Online Journal Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
2165 research outputs found
Sort by
PENDAMPINGAN DESAIN KEMASAN PADA KOMUNITAS KULINER KOTA PANGKALPINANG DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING PRODUK
Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) play a very strategic role in community-based economic development in Indonesia. The existence of MSMEs has been proven to be able to survive when facing a crisis. This is because MSMEs are only on a small scale, so the business capital requirements are small, and they are able to adapt to market needs. Aspects that are very important to support the existence of MSMEs are business legality, packaging design and digital-based marketing. The Culinary Community of Pangkalpinang City has superior products. The products have been marketed to the public and are often offered at District, Regency and Provincial level exhibitions. However, these products do not yet have an attractive and safe packaging design. Based on the results of an audience with the Culinary Community administrators, to overcome this problem assistance is needed for MSME actors to design packaging for the Culinary Community. This activity will involve the management of the Culinary Community by facilitating several products to make packaging designs attractive and safe. To realize this there are several problems that partners (MSMEs) have, namely: lack of knowledge about designing stickers and product packaging in an attractive and safe manner. Solutions that can be offered to help partners by socializing and assisting safe and attractive sticker and packaging designs. To reach a wider market share, socialization and assistance is carried out in designing stickers and packaging. This community service activity went well. The results of the socialization activities found that the target partners understood the importance of packaging designs that were attractive, informative and could be used as promotions. Partners understand packaging can increase product sales. At the end of the mentoring activity, the service team facilitated and handed over standing pounch packages made of aluminum foil to three target partners representing the culinary community of Pangkalpinang City. The hope of the Pangkalpinang City Tourism Office is that this community service activity can continue to increase the existence and development of culinary delights in Pangkalpinang City.Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memegang peran yang sangat strategis dalam pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan di Indonesia. Eksistensi UMKM telah terbukti mampu bertahan ketika menghadapi krisis. Hal ini dikarenakan UMKM hanya berskala kecil, sehingga kebutuhan modal usahanya kecil, dan mampu menyesuaikan terhadap kebutuhan pasar. Aspek yang sangat penting untuk mendukung eksistensi UMKM adalah legalitas usaha, desain kemasan dan pemasaran berbasis digital. Komunitas Kuliner Kota Pangkalpinang memiliki produk-produk unggulan. Produk-produk sudah dipasarkan ke masyarakat dan sering ditawarkan pada saat pameran tingkat Kecamatan, Kabupaten dan Provinsi. Akan tetapi, produk-produk tersebut belum memiliki desain kemasan yang menarik dan aman. Berdasarkan hasil audiensi dengan pengurusKomunitas Kuliner, untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan pendampingan bagi pelaku UMKM untuk melakukan desain kemasan untuk Komunitas Kuliner. Kegiatan ini akan melibatkan pengurus Komunitas Kuliner dengan memfasilitasi beberapa produk untuk desain kemasan dibuat menarik dan aman. Untuk mewujudkan hal tersebut terdapat beberapa permasalahan yang dimiliki mitra (UMKM) yakni : kurangnya pengetahuan mengenai mendesain stiker dan kemasan produk secara meraik dan aman. Solusi yang dapat ditawarkan untuk membantu mitra dengan melakukan sosialisasi dan pendampingan desain stiker dan kemasan yang aman dan menarik. Untuk menjangkau pangsa pasar yang lebih luas, dilakukan sosialisasi dan pendampingan dalam mendesain stiker dan kemasan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung dengan baik. Hasil kegiatan sosialisasi didapatkan bahwa mitra sasaran memahami pentingnya desain kemasan yanh menarik, informatif dan dapat dijadikan sebagai promosi. Mitra memahami kemasan dapat meningkatkan penjualan produk. Pada akhir kegiatan pendampingan, tim pengabdi memfasilitasi dan menyerahkan kemasan standing pounch berbahan alumunium foil kepada tiga mitra sasaran yang mewakili komunitas kuliner Kota Pangkalpinang. Harapan Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang agar kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat berlanjut guna meningkatkan eksistensi dan pengembangan kuliner pada Kota Pangkalpinang
