Online Journal Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
2165 research outputs found
Sort by
PENGARUH KETERAMPILAN KERJA, KOMITMEN KERJA DAN BUDAYA KERJA TERHADAP PENILAIAN PRESTASI KERJA SERTA IMPLIKASINYA PADA EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI DINAS PERTANIAN KOTA PAGAR ALAM
The author conducted research with the aim of knowing and analyzing the effect of work skills, work commitment and work culture on work performance evaluation and their implications for the work effectiveness of the Agriculture Office of the City of Pagar Alam. The research method used in this study is a quantitative method using questionnaires distributed to respondents. Test the quality of the data by using the validity test, reliability test. Analysis using statistical calculations with multiple regression formula, partial test simultaneous test and the coefficient of determination. The results of the study showed that Work Skills had a significant effect on the performance appraisal of the Agriculture Office of the City of Pagar Alam. Work Commitment has no significant effect on the performance appraisal of the Pagar Alam City Agriculture Service employee. Work culture has no significant effect on the performance appraisal of the Pagar Alam City Agriculture Service employee. Work Skills have a significant effect on the effectiveness of the work of the Agriculture Office of the City of Pagar Alam. Work Commitment has a significant effect on the effectiveness of the work of the Agriculture Office of the City of Pagar Alam. Work culture has no significant effect on the work effectiveness of the Pagar Alam City Agriculture Service employees. Job Performance Assessment has a significant effect on the effectiveness of the work of the Pagar Alam City Agriculture Service employee.Tujuan penelitian untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Keterampilan Kerja, Komitmen Kerja dan Budaya Kerja Terhadap Penilaian Prestasi Kerja Serta Implikasinya Pada Efektivitas Kerja Pegawai Dinas Pertanian Kota Pagar Alam. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan kuisioner yang disebarkan kepada responden. Uji kualitas data dengan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas. Analisis dengan menggunakan perhitungan statistik dengan rumus regresi berganda, uji parsial uji simultan dan koefisien determinasi. Hasil penelitian didapat Keterampilan Kerja berpengaruh signifikan terhadap penilaian prestasi kerja pegawai Dinas Pertanian Kota Pagar Alam. Komitmen Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap penilaian prestasi kerja pegawai Dinas Pertanian Kota Pagar Alam. Budaya Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap penilaian prestasi kerja pegawai Dinas Pertanian Kota Pagar Alam. Keterampilan Kerja berpengaruh signifikan terhadap efektivitas kerja pegawai Dinas Pertanian Kota Pagar Alam. Komitmen Kerja berpengaruh signifikan terhadap efektivitas kerja pegawai Dinas Pertanian Kota Pagar Alam. Budaya Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap efektivitas kerja pegawai Dinas Pertanian Kota Pagar Alam. Penilaian Prestasi Kerja berpengaruh signifikan terhadap efektivitas kerja pegawai Dinas Pertanian Kota Pagar Alam
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI MINAT GENERASI Z BERPROFESI SEBAGAI PETANI DI KECAMATAN MERAWANG KABUPATEN BANGKA
