STAIN Pamekasan Jurnal Online (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri / State College of Islamic Studies Pamekasan)
Not a member yet
    1544 research outputs found

    Tahlîlu al-Taqâbul 'an al-Fi'li fî al-Lughah al-'Arabiyah wa al-Injalîziyyah

    No full text
    This study covers 3 main problems, namely (1) the definition of verbs in Arabic and English (2) what are the similarities and differences between them (3) how to predict problems regarding verbs in Arabic. This study uses a qualitative study of literature. All data in this study were generated through the documentation method and to analyze the data researcher using a descriptive approach by comparing verbs in Arabic and English. And the results of this study indicate that verbs in Arabic and English are every word that indicates something that happened at a certain time. But between the two have similarities and differences. The similarities between the two are in the aspects of definition, sign, and division. The differences include division and marks. Verbs in Arabic are divided into 3, while in English are divided into 4. Verbs in Arabic and English also have different characteristics. The prediction of the problem about verbs in Arabic when teaching them to students is that verbs which have differences will be difficult for students to understand, while verbs that have similarities will be easily understood by students

    Pencapaian Keluarga Sakinah melalui Pemberdayaan Ekonomi di Desa Buddagan Kecamatan Pademawu

    Full text link
    The number of divorce cases in Indonesia, child abuse, violence, and criminal acts in the household are proof that in realizing the Sakinah family requires the involvement of several parties; parents, the Religious Affairs, and the village government. This community service theme has a correlation with the District Office of Religious Affairs (KUA) in Pademawu District, Pamekasan Regency. The functions and duties were to deal with quite complex issues concerning all religious matters including marriage, divorce, divorce, reconciliation. "Achievement of Sakinah Families through Economic Empowerment in Buddagan Village, Pademawu District". The study is intended to minimize divorce and early marriage cases in Pademawu community, especially in Buddagan. Economic factors are one important factor in navigating the Sakinah family. The need for solid cooperation between parents, the community, and the KUA in order to strengthen the Sakinah family in various aspects including Economy, Education, and Culture. In the field of economic empowerment, it is necessary to involve the local government and the government of the province of East Java to support capital and job training.(Banyaknya kasus perceraian di Indonesia, terjadinya pelecehan anak, kekerasan dan tindak kriminal dalam rumah tangga adalah bukti bahwa dalam mewujudkan keluarga sakinah butuh keterlibatan beberapa pihak. Seperti orang tua, KUA dan pemerintah desa menjadi komponen yang penting dalam membentuk keluarga sakinah mawadah warahmah. Tema Pengabdian kepada masyarkat ini memiliki korelasi dengan Kantor Urusan Agama Kecamatan (KUA) di Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan. Adapun fungsi dan tugasnya waktu itu adalah menangani persoalan yang cukup kompleks mengenai seluruh urusan keagamaan termasuk didalamnya adalah Nikah, Talak, Cerai, Rujuk. “Pencapaian Keluarga Sakinah Melalui Pemberdayaan Ekonomi di Desa Buddagan Kecamatan Pademawu”. Adapun tujuan penyuluhan ini ialah untuk mengurangi adanya perceraian dan pernikahan dini oleh masyarakat pademawu khususnya masyarakat Buddagan. Faktor ekonomi menjadi salah satu faktor terpenting dalam mengarungi keluarga sakinah kedepan. Perlunya kerjasamanya yang padu antara orang tua, masyarkat dan KUA dalam rangka memperkuat keluarga sakinah dalam berbagai aspek diantaranya Ekonomi, Pendidikan dan Budaya. Dalam bidang pemberdayaan ekonomi perlu keterlibatan pemerintah daerah dan pemerintah propensi jawa timur untuk mendukung permodalan, pelatihan kerja)

    Perbandingan Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah Pada Masa Nabi Muhammad SAW. dan di Era Reformasi

