Online Journal Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
    2165 research outputs found

    Analisis Kesesuaian Wisata Pantai Di Desa Tanjung Kelumpang Kabupaten Belitung Timur

    Get PDF
    East Belitung Regency is one of the regions in the Province of Bangka Belitung Islands that has the potential for tourism, one of which is Punai Beach, Pandan Island Beach and Pengkalan Limau Beach located in Tanjung Kelumpang Village, Simpang Pesak District. Although it is known that the IKW value of the tourism suitability index and its management strategy, therefore the method used in this study uses the purposive sampling method with IKW analysis supported by SWOT analysis. Data collection is carried out by field observations and tourist interviews which are determined based on the LTF (Linear Time Function) formula. The results of this study punai beach has an IKW of 100%, IKW of Pandan Island beach of 87%, IKW of Pengkalan Limau beach of 87% and the results of SWOT analysis have values of x 0.49 and y 0.37 including kuadran I. Punai Beach has parameters that are very suitable to be used as a place of hardening because there are no weaknesses of the measurement thatKabupaten Belitung Timur merupakan salah satu daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang memiliki potensi wisata pantai, salah satunya yaitu Pantai Punai, Pantai Pulau Pandan dan Pantai Pengkalan Limau yang terdapat di Desa Tanjung Kelumpang Kecamatan Simpang Pesak. Walaupun demikian pantai ini belum diketahui nilai IKW indeks kesesuaian wisata dan strategi pengelolaannya maka dari itu metode yang digunakan penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan analisis IKW yang didukung analisis SWOT. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi lapangan dan wawancara wisatawan yang ditentukan berdasarkan rumus LTF (Linier Time Function). Hasil dari penelitian ini pantai punai memiliki IKW 100%,IKW pantai Pulau Pandan 87%,IKW pantai Pengkalan Limau 87% dan hasil analisis SWOT mempunyai nilai x 0,49 dan y 0,37 termasuk kedalam kaudran I. Pantai punai memiliki parameter yang sangat sesuai untuk dijadikan tempat rekerasi dikarenakan tidak terdapatnya kelemahan dari pengukuran yang telah dilakukan,pantai Pulau Pandan yang memiliki penutupan lahan semak belukar tinggi sehingga akan berpengaruh terhadap pengunjung yang melakukan kegiatan rekreasi,sedangkan pantai Pengkalan Limau dari pengukuran yang dilakukan memiliki kecerahan perairan relatif sangat tidak sesuai

    Barang Milik Negara: Kebebasan Berkontrak Pada Perjanjian Pemerintah

    Get PDF
    State Owned Asset (SOA) utilization is a part of the management of state assets as an alternative in providing income for the state through non-tax state revenue. The implementation of the utilization of SOA is stated in the form of an agreement or contract between the government and the partner which can come from the private sector. This research will analyze the provisions or arrangements of the SOA utilization agreement related to the contract law in Indonesia and the application of freedom of contract in the SOA utilization contracts. The results of this reseatch indicate that the principle of freedom of contract is not absolute and the application of freedom of contract in the SOA utilization agreement is limited by the laws and regulations governing the provisions in the management of SOA. This research was conducted using a normative juridical method through a conceptual approach and a statutory approach. The SOA utilization agreement practically is an implementation of statutory regulations, however, the application of freedom of contract in its application can be seen from the stages of the contract, i.e. the pre-contractual, contractual and post-contractual stages in determining the contents and provisions of the agreement as long as it does not conflict with the provisions of the legislation, decency and public order.Pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) merupakan bagian dari pengelolaan aset negara sebagai alternatif dalam memberikan pemasukan bagi negara melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Pelaksanaan pemanfaatan BMN dituangkan dalam bentuk perjanjian antara pemerintah dengan pihak mitra pemanfaatan yang dapat berasal dari sektor swasta. Dalam penelitian ini akan dibahas mengenai ketentuan atau pengaturan perjanjian pemanfaatan BMN dikaitkan dengan hukum perjanjian di Indonesia dan penerapan kebebasan berkontrak dalam perjanjian pemanfaatan BMN. Hasil penelitian ini menunjukkan asas kebebasan berkontrak tidak bersifat mutlak dan penerapan kebebasan berkontrak dalam perjanjian pemanfaatan BMN dibatasi oleh peraturan perundang-undangan yang mengatur ketentuan dalam pengelolaan BMN. Penelitian ini dilakukan dengan metode yuridis normatif melalui pendekatan konseptual (conceptual approach) dan pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach). Perjanjian pemanfaatan BMN merupakan pelaksanaan dari peraturan perundang-undangan, namun demikian penerapan kebebasan berkontrak dalam penerapannnya dapat dilihat dari tahapan perjanjian, yaitu tahap precontractual, contractual dan tahap post-contractual dalam menentukan isi dan ketentuan dalam perjanjian sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, kesusilaan dan ketertiban umum

