Online Journal Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
    2165 research outputs found

    The Role Of Customer Service In Increasing Customer Satisfaction With Banking Services At PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) TBK Tehoru Unit Masohi Branch Central Maluku

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Customer Service dalam meningkatkan kepuasan nasabah terhadap pelayanan perbankan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Unit Tehoru Cabang Masohi Maluku Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pengumpulan data melalui dengan cara wawancara, observasi, pengamatan secara langsung dan data primer. Berdasarkan hasil penelitian dapat di ketahui bahwa upaya peranan Customer Service dalam meningkatkan kepuasan nasabah terhadap pelayanan perbankan telah termasuk dalam kategori yang baik dan telah sesuai dengan apa yang diharapkan oleh nasabah sehingga mendapatkan penilaian yang positif dari nasabahThis study aims to determine the role of Customer Service in increasing customer satisfaction with banking services of PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Tehoru Unit Masohi Branch Central Maluku. This research uses qualitative methods of data collection through interviews, observation, direct observation and primary data. Based on the results of the study it can be seen that the efforts of the role of Customer Service in increasing customer satisfaction with banking services have been included in the good category and have been in accordance with what is expected by customers so as to get a positive assessment of customers

    Daftar Isi

    No full text

    Analysis of the Characteristics and Level of Side Friction of the D.I. Panjaitan Road Section of Kendari City

    Get PDF
    Progress inland transportation has not escaped the emergence of new problems from environmental aspects, accidents, and congestion. Traffic congestion occurs due to the imbalance between the growth of vehicles with improved infrastructure, rapid urbanization, low of discipline of road users, and side friction. Land use, type of road, and size of the city result in the characteristics and level of side friction. From these things, research on the analysis of characteristics and level of side friction on the D.I. Panjaitan Road section of Kendari City became interesting. The purpose of this study is to identify the characteristics of side friction and determine the level of side friction. From research and analysis, it was found that side friction that occurs at three observation points is generally caused by the type of activity of stopped vehicles, parking on street, and vehicles come into and exit from the parking area and coming into or leaving the neighborhood. Based on side friction frequency data at three observation points showed the lowest Side Friction Frequency (SFF) of 33.5 and 39.4 events at point T3, then 67.6 and 64.4 at point T2, and the highest at point T3 70.5 and 59.9 events. The data shows that the side friction class on the road is categorized is very low. The low side friction at the observation location is caused by the observation time carried out during the decline in community activities due to the implementation of health protocols due to the increase in Covid-19 case

    POLA SEBARAN DATA SELF POTENTIAL METODE GEOLISTRIK PADA RANCANG BANGUN BAK UKUR SKALA LABORATORIUM MENGGUNAKAN METODE ORDINARY KRIGING

