Online Journal Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
2165 research outputs found
Sort by
PERBANDINGAN PREVALENSI DAN INTENSITAS PARASIT PADA UDANG VANAME YANG DIPELIHARA SECARA TRADISIONAL DAN INTENSIF
Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu komoditas perikanan budidaya yang dapat memenuhi kebutuhan protein hewani bagi masyarakat. Sistem pemeliharaan udang vaname dapat dilakukan secara tradisional dan intensif. Tantangan terbesar kegiatan budidaya udang saat ini adalah penyakit yang dapat menimbulkan kerugian bagi pembudidaya. Serangan penyakit yang disebabkan oleh parasit terutama jenis protozoa yang sering menyerang udang vaname adalah Zoothamnium sp., Vorticella sp. dan Epistylis sp. yang menyebabkan penyakit Enterocytozoon hepatopenaei atau EHP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan jenis parasit, prevalensi, intensitas serangan parasit dan kualitas air pada udang vanname di tambak intensif dan tradisional. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan metode pengambilan sampel secara purposive random sampling. Sampel yang diambil pada saat berumur atau DOC 35 – 90 hari dengan berat rata-rata per ekor atau ABW 1 sampai 10.0gr/ekor. Pemeriksaan ektoparasit dilakukan pada kaki jalan, kaki renang, insang, dan lendir. Parameter yang diamati meliputi prevalensi dan intensitas penyakit, kualitas air seperti alkalinitas, total organic matter (TOM), Nitrit (NO₂) dan amoniak (NH₄). Hasil pengamatan parasit pada udang vaname yang dipelihara di tambak intensif dan tradisional terdapat tiga spesies teridentifikasi yang menginfeksi yaitu Epistylis sp., Vorticella sp., dan Zoothamnium sp. dengan prevalensi pada tambak intensif lebih tinggi dibandingkan dengan prevalensi pada tambak tradisional yakni sebesar 95,56% dan 56,6%, begitupula dengan hasil perhitungan intensitas menunjukkan persentasi intensitas pada tambak intensif lebih tinggi dibandingkan tambak tradisional dengan nilai masing-masing sebesar 4,3 dan 2,46 ind/ekor. Kualitas air seperti alkalinitas, NO₂, NH₄, dan TOM pada tambak intensif memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan tambak tradisional
Pembuatan Pektin Dari Wortel dan Pemanfaatannya dalam Formulasi Pasta Gigi
Pectin, a complex polysaccharide derivative, is abundantly found in various fruits and vegetables. Due to its gel-forming ability, pectin plays a crucial role in the production of diverse food products, including jam, jelly, fruit preparations for yogurt, fruit juice, and others. The primary aim of this research was to ascertain the yield and extract the pectin content from carrots and investigate the impact of incorporating different concentrations of pectin into toothpaste formulations, comparing them against the SNI 12-3524-1995 standard. In this study, concentrations of pectin in toothpaste formulations were varied at 2.5%, 3%, 3.5%, and 4%. Pectin characteristics, encompassing yield, moisture content, equivalent weight, and methoxyl content, were examined, alongside assessments of toothpaste formulation characteristics, including organoleptic evaluation, pH testing, and spreadability testing. The research findings revealed that 13 grams of dried carrot powder yielded 1.17 grams of pectin, resulting in a 9% yield, 6.7% moisture content, an equivalent weight of 717 g/gmol, and a methoxyl content of 9.3%. Toothpaste testing indicated pH values of 7.63, 7.7, 7.26, and 7.06 for concentrations of 2.5%, 3%, 3.5%, and 4%, respectively. Organoleptic evaluations for each concentration revealed a thick texture, light brown and brown color, and mint and mild mint aromas. Spreadability test results for concentrations of 2.5%, 3%, 3.5%, and 4% were 3.1 cm, 3 cm, 2.8 cm, and 2.8 cm, respectively. While increasing the concentration of carrot pectin did not significantly impact the pH, color, aroma, and texture of the toothpaste formulation, it led to a decrease in spreadability.Pektin merupakan derivatif polisakarida kompleks yang ditemukan secara melimpah dalam buah-buahan dan sayuran. Kemampuan pektin dalam pembentukan gel menyebabkan pektin