STAIN Pamekasan Jurnal Online (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri / State College of Islamic Studies Pamekasan)
Not a member yet
1544 research outputs found
Sort by
KONTRIBUSI PEMBELAJARAN APRESIASI PROSA FIKSI BERBASIS BUDAYA DALAM INTERNASIONALISASI BAHASA INDONESIA MAHASISWA IAIN TULUNGAGUNG
Education becomes an important aspect in the life of people and nation. Through this education, the character of students will be formed to contribute the development of Indonesian national identity. This value or character inculcation involves three important elements; family, school and community environment. For the in instilment of character in schools, it can be integrated in a learning process including character values to be grasped directly by students. One of ways the lecturer can do is by learning to appreciate fiction prose. Students will communicate intensely with various characters from the fiction prose they read, packaged interestingly to be studied. The learning fiction prose appreciation needs to be taught and developed based on culture because it is expected by studying culture, the students will grow in love with Indonesian national culture. In this course, students are asked to find cultural values in Indonesian fiction prose. By learning this value, love of national culture, especially Bahasa, is getting stronger. This is based on the spirit that a great nation is a nation that upholds its culture. Therefore, the use of fiction prose as a means of instilling a love of the Indonesian nation's culture has proven to be effective in the dignification and internationalization of Bahasa because its status as a national language and the language of the country must be upheld
Upaya Meningkatkan Kemampuan Interaksi Sosial Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru BK dalam menangani siswa yang interaksi sosialnya rendah, dengan menjadikan SMKN 1 Pemekasan sebagai lokasi penelitian. Ada dua fokus yang menjadi kajian utama dalam penelitian ini, yaitu: 1) Bagaimana upaya guru BK dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial siswa di SMKN 1Pamekasan?; 2) Bagaimana faktor pendukung dan penghambat upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial siswa di SMKN 1Pamekasan?.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan teknik analisis data yang digunakan adalah Descriptif Analysis.Untuk memperoleh data, maka digunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu wawancara semi terstruktur, observasi non partisipan dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, dilakukan beberapa upaya meliputi reduksi data (data reduction), paparan data (data display), dan penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing/ verifying).Selanjutnya, demi menjamin validitas dan keabsahan data yang diperoleh, makadilakukan teknik triangulasi yang meliputi teknik tringulasi sumber dan teknik tringulasi teori.Berdasarkan analisis yang dilakukan, hasil penelitian tentang upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosialsiswa di SMKN 1 Pamekasan adalah: 1) MemberikanLayanan individu; 2) Layanan bimbingan kelompok; 3) Layanan konsultasi; 4) Home visit. Adapun strategi Guru BK dalam pelaksanaan Bimbingan dan Konseling untuk anak yang interaksinya rendah adalah: 1) Bekerja sama dengan wali kelas, wali murid, dan siswa; 2) Adanya bimbingan kelompok yang berbentuk diskusi.Sedangkan faktor penghambat dan pendukung upaya guru BK dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial siswa di SMKN 1 Pamekasan adalah: 1) Faktor pendukung yaitu: a) Dukungan dari pihak sekolah, dalam hal ini kepala sekolah, wali kelas, dan guru terutama guru BK; b) Dukungan sarana dan prasarana yang memadai; c) Dukungan wali murid dan siswa. 2) Faktor penghambat yaitu: a) Siswa cendrung tertutup; b) Keterbatasan waktu; c) Sikap wali murid yang tidak terlalu peduli terhadap permasalahan anaknya
EFEKTIFITAS SELF TALK THERAPY PADA PERILAKU SELF INJURY