    Dialektika Unsur Merintangi Kegiatan Usaha Pertambangan Dengan Prinsip Demokrasi

    Get PDF
    The element of "obstructing or interfering with mining business activities" is the focus of this article, because the editorial has multiple interpretations. Its existence derives two problem formulations, namely (1) What are the problems with elements hindering or interfering with mining business activities?: (2) What is the reformulation that reflects democratic principles? The analytical knife used to examine existing problems through democratic principles. This study uses normative juridical research methods. There are several conclusions related to the problematic presence of elements hindering or interfering with mining business activities, including: first, elements hindering or interfering with mining activities can be directed to actions that can be interpreted differently. Second, these elements can be directed to certain interests. Third, these elements can be subjective. Fourth, it is counterproductive to provisions for environmental fighters who cannot be sued criminally or civilly. The reformulations that are expected to better reflect democratic principles include: first, providing a more detailed explanation regarding the redaction of elements hindering or disrupting mining activities. Second, changing the editorial elements hinders or disrupts mining business activities. Third, remove the redaction elements that hinder or interfere with this mining business activity

    Analisis Aksesibilitas Evakuasi Tsunami Menggunakan Tools Network Analys Di Daerah Rawan Tsunami Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung

    Get PDF
    Aktivitas geologis di sekitar Selat Sunda kembali mendapat perhatian melalui tsunami yang terjadi pada akhir tahun 2018. Aktivitas lainnya juga terekam melalui gempa tektonik di zona subduksi Selat Sunda dengan Magnitude 6.9 pada 2 Agustus 2019. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran tentang ancaman bencana gempa dan tsunami di daerah sekitarnya. Kabupaten Tanggamus yang terletak dalam radius yang cukup dekat dengan Selat Sunda memiliki dataran rendah rawan tsunami yang sangat luas khususnya pada wilayah di sekitar ujung Teluk Semangka. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini secara umum bertujuan untuk memetakan wilayah rawan tsunami, daerah layanan evakuasi untuk setiap Tempat Evakuasi Sementara (TES), dan menganalisis model aksesibilitas evakuasi. Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian ini dilakukan dengan mengikuti beberapa tahapan metodologi. Diawali dari penetapan wilayah studi menggunakan analisis spasial, penentuan titik TES, digitasi jaringan jalan dan mengintergasikannya dengan tools Network Analysis pada platform ArcGIS, penentuan daerah layanan evakuasi, dan memodelkan waktu tempuh dari setiap lokasi keberadaan penduduk menuju TES terdekat. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa beberapa wilayah terjauh adalah Kecamatan Semaka, Kecamatan Wonosobo dan Kecamatan Kota Agung Barat. Kecamatan tersebut memiliki waktu tempuh untuk mencapai TES lebih tinggi dari estimasi waktu kedatangan tsunami.Geological activity in the areas around the Sunda Strait has received attention through the tsunami that occurred at the end of 2018. Other activity was also recorded through a tectonic earthquake in the Sunda Strait subduction zone with Magnitude 6.9 on 2 August 2019. This condition raises concerns about the threat of an earthquake and tsunami disaster in surrounding area. Tanggamus Regency, which is located around the Sunda Strait, has a very wide tsunami-prone lowland, especially in the area at the tip of Semangka Bay. Based on these conditions, this study generally aims to map tsunami-prone areas, evacuation service areas for each Temporary Evacuation Place (TES), and analyze evacuation accessibility models. To answer these challenges, this research was conducted using Geographic Information systems (GIS) by following several methodological steps. Starting from determining the study area using spatial analysis, determining TES points, digitizing the road network and integrating it with Network Analysis tools on the ArcGIS platform, determining evacuation service areas, and modeling the travel time from each population residents to the nearest TES. Based on the results, it was found that some of the farthest areas were Semaka District, Wonosobo District and Kota Agung Barat District. The sub-district has a higher travel time to reach TES than the estimated arrival time of the tsunami

