Online Journal Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
    2165 research outputs found

    PERBANDINGAN VOLUME OVERBURDEN REMOVAL MENGGUNAKAN FOTO UDARA DJI PHANTOM 4 DAN HASIL SURVEY TOTAL STATION TRIMBLE C5 PADA PIT CAP PT. INSANI BARAPERKASA

    Get PDF
    PT. Insani Baraperkasa (PT. IBP) merupakan salah satu perusahaan pertambangan batubara yangberoperasi dan mempunyai wilayah konsesi PKP2B di Provinsi Kalimantan Timur dan merupakanbagian dari PT. Resource Alam Indonesia (RAIN Group). Kegiatan Survey merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam pertambangan. Survey dilakukan untuk memperoleh topografiuntuk menghitung volume penggalian Overburden maupun stock volume batubara pada stockpile.Kegiatan Survey umumnya menggunakan metode terestris, dengan alat berupa Total Station maupun GPS – RTK. Metode pengambilan data yaitu Pembuatan rute dan misi penerbangan UAV,perencanaan titik pemasangan GCP, pengukuran GCP , Metode Pengolahan Data yaitu pengolahan Digital Elevation Model (DEM), pengolahan Digital Terrain Model (DTM), pembuatan kontur, pengolahan Surface, dan perhitungan volume metode Cross Section. Perhitungan Volume OB yang tergali pada tanggal 19 November 2022 hingga 26 November 2022 dilakukan dengan metode cross section. Dari metode cross section didapatkan deviasi UAV DJI Phantom 4 pada elevasi 120 meter terhadap hasil TS adalah sebesar 1,06% dengan selisih 731,85BCM dan dengan dari hasil tersebut menunjukkan bahwa volume overburden tergali yang dihasilkan DJI Phantom 4 lebih besar dibandingkan dengan volume yang dihasilkan oleh Total Station Trimble C5. Deviasi maksimal yang ditetapkan oleh PT. IBP sebagai lokasi penelitian adalah 3%, berdasarkan deviasi yang dihasilkan UAV pada elevasi 120 meter terhadap TS yang kurang dari 3% menunjukkan bahwa penggunaan UAV sebagai alat survey dalam melakukan perhitungan volume overburden removal dapat dilakukan.PT. Insani Baraperkasa (PT. IBP) merupakan salah satu perusahaan pertambangan batubara yangberoperasi dan mempunyai wilayah konsesi PKP2B di Provinsi Kalimantan Timur dan merupakanbagian dari PT. Resource Alam Indonesia (RAIN Group). Kegiatan Survey merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam pertambangan. Survey dilakukan untuk memperoleh topografiuntuk menghitung volume penggalian Overburden maupun stock volume batubara pada stockpile.Kegiatan Survey umumnya menggunakan metode terestris, dengan alat berupa Total Station maupun GPS – RTK. Metode pengambilan data yaitu Pembuatan rute dan misi penerbangan UAV,perencanaan titik pemasangan GCP, pengukuran GCP , Metode Pengolahan Data yaitu pengolahan Digital Elevation Model (DEM), pengolahan Digital Terrain Model (DTM), pembuatan kontur, pengolahan Surface, dan perhitungan volume metode Cross Section. Perhitungan Volume OB yang tergali pada tanggal 19 November 2022 hingga 26 November 2022 dilakukan dengan metode cross section. Dari metode cross section didapatkan deviasi UAV DJI Phantom 4 pada elevasi 120 meter terhadap hasil TS adalah sebesar 1,06% dengan selisih 731,85BCM dan dengan dari hasil tersebut menunjukkan bahwa volume overburden tergali yang dihasilkan DJI Phantom 4 lebih besar dibandingkan dengan volume yang dihasilkan oleh Total Station Trimble C5. Deviasi maksimal yang ditetapkan oleh PT. IBP sebagai lokasi penelitian adalah 3%, berdasarkan deviasi yang dihasilkan UAV pada elevasi 120 meter terhadap TS yang kurang dari 3% menunjukkan bahwa penggunaan UAV sebagai alat survey dalam melakukan perhitungan volume overburden removal dapat dilakukan

    Pengaruh Suhu, Kecepatan Pengadukan, dan Waktu Kontak pada Penurunan Kadar Chemical Oxygen Demand (COD) Limbah Palm Oil Mill Effluent (POME) Menggunakan Adsorben Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.)