banyak dimanfaatkan dalam produksi berbagai produk makanan, termasuk selai, jeli, persiapan buah untuk yogurt, jus buah, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstrak kandungan pektin dari wortel, menghitung perolehan yield, mengkaji efek penambahan pektin dalam konsentrasi yang berbeda dalam formulasi pasta gigi, serta membandingkannya dengan standar SNI 12-3524-1995. Dalam penelitian ini, konsentrasi pektin dalam formulasi pasta gigi divariasikan pada 2,5%, 3%, 3,5%, dan 4%. Karakteristik pektin, yang mencakup yield, kadar air, berat ekivalen, dan kadar metoksil. Penilaian pengaruh penambahan pektin dalam formulasi pasta gigi dilakukan melalui uji organoleptik, pH, dan daya sebar. Hasil penelitian menunjukan perolehan yield sebesar 9% dimana 13 g bubuk wortel kering menghasilkan 1,17 g pektin. Pektin yang dihasilkan mengandung 6,7% kadar air, berat ekivalen sebesar 717 g/gmol, dan kadar metoksil sebesar 9,3%. Uji sediaan pasta gigi menunjukkan nilai pH sebesar 7,63, 7,7, 7,26, dan 7,06 untuk penambahan pektin dengan konsentrasi 2,5%, 3%, 3,5%, dan 4%, secara berturut-turut. Hasil uji organoleptik untuk setiap konsentrasi menunjukan tekstur yang kental, warna coklat muda dan coklat, serta aroma mint dan mint ringan. Hasil daya sebar sediaan pasta gigi untuk konsentrasi 2,5%, 3%, 3,5%, dan 4% adalah 3,1 cm, 3 cm, 2,8 cm, dan 2,8 cm, secara berturut-turut. Meskipun peningkatan konsentrasi pektin wortel menyebabkan penurunan daya sebar pada sediaan pasta gigi, namun tidak memberikan pengaruh yang signifikan pada pH, warna, aroma, dan tekstur formulasi pasta gigi
SOSIALISASI APLIKASI ASAP CAIR LISA (LIQUID SMOKE AGRIBISNIS) SEBAGAI PESTISIDA ALAMI DAN PENGAWET PANGAN
Indonesia sebagai negara agraris memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan agribisnis, termasuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Desa Balunijuk merupakan salah satu daerah di Kabupaten Bangka yang menggantungkan perekonomiannya pada sektor pertanian, terutama dalam budidaya tanaman cabai. Namun, petani di desa ini sering menghadapi kendala dalam pengendalian hama dan kualitas hasil panen akibat penggunaan pestisida kimia yang berlebihan. Sebagai alternatif ramah lingkungan, asap cair diperkenalkan sebagai solusi dalam sektor pertanian dan pengolahan pangan. Kegiatan sosialisasi yang bertajuk “Sosialisasi Aplikasi Asap Cair LISA (Liquid Smoke Agribisnis) Sebagai Pestisida Alami dan Pengawet Makanan” dilaksanakan di Desa Balunijuk pada 12 Desember 2024. Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkenalkan pemanfaatan asap cair grade 3 sebagai pestisida alami untuk tanaman cabai dan grade 2 sebagai pengawet makanan, khususnya ikan asap. Metode pelaksanaan melibatkan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung. Peserta diberikan materi mengenai manfaat dan teknik penggunaan asap cair, diikuti dengan demonstrasi aplikatif pada tanaman cabai dan ikan tongkol. Hasil menunjukkan bahwa peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan memahami cara penggunaan asap cair yang aman dan efektif. Ibu-ibu PKK berhasil mempraktikkan penggunaan asap cair sebagai pengawet makanan, meningkatkan daya simpan ikan asap. Sosialisasi ini tidak hanya mengedukasi petani dan masyarakat setempat tentang teknik pertanian berkelanjutan, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang dapat meningkatkan perekonomian desa. Diharapkan bahwa penggunaan teknologi ini dapat terus diperkenalkan dan dikembangkan di daerah lain yang membutuhkan solusi serupa.Indonesia as an agricultural country has great potential in the agricultural and agribusiness sectors, including in the Bangka Belitung Islands Province. Balunijuk Village is one of the areas in Bangka Regency whose economy depends on the agricultural sector, especially in the cultivation of chili plants. However, farmers in this village often face problems in pest control and crop quality due to excessive use of chemical pesticides. As an environmentally friendly alternative, liquid smoke was introduced as a solution in the agricultural and food processing sectors. The socialization activity entitled "Socialization of the Application of Liquid Smoke LISA (Liquid Smoke Agribusiness) as a Natural Pesticide and Food Preservative" was carried out in Balunijuk Village on December 12 2024. The main aim of this activity was to introduce the use of grade 3 liquid smoke as a natural pesticide for chili and grade plants. 