Jurnal Online STKIP PGRI Tulungagung (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
    1643 research outputs found

    PENELITIAN SURVEI: MINAT DAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA DALAM PERKULIAHAN PEMBELAJARAN IPA

    Get PDF
    Penelitian bertujuan guna mengeksplorasi minat dan motivasi belajar mahasiswa dalam perkuliahan Pembelajaran IPA, serta untuk menentukan beberapa faktor yang berpengaruh terhadap minat dan motivasi belajar tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang memakai metode survei. Penelitian dilaksanakan pada mahasiswa semester 5 program studi Pendidikan IPA, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, dengan total 57 mahasiswa yang mengontrak mata kuliah Pembelajaran IPA. Instrumen penelitian yang dipergunakan berupa angket minat dan motivasi belajar terhadap perkuliahan Pembelajaran IPA, menggunakan pernyataan sebanyak 40 nomor. Pernyataan pada angket terdiri atas 2 variabel, yajni minat dan motivasi belajar, dengan 9 aspek didalamnya. Analisis data menunjukkan bahwa minat dan motivasi belajar mahasiswa pada perkuliahan Pembelajaran IPA berada dalam kategori “cukup baik” untuk setiap aspek. Dengan hasil seperti ini, diperlukan usaha guna menaikkan minat dan motivasi belajar. Upaya yang dapat dilakukan diantaranya menggunakan strategi pembelajaran yang lebih inovatif dalam perkuliahan dan meningkatkan rasa percaya diri

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPAS MATERI BAGIAN TUBUH TUMBUHAN MELALUI PENERAPAN MODEL PBL BERBANTUAN MEDIA PAPAN TUMBUHAN

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar IPAS materi bagian tubuh tumbuhan melalui penerapan model problem based learning berbantuan media Papan Tumbuhan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis Mc. Taggart dalam Arikunto menggunakan 4 langkah yaitu: (1) perencanaan (planning), (2) pelaksanaan tindakan (action), (3) observasi (observation), dan (4) refleksi (reflecting). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, mengajar, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kuantitatif dengan menghitung rata-rata nilai dan persentase ketuntasan.Hasil penelitian didapat dari hasil perbaikan mulai dari pra siklus untuk di siklus I dan perbaikan dari siklus I untuk di siklus II. Peningkatan ketuntasan hasil belajar peserta didik dapat dilihat dari rata-rata nilai prasiklus adalah 54 dengan persentase ketuntasan sebesar 21%, rata-rata nilai siklus I adalah 70 dengan persentase ketuntasan sebesar 59% dan rata-rata nilai siklus I adalah 77 dengan persentase ketuntasan sebesar 79%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbantuan media Papan Tumbuhan dapat meningkatkan hasil belajar IPAS materi bagian tubuh tumbuhan pada peserta didik kelas IV SD Negeri Percobaan 2 Depok kota Yogyakarta

    IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN IPA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENUMBUHKAN NILAI KARAKTER PROFIL PELAJAR PANCASILA

    Get PDF
    Materi esensial atau materi yang mendasar dalam Kurikulum Merdeka salah satunya terdapat pada pembelajaran IPA yang dapat menciptakan pembelajaran yang bermakna. Pembelajaran IPA dalam Kurikulum Merdeka bertujuan untuk mengembangkan kompetensi literasi dan numerasi peserta didik dalam menganalisis fenomena-fenomena alam dan teknologi yang terdapat dilingkungan sekitar secara sistematis, kritis, dan kreatif. Pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal adalah upaya untuk mempermudah memahami dan menganalisis konsep IPA yang terdapat dalam nilai kearifan lokal yang ada dilingkungan sekitar peserta didik. Penumbuhan nilai-nilai karakter Profil Pelajar Pancasila dengan mengacu pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk menelaah pengaruh pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal dalam menumbuhkan nilai karakter Profil Pelajar Pancasila. Kurikulum Merdeka memiliki karakteristik utama yaitu mengembangkan kecakapan atau keterampilan dan karakter yang selaras dengan Profil Pelajar Pancasila. Metode penelitian yang digunakan yaitu literature review menggunakan kajian enam artikel terakditasi SINTA terbitan 5 tahun terakhir yang relevan dengan topik kajian dari hasil penelusuran pada Google Scholar. Hasil penelitian analisis enam artikel menyatakan bahwa pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal dapat digunakan untuk sumber belajar dalam menumbuhkan nilai-nilai karakter Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasikan pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal dapat menumbuhkan nilai-nilai karakter Profil Pelajar Pancasila

    PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS SCIENTIFIC INQUIRY TERINTEGRASI ETNOSAINS PADA MATERI ZAT ADITIF DAN ZAT ADIKTIF

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan peneliti karena dilatar belakangi oleh belum adanya modul IPA yang yang dapat digunakan dalam pembelajaran sebagai perantara antara materi pelajaran IPA berbasis scientific inquiry terintegrasi Etnosains Kalimantan. Modul yang dikembangkan dibatasi untuk pokok bahasan zat aditif dan zat adiktif berbasis Scientific inquiry terintegrasi etnosains Kalimantan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan validitas modul pembelajaran berbasis scientific inquiry terintegrasi etnosains pada materi zat aditif dan zat adiktif. Metode yang digunakan adalah metode 4D. Data penelitian ini didapatkan melalui lembar validasi modul yang telah dilakukan, hasilnya didapatkan bahwa hasil penelitian modul ini bisa dikatakan valid dengan skor rata-rata 89,7% (sangat valid). Dari hasil penelitian yang didapat maka dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran IPA materi zat aditif dan zat adiktif berbasis Scientific inquiry terintegrasi etnosains telah layak digunakan pada pembelajara

    EFEKTIVITAS PENAMBAHAN EM-4 PADA PROSES FERMENTASI ECO ENZYME: PENGOLAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA MENJADI PRODUK SERBA GUNA

    Get PDF
    Limbah rumah tangga organik seperti sisa sayur dan kulit buah seringkali diabaikan dan berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Studi ini melihat eco enzyme sebagai cara yang efektif untuk mengurangi limbah rumah tangga organik. Studi ini menggunakan metode eksperimen dengan Effective Microorganism-4 (EM4) untuk mempercepat proses fermentasi pembuatan eco enzyme. Selama 13 hari percobaan, terjadi perubahan dalam jumlah gelembung, warna, dan bau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan EM4 dalam pembuatan eco enzyme mengubah proses fermentasi secara signifikan. Proses fermentasi sebenarnya memerlukan waktu yang cukup lama, sekitar tiga bulan. Ketika pengamatan dilakukan, proses fermentasi masih berlanjut hingga hari ke-13. Pengamatan ini menunjukkan bahwa harus ada pengaturan gelembung gas selama fermentasi untuk mencegah kecelakaan seperti ledakan botol. Eco enzyme yang dibuat dari limbah organik adalah alternatif untuk mengurangi limbah rumah tangga dan menghasilkan produk yang bermanfaat. Penggunaan EM4 dalam jumlah yang tepat dan waktu fermentasi yang cukup akan menghasilkan produk berkualitas

    Sistem Rekomendasi Wisata Dan Pendukungnya Menggunakan Metode Waterfall Di Kabupaten Tulungangung

    Get PDF
    Abstrak— Perkembangan teknologi dalam kehidupan manusia telah dimulai dari proses sederhana dalam kehidupan sehari-hari hingga mencapai tingkat pemenuhan kepuasan sebagai individu dan makhluk sosial. Berdasarkan masalah yang terjadi di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung dengan mengidentikasi beberapa aspek pada penelitian ini yaitu berupa belum ada aplikasi yang dapat merekomendasikan destinasi wisata di Kabupaten Tulungagung berdasarkan fasilitas, aksesibilitas, biaya, jam operasional waktu buka dan tutup. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem rekomendasi beserta pendukungnya yang mencakup aspek keamanan, kesehatan, dan panduan digital, menerapkan metode Waterfall dalam pengembangan sistem rekomendasi dan pendukungnya serta menilai kelayakan sistem rekomendasi wisata dan pendukungnya di Kabupaten Tulungagung berdasarkan penilaian dari wisatawan dan dinas terkait. Sebuah metode yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Hasil penelitian dalam metode yang menggunakan blacbox testing berhasil dalam menguji semua fitur yang ada di sistem rekomendasi ini dan hasil penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sektor wisata di Kabupaten Tulungagung melalui sistem rekomendasi yang dikembangkan. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah peningkatan sistem dengan menambahkan fitur-fitur tambahan seperti ulasan dan rating dari pengguna dan notifikasi acara atau promo harga tiket dari tempat wisata