Evaluasi Kemiringan Jalan Tambang Terhadap Cycle Time Alat Angkut Pada Dump Truck Hino FG 235 JJ Tambang Batu Granit Di PT Aditya Buana Inter Kabupaten Bangka
PT ABI is a private company engaged in the granite mining business using the open pit method. The problem encountered is that there is a slope of the mine road that does not comply with the standards set by the company, namely ≤ 8%, the slope of the mine road, which is not suitable, makes the truck to produce large rimpull, which affects the overall distribution time. This study aims to evaluate and optimize the dump truck cycle time obtained. This research begins by calculating the actual travel time on 2 dump trucks in 40 trips, conveyance A gets 493.72 seconds and conveyance B is 495.75 seconds, the actual travel time on the haul road segment exceeds ≥ 8%, i.e. in the B-C segment which has a grade of 8.86% with an average travel time of 20.38 seconds and in the C-D segment which has a grade of 10.51% with an average travel time of 37.91 seconds. Obtained circulation time decreased by 5 seconds from 494.73 seconds to 489.69 seconds with a percentage increase of 1.04% after optimization, meaning that the conveyance can transport 89 tons more of material
RANCANG BANGUN MESIN PEMOTONG PIPA DENGAN LAS OXY ACETYLENE
Metal cutting is the stage of processing profile raw materials and steel plates according to the cut marks that have been set in the marking process. One of the metal cutting techniques is to use oxy acetylene welding where the cutting occurs due to the reaction of oxygen and steel. Oxy acetylene welding is a manual cutting and welding process, in which the surfaces to be joined are heated until melted by the flame of acetylene gas, namely burning C₂H₂ with O₂ with filler metal or without filler metal where the joining process is without pressure. Besides for welding purposes (connection), oxy acetylene welding can also be used as preheating, brazing, cutting and hard facing. In the process of cutting iron pipes using oxy acetylene welding manually, the problem that is often found is the results of uneven and not straight cuts. This causes a leveling process to be needed on the edges that are cut so that they are flat and straight. In this research, a pipe cutting machine with oxy acetylene welding has been made which aims to produce straight, smooth, and even pipe cutting. The pipe cutting machine that has been made can produce flat, smooth, and straight iron pipe cuts on iron pipes with a diameter of 4.5 inches, 3.5 inches and 3 inches with a cutting time of 32 seconds, a motor wave rotation speed of 5.8 Hz, and a cut tolerance of ± 3 mm.Pemotongan logam adalah tahap pengerjaan bahan baku profil dan plat baja sesuai dengan tanda potong yang telah ditetapkan pada proses penandaan. Salah satu teknik pemotongan logam adalah dengan menggunakan las oxy acetylene dimana pemotongan terjadi karena adanya reaksi oxygen dan baja. Las oxy acetylene adalah proses pemotongan dan pengelasan secara manual, dimana permukaan yang akan disambung mengalami pemanasan sampai mencair oleh nyala (flame) gas acetylene yaitu pembakaran C₂H₂ dengan O₂ dengan logam pengisi atau tanpa logam pengisi dimana prosess penyambungan tanpa penekanan. Disamping untuk keperluan pengelasan (penyambungan) las oxy acetylene dapat juga digunakan sebagai preheatting, brazing, cutting dan hard facing. Pada pengerjaan pemotongan pipa besi menggunakan las oxy acetylene secara manual, kendala yang yang sering ditemukan adalah hasil pemotongan yang tidak rata dan tidal lurus. Hal ini menyebabkan dibutuhkan proses perataan pada bagian tepi yang dipotong hingga rata dan lurus. Pada penelitian ini, telah dibuat mesin pemotong pipa dengan las oxy acetylene yang bertujuan menghasilkan pemotongan pipa yang lurus, halus, dan rata. Mesin pemotong pipa yang telah dibuat ini dapat menghasilkan potongan pipa besi rata, halus, dan lurus pada pipa besi diameter 4,5 inchi, 3,5 inchi, dan 3 inchi dengan waktu pemotongan 32 detik, kecepatan putaran gelombang motor 5,8 Hz, dan toleransi potongan ± 3 mm
PERANCANGAN PLASTIC WASTE SHREDDER MACHINE PORTABLE DI KAMPUS POLMAN BANDUNG