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas self talk therapy dapat membantu menurunkan stress pada perilaku injury. Artinya self talk therapy dapat berpengaruh secara positif untuk menurunkan stress yang menjadi salah satu pemicu dari perilaku self injury . Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus tunggal. Subjek penelitian ini adalah mahasiswi di Surabaya yang telah melakukan perilaku self injury selama hampir 4 tahun. Perilaku self injury adalah melukai atau menyakiti diri sendiri namun tidak untuk bunuh diri tetapi sebagai media untuk mengungkapkan emosi yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Perilaku self injury yang dilakukan subjek dalam penelitian ini adalah dengan menyayat lengannya menggunakan benda tajam hingga mengeluarkan darah. Darah yang keluar dari luka sayatan yang ia buat membuat ia merasa lebih tenang dan emosi negative yang ia rasasakan secara bersamaan juga ikut keluar. Tujuan dari perilaku self injury ini hanya sebatas untuk melukai dirinya sendiri tidak berniat untuk melakukan bunuh diri. Dari hasil penelitian didapatkan jika self talk efektif untuk menurunkan stress terhadap perilaku self injury. Selain itu juga ditemukan jika self talk dapat digunakan sebagai self reminder bagi subjek ketika perasaan atau emosi pemicu self injury itu timbul
Strategi Public Relations Mtsn (Madrasah Tsanawiyah Negeri) 3 Pamekasan Dalam Peningkatan Capacity Building
Abstrak
Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Pamekasan merupakan salah satu lembaga pendidikan yang tetap eksis di Pulau Madura. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya siswa yang mendaftar disana, juga prestasi-prestasi yang didapatkan oleh MTsN 3 Pamekasan menjadi perhatian tersendiri bagi para orang tua untuk menjadikan madrasah ini sebagai lembaga pendidikan rujukan yang digemari. Melihat fenomena ini peneliti merasa tertarik untuk mengkaji bagaimana peran public relations dan strategi public relations dalam peningkatan capacity building. Penelitian ini menggunakan pnedekatan kualitatif dekskrpitif. Prosedur pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara dengan public relations MTsN 3 Pamekasan, kepala madrasah, guru-guru, dan masyarakat. Hasil penelitian ini menyebutkan peran public relations MTsN 3 Pamekasan adalah menjalin komunikasi dengan publik, pembentuk identitas dan mengenalkan madrasah. Adapun strategi public relations MTsN 3 Pamekasan dalam peningkatan capacity building yakni merealisasikan human communications (membangun komunikasi dengan public internal dan eksternal. Kemudian media communications seperti website resmi, media partner, aplikasi whatsapp, facebook dan twitter.
Abstract
Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Pamekasan is one of the educational institutions that still exist on Madura island. This is evidenced by the large number of students who have registered there, as well as the achievements obtained by MTsN 3 Pamekasan which are a special concern for parents to make this madrasah a popular reference educational institution. Seeing this phenomenon, researchers are interested in examining the role of public relations and public relations strategies in increasing capacity building. This study uses a descriptive qualitative approach. Data collection procedures used in the form of interviews with public relations MTsN 3 Pamekasan, head of madrasah, teachers, and the community. The results of this study indicate the role of public relations at MTsN 3 Pamekasan is to establish communication with the public, form identity and introduce madrasah. The MTsN 3 Pamekasan public relations strategy is to increase capacity building, namely realizing human communications (building communication with the internal and external public. Then the media communications such as official websites, media partners, whatsapp applications, facebook and twitter
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM NOVEL RANAH 3 WARNA KARYA A. FUADI
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis terhadap kesantunan berbahasa dalam novel Ranah 3 Warna Karya A. Fuadi. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa dalam novel tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan jenis penelitian kepustakaan. Data dalam penelitian ini adalah catatan dokumentasi wujud pematuhan, pelanggaran prinsip kesantunan, dan skala kesantunan. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Ranah 3 Warna Karya A. Fuadi. Teknik pengumpulan data dengan metode simak dan teknik catat. Analisis data dengan teknik deskriptif analisis. Tahapan dalam penelitian ini meliputi membaca dan memahami percakapan antar tokoh, mengidentifikasi data kesantunan berbahasa, menandai percakapan antar tokoh, mengklasifikasi data, dan mendeskripsi data kesantunan. Hasil penelitian ini adalah wujud pematuhan prinsip kesantunan berbahasa yang meliputi maksim kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kesederhanaan, pemufakatan, dan kesimpatian. Wujud pelanggaran prinsip kesantunan barbahasa yang meliputi maksim kebijaksanaan, kedermawanan, pengharhgaan, kesederhanaan, pemufakatan, dan kesimpatian. Skala kesantunan Leech dalam novel tersebut meliputi skala kerugian dan keuntungan, skala pilihan, skala ketidak langsungan, skala keotoritasan dan skala jarak sosial
