Online Journal Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
    2165 research outputs found

    ANALISIS UKURAN PARTIKEL NANOKOMPOSIT Fe3O4/SiO2/ALGINAT MENGGUNAKAN SCHERRER FORMULA

    Get PDF
    Sintesis komposit Fe3O4/SiO2/Alginat telah berhasil dilakukan. Sumber SiO2 yang digunakan berasal dari pasir tailing timah Bangka Belitung dan sumber Fe3O4 diperoleh dari hasil sintesis menggunakan prekursor Fe2+ dan Fe3+ melalui metode kopresipitasi. Penambahan alginat dilakukan untuk meningkatkan karakteristik dari komposit agar dapat digunakan sebagai fotokatalis. Salah satu parameter yang diamati yaitu ukuran partikel. Analisis ukuran partikel dapat dilakukan secara kuantitatif menggunakan data difraksi sinar X (XRD). Penentuan ukuran partikel diperoleh menggunakan Scherrer Formula yang menggunakan data sudut 2θ dalam bentuk cos (θ) dan nilai Full Width at Half Maximum (FWHM) atau Integral Breadth dari puncak dalam satuan radians. Berdasarkan analisis ukuran partikel diperoleh masing-masing ukuran partikel untuk SiO2, Fe3O4, Fe3O4/SiO2 dan Fe3O4/SiO2/Alginat yaitu 72,68 nm, 17,22 nm, 70,92 nm dan 46,75 nm. Hal ini menjelaskan bahwa sintesis Fe3O4/SiO2/Alginat berhasil membentuk komposit berukuran nano (nanokomposit).Sintesis komposit Fe3O4/SiO2/Alginat telah berhasil dilakukan. Sumber SiO2 yang digunakan berasal dari pasir tailing timah Bangka Belitung dan sumber Fe3O4 diperoleh dari hasil sintesis menggunakan prekursor Fe2+ dan Fe3+ melalui metode kopresipitasi. Penambahan alginat dilakukan untuk meningkatkan karakteristik dari komposit agar dapat digunakan sebagai fotokatalis. Salah satu parameter yang diamati yaitu ukuran partikel. Analisis ukuran partikel dapat dilakukan secara kuantitatif menggunakan data difraksi sinar X (XRD). Penentuan ukuran partikel diperoleh menggunakan Scherrer Formula yang menggunakan data sudut 2θ dalam bentuk cos (θ) dan nilai Full Width at Half Maximum (FWHM) atau Integral Breadth dari puncak dalam satuan radians. Berdasarkan analisis ukuran partikel diperoleh masing-masing ukuran partikel untuk SiO2, Fe3O4, Fe3O4/SiO2 dan Fe3O4/SiO2/Alginat yaitu 72,68 nm, 17,22 nm, 70,92 nm dan 46,75 nm. Hal ini menjelaskan bahwa sintesis Fe3O4/SiO2/Alginat berhasil membentuk komposit berukuran nano (nanokomposit)

    KAJIAN TEKNIS PENGOLAHAN TIMAH PRIMER MENGGUNAKAN SHAKING TABLE UNTUK PENINGKATAN KADAR DAN RECOVERY SN TB PRIMER BATU BESI KABUPATEN BELITUNG TIMUR

