Jurnal Gemaedu - Jurnal Ilmiah Pendidikan
Not a member yet
100 research outputs found
Sort by
Pengembangan Profesi Guru Yang Berkarakter
Guru sebagai sebuah profesi, memperolah martabatnya melalui pengakuan atas profesi dan kinerjanya baik secara formal maupun informal melalui pengakuan dari masyarakat pengguna jasa profesi tersebut. Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya arus globalisasi dan informasi, guru harus terus meningkatkan profesionalismenya melalui beragam cara baik karena kesadaranya sendiri maupun melalui program-program yang disediakan pemerintah untuk mengembangkan kompetensinya. Artikel ini ditulis melalui pendekatan kajian litertur kepustakaan yang relevan. Sumber Data yang digunakan adalah kajian teoretik untuk membahas permasalahan. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru yang berkarakter dalam mengembangkan profesinya dilakukan dengan kegiatan sebagai berikut: (1) menulis karya tulis/karya ilmiah (KTI) di bidang pendidikan; (2) Membuat alat pelajaran/alat peraga atau alat bimbingan; (3) Menciptakan karya seni; (4) Menemukan teknologi tepat guna di bidang pendidikan; dan (5) Mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum, dan mengikuti kegiatan pengembangan profesionalitas guru secara berkelanjutan Continuous Professional Development (CPD) seperti mengikuti kegiatan pelatihan tentang substansi pembelajaran, metodologi, maupun kegiatan pembelajaran berbasisi online
Pengaruh Sikap Belajar Dan Efikasi Diri Terhadap Prestasi Belajar Kimia Siswa Kelas XI MIPA Madrasah Aliyah Negeri Di Kabupaten Bekasi
The purpose of this study was to analyze the influence of learning attitudes and self-efficacy of students on Chemistry learning achievement. The research method used is a survey research method with multiple regression analysis techniques. The sample of the study amounted to 84. The results concluded: (1) There is a significant influence together with learning attitudes and self-efficacy on learning achievement Chemistry students of Madrasah Aliyah Negeri in Bekasi. This is evidenced by Sig. = 0,000 <0,05 and Fhitung = 228,067 .. (2) There is a significant influence of learning attitude toward students' Chemical learning achievement of MAN in Bekasi Regency. This is evidenced by Sig. = 0,000 <0,05 and t-count = 6,592. (3) There is a significant effect of self-efficacy on learning achievement of Chemistry of MAN students in Bekasi Regency. This is evidenced by Sig. = 0,000 <0,05 and t-count = 7,975. The implications of this research are: (1) There is a significant direct influence on the learning attitudes and self-efficacy on Chemistry achievement of the students of Madrasah Aliyah Negeri in Bekasi Regency, it shows that to improve the achievement of good chemistry learning can be done with improving student learning attitude self-efficacy. (2) There is a significant influence of learning attitudes toward Chemical learning achievement, it shows that to create learning achievement Chemistry can be done by improving student's learning attitude (3) There is a significant influence self-efficacy to learning achievement Chemistry, this shows to improve learning achievement can create good self-efficacy
IMPLEMENTASI MODEL SIKLUS BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA SMK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Siklus Belajar (learning cycle) terhadap penguasaan konsep fisika. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan teknik non-equivalent control group design. Sampel diambil sebanyak 160 orang siswa Kelas XII yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok kontrol yang belajar dengan model pembelajaran konvensional dan kelompok eksperimen yang belajar dengan model pembelajaran Siklus Belajar (learning cycle). Pengumpulan data dilaksanakan dengan observasi, dan tes akhir (posttest) untuk mengukur penguasaan konsep. Analisis data dengan metode Analysis of Varians (ANOVA) satu arah. Uji statistik menggunakan uji normalitas 1-Sample Kolmogorov-Smirnov, uji homogenitas dengan uji F (Fisher). Penelitian ini dilaksanakan mulai 24 Agustus 2015 sampai dengan 27 Oktober 2015.Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran terhadap penguasaan konsep fisika secara signifikan, ditunjukkan dengan nilai Fhitung = 6,369 > Ftabel = 4,10 dan sig. = 0,013 < 0,05