Penelitian ini bertujuan mengindentifikasi minat generasi Z berprofesi sebagai petani dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat generasi Z berprofesi sebagai petani di Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2021 sampai dengan Februari 2022 di Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah quota sampling dengan sampel generasi Z yang orang tua berprofesi sebagai petani di Kecamatan Merawang. Jumlah sampel seratus generasi Z yang orang tua berprofesi sebagai petani di Kecamatan Merawang. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan regresi logistic biner. Hasil penelitian menunjukkan minat generasi Z berprofesi sebagai petani 71,4% dengan kategori tinggi. Faktor-faktor yang memengaruhi minat generasi Z berprofesi sebagai petani yang berpengaruh signifikan yaitu pendapatan usahatani orang tua, jarak rumah dari pusat perkotaan, jumlah kepemilikan sosial media dan jenis Kelamin.This study aims to identify the interest of generation Z in working as farmers and analyze the factors that influence generation Z's interest in working as farmers in Merawang District, Bangka Regency. This research was conducted from November 2021 to February 2022 in Merawang District, Bangka Regency. The research method used is the survey method. The sampling method used is quota sampling with generation Z samples whose parents work as farmers in Merawang District. The number of samples of one hundred generation Z whose parents work as farmers in Merawang District. The data analysis method uses qualitative descriptive analysis and binary logistic regression. The results showed that generation Z's interest in working as farmers was 71.4% with a high category Factors that influence generation Z's interest in working as farmers that have a significant effect are parents' farming income, the distance of the house from the urban center, the number of social media ownership and gender
Macrozoobenthos community structure in Mangrove Ecosystem in Way Kambas National Park Buffer Area
Way Kambas National Park is one of the National Parks located in Lampung Province. This area has several types of wetland ecosystems, namely rivers, swamps, and mangroves. The condition of diverse mangrove ecosystems can affect the density and diversity of biota, one of which is macrozoobenthos that live in the region. The purpose of this study is to find out the relationship between mangroves and macrozoobenthos. The study was conducted in January 2021 at Mangrove Way Kambas National Park. Sampling was conducted at 6 stations with different mangrove density conditions, that was, sparse densities at stations I and station 4, as well as solid at stations 2, 3, 5, and 6. In addition to total organic matter, other environmental parameters were also observed including pH, salinity, temperature, dissolved oxygen, substrate type, brightness, and depth. Macrozoobenthos were found to be 12 species of macrozoobenthos namely Polymesoda expansa, Acetes indicus, Illyoplax pacifica, Asiminea brevicula, Terebralia palustris, Clithon oualeniense, Terebralia sulcata, Cerithidea quadrata, Pomacea canaliculata, Telescopium telescopium, Episesarma versicolor, and Planaria torva in 6 research stations. As for the positive correlates with macrozoobenthos density, were pH, salinity, and total organic matter (TOM)
Matarumah Parentah Oleh Saniri Negeri Rumahtiga Sebagai Tindakan Administrasi
Ringkasan
Artikel ini bertujuan untuk menemukan perspektif hukum administrasi negara terkait penetapan Matarumah Parentah di Negeri Rumahtiga Kota Ambon. Seperti diketahui Saniri Negeri Rumahtiga sampai saat ini belum melanjutkan proses pembentukan Peraturan Negeri dalam rangka Penetapan Matarumah Parentah, padahal tahapan penetapan sudah dilalui sesuai dengan aturan yang berlaku. Melalui penelitian yuridis normatif didapatkan hasil bahwa sikap Saniri Negeri Rumahtiga merupakan tindakan administrasi pemerintah yang dapat diuji keabsahannya dan dapat dikategorikan sebagai sikap diam Pemerintah serta sebagai tindakan pemerintah berupa keputusan yang mencakup tindakan faktual sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Administrasi Pemerintahan.