    Get PDF
    Kulit buah kakao (Theobroma cacao L.) adalah salah satu limbah hasil perkebunan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kandungan yang terdapat pada kulit buah kakao, menjadikan kulit buah kakao berpotensi digunakan sebagai adsorben untuk menurunkan kadar COD pada POME. POME merupakan limbah cair dari pengolahan industri kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari adsorben kulit buah kakao serta efektivitas penggunaan adsorben kulit buah kakao dalam menurunkan kadar COD pada limbah POME. Serbuk kulit buah kakao diaktivasi menggunakan asam nitrat untuk memperluas permukaan. Adsorben kulit buah kakao dikarakterisasi untuk penentuan kadar air dan kadar abu, analisis FTIR, dan SAA. Adsorben kulit buah kakao mengandung 10,40% kadar air serta 4,08% kadar abu. Analisis FTIR menunjukkan terdapat gugus –OH, C – H, C = C, C – O – C, C – O, C – NO2 pada adsorben kulit buah kakao. Luas permukaan adsorben kulit buah kakao mengalami peningkatan setelah aktivasi dari 3,48071 m2/g menjadi 3,93845 m2/g. Metode yang dilakukan dalam pengujian COD yaitu refluk tertutup secara titrimetri. Proses adsorpsi menggunakan variasi suhu, kecepatan pengadukan, dan waktu kontak. Penurunan terbaik terhadap COD diperoleh pada suhu 30oC dengan kecepatan pengadukan 600 rpm selama 120 menit, dengan persentase penyisihan sebesar 76,19 %.Cocoa peels (Theobroma cacao L.) are one of the plantation wastes that haven’t been used optimally. The content of cocoa peels makes the peels potential to be used as an adsorbent to reduce COD levels of POME. POME is liquid waste from the processing palm oil industry. This study was aimed to determine the characteristics of the cocoa peels adsorbent and the effectiveness of using cocoa peels adsorbent in reducing COD levels of POME. The powder was activated using nitric acid to increase the surface area of the adsorbent. The cocoa peels adsorbent was further characterized to determination water and ash content, FTIR analysis, and SAA. Cocoa peels adsorbent contains 10.40% moisture and 4.08% ash. FTIR analysis showed the presence of groups O–H, C–H, C=C, C–O– C, C–O, C–NO2 on the adsorbent of cocoa peels. The surface area of the adsorbent cocoa peel increased after activation from 3.48071 m2/g to 3.93845 m2 /g. The method used to test the content COD of POME is closed reflux titrimetrically. Adsorpstion process used variation like temperature, stirring speed, and contact time. The best reduction was obtained at 30oC with a stirring speed of 600 rpm at 120 minutes contact time, with 76.19% removal percentage for COD

    The Influence of the Type of Feed Medium on the Growth of Hermetia illucens larvae in the Process of Reducing Organic Waste S

    No full text
    Increasing the effectiveness of waste management and processing is by utilizing waste into a protein source of fish feed ingredients through the bioconversion process. One of the insects that is usually used as a bioconversion process is Hermetia illucens or better known as BSF (Black Soldier Flies). This study was conducted to look at the bioconversion process carried out by the larvae of Hermetia illucens and to look at the morphology of the length and body weight of the larvae of Hermetia illucens. This research was conducted at the Integrated Waste Treatment Plant (TPST) of Lampung University. The variety of waste used is market waste, tofu dregs, and a mixture of market waste and tofu dregs (1:1). The most optimal results of measuring the body length of Hermetia illucens larvae was tofu pulp feed type, which is an average of 2.17 cm. The most optimal results of measuring the body weight of Hermetia illucens larvae are Hermentia Illucens larvae of the market waste feed type with an average weight of 0.336 g. Proximate test results from Hermentia Illucens larvae are the larvae of tofu pulp feed media with a protein content of 41.27% and fat of 27.42%, it can be concluded that Hermentia Illucens larvae From the feed medium tofu pulp is best because it contains high protein content and not too high fat co