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE MIND MAPPING
Penelitian ini berawal dari masalah yang timbul dalam pembelajaran IPS di Sekolah, yang mengakibatkan kemampuan hasil belajar IPS rendah.Penelitian ini diadakan di kelas IX-6 SMP Negeri 3 Cibinong dengan jumlah siswa 41 orang. Penelitian tersebut juga sebagai alternatif untuk meningkatkan hasil belajar dengan menghadirkan pembelajaran yang aktif yaitu pembelajaran kooperatif metode Mind Mapping.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas sebanyak dua siklus. Hasil dari pengolahan data dan analisis hasil observasi ditemukan bahwa melalui pembelajaran kooperatif metode Mind Mapping dapat meningkatkan hasil belajar IPS dengan hasil belajar memuaskan dan siswa aktif serta senang belajar selama dalam proses pembelajaran.Hasil penelitian menyimpulkan dua hal, yaitu: pertama, pembelajaran kooperatif metode Mind Mapping mampu meningkatkan hasil belajar siswa hingga mencapai rata-rata 77 dan meningkatkan hasil belajar IPS secara klasikal sebesar 80%.Kedua, pembelajarankooperatif metode Mind Mapping mampu meningkatkan antusiasme siswa dalam pembelajaran sebesar 100%. Berdasarkan hal-hal tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial dapat ditingkatkan melalui pembelajaran kooperatif metode Mind Mapping
PENGELOLAAN PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL JIGSAW DAN PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DIKELAS X SMA NEGERI 1 DRAMAGA KABUPATEN BOGOR
Penelitian ini dikategorikan termasuk penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang menggunakan pendekatan kooperatif dengan dua model pembelajaran yaitu model Jigsaw dan Problem solving. Perpaduan kedua model pembelajaran ini efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa, antusiasme belajar serta motivasi belajar siswa pada tahun pelajaran 2014-2015. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri Dramaga, Kabupaten Bogor dan sebagai objek penelitian adalah siswa kelas X MIA 4. Karakter siswa sebagian besar punya motivasi belajar yang sedang dan rendah. Pelaksanaan peneltian tindakan kelas ini dilaksanakan terdiri dari dua siklus yang dalam satu siklusnya terdiri dari dua tindakan. Penelitian dinyatakan berhasil karena dapat meningkatkan hasil belajar siswa serta meningkatkan antusiasme belajar siswa. Hasil belajar kognitif pada siklus I 74,84 dan siklus II naik menjadi 77,72. Hasil belajar Afektif siswa pada siklus 1 82,57 dan pada siklus II meningkat menjadi 83,40 Antusias belajar siswa 89,04 pada siklus I meningkat menjadi menjadi 92,19 pada siklus II.
This study categorized including action research (classroom action research) that use a cooperative approach with two learning model is a model Jigsaw and problem solving. The combination of both learning model is effective for improving student learning, enthusiasm for learning and student motivation in the academic year 2014-2015. This research was conducted in SMA Dramaga, Bogor and as an object of research is the class X MIA 4. Characters students mostly had the motivation to learn the medium and low. Implementation of a study of this class action carried out consisted of two cycles in one cycle consists of two acts. Research declared successful because it can improve student learning outcomes and improve student learning enthusiasm. Cognitive achievement 74.84 in the first cycle and the second cycle increased to 77.72. Affective learning outcomes of students in cycle 1 82.57 and the second cycle increased to 83.40 89.04 enthusiasm of student learning in the first cycle increased to be 92.19 on the second cycle.
