Jurnal Gemaedu - Jurnal Ilmiah Pendidikan
Not a member yet
100 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERILISTRIK DINAMISMELALUI PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME KELAS 9 MIPA 3 SMPN 1 CIKAMPEK
Konstruktivisme adalah teori perkembangan kognitif yang menekankan pada peran aktif siswa dalam membangun pemahaman mereka sendiri tentang pengetahuan yang dipelajarinya. dalam pandangan konstruktivisme individu dipandang mengkonstruksi pengetahuan secara berkesinambungan mengasimilasi dan mengakomodasi informasi baru. Berarti bahwa pengetahuan merupakan kostruksi atau bangunan manusia sehingga dapat dikatakan bahwa seseorang yang mempelajari suatu pengetahuan berarti belajar mengkonstruksi pengetahuan, atau belajar adalah suatu proses aktif seseorang mengkonsumsi pengetahuan. Dari data didapatkan bahwa pada siklus 1, rata-rata nilai 47,54 dan pada siklus 2, rata-rata nilai 65,80. Ketuntasan belajar yang diharapkan tercapai yaitu 76,05 % pada siklus 2 mempunyai nilai di atas KKM (65) Adapun dari angket yang dibagikan kepada siswa didapat masukan dari siswa bahwa pada umumnya mereka mempunyai pendapat yang cukup positif. Demikian juga hasil observasi yang dilakukan rekan guru menunjukkan adanya aktifitas siswa yang cukup tinggi
MENGASAH KECERDASAN MATEMATIS LOGIS ANAK SEJAK DINI UNTUK MENGOPTIMALKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan akan pentingnya mengasah kecerdasan matematis logis anak sejak dini untuk mengoptimalkan hasil belajar matematika. Kecerdasan matematis-logis adalah kemampuan yang lebih berkaitan dengan penggunaan bilangan dan logika secara efektif.Orangdengan kecerdasan matematis-logis yang berkembang adalah orang yang mampu memecahkan masalah, mampu memikirkan dan menyusun solusi dengan urutan yang logis, dapat mengerti pola dan hubungan serta mampu melakukan proses berpikir deduktif dan induktif.Berpikir menurut aturan logika, memahami dan menganalisis pola angka-angka, serta memecahkan masalah dengan menggunakan kemampuan berpikir.Dalam kehidupan keseharian, tidak semua kecerdasan matematis logis yang dimiliki oleh anak mendapatkan stimulasi dan pengembangan yang optimal dan maksimal baik oleh lingkungan termasuk orang dewasa di sekitarnya baik orang tua ataupun guru. Dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan kecerdasan matematis logis adalah belajar matematika dan pelajaran berhitung.Didalam setiap individu telah terdapat potensi kecerdasan matematis, tinggal bagaimana kita sebagai orangtua, guru, pendamping dapat mengembangkan kecerdasan tersebut sejak usia dini. Harapannya ketika tumbuh dewasa anak berkemampuan menggunakan angka dengan baik dan melakukan penalaran yang benar. Kecerdasan ini meliputi kepekaan terhadap pola dan hubungan logis, pernyataan dan dalil (jika-maka, sebab-akibat), fungsi logis dan abstraksi-abstraksi lain. Proses yang digunakan dalam kecerdasan matematis-logis antara lain: kategorisasi, klasifikasi, pengambilan kesimpulan, generalisasi, penghitungan, dan pengujian hipotesis
MENULIS LAPORAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING
Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan sebanyak dua siklus, untuk melihat peningkatan kemampuan menulis laporan siswa dalam mengikuti pembelajaran melalui cooperative learning. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data meliputi tes, lembar angket, pengamatan, panduan wawancara. Data yang dikumpulkan pada setiap kegiatan observasi dari pelaksanaan siklus penelitian dianalisis secara deskripsi, untuk melihat perubahan yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran. Data tersebut meliputi data hasil menulis siswa dalam implementasi pembelajaran melalui cooperative learning. Melalui pengolahan data, diperoleh simpulan bahwa melalui pembelajaran cooperative learning menyatakan adanya peningkatan hasil menulis pada siklus 1 mencapai nilai rata-rata 72,83 menjadi 76,67 pada siklus 2. Hal tersebut berarti pula bahwa hasil menulis menunjukkan peningkatan. Dengan demikian, simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa melalui model pembelajaran cooperative learning dapat meningkatkan kemampuan menulis laporan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 252 Jakarta
Classroom Action Research is done as much as two cycles, to see the improvement of writing skills report students in following learning through cooperative learning. Instruments used to obtain data include tests, questionnaires, observations, interview guides. The data collected in each observation activity from the implementation of the research cycle is analyzed in descriptions, to see the changes that occur in the learning activities. These data include data writing results of students in the implementation of learning through cooperative learning. Through data processing, it is concluded that through cooperative learning learning, there is an increase of writing result in cycle 1 reaches an average value of 72.83 to 76.67 in cycle 2. It means also that the writing result shows improvement. Thus, the conclusions of this study indicate that through cooperative learning learning model can improve the ability to write reports to students of class VIII SMP Negeri 252 Jakarta.