    Get PDF
    Pengukuran geolistrik yang dilakukan pada media rancang bangun bak ukur skala laboratorium dengan dimensi (194cm x 184cm x 80cm) menggunakan alat geolistrik type resistivitas S-Field 16 Multichannel guna melihat pengaruh pola sebaran data geolistrik dalam hal ini data self potential (SP) menggunakan spasi 10 meter antar elektroda yang tetap terhadap pemilihan konfigurasi Dipole-dipole, Wenner, dan Schlumberger. Data SP pada tiap penetrasi dilakukan interpolasi per penetrasi yang saling berhubungan antar data terhadap jarak sehingga diperoleh satu lintasan satu data SP secara lateral yang mewakili pengaruh antar elektroda dengan asumsi data tersebut sudah mewakili dari sejumlah data SP per penetrasi pada tiap konfigurasi. Data yang dipilih dilakukan pengolahan dengan pendekatan metode ordinary kriging (point kriging) sehingga diperoleh pola sebaran data SP secara lateral. Data SP dilakukan statistik deskriptif unvarian diperoleh summary statistics unvarian yang dipilih No-transformation data. Fitting variogram menggunakan type isotropik dengan parameter fitting variogram tiap konfigurasi berbeda-beda. Hasil penaksiran metode ordinary kriging dari tiga konfigurasi menunjukkan pola sebaran konfigurasi Wenner sama dengan Schlumberger sedangkan konfigurasi Dipole-dipole berbeda dengan nilai SP berada pada rentang nilai 0,03 sampai 0,26 mV. Hasil penaksiran data SP pada tiap konfigurasi dilakukan uji validasi silang yang menunjukkan konfigurasi Wenner lebih baik dari konfigurasi Dipole-dipole dan Schlumberger dengan nilai koefisien determinasi (r2) sebesar 0,234.Pengukuran geolistrik yang dilakukan pada media rancang bangun bak ukur skala laboratorium dengan dimensi (194cm x 184cm x 80cm) menggunakan alat geolistrik type resistivitas S-Field 16 Multichannel guna melihat pengaruh pola sebaran data geolistrik dalam hal ini data self potential (SP) menggunakan spasi 10 meter antar elektroda yang tetap terhadap pemilihan konfigurasi Dipole-dipole, Wenner, dan Schlumberger. Data SP pada tiap penetrasi dilakukan interpolasi per penetrasi yang saling berhubungan antar data terhadap jarak sehingga diperoleh satu lintasan satu data SP secara lateral yang mewakili pengaruh antar elektroda dengan asumsi data tersebut sudah mewakili dari sejumlah data SP per penetrasi pada tiap konfigurasi. Data yang dipilih dilakukan pengolahan dengan pendekatan metode ordinary kriging (point kriging) sehingga diperoleh pola sebaran data SP secara lateral. Data SP dilakukan statistik deskriptif unvarian diperoleh summary statistics unvarian yang dipilih No-transformation data. Fitting variogram menggunakan type isotropik dengan parameter fitting variogram tiap konfigurasi berbeda-beda. Hasil penaksiran metode ordinary kriging dari tiga konfigurasi menunjukkan pola sebaran konfigurasi Wenner sama dengan Schlumberger sedangkan konfigurasi Dipole-dipole berbeda dengan nilai SP berada pada rentang nilai 0,03 sampai 0,26 mV. Hasil penaksiran data SP pada tiap konfigurasi dilakukan uji validasi silang yang menunjukkan konfigurasi Wenner lebih baik dari konfigurasi Dipole-dipole dan Schlumberger dengan nilai koefisien determinasi (r2) sebesar 0,234

    MODEL PENYEBARAN KONDISI BRAIN FOG PADA PENYINTAS COVID-19 BERBASIS WEB STUDI CROSS-SECTIONAL-KRIGING SEBAGAI OBSERVASI FUNGSI KOGNITIF DI KOTA PANGKALPINANG