2 as a food preservative, especially smoked fish. The implementation method involves a participatory approach through outreach, training and direct practice. Participants were given material regarding the benefits and techniques for using liquid smoke, followed by demonstrations of its application to chili plants and tuna. The results showed that participants showed high enthusiasm and understood how to use liquid smoke safely and effectively. PKK women have succeeded in practicing the use of liquid smoke as a food preservative, increasing the shelf life of smoked fish. This outreach not only educates farmers and local communities about sustainable agricultural techniques, but also opens up new business opportunities that can improve the village economy. It is hoped that the use of this technology can continue to be introduced and developed in other areas that require similar solutions
UTILIZING BIOTOPE PRINCIPLES AND TECHNIQUES FOR SUSTAINABLE CULTIVATION AND DOMESTICATION OF AN ENDANGERED PAROSPHROMENUS DEISSNERI
Parosphromenus deissneri is a freshwater species known exclusively from Bangka Island, Indonesia. According to the IUCN Red List of Threatened Species in 2020, this species is endangered, and the population continues to decrease due to the consequences of open-pit tin mining on Bangka Island harming its natural ecosystem. Despite the fact that this species is regarded as endangered, no known conservation and domestication initiatives have been made to enhance its number in the wild. In this study, we propose to do domestication of P. deissneri using biotope principles and techniques to increase the P. deissneri capacity for adaptation and reproduction since these species believe they are in their natural habitat. This study was carried out from April to September of 2023 at Bangka Belitung Endemic Fish Laboratory. We designed the biotope concept using an aquarium with dimensions 200 cm x 100 cm x 50cm. Biotopes are equipped with aquatic plants, roots, twigs, dead leaves, sand, rocks, gravel, and water containing natural plankton as biotic and abiotic elements. In this study, a Parosphromenus deissneri broodstock of 20 individuals (10 males and 10 females) was maintained for a 5-month period, resulting in an 80% survival rate. During the study, one mating pair successfully produced approximately 14 eggs, 8 of which hatched. Following a 2-month larval development phase, 4 fry survived to adulthood, yielding a survival rate of 25% relative to the total number of hatched eggs. These results underscore the necessity for refined husbandry practices and optimal environmental conditions to improve fry survival and enhance reproductive success in future breeding efforts
ASPEK REPRODUKSI IKAN KOI (Cyprinus rubrofuscus Lacepede, 1803) STRAIN TANCHO DAN KOHAKU DENGAN PEMIJAHAN SEMI BUATAN
Ikan koi (Cyprinus rubrofuscus) merupakan salah satu komoditas ikan hias air tawar yang memiliki potensi ekonomi pada pasar nasional maupun internasional. Strain Tancho dan Kohaku merupakan dua diantara strain yang populer dibudidayakan di Indonesi. Metode yang digunakan dalam praktik kerja lapangan ini adalah metode observasi langsung. Tahapan yang dilakukan pada kegiatan pemijahan ikan koi dimulai dari pemeliharaan induk, persiapan wadah, seleksi induk, pemijahan, pemanenan telur, penetasan telur, pemeliharaan larva dan pendederan. Induk ikan betina disuntikkan secara intramuscular atau dekat sirip punggung dengan sudut 45°. Pemijahan berlangsung sekitar 10-12 jam setelah penyuntikan. Perbandingan induk ikan koi yang digunakan yaitu 1:1. Nilai rerata aspek reproduksi yang dihasilkan adalah fekunditas sebanyak 89.362 butir, fertilization rate sebesar 79.367%, dan hatching rate sebesar 96.092%. Larva yang dihasilkan mencapat survival rate sebesar 100%
