Online Journal Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
2165 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PAKAN TERNAK BERBASIS TEKNOLOGI TEPAT GUNA MESIN PENCACAH SAMPAH ORGANIK DI PETERNAKAN TARET JAYA DESA AIR ANYIR KABUPATEN BANGKA
Jurusan Teknik Mesin pada tahun 2023 telah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di desa Air Anyir kecamatan Merawang Kabupaten Bangka. Mitra pengabdiannya adalah kelompok ternak Taret Jaya. Kelompok tersebut beternak bebek pedaging dan itik. Dalam membuat pakan, proses pencacahan bahan pakan masih dilakukan secara manual menggunakan golok atau pisau dan juga proses pengadukan untuk mencampur bahan pakan menggunakan cangkul yang membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk bahan adukan 50-60 kg. Berdasarkan diskusi bersama dengan kelompok ternak Taret Jaya dan pihak desa Air Anyir, Mereka membutuhkan mesin pengaduk bahan pakan. Untuk itu, tim pengabdian dari jurusan Teknik Mesin tahun 2023 telah menyerahkan satu unit mesin pengaduk pakan. Mesin tersebut mampu mengaduk pakan 6 kali lebih cepat dibandingkan dengan mengaduk secara manual. Pengabdian lanjutan pada tahun 2024, berdasarkan hasil diskusi dengan kelompok ternak Taret Jaya dan Sekretaris desa Air Anyir, mereka membutuhkan mesin pencacah sampah organik. Mesin tersebut diharapkan dapat digunakan untuk mencacah bahan pakan ternak dan juga dapat mencacah bahan organik untuk bahan pembuatan pupuk kompos. Pelaksanaan pengabdian telah dilaksanakan di kelompok ternak Taret jaya. Telah dilakukan serah terima mesin sebanyak satu unit mesin pencacah kepada mitra PkM. Mesin tersebut membantu mitra dalam memproduksi pakan secara mandiri.Jurusan Teknik Mesin pada tahun 2023 telah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di desa Air Anyir kecamatan Merawang Kabupaten Bangka. Mitra pengabdiannya adalah kelompok ternak Taret Jaya. Kelompok tersebut beternak bebek pedaging dan itik. Dalam membuat pakan, proses pencacahan bahan pakan masih dilakukan secara manual menggunakan golok atau pisau dan juga proses pengadukan untuk mencampur bahan pakan menggunakan cangkul yang membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk bahan adukan 50-60 kg. Berdasarkan diskusi bersama dengan kelompok ternak Taret Jaya dan pihak desa Air Anyir, Mereka membutuhkan mesin pengaduk bahan pakan. Untuk itu, tim pengabdian dari jurusan Teknik Mesin tahun 2023 telah menyerahkan satu unit mesin pengaduk pakan. Mesin tersebut mampu mengaduk pakan 6 kali lebih cepat dibandingkan dengan mengaduk secara manual. Pengabdian lanjutan pada tahun 2024, berdasarkan hasil diskusi dengan kelompok ternak Taret Jaya dan Sekretaris desa Air Anyir, mereka membutuhkan mesin pencacah sampah organik. Mesin tersebut diharapkan dapat digunakan untuk mencacah bahan pakan ternak dan juga dapat mencacah bahan organik untuk bahan pembuatan pupuk kompos. Pelaksanaan pengabdian telah dilaksanakan di kelompok ternak Taret jaya. Telah dilakukan serah terima mesin sebanyak satu unit mesin pencacah kepada mitra PkM. Mesin tersebut membantu mitra dalam memproduksi pakan secara mandiri
TEKNIK PENDEDERAN UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) DI PT. CENTRAL PROTEINA PRIMA, LUBUK BESAR, PULAU BANGKA
Vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) originates from the Pacific West Coast of Latin America, ranging from Peru in the south to northern Mexico. Vannamei shrimp were introduced to Indonesia in 2001 and have since become one of the most economically valuable shrimp species. They serve as an alternative shrimp species that can be cultivated in Indonesia. Vannamei shrimp are a rich source of protein and are relatively affordable, encouraging the public to increase their consumption as a highly nutritious food for health benefits. The Field Work Practice (PKL) on the nursery technique of Vannamei shrimp was conducted from July 1 to July 31, 2024, at PT. Central Proteina Prima Tbk (CP Prima) in Lubuk Besar, Central Bangka, Bangka Belitung Islands Province. The nursery process of Vannamei shrimp covers the stages from the Nauplius stage to the post-larvae stage (PL 8-12) according to consumer demand. The activities include container preparation, cleaning of containers and equipment, sterilization of tools, containers, and the cultivation environment, stocking of shrimp larvae, larval acclimatization, shrimp larval maintenance, and feeding. The feed provided consists of natural feed such as phytoplankton (Thalassiosira sp.) and zooplankton (Artemia sp.), as well as artificial or commercial feed. Water quality management involves monitoring several water quality parameters, including pH, temperature, salinity, alkalinity, NO₃, NO₂, TAN, and Fe
