Online Journal Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
    2165 research outputs found

    ALAT BANTU JALAN UNTUK MENUMBUHKAN MINAT BERJALAN TUNADAKSA DI YAYASAN PEMBINAAN ANAK CACAT (YPAC) PANGKAL PINANG

    Get PDF
    SLB YPAC Pangkal pinang adalah salah satu sekolah yang memberikan pelayanan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus. Pengabdian ini berangkat dari kunjungan Rektor UBB ke YPAC Pangkal Pinang, Dalam pertemuan tersebut, terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian sebagai upaya untuk menciptakan kolaborasi dalam pengembangan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Untuk Menindaklanjuti Kolaborasi UBB dan YPAC saat ini kita dari Teknik Mesin akan focus kepada anak yang menyandang tuna daksa, Saat ini Mitra kami dari Yayasan Pembinaan Anak Cacat mengeluhkan tidak adanya alat bantu untuk anak Tunadaksa,Hasil wawancara kami dengan ketua umum YPAC pangkal pinang bahwasanya anak yang menyandang tunadaksa ini akan lebih baik jika di beri alat untuk mereka Latihan berjalan, agar mereka bisa langsung merasakan sensasi berjalan layaknya manusia pada umumnya walaupun itu menggunakan alat bantu. Saat ini kami sudah berhasil membuat alat bantu jalan anak tunadaksa dan bisa dimanfaatkan oleh YPAC Pangkal Pinang. Alat tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan kami membuat alat tersebut lebih Flexible untuk bisa digunakan oleh beberapa orang anak yang berbeda umur.SLB YPAC Pangkal Pinang is one of the schools that provides educational services for children with special needs. This community service departs from the visit of the University of Bangka Belitung to YPAC Pangkal Pinang, In the meeting, there were several things that were of concern as an effort to create collaboration in the development of education for children with special needs. To the Collaboration of UBB and YPAC, at this time we from Mechanical Engineering will focus on children with disabilities, currently our partners from the Foundation for the Education of Disabled Children complain about the absence of tools for children with disabilities, the results of our interview with the chairman of YPAC Pangkal Pinang that children with disabilities will be better if given a tool for them to practice walking, so that they can immediately feel the sensation of walking like humans in general even though it uses aids. Currently we have succeeded in making a walker for children with disabilities and can be utilized by YPAC Pangkal Pinang. The tool can function as it should and we make the tool more flexible to be used by several children of different ages

    Stimulasi Partisipasi Masyarakat dalam Perencanaan Pembangunan Kawasan melalui Optimalisasi Keahlian Pemetaan Menggunakan Drone