Plastic Waste Shredder Machine is a machine that is used to reduce the size of waste into small pieces for recycling process. This machine is a development from previous machines. The design methodology in this study is VDI 2222. Determination of component dimensions is based on analysis of critical components with the help of Computer Aided Engineering software. This machine works by inserting plastic bottle waste to the hopper, the size will be reduced in shredding area with two-blade system that moves oppositely with a fixed knife on each side, and the result is the plastic chips with a maximum size of 5x5 mm. After the design process, the machine is operated with an electric motor with a power of 0,75 kW and output rotation of 50 rpm. This machine can process 10 kg/day plastic waste with machine dimensions of 400 x 600 x 900 mm and total machine weight of 124 kg.Plastic Waste Shredder Machine adalah mesin yang berfungsi untuk mereduksi ukuran limbah plastik menjadi serpihan untuk daur ulang. Penelitian ini mengoptimalkan beberapa fungsi dari mesin yang sudah ada. Penelitian menggunakan metodologi perancangan VDI 2222. Penentuan dimensi komponen yang berada pada rancangan juga didasari analisis pada komponen kritis dengan bantuan software CAE (Computer Aided Engineering). Cara kerja dari mesin ini adalah botol plastik dimasukan ke hopper lalu direduksi ukurannya di ruang pencacahan dengan sistem dua pisau bergerak berlawanan dengan pisau tetap tiap sisinya lalu dihasilkan serpihan berukuran maksimal 5x5 mm. Setelah melalui proses perancangan, mesin ini beroperasi dengan motor listrik berdaya 0,75 kW, putaran output 50 rpm. Mesin ini mampu menghasilkan cacahan sebanyak 10 kg/hari dengan dimensi mesin 400 x 600 x 900 mm dengan berat total mesin 124 kg
Karakteristik Berbagai Formulasi Mikroorganisme Lokal (MOL) dan Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Tanaman Kangkung Darat (Ipomoea reptans (L.) Poir)
Local microorganisms (MOL) contain fermented solutions made from various local resources. MOL solution has the potential to be used as liquid organic fertilizer because it contains microorganisms that can increase plant growth. This study aims to determine the characteristics of MOL based on different sources of microorganisms obtained from food ingredients typical of Bangka Belitung, as well as to determine their effectiveness on the growth of Ipomoea reptans (L.) Poir. This experimental study used a two-factorial completely randomized design (CRD), namely the type of MOL (without giving MOL (M0), MOL made from Bangka shrimp paste (M1), MOL made from rusip (M2), and MOL made from kitchen waste (M3)) and MOL dose (0% (D0), 15% (D1), 25% (D2), and 50% (D3)). Each treatment was repeated 2 times with a total of 32 experimental units. The variables observed were the characteristics of MOL after 1 week of incubation and the effect of giving MOL on the growth of Ipomoea reptans (L.) Poir 14 days after planting (HST). Data were statistically analyzed using SPSS software version 25 using the analysis of variance (ANOVA) method and Duncan's multiple range test (DMRT) with a 95% confidence level. The results showed that all MOL treatments were successfully fermented with characteristics of sour aroma, liquid texture, produce CO2, acidic pH, and presence of bacteria and mold. The results of ANOVA showed that the factor of giving the type of MOL and the interaction both factor had a significant effect on all observation parameters. However, the MOL dose factor did not significantly affect all observation parameters. Treatment of interaction the type and dose of MOL M2D1 can increase the response of the number of leaves, plant wet weight, plant dry weight, shoot dry weight, and root dry weight of Ipomoea reptans (L.) Poirs. The teratment of M1D3 increased the height response of Ipomoea reptans (L.) Poirs.Mikroorganisme lokal (MOL) berisikan larutan hasil fermentasi berbahan dasar dari berbagai sumber daya lokal. Larutan MOL berpotensi dijadikan pupuk organik cair karena mengandung mikroorganisme yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik MOL berdasarkan sumber mikroorganisme yang berbeda yang didapat dari bahan pangan khas Bangka Belitung, serta mengetahui efektivitasnya terhadap pertumbuhan tanaman kangkung darat. Penelitian eksperimen ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dua faktorial yaitu jenis MOL (tanpa pemberian MOL (M0), MOL berbahan terasi Bangka (M1), MOL berbahan rusip (M2), dan MOL berbahan sampah dapur (M3)) dan dosis MOL (0% (D0), 15% (D1), 25% (D2), dan 50% (D3)). Masing-masing perlakuan dilakukan sebanyak 2 kali ulangan dengan total 32 unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu karakteristik MOL setelah 1 minggu inkubasi dan pengaruh pemberian MOL terhadap pertumbuhan tanaman kangkung darat 14 hari setelah tanam (HST). Data dianalisis secara statistik menggunakan software SPSS versi 25 dengan menggunakan metode analysis of varian (ANOVA) dan uji lanjut duncan’s multiple range test (DMRT) dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian didapatkan semua perlakuan MOL behasil terfermentasi dengan karakteristik beraroma asam, tekstur cair, terdapat gelembung udara, pH asam, dan terdapat bakteri dan kapang. Hasil ANOVA menunjukkan faktor pemberian jenis MOL dan faktor interaksi jenis MOL dan dosis MOL berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Namun pemberian faktor dosis MOL tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan jenis dan dosis MOL M2D1 dapat meningkatkan respon jumlah daun, bobot basah tanaman, bobot kering tanaman, bobot kering tajuk, dan bobot kering akar tanaman kangkung darat. Sedangkan perlakuan M1D3 meningkatkan respon tinggi tanaman kangkung darat