TEKNIK PEMBENIHAN IKAN GURAME (Osphronemus gouramy) DI BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA AIR TAWAR SUKABUMI, JAWA BARAT
Ikan Gurame (Osphronemus gouramy) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang populer di Indonesia khususnya Pulau Jawa karena rasanya yang lezat dan tekstur dagingnya yang padat. Budidaya Ikan Gurame memiliki keunggulan dibandingkan dengan budidaya jenis ikan air tawar lainnya yaitu harga jual yang lebih tinggi dan stabil. Namun semakin luasnya budidaya menyebabkan permintaan terhadap benih dan induk Ikan Gurame semakin meningkat. Salah satu tantangan utama dalam pembenihan Ikan Gurame adalah daya tetas telur yang rendah dan viabilitas benih. Selain itu, Beberapa permasalahan yang sering dihadapi dalam usaha pembenihan Ikan Gurame antara lain, tingkat kematian yang tinggi, fekunditas yang rendah, serta ukuran benih yang tidak seragam. Oleh karena itu, penerapan teknologi yang tepat sangat diperlukan. Bangka Belitung dengan sumber daya alam yang melimpah serta kondisi geografis dan iklim yang mendukung mempunyai potensi yang besar untuk budidaya Ikan Gurame. Tingginya permintaan pasar, baik lokal maupun internasional, juga meningkatkan prospek perekonomian komoditas ini. Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi Jawa Barat dipilih sebagai tempat untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) karena memiliki fasilitas yang memadai dan pengalaman yang cukup dalam membudidayakan Ikan Gurame. Metode yang digunakan dalam Praktik Kerja Lapangan (PKL) yaitu partisipasi langsung, observasi, dan wawancara. Hasil Pemijahan yang dilakukan berupa pemijahan alami dengan perbandingan 1 Induk Gurame Jantan dan 1 Induk Gurame Betina. Parameter pengamatan yang dihasilkan yaitu Fekunditas 2.600 telur, FR 98%, HR 93%, dan SR 84%
Strategi Diversifikasi Mata Pencaharian Petani Sawit Mandiri di Teramang Jaya, Mukomuko, Indonesia
This study aims to determine household livelihood assets, determine the amount of household income from various sources of income, and determine the livelihood strategies applied by oil palm farmers in Teramang Jaya District. This study used an proportioned stratified random sampling method with 92 farmer households that met the criteria. Data were collected through observation, interviews, documentation, and questionnaires, and analyzed using descriptive and quantitative methods. The results showed that all farmer households utilize natural, human, physical, financial, and social assets. The average monthly income from on-farm activities amounted to IDR 3,540,924. Revenue from off-farm activities amounted to Rp 2,340,444. Meanwhile, non-farm income amounted to Rp 3,414,462. For livelihood strategies, 3.26% of households undertake a livelihood strategy of engineering livelihood sources by utilizing other land. In comparison, 98,91% of households implement a dual livelihood pattern strategy, which is the most effective strategy to meet household needs. In addition, 5.43% of households implemented spatial/migration livelihood strategies as an alternative source of income.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aset nafkah rumah tangga, mengetahui besarnya penerimaan rumah tangga dari berbagai sumber nafkah, dan mengetahui strategi nafkah yang diterapkan oleh petani kelapa sawit di Kecamatan Teramang Jaya. Penelitian ini menggunakan metode proportional stratified random sampling dengan 92 rumah tangga petani yang memenuhi kriteria. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner,dan dianalisis menggunakan metode deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh rumah tangga petani memanfaatkan aset alam, manusia, fisik, finansial, dan sosial. Rata-rata penerimaan perbulan dari kegiatan on-farm sebesar Rp 3.540.924. Penerimaan dari kegiatan off-farm sebesar Rp 2.340.444. Sementara itu, penerimaan non-farm sebesar Rp 3.414.462. Untuk strategi nafkah, 3,26% rumah tangga melakukan strategi nafkah rekayasa sumber nafkah dengan memanfaatkan lahan lain, sementara 98,91% rumah tangga menerapkan strategi pola nafkah ganda, yang merupakan strategi yang paling efektif untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Selain itu, 5,43% rumah tangga menerapkan strategi nafkah spasial/migrasi sebagai sumber pendapatan alternatif
