Jurnal Online STKIP PGRI Tulungagung (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
1643 research outputs found
Sort by
PEMBANGUNAN E-GALLERY UNTUK PROMOSI KARYA SENI DALAM KONTEN VISUAL BERBASIS WEB
E-gallery atau bisa disebut galeri seni, sistem informasi ini bertujuan untuk membantu para seniman dalam memamerkan karya seninya dan memudahkan masyarakat untuk mengetahui karya seni dari seniman lokal. Selain itu, sistem informasi ini sangat mudah di akses jika memiliki jarngan internet yang memadai. Metode penelitian yang akan digunakan dalam pengembangan e-gallery untuk mempromosikan karya seni dalam konten visual berbasis web adalah metode waterfall. Metode waterfall dapat memberikan keuntungan yaitu memudahkan dalam menganalisis setiap langkanya dan juga dapat melakukan pengendalian untuk menghindari kesalahan yang mungkin terjadi. Penelitian ini menghasilkan sistem informasi seni rupa berbasis website yang dapat digunakan untuk membantu seniman dalam mempromosikan karya seninya. Teknologi yang digunakan dalam membangun website ini menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Framework ini dapat membantu website ini menjadi lebih responsive, dan juga dapat diakses melalui desktop maupun smartphone. Berdasarkan penelitian, dikembangkanlah e-gallery untuk mempromosikan karya seni dalam konten visual dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP framework Laravel karena memiliki banyak fitur terbaru yang dapat membantu membuat proses pengembangan web menjadi menarik dan responsif. Berdasarkan hasil pengujian blackbox dan SUS pada website ini dapat disimpulkan bahwa fungsi sistem yang ada berjalan sesuai dengan yang diharapkan. E-galeri ini dapat membantu para seniman menampilkan karya seninya kepada publik melalui website ini. Website ini juga selalu update, jika ada karya seni baru segera dimasukkan ke dalam website ini, sehingga masyarakat cepat mengetahui karya seni baru apa saja yang tersedia
EFFICIENCY OF CMMS (COMPUTERIZED MAINTENANCE MANAGEMENT SYSTEM) PROJECT STAGES WITH K-MEANS
This study scrutinized four CMMS (Computerized Maintenance Management System) development projects using the K-Means clustering method to evaluate stages that require improvement by the GrX team. The projects under consideration were named Tim, Lix, Akb, and Mnk. The results indicated that the Tim project leaned more towards efficient CMMS development stages, while the Lix and Akb projects were predominantly in less efficient clusters at the implementation stages. The Mnk project had stages in less efficient clusters located at stages other than implementation processes. This suggests that each project has its unique challenges in achieving efficiency. However, the overarching conclusion is that the GRX team needs to enhance efficiency in the CMMS software development process. Several stages need to be evaluated, particularly the “data analysis and coordination” and “implementation of asset, work order, preventive and spare part modules” stages. Inefficiency occurs when the designing work time has a value lower than twice the workload. The K-Means algorithm was employed in the clustering process because it was believed that the data to be grouped was well-suited for implementation with this algorithm. The variables involved in this study were time and workload. This research provides valuable insights into the efficiency of CMMS development projects and offers a roadmap for future improvements
ANALISIS PENGUJIAN KEAMANAN WEBSITE PENGELOLAAN INTERNET DESA KRAGAN MENGGUNAKAN METODE PENETRATION TESTING EXECUTION STANDARD (PTES)
Penggunaan teknologi pada era globalisasi saat ini telah membentuk ruang kehidupan baru sehingga menyebabkaan peningkatan pengguna aktif internet. Internet selain menghadirkan kemudahan bagi penggunanya, juga memberikan dampak negatif yang cukup berbahaya. Tingginya angka pengguna aktif internet seharusnya dibarengi dengan tingkat keamanan cyber yang tinggi. Akan tetapi, pada prakteknya kondisi keamanan cyber di Indonesia masih tergolong lemah. Menurut Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional (Pusopskasinas), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat hampir 1 milyar serangan cyber telah terjadi sejak januari hingga desember 2022. Oleh karena itu, untuk mengetahui kualiatas keamanan dan pentingnya fungsi serta performa yang ada pada website pengelolaan internet di Desa Kragan, maka perlu diterapkan pengujian keamanan (penetration testing). Pengujian menggunakan metode Penetration Testing Execution Standard (PTES) yang merupakan panduan metodologi tentang apa yang diperlukan untuk uji penetrasi yang efektif. Hasil yang didapat setelah uji penetrasi testing yaitu terdapat 14 celah keamanan dimana 3 celah diantaranya menjadi bahan untuk di eksploitasi. Ketiga celah keamanan tersebut yaitu SQL injection, Absence of Anti-CSRF Tokens, dan Missing Anti-clickjacking Header. Hasil SQL injection tidak dapat dilakukan karena website telah menggunakan Secure Socket Layer (SSL) untuk mendukung keamanan website, sedangkan hasil 2 eksploitasi lainnya adalah bahwa celah keamanan tersebut berhasil dieksploitasi dan dapat menjadi ancaman cyber apabila tidak segera diperbaiki
