Jurnal Online STKIP PGRI Tulungagung (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
1643 research outputs found
Sort by
ANALISIS DAN REKONSTRUKSI DESAIN KEGIATAN LABORATORIUM (DKL) PADA MATERI PROTISTA KELAS X SMA
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai Desain Kegiatan Laboratorium (DKL) pada materi Protista yang digunakan dalam pembelajaran biologi kelas X SMA/MA. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, sampel DKL diambil dari beberapa buku paket pembelajaran dan buku paket praktikum dengan jumlah 3 DKL menggunakan teknik purposive sampling. Dalam penelitian ini, digunakan instrumen analisis yang didasarkan pada modifikasi diagram vee Novak Gowin (1984). Hasil analisis DKL materi protista menunjukkan bahwa: 1) DKL yang ada belum sesuai dengan tuntutan Kompetensi Dasar (KD) pada kurikulum 2013, 2) aspek kompetensi yang tergambar dalam DKL belum mencakup proses hands on dan minds on yang seharusnya dilakukan oleh siswa pada saat praktikum. Selain itu, analisis aspek konstruksi pengetahuan berdasarkan instrumen diagram vee menunjukkan bahwa beberapa item seperti pertanyaan fokus, objek/peristiwa, teori/prinsip/konsep, perekaman dan transformasi data, serta perolehan pengetahuan masih belum mencapai skor tertinggi. Oleh karena itu, DKL yang ada perlu direkonstruksi agar dapat mencapai skor maksimal sehingga siswa dapat mengembangkan pengetahuan melalui praktikum
IMPLEMENTASI PROJECT BASE LEARNING DENGAN PENDEKATAN TEACHING AT THE RIGHT LEVEL UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PESERTA DIDIK KELAS VII
Pembelajaran IPA di kelas 7F SMP N 1 Nawangan belum optimal karena pembelajaran masih berorientasi pada guru. Hasil observasi menunjukkan keaktifan dan hasil belajar kognitif peserta didik masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar kognitif peserta didik dengan mengimplementasikan model pembelajaran Project Base Learning dan pendekatan Teaching at The Right Level. Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 1 Nawangan, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan. Sumber data adalah peserta didik di kelas 7F SMP N 1 Nawangan sebanyak 20 peserta didik. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Hasil dari penelitian tindakan kelas ini adalah keaktifan peserta didik dengan kategori tinggi pada siklus I sebesar 65% meningkat pada siklus II menjadi 80%, sedangkan hasil belajar kognitif peserta didik yang tuntas pada siklus I sebesar 70% meningkat pada siklus II menjadi 85%. Berdasarkan data tersebut maka implementasi model pembelajaran Project Base Learning dengan pendekatan Teaching at The Right Level dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar kognitif peserta didik kelas 7F SMP N 1 Nawangan.
Sistem Informasi Wisata Kab. Semarang melalui Chatbot dengan Framework Rasa
Chatbot merupakan sistem cerdas yang membantu user berupa interaksi untuk menyampaikan suatu informasi dengan mesin melalui media tulisan. Paper ini meneliti penggunaan chatbot untuk sistem informasi beberapa wisata yang berada di Kab. Semarang. Wisatawan yang hendak berkunjung akan mudah untuk mencari detail informasi seperti medan tempat wisata. Pemanfaatan chatbot ini dikembangkan dengan framework rasa.ai yang mudah untuk di integrasikan dengan platform sosial media. Dalam penelitian ini menggunakan metode studi lapangan dan studi pustaka. Studi lapangan proses pengumpulan data hasil wawancara untuk memperoleh pemahaman informasi yang nyata, sedangkan studi pustaka proses arahan landasan teori untuk mengidentifikasi sumber literatur yang relevan seperti pada jurnal ilmiah. Dalam perancangan chatbot menggunakan framework rasa ini kita dimudahkan oleh platform Open-source Rasa.ai kita tidak perlu menyiapkan proses dalam pembangunan chatbot. Framework membuat kerangka dan kita langsung input dataset seputar wisata serta dapat integrasikan dengan api platform sosial media sesuai kebutuhan. Tingkat akurasi menggunakan framework ini dapat diuji dari hasil running sistem chatbot yang dibuat. Dibuktikan dengan hasil akurasi uji 7 topik dan 35 pertanyaan untuk diperoleh accuracy sebesar 1.00 yang menandakan jika model chatbot ini memiliki ketepatan yang tinggi. Proses pengujian berhasil dilakukan dengan cara user memasukan pertanyaan sehingga tercapainya untuk memberikan jawaban informasi seputar wisata di Kab. Semarang
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL AKM DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF REFLEKTIF IMPLUSIF