    Total Phenolic and Flavonoid Test of Gleichenia linearis Leaf Extract as Antioxidant Using Microwave Assisted Extraction

    Get PDF
    Paparan sinar ultra violet (UV) yang bersumber dari cahaya matahari dan paparan radiasi seperti penggunaan ponsel, laptop, dan lain-lain dapat menjadi faktor terbentuknya radikal bebas. Paparan radikal bebas berlebih akan menyebabkan stres oksidatif sehingga diperlukan pertahanan yang dapat mencegah kerusakan, salah satunya menggunakan antioksidan. Salah satu sumber antioksidan adalah daun resam. Ekstrak daun resam diketahui memiliki kandungan flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, steroid dan triterpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelarut dan variasi waktu ekstraksi terhadap rendemen, total fenolik, total flavonoid, dan aktivitas antioksidan ekstrak daun resam, serta mengetahui hubungan antara kandungan total fenolik dan kandungan total flavonoid terhadap aktivitas antioksidan. Pengujian terdiri dari uji total fenolik menggunakan metode Folin-Ciocalteau, uji total flavonoid menggunakan metode AlCl3, dan uji antioksidan menggunakan metode DPPH. Pelarut yang digunakan berupa aseton dan etanol, sedangkan lama waktu ekstraksi yang digunakan yaitu 5, 10, 15 dan 30 menit. Hasil rendemen, total fenolik, total flavonoid, dan aktivitas antioksidan tertinggi pada penelitian ini dihasilkan oleh pelarut etanol dengan waktu MAE selama 10 menit, dengan nilai berturut-turut 62,21%, 172,9 mg EAG/g, 110,60 mg EK/g, dan 24,12 µg/mL. Pengujian korelasi menunjukkan total fenolik berperan sebesar 95,5% sedangkan total flavonoid berperan sebesar 56,5% terhadap aktivitas antioksidan (IC50) yang dihasilkan. Fenolik merupakan senyawa yang paling dominan didalam ekstrak daun resam yang berperan sebagai antioksidan.Exposure to ultraviolet (UV) rays from sunlight and radiation exposure from devices such as mobile phones, laptops, and others can be factors in the formation of free radicals. Excessive exposure to free radicals can cause oxidative stress, thus requiring defense mechanisms to prevent damage, one of which is the use of antioxidants. One source of antioxidants is the resam leaves. Resam leaf extract is known to contain flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, steroids, and triterpenoids. This research aims to determine the influence of solvents and extraction time variations on the yield, total phenolic content, total flavonoid content, and antioxidant activity of resam leaf extract. Additionally, it aims to explore the relationship between the total phenolic content and total flavonoid content in relation to antioxidant activity. The testing comprises the determination of total phenolic content using the Folin-Ciocalteau method, total flavonoid content using the AlCl3 method, and antioxidant activity using the DPPH method. This research consists of 2 factors, namely the type of solvent and variations in extraction time. The solvents used are acetone and ethanol, while the extraction time durations are set at 5, 10, 15, and 30 minutes. The results of the analysis using ANOVA and post hoc test DMRT at the 5% significance level indicate that the type of solvent and extraction time variations used have a significant influence on the produced content. The highest yield, total phenolic content, total flavonoid content, and antioxidant activity in this research were obtained from ethanol as the solvent with a MAE time of 10 minutes, with respective values of 62.21%, 172.9 mg EAG/g, 110.60 mg EQ/g, and 24.12 µg/mL. The correlation testing showed that total phenolic content contributes 95.5%, while total flavonoid content contributes 56.5% to the generated antioxidant activity (IC50). Phenolic compounds are the most dominant compounds in the resam leaf extract, which play a role as antioxidants

    Kajian Kesesuaian dan Strategi Pengelolaan Lahan Wisata Pantai Kategori Rekreasi Di Desa Perlang Kabupaten Bangka Tengah