MENUJU BUDIDAYA NIHIL BIAYA PAKAN: PEMANFAATAN WOLFFIA SEBAGAI PAKAN ALAMI TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus)
Pakan menjadi porsi terbesar dalam pembiayaan akuakultur. Wolffia, satu diantara jenis duckweed, dapat dikultur dengan cepat dan potensial menjadi pakan alami bagi ikan. Kultur Wolffia sebagai pakan ikan diharapkan menjadi upaya menuju budidaya ikan tanpa biaya pakan. Namun masih perlu diuji pertumbuhan ikan dengan Wolffia sebagai pakannya. Untuk itu dilakukan penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan Ikan Nila dengan Wolffia sebagai pakan. Perlakuan yang diberikan adalah pemberian pakan Wolffia 20 dan 30 gram per hari, serta pelet sebagai kontrol positif. Ikan Nila dengan pemberian pakan Wolffia menunjukkan pertumbuhan panjang dan bobot. Laju pertumbuhan spesifiknya sebesar 4,3 – 4,6% dan lebih besar dibandingkan pakan pelet pada 3,6%. Namun FCR yang diperoleh tinggi yaitu 7,6 – 10,2, lebih tinggi dibandingkan pelet pada 2,2. Pemberian Wolffia segar dengan kadar air lebih dari 90% diprediksi menyebabkan FCR tinggi. Wolffia berpotensi sebagai pakan alami dalam budidaya Ikan Nila dengan biaya pakan rendah atau bahkan nihil
CATATAN TAMBAHAN IKAN ENDEMIK Betta schalleri DI BANGKA SELATAN dan IKAN YANG BERASOSIASI
Betta schalleri, salah satu ikan endemik di Kepulauan Bangka Belitung, diketahui keberadaannya hanya di Pulau Bangka. Kajian tentang spesies ini masih sedikit dipublikasikan yang dimungkinkan karena semakin sulitnya ditemukan di habitat alami. penelitian ini mendeskripsikan tentang temuan B. schalleri di wilayah selatan Pulau Bangka dan jenis-jenis ikan yang juga ditemukan pada habitat yang sama. Betta schalleri ditemukan pada perairan aliran sungai di Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan. Ikan lain yang ditemukan berasosiasi di habitat yang sama adalah Desmopuntius hexazona, Puntius gemellus, Channa lucius, Trichopodus trichopterus, Hamirhampdon pogonognathus, Trigonopoma pauciperforatum, Trigonopoma gracile, Betta edithae, Betta chloropharynx, dan Sphaerichthys osphromenoides. Semua ikan yang ditemukan merupakan ikan endemik dan natif Sundaland
Application of Beeswax Emulsion Edible Coating with the Addition of Sesame Oil and Lemongrass Oil to Extend the Shelf Life of Tomatoes (Solanum lycopersicum Mill.)
The use of edible coating is a way to increase the shelf life of horticultural products. This study aims to determine the effect of the application of beeswax emulsion coating concentration with the addition of sesame oil and lemongrass oil as an edible coating to extend the shelf life of tomatoes. This research was conducted in January ̶ March 2020. The experimental design used was a Randomized Block Design (RBD) with various concentrations of beeswax emulsion combination of 0,5% lemongrass oil and 0,5% sesame oil with various concentrations of beeswax (0%, 1%, 2%, 3%). Beeswax edible coating solution is applied to the tomatoes by dipping the tomatoes into the solution. The results showed that the application of beeswax emulsion edible coating with the addition of sesame oil and citronella oil to tomatoes with a concentration of 3% was able to maintain the fruit's shelf life for 12 days of storage and gave good results on weight loss, total dissolved solids and total acid variables in tomatoes compared to other treatments.Penggunaan Edible Coating merupakan salah satu cara untuk meningkatkan umur simpan produk hortikultura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan konsentrasi pelapis emulsi lilin lebah dengan penambahan minyak wijen dan minyak serai sebagai pelapis nabati terhadap memperpanjang umur simpan tomat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari – Maret 2020. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan berbagai konsentrasi emulsi lilin lebah kombinasi minyak serai 0,5% dan minyak wijen 0,5% dengan berbagai konsentrasi lilin lebah (0 %, 1%, 2%, 3%). Larutan pelapis makan lilin lebah diaplikasikan pada tomat dengan cara mencelupkan tomat ke dalam larutan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian Edible Coating Emulsi Lilin Lebah dengan penambahan minyak wijen dan minyak serai wangi pada tomat dengan konsentrasi 3% mampu mempertahankan umur simpan buah selama 12 hari penyimpanan dan memberikan hasil yang baik terhadap penurunan berat, total variabel padatan terlarut dan asam total pada tomat dibandingkan dengan perlakuan lainnya