The study aims to determine and describe students' mathematical literacy skills in solving AKM problems in terms of reflective and implusive cognitive styles. The subjects in this study were grade XI students at SMA Negeri 2 Pandeglang who had reflective and implusive cognitive styles. The method used is qualitative research with a descriptive approach. The selection of research subjects was carried out by purposive sampling technique based on using the cognitive style test instrument Matching Familiar Figure Test (MFFT). After that, a test was carried out to collect mathematical literacy skills by completing AKM questions and interviews. Analysis of mathematical literacy ability tests refers to three indicators of mathematical literacy, namely reasoning/argument, communication, and application/representation. Based on data analysis and discussion, it can be concluded that: (1) Students with refractive cognitive styles have medium category mamthematic literacy skills. (2) Students with implusive cognitive styles have low category mathematical literacy skills. The results showed that the mathematical literacy of students with reflective cognitive style was in the medium category with a percentage of 61.54%, while the mathematical literacy of students with cognitive implusive style was in the low category with a percentage of 57.14%
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMP PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPLDV)
This research was conducted with the aim of observing and describing junior high school students' ability to understand concepts in two-variable linear equation systems. 36 students of class VIII SMP Negeri 3 West Karawang were the research subjects. This research uses a qualitative descriptive approach, and the data collected for this research comes from tests that measure students’s ability to understand concepts. The results showed that students in the low category, with 7 students, had a concept understanding ability of 19.4%. The medium category with 23 students, has a concept understanding ability of 63.9%. Meanwhile, in the high category with 6 students, students’ concept understanding ability was 16.7%. It can be said that the majority of students at SMP Negeri 3 West Karawang haave the ability to understand mathematical concepts in the medium category
APLIKASI SISTEM INFORMASI PELAYANAN JASA LAUNDRY BERBASIS WEBSITE PADA BLUE LAUNDRY
Teknologi semakin berkembang pesat dengan kemajuan teknologi yang terus berlajut memberi kemudahan dalam berbagai bidang dengan memanfaatkan teknologi. Toko Blue Laundry merupakan salah satu pelaku industri yang sedang melakukan migrasi menuju penggunaan teknologi dalam operasionalnya. Pengelolahan masih menggunakan sistem manual membuat Toko Blue Laundry mengalami kesulitan dalam proses perekapan data sehingga terjadi adanya kesalahan dalam pengelolahan data serta sangat memungkinakan hilangnya data. Dilakukan penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi pelayanan jasa laundry berbasis website. Pengembangan ini menggunakan metodelogi Software Development Life Cycle (SDLC) dengan permodelannya menggunakan Waterfall. Metode model Waterfall terdiri dari tahapan analisis kebutuhan (requirements analysis), desain (design), pengkodean (coding), pengujian (testing) dan pemeliharaan (maintenance). Pengujian menggunakan metode black box dan System Usability Scale (SUS). Hasil pengujian dengan metode black box menunjukkan bahwa sistem berfungsi sesuai dengan yang diharapkan. Selain itu, pengujian dengan metode SUS menghasilkan skor akhir sebesar 85,2 yang berada dalam rentang penerimaan "acceptable." Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sistem ini layak digunakan dan dapat diterima oleh user. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi berbasis web yang diharapkan dapat berguna untuk menjadi media bantu dalam pelayanan jasa laundry pada Toko Blue Laundry. Sehingga dapat mengurangi kesalahan dalam perekapan data serta menyediakan sistem penyimapanan data yang mudah dikelola
SISTEM PAKAR DIAGNOSA GANGGUAN KECEMASAN (ANXIETY DISORDER) MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING
Gangguan kecemasan merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang paling umum, kondisi ini dapat mengakibatkan kekhawatiran yang berdampak buruk pada rutinitas seseorang, menurunkan prestasi akademis, serta mengurangi kualitas hidup dan psikologis. Masyarat sering mengabaikan masalah kesehatan mental karena kurangnya pengetahuan dan keterbatasan fasilitas psikologis. Berdasarkan keterbatasan tersebut sistem pakar daharapkan mampu memecahkan masalah tersebut dengan melakukan konsultasi secara mandiri. Sistem pakar adalah sebuah sistem yang mengadopsi pengetahuan pakar sehingga dapat melakukan seperti yang dilakukan pakar. Dengan dibangunnya sistem pakar ini dapat membantu masyarakat untuk melakukan konsultasi di web secara secara mandiri tanpa harus ke tempat fasilitas psikologis. Sistem pakar ini menggunakan metode forward chaining dan dibuat dengan memanfaatkan bahasa pemrograman PHP dan MySQL sebagai database. Metode forward chaining diawali dengan sekumpulan fakta untuk menemukan ketentuan yang sesuai dengan prediksi yang mengarah kesimpulan. Hasil dari pengujian validitas aplikasi, sistem pakar ini memiliki nilai keakuratan sistem sebesar 100% dari 7 data uji