    Get PDF
    KOTAKU Kabupaten Bangka merupakan program yang bergerak dalam menangani kawasan permukiman kumuh yang ada di Kabupaten Bangka. Penanganan kualitas lingkungan permukiman merupakan amanat dari pemerintah yang tertuang dalam RPJMN 2020-2040, dimana dalam penanganannya terdapat peningkatan kualitas permukiman kumuh, pencegahann tumbuh kembangnya permukiman kumuh baru, dan penghidupan yang berkelanjutan. Dalam merencanakan sebuah kawasan, data spasial sangat dibutuhkan untuk mendukung sebuah perencanaan. Data spasial yang telah tersedia adalah peta digital dari Google Earth yang pada saat ini memiliki kualitas yang belum baik, seperti buram dan peta yang tidak terbaca dengan jelas dikarenakan terdapat awan. Data spasial dapat diolah melalui foto udara yang direkam menggunakan wahana drone. KOTAKU Kabupaten Bangka memiliki beberapa permasalahan, beberapa diantaranya adalah terbatasnya SDM yang ahli dalam melakukan dokumentasi berupa foto dan video menggunakan drone serta SDM yang ahli dalam melakukan pemetaan menggunakan drone dan mengolah foto udara pada Sistem Informasi Geografi. Oleh karena itu, program penyuluhan mengenai pengoperasian drone dan pengolahan foto udara untuk pemetaan sangat diperlukan guna menambah wawasan masyarakat khususnya para pemangku kepentingan dalam melakukan perencanaan sebuah kawasan. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). Evaluasi terdapat dibagian controlling yang diisi dengan evaluasi yaitu pemberikan kuesioner untuk mengukur pengetahuan mitra terhadap wawasan yang diberikan. Berdasarkan hasil evaluasi, diperoleh bahwa kegiatan pelatihan pemetaan yang dilakukan dapat menambah wawasan pada mitra serta bermanfaat karena dapat menjawab berbagai permasalahan dan hal yang menjadi kebutuhan mitra.KOTAKU Bangka Regency, is a program that focuses on addressing slum areas within Bangka Regency. Improving the quality of the residential environment is a mandate from the government outlined in the 2020-2040 RPJMN (National Medium-Term Development Plan). This involves enhancing the quality of slum areas, preventing the growth of new slum settlements, and promoting sustainable living. When planning an area, spatial data is crucial to support the planning process. Currently, the available spatial data is in the form of digital maps from Google Earth, but the quality is subpar, often appearing blurry and unreadable due to cloud cover. Spatial data can be processed through aerial photos taken using drones. However, Bangka Regency's "KOTAKU" program faces several challenges, including a lack of expertise in drone-based documentation, such as capturing photos and videos, as well as mapping and processing aerial photos in Geographic Information Systems. Therefore, outreach programs on drone operation and aerial photo processing for mapping are essential to enhance the knowledge of the community, especially stakeholders involved in area planning. The method employed in this community engagement activity is POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). Evaluation, specifically in the "controlling" phase, includes providing questionnaires to assess the partners' understanding of the knowledge imparted. Based on the evaluation results, it is evident that the mapping training provided enhances the partners' knowledge and is beneficial as it addresses various issues and fulfills the partners' needs

    REGULASI TATA KELOLA WISATA DESA BENTENG KOTA

    Get PDF
    Desa Benteng Kota terletak di wilayah Kecamatan Tempilang Kabupaten Bangka Barat. Terdapat 3 potensi daerah tujuan wisata utama yang berada di Desa Benteng Kota. Pulau Semubung dan Pantai Gelam, Benteng Kota dan Festival Perang Ketupat. Pengembangan pariwisata di Desa Benteng Kota meliputi peningkatan kesadaran kepada masyarakat di Desa Benteng Kota. Disamping itu juga, basis pengembangan pariwisata wajib menggunakan nilai kearifan lokal. Diperlukan juga pembentukan badan hukum yang mewadahi pengembangan pariwisata di Desa Benteng Kota. Badan hukum ini akan bisa melakukan perbuatan hukum seperti subyek hukum.Benteng Kota Village is located in the Tempilang District, West Bangka Regency. There are 3 potential main tourist destinations in the Benteng City Village. Sembung Island and Gelam Beach, Fort Benteng Kota  and Ketupat War Festival. Tourism development in Benteng Kota Village includes increasing awareness of the community in Benteng Kota Village. Besides that, the basis for tourism development must use local wisdom values. It is also necessary to establish a legal entity that accommodates tourism development in Benteng Kota Village. This legal entity will be able to carry out legal actions as legal subjects

    Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) Zonasi Kawasan Wilayah Pertambangan Di Kabupaten Madiun Menggunakan Basis Data Spasial