Pengenalan PLTS Sebagai Pembangkit Listrik Energi Terbarukan Bagi Siswa dan Guru SD Negeri Kalibanteng Kulon 01 Semarang
Dengan semakin bertambahnya penduduk di Indonesia dan perkembangan teknologi maka kebutuhan energi listrik juga mengalami peningkatan. Pada saat sekarang banyak kegiatan atau pekerjaan yang membutuhkan sumber energi listrik. Dengan terputusnya sumber energi listrik maka banyak kegiatan yang terganggu. Namun pembangkit listrik di Indonesia masih menggunakan sumber fosil atau sumber energi tidak terbarukan, yang semakiin lama semakin menipis ketersediaannya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka penggunaan energi terbarukan pada pembangkit listrik mulai ditingkatkan. Salah satu energi terbarukan yang melimpah di Indonesia adalah energi matahari. Pada kegiatan pengabdian masyarakat di SD Negeri Kalibanteng Kulon 01 Semarang diperkenalkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan menggunakan komponen utama panel surya. Tujuannya untuk mengenalkan potensi energi matahari sebagai salah satu energi terbarukan untuk pembangkit listrik. Kegiatan diikuti seluruh Guru dan siswa kelas 6 SD Negeri Kalibanteng Kulon 01 Semarang. Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan dengan pemberian materi PLTS di kelas dan demo perangkat PLTS di luar kelas. Dalam melakukan demo dilaksanakan pada jam 9 hingga jam 12 siang, karena pada waktu tersebut iradiasi matahari sangat besar, sehingga terlihat proses konversi dari iradiasi matahari menjadi listrik DC
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TGT BERBANTUAN MEDIA QUESTION CARD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DI KELAS IV SDN NO. 17 DUNGINGI
Penelitian ini ialah penelitian tindakan kelas, rumusan masalahnya “Bagaimana Penerapan Model Pembelajaran Teams Game Tournament berbantuan media question card dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pelajaran IPA kelas IV SDN No 17 Dungingi”. Hasil belajar siswa pada materi tumbuhan sumber kehidupan dibumi setelah diterapkannya model Teams Game Tournament berbantuan media Question Card mengalami peningkatan, pada siklus I terdapat 18 (75%) siswa memiliki hasil belajar tuntas dan 6 (25%) siswa memiliki hasil belajar dibawah KKM. Namun pada siklus II terjadi peningkatan sebanyak 21 (87.5%) siswa yang memiliki hasil belajar tuntas dan 3 (12.5%) memiliki nilai dibawah KKM atau tidak tuntas. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Teams Game Tournament (TGT) berbantuan media Question Card pada pembelajaran IPA dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN No 17 Dungingi
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA BUKU DIGITAL BERBASIS STEM PADA MATERI PENCEMARAN AIR
Kurangnya minat peserta didik untuk belajar IPA disebabkan karena media pembelajaran kurang bervariasi. Maka, dibutuhkan media yang membuat minat belajar meningkat. Tujuan penelitian yaitu menghasilkan multimedia buku digital berbasis STEM materi pencemaran air. Metode penelitian yang diterapkan yaitu pengembangan model Plomp terdiri dari 3 tahapan meliputi analisis, desain dan pengembangan, dan evaluasi. Untuk menguji coba produk dilakukan uji kevalidan materi dan media. Metode analisis data dengan analisis kualitatif dan kuantitatif. Wawancara dan angket digunakan untuk pengumpulan data. Hasil penelitian memperoleh presentase skor uji kevalidan materi sebesar 97% dan uji kevalidan media diperoleh presenase skor 89% dengan kategori kevalidan sangat valid. Berdasarkan uji kevalidan maka multimedia buku digital berbasis STEM materi pencemaran air dapat untuk diterapkan dalam pembelajaran IP
HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN KELUARGA DAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP
The family environment is very influential in the development of student learning outcomes. In the development of children, the family plays an important role in assisting the development of children in their education which includes obstacles or learning difficulties. The purpose of this study was (1) to evaluate whether there is a correlation between the family environment and students 'interest in studying mathematics and (2) this study was to measure the extent to which the role or contribution derived from the family environment in shaping students' interests. This research can be classified as quantitative research, which takes an approach using correlational methods. In other words, this study focuses on the analysis of relationships or correlations between certain variables in a research context. The sample used in this study consisted of 37 seventh grade students in one of the State Junior High School located in Karawang. The findings of the study indicate a positive correlation between the condition of the family environment and students ' interest in learning mathematics at the level of grade VII (GIS value. 