    Full text link
    Pengadilan Agama memiliki kewenangan absolut menyelesaikan perkara di tingkat pertama antara orang yang beragama Islam di bidang perkawinan, waris, wasiat, dan hibah yang dilakukan berdasarkan hukum Islam, wakaf, shadaqah dan ekonomi syariah. Allah memerintahkan terhadap hamba-nya untuk memutuskan suatu hukum atau menghukumi manusia seperti apa yang diturunkannya. Rasulullah SAW. langsung mengadili dan menghukumi semua perkara yang muncul di tengah-tengah masyarakat dengan hukum yang diturunkan oleh Allah SWT. yang berkenaan dengan harta benda. Ketika terjadi persengketaan ekonomi syari’ah, maka diperlukan instrument penting sebagai sebuah solusi yang adil bagi para pihak-pihak yang bersengketa, dengan menggunakan model perdamaian, arbitrase, dan kekuasaan kehakiman. Penyelesaian sengketa yang di aplikasikan saat ini tidak berbeda jauh dari masa Nabi, perbedaannya hanya terletak pada sistem dan perkembangan zaman yang semakin modern, yaitu semuanya penyelesaian sengketa baik itu sengketa ekonomi, keluarga, maupun sosial sudah tertuang dalam peraturan-peraturan yang telah dikodifikasi dalam kitab undang-undang, hanya saja pengadilan atau tahkim saat ini menyampaikan dari catatan kecil tersebut. (Religious Courts have absolute authority to resolve first-level cases between Muslims in the fields of marriage, inheritance, wills, and gifts based on Islamic law, waqf, shadaqah and Islamic economic. Allah orders His servants to decide a law or punish humans as He sent them. Rasulullah SAW. directly judge and punish all cases that arise in the midst of society with the laws sent by Allah SWT. property related. When there is an economic dispute of Islamic law, an important instrument is needed as a fair solution for the disputing parties, using the model of peace, arbitration and the judiciary. The dispute resolution that is currently applied is not very different from the time of the Prophet, the only difference lies in the increasingly modern system and the development of the time, that is, all dispute resolution, whether economic, family disputes or social, has been contained in the rules codified in the book. the law, it is just that the current court or tahkim is delivered from these little notes.

    PENERAPAN PERMAINAN MAZE DALAM PEMBELAJARAN UNTUK PENGEMBANGAN KOGNITIF ANAK DI TK PKK JALMAK DESA JALMAK KECAMATAN PAMEKASAN KABUPATEN PAMEKASAN JAWA TIMUR

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan mengetahui Penerapan Permainan Maze dalam Pembelajaran untuk Pengembangan Kognitif Anak di TK PKK Jalmak Pamekasan. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah Penelitian Kualitatif metode bermain yang dilaksanakan di TK PKK Jalmak Pamekasan. Subjek penelitian ini adalah Kelompok TK-A2 yang berjumlah 20 anak, yang terdiri dari 13 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Objek yang diteliti adalah pengembangan kognitif anak. Teknik pengumpulan data dari penelitian adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, penerapan permainan maze dalam pembelajaran untuk pengembangan kognitif anak di TK PKK Jalmak Pamekasan dilakukan dengan cara guru menjelaskan atau mempraktikkan kepada anak-anak. Setelah guru menjelaskan kepada anak lalu anak tersebut melakukan permainan tersebut hingga selesai dengan cara mewarnai jalan mana yang harus dituju. Jika ada yang kurang paham atau mengerti guru mengulangnya lagi penjelasan tentang bagaimana permainan maze. Kedua, faktor pendukung dari penerapan permainan maze dalam pembelajaran untuk pengembangan kognitif anak yaitu guru selalu memberikan motivasi terhadap anak dan sarana bermain yang disediakan untuk merangsang dan mendorong eksplorasi anak. Ketiga, faktor penghambat dari penerapan permainanmaze dalam pembelajaran untuk pengembangan kognitif anak yaitu media penunjang lain berupa permainan edukatif yang belum begitu lengkap, sehingga mengambil gambar di internet dan diprint out sebagai media pembelajaran. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengembangan kognitif anak di TK PKK Jalmak Pamekasan mulai berkembang secara maksimal dibuktikan dari 20 anak, 2 anak belum berkembang dan 18 anak sudah mulai berkembang