JENIS HIDROPONIK STATIS DAN LEVEL KONSENTRASI HUETT’S LETTUCE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI SELADA
Lettuce is a type of vegetable that is produced in a hydroponic system, one of which is a static hydroponic system. Hydroponic lettuce production usually uses a certain level of concentration. This study aims to determine the effect of the hydroponic system, concentration levels, and their interactions on the growth and yield of lettuce. The research was carried out in the research and experimental garden of the Faculty of Agriculture, Fisheries and Biology, University of Bangka Belitung, using a factorial randomized block experimental design including a static hydroponic system and various concentrations of Huett's lettuce formulation, repeated 3 times. The results showed that the kratky hydroponic system was the best treatment. The concentration level of 500 ppm showed the highest mean yield. The combination of kratky hydroponic system treatment with a concentration of 500 ppm showed the highest average yield on the growth and yield of lettuce.Tanaman selada merupakan jenis sayuran yang dapat di produksi dengan sistem hidroponik, salah satunya sistem hidroponik statis. Produksi selada secara hidroponik biasanya menggunakan konsentrasi dengan level tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem hidroponik, level konsentrasi, dan interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian dilaksanakan di kebun penelitian dan percobaan Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung, menggunakan rancangan percobaan acak kelompok faktorial meliputi sistem hidroponik statis dan berbagai konsentrasi formulasi huett’s lettuce, diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan sistem hidroponik kratky merupakan perlakuan terbaik. Level konsentrasi 500 ppm menunjukkan rerata hasil tertinggi. Kombinasi perlakuan sistem hidroponik kratky dengan konsentrasi 500 ppm menunjukkan rerata hasil tertinggi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada.
 
Aspek Reproduksi Ikan Baung (Hemibagrus Nemurus) Di Sungai Air Gandong Kecamatan Riau Silip Kabupaten Bangka
Ikan Baung (Hemibagrus Nemurus) merupakan ikan asli perairan Indonesia yang digemari oleh masyarakat karena berdaging tebal, sedikit berduri dan memiliki rasa yang lezat sehingga memiliki nilai ekonomis penting. Ikan baung tergolong sulit untuk didapatkan pada perairan Sungai Air Gadong. Penelitian ini bertujuan menganalisis aspek reproduksi ikan baung meliputi Rasio Kelamin, Indeks Gonad, Indeks Kematangan Gonad (IKG), Tingkat Kematangan Gonad (TKG), Fekunditas ikan baung di Sungai Air Gadong Desa Pangkal Niur Kabupaten Bangka. Penelitian ini dilaksanakan bulan Januari-Juni 2021. Pengambilan sempel dilakukan dengan metode purposive sampling. Hasil menunjukan bahwa ikan baung jantan dan betina selam enam bulan penelitian berjumalah 25 ekor dengan perbandingan rasio kelamin 1-1,5. Nilai Indeks gonad 0,13 < 0,30 berarti rata-rata ikan baung betina belum berkembang. Nilai IKG rata- rata ikan baung betina 0,263-2,400. sedangkan nilai IKG ikan baung jantan 0,257-0,346. Ikan baung jantan pada TKG I sampai TKG II, sedangkan ikan baung betina berada pada TKG I, II dan IV. Fekunditas ikan baung yaitu 4901,23-7609,07 butir telur. Ikan baung memiliki pola pemijahan partial spawning ikan memijah tidak sekaligus atau berlangsung secara serentak.Baung fish (Hemibagrus Nemurus) is a fish native to Indonesian waters favored by the people because of thick flesh, slightly spiny and delicious taste, so it has economic value. Baung fish is difficult to find in the waters of Air Gadong River. This study aims to analyze the reproductive aspects of the baung fish including Sex Ratio, Gonad Index, Gonad Maturity Index (IKG), Gonad Maturity Level (TKG), Fecundity of baung fish in Air gadong river, Pangkal Niur Village, Bangka Regency. This research was conducted from January to June 2021. Sampling was carried out using the porposive sampling method. The results showed that were 25 male and female baung fish during the six months of the study with a sex ratio of 1-1.5. The gonad index value of 0.13 < 0.30 means that the average female baung fish has developed. The IKG value of female baung fish is 0,263-2,400 while that male baung fish is 0,257-0,346. Male baung fish are at TKG I to TKG II, while female baung fish are at TKG I, II and IV. The fecundity of the baung fish is 4901.23-7609.07 eggs. The baung fish has a partial spawning pattern, the fish doesn't spawn at once or take place simultaneously