 
PENGARUH KEBIASAAN MEMBACA DAN PENGUASAAN KOSAKATA TERHADAP PEMAHAMAN BACAAN BAHASA INGGRIS SISWA SMA NEGERI DI KABUPATEN BOGOR
Tujuan yang ingin dicapai penulis dalam penelitian untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh kebiasaan membaca dan penguasaan kosakata terhadap kemampuan memahami bacaan bahasa Inggris siswa SMA di Kabupaten Bogor.Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Sampel terdiri dari60 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan variabel bebas Pengaruh Kebiasaan Membaca (X1) dan Penguasaan Kosa Kata (X2) secara bersama-sama terhadap Pemahaman Bacaan Bahasa Inggris Siswa (Y).persamaan garis regresi yang merepresentasikan pengaruh variabel X1 dan X2 terdahap variabel Y, yaitu =99,051 + 0,169X1 + 0,518X2.Dari hasil pengujian korelasi maupun pengujian regresi tersebut maka bisa disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan variabel bebas Pengaruh Kebiasaan Membaca (X1) dan Penguasaan Kosa Kata (X2) secara bersama-sama terhadapvariabel terikat Pemahaman Bacaan Bahasa Inggris Siswa (Y).
Objectives to be achieved authors in research to determine and analyze the influence of reading habits and mastery of vocabulary on the ability to understand English reading high school students in Bogor district. The research method used is survey. The sample consists of 60 students. The results showed that there is a significant influence of the independent variable of Influence of Reading Habit (X1) and Vocabulary Mastery (X2) simultaneously to Understanding English Student Reading (Y). equation of regression line representing variable X1 and X2 is variable Y, ie = 99,051 + 0,169 X1 + 0,518 X2. From the result of the test or regression test, it can be concluded that there is a significant influence of the independent variable of Influence of Reading Habit (X1) and Vocabulary Masterhip (X2) together to the dependent variable of Understanding English Language Reading Student (Y)
Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Dengan Metode Problem-Based Learning Kompetensi Logika Matematika pada Kelas X TITL SMK Negeri 1 Karawang
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa dengan metode problem based learning. Penelitian dilaksanakan di Kelas X TITL SMK Negeri 1 Karawang dengan kompetensi Logika Matematika menggunakan Metode Problem-Based Learning. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (classroom action research) Kemmis dan Mc. Taggart, dengan komponen tindakannya adalah perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Pada siklus pertama, sebagian siswa belum terbiasa dengan kondisi pembelajaran problem-based learning, sehingga dilakukan tindakan dengan memberi penjelasan kepada siswa tentang prinsip-prinsip pembelajaran problem-based learning. Di lain sisi guru sebagai kolaborator dalam penelitian tindakan kelas ini juga belum maksimal dalam mengimplementasikan pembelajaran problem-based learning. Dalam siklus kedua, siswa dan guru sudah mulai memahami implementasi pembelajaran problem-based learning dan menunjukkan hasil yang cukup memuaskan. Dari hasil observasi aktivitas siswa meningkat. Hal ini dapat dilihat dari perolehan nilai rata-rata ulangan harian yang semula sebelum diadakan penelitian 60,00 dengan ketuntasan 60 %. Pada siklus I diperoleh 70,00 dengan ketuntasan 77,3 % dan pada siklus II 74,00 dengan ketuntasan 91,4 %. Dalam hal pelaksanaan penelitian tindakan kelas, siklus pertama dan kedua, dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran problem-based learning dapat meningkatkan hasil belajar logika matematika dan aktivitas siswa pada siswa kelas X TITL SMKN 1 KARAWANG
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Stad (Student Teams Achievement Division) Pada Konsep Usaha Dan Energi Kelas Viii Smp Negeri 1 Jawilan