    Get PDF
    Madiun Regency is an area that has abundant natural resource potential, one of which is the mining sector. The existing potential is dominated by rock commodities. The potential of rock mining materials, namely; trass, andesite, clay, and backfill. It is necessary to zoning mining areas to optimize the management and utilization of potential resources. Mining area zoning takes into account various land use parameters. The patch method is used as a reference for the weighting and assessment of each parameter using a Geographic Information System (GIS). Zoning can be grouped into Permitted Zones, Conditional Permitted Zones, and Non-permitted Zones. The parameters determining the zoning consist of the distribution of land use based on existing ones as well as spatial and regional planning plans. The results of the identification of potential resources are carried out by analyzing geological maps and obtaining potential resources, among others; sand, sandstone, andesite, trass, clay, and backfill. The results of the zoning of the Madiun Regency mining area are; the area of ​​the zone that can be granted a permit is 37,114.95 ha, the area of ​​the zone that can be granted a conditional permit is 1,090,05 ha, and the area of ​​the zone that cannot be granted a permit is 72,310.35 ha. The results of the zoning of mining areas in the Madiun Regency can be used for consideration of mining land clearing plans based on integrated data.Kabupaten Madiun termasuk wilayah yang memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah salah satunya potensi pada sektor pertambangan. Potensi yang ada didominasi oleh komoditas batuan. Potensi bahan tambang batuan yaitu; trass, andesit, tanah liat dan tanah urug. Perlu dilakukannya zonasi kawasan pertambangan untuk mengoptimalkan pengelolaan dan pemanfaatan potensi sumberdaya. Zonasi kawasan pertambangan mempertimbangkan berbagai parameter tata guna lahan. Metode pertampalan digunakan sebagai acuan pembobotan dan penilaian pada setiap parameter menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Zonasi dapat dikelompokan menjadi Zona dapat diberi Izin, Zona dapat diberi izin bersyarat, dan Zona tidak dapat diberi izin. Parameter penentu zonasi terdiri atas sebaran tata guna lahan berdasarkan yang sudah ada serta rencana tata ruang dan tata wilayah. Hasil identifikasi potensi sumberdaya dilakukan dengan menganalisa peta geologi dan didapat potensi sumberdaya antara lain; pasir, batupasir, andesit, trass, tanah liat dan tanah urug. Hasil zonasi kawasan pertambangan kabupaten Madiun yaitu; luasan Zona dapat diberi izin adalah 37.114,95 Ha, luasan zona dapat diberi izin bersyarat adalah 1.090,05 Ha, dan luasan Zona tidak dapat diberi izin adalah 72.310,35 Ha. Hasil zonasi kawasan pertambang di Kabupaten Madiun dapat dimanfaatkan untuk pertimbangan rencana pembukaan lahan pertambangan yang didasarkan pada data yang telah terintegrasi

    VARIASI SUDUT POTONG DAN KECEPATAN POTONG TERHADAP LAJU PEMAKANAN MATERIAL SCM 440

    Get PDF
    Saat proses pembubutan benda kerja, ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil akhir benda kerja, seperti sudut potong dan kecepatan potong. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dari variasi sudut potong dan kecepatan potong terhadap laju pemakanan material SCM 440. Metode yang dipakai pada penelitian ini yaitu Response Surface Methodology (RSM), dengan desain dua parameter yang masing–masing memiliki tiga level untuk setiap variasi parameter. Hasil analisis data memperoleh eigen value berbeda tanda (positif dan negatif) yang menunjukkan bahwa nilai stationary point dalam bentuk saddle point dengan nilai stationary point x1 (sudut potong) sebesar -1,686 dan x2 (Vc) sebesar 0,199. Dari proses uncode didapatkan nilai optimal untuk faktor pada MRR yaitu sudut potong sebesar 10,64° dan Vc sebesar 15,28 m/menit. Laju pemakanan material optimal pada material SCM 440 diperoleh pada nilai optimal tidak minimum maupun maksimum atau diperoleh bentuk saddle point pada sudut potong sebesar 10,64° dan Vc sebesar 15,28 m/menit dengan area MRR nya bernilai 300-400 mm3/menit.During the workpiece turning process, several factors affect the final workpiece, such as the cutting angle and cutting speed. The purpose of this study was to determine the effect of variations in cutting angle and cutting speed on the material consumption rate of SCM 440. The method used in this study is the Response Surface Methodology (RSM), with a two-parameter design, each of which has three levels for each parameter variation. . The results of data analysis obtained eigen values ​​with different signs (positive and negative) which indicated that the stationary point values ​​were in the form of saddle points with a stationary point values of x1 (cutting angle) of -1.686 and x2 (Vc) of 0.199. From the uncoded process, the optimal value for the MRR factor is obtained, namely the cut angle of 10.64° and Vc of 15.28 m/min. The optimum feed rate for SCM 440 material is obtained at an optimal value of neither minimum nor maximum or a saddle point shape at a cutting angle cut of 10.64° and Vc of 15.28 m/min with an MRR area of ​​300-400 mm3/minute