    Get PDF
    Perlang Beach is one of the beaches in Central Bangka Regency which has tourism potential. This study conducts in June 2021 until September 2021 with taking primary data and secondary data. This study is conducted at three locations, Perlang, Dermaga Beach and Nadi Beach. Specifically, the purpose of this study is to analyze the suitability of beach tourism land for the recreation category and management at Perlang Village’s beach. Purposive sampling method used in this research  with land suitability analysis and management strategy with SWOT analysis. Data collection in this study is carried out by direct observation to the field and interview respondents who are determined based on the Slovin’s concept. However, measurement of the suitability parameter for beach tourism is carried out at three station points from every beach. Therefore, the result of this study shows that the three coastal locations are included in the S1 category (very suitable) for beach tourism. The calculation of the SWOT matrix find out that the management strategy for Perlang Beach is Quadrant 1. There are 4 priority strategies for increasing tourist interest to visit Perlang Beach. Optimizing tourist facilities and infrastructure in Perlang Beach. Utilizing the potential of existing natural resources to optimize alternative tourism in Perlang Beach. Helping to increase the income and welfare of the local community to the government by providing opportunities for entrepreneurship. Optimizing management by increasing the promotion of tourist attractions and collaborating with other tourist attraction managers or travel agents.Pantai Perlang merupakan salah satu pantai di Kabupaten Bangka Tengah yang mempunyai potensi wisata. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2021 sampai dengan September 2021 dengan mengambil data primer dan data sekunder. Penelitian ini dilakukan di tiga lokasi yaitu Perlang, Pantai Dermaga dan Pantai Nadi. Secara khusus tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesesuaian lahan wisata pantai untuk kategori rekreasi dan pengelolaan di pantai Desa Perlang. Metode purposive sampling yang digunakan dalam penelitian ini dengan analisis kesesuaian lahan dan strategi pengelolaan dengan analisis SWOT. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan observasi langsung ke lapangan dan wawancara dengan responden yang ditentukan berdasarkan konsep Slovin’s. Namun pengukuran parameter kesesuaian wisata pantai dilakukan pada tiga titik stasiun dari setiap pantai. Oleh karena itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga lokasi pantai tersebut termasuk dalam kategori S1 (sangat sesuai) untuk wisata pantai. Dari perhitungan matriks SWOT diketahui bahwa strategi pengelolaan Pantai Perlang berada pada Kuadran 1. Terdapat 4 strategi prioritas dalam meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Pantai Perlang. Optimalisasi sarana dan prasarana wisata di Pantai Perlang. Memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada untuk mengoptimalkan wisata alternatif di Pantai Perlang. Membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat setempat kepada pemerintah dengan memberikan kesempatan berwirausaha. Optimalisasi pengelolaan dengan memperbanyak promosi atraksi wisata dan menjalin kerjasama dengan pengelola objek wisata lain atau travel agent

    PEMANFAATAN PEMASARAN DIGITAL DAN PERDAGANGAN ELEKTRONIK DALAM PEMASARAN UMKM SIOMAY CAKRABUANA DI ERA NEW NORMAL

    Get PDF
    The new normal era is the perfect place for the government and society to solve economic problems caused by a disease called COVID-19. Taking advantage of this new normal era, the Riau University KKN group took the initiative to visit UMKMs with the aim of reviving the economy of UMKM agents through digital marketing strategies using social media and electronic commerce. The implementation method used in this program is participatory method. The target partner is one of the MSMEs in West Sidomulyo Village, Pekanbaru City, namely UMKM Siomay Cakrabuana. The partner has a problem in the form of an economic downturn due to the closure of several branches due to the COVID-19 event. The result of this activity is that the KKN group received an enthusiastic and positive response from UMKM owners, as well as improving the economy of UMKM agents by implementing digital marketing and e-commerce as an effective and efficient communication and marketing tool in business activities. This is expected to be a solution to the main goal so as to enable them to maintain their own economy.Era new normal merupakan wadah yang sangat sempurna bagi pemerintah dan masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan ekonomi yang diakibatkan oleh penyakit bernama COVID-19. Memanfaatkan era new normal tersebut, kelompok KKN Universitas Riau berinisiatif untuk mengunjungi UMKM dengan tujuan membangkitkan kembali perekonomian pelaku UMKM melalui strategi pemasaran digital menggunakan media sosial dan perdagangan elektronik. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam program ini adalah metode partisipatif.  Mitra yang menjadi target adalah salah satu UMKM yang berada di Kelurahan Sidomulyo Barat, Kota Pekanbaru, yakni UMKM Siomay Cakrabuana. Mitra tersebut memiliki masalah berupa penurunan ekonomi dikarenakan terjadi penutupan beberapa cabang akibat peristiwa COVID-19. Hasil dari kegiatan ini adalah kelompok KKN mendapatkan respon yang antusias dan positif dari pemilik UMKM, serta meningkatkan perekonomian para pelaku UMKM dengan menerapkan pemasaran digital dan e-commerce sebagai alat komunikasi serta pemasaran yang efektif dan efisien dalam kegiatan bisnis. Hal ini diharapkan dapat menjadi solusi dari tujuan utama sehingga memungkinkan mereka dalam menjaga perekonomiannya sendiri