    Get PDF
    Tambang Besar Primer Batu Besi PT Timah Tbk melakukan penambangan dan pengolahan timah primer endapan oxide clay, Skarn dan greisen di Kabupaten Belitung Timur. Proses pencucian menggunakan metode gravity concentration dengan alat shaking table yang dilakukan 2 tahap yaitu primary dan secondary. Penelitian ini dilatarbelelakangi belum adanya standar baku pengoperasian shaking table dan masih menggunakan trial and error. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar Sn dan mineral penyusun feed serta menganalisis variasi pengaturan shaking table agar diperoleh kadar dan recovery Sn yang optimal. Penelitian ini menggunakan feed tipe oxide clay. Data primer yang digunakan yaitu berat output konsentrat, middling dan tailing. Berat feed yang digunakan setiap pengujian yakni 300 kg. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan variabel kemiringan pada alat primary dan secondary shaking table (1,3°, 1,5° 1,7°) dan variasi panjang pukulan (14 mm, 16 mm, 18 mm). Feed yang digunakan pada primary shaking table yaitu fresh feed dan pada secondary shaking table yaitu middling primary shaking table. Sampel feed dan produk shaking table dilakukan uji XRF dan XRD untuk mengetahui kadar unsur dan komposisi mineral. Analisa XRF menunjukkkan kadar Sn pada feed yaitu 0,31%. Komposisi mineral penyusun feed berdasarkan uji XRD yaitu cassiterite, hematite, magnetite, shadlunite, geothite, shandite, quartz dan fluorite. kombinasi variabel yang optimal untuk primary shaking table yaitu kemiringan 1,5° dan panjang pukulan 16 mm menghasikan kadar Sn 8,302% dan recovery 25,16%. Pada secondary shaking table kombinasi variabel yang optimal yaitu kemiringan 1,7° dan panjang pukulan 14 mm menghasikan kadar Sn 10,59% dan recovery 30,64%. Tambang Besar Primer Batu Besi PT Timah Tbk melakukan penambangan dan pengolahan timah primer endapan oxide clay, Skarn dan greisen di Kabupaten Belitung Timur. Proses pencucian menggunakan metode gravity concentration dengan alat shaking table yang dilakukan 2 tahap yaitu primary dan secondary. Penelitian ini dilatarbelelakangi belum adanya standar baku pengoperasian shaking table dan masih menggunakan trial and error. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar Sn dan mineral penyusun feed serta menganalisis variasi pengaturan shaking table agar diperoleh kadar dan recovery Sn yang optimal. Penelitian ini menggunakan feed tipe oxide clay. Data primer yang digunakan yaitu berat output konsentrat, middling dan tailing. Berat feed yang digunakan setiap pengujian yakni 300 kg. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan variabel kemiringan pada alat primary dan secondary shaking table (1,3°, 1,5° 1,7°) dan variasi panjang pukulan (14 mm, 16 mm, 18 mm). Feed yang digunakan pada primary shaking table yaitu fresh feed dan pada secondary shaking table yaitu middling primary shaking table. Sampel feed dan produk shaking table dilakukan uji XRF dan XRD untuk mengetahui kadar unsur dan komposisi mineral. Analisa XRF menunjukkkan kadar Sn pada feed yaitu 0,31%. Komposisi mineral penyusun feed berdasarkan uji XRD yaitu cassiterite, hematite, magnetite, shadlunite, geothite, shandite, quartz dan fluorite. kombinasi variabel yang optimal untuk primary shaking table yaitu kemiringan 1,5° dan panjang pukulan 16 mm menghasikan kadar Sn 8,302% dan recovery 25,16%. Pada secondary shaking table kombinasi variabel yang optimal yaitu kemiringan 1,7° dan panjang pukulan 14 mm menghasikan kadar Sn 10,59% dan recovery 30,64%

    ANALISIS RADIALLY AVERAGED POWER SPEKTRUM (RAPS) DALAM PEMISAHAN ANOMALI MEDAN MAGNETIK DAERAH PANAS BUMI TERAK, KABUPATEN BANGKA TENGAH