    ANALISIS DAN PERANCANGAN TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI PT. XYZ MENGGUNAKAN COBIT 2019 PADA PROSES BAI01, BAI02, DAN BAI11

    Get PDF
    PT. XYZ telah mengimplementasikan TI yang secara struktural dikelola dan dilaksanakan oleh Unit Pengelola Teknologi Informasi (UPTI) untuk mendukung tujuan bisnis utama perusahaan. Namun, setelah dilakukannya evaluasi tingkat kapabilitas TI perusahaan, UPTI menemukan beberapa area yang masih di bawah target yang telah ditetapkan dan ketidakkonsistenan dalam perencanaan program dan proyek TI serta kurangnya pemantauan dan evaluasi kualitas layanan TI. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis dan perancangan tata kelola TI menggunakan kerangka kerja COBIT 2019, dengan fokus pada pengelolaan layanan TI pada objektif BAI01 Managed Programs, BAI02 Managed Requirements Definition, dan BAI11 Managed Projects. Untuk metode yang digunakan dalam penyusunan meliputi studi literatur dan penelitian lapangan, yang melibatkan pengumpulan data dari perusahaan yang menerapkan COBIT dalam pengelolaan layanan TI. Pada tahap analisis, kerangka kerja COBIT digunakan dengan mengimplementasikan factor design untuk mengidentifikasi kesenjangan dalam pengelolaan layanan TI yang akan membantu dalam mengidentifikasi area perbaikan yang perlu ditargetkan. Untuk hasil analisis menunjukkan kesenjangan pada BAI01 (6 dari 9 management practice), BAI02 (1 dari 4 management practice), dan BAI11 (4 dari 9 management practice). Selanjutnya, dari kesenjangan yang didapatkan tersebut diberikan usulan rekomendasi berdasarkan aspek people, process, dan technology yang diharapkan dapat mengatasi kesenjangan yang teridentifikasi. Untuk rekomendasi perbaikan yang diusulkan, terdapat rekomendasi dengan tipe roles, responsibility, skill awareness, serta communication untuk aspek people. Lalu pada aspek process, terdapat rekomendasi dengan tipe policy dan procedure. Dan pada aspek technology, terdapat rekomendasi dengan tipe tools. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi organisasi dalam mengimplementasikan COBIT untuk mengelola layanan TI dengan lebih baik dan dapat mencapai tingkat kapabilitas sesuai dengan target yang ditetapkan perusahaan sehingga dapat meningkatkan efisiensi operasional, keandalan layanan TI, dan kepatuhan terhadap peraturan dan standar yang berlaku.Dalam upaya untuk mendukung tujuan bisnis utama perusahaan, PT. XYZ telah mengimplementasikan teknologi informasi (TI) yang secara struktural dikelola dan dilaksanakan oleh Unit Pengelola Teknologi Informasi (UPTI). Namun, setelah dilakukannya evaluasi terhadap tingkat kematangan TI perusahaan, UPTI menemukan beberapa area yang masih di bawah target yang telah ditetapkan dan ketidakkonsistenan dalam perencanaan program dan proyek TI serta kurangnya pemantauan dan evaluasi kualitas layanan TI. Perbaikan terhadap pengelolaan layanan TI tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan tata kelola TI. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis dan perancangan tata kelola TI dengan menggunakan kerangka kerja COBIT 2019, dengan fokus pada pengelolaan layanan TI pada proses BAI01 Managed Programs, BAI02 Managed Requirements Definition, dan BAI11 Managed Projects. Untuk metode yang digunakan dalam penyusunan meliputi studi literatur dan penelitian lapangan, yang melibatkan pengumpulan data dari perusahaan yang menerapkan COBIT dalam pengelolaan layanan TI. Pada tahap analisis, kerangka kerja COBIT digunakan dengan mengimplementasikan factor design untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi kesenjangan dalam pengelolaan layanan TI. Identifikasi tersebut akan membantu dalam mengidentifikasi area perbaikan yang perlu ditargetkan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan layanan TI. Kemudian area perbaikan tersebut diberikan usulan rekomendasi berdasarkan aspek people, process, dan technology yang dapat mengatasi kesenjangan yang teridentifikasi.Kata Kunci: Tata Kelola TI, PT. XYZ, Pengelolaan Layanan TI, COBIT 2019, BAI01, BAI02, BAI1

    Pengaruh Metode Computer Science Unplugged dan Gaya Belajar Terhadap Kemampuan Berpikir Komputasional Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Waru Sidoarjo