STRATEGI PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATAN KREATIVITAS MELALUI PROYEK KEMANUSIAAN TERHADAP ANAK-ANAK PANTI ASUHAN AL-KHOIRIYAH KOTA PANGKALPINANG
This research aims to find out how the learning strategy carried out by the UBB humanitarian project team in an effort to increase the creativity and talent interests of the Al- Khoiriyah Orphanage children. This is done as one of the steps to improve and explore the potential in children. The learning strategy carried out by the UBB humanitarian project team is through a work programme that has been prepared beforehand. Not only exploring the potential of children, but the UBB humanitarian project also focuses on encouraging the growth of orphanage children by creating a comfortable and good environment for the children of Al-Khoiriyah Orphanage. The UBB humanitarian project itself took place from August to October at Al-Khoiriyah Orphanage. It is hoped that from the activities carried out by the UBB humanitarian project team, the children of Al-Khoiriyah Orphanage can get to know themselves better and realise theabilities they have.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pembelajaran yang dilakukan oleh tim proyek kemanusiaan UBB dalam upaya peningkatan kreativitas dan minat bakat anak-anak Panti Asuhan Al-Khoiriyah. Hal ini dilakukan sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan serta menggali potensi dalam diri anak-anak. Adapun strategi pembelajaran yang dijalankan oleh tim proyek kemanusiaan UBB ialah melalui program kerja yang telah disiapkan sebelumnya. Tidak hanya menggali potensi anak-anak saja, akan tetapi proyek kemanusiaan UBB juga berfokus dalam mendorong pertumbuhan anak-anak panti asuhan dengan cara menciptakan lingkungan yang nyaman dan baik bagi anak-anak Panti Asuhan Al-Khoiriyah. Kegiatan proyek kemanusiaan UBB ini sendiri berlangsung dari bulan Agustus sampai dengan bulan Oktober di Panti Asuhan Al-Khoiriyah. Diharapkan dari adanya kegiatan yang dijalankan oleh tim proyek kemanusiaan UBB anak-anak Panti Asuhan Al-Khoiriyah dapat mengenal diri mereka lebih baik serta menyadari akan kemampuan yang mereka miliki
Distribution Institution Of Subsidized Fuel For Fishermen In Kangkung Village, Bandar Lampung City
The distribution of subsidized fuel for fishermen is largely determined by government regulations and policies. A well-implemented distribution institution ensures that subsidized fuel reaches fishermen appropriately. This study aims to analyze the institutionalization of subsidized fuel for fishermen in Kangkung Village, Bumi Waras District, Bandar Lampung City. The approach used is a qualitative approach with a case study method. Data collection through in-depth interviews, participatory observation and documentation studies. Data processing is carried out to analyze the institutionalization of subsidized fuel distribution for fishermen. The results of the study indicate that fishermen who use diesel fuel obtain subsidized diesel fuel at fishermen's fuel station according to the provisions set by the Downstream Regulatory Agency Committee Oil and Fuel. Not all fishermen can meet the required provisions. This causes there are still fishermen who cannot access subsidized diesel fuel for their business needs. Fishermen who use Pertalite also cannot freely access subsidized pertalite at the fuel station due to less supportive institutional governance. Thus, it is still necessary for the government to improve regulations so that distribution is more effective and controlled, so that subsidized fuel can be accessed evenly by small fishermen.The distribution of subsidized fuel for fishermen is largely determined by government regulations and policies. A well-implemented distribution institution ensures that subsidized fuel reaches fishermen appropriately. This study aims to analyze the institutionalization of subsidized fuel for fishermen in Kangkung Village, Bumi Waras District, Bandar Lampung City. The approach used is a qualitative approach