Pemodelan Dataset Tambang Terbuka pada PT. United Tractors Semen Gresik dengan Metode Artificial Neural Network
The Mining industry in Indonesia plays a vital role as a source of state income and an integral part of the industrial progress of the nation. The majority of the mining industry in Indonesia employs open-pit mining. One of the weather factors that can be an obstacle in open-pit mining is rainfall. Therefore, this research focused on modelling data from rainfall, working hours and production outcomes. It applied the Artificial Neural Network algorithm with an input layer consisting of two neurons, a hidden layer with two neurons, and an output layer. The data on Rainfall working hours, and production results were trained to produce a model that, later on, will be used to predict the value of production results. For model testing, this study uses two parameters, namely learning rate and epoch. From 90 times of testing, the best model was obtained with a learning rate value of 0.3 and an epoch of 1000 which resulted in an RMSE error of 0.004838259401280330Industri pertambangan di Indonesia memegang peranan penting sebagai sumber pendapatan negara dan bagian dari kemajuan industri suatu bangsa. Mayoritas industri pertambangan di Indonesia adalah tambang terbuka. Salah satu faktor cuaca yang bisa menjadi hambatan dalam penambangan terbuka ialah curah hujan. Penelitian ini berfokus pada pemodelan data dari curah hujan, jam kerja, dan hasil produksi. Pada penelitian ini menggunakan Algoritma Artificial Neural Network Backpropagation dengan input layer yang terdiri dari dua neuron, satu hidden layer dengan dua neuron, serta satu output layer. Data curah hujan, jam kerja, dan hasil produksi di-training sehingga menghasilkan sebuah model yang nantinya model ini akan digunakan untuk memprediksi nilai untuk hasil produksi. Untuk pengujian model, penelitian ini menggunakan dua parameter, yaitu learning rate dan epoch. Dari 90 kali pengujian didapatkan model terbaik dengan nilai learning rate bernilai 0,3 dan epoch bernilai 1000 yang menghasilkan error RMSE sebesar 0,00483825940128033
Pengaruh Pre-roasting Terhadap Kinetika Leaching Fe dari Laterite Tipe Limonite
Extraction of valuable metals from laterite is intensified. The scarcity of sulfide sources containing high Ni and the use of pyrometallurgical processes with high capital costs are important reasons to initiate extraction of valuable metals from oxide minerals such as laterite and hydrometallurgical processes such as leaching. In this study, the effect of pre-roasting of limonite type laterite on Fe leaching kinetics parameters was observed. Roasting was carried out at 280 °C and 610 °C to transform the geotite phase into hematite and dehydroxylate Mg-Si associated minerals. Roasting was carried out for 4 hours in a muffle furnace. Non-roasted and roasted ore were then leached at a temperature range of 30-90 °C at a time variation of 0 to 240 minutes using sulfuric acid at a concentration of 2M, S/L ratio of 10 g/100 mL, and rotating speed of 200 rpm. Roasted ore (280 °C) showed better leaching performance than non-roasted ore while increasing the roasting temperature to 610 °C did not provide a significant increase in Fe recovery. Kinetic parameters such as activation energy (EA) and frequency factor were also reduced by using roasted ore. An EA value of 31.66 kJ/mol was obtained in the leaching process using 280 °C roasted ore. The leaching process is confirmed to be controlled by diffusion through the product layer with the following kinetic equation kt=31.59 exp (-31.66/(RT))t=1-2/3X-(1-X)^(2/3)
Evaluasi Kinerja Alat Pengolahan Wet Belt Low Intensity Magnetic Separator (WBLIMS) Untuk Meningkatkan Kadar dan Recovery Sn di TB Primer Batubesi PT Timah Tbk Kabupaten Belitung Timur
Primary TB Batubesi Site a subsidiary of PT Timah Tbk, processes primary tin feed stockpile and SHP of oxide clay type using various tools, including the Wet Belt Low Intensity Magnetic Separator (WBLIMS). Currently, WBLIMS can only produce tin concentrate with a grade of 0.5-2% and a recovery of 5-8%, falling below the company's target of 8% grade and 15% recovery (XRF Test). This research conducted eight experiments with variations in feed types and rates. The WBLIMS feed from the stockpile has a Sn content of 0.62%, resulting in a tin concentrate with 1.21% Sn and a recovery of 7.05%. On the other hand, the feed from SHP has a Sn content of 0.61%, resulting in a tin concentrate with 0.95% Sn and a recovery of 5.11%. The type and