oai:ojs2.gemaedu.pgri.or.id:article/2The purpose of this classroom action research is to improve students' learning outcomes through efforts to improve the learning process that has been going on using STAD (Student Teams Achievement Division) learning model on business and energy concept of VIII SMPN Negeri 1 Jawilan Serang. This classroom action research is conducted in 2 cycles, each cycle in the research includes 4 steps, namely (1) planning (planning) which includes identifying the problem and determining the root cause of the problem; (2) execution (acting), implementing action in the form of learning business and energy concept by applying STAD learning model; (3) observation (observing), collecting data to determine the effectiveness of the action undertaken; (4) reflecting, analyzing the data and reflecting on it through the changes that occurred during the study. Implementation of research consisting of 2 cycles is obtained results that in cycle 1 student learn 63% complete with average value 70. Cycle 2 has increased student learning 84% complete with an average of 77. Of the 2 cycles undertaken students are more motivated to learn and prefer the class condition at the time of learning as disclosed by students in the questionnaire and interview. Research conducted during this 2 cycles obtained the result that learning by applying STAD learning model on cycle 2 has a positive effect on the effort to improve student learning result in effort and energy concept. This is evidenced from preliminary data obtained before the study of the average value of daily re-examination of 60 students to 77 with learning completeness of the original 50% to 84%
KETERKAITAN PERSEPSI SISWA ATAS KEMAMPUAN PEDAGOGIK GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi siswa atas kompetensi pedagogik guru terhadap prestasi belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Sampel diambil sebanyak 60 Siswa kelas IX Sekolah Menegah Pertama Negeri dengan teknik acak sederhana. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket langsung kepada sampel. Analisis data menggunakan statistika deskriptif seperti mencari mean, median, modus, standar deviasi, dan statistika inferensial yaitu untuk mencari koefisien korelasi sederhana dan ganda yang dilanjutkan dengan uji signifikansi koefisien korelasi dengan uji t. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 01 April s.d 30 Juni 2015. Hasil penelitian menunjukkan : Terdapat pengaruh yang signifikan persepsi siswa atas kompetensi pedagogik guru terhadap prestasi belajar IPS. Dibuktikan dengan perolehan nilai thitung = 3,649 dan Sig. 0,001 < 0,05. Variabel persepsi siswa atas kompetensi pedagogik guru memberikan kontribusi sebesar 23,55 % dalam meningkatkan prestasi belajar IPS
KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS III DALAM MEMAHAMI BAHAN KAJIAN HALOALKANA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kesulitan siswa kelas III dalam memahami kajian Haloalkana. Penelitian ini bersifat deskriftif , variabel dari penelitian ini adalah kesulitan belajar sisiwa kelas III dalam memahami bahan kajian haloalkana. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas III program khusus IPA SMUN 1 Kepanjen tahun pelajaran 2000/2001. Pengambilan sampel dilakukan secara acak, dan diperoleh kelas III IPA1 dan III IPA2 sebagai sampel penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa seperangkat soal objektif haloalkana. Instrumen tersebut disusun berdasarkan kurikulum SMU 1994 dan suplemen GBPP 1999. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 38,65% siswa kelas III SMUN 1 Kepanjen mengalami kesulitan dalam memahami bahan kajian Haloalkana. Jika dirinci kesulitan siswa kelas III SMUN 1 Kepanjen yang mengalami kesulitan tersebut pada masing-masing sub bahan kajian sebagai berikut: kesulitan dalam memahami reaksi pada senyawa haloalkana sebesar 24, 58%, kesulitan dalam reaksi pembentukan senyawa haloalkana sebesar 34,34%, kesulitan dalam memahami kegunaan dan dampak senyawa haloalkana terhadap lingkungan sebesar 39,12%, kesulitan dalam memahami tatanama senyawa haloalkana sebesar 39,90%, dan kesulitan dalam pemberian contoh senyawa haloalkana sebesar 55,29%. Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian adalah:a) bagi siswa disarankan untuk mencari literature lebih banyak, dan b) bagi peneliti yang lain agar menggunakan instrumen penelitian yang lain, misalnya wawancara atau angket
KETERKAITAN KECERDASAN INTERPERSONAL PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Tujuan dari penelitian untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kecerdasan interpersonal terhadap prestasi belajar matematika siswa pada semester dua tahun ajaran 2012/2013. Sampel yang diambil secara acak sederhana (sample random sampling) dengan mengambil sampel 62 siswa. Pengukuran dan pengambilan data prestasi belajar matematika menggunakan instrumen tes tertulis yang mengacu pada Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran (KTSP). Sebelumnya instrumen telah diuji tingkat validitas, reabilitas, taraf kesukaran, dan daya pembeda soal sehingga terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan yaitu uji normalitas menggunakan uji chi-kuadrat. Pada angket kecerdasan interpersonal rata-rata tes yaitu 91,21; median 92,21; modus 93,40; dan simpangan baku; 10,69. Pada angket potensi diri siswa rata-rata tes yaitu 91,18; median 90,55; modus 90,30; dan simpangan baku; 10,85. Sedangkan pada prestasi belajar matematika rata-rata tes yaitu 76,26; median 75,75; modus 74,55; dan simpangan baku; 10,74. Uji Hipotesis Kecerdasan Interpersonal terhadap Prestasi Belajar Matematika menggunakan uji-t diperoleh thitung = 5,93 pada taraf signifikan = 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = 62-2 = 60 didapat ttabel = 2; karena thitung > ttabel maka H0 ditolak. Dengan demikian H1 diterima maka disimpulkan ada pengaruh positif antara kecerdasan interpersonal dengan prestasi belajar matematika sisw
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PEMBELAJARAN NUMBER HEADS TOGETHER
Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah: untuk meningkatkan hasil belajar IPA melalui model pembelajaran Kooperatif tipe NHT pada siswa kelas IX-C SMPN 2 Tirtamulya semester 1 tahun pelajaran 2010/2011”. Jumlah sampel dalam penelitian ini 40 siswa. Waktu penelitian pada bulan Oktober sampai November 2010. Penelitian yang dilaksanakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini dilaksanakan melalui 2 siklus. Dari hasil observasi memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa yang pada siklus I rata-rata 70 % menjadi 84% pada siklus II. Begitu juga terjadi peningkatan ketuntasan individu yang pada siklus I ada 11 siswa atau 26,19% yang belum tuntas menjadi 0% pada siklus II. Peningkatan ketuntasan secara klasikal yang pada siklus I rata-rata 73,80% menjadi 100% pada siklus II. Aktifitas dan keterampilan kooperatif siswa ada peningkatan yang pada siklus I rata-rata persentase keaktifan siswa 63,65% menjadi 86,90% pada siklus II. Pada siklus I persentase keterampilan kooperatif siswa 67,75% meningkat menjadi 80,54% pada siklus II. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT juga berimbas pada peningkatan keterampilan guru dalam mengembangkan metode pembelajaran yang pada siklus I sebesar 69,35% meningkat menjadi 87,90% pada siklus II. Dan keterampilan guru dalam mengelola proses pembelajaran juga meningkat yang pada siklus I sebesar 64,29% menjadi 89,28% pada siklus II