 
PENGELOLAAN LAYANAN INFORMASI DENGAN PBL (Problem Based Learning) DAN DEBAT AKTIF UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN MINAT STUDI LANJUT KE PERGURUAN TINGGI
Penelitian ini berawal dari kurangnya pemahaman dan minat dalam penelitian lebih lanjut untuk perguruan tinggi, terutama di kelas XI SMA N 2 Cibinong Kabupaten Bogor. Penelitian dilakukan di SMA N 2 Cibinong Kabupaten. Bogor pada Tahun Akademik 2013-2014 di kelas XI Ilmu 2. Dengan jumlah 36 siswa yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 26 siswa perempuan. Penelitian lebih lanjut dari layanan manajemen informasi dengan metode PBL dan dapat memfasilitasi upaya aktif debat untuk meningkatkan pemahaman dan minat dalam studi lebih lanjut, sebagai siswa mengembangkan potensi maksimal. Penelitian ini dilakukan dengan Penelitian Tindakan Kelas dalam Konseling (Action Reasearch) oleh 2 siklus. Penelitian ini menghasilkan dua kesimpulan Pertama, layanan informasi manajemen dengan Active Debate PBL dan dapat meningkatkan pemahaman dan minat dalam studi lebih lanjut pada pencapaian siklus pertama nilai klasik meningkat 75,68% pada siklus I ke 93,44%. Hal ini menunjukkan peningkatan dari 9,4%. Berdasarkan data penelitian yang mengevaluasi pemahaman lebih lanjut dari siklus I diperoleh rata-rata 76,23 dengan pencapaian 72,4, siklus kedua untuk mendapatkan rata-rata 87,65% dengan pencapaian 89,65%.
The study originated from the lack of understanding and interest in further studies to universities, especially in class XI SMA N 2 Cibinong district Bogor. The experiment was conducted in SMA N 2 Cibinong District. Bogor in the Academic Year 2013-2014 in class XI Science 2. With the number of 36 students consisting of 10 male students and 26 female students. Further studies of information management services to the PBL method and can facilitate the debate Active efforts to improve the understanding and interest in further studies, as students develop maximum potential. This research was conducted with Classroom Action Research in Counseling (Action Reasearch) by 2 cycles. The study resulted in two conclusions First, management information services with Active Debate PBL and can increase understanding and interest in further studies on the achievement of the first cycle of the classical value increased 75.68 % in the first cycle to 93.44 %. This shows an increase of 9.4 %. Based on data from studies evaluating further understanding of the cycle I gained an average of 76.23 with the achievement of 72.4, the second cycle to get an average of 87,65 % with 89.65 % achievemen
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA JEPANG MELALUI METODE TOTAL PHYSICAL RESPONSE (TPR) DI KELAS XI IPS-2 SMAN 1 CIAMPEA-BOGOR
penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa jepang melalui metode total physical response.Penelitin ini menggunakan PenelitianTindakan Kelas pada kelas XI IPS-2 SMAN 1 Ciampe – Bogor. Penelitian ini dilakukan selama 3x Siklus.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode “TPR” dapat menarik minat siswa serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS-2 SMAN 1 Ciampea – Bogor. Terbukti dari prosentase kenaikan hasil belajar siklus 2 terhadap siklus 1 sebesar 13,83% dan siklus 3 terhadap siklus 2 sebesar 16,21%. Hasil akhirnya adalah sebanyak 97,50% siswa mendapat nilai ≥70 dan hanya 1 orang siswa yang nilainya di bawah KKM.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode “TPR” terbukti mampu meningkatkan minat belajar, menyenangkan, meningkatkan hasil belajar siswa, cocok untuk pembelajaran Bahasa Jepang atau Bahasa Asing pada umumnya pada tingkat dasar.Para pengajar Bahasa Jepang diharapkan dapat menggunakan metode “TPR” untuk pembelajaran tentang kata kerja.