    Get PDF
    Sistem panasbumi yang terdapat di daerah Terak, Kabupaten Bangka Tengah merupakan salah satu jenis sistem panasbumi non-vulkanik yang berasosiasi dengan keberadaan batuan granit yang mengalami peluruhan radioaktivitas sebagai sumber panas. Identifikasi bawah permukaan wilayah panas bumi dapat dilakukan dengan metode geofisika, salah satunya yaitu metode magnetik. Anomali magnetik total hasil reduksi masih memuat anomali regional (kedalaman dalam dan luasan area yang lebih luas) dan residual (kedalaman dangkal dengan luasan area lokal). Maka dari itu, diperlukan pemisahan anomali residual dan regional untuk mendapat informasi sesuai target yang dingin di capai. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah menggunakan metode analisis kurva Radially Averaged Power Spektrum (RAPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini dapat memisahkan anomali regional, residual serta noise dengan lebih baik menggunakan bantuan bandpass filter. Anomali regional menunjukkan bahwa daerah penelitian memiliki nilai suseptibilitas magnetik berkisar antara -3.1726 nT hingga 4.3847 nT. Anomali residual menunjukkan bahwa daerah penelitian memiliki nilai suseptibilitas magnetik berkisar antara -1.9455 nT hingga 1.4332 nT. Nilai ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan nilai anomali Total yang dihasilkan. Hal ini dikarenakan anomali regional dan residul yang dihasilkan merupakan power spektrum yang dihasilkan dari pemisahan anomali yang  dilakukan.Sistem panasbumi yang terdapat di daerah Terak, Kabupaten Bangka Tengah merupakan salah satu jenis sistem panasbumi non-vulkanik yang berasosiasi dengan keberadaan batuan granit yang mengalami peluruhan radioaktivitas sebagai sumber panas. Identifikasi bawah permukaan wilayah panas bumi dapat dilakukan dengan metode geofisika, salah satunya yaitu metode magnetik. Anomali magnetik total hasil reduksi masih memuat anomali regional (kedalaman dalam dan luasan area yang lebih luas) dan residual (kedalaman dangkal dengan luasan area lokal). Maka dari itu, diperlukan pemisahan anomali residual dan regional untuk mendapat informasi sesuai target yang dingin di capai. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah menggunakan metode analisis kurva Radially Averaged Power Spektrum (RAPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini dapat memisahkan anomali regional, residual serta noise dengan lebih baik menggunakan bantuan bandpass filter. Anomali regional menunjukkan bahwa daerah penelitian memiliki nilai suseptibilitas magnetik berkisar antara -3.1726 nT hingga 4.3847 nT. Anomali residual menunjukkan bahwa daerah penelitian memiliki nilai suseptibilitas magnetik berkisar antara -1.9455 nT hingga 1.4332 nT. Nilai ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan nilai anomali Total yang dihasilkan. Hal ini dikarenakan anomali regional dan residul yang dihasilkan merupakan power spektrum yang dihasilkan dari pemisahan anomali yang  dilakukan

    EDUKASI DAN PENDAMPINGAN PENDAFTARAN NOMOR INDUK BERUSAHA BAGI PELAKU USAHA MIKRO DAN KECIL DI DESA TUMBAK PETAR GUNA PERLINDUNGAN LEGALITAS USAHA

    Get PDF
    Tujuan dari penulisan artikel pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi dan pendampingan bagi masyarakat pelaku usaha Mikro dan Kecil dalam urgensi pendaftaran Nomor Induk Berusaha dan mekanisme pembuatan Nomor Induk Berusaha melalui Online Single Submission di desa Tumbak Petar Kecamatan Jebus Kabupaten Bangka Barat. Metode yang dilakukan dalam pemberian edukasi dan pendampingan dilaksanakan dalam beberapa tiga tahapan. Tahap pertama persiapan yang digunakan untuk berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa dalam rangka pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan pendampingan pendaftaran. Tahap kedua, pelaksanaan dengan sosialisasi dan pendampingan pendaftaran Nomor Induk Berusaha. Tahap ketiga, Evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan ini para pelaku usaha Mikro dan Kecil memahami urgensi Pendaftaran Nomor Induk Berusaha dan menghasilkan dokumen Nomor Induk berusaha untuk legalitas usaha yang telah dimiliki. Tujuan dari penulisan artikel pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi dan pendampingan bagi masyarakat pelaku usaha Mikro dan Kecil dalam urgensi pendaftaran Nomor Induk Berusaha dan mekanisme pembuatan Nomor Induk Berusaha melalui Online Single Submission di desa Tumbak Petar Kecamatan Jebus Kabupaten Bangka Barat. Metode yang dilakukan dalam pemberian edukasi dan pendampingan dilaksanakan dalam beberapa tiga tahapan. Tahap pertama persiapan yang digunakan untuk berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa dalam rangka pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan pendampingan pendaftaran. Tahap kedua, pelaksanaan dengan sosialisasi dan pendampingan pendaftaran Nomor Induk Berusaha. Tahap ketiga, Evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan ini para pelaku usaha Mikro dan Kecil memahami urgensi Pendaftaran Nomor Induk Berusaha dan menghasilkan dokumen Nomor Induk berusaha untuk legalitas usaha yang telah dimiliki

    Liquid Soap with Active Ingredients of Methanol Extract of Sambang Darah Leaves (Excoecaria cochinchinensis L.): Formulation, Characterization, and Antibacterial Activity