rate of feed affect the increase in Sn grade and recovery. At low feed rates, the feed material yields lower Sn grade and recovery, while at high feed rates, the results are higher. Increasing the feed rate for WBLIMS from the stockpile leads to a decrease in Sn grade and recovery, whereas in the processing of SHP, the Sn grade increases but recovery varies. Experiments F1L1 and F2L3 yield the most optimal Sn grade and recovery, with F1L1 having a Sn grade of 2.28% and recovery of 11.54%, and F2L3 having a Sn grade of 2.87% and recovery of 9.24%. Although not reaching the company's target, these experimental results can enhance the Sn grade and recovery compared to the previous setup
ANALYSIS OF THE DIVERSITY OF RICE FARMING HOUSEHOLD BUSINESSES LEBAK RICE FIELDS ON THE OUTSKIRTS OF PALEMBANG CITY
Livelihood strategies are various alternative efforts carried out by households to fulfill living needs for sustainable livelihoods. Through the livelihoods approach, we can understand how people/communities create a livelihood, and how they try to survive. The lives of lowland rice farmers on the outskirts of Palembang City are inseparable from the problem of the water regime conditions of the lowlands with all the impacts it causes as well as social and economic aspects and resource aspects (land conversion) from agriculture to residential and housing land. This research aims to 1) analyze the level of business diversity of farmer households, 2) calculate the amount of income of lowland rice farmer households from the on farm, off farm and non farm sectors. 3) distribute the contribution of various incomes from the off-farm and non-farm sectors to the household income of lowland rice farmers on the outskirts of Palembang City. The data used and the analysis carried out used a combination of primary survey data and qualitative data from the results of in-depth interviews with a sample of 32 families. The results of the research show that the diversity of household businesses of lebak farmers on the outskirts of Palembang City, with the calculation of the entropy index, obtained a value of 0.73. This shows that the efforts made by household members are very good. diverse. The average income from rice farming is Rp. 16,168,113.32 /lg/yr and its contribution to the household is moderate (54.96%), the average non-rice farming income is Rp. 4,319,548.42/year with its contribution to households in the low criteria category (14.68%), and the average non-farming income is IDR. 8,928,750.00/year and its contribution to households in the medium criteria category (30.35%).Strategi penghidupan (livelihood strategy) adalah berbagai upaya alternatif yang dilakukan oleh rumahtangga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya untuk keberlangsungan penghidupan. Melalui pendekatan penghidupan dapat mengenal bagaimana orang/masyarakat membuat suatu penghidupan, dan bagaimana mereka mencoba bertahan hidup. Kehidupan petani padi sawah lebak dipinggiran Kota Palembang tidak terlepas dari permasalahan kondisi rejim air lahan lebak dengan segala dampak yang ditimbulkannya maupun sosial dan ekonomi dan aspek sumberdaya (alih fungsi lahan) dari pertanian menjadi lahan pemukiman dan perkantoran. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis tingkat keberagaman usaha rumah tangga petani, 2) menghitung besarnya pendapatan rumah tangga petani padi lahan lebak dari sektor on farm, off farm dan non farm. 3) menganalisis konstribusi berbagai pendapatan dari sektor off farm dan non farm terhadap pendapatan rumah tangga petani padi lebak di pinggiran Kota Palembang. Data yang dipergunakan dan analisis yang dilakukan menggunakan kombinasi antara primer berupa data survei dan data kualitatif dari hasil wawancara mendalam dengan sampel sebanyak 32 KK. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa keberagaman usaha rumahtangga petani lebak di pinggiran Kota Palembang dengan menghitung index entropy,diperoleh nilai sebesar 0,73. Hal ini menunjukkan bahwa usaha yang dilakukan oleh anggota rumah tangga sangat . beragam. Rata-rata pendapatan dari usahatani padi adalah sebesar Rp. 16.168.113,32 /lg/th dan kontribusinya terhadap rumah tangga adalah sedang (54,96 %), rata-rata pendapatan usahatani non padi adalah sebesar Rp. 4.319.548,42/th dengan kontribusinya terhadap rumah tangga kategori kriteria rendah (14,68%), dan rata-rata pendapatan luar usahatani adalah sebesar Rp. 8.928.750,00/th dan kontribusinya terhadap rumah tangga kategori kriteria sedang (30,35 %).
