Online Journal Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
    2165 research outputs found

    PROGRAM KAMPUNG LITERASI BAGI ANAK-ANAK USIA SD DI WILAYAH RT 03 RW 16, KELURAHAN MEKARJAYA, KECAMATAN SUKMAJAYA, DEPOK

    Get PDF
    This form of community service is the implementation of the Literacy Village Program in the RT 03 RW 16 area, Mekarjaya Village, Sukmajaya District, Depok by providing educational reading books for elementary school-age children that have educational value. The activities carried out for the children there are in the form of reading books that have educational value. There are several stages that will be carried out by the Abdimas team. The first stage, namely finding out and identifying the problems felt by partners and subjects of community service, namely elementary school-age children. You do this by asking Mitra Abdimas as the Head of the RT there and making observations in the RT 03 area to see the activities of the children there. The second stage is to provide a place to organize the Literacy Village Program for the children there. Apart from that, the community service team provided reading books as well as prepared the necessary equipment to be used for the children's activities there. The method used in this community service is to use the literacy learning method. The literacy learning method is a Select-Know-Read-Invented-Discussion (PiKeBaDiCi) method, namely 1) choosing and recognizing books; 2) reading books; 3) discuss the theme; and 4) creating work. The existence of this community service activity can make children in the RT 03 area more enthusiastic about learning and reading with their friends. The friendship between them became even closer and the boredom and boredom that they had experienced all this time disappeared and was replaced by a feeling of pleasure during the reading activity. The feeling of pleasure from participating in community service activities has an impact on children's enthusiasm for learning and reading together as well as increasing their literacy skills. The results achieved were: 1) the availability of knowledge and information services in the non-formal education pathway in the form of books and non-books, 2) school-age children increase their knowledge, skills and develop positive attitudes, so that they have better literacy skills, 3) the availability of information services to children related to 2 of the 6 components of literacy, namely literacy and numeracy.Bentuk pengabdian kepada masyarakat ini, yaitu penyelenggaraan Program Kampung Literasi di wilayah RT 03 RW 16, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok dengan penyediaan buku-buku bacaan edukatif bagi anak-anak usia sekolah dasar yang bernilai pendidikan. Kegiatan yang dilakukan bagi anak-anak di sana berupa membaca buku-buku yang bernilai pendidikan. Ada beberapa tahapan yang akan dilakukan oleh tim Abdimas. Tahapan pertama, yaitu mencari tahu dan mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang dirasakan oleh mitra dan subjek pengabdian kepada masyarakat, yaitu anak-anak usia sekolah dasar. Caranya dengan bertanya kepada Mitra Abdimas sebagai Ketua RT di sana dan melakukan observasi di wilayah RT 03 untuk melihat kegiatan anak-anak di sana. Tahapan kedua, yaitu menyediakan tempat untuk menyelenggarakan Program Kampung Literasi bagi anak-anak di sana. Selain itu, Tim abdimas menyediakan buku-buku bacaan juga menyiapkan perlengkapan-perlengkapan yang diperlukan untuk dapat digunakan berkegiatan anak-anak di sana. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyararakat ini adalah menggunakan metode pembelajaran literasi. Metode pembelajaran literasi adalah metode dengan Pilih-Kenal-Baca-Diskusi-Cipta (PiKeBaDiCi), yaitu 1) memilih dan mengenali buku; 2) membaca buku; 3) mendiskusikan tema; dan 4) mencipta karya. Dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat membuat anak-anak di wilayah RT 03 menjadi lebih semangat belajar dan membaca bersama teman-temannya. Pertemanan di antara mereka menjadi lebih erat lagi dan rasa bosan juga jenuh yang mereka alami selama ini hilang diganti dengan rasa senang saat kegiatan membaca berlangsung. Perasaan senang karena mengikuti kegiatan abdimas ini berdampak pada lebih semangatnya anak-anak belajar dan membaca bersama serta meningkatnya kemampuan literasi mereka. Hasil yang dicapai adalah: 1) tersedianya layanan pengetahuan dan informasi pada jalur pendidikan nonformal berupa buku maupun nonbuku, 2) anak-anak usia sekolah bertambah pengetahuan, keterampilan dan pengembangan sikap positif, sehingga memiliki kemampuan literasi yang lebih baik, 3) tersedianya layanan informasi kepada anak-anak yang berkaitan dengan 2 dari 6 komponen literasi, yaitu literasi baca-tulis dan literasi berhitung