    Isolasi, Karakterisasi, dan Identifikasi Bakteri Endofit Sargassum polycystum Penghasil Enzim Alginat Lyase

    Get PDF
    Alginate, polysaccharide from marine brown algae, is widely used for antitumor, anti-inflammatory, and also antiviral. However, alginate has large molecular weight that difficult to digest in some organsims. Therefore, it is important to look for the alginate lyase enzyme to break down the alginate. The purpose of this study was to obtain bacterial isolates that produce alginate lyase enzymes from Sargassum polycystum. Isolation of alginate lyase-producing bacteria was carried out by collecting Sargassum polycystum. from Sebalang Beach, Tarahan, South Lampung then the bacteria were isolated by the dilution method. The colonies obtained were purified and selected using qualitative (clear zone) and semi-quantitative activity tests, and identified morphologically, biochemically and molecularly using the 16S-rDNA gene. In this study, 20 pure bacterial isolates were obtained with one isolate having alginate lyase activity, namely PTF and PTH. The results of biochemical tests and molecular characterization showed that the isolate was Bacillus cereus.Alginat, polisakarida dari alga cokelat laut, banyak dimanfaatkan untuk antitumor, antiinflamasi, dan juga antivirus. Namun, alginat memiliki berat molekul yang besar yang membuatnya sulit dicerna oleh beberapa organsime. Oleh akrena itu, penting untuk mencari enzim alginate lyase untuk memotong alginate secara enzimatis. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan isolat bakteri yang menghasilkan enzim alginat lyase dari Sargassum polycystum. Isolasi bakteri penghasil alginat lyase dilakukan dengan mengkoleksi rumput laut Sargassum polycystum. dari Pantai Sebalang, Tarahan, Lampung Selatan kemudian bakteri diisolasi dengan metode pengenceran. Koloni yang didapat dimurnikan dan diseleksi dengan menggunakan uji aktivitas Aktivitas alginat lyase ditandai dengan adanya zona bening di sekitar koloni setelah ditetesi dengan larutan 10% setil piridinium klorida, serta diidentifikasi secara morfologi, biokimia dan molekuler menggunakan gen 16S-rDNA. Pada penelitian ini diperoleh empat isolat yang mempunyai aktivitas alginat lyase, yaitu PTF, PTE, PTH dan PTG dengan indeks alginolitik tertinggi adalah isolat PTF dan PTH. Hasil uji biokimia dan karakterisasi secara molekuler menunjukkan isolat PTH dan PTF memiliki kemiripan dengan jenis bakteri Bacillus cereus

    Contamination Status of Lead (Pb) And Copper (Cu) Heavy Metals On The Surface Of The Sediment At Sampur Beach, Central Bangka