 
Composition and conservation status of marine fish species traded in the traditional markets of Pangandinang City
Traditional markets are places where people buy and sell basic necessities, including sea fish. Marine fish include fisheries resources that have important economic value which are identified based on their classification, namely pelagic fish and demersal fish. Identification of fish at species level is important for determining conservation status and composition of fish species. This research aims to analyze the composition of fish species and the conservation status of marine fish species traded in the traditional markets of Pangkalpinang City. This research was carried out in October 2023 in four traditional markets in Pangkalpinang City. The research method uses a survey method with interviews with traders and observations in four traditional markets in Pangkalpinang City. The types of marine fish traded in the 4 Traditional Markets of Pangkalpinang City were identified as 30 families and 55 species of marine fish consisting of small pelagic, large pelagic and demersal fish. The composition of marine fish species obtained at the 4 Traditional Markets of Pangkalpinang City was 5286 individual fish. 1296 individual fish at Ratu Tunggal Market, Kranas Block, 1927 individual fish at Pangkalpinang Morning Market, 1035 individuals at Rumput Market, and 1028 individual fish at Parit Lalang Market. Based on search results on the IUCN website, there are six criteria for the conservation status of marine fish species traded in Pangkalpinang City traditional markets, namely 45 fish species classified as Least Concern (LC), 3 species classified as Near Threatened (NT), 3 species classified as Data Deficient (DD), 3 species are classified as Vulnerable (VU) and 1 species is classified as Critically Endangered (CR). Meanwhile, according to CITES data, there is one species that is classified as Appendix II and based on the national status, the types of marine fish in traditional markets are not protected or there are no national regulations or are not included in KEPMEN KP Number 1 of 2021.Pasar tradisional merupakan tempat masyarakat jual beli kebutuhan hidup diantaranya ikan laut. Ikan laut termasuk sumberdaya perikanan yang memiliki nilai ekonomis penting yang diidentifikasi berdasarkan penggolongannya yaitu ikan pelagis dan ikan demersal. Identifikasi jenis ikan tingkat spesies penting dilakukan untuk penentuan status konservasi dan komposisi jenis ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi jenis ikan dan status konservasi jenis ikan laut yang diperdagangkan di pasar tradisional Kota Pangkalpinang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 di empat pasar tradisional Kota Pangkalpinang. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan wawancara ke pedagang dan observasi di empat pasar tradisional di Kota Pangkalpinang. Jenis ikan laut yang diperdagangkan di empat Pasar Tradisional Kota Pangkalpinang teridentifikasi sebanyak 30 famili dan 55 spesies ikan laut yang terdiri dari ikan pelagis kecil, pelagis besar dan demersal. Komposisi jenis ikan laut yang didapatkan pada 4 Pasar Tradisional Kota Pangkalpinang yaitu sebanyak 5286 individu ikan. 1296 individu ikan di Pasar Ratu Tunggal Blok Kranas, 1927 individu ikan di Pasar Pagi Pangkalpinang, 1035 individu di Pasar Rumput, dan 1028 individu ikan di Pasar Parit Lalang. Berdasarkan hasil penelurusan di website IUCN, status konservasi jenis ikan laut yang diperdagangkan di pasar tradisional Kota Pangkalpinang terdapat enam kriteria yaitu sebanyak 45 spesies ikan tergolong Least Concern (LC), 3 spesies yang tergolong Near Threatened (NT), 3 spesies yang tergolong Data Deficient (DD), 3 spesies yang tergolong Vulnerable (VU) dan 1 spesies yang tergolong Critically Endangered (CR). Sedangkan menurut data CITES terdapat satu spesies yang tergolong Appendix II dan berdasarkan status nasional jenis-jenis ikan laut di pasar tradisional ini tidak dilindungi atau belum adanya peraturan nasional atau tidak masuk dalam KEPMEN KP Nomor 1 Tahun 2021