    PENGARUH PARAMETER PENGELASAN TERHADAP HASIL UJI BENDING DENGAN STANDAR AWS PADA BAJA ASTM A36

    Get PDF
    In this modern era, technology is progressing rapidly, including welding techniques. In this welding process, a welder has a manual called WPS (Welding Procedure Specification). The role of WPS in welding is very important, this is because WPS is made to achieve good welding results and according to what is desired. Therefore, research regarding the suitability of WPS with welding results was carried out. This study uses an experimental method by performing GMAW (Gas Metal Arc Welding) welding in the 1G position and the test process is carried out with a bending test. This bending test process is carried out to find out whether the WPS used is in accordance with the desired results or not. In the bending test results that have been carried out by welding experiments twice, the bending test results are 3.528 kN/mm 2 . In this welding process, more optimal results were obtained using the amperage parameters of 94A – 106A and a voltage of 23 V – 25 V. In this process no visual welding defects were found so that this WPS could be used by trainees.Pada era modern ini teknologi berjalan dengan pesatnya, tidak terkecuali dengan teknik pengelasan. Pada proses pengelasan ini, seorang welder memiliki buku panduan yang dinamakan dengan WPS (Welding Procedure Specification). Peran WPS dalam pengelasan ini sangalah penting, hal tersebut dikarenakan WPS dibuat untuk mencapai hasil pengelasan yang baik dan sesuai dengan apa yang diinginkan. Oleh sebab itu, penelitian perihal kesesuaian WPS dengan hasil pengelasan ini dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan melakukan pengelasan GMAW (Gas Metal Arc Welding) posisi 1G serta proses uji yang dilaukan dengan uji bending. Proses uji bending ini dilakukan untuk mengetahui apakah WPS yang digunakan sudah sesuai dengan hasil yang diinginkan atau belum sesuai.  Pada hasil uji bending yang sudah dilakukan dengan percobaan pengelasan sebanyak dua kali, maka didapatan hasil uji bending sebesar 3,528 kN/mm 2 . Pada proses pengelasan ini diperoleh hasil yang lebih optimal dengan menggunakan parameter ampere 94A – 106A dan tegangan 23 V – 25 V. Pada proses ini tidak ditemukan cacat las visual sehingga WPS ini dapat digunakan oleh peserta pelatihan

    ANALISA PERAWATAN INTAKE PUMP DENGAN MENGGUNAKAN METODE RISK BASED MAINTENANCE (RBM)

    Get PDF
    Intake Pump is one of the important equipment in the steam power plant of 3x10 MW electrical generator which functions to supply raw water to production of demin water, domestic water and service water. In the process of producing water through the intake pump there are several components of the intake pump that often experience damage, this can be a loss for the company, therefore requiring additional processing. In this study, the Risk Based Maintenance (RBM) method was carried out to achieve optimal maintenance by knowing the impact and risk of failure according to important intake pump components, namely impeller, bearing and shaft. Based on the analysis results of the RBM calculation, the consequences of risks accepted is low to 0.05% by the company that achieved to 221,498,196.507 Indonesian rupiah it’s to 0.13% of production capacity per year. This value exceeds the acceptance risk tolerance of 0.13% which has become a company provision. Therefore, it is necessary to plan the proposed maintenance period from the existing policy, which is carried out 48 times a year for each critical component such to reducing the number of consequences and risks to 198,002,597 Indonesian Rupiah or equal to 0.01%

    Meta-analisis Kolerasi antara Jumlah Trombosit dengan Karakteristik Pasien dalam Patogenesis Malaria

    Get PDF
    Malaria merupakan penyakit akibat gigitan nyamuk jenis Anopheles betina yang mengandung Plasmodium. Plasmodium merupakan makhluk hidup bersel satu dan termasuk dalam kelompok protozoa yang apabila masuk dalam tubuh nantinya akan hidup dan berkembang biak dalam sel darah manusia. Malaria hampir mempengaruhi semua komponen darah, yaitu salah satunya trombosit yang dapat menyebabkan trombositopenia. Plasmodium sp. diketahui juga memiliki pengaruh terhadap trombosit. Tujuan penelitian ini Kolerasi antara Jumlah Trombosit dengan Karakteristik Pasien dalam Patogenesis Malaria Metode : Ulasan literatur yang melakukan pemeriksaan trombosit pada penderita malaria akibat infeksi Plasmodium sp. Penelusuran literatur dengan menggunakan database pada Google Scholar, PubMed, dan Science Direct. Dengan menggunakan 21 sumber literature, dan 4 dari 21 itu dijadikan sebagai sumber data. Hasil: Penelusuran dari pencarian referensi atau literatur didapatkan bahwa yang paling menderita malaria berada pada rentang usia 12 25 tahun dan 26 45 tahun dan pada jenis kelamin lebih banyak laki-laki yang menderita malaria dibandingkan dengan perempuan dan diketahui bahwa terdapat korelasi antara jumlah trombosit dengan penderita malaria.&nbsp