    PEMANTAPAN NILAI-NILAI KEBANGSAAN BAGI PELAJAR SMA NEGERI 1 BAKAM

    Get PDF
    The Strengthening of National Values is a form of counselling with the aim of improving the skills and knowledge of participants in the field of national values. This activity was carried out at SMA Negeri 1 Bakam by using the legal counselling lecture method and the purpose of this activity is to strengthen the knowledge of national values that have been learned and known to SMA Negeri 1 Bakam students during primary and junior high education. This activity is very useful so that there is no decline in moral values among students.Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Itu Sendiri Merupakan Sebuah Bentuk Penyuluhan Dengan Tujuan Dalam Rangka Meningkatkan Keterampilan Dan Menambah Ilmu Pengetahuan Peserta  Di Bidang Nilai-Nilai Kebangsaa. Kegiatan Ini Dilaksanakan Di SMA Negeri 1 Bakam dengan menggunakan metode ceramah penyuluhan hukum dan tujuan dari kegiatan ini untuk memantapkan pengetahuan nilai-nilai kebangsaan yang sudah dipelajari dan diketahui pelajar SMA Negeri 1 Bakam selama dibangku pendidikan dasar dan pendidikan menengah pertama. Kegiatan ini sangat bermanfaat agar tidak terjadi pemerosotan nilai moral di kalangan pelajar

    Karakteristik Inklusi Fluida Endapan Tembaga-Emas Porfiri Brambang Di Pulau Lombok, Indonesia

    Get PDF
    The type of gold deposit in the research area in Brambang Village, Lombok Island, West Nusa Tenggara can be interpreted from several things, including fluid inclusions.This type of gold deposit is very important to know related to the potential gold deposits in this area. The lithology unit in the Brambang area can be divided into several lithological units considering their lithological dominance: lapilli tuff, diorite, tonalite and diatreme breccia. There are three types of veins observed where there are the fluid inclusions samples are taken, namely vein types A, B and C from the vein zone in tonalite rocks. The results of salinity measurements show two temperature groups that can be adjusted with vein type A-B for a temperature of ~550 oC and vein type C for a temperature of ~250 oC, these temperature magnitudes indicate the type of porphyry mineralization associated with base metals.Dari inklusi fluida daerah penelitian di Desa Brambang Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat ditafsirkan tipe endapan emas di Daerah tersebut. Tipe endapan emas ini sangat penting untuk diketahui karena sangat berkaitan dengan potensi endapan emas di Daerah ini. Satuan litologi daerah Brambang dapat dibagi menjadi beberapa satuan batuan dengan mempertimbangkan dominasi litologinya yaitu: satuan tuf lapilli, satuan diorite, satuan tonalit dan satuan breksi diatreme. Ada tiga tipe urat yang diamati dimana terdapat inklusi fluida yaitu tipe urat A, B dan C yang diambil dari zona urat pada batuan tonalit. Hasil pengukuran salinity menunjukan dua grup temperatur yang dapat disesuaikan dengan tipe urat A-B untuk temperatur ~550 oC dan tipe urat C untuk temperatur ~250 oC, besaran temperature tersebut mengindikasikan tipe mineralisasi porfiri yang berasosiasi dengan logam dasar

    Kajian Teknis Pengolahan SHP menggunakan Shaking Table untuk Mengoptimalkan Kadar dan Recovery Sn di TB Batu Besi PT Timah Tbk

    Get PDF
    PT Timah Tbk carried out the development by establishing TB Primer Batu Besi, East Belitung. The purpose of this study was to find out the variable setting of the shaking table in order to obtain optimal levels and recovery of Sn. The research method used is gravity concentration using a shaking table tool. The feed used is Remaining Processing Results from the primary shaking table. The experiment was carried out twice, the first experiment was carried out 27 times with a sample weight of ± 78 kg. Each experiment used 9 variations, namely the tilt of the shaking table (8°;8.5°;9°) and the stroke length (12mm, 14mm, 16mm). The second experiment used ±5 tons of material with the most optimal tool settings from the first experiment. The feed sample material and product shaking table were tested using the XRF and GCA tests. The analysis of the XRF test showed that the Sn content in the feed was 0.45%. GCA analysis shows that the associated minerals are cassiterite, ilmenite, monazite, pyrite, quartz, tourmaline, hematite and magnetite. The optimal setting for the operating variable of the shaking table is with a variation of the tilt of the shaking table 8° and a stroke length of 12 mm to obtain a concentrated Sn content of 8.04% and a concentrated Sn recovery of 20.75%. The second experiment obtained a total Sn recovery of 17.25%. If one additional SHP processing line is added to TB Batu Besi, the company's recovery will increase from ±15% to ±29.55%

    MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI SUSU KEMASAN KALENG MELALUI PERANCANGAN MESIN PALLETIZING

    Get PDF
    Sebuah perusahaan produsen susu kemasan kaleng membutuhkan sebuah improvment pada proses produksinya yang menginginkan proses produksi menjadi otomatis. Salah satu prosesnya yaitu memindahkan kaleng menuju twister minimal 1200 pcs/jam untuk jenis 400 gram dan minimal 600 pcs/jam untuk jenis 600 dan 800 gram. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu dibuat sebuah rancangan mesin palletizing untuk memindahkan tumpukan kaleng menuju twister secara otomatis. Mesin yang dirancang harus mampu menahan beban dari tumpukan kaleng pada saat proses memindahkan kaleng menuju twister. Proses perancangan menggunakan metodologi VDI 2206 dari mulai menetapkan requirement, system design, domain-spesific design, system integration, verification/validation, sampai dengan menghasilkan produk. Hasil proses perancangan telah menghasilkan sebuah rancangan yang mampu memindahkan kaleng menuju twister sebanyak 1500 pcs/jam untuk jenis kaleng 400 gram dan 810 pcs/jam untuk jenis kaleng 600 dan800 gram. Konstruksi mesin palletizing sangat aman, karena beberapa komponen telah dianalisis kekuatannya dan memiliki faktor keamanan minimal 3,8

    ANALISIS TATANIAGA CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUM L) DI KECAMATAN RANAH PESISIR, KABUPATEN PESISIR SELATAN

    Get PDF
    An efficient agricultural commodity trade system can increase the income of farmers. This study aims to describe the channels and functions of the trading system by each institution as well as to analyze the trading system margin, the share received by farmers, and the efficiency of the red chili marketing channel in Ranah Pesisir District, Pesisir Selatan Regency. The method used is a qualitative and quantitative descriptive method where the data collection uses a survey method. The results showed that the red chili marketing channel pattern uses intermediary traders. That are collectors and retailers. The marketing function performed by farmers and red chili collectors/retailers consists of exchange, physical, and facility functions. The trading system margin on channel one is smaller compared to channel two. The percentage share of the price farmers receive in channel one is higher than in channel two. Channel one is more efficient than channel two. Trading administration institutions must pay attention to the physical function (transportation, storage, and packaging) of distributing red chilies to maintain their quality of red chilies.Tataniaga komoditi pertanian yang efisien dapat meningkatkan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan saluran dan fungsi tataniaga oleh masing-masing lembaga serta menganalisis marjin tataniaga, bagian yang diterima petani dan efisiensi saluran tataniaga cabai merah di Kecamatan Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dimana dalam pengambilan datanya menggunakan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola saluran tataniaga cabai merah menggunakan perantara, yaitu pedagang pengumpul dan pengecer. Fungsi pemasaran yang dilakukan oleh petani dan pedagang pengumpul/pengecer cabai merah terdiri dari fungsi pertukaran, fungsi fisik dan fungsi fasilitas. Marjin tataniaga pada saluran 1 lebih kecil dari marjin tataniaga pada saluran 2. Persentase bagian harga yang diterima petani pada saluran 1 lebih besar dibandingkan saluran 2. Saluran 1 lebih efisien dibandingkan saluran 2. Lembaga tataniaga harus memperhatikan fungsi fisik (pengangkutan, penyimpanan dan pengemasan) dalam mendistribusikan cabai merah untuk menjaga kualitas cabai merah