    Get PDF
    Munculnya wabah pandemi Covid-19 memberikan banyak dampak negatif bagi kehidupan manusia termasuk pada penyintas Covid-19. Hasil studi yang menggunakan data dari 56 negara menunjukkan bahwa 31% penyintas Covid-19 mengalami brain fog. Adanya penelitian ini, dimaksudkan untuk mengetahui penyebaran kondisi brain fog di Kota Pangkalpinang. Metode analisis yang digunakan berbasis Web Studi Cross-Sectional-Kriging. Data yang digunakan adalah kondisi kesehatan para penyintas Covid-19 yang diperoleh melalui kuesioner. Berdasarkan analisis deskriptif diperoleh gejala brain fog yang paling sering dialami oleh penyintas Covid-19 di Kota Pangkalpinang adalah gejala sering merasa pusing dengan persentase sebesar 33,2%. Persentase brain fog pada penyintas Covid-19 usia lebih dari 30 tahun lebih besar dibandingkan brain fog pada usia kurang dari 30 tahun yaitu sebesar 48,3%. Selain itu, diketahui bahwa persentase gejala brain fog pada penyintas yang melakukan vaksin satu kali sebesar 33,3%, gejala pada penyintas dengan vaksin dua kali sebesar 50%, dan gejala pada penyintas vaksin tiga kali sebesar 29,2%. Setelah dilakukan analisis spasial menggunakan tiga model semivariogram yaitu model Spherical, model Exponential, dan model Kriging diperoleh model terbaik pada penelitian ini adalah model Spherical dengan nilai Partial Sill sebesar 3,269. Berdasarkan peta kontur yang ada, diperoleh bahwa titik lokasi yang diduga cenderung banyak mengalami gejala brain fog pada area berwarna merah yaitu Kelurahan Gabek 2. Adanya gambaran melalui peta kontur yang diperoleh dapat digunakan sebagai bahan informasi bagi pemerintah dan tenaga kesehatan agar tetap memantau dan mengevaluasi penyintas Covid-19 di Kota Pangkalpinang.Munculnya wabah pandemi Covid-19 memberikan banyak dampak negatif bagi kehidupan manusia termasuk pada penyintas Covid-19. Hasil studi yang menggunakan data dari 56 negara menunjukkan bahwa 31% penyintas Covid-19 mengalami brain fog. Adanya penelitian ini, dimaksudkan untuk mengetahui penyebaran kondisi brain fog di Kota Pangkalpinang. Metode analisis yang digunakan berbasis Web Studi Cross-Sectional-Kriging. Data yang digunakan adalah kondisi kesehatan para penyintas Covid-19 yang diperoleh melalui kuesioner. Berdasarkan analisis deskriptif diperoleh gejala brain fog yang paling sering dialami oleh penyintas Covid-19 di Kota Pangkalpinang adalah gejala sering merasa pusing dengan persentase sebesar 33,2%. Persentase brain fog pada penyintas Covid-19 usia lebih dari 30 tahun lebih besar dibandingkan brain fog pada usia kurang dari 30 tahun yaitu sebesar 48,3%. Selain itu, diketahui bahwa persentase gejala brain fog pada penyintas yang melakukan vaksin satu kali sebesar 33,3%, gejala pada penyintas dengan vaksin dua kali sebesar 50%, dan gejala pada penyintas vaksin tiga kali sebesar 29,2%. Setelah dilakukan analisis spasial menggunakan tiga model semivariogram yaitu model Spherical, model Exponential, dan model Kriging diperoleh model terbaik pada penelitian ini adalah model Spherical dengan nilai Partial Sill sebesar 3,269. Berdasarkan peta kontur yang ada, diperoleh bahwa titik lokasi yang diduga cenderung banyak mengalami gejala brain fog pada area berwarna merah yaitu Kelurahan Gabek 2. Adanya gambaran melalui peta kontur yang diperoleh dapat digunakan sebagai bahan informasi bagi pemerintah dan tenaga kesehatan agar tetap memantau dan mengevaluasi penyintas Covid-19 di Kota Pangkalpinang

    Komposisi Jenis dan Produktivitas Hasil Tangkapan Bagan Tancap dengan Jarak yang Berbeda di Perairan Rebo Kabupaten Bangka

    Get PDF
    Fixed Lift Net is one of the passive fishing gear that is widely operated by fishermen, with the help of lights as a tool to attract fish attention. This research was conducted in July 2022 - August 2022.The purpose of this study is to determine the composition of the types of catches and catch productivity. The research method used was the experimental method for 25 trips using 2 units of fixed lift net as a comparison. The results of the study prove that there are 13 types of fish in both of fixed lift net, Siro, Lemuru, Squid, Tembang, Yellow Selar, Selar Bentong, Jellyfish Mackerel, Male Mackerel, Selar Como, Cuttlefish, Tetengkek, Yellow Tail, and Barracuda. The highest fishing productivity in fixed lift net 1 was 1.30 kg/min and the lowest was 0.06 kg/min, while in fixed lift net 2, the highest fishing productivity was 1.25 kg/min and the lowest was 0.17 kg/min. Based on the results obtained, it can be concluded of fixed lift net 1 with a distance of 25 nautical miles has more catches than fixed lift net 2 with a distance of 20 nautical miles.Bagan tancap merupakan salah satu alat tangkap pasif yang banyak dioperasikan nelayan, dengan bantuan cahaya lampu sebagai alat bantu penarik perhatian ikan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2022 – Agustus 2022.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui komposisi jenis hasil tangkapan dan produtivitas tangkapan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen selama 25 trip menggunakan 2 unit bagan tancap sebagai perbandingan. Hasil Penelitian membuktikan bahwa di kedua bagan tancap terdapat 13 jenis ikan yaitu, Siro, Lemuru, Cumi-cumi, Tembang, Selar Kuning , Selar Bentong, Selar ubur-ubur, Kembung lelaki, Selar Como, Sotong, Selar Tetengkek, Ekor Kuning, dan Barakuda. Produktivitas penangkapan tertinggi pada bagan tancap 1 yaitu 1,30 kg/menit dan terendah 0,06 kg/menit,  sedangkan pada bagan tancap 2, produktivitas penangkapan tertinggi yaitu 1,25 kg/menit dan terendah sebesar 0,17 kg/menit. Berdasarkan hasil yang didapat dapat ditarik kesimpulan bahwa bagan 2 dengan jarak 25 mil laut memiliki hasil tangkapan yang lebih banyak dibandingakn bagan 1 dengan jarak 20 mil laut. &nbsp