Kata Kunci: Penetapan, Matarumah Parentah, Hukum Administrasi Negara
DISEMINASI TEKNOLOGI SEDERHANA PENGERING HYBRID PENGOLAHAN TERIPANG PASIR (SEA CUCUMBER) UNTUK MENINGKATKAN MUTU TERIPANG KERING DI DESA DUKONG KECAMATAN SIMPANG PESAK KABUPATEN BELITUNG TIMUR
Teripang pasir (sea cucumber) dengan nama latin holothuria scabra memiliki nilai ekonomi tinggi. Teripang biasanya dijual dalam bentuk produk teripang kering. Mutu teripang kering ini sangat ditentukan oleh pengolahan yang tepat. Produksi teripang masyarakat Desa Dukong Kecamatan Simpang Pesak Kabupaten Belitung Timur diperoleh dari hasil budidaya sistem pen culture. Penggunaan alat pengering hybrid diharapkan menjadi solusi untuk menghasilkan produk teripang kering berkualitas. Alat pengering hybrid memiliki multi fungsi yang memanfaatkan panas matahari dan pemanasan tungku api. Permasalahan yang dihadapi mitra saat ini adalah: 1) Mitra belum memiliki keterampilan untuk mengelola usaha pengolahan teripang pasir, karena merupakan usaha rintisan; dan 2) Mitra belum memiliki pengetahuan terkait pengolahan teripang dengan mutu yang baik menggunakan alat pengering hybrid. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi antara lain: 1) Membantu masyarakat mendapatkan usaha sampingan dari pengolahan teripang; dan 2) Meningkatkan pendapatan masyarakat dari usaha pengolahan teripang. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah: 1) Peningkatan kuantitas dan kualitas hasil olahan teripang kering; 2) Peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat untuk pengolahan teripang; dan 3) Peningkatan pendapatan masyarakat. Hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat alat pengering bekerja efektif dan efisien. Teripang kering dengan sempurna dengan waktu lebih cepat (tiga hari) dan memiliki kualitas baik. Sehingga dapat diterima pasar.Teripang pasir (sea cucumber) dengan nama latin holothuria scabra memiliki nilai ekonomi tinggi. Teripang biasanya dijual dalam bentuk produk teripang kering. Mutu teripang kering ini sangat ditentukan oleh pengolahan yang tepat. Produksi teripang masyarakat Desa Dukong Kecamatan Simpang Pesak Kabupaten Belitung Timur diperoleh dari hasil budidaya sistem pen culture. Penggunaan alat pengering hybrid diharapkan menjadi solusi untuk menghasilkan produk teripang kering berkualitas. Alat pengering hybrid memiliki multi fungsi yang memanfaatkan panas matahari dan pemanasan tungku api. Permasalahan yang dihadapi mitra saat ini adalah: 1) Mitra belum memiliki keterampilan untuk mengelola usaha pengolahan teripang pasir, karena merupakan usaha rintisan; dan 2) Mitra belum memiliki pengetahuan terkait pengolahan teripang dengan mutu yang baik menggunakan alat pengering hybrid. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi antara lain: 1) Membantu masyarakat mendapatkan usaha sampingan dari pengolahan teripang; dan 2) Meningkatkan pendapatan masyarakat dari usaha pengolahan teripang. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah: 1) Peningkatan kuantitas dan kualitas hasil olahan teripang kering; 2) Peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat untuk pengolahan teripang; dan 3) Peningkatan pendapatan masyarakat. Hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat alat pengering bekerja efektif dan efisien. Teripang kering dengan sempurna dengan waktu lebih cepat (tiga hari) dan memiliki kualitas baik. Sehingga dapat diterima pasar
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS LITERASI TEKNOLOGI PADA MTS DAN MA SABILUL MUHTADIN DESA JADA BAHRIN KABUPATEN BANGKA
MTs dan MA Sabilul Muhtadin Desa Jada Bahrin Kabupaten Bangka telah berdiri lebih dari 10 (sepuluh) tahun. Namun, saat ini hanya memiliki guru matematika berjumlah 4 (orang). Keempat guru matematika tersebut pun bukan berlatarbelakang dari pendidikan di bidang matematika. Ada yang berlatar belakang guru sains hingga guru agama. Karena berada dalam satu wilayah, terkadang guru MA pun diperbantukan untuk mengajar di MTs Sabilul Muhtadin begitu juga sebaliknya. Keterbatasan akses dan informasi membuat guru-guru matematika ini hanya mengajarkan pembelajaran matematika secara tradisional. Untuk itu, tim pengabdian merancang program pengabdian untuk memberdayakan guru MTs dan MA Sabilul Muhtadin dalam pengembangan pembelajaran matematika berbasis literasi