0,000 0,05). Based on the results of correlation analysis, there is a calculated r value of 0.556, while the R value of the table is 0.32461. Thus, since the value of R count (0.556) is greater than that of R table (0.32461), it can be concluded that there is a positive correlation between the family environment and interest in learning mathematics. The family environment variable gave dedication to learning interest by 30.9% and another 69.1% came from other factors
PENGARUH PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PROYEK TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS X SMAN 1 PEGAJAHAN
This study aims to examine the impact of Project-Based Learning (PjBL) on the problem-solving abilities of tenth-grade students at SMA Negeri 1 Pegajahan within the context of the Merdeka Curriculum. The research employs a quantitative method with a quasi-experimental approach, utilizing a Pretest-Posttest Only One Group Design. The population includes all tenth-grade students, with samples selected using Cluster Random Sampling techniques. Data were collected through pretests and posttests and analyzed using descriptive and inferential statistical tests, including normality tests, homogeneity tests, and the Paired Sample t-Test. The results indicate a significant improvement in students' problem-solving abilities following the implementation of PjBL. The t-test results demonstrate a positive effect of PjBL on students' problem-solving skills. Based on these findings, it is concluded that PjBL is an effective teaching method for enhancing students' mathematical problem-solving abilities. This study provides valuable contributions to the development of more innovative and relevant teaching methods, particularly in supporting the implementation of the Merdeka Curriculum in Indonesia
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBANTUAN FLIPBOOK PADA MATERI APLIKASI TURUNAN FUNGSI ALJABAR KELAS XI SMAN 8 LUBUKLINGGAU
The aim of this research is to determine the validity, practicality and effectiveness of the Flipbook-Assisted E-Module on the Algebra Function Derivative Application Material for Class XI IPA 2 SMA Negeri 8 Lubuklinggau. The research used is RD using the ADDIE model. Data collection techniques are interviews, observation, questionnaires and tests. The research subjects were students of class XI Science 2 at SMA Negeri 8 Lubuklinggau.It is-assisted moduleflipbook what was developed was declared valid, this was based on a language validator of 0.86, a media validator of 0.94 and a material validator of 0.95. The results of the validity test recapitulation show a high score with an average of 0.91. The teacher's practicality result is 4.85, testone to one evaluation was 4.52, small group practicality was 4.31, it was concluded thatIt is-assisted moduleflipbook in the application material for algebraic function derivatives, it shows an average score of 4.56 and is said to be practical. Effectiveness based on scoreN-gain amounting to 0.71 in the high category. therefore it is concluded thatIt is-The flipbook-assisted module on the application of algebraic function derivatives developed is valid, practical and effective
PENGEMBANGAN SKENARIO PEMBELAJARAN AKTIF BERBASIS MIKiR UNTUK SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR
Learning scenario is the important thing in teaching process. Designing of good learning scenario is one of effort to increase learning quality. The aims of this study is to see the validity and practicality of the developed MIKiR-based active learning scenario. This study was carried out at the Integrated Islamic Elementary School (SDIT) Nurul Ilmi with the number of study subjects are 40 students from two fifth grades of Mathematics. The method used to develop the MIKiR-based active learning scenario is ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The study instruments used in this study were: validation sheets to measure product feasibility, and teacher response questionnaires to see the practicality of the product. The results obtained are as follows, for the level of validity of the MIKiR-based active learning scenario, the average score is 3.67 with a very valid category consisting of three aspects, namely content, material, form, presentation, language, and legibility. Furthermore, the level of practicality obtained a very practical category with an average value of 84.76%. This can be seen from four aspects, namely the attractiveness of the device to student interest, ease of use and content, increased student activity, and time efficiency