    Get PDF
    Berpikir komputasional dibutuhkan sebagai salah satu solusi untuk melatih kemampuan memecahkan masalah yang kompleks dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil assesmen awal, siswa kelas VII SMP Negeri 3 Waru Sidoarjo tahun ajaran 2022-2023 belum mengenal konsep berpikir komputasional. Siswa juga memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Sehingga perlu dilakukan penelitian guna mengkaji tentang (1) pengaruh metode pembelajaran Computer Science Unplugged dengan metode pembelajaran Computer Science Plugged terhadap kemampuan berpikir komputasioal siswa; (2) pengaruh gaya belajar siswa yang berbeda terhadap kemampuan berpikir komputasional; (3) interaksi antara metode pembelajaran dan gaya belajar terhadap kemampuan berpikir komputasional. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan quasi experiment menggunakan sampel 72 siswa kelas VII SMP Negeri 3 Waru. Uji hipotesis menggunakan Two Way Anova dengan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  1) Terdapat perbedaan pengaruh metode pembelajaran Computer Science Unplugged (CSU) dan metode pembelajaran Computer Science Plugged (CSP) terhadap kemampuan berpikir komputasional siswa; 2) Tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir komputasional siswa kelas VII yang memiliki gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik; 3) Terdapat pengaruh interaksi antara metode pembelajaran Computer Science Unplugged dan gaya belajar terhadap kemampuan berpikir komputasional siswa. Metode pembelajaran dan gaya belajar secara bersama-sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berpikir komputasional. Rata-rata nilai siswa pada kelas eksperimen pada kelompok gaya belajar visual dan kinestetik lebih tinggi daripada kelas kontrol. Sedangkan rata-rata nilai siswa kelompok gaya belajar auditori pada kelas kontrol lebih tinggi daripada kelas eksperimen

    KAJIAN ETNOSAINS DALAM PEMBUATAN IKAN ASIN DI DESA SEPANJANG SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPA

    Get PDF
    Masyarakat Desa Sepanjang memiliki kearifan lokal dalam pembuatan ikan asin. Kearifan lokal ini memiliki potensi untuk dijadikan sumber pembelajaran IPA sebab dalam pembuatannya terdapat pengetahuan asli masyarakat yang dapat ditransformasikan menjadi pengetahuan ilmiah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mentransformasikan pengetahuan asli masyarakat Desa Sepanjang dalam pembuaatan ikan asin menjadi pengetahuan ilmiah agar dapat dijadikan sumber pembelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis etnosains dengan metode wawancara dan observasi. Data yang terkumpul kemudian dilakukan analisis data dengan langkah;  mereduksi data hasil observasi dan wawancara,  menyajikan data dalam bentuk teks deskriptif dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa  pengetahuan asli masyarakat Desa Sepanjang tentang pembuatan ikan asin dapat ditransformasikan menjadi pengetahuan ilmiah dan terdapat hubungan  dengan kompetensi dasar IPA sekolah menengah pertama sehingga dapat dijadikan sumber pembelajaran IPA

    ANALISIS PERBEDAAN IDENTITAS SAINS SISWA SMP BERDASARKAN TINGKATAN KELAS

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan menganalisis identitas sains siswa SMP kelas VII, VIII, dan IX dalam pembelajaran IPA. Metode survei secara kuantitatif dilakukan dengan menggunakan instrumen Science Identity Survey (SIS) dan pertanyaan terbuka. Jumlah partisipan sebanyak 529 siswa SMP provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta terdiri dari 195 siswa kelas VII, 266 siswa kelas VIII, dan 68 siswa kelas IX. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata identitas sains siswa SMP 3,48 (kategori sedang) dimana rata-rata 3,60 pada kelas VII, rata-rata 3,51 pada kelas VIII, dan kelas IX 3,33. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada aspek kompetensi dan minat dengan nilai Asymph. Sig 0,0230,05 dan 0,0240,05. Berdasarkan jawaban terbuka, siswa yakin mampu belajar dan mendapat nilai bagus serta minat belajar IPA karena adanya kegiatan laboratorium. Rendahnya identitas sains siswa dikarenakan kurangnya minat belajar dan rasa percaya diri dalam tugas IPA Selain itu, peneliti menyarankan mencari solusi untuk peningkatan identitas sains dalam pembelajaran IPA

    1,575

    full texts

    1,643

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online STKIP PGRI Tulungagung (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