    Get PDF
    Pantai Sampur merupakan salah satu pantai di Kabupaten Bangka Tengah dengan aktivitas penambangan timah dan kawasan perikanan tangkap. Logam berat dalam tubuh manusia dapat gangguan kerja enzim dan metabolisme hingga menyebabkan kanker dan mutasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kontaminasi logam berat Pb dan Cu pada sedimen permukaan Pantai Sampur. Analisis logam berat menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan kondisi tekstur sedimen pada Pantai Sampur memiliki substrat berpasir hingga pasir berlempung (83,09%–94,89%) dan memiliki nilai Bahan Organik Total (BOT) dalam kondisi rendah (0,96-1,54%). Untuk nilai faktor kontaminasi logam Pb (0,00026 – 0,00036) dan Cu (0,00285–0,00298) rendah sedangkan faktor pengayaan yang tinggi oleh logam Pb (95,69-220,44) dan Cu (1090,89–2084,60) yang menunjukkan adanya masukan antropogenik selain masukan alami. Indeks geoakumulasi Pantai Sampur rendah oleh Pb (-12,502 hingga -12,038) dan Cu (-9,042 hingga -8,975) serta nilai PLI oleh logam Pb dan Cu (0,00087–0,00103) tidak tercemar hingga tercemar ringan.Sampur Beach is one of the beaches in Central Bangka Regency with tin mining activities and a fishing area. Heavy metals in the human body can disrupt the work of enzymes and metabolism, causing cancer and mutations. This study aims to determine the status of heavy metal Pb and Cu contamination in the surface sediments of Sampur Beach. Heavy metal analysis uses the Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) method. The research results show that the condition of the sediment texture at Sampur Beach has a sandy to clayey sand substrate (83.09%-94.89%) and has a low Total Organic Matter (BOT) value (0.96-1.54%). The contamination factor values for metals Pb (0.00026 – 0.00036) and Cu (0.00285–0.00298) are low while the enrichment factors are high for metals Pb (95.69-220.44) and Cu (1090.89). –2084.60) which indicates the presence of anthropogenic input in addition to natural input. The geoaccumulation index for Sampur Beach is low for Pb (-12.502 to -12.038) and Cu (-9.042 to -8.975) and the PLI value for Pb and Cu metals (0.00087–0.00103) is not polluted to slightly polluted

    KAJIAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN METODE HIRARC PADA TAMBANG ALLUVIAL PT MENARA CIPTA MULIA

    Get PDF
    Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi no 555.K/26/M.PE/1995 pasal 5(1). Menyatakan bahwa pemimpin perusahaan atau siapapun yang bertanggung jawab atas beroperasinya kegiatan pertambangan harus mampu menciptakan suasana kerja yang sehat dan menjalankan prosedur keselamatan sesuai ketentuan. Penyebab kecelakaan kerja di tambang alluvial PT.Menara Cipta Mulia disebabkan langsung oleh tindakan tidak aman (unsafe act) dan kondisi tidak aman (unsafe condition) sehingga menyebabkan terhentinya kegiatan terhadap manusia dan alat. Metode penelitian meliputi dokumen keselamatan pertambangan, observasi area kerja, wawancara dan konsultasi aspek penerapan keselamatan