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMBAYARAN SPP BERBASIS WEB DI AL-MASUDIYYAH BANDUNGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA K-NN
Perkembangan teknologi masa kini berkembang dengan sangat pesat., salah satunya adalah teknologi informasi yang merambah pada bidang pendidikan. Dalam kasus yang dialami di Pondok Pesantren Assalafiyyah Al – Mas’udiyyah Bandungan, dalam pembayaran SPP (Sumbangan Pembinaan Pedidikan) masih menggunakan proses pencatatan manual. Mengingat banyaknya jumlah santri yang semakin bertambah, menyebabkan staf administrasi mengalami kesulitan dalam pencarian data-data transaksi pembayaran. Tujuan dari penulis ini yaitu merancang sistem informasi pembayaran SPP berbasis web. Metode yang digunakan yaitu metode waterfall dan alat bantu berbasis objek UML. Pembuatan sistem menggunakan Framework Bootstrap, bahasa pemrograman web menggunakan PHP, MySQL sebagai database server, dan untuk perhitungan keterlambatan pembayaran SPP, penulis akan menggunakan algoritma K-NN (K- Nearest Neighbor). Metode pengujian yang digunakan yaitu black box testing untuk menguji fungsi sistem yang telah dibuat. Hasil dari penelitian ini membuat sistem terkomputerisasi yang dapat mempermudah proses transaksi pembayaran SPP dan membantu dalam menyajikan bentuk laporan yang mudah serta akura
PENGEMBANGAN MODEL CAPSULEGAN UNTUK PENGHAPUSAN HUJAN CITRA TUNGGAL
Pengaruh cuaca hujan pada kualitas gambar sering menjadi masalah di bidang Computer Vision (CV), karena informasi-informasi penting yang diperlukan oleh algoritma CV menjadi hilang. Berbagai macam solusi telah diusulkan oleh para peneliti untuk menyelesaikan masalah tersebut, mulai dari menggunakan filter tradisional hingga penerapan metode Deep Learning. Penerapan algoritma Deep Learning, seperti Deep Convolutional Generative Adversarial Network (DCGAN) digunakan karena tingkat kualitas gambar yang diproduksi sangat baik, tetapi masih ada kekurangan yaitu hilangnya informasi spasial antar komponen hujan, sehingga tidak dapat mengidentifikasi dimana letak garis hujan yang menyebabkan tersisanya garis hujan pada gambar. Capsule Network (CapsNet) menjadi solusi dalam permasalahan tersebut, dengan memperhatikan hubungan antara detail parsial dengan objek global, informasi-informasi spasial pada gambar seperti posisi dan rotasi antar objek dapat dipertahankan, dengan begitu penggunaan CapsNet pada arsitektur akan memberikan pengaruh yang cukup signifikan. Dengan menggabungkan kedua metode tersebut akan didapatkan model de-raining yang dapat menghasilkan gambar lebih tajam sekaligus menghilangkan garis hujan secara efektif. Kami menggabungkan CapsNet pada bagian arsitektur Discriminator untuk pengklasifikasian yang lebih baik. Hasil perbandingan dengan model lain menunjukkan bahwa penggabungan kedua arsitektur tersebut menghasilkan gambar yang lebih baik dibandingkan dengan kebanyakan model Deep Learning lain. Meskipun begitu, masih terdapat kekurangan yaitu gambar yang dihasilkan masih memiliki efek blur dan sisa hujan akibat proses pelati-han yang tidak stabil
ANALISIS FORENSIK BUKTI DIGITAL PADA KEJAHATAN PEMBUNUHAN BERENCANA MENGGUNAKAN METODE NATIONAL INSTITUTE OF JUSTICE
Flashdisks and SSDs are storage devices that are widely used, because even flashdisks have various capacities but still have a minimalist shape making it easy to carry anywhere. Apart from the large number of flashdisk users, SSDs are also widely used because most laptops now use SSDs as storage media, because SSDs can be said to be much better storage compared to laptops which still use HDDs for storage media, because SSDs use NAND Flash chips which are used for storage. save data. As storage media continues to develop, it is possible that it will be used in negative ways or for criminal acts, such as storing crime data and then deleting it permanently in an effort to eliminate traces of crimes that have been committed. This research uses a scenario where evidence data is then permanently deleted, with the aim of restoring data that has been deleted, including deleting data on Flashdisks and SSDs. In an effort to recover data, researchers use the FTK Imager and Autopsy tools. The data found will be analyzed using the National Institute of Justice (NIJ) method to find the percentage results of whether the data items obtained are valid with the authenticity of the evidence sought. The conclusion of this research is the use of the National Institute of Justice (NIJ) method, namely sequencing the stages of digital forensics starting from identification, collection, examination, analysis and reporting in the analysis to determine the percentage of authenticity of evidence