This study aims to improve student learning outcomes in Japanese subjects through the method of total physical response. This research uses Classroom Action Research in class XI IPS-2 SMAN 1 Ciampe - Bogor. This research was conducted for 3x Cycle. The results of this study indicate that the use of "TPR" method can attract student interest and can improve student learning outcomes of class XI IPS-2 SMAN 1 Ciampea - Bogor. Evident from the percentage increase in learning outcomes cycle 2 to cycle 1 of 13.83% and cycle 3 to cycle 2 of 16.21%. The end result is as much as 97.50% of students get the value of ≥70 and only 1 student whose value is below the KKM. The conclusion of this research is that the "TPR" method proved able to increase interest in learning, fun, improve student learning outcomes, suitable for learning Japanese Language or Foreign Language in general at the basic level. Japanese teachers are expected to use the "TPR" method for learning about verb
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK, PAIR AND SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh siswa yang diberikan model pembelajaran tipe Think, Pair and Share dengan yang tidak diberi perlakuan.Manfaat dari penelitian ini adalah dapat menjadi masukan bagi guru-guru matematika dalam memilih model pembelajaran yang efektif agar hasil belajar matematika siswa meningkat.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini eksperimen semu (quasi eksperimen). Penelitian eksperimen semu adalah pendekatan penelitian kuantitatif yang memiliki perlakuan, pengukuran dampak, unit eksperimen namun tidak menggunakan penugasan acak atau menciptakan perbandingan dalam rangka menyimpulkan perubahan yang disebabkan perlakuan. Hipotesis penelitian ini adalah hasil belajar matematika siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran tipe Think, Pair and Share lebih tinggi dari pada hasil belajar matematika siswa yang hanya menggunakan model pembelajaran kontekstual. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis terlebih dahulu dilakukan pengujian prasyarat analisis dengan menggunakan uji liliefors untuk uji normalitas dan hasilnya adalah normal dan homogen. Pengujian hipotesis menggunakan uji t dengan taraf signifikan . Dari hasil perhitungan didapat t hitung = 31,24 sedangkan ttabel dengan derajat kebebasan 48 adalah 1,94, berarti t hitung > ttabel . Dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran Think, Pair and Share lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang hanya diberi model pembelajaran kontekstual
PENINGKATAN KOMPETENSI MINAT BACA GURU DAN KARYAWAN MELALUI WORKSHOP DENGAN PENDEKATAN PROBLEM BASED LEARNING
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatan Kompetensi Minat Baca bagi Guru dan Karyawan melalui Workshop dengan Pendekatan Problem Based Learning di SD Negeri Kemanggisan 15 Pagi Palmerah jakarta Barat.Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskripsi dengan pendekatan action research.Subyek penelitian ini adalah guru dan karyawan di SD Negeri Kemanggisan 15 Pagi Palmerah Jakarta Barat.Dari hasil pengukuran minat baca dengan angket minat baca, terjadi peningkatan minat baca peserta workshop sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan workshop dengan Pendekatan Problem Based Learning, yaitu dari rata-rata 128 (kategori minat baca sedang) menjadi rata-rata 156 (kategori minat baca tinggi). Kenaikan minat baca tersebut sebesar 21,88%. Dari hasil tersebut minat baca guru dan karyawan meningkat melalui workshop dengan pendekatan problem Based Learning
 
PENINGKATKAN KEMAMPUAN PENYESUAIAN DIRI SISWA MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN STRATEGI TRADING PALACE
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penyesuaian diri siswa melalui bimbingan kelompok dengan strategi Trading Palace. Penelitian dilakukan di kelas VIII-6. SMPN 1 Cibungbulang pada bulan Juni sampai September 2012. Metode yang digunakan adalah penelitiantindakan bimbingan konseling model Elliot mulai dari Perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi tindakan. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus. Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi, pedoman wawancara dan sosiometri.Hasil penelitian menunjukan kemampuan penyesuaian diri siswa meningkat. Pada siklus I kemampuan penyesuaian diri siswa sebesar 79 % dan pada siklus II meningkatkan menjadi 95 %. Pada siklus I beberapa siswa masih malu dan ragu-ragu dalam mengemukakan pendapat, bertanya dan menjawab pertanyaan. Pada siklus II siswa sudah memiliki keberanian untuk mengemukakan pendapat, bertanya dan menjawab pertanyaan, bekerjasama dan saling menghargai sesama teman. Siswa mulai memiliki kepercayaan diri.Penelitian menyimpulkan bahwa melalui Strategi Trading Palace dalam bimbingan kelompok dapat meningkatkan penyesuaian diri siswa kelas VIII-6 SMPN 1 Cibungbulang.