with a case study method. Data collection through in-depth interviews, participatory observation and documentation studies. Data processing is carried out to analyze the institutionalization of subsidized fuel distribution for fishermen. The results of the study indicate that fishermen who use diesel fuel obtain subsidized diesel fuel at fishermen's fuel station according to the provisions set by the Downstream Regulatory Agency Committee Oil and Fuel. Not all fishermen can meet the required provisions. This causes there are still fishermen who cannot access subsidized diesel fuel for their business needs. Fishermen who use Pertalite also cannot freely access subsidized pertalite at the fuel station due to less supportive institutional governance. Thus, it is still necessary for the government to improve regulations so that distribution is more effective and controlled, so that subsidized fuel can be accessed evenly by small fishermen
PEMBENIHAN IKAN KERAPU MACAN (Epinephelus fuscogutattus) DI BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT (BBPBL) LAMPUNG
Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscogutattus) merupakan jenis ikan laut komersial yang banyak dibudidayakan untuk kegiatan pembenihan karena pertumbuhannya yang cepat dan banyak diminati. Kegiatan praktik kerja lapangan ini dilakukan selama 1 bulan dari tanggal 01 juli-31 juli 2024, di BBPBL, lampung. Tujuan dari pkl ini untuk mengtahui teknik-teknik pembenihan ikan kerapu macan dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembenihan ikan kerapu macan. tahapan pembenihan meliputi kegiatan, persiapan wadah dan pemeliharan induk ikan kerapu macan, perendaman menggunakan air tawar pergantian jaring, pencucian jaring, pemerian pakan induk, seleksi induk ikan kerapu macan, penanganan telur, perhitungan telur, pemliharaan larva, penebaran larva, pemberian pakan larva, mengamati pertumbuhan larva dan pengelolaan kualitas air. Pemijahan ikan kerapu macan dilakukan secara alami pada saat bulan gelap dengan induk 1:2, dari hasil pemijahan diperoleh jumlah telur 1.328.065 butir, dengan FR 87%, HR 35%, dan SR 9,8%
ANALISIS PARAMETER PEMESINAN MESIN CNC LASER DENGAN CONTROLLER ARDUINO UNO PADA BENDA KERJA AKRILIK DENGAN TEBAL 3 MM
CNC (Computer Numerical Control) machines have revolutionized manufacturing processes and mechanical engineering by replacing manual methods that rely on human labor. A significant innovation in CNC technology is the use of lasers, which are highly beneficial in the engraving industry. CNC Laser machines are used to etch materials like 3 mm thick MDF boards according to predetermined design patterns. The precision level, removal rate, and engraving quality depend on the material properties, laser source characteristics, and laser parameters. The objective of this research is to determine the appropriate machining parameters for 3 mm thick MDF boards and to identify the optimal working time for engraving on this material. The method used in this study is the experimental method. The results of this research show that the feed rate used is 750 mm/min and the laser power is set at 40%, with a processing time of 4 minutes and 42 seconds to complete the engraving of a logo on a 3 mm thick MDF board.Mesin CNC (Computer Numerical Control) telah merevolusi proses manufaktur dan teknik mesin dengan menggantikan metode manual yang mengandalkan tenaga kerja manusia. Inovasi penting dalam teknologi CNC adalah penggunaan laser, yang sangat bermanfaat dalam industri pengukiran (engraving). Mesin CNC Laser digunakan untuk mengikis material seperti papan MDF setebal 3 mm mengikuti pola desain yang telah ditentukan. Tingkat presisi, laju pelepasan, dan kualitas pengukiran bergantung pada sifat material, karakteristik sumber laser, dan parameter laser. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan parameter permesinan yang tepat untuk media benda kerja papan MDF dengan ketebalan 3 mm dan mengetahui waktu pengerjaan yang optimal dalam pengukiran pada media benda kerja papan MDF dengan ketebalan 3 mm. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Hasil dari penelitian ini adalah feedrate yang digunakan adalah 750 mm/min dan daya laser sebesar 40% dengan waktu pengerjaan 4 menit 42 detik untuk menyelesaikan pengukuriran pada Logo pada papan MDF dengan ketebalan 3 mm