    Get PDF
    The methanol extract of sambang darah leaves (Excoecaria cochinchinensis L.) contains flavonoids, saponins, tannins and triterpenoids which have the potential as antibacterial compounds.  The goal of this research is to produce liquid soap that preparations with four formulas by varying the methanol extract of sambang darah leaves as the active ingredient, characterizing, and understanding its antibacterial activity. Organoleptic tests, foam stability, pH, specific gravity, and viscosity were all used to characterize liquid soap. The best results were obtained with liquid soap formulation 3 (3 g extract), which had foam stability of 84.10%, a pH of 9.62, specific gravity of 1.03 g/mL, and viscosity of  492.933 cP. The organoleptic test revealed that the liquid soap was a homogeneous viscous liquid with a blackish-brown color and a characteristic extract odor. The inhibition zone for antibacterial activity against Staphylococcus aureus and Escherichia coli was 9.15 mm and 13.72 mm, respectively. In antiseptic tests, all soap formulas reduced bacteria on the thumb

    The Effect of Electrode Types and Voltage on COD in Flavoring Industry Waste Using Electrocoagulation

    Get PDF
    Industrial waste is something that must be managed by every company so as not to endanger the surrounding environment. One of the industries that must process its waste is the food flavoring industry. This industrial waste has the characteristics of high Chemical Oxygen Demand (COD) and Total Suspended Solid (TSS) values. This study used the electrocoagulation method which aims to treat this food flavor industrial waste. This electrocoagulation method uses variations of aluminum and steel electrodes, variations of voltaje 6v, 9v and 12v where the waste will be processed for 120 minutes. The results of this study were the COD value to 31.25 Mg/l from the initial 22,310 mg/L

    The Effect of Contact Time and Optimum pH on the Adsorption of Methylene Blue Dye by Alginate-Chitosan Complex Polyelectrolyte Films

    No full text
    Alginate derived from brown seaweed (Padina.sp) can be combined with chitosan to form a complex polyelectrolyte film, which can be used as an adsorbent for water contaminants such as methylene blue dye. The adsorption process is carried out by determining the maximum wavelength, which is then used to determine the contact time and pH needed to adsorb methylene blue. The results showed that the optimum contact time required to adsorb methylene blue was 20 minutes with an adsorption capacity of 18.8055 mg/L, and the optimum pH occurred at pH 9 with an adsorption capacity of 21.9975 mg/L

    Study of Fertility Levels of the Limbung River, Jada Bahrin Village, merawang District Bangka Regency.

    Get PDF
    Sungai Limbung merupakan salah satu sungai yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terletak di Desa Jada Bahrin, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Pada perairan Sungai Limbung terdapat aktivitas antropogenik, dimana sebagai akibat dari adanya aktivitas antropogenik, dapat meningkatkan kesuburan perairan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat kesuburan perairan Sungai Limbung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai dengan bulan Oktober tahun 2022. Parameter yang diukur secara insitu adalah suhu, kedalaman, kecerahan, kecepatan arus, pH, oksigen terlarut, sedangkan parameter yang dianalisis di Laboratorium Perikanan Manajemen Sumberdaya Perairan dan Laboratorium Biologi Universitas Bangka Belitung adalah klorofil-a, dan parameter yang di analisis di Laboratorium PT Global Quality Analitical, Bogor adalah total fosfat. Penilitian ini menggunakan metode observasi, penentuan lokasi penelitian menggunakan metode purposive sampling dan hasil penelitian dianalisis menggunakan metode Trophic State Index (TSI). Hasil pengukuran rata-rata Trophic State Index (TSI) pada Sungai Limbung yang diperoleh pada stasiun 1 yaitu 54,88, pada stasiun 2 yaitu 57,53, pada stasiun 3 yaitu 61,16, pada stasiun 4 yaitu 58,43, dan pada stasiun 5 yaitu 61,55. Hal ini menunjukkan bahwa status kesuburan di perairan Sungai Limbung berkisar antara 54,88-61,55, sehingga perairan Sungai Limbung tergolong perairan dengan status kesuburan eutrofik ringan hingga eutrofik sedang, hal ini ditunjukkan dengan warna perairan yang keruh dan kecerahan air yang rendah.The Limbung River is one of the rivers in the Bangka Belitung Archipelago Province, located in Jada Bahrin Village, Merawang District, Bangka Regency. In the waters of the Limbung River there is anthropogenic activites, which as a result of anthropogenic activities can increasing of trophic state of water. This research aimed to evaluate trophic state of the Limbung River. Reasearch conduced at September to December 2022. Water parameter where in-situ measurement was temperature, water depth, secchi depth, water flow speed, pH, and dissolved oxygen. Water sample analysed at the Fisheries Laboratory of Aquatic Resources Management and the Biology Laboratory at the University of Bangka Belitung, the water parameter was chlorophyll-a. Water sample analysed at the PT Global Quality Analytical Laboratory, Bogor, the water parameter was total phosphate. This research uses the observation method, determining the research location using the purposive sampling method, and the results were analyzed with Trophic State Index (TSI) method. The result obtained at station 1is 54,88, station 2 is 57,53, station 3 is 61,16, station 4 is 58,43, and station 5 is 61,55.  It means the trophic state in the waters of the Limbung River ranges from 54,88-61,55, the waters of the Limbung River are classified as light eutrophic to moderately eutrophic, show by the turbid color of the water and low water brightness