    Identifikasi Lapisan Akuifer Menggunakan Metode Geolistrik Resisitivitas Konfigurasi Dipole – Dipole Di Kelurahan Padang Mulya Kecamatan Koba

    Get PDF
    Padang Mulya Village, Koba District is part of the Koba Groundwater Basin area. This area has the potential of abundant aquifer layers. An aquifer is a layer of rock that can store water in large quantities. However, the continued increase in exploration of the aquifer layer will result in damage to the aquifer environment. In this case it is necessary to identify the aquifer layers to determine the depth and lithology of the constituent rocks. The resistivity geoelectric method of the dipole-dipole configuration is the most sensitive geophysical method for identifying aquifer layers. Measurements were made on six tracks to obtain data variations on current strength and potential difference. From these data variations in apparent resistivity values will be obtained. 2D modeling of the apparent resistivity value using the backward modeling method is carried out on each track in order to obtain a 2D cross-section of the subsurface structure. The 2D section of each track has an aquifer layer with a depth of 0 meters to 20 meters and is composed of clay, loamy sand, rather dense gravel sand and sandstone

    Green Synthesis Nanopartikel Karbon Aktif dari Limbah Tempurung Kelapa

    Get PDF
    Activated carbon from coconut shell waste is a porous solid that has a large surface area with high absorption capacity, making it an alternative for reducing levels of heavy metal ions in the air. Active carbon is made by carbonization and chemical activation, then SEM testing is carried out to see the morphology of the activated carbon and analyzed using ImageJ software. This research aims to determine the effect of chemical activation and no activation on the number of pores formed in activated carbon. From the results of research that has been carried out, there are more pores formed after carbon is activated compared to carbon without activation. This is because the carbon surface without activation is still covered by impurities. In addition, unactivated carbon and activated carbon from coconut shells have pore sizes that fall into the mesoporous category.Activated carbon from coconut shell waste is a porous solid that has a large surface area with high absorption capacity, making it an alternative for reducing levels of heavy metal ions in the air. Active carbon is made by carbonization and chemical activation, then SEM testing is carried out to see the morphology of the activated carbon and analyzed using ImageJ software. This research aims to determine the effect of chemical activation and no activation on the number of pores formed in activated carbon. From the results of research that has been carried out, there are more pores formed after carbon is activated compared to carbon without activation. This is because the carbon surface without activation is still covered by impurities. In addition, unactivated carbon and activated carbon from coconut shells have pore sizes that fall into the mesoporous category