teknologi guna menunjang budaya guru pembelajar. Berdasarkan hasil evaluasi, diperoleh bahwa 98% guru-guru setuju bahwa pengembangan pembelajaran matematika diperlukan oleh MTs dan MA Sabilul Muhtadin. Keaktifan, sikap, pengetahuan dan keterampilan peserta masing-masing mengalami kenaikan lebih dari 15% setelah program pengabdian terselesaikan. Artinya, pelaksanaan program pengabdian ini berpengaruh terhadap peningkatan sumber daya manusia di MTs dan MA Sabilul Muhtadin. Harapannya kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru-guru dalam meningkatkan pembelajaran matematika secara maksimal.MTs dan MA Sabilul Muhtadin Desa Jada Bahrin Kabupaten Bangka telah berdiri lebih dari 10 (sepuluh) tahun. Namun, saat ini hanya memiliki guru matematika berjumlah 4 (orang). Keempat guru matematika tersebut pun bukan berlatarbelakang dari pendidikan di bidang matematika. Ada yang berlatar belakang guru sains hingga guru agama. Karena berada dalam satu wilayah, terkadang guru MA pun diperbantukan untuk mengajar di MTs Sabilul Muhtadin begitu juga sebaliknya. Keterbatasan akses dan informasi membuat guru-guru matematika ini hanya mengajarkan pembelajaran matematika secara tradisional. Untuk itu, tim pengabdian merancang program pengabdian untuk memberdayakan guru MTs dan MA Sabilul Muhtadin dalam pengembangan pembelajaran matematika berbasis literasi teknologi guna menunjang budaya guru pembelajar. Berdasarkan hasil evaluasi, diperoleh bahwa 98% guru-guru setuju bahwa pengembangan pembelajaran matematika diperlukan oleh MTs dan MA Sabilul Muhtadin. Keaktifan, sikap, pengetahuan dan keterampilan peserta masing-masing mengalami kenaikan lebih dari 15% setelah program pengabdian terselesaikan. Artinya, pelaksanaan program pengabdian ini berpengaruh terhadap peningkatan sumber daya manusia di MTs dan MA Sabilul Muhtadin. Harapannya kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru-guru dalam meningkatkan pembelajaran matematika secara maksimal
Cholesterol Lowering Activity from Methanol Extract of Bidara Leaves (Ziziphus mauritiana)
Research on qualitative test of secondary metabolites compounds and test of lowering cholesterol activity has been done on bidara leaves (ziziphus mauritiana) with methanol extract by maceration methods. The aim of this research was to determine cholesterol-lowering activity of methanol extract on bidara leaves (ziziphus mauritiana). The procedure used was in this study consisted of extraction, phytochemicals screening such as alkaloids, tannins, triterpenoids, flavonoids and saponins, and test of cholesterol lowering activity using UV-Vis spectrophotometry at a wavelength of 423 nm. Based on research results, determine cholesterol lowering activity of methanol extract on bidara leaves (ziziphus mauritiana) has proven to reduce cholesterol levels by 80.4598% because of bidara leaves contains of active secondary metabolites such as triterpenoids, tannins and flavanoids.Research on qualitative test of secondary metabolites compounds and test of lowering cholesterol activity has been done on bidara leaves (ziziphus mauritiana) with methanol extract by maceration methods. The aim of this research was to determine cholesterol-lowering activity of methanol extract on bidara leaves (ziziphus mauritiana). The procedure used was in this study consisted of extraction, phytochemicals screening such as alkaloids, tannins, triterpenoids, flavonoids and saponins, and test of cholesterol lowering activity using UV-Vis spectrophotometry at a wavelength of 423 nm. Based on research results, determine cholesterol lowering activity of methanol extract on bidara leaves (ziziphus mauritiana) has proven to reduce cholesterol levels by 80.4598% because of bidara leaves contains of active secondary metabolites such as triterpenoids, tannins and flavanoids
Comparative Study Of The Use Of Natural Ingredient In Ethnomedical Study In Indonesia On The Herbal Formulary Of The RI Ministry Of Health