Keanekaragaman dan Status Konservasi Ikan Yang Tertangkap Pada Alat Tangkap Gillnet Tetap Di PPN Sungailiat
Open access to marine resources causes people to fish without control and ignore conservation and trade status. Theseactivities can cause population decline and population can lead to overfishing.. This is due to the lack of availability ofinformation and scientific data to fishermen regarding the conservation status of fish species. Therefore, this study aimsto identify and determine the conservation status of fish species caught using fixed gillnet fishing gear in PPN Sungailiat.Data collection was carried out in March-May 2024 at the PPN Sungailiat, Bangka Regency. This study uses survey andobservation methods with qualitative descriptive data analysis. The results showed that there were 13 families identified.The main catch in this study contained 12 species and by-catch there were 7 species. The conservation status of fishspecies caught on gillnet fishing gear remains at the Sungailiat VAT according to national regulations based on the Decreeof the Minister of Marine Affairs and Fisheries No. 01 of 2021 with unprotected status. Meanwhile, the conservationstatus of fish species based on IUCN has 6 categories, including 3 species of fish classified as Not Evaluated (NE), 5species classified as Least Concern (LC), 2 species classified as Near Threatened (NT), 2 species classified as Vulnerable(VU), 5 species classified as Endangered (EN) and 2 other species classified as Critically Endangered (CR). Meanwhile,the trade status based on CITES has 2 species of fish classified in Appendix II, namely Rhynchobatus australiae (palmray) and Rhina ancylostomus (barong shark). Based on the results of conservation and trade status, several managementapproaches need to be taken towards fisheries resources so that their populations are maintained.Sumberdaya laut yang bersifat open acces menyebabkan masyarakat menangkap ikan tanpa kendali dan mengabaikan status konservasi serta perdagangan, Kegiatan tersebut dapat menyebabkan penurunan populasi dan dikhawatirkan bisa menyebabkan overfishing. Hal ini dikarenakan kurangnya ketersediaan informasi dan data ilmiah kepada nelayan mengenai status konservasi jenis ikan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui status konservasi jenis-jenis ikan yang tertangkap menggunakan alat tangkap gillnet tetap di PPN Sungailiat. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret-Mei 2024 di PPN Sungailiat, Kabupaten Bangka. Penelitian ini menggunakan metode survei dan observasi dengan analisis data secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 13 famili yang teridentifikasi. Hasil tangkapan utama pada penelitian ini terdapat 12 spesies dan hasil tangkapan sampingan terdapat 7 spesies. Status konservasi jenis ikan yang tertangkap pada alat tangkap gillnet tetap di PPN Sungailiat menurut aturan nasional berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No 01 Tahun 2021 berstatus tidak dilindungi. Sedangkan status konservasi jenis ikan berdasarkan IUCN terdapat 6 kategori antara lain 3 spesies ikan tergolong Not Evaluated (NE), 5 spesies tergolong Least Concern (LC), 2 spesies tergolong Near Threatened (NT), 2 spesies tergolong Vulnerable (VU), 5 spesies tergolong Endangered (EN) dan 2 spesies lainnya tergolong Critically Endangered (CR). Sedangkan status perdagangan berdasarkan CITES terdapat 2 spesies ikan tergolong ke Appendix II yaitu Rhynchobatus australiae (pari lontar) dan Rhina ancylostomus (hiu barong). Berdasarkan hasil status konservasi dan perdagangan, perlu dilakukan beberapa pendekatan pengelolaan terhadap sumberdaya perikanan agar populasinya tetap terjaga