    PELATIHAN PADUAN SUARA MAHASISWA STAIN MANDAILING NATAL PADA HARI AMAL BAKTI (HAB) KEMENTERIAN AGAMA KE 76 TAHUN 2022

    Get PDF
    Optimizing the interests and talents of students on campuses with Islamic nuances needs to be done and there are no restrictions on this. This is also supported by the slogan of the Ministry of Religion which is moderate in religion with the meaning that everything in the implementation of organizational activities should be based on fair and equitable principles and not take sides on one side. It is necessary to explore the interests and talents of students in the field of choir. Its existence as an important activity in every event carried out by the campus places it as a priority activity position and training needs to be carried out on an ongoing basis. However, the problem is that the choir team at STAIN Mandailing Natal does not always stay because the team consisting of students always changes every year with different characteristics. Therefore, this choir training needs to be carried out routinely with the stages of planning, organizing, implementing, and evaluating. The result of this dedication is the ability to harmonize the STAIN Mandailing Natal Student Choir in the 2022 Ministry of Religion HAB. In addition to that, students are also able to collaborate with local art groups, namely the MAN 1 Mandailing Natal Marching Band team.Optimalisasi minat dan bakat mahasiswa di Kampus yang bernuansa Islami perlu dilakukan dan tidak diperbolehkan ada pembatasan akan hal itu. Hal ini juga didukung dengan slogan Kementerian Agama yang bermoderasi agama dengan makna bahwa segala sesuatu dalam pelaksanaan kegiatan berorganisasi hendaklah berlandaskan pada prinsip yang adil dan merata serta tidak berpihak pada satu sisi. Eksplorasi minat dan bakat mahasiswa di bidang paduan suara perlu dilakukan. Keberadaannya sebagai kegiatan yang penting pada setiap acara yang dilakukan oleh kampus menempatkannya sebagai posisi kegiatan prioritas dan perlu dilakukan pelatihan dengan waktu yang berkelanjutan. Namun yang menjadi permasalahan adalah keberadaan tim paduan suara di STAIN Mandailing Natal tidak selalu menetap karena tim yang terdiri dari mahasiswa selalu berubah setiap tahunnya dengan karakteristik yang berbeda pula. Oleh karena itu, pelatihan paduan suara ini perlu dilakukan secara rutin dengan tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengevaluasian. Hasil pengabdian ini adalah kemampuan harmonisasi paduan suara Mahasiswa STAIN Mandailing Natal dalam HAB Kemenag 2022. Selain itu hasil pengabdian lainnya mahasiswa juga mampu berkolaborasi dengan kelompok seni setempat yakni tim Marching Band MAN 1 Mandailing Natal

    Sosialisasi Pembuatan Kertas Dari Limbah Daun Serai Wangi

    Get PDF
    Penyulingan serai wangi menghasilkan limbah daun serai wangi cukup besar. Pada setiap masa panen menghasilkan sekitar dua ton daun basah serai wangi yang kemudian akan dilakukan penyulingan untuk menghasilkan minyak atsiri yang menyisakan limbah. Berdasarkan hal tersebutlah, pengabdian dilakukan di Desa Jada Bahrin melalui sosialisasi dalam mengolah limbah daun serai wangi menjadi kertas. Harapannya, pengabdian yang dilakukan ini dapat mendukung prioritas pengembangan Rencana Induk Riset Nasional 2017-2045 yang fokus pada bidang pangan-pertanian dengan tetap mengacu pada Renstra Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung tahun 2021-2025. Distilling citronella produces quite a large amount of citronella leaf waste. Each harvest season produces around two tons of wet citronella leaves which are then distilled to produce essential oil, leaving behind waste. Based on this, service was carried out in Jada Bahrin Village through outreach in processing citronella leaf waste into paper. It is hoped that this service can support the priority development of the 2017-2045 National Research Master Plan which focuses on the food-agriculture sector while still referring to the Bangka Belitung University Community Service Strategic Plan for 2021-2025