Geologically based on the Wallace-Weber line, the distribution of flora in Indonesia is divided into 3 regions, namely the west which is influenced by the Asian continent, the middle which is a transition, and the east which is influenced by the Australian continent. Research on ethnomedicin from various regions has been carried out including representatives from each region. A review of the ethnomedicine studies was comparing various region of Indonesia namely Jambur Labu Village (DJL) in Jambi Province, Sangihe Island (PS) in North Celebes, Morotai in North Maluku (MU), Secang District in West Java, the Dayak Tribe in East Kalimantan, and Jayawijaya District in Papua to the Original Indonesian Herbal Medicine Formulary (FOHAI). From ethnomedicine research conducted in 9 regions in Indonesia from the islands of Sumatra, Java, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, and Papua, it was found that Psidium guajava was used the most, namely by 8 regions and generally as an anti-diarrheal, then turmeric was used by 7 regions. Annona muricata, Morinda citrifolia, Musa paradisiaca, Piper betle, Syzygium Polyanthum, and Zingiber officinale were used in 6 areas. Among the most utilized plants, Piper betle and Musa paradisiaca have not been included in FOHAI data.Geologically based on the Wallace-Weber line, the distribution of flora in Indonesia is divided into 3 regions, namely the west which is influenced by the Asian continent, the middle which is a transition, and the east which is influenced by the Australian continent. Research on ethnomedicin from various regions has been carried out including representatives from each region. A review of the ethnomedicine studies was comparing various region of Indonesia namely Jambur Labu Village (DJL) in Jambi Province, Sangihe Island (PS) in North Celebes, Morotai in North Maluku (MU), Secang District in West Java, the Dayak Tribe in East Kalimantan, and Jayawijaya District in Papua to the Original Indonesian Herbal Medicine Formulary (FOHAI). From ethnomedicine research conducted in 9 regions in Indonesia from the islands of Sumatra, Java, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, and Papua, it was found that Psidium guajava was used the most, namely by 8 regions and generally as an anti-diarrheal, then turmeric was used by 7 regions. Annona muricata, Morinda citrifolia, Musa paradisiaca, Piper betle, Syzygium Polyanthum, and Zingiber officinale were used in 6 areas. Among the most utilized plants, Piper betle and Musa paradisiaca have not been included in FOHAI data
KANDUNGAN ASAM AMINO PRODUK FERMENTASI PULAU BANGKA: KECALO TERITIP (Balanus sp)
Kecalo of barnacle (Balanus sp) is one of the typical fermented products of the people of Belitung Island. Barnacles, which have been neglected, are used as food products. Until now, the amino acid content of this barnacle-fermented product is unknown. This research aims to determine the composition of amino acids in the fermented product of barnacles and compare it with fishery-based nutritional sources that the people of Bangka also consume. Samples were taken from the fermentation of barnacle processors in Rias, South Bangka Regency. The Kecalo production process goes through the stages of collecting the barnacles from the beach substrate, separating the barnacle meat from the shell, washing, and curing with salt. Amino acids contained in the fermented of barnacle product are Aspartic Acid 2.59%, Glutamic Acid 3.24%, Serine 0.55%, Histidine 0.43%, Glycine 1.69%, Threonine 1.36%, Arginine 0, 96%, Alanine 2.1%, Tyrosine 0.37%, Methionine 0.83%, Valine 1.75%, Phenylalanine 1.26%, Isoleucine 2.15%, and Lysine 1.59%. The essential amino acid content of scalpel barnacles is higher than that of Rusip, Budu, Cuttlefish, Abalone, Tuna Fish, and Tofu Shellfish
FISH DIVERSITY IN Betta schalleri HABITAT IN THE WATERS OF JADA BAHRIN, BANGKA REGENCY
Bangka Island has the potential for native and endemic ichthyofauna diversity. One of the endemic fish found is Betta schalleri. In the B. schalleri habitat, it is necessary to research fish biodiversity to increase economic and ecological value and enrich biodiversity data. Knowledge of the characteristics of the natural habitat of B. schalleri in Bangka waters is the beginning of conservation and domestication. This research was conducted in the waters of Jada Baharin Village, Merawang District, Bangka Regency in July – October 2023 to discuss the diversity of fish species that live side by side with B. schalleri. The waters in Jada Bahrin where B. schalleri was found also identified 24 fish species. Water quality is at a temperature of 31°C and a pH of 4-5.