assess the weak role of state institutions, ideological indoctrination, and restrictions on human rights by the government. Over time, the role of civil society can be said to be not good because riots still occur in demonstrations. This writing aims to describe the role of Civil Society in democratic life in Indonesia. This research is qualitative descriptive. Data collection techniques use literature studies. The results of the study show that the role of civil society is: (a) as a complement to the role of the state, namely advancing welfare; (b) as a substitute, namely carrying out activities that have not/have not been carried out by the state in serving the interests of the community; (c) as a counter-power to the state in the form of supervision
Pharmaceutical Care Berpengaruh terhadap Kualitas Hidup, Kepatuhan dan Outcome Klinis Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Beberapa Daerah di Indonesia: Kajian Literatur
Diabetes mellitus is a metabolic disease in which there are abnormalities in insulin secretion, insulin action or both, causing hyperglycemia. Maximizing pharmaceutical services can be done as a step to improve the quality of life of diabetes mellitus patients and this can be done through pharmaceutical care by pharmacists. This literature review aims to determine the best interventions that can improve the quality of life, compliance and clinical outcomes of diabetes mellitus patients. This paper is the result of a literature review of various studies that examined the effect of pharmaceutical care on the quality of life, compliance and clinical outcomes of type 2 diabetes mellitus patients. A literature search was carried out via the Pubmed and Google Scholar websites using the keywords "pharmaceutical care", "patient quality of life diabetes mellitus", "compliance of type 2 diabetes mellitus patients" "clinical outcomes of type 2 diabetes mellitus patients", "the influence of pharmaceutical care on the quality of life of type 2 diabetes mellitus patients", "the influence of pharmaceutical care on the compliance of type 2 diabetes mellitus patients" "the influence pharmaceutical care on the clinical outcomes of type 2 diabetes mellitus patients" from 2015 to 2023. In this research, 13 research studies were found that were related to the research objectives. The results of the literature review show that counseling, education, Drug Information Services (PIO), telefarma and SMS reminders are the best interventions that can improve compliance, clinical outcomes and quality of life for type 2 diabetes mellitus patients
Komunikasi Terapeutik Petugas Kesehatan Berhubungan dengan Kepuasan Pasien
The lack of effective communication between health workers and patients is one of the low causes of patient satisfaction in a number of regional hospitals. The success of health workers in providing services, both physical and psychological, determining the recovery and satisfaction of patients. This study aims to examine relationships between therapeutic health workers and patient satisfaction rates. This study used a cross sectional analytic method, Data were collected using the Likert scale questionnaire and analyzed using Chi-Square test at a significance level of 0.05. The population of this research all patients who undergo treatment at RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo which is taken based on average, a month of 414 people with a total of 207 respondents taken using purposive sampling technique. Data collection uses questionnaires. The results showed that 79.2% of respondents considered therapeutic health workers communication, and 75.8% were satisfied with the service received. From the analysis of the Chi-Square test showed p-valure 0.000 <0.05 which means H1 is accepted and Ho was denied, so it can be concluded that this outcome emphasizes the importance of therapeutic communication to improve the quality of patient services and satisfaction at DR. H. Slamet Martodirdjo hospital
ANALISIS DAYA SAING EKSPOR KARET INDONESIA DI PASAR INTERNASIONAL
Posisi Indonesia sebagai salah satu negara produsen karet terbesar di dunia, tidak menjadikan Indonesia sebagai eksportir utama karet di pasar internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing komparatif dan spesialisasi perdagangan karet Indonesia di pasar internasional. Metode penelitian yang digunakan adalah Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP). Penelitian ini menggunakan data sekunder periode 2012-2021 yang diperoleh dari Food and Agriculture Organization (FAO) dan diolah menggunakan alat bantu Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas karet Indonesia memiliki daya saing komparatif yang rendah dan spesialisasi perdagangan sebagai importir karet di pasar internasional. Analisis RCA menunjukkan nilai rata-rata sebesar 0,380 yang menempatkan Indonesia pada posisi ketiga setelah Thailand dan Malaysia. Sedangkan analisis ISP menunjukkan bahwa Indonesia cenderung menjadi importir karet dengan nilai rata-rata -0.618 dan berada pada tahap substitusi impor