Persepsi Konsumen dan Strategi Masuk Pasar untuk Produk Tepung Bumbu Serbaguna Berbasis MOCAF yang Inovatif
This study aims to analyze consumer perceptions and preferences regarding a novel all-purpose seasoning based on Modified Cassava Flour (MOCAF) and to formulate an effective market entry strategy. A descriptive quantitative research design was employed, combining sensory evaluations and structured consumer surveys. Sensory evaluation involved 35 panelists who compared the MOCAF-based seasoning with two commercial brands, assessing attributes including taste, aroma, texture, and overall appearance. Results from the consumer survey indicated positive perceptions of the MOCAF-based seasoning, with respondents rating it favorably in terms of taste (74%), aroma (75%), and overall appeal (70%). However, price sensitivity emerged as a significant concern, with approximately 23% of respondents highlighting affordability as an issue. Demographic factors, especially education level and occupation, significantly influenced consumer perceptions. Housewives, in particular, showed greater awareness and familiarity with the product. Based on these findings, an integrated market entry strategy was developed, emphasizing market segmentation, targeting health-conscious households, particularly mothers and homemakers, and positioning the product as a healthier, gluten-free alternative to conventional seasonings. The study further recommends the implementation of educational campaigns, partnerships with influencers, and product sampling programs to enhance product awareness and build consumer trust. This research contributes to the existing body of literature on functional foods, particularly regarding sustainable local food innovations in emerging markets. The results provide practical insights for producers aiming to introduce MOCAF-based products to broader markets.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan preferensi konsumen terhadap bumbu serbaguna inovatif berbahan dasar Modified Cassava Flour (MOCAF), serta merumuskan strategi masuk pasar yang efektif. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan menggabungkan evaluasi sensori dan survei konsumen terstruktur. Evaluasi sensori melibatkan 35 panelis yang membandingkan bumbu berbasis MOCAF dengan dua merek komersial, dengan menilai atribut seperti rasa, aroma, tekstur, dan penampilan secara keseluruhan. Hasil survei konsumen menunjukkan persepsi positif terhadap bumbu berbasis MOCAF, dengan responden memberikan penilaian tinggi terhadap rasa (74%), aroma (75%), dan daya tarik keseluruhan (70%). Namun, sensitivitas terhadap harga muncul sebagai perhatian utama, dengan sekitar 23% responden menyatakan kekhawatiran terkait keterjangkauan produk. Faktor demografis, terutama tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan, secara signifikan memengaruhi persepsi konsumen. Ibu rumah tangga, khususnya, menunjukkan tingkat kesadaran dan familiaritas yang lebih tinggi terhadap produk ini. Berdasarkan temuan tersebut, dikembangkan strategi masuk pasar yang terintegrasi, dengan penekanan pada segmentasi pasar, menargetkan rumah tangga yang peduli kesehatan, terutama ibu dan pengelola rumah tangga, dan memposisikan produk sebagai alternatif bumbu yang lebih sehat dan bebas gluten dibandingkan produk konvensional. Studi ini juga merekomendasikan pelaksanaan kampanye edukatif, kerja sama dengan influencer, dan program sampel produk guna meningkatkan kesadaran serta membangun kepercayaan konsumen. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap literatur yang berkembang mengenai pangan fungsional, khususnya dalam konteks inovasi pangan lokal yang berkelanjutan di pasar negara berkembang. Temuan ini menawarkan wawasan praktis bagi produsen yang ingin memperkenalkan produk berbasis MOCAF ke pasar yang lebih luas