terhadap HSE perusahaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bahaya yang dapat terjadi pada aktivitas rutin atau non rutin di perusahaan yang akan dinilai risiko dengan tabel risk assessment matrix, dari bahaya tersebut di tentukan program pengendalian untuk meminimalisasi tingkat risiko dengan tujuan mencegah terjadinya kecelakaan. Data dilakukan dengan scoring JSA tahapan-tahapan pekerjaan untuk menganalisa seberapa besar tingkat risiko dan presentase berdasarkan jenis risiko. Hasil penelitian stock wash diperoleh tingkat risiko medium risk 75% dan high risk 25%, prepare tingkat risiko medium risk 67% dan high risk 33%, menghidupkan mesin pompa tanah tingkat risiko medium risk 100%, menghidupkan mesin pompa air tingkat risiko medium risk 50% dan low risk 50%, penyemprotan yaitu tingkat risiko medium risk 50% dan high risk 50%, pengawasan kapu-kapu tingkat risiko low risk 25%, medium risk 50% dan high risk 25 %, pencucian tingkat risiko low risk 20% medium risk 60%, dan high risk 20%. Tingkat persentase risiko high risk memiliki nilai 17,29%, tingkat risiko medium risk memiliki nilai 66,29%, tingkat risiko medium risk memiliki nilai 14,41%.Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi no 555.K/26/M.PE/1995 pasal 5(1). Menyatakan bahwa pemimpin perusahaan atau siapapun yang bertanggung jawab atas beroperasinya kegiatan pertambangan harus mampu menciptakan suasana kerja yang sehat dan menjalankan prosedur keselamatan sesuai ketentuan. Penyebab kecelakaan kerja di tambang alluvial PT.Menara Cipta Mulia disebabkan langsung oleh tindakan tidak aman (unsafe act) dan kondisi tidak aman (unsafe condition) sehingga menyebabkan terhentinya kegiatan terhadap manusia dan alat. Metode penelitian meliputi dokumen keselamatan pertambangan, observasi area kerja, wawancara dan konsultasi aspek penerapan keselamatan terhadap HSE perusahaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bahaya yang dapat terjadi pada aktivitas rutin atau non rutin di perusahaan yang akan dinilai risiko dengan tabel risk assessment matrix, dari bahaya tersebut di tentukan program pengendalian untuk meminimalisasi tingkat risiko dengan tujuan mencegah terjadinya kecelakaan. Data dilakukan dengan scoring JSA tahapan-tahapan pekerjaan untuk menganalisa seberapa besar tingkat risiko dan presentase berdasarkan jenis risiko. Hasil penelitian stock wash diperoleh tingkat risiko medium risk 75% dan high risk 25%, prepare tingkat risiko medium risk 67% dan high risk 33%, menghidupkan mesin pompa tanah tingkat risiko medium risk 100%, menghidupkan mesin pompa air tingkat risiko medium risk 50% dan low risk 50%, penyemprotan yaitu tingkat risiko medium risk 50% dan high risk 50%, pengawasan kapu-kapu tingkat risiko low risk 25%, medium risk 50% dan high risk 25 %, pencucian tingkat risiko low risk 20% medium risk 60%, dan high risk 20%. Tingkat persentase risiko high risk memiliki nilai 17,29%, tingkat risiko medium risk memiliki nilai 66,29%, tingkat risiko medium risk memiliki nilai 14,41%