    Pengelolaan Pariwisata Halal Pekalongan Studi Peran Pedagang Kuliner dan Kesejahteraan Masyarakat

    No full text
    This paper aims to explore the potential of Muslim-friendly tourism for the welfare of the people in Pekalongan Regency Beach. This research was carried out within a framework of field research with a qualitative approach. Primary research data obtained through observation, interviews, and documentation. Researchers make observations in the field, as well as conducting interviews with tourism managers and traders at tourist sites. Secondary data was obtained through a review of books, journal articles, data from agencies, and other sources that fit the research theme. The data obtained were analyzed descriptively-qualitatively to draw conclusions. The results of this study indicate that (1) Pekalongan beach tourism has the potential to be developed into Muslim-friendly tourism. Aspects of tourism, such as attractions, access, amenities, and services in good condition. Only, these aspects of tourism need to be improved, both in quantity and quality. (2) There is community involvement in the management of coastal tourism in Pekalongan Regency. The form of community involvement in tourism management has a difference between Depok Indah Beach and Kisik Wonokerto Beach. In Depok Beach, the community participates as traders, where beach tourism is managed by the Department of Tourism. Manifestation of community involvement in Kisik Beach is to become a manager and trader. In Kisik Beach, attractions are managed by the village government through BUMDes, so the involvement of the local village community is very high. (3) There are a number of benefits to the community through the existence of a tourism object as well as its involvement in becoming a tourism manager and trader in a tourist attraction

    The Story of the Pagaruyung Royal Heir Family: Literary and Historical Relations in the Novel of Negeri Perempuan

    No full text
    A literary work is woven over the various texts around it. One of the texts that cannot be ignored is the social, cultural, and historical texts. Literary works must take into account their relationship with other texts. This article aims to discuss the relationship of the novel of Negeri Perempuan with historical texts, mostly the photo-shaped text of the family collection of the royal heirs of Pagaruyung. This research data collected through literature studies. The research data unit is in the form of words, sentences, and paragraphs in the novel of Negeri Perempuan. Data analysis takes place intertextually. The study shows seven intertextual forms in the novel of Negeri Perempuan, namely existence, expansion, modification, transformation, conversion, defamiliarization, and demitification. The author used the seven intertextual forms to confirm the existence of the family of the heirs of the Pagaruyung kingdom. We conclude that foto Tangga Batu Berlumut is a historical text used by writers to weave novel. This finding is evidence that the relationship between history and literary works is indisputable. History can be recorded in literary works; instead, literary works can record a nation's civilization's histor

    Mediasi dalam Hukum Adat

    No full text
    Penelitian dilakukan ini untuk mengetahui alternatif penyelesaian sengketa melalui proses mediasi dalam penyelesaian sengketa yang terjadi dalam masyarakat hukum adat? Fokus kajian artikel ini adalah : Pertama, bagaimana tradisi penyelesaian sengketa masyarakat hukum adat? Hal tersebut terjadi karena masyarakat tidak mau ribet bercerai melalui pengadilan dan juga supaya tidak memakan biaya yang besar, maka dari itu masyarakat mengambil jalan pintas dengan bercerai di luar pengadilan. Tradisi penyelesaian sengketa masyarakat hukum adat didasarkan pada nilai filosofi kebersamaan (komunal), pengorbanan, nilai supranatural dan keadilan. Dalam masyarakat hukum adat kepentingan bersama merupakan filosofi hidup yang meresap pada jiwa seorang anggota masyarakat adat. (This research is conducted to find out alternative dispute resolution through the mediation process in settling disputes that occur in customary law communities? The focus of this article's study is: First, what is the tradition of dispute resolution for indigenous peoples? This happens because people do not want the hassle of divorcing through the courts and also so that it does not cost a lot of money, therefore people take shortcuts by divorcing outside the court. The tradition of dispute resolution for indigenous peoples is based on the philosophical values of togetherness (communal), sacrifice, supernatural values and justice. In customary law communities, mutual interest is a philosophy of life that permeates the soul of a member of the indigenous community.