    MAKSIMALISASI PENDAPATAN PETANI KELAPA SAWIT DI DESA BATU BETUMPANG KECAMATAN PULAU BESAR KABUPATEN BANGKA SELATAN

    Get PDF
    Smallholder oil palm plantations have not been able to meet the maximum level of income for their farmers. This study aims to determine the characteristics of farmers and to find out how farmers can maximize their income from their oil palm plantations. This study used a survey method, involving 43 farmers. The data is processed and analyzed using the approach to the relationship between costs and production results in order to obtain a total cost equation. From this equation, the marginal cost and average cost equations are then used to calculate the farmer's maximum income. The results showed that the more family members, the more oil palm yields that could be obtained, although most of the family members of these farmers still had low education. The income earned by oil palm farmers varies according to the area and age of their oil palm plantations. Oil palm that is getting older tends to provide less income for farmers. Oil palm farmers who have an average land area of ​​2.75 Ha and receive a selling price of IDR 1,456.00/Kg Fresh Fruit Bunches (FFB) only earn IDR 788,531.00/Ha. At the same FFB price level, farmers can get a maximum income of IDR 1,081,093.00/Ha, by selling 1,334 Kg of FFB. If for example the price of FFB is IDR 700.00/Kg, farmers can also get a maximum income of IDR 169,562.00/Ha by selling 2,550 Kg of FFB. Basically, farmers can obtain maximum income by adjusting the amount of FFB sold based on the prevailing FFB price level. This can only be done if the farmer uses the maximum income calculation formula as has been obtained from the research results.Perkebunan kelapa sawit rakyat belum mampu memenuhi tingkat pendapatan maksimal kepada petaninya.  Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui karakteristik petani dan untuk mengetahui bagaimana petani dapat memaksimalkan pendapatan dari usaha kebun kelapa sawit mereka. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan melibatkan 43 petani.  Data diolah dan dianalisis dengan menggunakan pendekatan hubungan biaya dan hasil produksi sehingga diperoleh suatu persamaan biaya total.  Dari persamaan ini, selanjutnya diperoleh persamaan biaya marjinal dan biaya rata-rata yang digunakan untuk menghitung pendapatan maksimal petani.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak anggota keluarga, semakin banyak hasil panen kelapa sawit yang bisa diperoleh,  walaupun kebanyakan dari anggota keluarga petani ini masih banyak yang berpendidikan rendah.  Pendapatan yang diperoleh petani kelapa sawit bervariasi sesuai dengan luas dan umur tanaman kelapa sawit mereka.  Kelapa sawit yang semakin tua cenderung memberikan pendapatan yang semakin kecil bagi petani.  Petani kelapa sawit yang memiliki lahan rata-rata 2,75 Ha dan menerima harga jual Tandan Buah Segar (TBS) sebesar Rp 1.456,00/Kg ternyata hanya memperoleh pendapatan sebesar Rp 788.531,00/Ha, padahal dengan tingkat harga TBS yang sama, petani bisa saja memperoleh pendapatan maksimal sebesar Rp 1.081.093,00/Ha yaitu dengan cara menjual TBS sebanyak 1.334 Kg.  Jika misalkan harga TBS adalah Rp 700,00/Kg, petani juga bisa memperoleh pendapatan maksimal sebesar Rp 169.562,00/Ha dengan cara menjual TBS sebanyak 2.550 Kg.  Secara prinsip, petani dapat memperoleh pendapatan maksimal yaitu dengan cara mengatur jumlah penjualan TBS berdasarkan tingkat harga TBS yang berlaku.  Hal ini hanya dapat dilakukan apabila petani menggunakan rumus penghitungan pendapatan maksimal sebagaimana yang telah diperoleh dari hasil penelitian

    DETERMINANT FACTORS CONTRIBUTING TO CHANGES IN INDONESIA COFFEE EXPORTS TO MALAYSIA IN 2008 -2022

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian adalah untuk melakukan analisis pengaruh jumlah produksi kopi di Indonesia, luas lahan kopi Indonesia, variabel perubahan rupiah dan tingkat inflasi terhadap jumlah ekspor kopi Indonesia ke Malaysia selama kurun waktu 2008 sampai 2022. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif menggunakan data runtun waktu periode tahun 2008-2022. Jenis data meliputi volume ekspor kopi Indonesia ke Malaysia, jumlah produksi dan luas lahan kopi Indonesia, perubahan rupiah terhadap dollar Amerika (kurs), serta  inflasi. Penganalisisan data  menggunakan  analisis  regresi  linear  berganda  menggunakan software Eviews12. Berdasarkan hasil diperoleh bahwa secara sebagian (parsial) Nilai perubahan mata uang Indonesia secara parsial mempengaruhi secara signifikan terhadap jumlah ekspor kopi Indonesia ke Malaysia tahun 2008-2022 Secara simultan produksi kopi Indonesia, luas lahan kopi Indonesia, nilai tukar rupiah, dan inflasi berpengaruh signifikan dan mampu menjelaskan volume ekspor kopi Indonesia ke Malaysia tahun 2008-2022 sebesar 48,8878%.The aim of the research is to analyze the influence of the amount of coffee production in Indonesia, the area of Indonesian coffee land, the variable changes in the rupiah and the inflation rate on the amount of Indonesian coffee exports to Malaysia during the period 2008 to 2022. This research was conducted using quantitative descriptive methods using time series data 2008-2022.Types of data include the volume of Indonesian coffee exports to Malaysia, the amount of production and area of Indonesian coffee land, changes in the rupiah against the US dollar (exchange rate), and inflation. Data analysis used multiple linear regression analysis using Eviews12 software. Based on the results, it was found that partially Indonesian coffee production, Indonesian coffee land area and inflation did not significantly influence the amount of Indonesian coffee exports to Malaysia in 2008-2022. The partial change in the value of the Indonesian currency has a significant impact on the amount of Indonesian coffee exports to Malaysia in 2008-2022. Simultaneously, Indonesian coffee production, Indonesian coffee land area, rupiah exchange rate and inflation have a significant influence and are able to explain the volume of Indonesian coffee exports to Malaysia in 2008-2022 of 48.8878%