    POTENSI KONSERVASI MINERAL KASITERIT DAN LOGAM TANAH JARANG PADA SISA HASIL PENGOLAHAN DI KAPAL ISAP PRODUKSI KENCANA PACIFIC KABUPATEN BANGKA

    Get PDF
    Konservasi mineral dan batubara merupakan salah satu parameter pertambangan yang berkelanjutan sesuai Kepmen ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik. Salah satu objek konservasi dalam Kepmen ESDM tersebut adalah Sisa Hasil Pengolahan (SHP). Permasalahan yang ada berupa potensi SHP yang belum terdata di perairan Pulau Bangka. Maka dari itu dilakukan penelitian terkait pendataan potensi SHP KIP Kencana Pacific sebagai bentuk pelaksanaan konservasi. Tujuan penelitian ini yaitu perhitungan laju produksi SHP, identifikasi komposisi mineral SHP serta perhitungan potensi SHP. Data primer yang dikumpulkan berupa koordinat dan kedalaman penggalian, data produksi SHP, durasi pengamatan serta data berat basah dan kering sampel SHP. Data sekunder yang dikumpulkan berupa produksi timah, spesifikasi KIP, lokasi IUP KIP, target produksi dan jam jalan serta SOP pengujian laboratorium. Pengolahan dan analisis berupa perhitungan laju produksi, pengujian komposisi kadar mineral serta perhitungan potensi mineral dalam SHP. Laju produksi SHP KIP Kencana Pacific sebesar 54,63 kg/jam. Mineral dominan pada SHP KIP Kencana Pacific yaitu kuarsa. Pada pengujian GCA, kadar mineral kasiterit sebesar 19,50%, zirkon sebesar 4,20% dan monasit sebesar 0,08%. Pada pengujian XRD, kadar mineral kasiterit sebesar 20,2%, zirkon sebesar 3,8% dan xenotim sebesar 0,2%. Pengujian XRF sebagai validasi keberadaan mineral dengan indikasi unsur berupa Sn dengan kadar 93.088,7 ppm, Zr sebesar 20.622 ppm, Ce sebesar 2.944 ppm, La sebesar 1.484,9 ppm dan Y sebesar 2.988,8 ppm. Mineral kasiterit dan zirkon memiliki potensi yang besar dengan perkiraan perolehan setiap bulannya sebesar 4,39 – 5,52 ton untuk mineral kasiterit dan 0,86 – 1,15 ton untuk mineral zirkon.Konservasi mineral dan batubara merupakan salah satu parameter pertambangan yang berkelanjutan sesuai Kepmen ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik. Salah satu objek konservasi dalam Kepmen ESDM tersebut adalah Sisa Hasil Pengolahan (SHP). Permasalahan yang ada berupa potensi SHP yang belum terdata di perairan Pulau Bangka. Maka dari itu dilakukan penelitian terkait pendataan potensi SHP KIP Kencana Pacific sebagai bentuk pelaksanaan konservasi. Tujuan penelitian ini yaitu perhitungan laju produksi SHP, identifikasi komposisi mineral SHP serta perhitungan potensi SHP. Data primer yang dikumpulkan berupa koordinat dan kedalaman penggalian, data produksi SHP, durasi pengamatan serta data berat basah dan kering sampel SHP. Data sekunder yang dikumpulkan berupa produksi timah, spesifikasi KIP, lokasi IUP KIP, target produksi dan jam jalan serta SOP pengujian laboratorium. Pengolahan dan analisis berupa perhitungan laju produksi, pengujian komposisi kadar mineral serta perhitungan potensi mineral dalam SHP. Laju produksi SHP KIP Kencana Pacific sebesar 54,63 kg/jam. Mineral dominan pada SHP KIP Kencana Pacific yaitu kuarsa. Pada pengujian GCA, kadar mineral kasiterit sebesar 19,50%, zirkon sebesar 4,20% dan monasit sebesar 0,08%. Pada pengujian XRD, kadar mineral kasiterit sebesar 20,2%, zirkon sebesar 3,8% dan xenotim sebesar 0,2%. Pengujian XRF sebagai validasi keberadaan mineral dengan indikasi unsur berupa Sn dengan kadar 93.088,7 ppm, Zr sebesar 20.622 ppm, Ce sebesar 2.944 ppm, La sebesar 1.484,9 ppm dan Y sebesar 2.988,8 ppm. Mineral kasiterit dan zirkon memiliki potensi yang besar dengan perkiraan perolehan setiap bulannya sebesar 4,39 – 5,52 ton untuk mineral kasiterit dan 0,86 – 1,15 ton untuk mineral zirkon

    SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN PEMANFAATAN TUMBUHAN LOKAL DUSUN AIK ABIK DALAM UPAYA MEWUJUDKAN PRODUK UNGGULAN YANG BERDAYASAING

    Get PDF
    Dusun Aik Abik Desa Gunung Muda Kecamatan Bangka Belitung dihuni oleh suku tertua di Pulau Bangka yaitu Suku Lom. Suku tersebut ada sudah sejak abad 19 yang pengaruh adatnya masih kental. Desa Gunung Madu khususnya Dusun Aik Abik masih dalam kategori 10.000 desa tertinggal di Indonesia. Padahal potensi alam sangat melimpah untuk dijadikan komoditas masyarakat tersebut. Terdapat 55 tumbuhan obat dari 35 famili yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional dari masyarakat Dusun Air Abik. Tumbuhan Allium cepa L., Allium sativum L., Curcuma longa, dan Piper betle L adalah jenis yang sering dipakai untuk obat tradisional. Masyarakat Dusun Tersebut menggunakan batang, daun, maupun akar dari tumbuhan tersebut sebagai obat tradisional. Proses pengolahannya pun juga masih tradisoinal, seperti dijemur di bawah sinar matahari, ditumbuk, dan lain2 yang mungkin dapat mempengaruhi senyawa fitokimia dalam tanaman tersebut yang berdampak pada khasiatnya. Produk tanaman obat sudah dicoba untuk dibuat. tetapi produk yang dihasilkan belum dilakukan pengujian lebih lanjut, khususnya terkait perizinan, legalitas, dan analisis khasiat serta kandungan fitokimianya. Padahal ini menjadi kunci penting produk herbal laku dipasaran dengan kajian analisis kandungan fitokimianya. Permasalahan lain masyarakat Dusun Aik Abik terkendala informasi perizinan, legalitas, dan analisis khasiat serta kandungan fitokimianya. Solusi yang ditawarkan untuk membantu mitra pengolahan pucuk kayu lubang menjadi produk masker yang aman dan memenuhi standar BPOM sehingga menjadi produk yang siap untuk dipasarkan, kemasan obat herbal akan didesain secara menarik dan aman memenuhi standar kemasan.Dusun Aik Abik Desa Gunung Muda Kecamatan Bangka Belitung dihuni oleh suku tertua di Pulau Bangka yaitu Suku Lom. Suku tersebut ada sudah sejak abad 19 yang pengaruh adatnya masih kental. Desa Gunung Madu khususnya Dusun Aik Abik masih dalam kategori 10.000 desa tertinggal di Indonesia. Padahal potensi alam sangat melimpah untuk dijadikan komoditas masyarakat tersebut. Terdapat 55 tumbuhan obat dari 35 famili yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional dari masyarakat Dusun Air Abik. Tumbuhan Allium cepa L., Allium sativum L., Curcuma longa, dan Piper betle L adalah jenis yang sering dipakai untuk obat tradisional. Masyarakat Dusun Tersebut menggunakan batang, daun, maupun akar dari tumbuhan tersebut sebagai obat tradisional. Proses pengolahannya pun juga masih tradisoinal, seperti dijemur di bawah sinar matahari, ditumbuk, dan lain2 yang mungkin dapat mempengaruhi senyawa fitokimia dalam tanaman tersebut yang berdampak pada khasiatnya. Produk tanaman obat sudah dicoba untuk dibuat. tetapi produk yang dihasilkan belum dilakukan pengujian lebih lanjut, khususnya terkait perizinan, legalitas, dan analisis khasiat serta kandungan fitokimianya. Padahal ini menjadi kunci penting produk herbal laku dipasaran dengan kajian analisis kandungan fitokimianya. Permasalahan lain masyarakat Dusun Aik Abik terkendala informasi perizinan, legalitas, dan analisis khasiat serta kandungan fitokimianya. Solusi yang ditawarkan untuk membantu mitra pengolahan pucuk kayu lubang menjadi produk masker yang aman dan memenuhi standar BPOM sehingga menjadi produk yang siap untuk dipasarkan, kemasan obat herbal akan didesain secara menarik dan aman memenuhi standar kemasan

    PEMANFAATAN CITRA LANDSAT 8 UNTUK MENGIDENTIFIKASI LAND SURFACE TEMPERATURE (LST) PROSPEK PANAS BUMI DESA KERETAK

    Get PDF
    Sumber panas bumi di Bangka diduga berasal dari batuan yang mengalami singkapan ataupun lipatan dan patahan. Salah satu daerah Bangka yang memiliki sumber panas bumi adalah Keretak. Manifestasi panas bumi di Keretak berupa mata air panas. Di daerah panas bumi Keretak memiliki struktur batuan berupa air tanah, tanah lempung, tanah lanau, batupasir, kerikil kering dan batu granit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyebaran sumber air panas dan bebatuan granit di Desa Keretak yang memiliki potensi panas bumi yang baik serta menganalisis hubungannya dengan temperatur permukaan tanah (LST), emivisitas permukaan (LSE), dan Indeks Kerapatan Vegetasi (NDVI). Data yang digunakan adalah data citra satelit dari citra landsat 8.Sumber panas bumi di Bangka diduga berasal dari batuan yang mengalami singkapan ataupun lipatan dan patahan. Salah satu daerah Bangka yang memiliki sumber panas bumi adalah Keretak. Manifestasi panas bumi di Keretak berupa mata air panas. Di daerah panas bumi Keretak memiliki struktur batuan berupa air tanah, tanah lempung, tanah lanau, batupasir, kerikil kering dan batu granit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyebaran sumber air panas dan bebatuan granit di Desa Keretak yang memiliki potensi panas bumi yang baik serta menganalisis hubungannya dengan temperatur permukaan tanah (LST), emivisitas permukaan (LSE), dan Indeks Kerapatan Vegetasi (NDVI). Data yang digunakan adalah data citra satelit dari citra landsat 8

    1,978

    full texts

    2,165

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal Universitas Bangka Belitung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