    An Investigation Of Groundwater Condition By Geoelectrical Resistivity Method: A case study in Bengalon, East Kutai, East Kalimantan Province

    Get PDF
    Bengalon berlokasi di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Bengalon masuk dalam cekungan airtanah Samarinda-Bontang. Berkembangnya daerah pertanian dan industri yang dibarengi makin banyaknya daerah pemukiman menyebabkan peningkatan kebutuhan air baku pada daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi airtanah daerah aluvial dengan metode geolistrik resistivitas. Survei resistivitas menghasilkan litologi bawah permukaan, kondisi airtanah dangkal yang berupa kedalaman, ketebalan, dan jenis akuifer serta tipe kualitas airtanahnya. Terdapat 10 lokasi pengambilan data geolistrik dengan metode geolistrik 2D. Hasil penelitian diketahui bahwa mayoritas akuifer berupa endapan aluvial yang terdiri pasir dan lempung pasiran. Resistivitas yang mengindikasikan airtanah, yaitu 1 – 4 Ω m, berada pada kedalaman 0 – 50 m dengan ketebalan bervariasi dari 10 – 20 m. Adanya intrusi air laut pada akuifer menyebabkan kualitas airtanah cenderung payau yang disebabkan berada di daerah rawa yang berbatasan dengan pantai.Bengalon is located in East Kutai Regency, East Kalimantan Province. Bengalon is included in the Samarinda-Bontang groundwater basin. The development of agricultural and industrial areas, followed by an increase in residential areas, will cause an increase in the water demand. This study aims to determine the groundwater potential of alluvial areas using the resistivity geoelectric method. The resistivity survey resulted in subsurface lithology, shallow groundwater conditions in the form of depth, thickness, and location of the aquifer as well as the type of groundwater quality. There are 10 locations for geoelectric data collection using the 2D geoelectric method. The results showed that the majority of the aquifers were alluvial deposits consisting of sand and sandy clay. The resistance indicating groundwater is 1 - 4 Ω m, at a depth of 10 – 50 m with a thickness varying from 10 – 20 m which has been dominated by sand. The presence of sea water intrusion in aquifers causes the quality of groundwater to tend to be brackish because the research location is in a swamp area bordering the coast

    Studi Studi Pengaruh Tingkat Getaran Tanah (Ground Vibration) Akibat Peledakan Terhadap Bangunan sekitar Pit 13 HW

    No full text
    PT. PAMA is a company engaged in mining and is a contractor of PT. Indominco Mandiri which has been running since 1996. The work contract given is blasting, from blasting activities many impacts arise, one of which is ground vibration, therefore it is necessary to measure the level of ground vibration in the west block area where there are several critical areas in the form of buildings such as offices , solar (fuel oil) storage, and PT. Indominco Mandiri, where there have been complaints regarding large vibrations and the potential for diesel spills from fuel oil. In the study the peak vector sum (pvs) value produced in December 2022 was 1.57 mm/s with the closest distance of 785 meters and in January 2023 4.21 mm/s with a distance of 500 meters. The maximum use of explosives item for explosive holes in December 2022 and January 2023 is 2,513 kg. This pvs value is still safe, because it is still below 5.0 mm/s and according to SNI 7572: 2010

    1,978

    full texts

    2,165

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal Universitas Bangka Belitung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