    OPTIMALISASI PEMAHAMAN DAN PENINGKATAN SIKAP ANTI KORUPSI PADA SISWA SMA

    Get PDF
    Korupsi tidak hanya dapat diminimalisir melalui pemberantasan korupsi semata seperti melalui penegakan hukum namun juga perlu tindakan pencegahan. Oleh karena itu, melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi (Fakultas Hukum Universitas Bengkulu) dapat memberikan pendidikan dini anti korupsi bagi Siswa SMA Negeri 6 Seluma.Corruption can not only be minimized through the eradication of corruption alone, such as through law enforcement, but also necessary preventive measures. Therefore, through Community Service activities as part of the Tri Dharma of Higher Education (Bengkulu University, Faculty of Law) can provide early anti-corruption education for students of Seluma 6 State Senior High School

    Analisis Perubahan Garis Pantai Di Pantai Matras Kabupaten Bangka Kepulauan Bangka Belitung

    Get PDF
    Matras Beach is one of the beach in the Bangka Belitung Archipelago used as a tourist destination. The coastline is the line that separates land and sea which can change every year. The aims of this study are to determine the change and rate of shoreline change before (2000-2010) and after the breakwater (2010-2020), and its impact on beach tourism at Matras Beach. The method used in this research is the digitization method and the Digital Shoreline Analysis System. The results showed that from 2000 to 2010, before the Matras Beach breakwater, there was a maximum increase of 34.23 m at a rate of 3.42 m/year and a maximum reduction of -35.10 m at a rate of -3.51 m/year, while after the breakwater in 2010-2020 Matras Beach experienced a maximum increase of 72.79 m at a rate of 7.28 m/year and a maximum reduction of -81.72 m at a rate of -8.17 m/year. This change resulted in 3.64 ha of abrasion and 1.50 ha of accretion before the breakwater and 8.48 ha of abrasion and 4.20 ha of accretion after the breakwater. This abrasion has a negative impact on beach tourism on Matras Beach because it will damage vegetation and buildings on the coast.  Pantai Matras merupakan salah satu pantai yang ada di Kepulauan Bangka Belitung yang di jadikan sebagai tempat wisata. Garis pantai adalah garis yang memisahkan antara darat dan laut yang setiap tahunnya dapat berubah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan dan laju perubahan garis pantai sebelum (tahun 2000-2010) dan setelah adanya pemecah gelombang (tahun 2010-2020), serta dampaknya terhadap wisata pantai di Pantai Matras. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode digitasi dan Digital Shoreline Analysis System. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada tahun 2000-2010 sebelum adanya pemecah gelombang Pantai Matras mengalami perubahan penambahan maksimum 34,23 m dengan laju 3,42 m/tahun dan pengurangan maksimum -35,10 m dengan laju -3,51 m/tahun, sedangkan setelah adanya pemecah gelombang pada tahun 2010-2020 Pantai Matras mengalami perubahan penambahan maksimum sebesar 72,79 m dengan laju 7,28 m/tahun dan pengurangan maksimum -81,72 m dengan laju -8,17 m/tahun. Perubahan ini menimbulkan abrasi seluas 3,64 ha dan akresi 1,50 ha saat sebelum adanya pemecah gelombang dan abrasi seluas 8,48 ha dan akresi 4,20 ha setelah adanya pemecah gelombang. Abrasi ini berdampak negatif bagi wisata pantai di Pantai Matras karena dapat menyebabkan vegetasi dan bangunan di pesisir pantai menjadi rusak

    1,978

    full texts

    2,165

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal Universitas Bangka Belitung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