    IKTIOFAUNA EKSOTIK DI TEBAT RASAU, BELITUNG TIMUR

    Get PDF
    Sepuluh jenis ikan yang dijumpai di perairan Tebat Rasau merupakan iktiofauna eksotik yang berpotensi menjadi ikan endemik Pulau Belitung. Hingga saat ini, masih minim kajian pada spesimen yang berstatus konservasi hampir punah maupun yang berstatus least concern ini. Penelitian ini mengkaji pada iktiofauna eksotik di Tebat Rasau, Desa Lintang, Belitung Timur menggunakan metode deskriptif eksploratif. Sepuluh jenis ikan dijumpai di perairan Tebat Rasau yang memiliki kondisi perairan dengan pH 5,73, suhu 26,1oC dan oksigen terlarut 11,4 ppm. Perairan di Tebat Rasau memiliki substrat gambut dan banyak ditumbuhi Pandaus sp. yang menutupi sebagian badan perairan. Terdapat lima jenis ikan dari perairan Tebat Rasau yang tidak dijumpai pada penelitian sebelumnya, yaitu Ikan Arwana (Scleropages formosus), Ikan Gurame Cokelat (Sphaerichthys selatanensis), Ikan Temeliyongan (Chaca bankanensis), Ikan Gurami Paros (Parosphromenus cf bintan) dan Ikan Bebidis (Brevibora cheeya)

    Upaya Administratif Sengketa Antara Pegawai Negeri Sipil dengan Pemerintahan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

    Get PDF
    Stages of administrative dispute resolution as regulated in Law No. 30 of 2014 concerning Government Administration, article 58 paragraph (6) bring about changes in the state administrative justice system in Indonesia, which are related to administrative efforts. This study aims to analyze administrative efforts that should be in line with what is stated in Supreme Court Regulation No. 6 of 2018 which discusses guidelines for resolving government administrative disputes after taking administrative measures with Law No. 51 of 2009 Second Amendment to Law no. 5 of 1986. In practice, there are several problems related between object of dispute and administrative efforts, first: whether administrative measures must be taken first before filing a claim for a state administrative dispute to the State Administrative Court, second, whether there are legal consequences if no administrative efforts are carried out by the plaintiff, third, whether If a difference is made in the deadline for filing a lawsuit, administrative efforts can increase the effectiveness of the ongoing legal process. Systematically this research uses a normative juridical approach. This research will obtain formulations of norms that can provide effective legal protection for the parties concerned in matters of state administrative disputes and analyze the effectiveness of applying different time limits in administrative efforts.Tahapan penyelesaian sengketa administrasi sebagaimana telah diatur pada Undang Undang No.30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, pasal 58 ayat (6) membawa perubahan dalam sistem peradilan tata usaha negara di Indonesia yaitu berkaitan dengan upaya administratif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya administratif yang seharusnya selaras dengan apa yang tertuang dalam Peraturan Mahkamah Agung No.6 tahun 2018 yang membahas tentang pedoman penyelesaian sengketa administrasi pemerintah setelah menempuh upaya administratif dengan Undang Undang No.51 tahun 2009 Perubahan Kedua atas Undang-Undang no.5 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara. Akan tetapi dalam praktiknya terdapat beberapa permasalahan terkait objek sengketa dan upaya administratif ini, pertama: apakah upaya administratif harus ditempuh terlebih dahulu sebelum mengajukan gugatan sengketa tata usaha negara ke PTUN, kedua apakah terdapat akibat hukum apabila tidak dilaksanakan upaya administratif oleh pihak penggugat, ketiga apakah jika dilakukan pembedaan tenggang waktu pengajuan gugatan yang upaya administratif dapat meningkatkan efektivitas proses hukum yang berjalan. Secara sistematis penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif. Diharapkan dari penelitian ini didapatkan formulasi norma yang dapat memberikan perlindungan hukum yang efektif bagi pihak-pihak yang bersangkutan dalam hal sengketa tata usaha Negara dan menganalisis tentang efektivitas dari diberlakukannya perbedaan tenggang waktu dalam upaya administratif

    1,978

    full texts

    2,165

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal Universitas Bangka Belitung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