NILAI DIDAKTIS DALAM CERITA RAKYAT KE’ LESAP PENDEKAR KAMARDIKA’AN E POLO MADURA PERSPEKIF ALI M. NATSIR
Cerita rakyat Ke’ Lesap merupakan cerita yang kejadiannya sekitar tahun 1750 dan menjadi cerita legenda di pulau Madura. Keberadaan cerita rakyat Ke’ Lesap Pendekar Kamardika’an E Polo Madura hampir tidak dikenal oleh masyarakat saat ini. Hal itu karena masyarakat generasi saat ini cenderung fokus dalam dunia digital sehingga kebudayaan mendengar dan membaca cerita rakyat di Pulau Madura perlahan-lahan mulai ditinggalkan. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menguraikan nilai-nilai didaktis yang terdapat dalam cerita rakyat dan mendeskripsikan fungsi dari nilai-nilai tersebut. Metode analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik simak dan mencatat nilai-nilai didaktis yang terkandung dalam cerita rakyat Ke’ Lesap Pendekar Kamardika’an E Polo Madura. Sumber data yang dianalisis adalah cerita rakyat Ke’ Lesap Pendekar Kamardika’an E Polo Madura yang berupa buku berbahasa Madura kemudian oleh peneliti menerjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Cerita tersebut memiliki nilai intelektual, nilai sosial, nilai moral, nilai ketuhanan/agama, nilai kehendak/cita-cita. Fungsi cerita rakyat tidak hanya sebagai penghantar anak-anak ketika mau tidur, tetapi mendidik dalam hal kebaikan
Penerapan Layanan Orientasi pada Materi Pengenalan Tata Tertib Sekolah Dalam Upaya Meningkatkan Kedisiplinan Siswa
Abstrak Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan penelitian tindakan bimbingan konseling (PTBK) dengan subjek penelian siswa kelas X Keperawatan SMK Kesehatan Mulia Husada Sumenep. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus, menggunkan instrument berupa RPBK, lembar observasi aktivitas siswa, lembar observasi aktivitas guru BK dan angket respon siswa terhadap penerapan teknik layanan orientasi. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah (1) melalui siklus tindakan bimbingan konseling dapat ditemukan langkah-langkah efektif penerapan layanan orientasi terhadap keisiplinan siswa. (2) Melalui siklus tindakan bimbingan konseling penerapan layanan orientasi terbukti dapat meningkatkan kedisiplinan siswa. Berdasarkan hasil kesimpulan penelitian ini, direkomendasikan: (1) Tujuan pokok layanan orientasi materi tatatertib dapat digunakan untuk mendisiplinkan siswa. Oleh sebab itu guru BK sebagai penyelenggara layanan bimbingan konseling harus mengutamakan proses yang mendukung terciptanya suasana komunikatif, interaktif dan kerja kelompok dalam pelaksanaannya itu. (2) Guru BK masih perlu terus menerus untuk membuktikan penerapan layanan orientasi materi tata tertib sekolah jikalau ada siswa yang kurang disiplin. Kata Kunci: layanan orientasi, tata tertib, kedisplina
KORELASI PELAKSANAAN BIMBINGAN DAN KONSELING TERHADAP KEDISIPLINAN SISWA DI MTs MAMBAUL ULUM BATA-BATA PANAAN PALENGAAN PAMEKASAN
Ada dua permasalahan yang menjadi kajian pokok dalam penelitian ini. Pertama, adakah pengaruh pelaksanaan bimbingan dan konseling terhadap kedisiplinan siswa di Madrasah Tsanawiyah Mambaul Ulum Bata-Bata Panaan Palengaan Pamekasan. Kedua, seberapa besar pengaruh pelaksanaan bimbingan dan konseling terhadap kedisiplinan siswa di Madrasah Tsanawiyah Mambaul Ulum Bata-Bata Panaan Palengaan Pamekasan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan penelitian analisis data menggunakan analisis statistik.Populasi penelitian semua siswa Kelas VII dan VIII A Reguler di Madrasah Tsanawiyah Mambaul Ulum Bata-Bata Panaan Palengaan Pamekasan sebanyak jumlah populasi 82 siswa. Mengingat jumlah populasi kurang dari 100 maka peneliti mengambil semua jumlah populasi untuk dijadikan responden yaitu sebanyak 82 siswa. Intrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah angket, interview, observasi dan dokumentasi. Pengumpulan data berlangsung selama 33 hari yang berlangsung dari tanggal 25 Desember 2019 sampai 26 Januari 2020. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisis statistik dengan menggunakan rumus korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, ada pengaruh pelaksanaan bimbingan dan konseling terhadap kedisiplinan siswa di Madrasah Tsanawiyah Mambaul Ulum Bata-Bata Panaan Palengaan Pamekasan, Hal ini terbukti dari hasil analisis data, bahwa nilai r kerja 0,237 lebih besar dari pada nilai r tabel product moment, dimana pada db=80 dalam interval kepercayaan 5% diperoleh nilai r tabel product moment sebesar 0,217dan dalam interval kepercayaan 1% diperoleh nilai r tabel product moment sebesar 0,283. Kedua, pelakasanaan bimbingan dan konseling berkorelasi rendah terhadap kedisiplinan siswa di Madrasah Tsanawiyah Mambaul Ulum Bata-Bata Panaan Palengaan Pamekasan, karena nilai r kerja 0,237 berada pada rentetan angka 0,200 sampai dengan 0,400 interpretasi rendah
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DALAM MEMAHAMI CERITA PADA SISWA KELAS V SDN CANGKRENG I KECAMATAN LENTENG
AbstrakPenelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh penggunaan model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan berpikir kreatif pada pembelajaran bahasa Indonesia. Obyek penelitian dalam penelitian ini adalah kelas V SDN Kolor II Sumenep. Meliputi 2 kelas yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya, VA sebagai kelompok eksperimen, dan VB sebagai kelompok control. Kelas V SDN cangkreng I sebagai kelas uji coba, dimaksudkan kelas yang digunakan untuk menguji instrumen yang akan digunakan untuk mengambil data kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian yang berpendekatan kuantitatif ini, ditinjau dari sudut perolehan nilai tes kemampuan berpikir kreatif yang skor atau nilainya dijumlahkan dan dianalisis menggunakan uji t-2 sampel independent. Pada uji validitas diperoleh r-hitung ≥ r kreatif (0,349) maka instrument dikatakan valid dan dapat digunakan. Pada uji reliabel r-hitung > r kreatif (0,60), yaitu nilai Alpha sebesar 0,966 yang berarti lebih besar dari 0,60. Dengan demikian keseluruhan item instrumen adalah reliabel. Hasil pengujian hipotesis dapat diketahui dari data yang telah dianalisis dengan t hitung 3,730 > t-tabel 2,00 (α=0,05). Dapat disimpulkan bahwa probabilitas kesalahan dalam penelitian ini masih di bawah 0,05. Pengujian hipotesis dapat diputuskan, bahwa dengan tingginya harga t-hitung sebesar 3,730 memiliki taraf signifikansi 0,000 yang ternyata kedudukannya masih jauh berada di bawah nilai α = 0,05. Dengan demikian penelitian ini berhasil menolak H0 pada taraf signifikansi 5%. Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa H1 terbukti benar. Mean pada kelompok eksperimen pretes adalah 54,38 kelompok eksperimen postes adalah 74,38. Sedangkan mean kelompok kontrol pretes adalah 51,94 kelompok Postes adalah 66,94. Hal ini membuktikkan bahwa terjadi peningkatan pada kelas eksperimen yang telah diberikan perlakuan dengan model pembelajaran berbasis masalah. Dengan demikian dapat disimpulkan kemampuan berpikir kreatif siswa pada kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Model pembelajaran berbasis masalah berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa.Kata-kata Kunci: berpikir kreatif, cerita, model pembelajaran berbasis masalah This study aims to assess the effect of the use of problem solving based learning model for creative thinking skills in Indonesian language. Object of this research is a class V SDN Kolor II Sumenep. Includes 2 classes used in this study include, V A as an experimental group and a control group VB SDN Kolor I . V SDN Cangkreng I class as a class I trial Class tests are intended class is used to test the instruments to be used to retrieve data creative thinking skills of students. This quantitative research approaches , the terms of the acquisition value of the test 's ability to creative thinking skills scores or values are summed and analyzed using t-test two independent samples. On the validity of the test obtained count ≥ r r - critical ( 0.349 ), the instrument as valid and can be used. In the test reliably count r > r critical ( 0.60 ) , namely Alpha value of 0.966 which means greater than 0.60. Thus the entire item instrument is reliable. Results of hypothesis testing can be seen from the data that has been analyzed by t 3.730 > t-table 2.00 (α = 0.05). It can be concluded that the probability of error in this study still below 0.05. Hypothesis testing can be decided, that with the high price of 3.730 t-test has significance level of 0.000, which turned out to be his position is still far below the value of α = 0.05. This study therefore managed to reject H0 at significance level of 5 % . Furthermore, it can be concluded that the H1 was proved right. Mean in the experimental group pretest posttest experimental group is 54.38 is 74.38. While the control group mean pretest is 51.94. Postes group is 66.94. This is evidence that an increase in the experimental class that has been given treatment with problem based learning model. Thus we can conclude creative thinking skills abilities of students in the experimental group was higher than the control group. Problem based learning model a positive effect on students' ability to creative thinking skills. Key Word : Model problem beased learning, Creative Thinking Skill
STUDI KORELASI SERTIFIKASI GURU DENGAN PROFESIONALISME GURU DI MI MIFTAHUL ULUM JARIN PADEMAWU PAMEKASAN
ABSTRAK: Sertifikasi merupakan salah satu terobosan untuk meningkatkan profesionalisme guru. Hal ini sama seperti yang dilakukan oleh guru bersertifikasi di Mi Miftahul Ulum Jarin Pademawu Pamekasan yang sebagian besar telah mengikuti sertifikasi. Berdasarkan latar belakang tersebut penulis mengajukan sebuah penelitian dengan judul “Studi korelasi sertifikasi guru dengan profesionalisme guru di MI Miftahul Ulum Jarin Pademawu Pamekasan”. Ada dua permasalahan yang menjadi kajian pokok dari penelitian ini yaitu: pertama, adakah hubungan sertifikasi guru dengan profesionalisme guru di MI Miftahul Ulum Jarin Pademawu Pamekasan; kedua, seberapa besar hubungan sertifikasi guru dengan profesionalisme guru di MI Miftahul Ulum Jarin Pademawu Pamekasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sedangkan subjek dalam penelitian ini ialah guru bersertifikasi yang berjumlah 13 orang. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah angket, observasi dan dokumentasi. Selain itu teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data statistik korelasional product-moment. Dari hasil data yang menggunakan metode statistic dengan rumus product moment diperoleh angka sebesar 0,6398. Dengan demikian maka hipotesis kerja diterima. Untuk mengetahui seberapa besar korelasi antara sertifikasi guru dengan profesionalisme guru di MI Miftahul Ulum Jarin Pademawu Pamekasan, diketahui “r” kerja yang diperoleh yakni 0,6398. Kemudian dikonsultasikan dengan tabel interval nilai “r” product moment yaitu nilai “r” kerja 0,6398 berada diantara angka 0,600-0,799 dengan interpretasi kuat/tinggi. Kata Kunci : Sertifikasi Guru, Profesionalisme Guru ABSTRACT: Certification is one of the breakthroughs to improve teacher professionalism. This is the same as what has been done by certified teachers at Mi Miftahul Ulum Jarin Pademawu Pamekasan, who have mostly been certified. Based on this background the authors propose a study entitled "Study the correlation of teacher certification with teacher professionalism at MI Miftahul Ulum Jarin Pademawu Pamekasan". There are two main issues that become the main study of this research: first, is there a relationship between teacher certification and teacher professionalism at MI Miftahul Ulum Jarin Pademawu Pamekasan; second, how big is the relationship between teacher certification and teacher professionalism at MI Miftahul Ulum Jarin Pademawu Pamekasan. This study uses a quantitative approach. While the subjects in this study were 13 certified teachers. The instruments used in data collection were questionnaires, observations and documentation. Besides the data analysis technique used is the product-moment correlational statistical data analysis. From the results of data using the statistical method with the product moment formula obtained figures of 0.6398. Thus the working hypothesis is accepted. To find out how big is the correlation between teacher certification and teacher professionalism at MI Miftahul Ulum Jarin Pademawu Pamekasan, it is known that the "r" of work obtained is 0.6398. Then consult with the interval table "r" product moment value that is the value of "r" work 0.6398 are between the numbers 0.600-0.799 with strong / high interpretation Keywords: Teacher Certification, Teacher Professionalis