    Mendongeng: Kegiatan Klasik Untuk Kesiapan Sekolah Siswa Taman Kanan-Kanak

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) menguji efektifitas mendongeng terhadap kesiapan sekolah anak dan (2) membantu anak mengembangkan keterampilan-keterampilan kesiapan sekolah yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri akademik dan sosial di Sekolah Dasar. Metode dan desain yang digunakan adalah Quasy-Experimental Posttest-Only Design. Cluster sampling merupakan teknik sampling yang digunakan dalam menentukan sampel dari populasi geografis yang ada di Kabupaten Sumenep wilayah daratan. Data dikumpulkan melalui Bender Gestalt Test dan juga dianalisa melalui sistem scoring dan interpretasi Bender Gestalt untuk mengetahui perbedaan usia mental siswa sebelum dan setelah pemberian treatment. Temuan penelitian adalah bahwa kelompok eksperimen memiliki age equivalent yang lebih tinggi dan menunjukkan kesiapan sekolah yang lebih cepat setelah mendapatkan treatment dibandingkan kelompok kontrol. Dan keterampilan-keterampilan sekolah baik akademik dan sosial juga dapat dikembangkan melalui mendongeng

    Using Big Books to Promote the Elementary School Students' Participation in English Classes

    No full text
    Maintaining the students' participation in the classroom is one of the greatest challenges faced by the English teachers especially those dealing with young learners’. This research aims to find out how well big books can improve the participation of fifth-grade students of SDN Pejagan 1 Bangkalan. Classroom action research was used as the research design. This research consisted of two cycles each of which was conducted in six meetings. The data was obtained from the observation and acting steps then analyzed descriptively. The researcher collaborated with the English teacher to conduct the research. To know the students' opinions towards the use of big books, the questionnaires were given at the end of each cycle. The interview was also done to some students and the English teacher related to the use of Big Book. This research revealed that big book which was big enough so it could be seen by the whole class; has interesting story and character and has eye-catching pictures could effectively encourage the students to participate actively in the English classes. Using big books in the classroom created a non-threatening atmosphere so that the students could express their opinion and disagreement freel

    PEMAHAMAN NILAI-NILAI NASIONALISME MAHASISWA DI PERGURUAN TINGGI KOTA MALANG

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendiskripsikan pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai nasionalisme, (2) Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai nasionalisme, (3) Bagaimana solusi untuk mengatasi permasalahan pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai nasionalisme. Pendekatan dan jenis penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan studi lapangan, di mana peneliti terjun langsung di lokasi yang dalam penelitian ini adalah perguruan tinggi Kota Malang diantaranya UMM, UM, dan UB. Hasil penelitian meliputi, (1) Analis pemahaman masiswa di perguruan tinggi Kota Malang, secara umum dapat di simpulkan bahwa mahasiswa saat ini dapat dikatakan masih memahami nilai-nilai nasionalisme karena dapat mendeskripsikan tentang nasionalisme dan peduli terhadap persoalan bangsa serta di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang beragam sesuai dengan perspektif masing - masing mahasiswa, (2) Faktor – faktor yang mempengaruhi pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai nasionalisme pada umumnya ada dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu dari budaya akademik di setiap perguruan tinggi sedangkan, Faktor eksternal yaitu adanya arus globalisasi dan modernisasi di mana tidak ada lagi benteng yang membatasi antar negara sehingga informasi dapat mudah di akses yang mengakibatkan mayarakat khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat, (3) solusi untuk mengatasi permasalahan mahasiswa terhadap nilai-nilai nasionalisme adalah melalui pendidikan dengan dimasukkannya nasionalisme kedalam kurikulum pendidikan perguruan tinggi dan membangun budaya akademik yang berorientasi wawasan kebangsaan.Kata Kunci :  Nilai-Nilai Nasionalisme, mahasiswa, Sosial Studi

    1,348

    full texts

    1,544

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    STAIN Pamekasan Jurnal Online (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri / State College of Islamic Studies Pamekasan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