    FEASIBILITY OF CULTIVATING MILKFISH WITH A NET CAGE SYSTEM, API-API VILLAGE, WONOKERTO DISTRICT, PEKALONGAN REGENCY

    Get PDF
    Desa Api-Api memiliki potensi sumberdaya perikanan, khususnya perikanan budidaya bandeng, namun budidaya bandeng memiliki kendala dan tantangan akibat adanya bencana air rob laut dan hal lainnya. Petani tetap memanfaatkan potensi yang ada dengan budidaya sistem keramba jaring tancap. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui kondisi umum tambak air payau di desa Api-Api, (2) menganalisis kelayakan finansial usaha budidaya ikan bandeng sistem keramba jaring tancap. Metode pengambilan data yang digunakan yaitu dengan wawancara langsung dengan 30 petani. Alat analisis yang digunakan yaitu analisis kelayakan finansial (NPV, Net B/C, IRR, PP). Hasil analisis kelayakan finansial menunjukan nilai NPV sebesar Rp. 71.838.127, Net B/C sebesar 1,64, IRR sebesar 15,33% dan Payback Periode sebesar 2 tahun 7 bulan 17 hari. Oleh karena itu budidaya bandeng sistem KJT di Desa Api-Api layak untuk dilaksanakanApi-Api Village has potential fishery resources, especially milkfish cultivation, but milkfish cultivation has obstacles and challenges due to sea tidal disasters and other things. Farmers continue to exploit the existing potential by cultivating the stepped net cage system. The objectives of this research were (1) to determine the general condition of brackish water ponds in Api-Api village and (2) to analyze the financial feasibility of cultivating milkfish using the stepped net cage system. The data collection method used was direct interviews with 30 farmers. The analytical tool used is financial feasibility analysis (NPV, Net B/C, IRR, PP). The results of the financial feasibility analysis show an NPV value of Rp. 71,838,127, Net B/C of 1.64, IRR of 15.33% and Payback Period of 2 years seven months 17 days. Therefore, cultivating milkfish using the KJT system in Api-Api Village is feasible

    PROXIMATE ANALYSIS OF “KERAPING MALITA” FISH AMPIANG WHICH IS SUBSTITUTED WITH CATFISH

    Get PDF
    Ampiang ikan merupakan produk kerupuk khas Pulau Bangka. Umumnya ampiang diproduksi dengan bahan baku ikan laut, sementara terdapat Ikan Lele yang lebih stabil ketersediaan dan harganya. Produk ampiang “Keraping Malita” dengan substitusi Ikan Lele menggantikan ikan laut telah diproduksi dan mendapatkan respon positif dari konsumen. Namun masih banyak masyarakat yang sangsi dengan nutrisinya sehingga perlu dilakukan kajian terkait proksimatnya. Ampiang “Keraping Malita” memiliki nilai proksimat dengan protein sebesar 13,44%, lemak 49,22%, kadar air 3,16%, dan abu 3,30%. Protein, air dan serat telah memenuhi standar SNI 01-2713-1999. Kadar lemak terlalu tinggi akibat belum optimalnya penirisan setelah penggorengan. Kadar abu lebih tinggi karena terikutnya tulang ikan dalam proses pembuatan ampiang. Perlu perbaikan proses produksi terutama pada penggunaan peniris minyak mekanis. Kata Kunci: ampiang, protein, nutrisi, Ikan Lel

    1,978

    full texts

    2,165

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal Universitas Bangka Belitung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