    Potensi Logam Tanah Jarang Wilayah Toboali Bangka Selatan

    Get PDF
    The Bangka Belitung Islands are an area traversed by the tin belt of Southeast Asia. This tin belt carries tin-bearing minerals and is associated with rare earth metals (LTJ). Toboali is a sub-district in South Bangka Regency. The exploration phase carried out by PT Timah made it possible to identify rare earth elements at the same time. Samples were taken using a sonic drilling machine to a depth of 5 meters. Every 1 meter 1 sample is taken which is put into a transparent plastic and labeled. There were 100 samples tested in the laboratory using X-RD (X-ray Diffraction), XRF, Scanning Electron Microscope (SEM) and Inductively Coupled Plasma (ICP). From the results of observations and laboratory analysis, it is known that there are 5 LTJ elements that are most dominantly found in each sample, namely Serium (Ce) an average of 61.92 ppm, Yttrium (Y) an average of 34.6 ppm, Lanthanum (La) an average of 27.55 ppm, Neodymium (Nd) an average of 27.55 and Samarium (Sm) an average of 2.82. Sampling or exploration using a sonic drilling machine needs to be evaluated to get a better level of sample and data accuracyKepulauan Bangka Belitung merupakan wilayah yang dilalui oleh sabuk timah asia tenggara. Sabuk timah ini membawa mineral pembawa timah dan berasosiasi dengan logam tanah jarang (LTJ). Toboali merupakan Kecamatan yang berada di Kabupaten Bangka Selatan. Tahap eksplorasi yang dilakukan PT Timah memungkinkan untuk sekaligus mengidentifikasi unsur logam tanah jarang. Sampel diambil dengan menggunakan mesin bor sonic hingga kedalaman 5 meter. Setiap 1 meter diambil 1 sampel yang dimasukkan kedalam plastik transparan dan diberi label. Terdapat 100 sampel yang diuji dengan di laboratorium menggunakan X-RD (X-ray Diffraction), XRF, Scanning Electron Microscope (SEM) dan Inductively Coupled Plasma (ICP). Dari hasil pengamatan dan analisis laboratorium diketahui terdapat 5 unsur LTJ yang paling dominan ditemui pada setiap sampel yaitu Serium (Ce) rata-rata 61,92 ppm, Ittrium (Y) rata-rata 34,6 ppm , Lantanum (La) rata-rata 27,55 ppm, Neodimium (Nd) rata-rata 27,55 dan Samarium (Sm) rata-rata 2,82. Pengambilan sampel atau eksplorasi menggunakan mesin bor sonic perlu dilakukan evaluasi untuk mendapatkan tingkat keakuratan sampel dan data yang lebih bai

    Catatan Persebaran Russula cf. cyanoxantha di Hutan Kampus Institut Pertanian Bogor

    Get PDF
    Russula cyanoxantha is one of a group of ectomycorrhizal-forming mushrooms. This species has a main distribution in the four seasons region. Until now, there is limited information on the distribution and taxonomic studies of this species of mushroom in Indonesia. Therefore, this study aimed to add information on the morphological characteristics, taxonomy, and distribution of R. cyanoxantha in Indonesia. This study was conducted in the campus forest of IPB University. Fresh fruiting bodies were observed in the field and in the laboratory. The parameters observed were macroscopic and microscopic characters of the collected samples. The mushroom found had cap colored in shades of white, gray, and purplish. The lamellae are white to cream colored and adnate to the cap, cylindrical stipe. Spores are round to oval with ornaments in the form of small spines on their cell walls. The results of this study are expected to contribute towards the addition of data on Russula mushrooms in Indonesia.Russula cyanoxantha merupakan salah satu kelompok jamur pembentuk ektomikoriza. Spesies ini memiliki distribusi utama pada daerah empat musim. Hingga saat ini, informasi mengenai distribusi dan kajian taksonomi dari jamur ini masih sedikit ditemukan di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menambah informasi mengenai karakteristik morfologi, taksonomi, dan distribusi R. cyanoxantha di Indonesia. Penelitian ini dilakukan di hutan kampus IPB University. Tubuh buah segar diobservasi di lapangan dan di laboratorium. Parameter yang diamati adalah karakter makroskopik dan mikroskopik dari sampel yang dikoleksi. Jamur yang ditemukan memiliki tudung berwarna gradasi putih, abu-abu, dan keunguan. Lamela berwarna putih hingga krem dan menempel secara adnate pada tudung, tangkai silindris. Spora berbentuk bulat hingga lonjong dengan ornamen berupa duri kecil pada bagian dindingnya. Hasil dari penelitian ini diharapkan berkontribusi terhadap penambahan data jamur Russula di Indonesia

    1,978

    full texts

    2,165

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal Universitas Bangka Belitung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